• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA (Perspektif Undang-Undang PKDRT dan Hadis)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA (Perspektif Undang-Undang PKDRT dan Hadis)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

kekerasaan terhadap perempuan selalu dianggap suatu hal yang wajar terjadi dan merupakan masalah intern suatu rumah tangga, khususnya dalam hubungan suami istri

23 Tahun 2004, antara lain: (a) larangan melakukan KDRT terhadap orang dalam lingkup rumah tangga dengan cara kekerasan fisik, yakni perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit,

Kekerasan terjadi karena ketidakseimbangan antara suami dan istri baik secara fisik, dan ekonomi kepada yang lemah, antara yang dominan kepada yang

Adapun dampak kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa istri adalah kekerasan fisik langsung atau tidak langsung dapat mengakibatkan istri menderita rasa sakit fisik

Ketika sebuah rumah tangga mengalami ketidak-harmonisan (disharmoni) antara suami istri dengan tindakan nusyuz (seperti tidak taat kepada suami atau pergi dari

Menurut perspektif hukum pidana Islam tindakan suami yang melakukan kekerasan fisik terhadap istri adalah suatu bentuk kejahatan dan perbuatan yang dilarang oleh syariat karena

Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk

40 Polresta Malang, 256 kasus lain merupakan kasus kekerasan suami terhadap istri.4 Sementara itu, Kantor Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A Kabupaten Malang