Pendahuluan
(
Sistem Manajemen Mesin Pertanian)
Khandra Fahmy
1. Definisi Sistem
SISTEM adalah sekumpulan elemen yang saling berkaitan &
saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk
mencapai suatu tujuan.
2. Karakteristik Sistem
a.
Komponen (Elemen)
b.
Batasan sistem (Boundary)
c.
Lingkungan luar (Environment)
d.
Penghubung sistem (Interface)
e.
Masukan (Input)
f.
Keluaran (Output)
4. Konfigurasi Komputer
Sebagai Sebuah Sistem
CPU OUTPUT
INPUT
STORAGE
Sub-sistem input Sub-sistem output
Sub-sistem penyimpanan Sub-sistem pengolah
7. Pengertian Manajemen
1. Marie Parker mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain.
2. Stoner menyatakan defenisi manajemen yang lebih kompleks, yaitu
manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
8. Fungsi Manajemen
2. Organisasi (organizing)
3. Penyusunan (
staffing
)
Fungsi penyusunan (staffing) disebut juga dengan fungsi personalia, meliputi tugas-tugas memperoleh pegawai, memajukan pegawai, dan
memanfaatkan pegawai. Fungsi ini adalah fungsi setiap manajer yang berhubungan
dengan para pegawai di lingkungan pimpinannya agar para pegawai terdorong
untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk merealisasikan tujuan
Analisis Teknis
2. Keceptan Teoritis Traktor
4. Slip roda traktor
6. Kapasitas kerja aktual traktor
untuk pengolahan tanah
8. Perhitungan efisiensi lapang
pengoperasian traktor
8
11. Perhitungan daya (power) bajak
tanah bawah (subsoiler plow)
15. Perhitungan berat minimum traktor
16. Perhitungan berat maximum traktor
19
20
1. Perhitungan kaliberasi alat tanam benih
jenis graindrill
2. Perhitungan kerapatan bibit, luas
pengambilan dan jarak tanam pada mesin
penanam bibit padi
2 3 4
3. Perhitungan kaliberasi alat penyemprot
hama penyakit (sprayer)
Q = B x V x N / ( 60 x 10 ) ... ... (38)
dengan B = lebar kerja efektif (m), V = kecepatan kerja (km/jam), N = dosis larutan
(liter/hektar), dan Q = debit yang harus keluar dari nozzle sprayer (liter/menit).
Catatan :
Q (liter / menit) = B (m) x V (km / jam) x N (liter / ha) x (jam / 60 menit)
x (ha / 10 m.km)
4. Perhitungan kapasitas lapang dan
kebutuhan alat perontok gabah (thresher)
(Thresher)
Kapasitas lapang power thresher dapat dihitung berdasarkan berat (kg/jam),
berdasarkan luas (ha/jam), dan berdasarkan produksi (kg/ha) dengan persamaan
sebagai berikut :
Kap = 60 x (C/T) kg/jam ... (39)
Kapluas = 0,006 x (A / T) ha/jam ... ... ( 40)
Kap = Kapasitas kerja berdasarkan berat gabah hasil perontokan (kg/jam)
Kapluas = Kapasitas kerja berdasarkan luas yang terolah (ha/jam)
Kapprod = Kapasitas kerja berdasarkan produksi padi persatuan luas (kg/ha)
η = Rendemen (%)
A = Luas panen (m2)
B = Berat hasil panen (padi + jerami) (kg)
C = Berat gabah hasil perontokan/output (kg)
T = Total waktu (menit)
60 = Konversi satuan, 1 kg/menit = 60 kg/jam
0,006 = Konversi satuan 1 m /menit = 0,006 ha/jam
Kebutuhan thresher
UT = Jumlah unit
thresher
yang dibutuhkan di suatu wilayah/ daerah.
Ls = Hasil produksi (luas panen) yang tersedia untuk digarap (ha/tahun)
Lg = Hasil produksi (luas panen) yang dapat dikerjakan oleh sumber tenaga
Y – Z
Cf = ...
Y
dengan :
Y = Total luas Panen (ha)
Z = Luas yang dikerjakan secara manual (ha)
KAP = Kapasitas kerja mesin perontok (ha/tahun/unit).
11
KAP = Kap
luasx JPT ... ...
