• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN TEKNIK TERATAI (TERJUN AMATI RANGKAI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN TEKNIK TERATAI (TERJUN AMATI RANGKAI) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN."

Copied!
58
0
0

Teks penuh

I. Latar Belakang dan Rumusan Masalah

Bab 1 memperkenalkan penelitian mengenai penerapan Teknik Teratai dalam pembelajaran menulis cerpen. Latar belakang menekankan rendahnya minat siswa terhadap menulis cerpen akibat kesulitan menemukan ide dan metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan menguji efektivitas Teknik Teratai (Terjun, Amati, Rangkai) sebagai alternatif pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Rumusan masalah penelitian difokuskan pada kemampuan menulis siswa sebelum dan sesudah menggunakan Teknik Teratai, baik pada kelompok eksperimen maupun kontrol, dan perbedaan signifikan antara kedua kelompok.

II. Kajian Teori dan Kerangka Berpikir

Bab 2 menjabarkan teori-teori pendukung penelitian. Ini mencakup teori menulis, khususnya menulis cerpen, termasuk pengertian, struktur, dan unsur-unsur cerpen. Teknik Teratai dijelaskan secara detail, meliputi langkah-langkahnya dan kaitannya dengan model pembelajaran kontekstual (CTL). Kajian ini juga membahas penelitian terdahulu yang relevan, mendukung penerapan Teknik Teratai untuk meningkatkan kemampuan menulis. Kerangka berpikir menjelaskan bagaimana Teknik Teratai diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa dengan melibatkan pengamatan langsung dan penyusunan kreatif.

III. Metodologi Penelitian

Bab 3 menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 19 Bandung, sementara sampel dipilih menggunakan purposive sampling, melibatkan kelas eksperimen dan kontrol dengan kemampuan yang relatif homogen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis berupa penulisan cerpen sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen penelitian meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), soal tes, dan kriteria penilaian. Proses analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif, meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji-t untuk menguji hipotesis.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab 4 menyajikan hasil penelitian dan pembahasannya. Data pretest dan posttest dari kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) dianalisa secara deskriptif dan inferensial. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Pembahasan menganalisis kemampuan menulis siswa sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok, serta perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil penelitian dikaitkan dengan kajian teori dan penelitian terdahulu untuk menjelaskan temuan.

V. Simpulan, Implikasi, dan Rekomendasi

Bab 5 berisi kesimpulan penelitian berdasarkan analisis data dan temuan. Kesimpulan menjawab rumusan masalah penelitian, meliputi kemampuan menulis siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol, dan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Implikasi penelitian dibahas berdasarkan hasil temuan, menjelaskan pengaruh Teknik Teratai terhadap pembelajaran menulis cerpen. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan pembelajaran menulis cerpen di sekolah, meliputi saran bagi guru, siswa, dan peneliti selanjutnya.

Gambar

Tabel 3.1
Tabel 3.3
Tabel 3.4
Tabel 3.5
+4

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini mempunyai dua variabel, yaitu variabel keterampilan menulis naskah drama dan variabel teknik pembelajaran transformasi cerpen. Adapun uraianya yaitu

Usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pembelajaran baik itu tujuan, bahan, metode dan alat serta evaluasi merupakan sebuah tindakan nyata seorang guru di kelas dan

Berdasarkan kategori kepraktisan, persentase aktivitas guru SMP Negeri 5 Tuban dalam pembelajaran menulis teks ulasan cerpen tersebut dikategorikan sangat baik.Aktivitas

Strategi pembelajaran adalah pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan

Tahap akhir dari siklus belajar ini adalah melakukan penilaian terhadap laporan yang telah dibuat serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran menulis laporan

Tenaga pendidik/Guru mempunyai peranan dalam membimbing siswa agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan dalam proses pembelajaran, dimana semuanya sangat menentukan

Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran sehingga mencapai suatu tujuan yang ditentukan (aspek

“Bagian akhir sebenarnya memerlukan sentuhan khusus karena ini akan menunjang keberhasilan anak mencapai tujuan pembelajaran, Guru harus menyiapkan LKPD agar anak dapat belajar dan