• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN IPTEKS DALAM PENDIDIKAN. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERANAN IPTEKS DALAM PENDIDIKAN. pdf"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada awalnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berbagai penemuan-penemuan teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan ke depannya akan terus semakin berkembang. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan baru dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seharusnya arahnya tidak hanya bersifat untuk sekarang tetapi untuk masa depan dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bersama, kepentingan sendiri dan kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu guru zaman sekarang ini dituntut mampu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan tidak ketinggalan zaman, setidak-tidaknya menjadikan IPTEKS sebagai landasan untuk pengembangan kurikulum.

Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi cukup luas, meliputi semua aspek kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya, serta meliputi aspek pendidikan juga. Media massa merupakan salah satu contoh kemajuan teknologi yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Media massa juga mempunyai fungsi pendidikan. Contoh kemajuan teknologi yang lain dalam pendidikan seperti media-media pembelajaran yang saat ini sudah lebih berkembang, jika dibandingkan dengan media pembelajaran pada masa sebelumnya. Perkembangan IPTEKS akan memberi pengaruh yang positif selama kita bisa memanfaatkannya secara maksimal.

(2)

2

pendidikan yang nantinya mampu dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apakah yang dimaksud dengan IPTEKS?

2. Bagaimana Pengaruh IPTEKS dalam dunia pendidikan?

C. Tujuan

Makalah ini ditulis dengan beberapa tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengertian dari IPTEKS;

(3)

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian IPTEKS

(4)

4

belum mantap sepenuhnya. Ilmu sering disebut pula sebagai konsep pengetahuan ilmiah karena ilmu harus terbuka bagi pengujian ilmiah (pengujian keilmuan). Jadi, ilmu cenderung dipahami sebagai pengetahuan yang diilmiahkan atau pengetahuan yang diilmukan, sebab tidak semua pengetahuan itu bersifat ilmu atau harus diilmiahkan. Sebagai hasil kegiatan ilmiah, ilmu merupakan sekelompok pengetahuan (konsep-konsep) mengenai sesuatu hal (pokok soal) yang menjadi titik minat bagi permasalahan tertentu. Sebuah pengetahuan ilmiah memiliki 5 (lima) ciri pokok, yaitu; empiris, sistematis, obyektif, analitis, dan verifikatif. Ilmu, dalam hal ini, cenderung dilihat dalam hubungan dengan obyek keilmuan (obyek material dan formal) dan metode keilmuan tertentu. Kesatuan ilmu bersumber di dalam kesatuan obyeknya. Orang, misalnya kaum peneliti, membatasi ilmu sebatas metodologi keilmuan. Alasannya, kaitan-kaitan logis yang dicari di dalam ilmu tidak dicapai dengan penggabungan ide-ide yang terpisah, tetapi pada pengamatan dan berpikir metodis, yang tertata rapih. Alat bantu metodologis keilmuan adalah “teknologi ilmiah” dalam menguji-coba atau mengeksperimentasi konsep-konsep ilmu. Jadi, ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional kognitif, dengan berbagai metode berupa anek prosedur dan tata langkah, sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sitematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, dan keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, atau penerapan.

(5)

5

pengetahuan yang khusus mengenai obyek dimaksud. Ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sitematis. Jadi, pengetahuan merupakan isi substantif yang terkandung dalam ilmu. Pengetahuan, karenanya, merupakan dasar bangunan sebuah ilmu.

Ensiklopedi Nasional Indonesia mengartikan kata Teknologi sebagai ilmu mengenai teknik. Teknik ialah metode / cara dan keterampilan untuk membuat sesuatu atau mengerjakan benda-benda. Dalam arti yang sempit teknologi diartikan dengan peristilahan, dan praktik sains terapan yang mempunyai nilai praktek atau penggunaan di industri. Dalam arti yang agak lebih luas, teknologi adalah semua proses yang bersangkutan dengan bahan. Teknologi bukanlah bakat atau kodrat, melainkan harus dipelajari, baik sebagai sains terapan maupun sebagai suatu kecakapan tangan.

Teknologi sebenarnya mencakup ilmu pengetahuan dan engineering atau teknik. Jadi teknologi itu sendiri sebenarnya telah mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya. Namun dalam arti tertentu dan banyak dipakai bahwa teknologi merupakan applied science, yaitu penerangan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan manusia.Jadi sebenarnya, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena saling terkait. Ilmu pengetahuan tanpa teknologi bagaikan pohon tidak berbuah, sedangkan teknologi tanpa ilmu pengetahuan bagaikan pohon tanpa akar.