dengan :
Kap
luas= Kapasitas kerja
thresher
(ha/jam/unit)
JPT = Jumlah jam kerja
thresher
(jam/tahun)
KA1 = kadar air (w.b.) awal bahan (dalam %)
WDOT = Rata-rata laju penguapan air (kg/jam)
MDOT = Rata-rata laju aliran udara pengering (kg/jam)
6. Daya blower pada alat pengering produk
pertanian
Rumus perhitungan daya blower pada alat / mesin pengering produk pertanian
adalah sebagai berikut :
DAYA = (P1 + P2 + P3 + P4PM x M) x Q / (E x 3600) ...( 52)
dengan :
P3 = besarnya tekanan untuk mengatasi gesekan pada lantai (Pa)
P4PM = besarnya hambatan produk yang dikeringkan, tiap satuan tinggi
tumpukan (Pa/m)
M = tinggi tumpukan produk yang dikeringkan (m)
Q = debit udara yang dihasilkan
blower
(m
3/jam)
1.2. Bunga Modal
I = Bunga modal (Rp/tahun)
P = Harga alat (Rp)
S = Nilai akhir alat = 10 % (P) (Rp)
2. Biaya Tidak Tetap
Biaya tidak tetap dihitung dengan rumus :
BTT = PP + Bo
dengan :
2.1. Biaya Perbaikan dan pemeliharaan
PP = 2 % (P - S) / 100 jam
P = Harga alat (Rp)
2.2. Upah Operator tiap Jam
Bo = Wop / Wt
dengan :
3. Biaya pokok pembuatan alat
Biaya Pokok Pembuatan Alat
Biaya pokok pembuatan alat dihitung dengan rumus :
4.1. Biaya Tetap
4.2. Biaya Tidak Tetap
Pbb = Pemakaian bahan bakar (liter / jam)5. Biaya pokok pengoperasian alat/ mesin
transportasi
BOP = { (BT / x ) + BTT } / { KP x S } KP = W / T
dengan :
BOP = Biaya pokok operasi (Rp/kg/km) BT = Biaya tetap (Rp/tahun)
x = Jam kerja tiap tahun (jam/tahun) BTT = Biaya tidak tetap (Rp/jam)
KP = Kapasitas pengangkutan (kg/jam) S = Jarak tempuh (km)
6. Biaya Tidak Tetap pemakaian
listrik sebagai tenaga penggerak
B
l= P
lx H
ldengan :
7.Titik Impas (Break event point)
Titik impas alat / mesin dihitung dengan rumus :
8. BEP dalam membuat produk agro
industri
Titik impas dihitung dengan rumus :
Contoh soal
Diketahui :
Alat pengering ikan
Biaya tetap = Rp 700.000,- / tahun
Biaya variabel = Rp 6.000,-/jam
Kapasitas kerja = 4 kg ikan kering / jam
Rendemen = 40 %
Harga ikan basah = Rp 15.000,- / kg
Harga ikan kering = Rp 48.000,- / kg
Ditanyakan :
(a) BEP ikan kering (kg/tahun)
(b) Grafik TC (total cost), dan TR (total revenue) yang memandu didapatkannya
Jawab
BEP
BEP = BT / { HJ – HB - (BTT / Kp) }
Grafik
Grafik
Nilai 1 kg ikan kering = Rp 15.000,- / rendemen
= Rp 15.000,- / 0,4 = Rp 37.500, -
Keuntungan kotor pada penjualan 1 kg ikan kering = Rp 48.000,- - Rp 37.500,- = Rp 10.500,-
Jadi, total pendapatan (kotor) (Total Revenue, TR)
TR = 10.500.x… … …… … … ….… … … ..… .(1) dengan x adalah berat ikan kering (kg).
Persamaan garis Total Cost (TC) TC = BT + (BV / Kp) . x
TC = 700.000+(6.000/4).x
Biaya pokok pengeringan pada saat BEP
1. Waktu yg diperlukan untuk mengeringkan ikan pada saat
BEP:
t = berat ikan kering (kg)/ kapasitas pengeringan (kg/ jam)
t = 77.78 kg/ 4 kg/jam
t = 19,445 jam
Biaya pokok pengeringan pada saat BEP:
BP = [BT/t)+BTT]/kp
BP = [(700000/tahun/19,445 jam/tahun )+6000/jam]/4
kg/jam
BP = Rp 10.499,74/kg
Bukti:
1. Net Present Value (NPV)
3. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan suatu tingkat pengembalian
modal yang digunakan dalam suatu proyek, yg
Contoh Soal (mesin perontok)
Mesin perontok harus seharga Rp 2,4 juta harus
dilunasi oleh petani dalam waktu 3 tahun; dengan
pembayaran setiap musim panen Rp 400.000,- dengan
musin panen 2 x setahun. Kapasitas untuk merontokan
padi adalah 800 kg/ jam dengan jumlah hari kerja 80
hari/tahun dan jumlah jam kerja 8 jam/hari. Upah
merontok padi adalah 4% dari produktivitas alat
dengan harga gabah Rp 300/kg. Upah pekerja Rp
921.000/ tahun dengan biaya transportasi, bahan bakar
dan perbaikan sebesar Rp 783.360/ tahun . Umur
# Jumlah padi yg dapat dirontokan dalam setahun:
Cost and Benefit mesin perontok
1 800,000 783,360 1,583,360 6,144,000 921,600 7,065,600
2 800,000 783,360 1,583,360 6,144,000 921,600 7,065,600
3 800,000 783,360 1,583,360 6,144,000 921,600 7,065,600
4 0 783,360 783,360 6,144,000 921,600 7,065,600
5 0 783,360 783,360 6,384,000 921,600 7,305,600