SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu Semester III Guru Pengampu :
Drs. H. Abu Amar, M.Ag.
Kelompok : Supriyanto Safitri Mujanah
Fiqhi Afifa
PROGRAM STUDI S1 PAI
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-FATTAH
SIMAN SEKARAN LAMONGAN
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumWr. Wb.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak memberikan beribu-ribu nikmat kepada kita umatnya. Rahmat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, pemimpin akhir zaman yang sangat dipanuti oleh pengikutnya yakni Nabi Muhammad SAW. “Sejarah Perkembangan Ilmu” ini sengaja di bahas karena sangat penting untuk kita khususnya sebagai mahasiswa yang ingin lebih mengenal mengenai sejarah perkembangan ilmu.
Selanjutnya, penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan-pengarahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tidak lupa juga kepada bapak dosen dan teman-teman yang lain untuk memberikan sarannya kepada kami agar penyusunan makalah ini lebih baik lagi.
Demikian, semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya semua yang membaca makalah ini.
Wassallamu’alaikum Wr. Wb.
Lamongan, 10 Oktober 2017
Penulis Kelompok 3
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujuan Penulisan ... 3
D. Manfaat Penulisan ... 3
BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Perkembangan Ilmu Yunani ... 3
B. Sejarah Perkembangan Ilmu Islam ... C. Sejarah Perkembangan Ilmu Renaisans dan Modern ... 3
D. Sejarah Perkembangan IlmuKontemporer ... 4
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 11
B. Saran ... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan ialah suatu objek yang diketahui, lalu di perjelas dengan adanya penjabaran yang luas (lebih kongrit). Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu manusia, yang merupakan ciri khas ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya.
Secara tidak pasti ilmu pengetahuan sudah ada sejak zaman dulu, zaman pra-sejarah dimana manusia purba sudah menggunakan ilmu pengetahuan. Menurut George J. Mouly, permulaan ilmu dapat disusur sampai pada permulaan manusia. Tak diragukan lagi bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Dalam hal ini manusia purbah masih berada pada tingkatan sekedar menerima, baik dalam sikap maupun dalam pemikiran (receptive attitude dan receptive mind) (Santoso, 1977).
Dengan seiringnya perkembangan zaman, manusia semakin maju dalam menggunakan pola pikirnya. Hal ini dapat menunjang mengetahuan dan pemikiran dalam memperkembangkan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan modern.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana periodisasi sejarah perkembangan ilmu? 2. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu zaman Yunani? 3. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu zaman Islam
4. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu zaman Renaisans dan Modern? 5. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu zaman Kontemporer?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu zaman Yunani, hingga zaman Kontemporer.
2. Untuk Memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Filsafat Ilmu.
D. Manfaat
1. Untuk mengetahui periodisasi sejarah perkembangan ilmu. 2. Untuk mengetahui perkembangan ilmu zaman Yunani. 3. Untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu zaman Islam.
4. Untuk mengetahui sejarah perkembangan ilmu zaman Renaisans dan Modern.
BAB II
Periodesasi Sejarah Perkembangan Ilmu
Sejarah dapat dilihat dari segi kronologis dan geografis. Untuk itu, bisa dilihat dengan kurun waktu dimana sejarah itu terjadi. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas atau karakteristik tertentu. Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani. Periodesasi ilmu dimulai dari peradaban Yunani dan diakhiri pada zaman kontemporer. Berikut ini merupakan periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan sejak zaman pra-Yunani kuno sampai dengan zaman kontemporer.
A. Sejarah Pengetahuan Ilmu Zaman Yunani
Filsafat zaman Yunani ini diwakili oleh Plato dan Aristoteles. Puncak Yunani dicapai pada pemikiran filsafati Socrates (470-399 SM), Plato (428-348 SM), dan Aristoteles (384-322 SM). Pada zaman ini, pertanyaan tentang kehidupan mulai berkembang. Mereka tidak hanya melihat keluar (outside), akan tetapi juga melihat ke dalam (inside).
Dizaman ini orang memiliki kebebasan untuk memukakan sebuah pendapat atau sebuah ide. Tidak hanya secara realitas sejati atau pengalaman yang berupa ingatan (bersifat intutif, bawaan dalam diri) atau pun secara indrawi. Tetapi bagaimana orang itu mengukapkan sebuah pendapat dan ide yang dapat dinalar dengan akal dan diterimah.
Dari segi keilmuan atau dalam mengungkap sebuah gagasan ide para ilmuan Yunani tidak hanya berpendapat atau menerima begitu saja (receptive attitude). Tetapi mereka menimbang dan meneliti atau menumbuhkan sikap an inquiri attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis). Hal inilah yang menjadikan zaman Yunani sangat penting, karna dari sini awal puncak ilmu pengetahuan di mulai.