(6)

6

teknologi juga mampu menyempurnakan organ-organ tubuh lainnya. Alat-alat optik misalnya, mampu membantu mata melihat benda-benda yang sangat kecil atau yang letaknya sangat jauh. Telepon dan radio mampu meningkatkan kemampuan manusia dalam mendengar dan komputer dalam berpikir.

Bila dipandang secara keseluruhan maka perkembangan teknologi menunjukkan kemajuan yang terus-menerus. Pada tahap pertama perkembangan kebudayaan, teknologi baru membantu pekerjaan yang dilakukan dengan tangan manusia. Kemudian dengan digunakannya binatang, roda, dan as, setahap demi setahap tenaga alam menggantikan tenaga manusia. Mesin-mesin makin lama makin disempurnakan dan menjadi lebih kuat sesuai dengan adanya perkembangan di bidang tenaga uap, tenaga listrik, dan tenaga nuklir. Sejalan dengan perubahan setahap demi setahap dari penggunaan secara langsung tangan manusia pada alat-alat dan mesin maka terjadi pula perubahan dari penggunaan hasil alam secara langsung kepada penggunaan bahan-bahan sintetis hasil teknologi.

Sekarang kemajuan teknologi sudah sampai pada pengembangan otomatisasi. Masalahnya sudah bukan lagi pada peningkatan kemampuan organ-organ tubuh manusia, akan tetapi sudah sampai pada meniru perbuatan manusia sebagai suatu sistem tertutup. Dalam otomatisasi, mesin mengambil alih segala pekerjaan yang tadinya dilakukan manusia.

Kemajuan teknologi ini mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan individual, sosial, dan kebudayaan. Dengan adanya peningkatan produksi yang tinggi maka berbagai macam kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan lebih baik. Tetapi di lain pihak teknologi cenderung membuat manusia menjadi suatu unit yang abstrak dalam hubungan yang abstrak dari suatu masyarakat dan kebudayaan teknologi. Jadi, inti dari masalah kehidupan modern adalah proses menjadi abstrak, yang dapat melemahkan kehidupan pribadi dan hubungan sosial. Kepribadian kehilangan perasaan aman, dan dalam kehidupan sosial, perasaan setia kawan menjadi berkurang.

(7)

7

memungkinkan adanya efisiensi dalam pembuatan benda-benda berdasarkan pengetahuan teoretis. Karena itu, prestasi terbesar dari teknologi adalah dalam lingkungan kehidupan ekonomi, yaitu dalam menghasilkan benda-benda ekonomi. Akan tetapi, tentu saja masalah efisiensi ini juga penting pada benda-benda kebudayaan lainnya.

Teknologi tidaklah hanya menjangkau benda-benda yang bersifat materi saja. Teknologi dapat juga menjangkau ruang lingkup benda-benda nonmateri, seperti konsep, ide, gagasan, cita-cita, norma, dan sebagainya. Dalam ruang lingkup benda-benda nonmateri, peranan benda-benda instrumen seperti isyarat dan simbol sangatlah penting. Bahasa merupakan suatu sistem dari simbol.

Teknologi yang berhasil dikembangkan akan bersentuhan dengan nilai-nilai seni atau keindahan. Seni merupakan hasil aktivitas batin yang direfleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain. Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah kegiatan yang menghasilkan karya indah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa IPTEKS merupakan ilmu pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari dan dituangkan dalam sebuah perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

B. Pengaruh Perkembangan IPTEKS Dalam Pendidikan

(8)

tayangan-8

tayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai, baik nilai sosial, budaya, spiritual, intelektual, maupun material. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan baru, aspirasi baru, dan sikap hidup baru. Hal-hal tersebut menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama, tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang.

Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hanya dalam bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antar manusia. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya, merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antar manusia. Di sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya, dipelajari konsep-konsep, prinsip-prinsip, kaidah-kaidah, cara-cara, dan pendekatan-pendekatan baru, untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan masyarakat, dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi, materi, atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan perkembangan masyarakat, dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan masalah dengan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan baru yang dikembangkan dalam pendidikan.

(9)

9

pendidikan tidak hanya dituntut untuk mendorong peserta didik untuk belajar (to learn), tetapi juga dituntut untuk dapat mendorong peserta didik untuk belajar menguasai ilmu (learning to acquire knowledge), mempromosikan aktivitas belajar bertindak (learning to act), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar untuk kehidupan (learning for life), dengan paradigma belajar sepanjang hayat (life long learnng).

