Yunia D. – 071311233066 – Globalisasi & Masyarakat Informasi – Week 3 – Bahan 2 Revolusi Teknologi Informasi, serta Pengaruhnya Terhadap Aspek Sosial Masyarakat
Moderen
Kehidupan manusia abad ke-21 tidak terlepas dari istilah seperti teknologi, komputer, internet, dan lain sebagainya. Begitu pula adanya kemudahan mendapatkan, mengakses, dan menyebar luaskan informasi yang tersedia bukanlah hal yang baru di dalam kehidupan masyarakat abad ke-21. Namun, penulis kali ini tidak membahas lebih rinci mengenai bagaimana proses mendapatkan atau mengakses informasi tersebut. Penulis akan membahas mengenai Revolusi Teknologi Informasi, dari era Revolusi Aglikultural hingga Revolusi Industri. Premis awal yang dapat menjelaskan proses terjadinya Revolusi Teknologi Informasi penulis ambil dari buku yang berjudul “The Elusive Transformation: Science, Technology, and the Evolution of International Politics” karya Eugene B. Skolnikoff. Pada bab dua yang mana berjudul “The Scientific and Technological Enterprises and the Direction of Technological Change”, Skolnikoff menjelaskan bahwa perkembangan teknologi merupakan sebuah pencapaian terbesar masyarakat Barat atau Western (Skolnikoff, 1993: 16). Bukti dari adanya perkembangan teknologi tersebut seperti mesin cetak, teleskop, mikroskop, dan lain-lain. Perkembangan teknologi yang dikembangkan di wilayah Eropa tersebar ke seluruh dunia dan mempengaruhi setiap aspek kehidupan masyarakat dunia saat ini.
saat ini, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tergantung pada sukses atau tidaknya inovasi dari teknologi itu sendiri (Skolnikoff, 1993: 17). Sehingga, dapat dikatakan bahwa sifat dasar atau nature dari Revolusi Teknologi Informasi adalah bahwa revolusi komputer terjalin sebagai proses komunikasi di dalam masyarakat yang luas (Memmi, 2015: 207). Hal tersebut dapat juga dimaksudkan bahwa Revolusi Teknologi Informasi menjadi sebuah wadah yang bukan hanya terdiri atas berbagai perangkat keras maupun lunak, namun menjadi suatu wadah yang menghubungkan interaksi atau sebagai wadah berprosesnya komunikasi antar manusia hingga saat ini. Sehingga, sifat dari Revolusi Teknologi Informasi dapat juga dikatakan sebagai suatu hal yang masif dan efektif dalam aspek komunikasi antar manusia dan penyebaran informasi yang terjadi di dalam masyarakat luas. Dijelaskan pula mengenai hubungan antara teknologi dan masyarakat yang mana terdapat tiga kemungkinan pandangan isu, yaitu; (1) intrinsic technological change, yang mana berarti bahwa perubahan teknologi cenderung terjadi dalam keadaan lingkungan yang terisolasi. Hal tersebut dikarenakan bahwa perubahan teknologi lebih masuk ke dalam masalah internal dan menyediakan sebuah kesempatan, tanpa adanya campur tangan lingkungan sosial ataupun ekonomi; (2) social trends cause technical changes, yang mana pandangan ini lebih merujuk pada usaha manusia itu sendiri terhadap adanya teknologi, atau disebut juga sebagai etnologi; dan (3) Reciprocal influences of technology and society, yang menjelaskan bahwa perubahan teknologi terjadi karena didorong oleh aspek sosial-ekonomi dan aspek budaya-kepercayaan (Memmi 2015: 212).