B. Sejarah Pengetahuan Ilmu Zaman Islam
Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.
persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadis. Persepsi ini bertemu dengan persepsi yang sama dari Yunani melalui filsafat dan sains Yunani yang berada di kota-kota pusat peradaban Yunani di Dunia Islam Zaman Klasik, seperti Alexandria (Mesir), Jundisyapur (Irak), Antakia (Syiria), dan Bactra (Persia).
W. Montgomery Watt menambahkan lebih rinci bahwa ketika Irak, Syiria, dan Mesir diduduki oleh orang Arab pada abad ketujuh, ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani dikembangkan di berbagai pusat belajar. Terdapat sebuah sekolah terkenal di Alexandria, Mesir, tetapi kemudian dipindahkan pertama kali ke Syiria, dan kemudian –pada sekitar tahun 900 M– ke Baghdad. Kolese Kristen Nestorian di Jundisyapur, pusat belajar yang paling penting, melahirkan dokter-dokter istana Hārūn al-Rashīd dan penggantinya sepanjang sekitar seratus tahun. Akibat kontak semacam ini, para khalifah dan para pemimpin kaum Muslim lainnya menyadari apa yang harus dipelajari dari ilmu pengetahuan Yunani. Mereka mengagendakan agar menerjemahkan sejumlah buku penting dapat diterjemahkan. Beberapa terjemahan sudah mulai dikerjakan pada abad kedelapan. Penerjemahan secara serius baru dimulai pada masa pemerintahan al-Ma’mūn (813-833 M). Dia mendirikan Bayt al- ikmah, sebuahḤ
lembaga khusus penerjemahan. Sejak saat itu dan seterusnya, terdapat banjir penerjemahan besar-besaran. Penerjemahan terus berlangsung sepanjang abad kesembilan dan sebagian besar abad kesepuluh.
C. Sejarah Perkembangan Ilmu Zaman Renaisans dan Modern Filsafat modern diawali dengan munculnya Renaisans abad XV dan XVI M, yang bermaksud lepas dari dogma, akhirnya muncul semangat perubahan dalam kerangka berpikir. Problem utama masa Renaisans yaitu sintesis agama dan filsafat dengan arah yag berbeda.
Puncak masa Renaisans pada era Rene’ Descartes (1596-1650), yang dianggap sebagai Bapak Filsafat Modern dan pelopor aliran rasionalisme. Dalam masa ini ilmu pengetahuan semakin maju dan berkembang, banyak sekali pemikiran-pemiran dan aliran-aliran yang muncul dan pada abad ini dirumuskan adanya keterpisahan rasio dari agama, sebagai salah satu konsekuensinya yaitu supremasi rasio berkembang pesat yang pada giliranya mendorong berkembangnya filsafat dan sains.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa abad modern merupakan era pembalasan terhadap zaman skolastis yang didominasi agama atau gereja.
D. Sejarah Perkembangan Ilmu Zaman Kontemporer
Filsafat kontemporer ditandai dengan keinginan untuk mendobrak sifat-sifat filsafat modern yang mengagungkan keuniversalitasan, kebenaran tunggal, dan kebebasnilaian dan cendrung lebih beragam dalam hal pemikiran.
Hal ini menjadikan kepercayaan sebagai hal kebiasaan karena itu agama mempunya arti sebagai perasaan, tindakan, dan pengalaman individu. Dengan demikian, keagamaan bersifat unik dan membuat individu meyadari bahwa dunia merupakan bagian dari sistem spiritual yang dengan sedirinya memberi nilai baginya.
Pada zaman kontemporer identik dengan rekonstruksi, dekonstruksi, dan inovasi-inovasi teknologi di berbagai bidang.
BAB III
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas diharapkan kita dapat tahu bahwa sejarah perkembangan ilmu itu cukup penting untuk di ketahui dan di pelajari, sejarah atau periodesasi itu di mulai dari zaman Pra-sejarah, zaman Yunani sampai zaman Kontemporer. Setiap zaman memiliki masa preode yang berbeda-beda, selain itu juga memberikan gambaran revolusi ilmu yang telah terjadi pada masa perkembangan ilmu ini. Dan akhirnya kita mampu berpikir dan mengoreksi akibat yang positif dan negative atas perkembangan ilmu ini, dan bagaimanakah peran kita untuk perkembangan ilmu pada saat ini dan yang akan datang.
B. Saran
Kami sadar dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu kritik, saran dan pendapat yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari para pembaca untuk perbaikan yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Ahmad Tafser, Prof, Filsafat Ilmu, PT Remaja Rosdakarya, Cet, XI, Bandung: 2016, hal 22.
Dr. Mukhtamar Latif, M.Pd, Filsafat Ilmu, Kencana, Cet, I, Jakarta:2014, hal 43.
http://mubaraqunsyiah.blogspot.co.id/2013/12/sejarah-dan-perkembangan-ilmu-pada-masa.html (2013)