Di tengah arus informasi yang mengalir deras dan semakin mudah diakses, lembaga-lembaga pendidikan tidak bisa lagi sekedar menjadi tempat berlangsungnya transmisi informasi dari guru kepada murid dalam periode waktu dan batasan ruang tertentu. Lembaga-lembaga pendidikan dituntut untuk dapat berperan sebagai fasilitator bagi para pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan aktivitas pembelajaran yang mobile, dinamis, dan menembus batasan ruang (spaceless), batasan waktu (timeless), dan batasan kenegaraan (borderless). Dukungan ICT memungkinkan proses pembelajaran terjadi kapanpun dan dimanapun. Dalam konteks ini maka guru tidak lagi menjadi figur sentral dan sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya lingkungan belajar bagi peserta didik. Guru dan sekolah hanyalah fasilitator dan mediator pembelajaran. Sarana ICT membuat proses pebelajaran bersifat multi dimensi dan multi purposes.

Perubahan paradigma pembelajaran beriringan dengan perubahan paradigma tentang literasi (melek huruf). Di era informasi, menurut seorang futurist, Alvin Toffler (1990), orang yang disebut buta huruf bukanlah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi orang yang tidak bisa belajar (learn), tidak bisa mengubah kebiasaan (unlearn), dan tidak bisa belajar kembali (relearn). Toffler agaknya ingin mengingatkan kita bahwa masyarakat yang hidup di era informasi dituntut untuk memiliki tradisi belajar yang kuat, agar para anggotanya mampu menyerap, mengelolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan selektif.

(10)

10

anggota masyarakat memiliki kemauan keras untuk belajar, selalu siap untuk berubah (open minded), dan terus belajar sampai akhir hayat (lifelong education). Pentingnya tradisi belajar yang kuat bagi satu masyarakat diingatkan pula oleh salah satu Presiden Amerika Serikat, Benjamin Franklin, melalui ungkapannya sebagai berikut: “Being ignorant is not so much a shame, as being unwilling to learn” (menjadi orang yang enggan belajar lebih memalukan daripada menjadi orang yang tidak tahu apa-apa).

Tradisi belajar akan menentukan tingkat literasi. Di era informasi, tingkat literasi yag dibutuhkan oleh satu masyarakat untuk dapat berkembang dan bersaing sangat tinggi dan bervariasi. Di era ini, menurut Alvin Toffler (1990), seseorang dituntut untuk melek dalam enam aspek. Pertama, melek fungsional (functional literacy) atau melek visual (visual literacy), yaitu memiliki kemampuan untuk menangkap makna dan mengekspresikan ide-ide melalui berbagai media, termasuk penggunaan images, graphics, video, dan charts. Kedua, melek ilmiah (scientific literacy), mampu memahami aspek-aspek teoritis dan aplikatif dari sains dan matematika. Ketiga, melek teknologi (technological literacy), berkompeten dalam menggunakan berbagai teknologi komunikasi dan informasi. Keempat, melek informasi (information literacy), mampu menggali, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat, termasuk dengan menggunakan TIK. Kelima, melek budaya (cultural literacy), mengapresiasi keragaman budaya. Keenam, kesadaran global (global awareness), memahami bagaimana berbagai bangsa, korporasi, dan komunitas di seluruh dunia terhubung satu sama lain.

Tingkat literasi yang sangat tinggi dan bervariasi menuntut lembaga-lembaga pendidikan untuk tidak hanya berperan sebagai pusat belajar (center for learning), tetapi juga sebagai pusat budaya (center for culture), dan pusat peradaban (center for civilization).

(11)

11

penelusuran UNESCO (2013), ada lima manfaat yang dapat diraih melalui penerapan ICT dalam sistem pendidikan: (1) mempermudah dan memperluas akses terhadap pendidikan; (2) meningkatkan kesetaraan pendidikan (equity in education); (3) meningkatkan mutu pembelajaran (the delivery of quality learning and teaching); meningkatkan profesionalisme guru (teachers’ professional development); dan (4) meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pendidikan.

