• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong (Feedlot) Di Gito Paraman Farm, Karanganyar.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong (Feedlot) Di Gito Paraman Farm, Karanganyar."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Sapi potong merupakan ternak yang dibudidayakan dengan tujuan utama untuk menghasilkan daging. Budidaya ternak sapi potong sudah dikenal secara luas oleh masyarakat. Jangka waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan harga daging yang relatif tinggi memotivasi para pembudidaya untuk terus tetap bersemangat dalam mengembangkan budidaya ternak sapi potong. Bangsa ternak sapi potong yang dibudidayakan juga beraneka ragam, mulai dari peranakan ongole (PO), Simmental, Brahman, Limousine, dan pada beberapa daerah juga ada yang menggemukkan sapi perah jantan bangsa Fries Holland (Sudono et al, 2003)

Budidaya ternak sapi potong yang umumnya terdiri dari budidaya pembibitan dan budidaya penggemukan. Waktu penggemukan relatif singkat yaitu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk jenis sapi potong seperti sapi PO, Limousine, Brahman maupun sapi Simmental. Kemampuan ternak dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan merupakan nilai unggul ternak sapi potong yang membuat semakin banyak peternak semakin tertarik untuk terus mengembangkan dan membudidayakan ternak sapi potong di daerah masing-masing (Sugeng, 1998).

Penggemukan sapi potong merupakan salah satu bisnis yang menitik beratkan usahanya pada proses penggemukan sapi. Peternak membeli sapi (bakalan) yang kurus tetapi sehat dan menggemukkan hingga umur tertentu. Masa penggemukan dalam kandang penggemukan yang paling ekonomis adalah 6 bulan, apabila lebih dari 6 bulan maka pertambahan keuntungan yang diperoleh cenderung stagnan. Agar pertambahan berat badan selama 6 bulan cukup tinggi perlu di perhatikan manajemen penggemukan sapi potong secara menyeluruh, mulai dari sistem perkandangan, perawatan, penanggulangan dan pencegahan penyakit, manajemen pakan dan sanitasi lingkungan peternakan (Sarwono dan Arianto, 2006).

(2)

2

Tujuan dari kuliah kerja lapangan (KKL) adalah mengetahui perkembangan dan perkiraan ragam output di peternakan Gito Paraman Farm. Pada studi kelayakan investasi ini penulis meninjau dari beberapa aspek investasi diantaranya adalah aspek produksi, aspek pemasaran dan aspek finansial serta melakukan perhitungan kelayakan investasi untuk mengetahui apakah peternakan Gito Paraman Farm ini layak atau tidak layak untuk dijalankan.

B. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

a. Tujuan umum kuliah kerja lapangan (KKL):

1) Mahasiswa memperoleh pengalaman yang berharga dengan mengenali kegiatan di lapangan kerja khususnya di bidang peternakan secara luas.

2) Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat.

3) Agar mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yakni dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan masalah yang ada dalam kegiatan di bidang peternakan.

b. Tujuan khusus kuliah kerja lapangan (KKL):

1) Mengetahui secara langsung kondisi umum di peternakan Gito Paraman Farm, yaitu mencakup sejarah berdirinya peternakan, kondisi umum peternakan, struktur organisasi, sumber daya manusia dan analisis usaha.

(3)

3

2. Manfaat

Manfaat dari KKL tersebut adalah sebagai berikut:

a. Mengetahui kesesuaian dan penerapan ilmu yang dipelajari dengan keadaan di lapangan.

b. Mengetahui faktor-faktor eksternal di lapangan yang mempengaruhi pengaplikasian teori atau ilmu dan menambah pengalaman serta ketrampilan kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu jenis domba di Indonesia adalah domba ekor tipis yang.. banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa

Pemberian ransum pada ternak sapi potong diperusahaan ini berupa konsentrat dan hijauan segar dan hijauan kering. Hijauan segar berupa rumput gajah yang berasal

Manajemen produksi sapi potong yang mencakup usaha penggemukan sapi dari hulu hingga ke hilir meliputi pemilihan bakalan, manajemen penggemukan, manajemen pemberian

Penulisan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya Agribisnis Peternakan di Fakultas Pertanian Universitas

Mawar Mekar Farm di hasilkan dari indukan sendiri karena untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi susu dari usaha peternakan sapi perah, tidak hanya terletak

Bab ini mencakup tentang laporan hasil penelitian yang menjelaskan tentang gambaran umum tentang obyek penelitian, sejarah singkat berdirinya, letak geografis, struktur organisasi

Biaya produksi per tahun usaha penggemukan sapi potong di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar per 3 ekor. Uraian

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo melalui Proyek Agribisnis Peternakan (PAP) tahun 2005, telah menyalurkan bantuan permodalan berupa gaduhan sapi potong untuk