menghemat biaya produksi yang sebelumnya begitu besar. Di dalam aspek kehidupan manusia, Revolusi Industri telah memberikan perubahan yang tidak hanya dialami oleh masyarakat Inggris namun juga masyarakat dunia. Hal tersebut dibuktikan pada abad ke-18, populasi manusia berkembang lebih cepat, yang mana diakibatkan oleh menurunnya tingkat kematian dan meningkatkan tingkat kelahiran (Montagna, 2016). Terjadinya Revolusi Industri atau Agrikultural di wilayah Eropa membawa pengaruh yang masif bagi masyarakat dunia, dimulai dari aspek populasi dunia, transportasi, dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, dari penjabaran tersebut penulis berpendapat bahwa terdapat perbedaan dan juga persamaan di antara Revolusi Teknologi Informasi dengan Revolusi Industri. Pertama, perbedaan di antara peristiwa tersebut terletak pada era kemunculannya, yang mana Revolusi Teknologi Informasi muncul ketika internet pertama kali diciptakan, sedangkan Revolusi Industri muncul ketika ditemukannya mesin uap. Kedua, perbedaan di antara kedua istilah tersebut terletak dari aspek yang mempengaruhi dan dipengaruhinya. Hal tersebut berarti bahwa Revolusi Teknologi Informasi mempengaruhi aspek komunikasi atau interaksi antar manusia dan aspek persebaran informasi yang luas dan masif, dan hal tersebut dipengaruhi oleh ditemukannya jaringan internet, surat elektronik, dan komputer. Sedangkan, terjadinya Revolusi Industri mempengaruhi aspek yang lebih detil dan signifikan, tidak hanya mempengaruhi cara produksi tekstil di Inggris, namun juga mempengaruhi segala aspek kehidupan di seluruh dunia mulai dari aspek transportasi, teknologi, ekonomi, dan aspek kehidupan secara luas. Namun, di samping hal tersebut kedua istilah tersebut memiliki kesamaan, yaitu bahwa Revolusi Teknologi Informasi dan Revolusi Industri berdampak secara masif dan luas terhadap aspek kehidupan masyarakat dunia.
computers are used mostly to manage human communication,” yang mana menjelaskan bahwa Revolusi Teknologi Informasi telah mengubah cara komunikasi atau interaksi antar manusia yang tadinya hanya bertatap wajah, menjadi dapat berkomunikasi via komputer. Sehingga, dapat dijelaskan kembali bahwa proses globalisasi cenderung menjadi pendukung dan sekaligus latar belakang atas terjadinya Revolusi Teknologi Informasi yang mempengaruhi proses interaksi antar manusia di dunia.
Penulis setuju dengan pernyataan Daniel Memmi yang mengatakan bahwa teknologi informasi mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan sosial manusia. Selain perubahan istilah dari Gemeinschaft (komunitas) ke Gesselschaft (masyarakat) di Jerman pada abad ke-19, perubahan teknologi juga mempengaruhi cara berinteraksi. Penulis akan memberikan contoh dari kalimat di dalam artikel Daniel Memmi, yaitu “changing social structures have probably motivated the development of research in social networks (i.e., the formal structure of social relations) (Memmi, 2015: 209). Yang mana pada sebelumnya penulis bahas mengenai fenomena perekrutan anggota kelompok radikal Islam, bahwa perekrutan terjadi dalam ruang lingkup jaringan internet, yaitu media sosial. Hal tersebut tentu mempengaruhi aspek fenomena sosial yang mana perekrutan yang terjadi tidak hanya di dunia nyata yang jelas-jelas sudah mengancam kehidupan masyarakat, namun juga terjadi di dunia maya yang mana tidak semua orang hadir di dalamnya.
Dari penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa Revolusi Teknologi Informasi memiliki sifat dasar atau nature yang secara cepat mempengaruhi aspek kehidupan manusia melalui wadah digital, seperti internet. Interaksi yang terjadi antar manusia menjadi tidak diperlukannya tatap muka, yang mana memberikan kemudahan bagi komunikasi jarak jauh. Namun, perubahan teknologi tersebut tidak berdampak bagi masyarakat yang kebudayaan dan kepercayaannya masih bersifat konservatif dan terisolasi. Perubahan teknologi menjadi penting, karena pada era saat ini hampir seluruh manusia tergantung pada dunia digital, sehingga setiap aspek kehidupannya pun tidak luput dari pengaruh perubahan teknologi informasi.
Referensi:
Beck, Ulrich. 2000. What is Globalization? Polity Press.
Montagna, Joseph A., 2016. The Industrial Revolution. [online] tersedia dalam http://teachersinstitute.yale.edu/curriculum/units/1981/2/81.02.06.x.html (diakses pada 18/09/2016)