Selain menggambarkan fenomena integrasi ICT ke dalam sistem pendidikan yang terus berkembang dan meluas, jargon-jargon dan berbagai perkembangan yang ada juga menggambarkan betapa dahsyatnya pengaruh perkembangan ICT terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap pergeseran paradigma pembelajaran dan paradigma pengelolaan lembaga pendidikan. Fenomena ini mengingatkan kita betapa ironisnya jika di era informasi sekarang ini masih ada lembaga-lembaga pendidikan dan aktivitas pebelajaran yang tidak tersentuh oleh ICT atau jika masih ada pendidik dan peserta didik yang tidak terekspose pada aplikasi ICT dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Dan yang lebih ironis lagi jika di era informasi ini masih ada penentu kebijakan pendidikan (educational policy maker) yang menomorduakan atau mengabaikan sarana ICT dalam berbagai agenda pembangunan pendidikan.

(12)

satuan-12

satuan kecil dan terisolasi, (6) suatu proses linear. Sejalan dengan perkembangan TIK telah terjadi perubahan pandangan mengenai pembelajaran yaitu pembelajaran sebagai: (1) proses alami, (2) proses sosial, (3) proses aktif dan pasif, (4) proses linear dan atau tidak linear, (5) proses yang berlangsung integratif dan kontekstual, (6) aktivitas yang berbasis pada model kekuatan, kecakapan, minat, dan kulktur siswa, (7) aktivitas yang dinilai berdasarkan pemenuhan tugas, perolehan hasil, dan pemecahan masalah nyata baik individual maupun kelompok. Hal itu telah menguban peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; (2) dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

Beberapa model pembelajaran yang menggunakan ICT sebagai dasar pedomannya adalah sebagai berikut.

a. E-Learning

(13)

13

tersebut karena sifat dari internet itu sendiri yaitu memungkinkan segala sesuatu saling terhubung belum lagi karakter internet yang murah, sederhana dan terbuka mengakibatkan internet bisa digunakan oleh siapa saja (everyone), dimana saja (everywhere), kapan saja (everytime) dan bebas digunakan (available to every one).

Pengembangan pendidikan menuju E-Learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena E-Learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu: (1) E-Learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran

E-Learning merupakan wujud sistem belajar online yang tidak tergantung pada

keterbatasan ruang. Pembelajaran online ini dirnaksudkan sebagai sarana yang

menyelenggarakan pendidikan yang tidak terlalu mengandalkan kontak langsung antara

pendidik/pengajar dengan peserta didik/mahasiswa yang berarti juga tidak memerlukan

ruang khusus untuk membahas materi pembelajaran. Pengajaran di kelas digantikan

dengan pemberian materi yang dapat dibaca oleh mahasiswa. Bentuk pengajaran Iain

seperti diskusi, tanya jawab dan evaluasi dilakukan secara jarak jauh yang sernuanya

dilakukan melalui jaringan computer.

b. Resource Sharing

Fungsi lain internet diantaranya sebagai Resource Sharing. Fungsi Resource Sharing diartikan bahwa internet dapat berfungsi sebagai ”tempat berbagi”, di mana setiap pengguna internet dapat mencurahkan segala ilmu pengetahuan, dan pendapat pribadinya di server-server internet sehingga pengguna lain dapat membacanya. Selain itu di internet bila kita temukan berbagai sumber pengetahuan, buku-buku gratis, CD gratis, dan bahkan secara saklek dapat disebutkan kita akan mendapatkan segala hal melalui internet ini.

(14)

14

atau jaringan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan dan mengurangi biaya pengembangan koleksi. Resource sharing tersebut dapat dilakukan dengan kesepakatan formal maupun informal yang diterapkan secara lokal, nasional, ataupun internasional. Sedangkan sumber daya yang di-share tersebut dapat berupa koleksi, data bibliografis, pegawai, dan fasilitas.

Ada empat konsep penting dalam resource sharing yaitu.

1. Cooperative collection development (pengembangan koleksi bersama) adalah Sebuah mekanisme dimana dua atau beberapa perpustakaan sepakat bahwa setiap perpustakaan akan bertanggung jawab pada pengumpulan koleksi bidang-bidang tertentu dan perpustakaan tersebut akan bersedia saling tukar-menukar koleksi-koleksi tersebut dengan perpustakaan lain tanpa biaya.

2. Coordinated acquisitions (pengadaan yang terkoordinasi) adalah Sebuah mekanisme dimana dua atau beberapa perpustakaan sepakat untuk membeli bahan pustaka-bahan pustaka tertentu dan atau menanggung biaya-biaya bersama dan dua atau beberapa anggota menyimpan bahan pustaka tersebut.

3. Joint acquisition (pengadaan bersama) adalah Sebuah mekanisme dimana dua atau beberapa perpustakaan mengadakan pemesanan bersama terhadap suatu produk atau jasa, dan setiap perpustakaan menerima produk atau jasa tersebut, seperti kesepakatan untuk membeli atau berlangganan pangkalan data elektronik

(15)

15 c. Multychanel Learning

Dalam EDC Learning Transforms Live dijelaskan bahwa “Multichannel learning is a strategy that provides multiple ways for people to engage in the learning process..” Multichanel learning adalah strategi yang menyediakan beberapa cara bagi orang untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Strategi ini mengakui bahwa orang yang berbeda belajar dengan cara yang berbeda. Strategi ini dapat menghubungkan peserta didik tidak hanya dengan guru atu dengan sumber buku tapi dengan berbagai aspek yang dapat berpengaruh pada perkembangan peserta didik sendiri.

Multychanel Learning biasanya digunakan di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang memiliki fasilitas teknologi yang memadai. Metode Multi Channel Learning (MMCL) adalah proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswanya tanpa adanya suatu pertemuan perkuliahan, namun dapat dilakukan melalui berbagai channel dan berbagai resources.Pertemuanya dapat dilakukan secara maya dalam kegiatan diskusi, kolaborasi yang diatur oleh learning management system.

Metode Multi Channel Learning (MMCL) dibagi daam tiga aspek, yaitu:

 tatap muka dengan dosen

 online learning

 persiapan belajar diluar kelas(self study)

(16)

16 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

IPTEKS merupakan ilmu pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari dan dituangkan dalam sebuah perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi, materi, atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan perkembangan masyarakat, dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan masalah dengan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan baru yang dikembangkan dalam pendidikan.

IPTEKS mampu membuat pergeseran pada paradigma pembelajaran dimana . lingkungan pembelajaran yang di masa lalu berpusat pada guru telah bergeser menjadi berpusat pada siswa. Secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut.

Lingkungan Berpusat pada guru Berpusat pada siswa Aktivitas kelas Guru sebagai sentral dan

bersifat didaktis Penekanan pengajaran Mengingat fakta-fakta Hubungan antara

informasi dan teman Konsep pengetahuan Akumulasi fakta secara

kuantitas Transformasi fakta-fakta Penampilan keberhasilan Penilaian acuan norma Kuantitas pemahaman,

penilian acuan patokan

Penilaian Soal-soal pilihan

berganda

Portofolio, pemecahan masalah dan penampilan Penggunaan teknologi Latiahn dan praktek Komunikasi, akses,

(17)

17 B. Saran

(18)

18

DAFTAR PUSTAKA

Cara akses internet. Workshop Pengembangan Bahan Ajar Berbasis

Clara HerlinaKarjo. 2011. Teachers’ And Learners’ Accountsof Teaching

EDC Learning Transforms Live. Multichannel Learning. Tersedia pada http://idd.edc.org/our_work/technology/multichannel-learning. diakses pada 12 Desember 2014

Learningstrategiesin Multi Channel Learning System. Bina Nusantara University, Jakarta

Metode multychenel learning. Tersedia pada

http://himapfisumpwr.blogspot.com/2011/05/metode-multi-channel-learningmmcl.html. diakses pada 12 Desember 2014

Multi Channel Learning (MCL). P2P ‐ Universitas Negeri Jakarta

Salam Dewi, Dkk. 2008.Mozaik Teknologi Pendidikan.Kencana Prenada Media Group. Jakarta

---. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakart

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah yang dikurangi - Plus: Pembayaran pada laporan, tetapi tidak ada dalam buku bank Jumlah.

Tentunya kita sudah terbiasa dengan fenomena-fenomena alam disekitar kita, tetapi tidak sedikit dari kita yang belum memahami bagaimana proses dari fenomena

Persiapan Shoting dan pengambilan View masjid dalam acara Safari Ramadhan di masjid Gedhe Kauman Produser: Dimas Al Kausar Atlantis Kameramen: Arifudin Kameramen insert:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah

Anak autis merupakan salah satu anak yang dikategorikan berkebutuhan khusus, karena anak autis memiliki kelainan intelektual dan sosial yang memerlukan penanganan

 Pada LKPD tersebut, peserta didik diminta untuk menyusun kembali teks prosedur manual dan tips, kemudian menjawab beberapa pertanyaan yang akan mengarahkan

Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penilaian proyek. Menyampaikan rubrik penilaian sebelum pelaksanaan penilaian kepada

(1) Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya wajib melindungi Usaha Tani yang dilakukan oleh Petani sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) dalam