R egionalisme A SE A N : Politik D alam Negeri atau L uar Neger i?
T ian A dhia Nugr aha / 20170510014
Ilmu Hubungan Internasional F akultas Ilmu S osial dan Politik
Universitas Muhammadiyah Y ogyakarta
Pendahuluan
S uatu bangsa akan mencapai kesuksesan tinggi bila mempunyai kedekatan secara
politik, ekonomi, maupun diplomasi dengan bangsa lain. Pernyataan tersebut benar, karena
bangsa-bangsa di dunia ini membutuhkan kawan dalam mensejahterakan bangsanya sendiri.
D alam contoh berkumpulnya negara adidaya dalam G8. B erbagai macam kepentingan seperti
ekonomi, perdamaian, dan politik dibahas dalam G8, tujuan inti dari perkumpulan tersebut
adalah meningkatnya ekonomi atau daya saing antar negara dan menciptakan hubungan politik
yang baik. T eori politik luar negeri suatu bangsa diuji ketika melakukan hubungan diplomasi
dengan bangsa lain, implementasi pada organisasi internasional adalah jalan dalam mencari
dan menemukan sasaran politik luar negeri suatu bangsa. Pengertian Politik L uar Negeri adalah
arah kebijakan Negara dalam mengatur hubungan terhadap negara lain yang mempunyai
tujuan untuk kepentingan nasional negara tersebut. Menciptakan hubungan politik luar negeri
Indonesia perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam menjalankannya. Menciptakan hubungan
dekat anter negara-negara adalah cara tepat dalam melakukan persaingan yang baik, dan
menciptakan hubungan tersebut tidaklah mudah, apalagi dalam kondisi yang berbeda geografis
ataupun budaya bangsanya tersendiri, beberapa negara di E ropa membentuk kelompok untuk
saling menolong dalam hal apapun, terutama dalam hal ekonomi. B eberapa hal pasti yang
setiap negara butuhkan adalah kekuatan ekonomi, negara-negara di dunia ini sangat
membutuhkan ekonomi yang kuat, berbagai macam cara akhirnya ditempuh negara-negara di
dunia untuk menguatkan ekonominya. K esejahtraan rakyatlah yang sangat dipertaruhkan
mempertaruhkan permainan politiknya, maka dialah yang mempunyai keuntungan lebih
banyak, dan bila berbicara tentang keuntungan dalam berkelompok, semua negara pasti
mempunyai keuntungan didalamnya, karena sudah jelas ketika negara-negara berkumpul
dalam satu persatuan, maka ada kesepakatan untuk saling menguntungkan, namun apakah
negara tersebut paling dituntungkan atau tidak. A kan kuatlah sebuah negara dalam
mempertahankan kepentingan ekonomi ataupun politik nya dengan diplomasi yang baik
kepada negara lain. Intinya adalah kekuatan politik sebuah negara yang menentukan berada di
posisi yang menguntungkan itu. T eori politik internasional adalah kunci dari hubungan antar
bangsa ini, sebab dapat melihat perbandingan atau pun menentukan cara yang tepat dalam
melakukan hubungan yang bersifat politik kepada negara lain, jalan yang tepat dalam
membangun kekuatan poitik bersama negara lain yaitu meregionalisme wilayah yang
mempunyai kedekatan teritorial, dalam hubungan tersebut kemudian dapat membangun
hubungan ekonomi maupun hubungan lain yang bersifat menguntungkan satu sama lain.
B erbicara tentang politik pasti berbicara tentang kepentingan, dan bila berbicara tentang politik
internasional, berbicara antara politik regional atau internasional. Indonesia merupakan negara
yang kuat di kawasan A sia T enggara, penghasil rempah-rempah yang besar, lalu pandangan
politik mana yang akan digunakan Indonesia dalam perkumpulan A sia T enggara ini.
D isk usi
Pada tanggal 8 A gustus 1967, lima pemimpin - Menteri L uar Negeri Indonesia,
Malaysia, F ilipina, S ingapura dan T hailand - duduk bersama di aula utama gedung D epartemen
L uar Negeri di B angkok, T hailand dan menandatangani sebuah dokumen. B erdasarkan
dokumen tersebut, A sosiasi B angsa B angsa A sia T enggara (A S E A N) lahir. L ima Menteri L uar
Negeri yang menandatanganinya - A dam Malik dari Indonesia, Narciso R . R amos dari F ilipina,
T hailand - selanjutnya dipuji sebagai F ounding F athers mungkin organisasi antar pemerintah
yang paling sukses di negara berkembang saat ini. D an dokumen yang mereka masuki akan
dikenal sebagai D eklarasi A S E A N. 1
Indonesia yang melakukan hubungan internasional
bersama negara-negara di kawasan A sia T enggara ini pasti memiliki kepentingan regional dan
internasional, tapi manakah yang lebih utama dari keduanya, Indonesia berada pada posisi
mana, dan lebih menguntungkan bila memposisikan dirinya dalam jalan politik seperti apa.
Meskipun demikian, hampir semua negara A S E A N sering mendesak kepada para pihak untuk
menyelesaikan perselisihan dalam semangat A S E A N. Oleh karena itu, walaupun A S E A N telah
ada beberapa sudut pandang namun berada di bawah semangat "J alan A S E A N" dan semangat
"K ampung" A S E A N memiliki prospek yang bagus di masa depan. 2
Integrasi A S E A N
diwujudkan dalam 3 bentuk yaitu integrasi politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.
T erdapat kepentingan dalam negeri yakni internasionalisasi budaya dari Indonesia dalam artian
budaya Indonesia dapat dikenal luas oleh masyarakat A sia T enggara dalam jalur integrasi
A S E A N. Usaha tersebut merupakan kepentingan dalam negeri yang diimplementasikan lewat
politik luar negeri Indonesia melalui jalur Integrasi kawasan A sia T enggara. A S E A N yang
memiliki sifat gotong royong atau kekeluargaan sesama regional A sia T enggara pun tidak bisa
dianggap biasa saja, perlu pengawasan ataupun kehati-hatian dalam menentukan jalur politik
yang tepat. A S E A N lahir karena reaksi atas menyebarnya pengaruh bipolaritas perang dingin
ke dalam kawasan. K etakutan negara-negara di kawasan A sia T enggara yang baru merdeka
saat itu akan persebaran pengaruh bipolar terhadap stabilitas keamanan di kawasan. T entunya
atas alasan keamanan nasional dan kestabilan ekonomi dalam negeri, politik luar negeri
berperan penting terhadap isu Internasional. Perlu juga menggunakan politik sebagai jalan
dalam mencapai kepentingan dalam negeri, kepentingan dalam luar negeri yang akhirnya
memakai konsep regional untuk menjaga keamanan dalam negeri dalam pengamalan konsep
politik regional kepada penanaman di politik internasional, cara yang sangat tepat ketika itu
Indonesia membuat poros dalam menjaga kestabilan ekonomi maupun keamanan dalam negeri
dengan menyatukan negara-negara di kawasan A sia T enggara. Politik dalam negeri Indonesia
memang sangat dipertaruhkan di kawasan A sia T enggara. K emudian ada program yang
bernama Masyarakat Politik-K eamanan A S E A N yang diprakarsai oleh Indonesia dan sekaligus
mempelopori penyusunan cetak biru Masyarakat Politik-K eamanan A SE A N yang terdiri dari
tiga karakteristik utama, yaitu tentang masyarakat yang mengacu pada peraturan dengan
kesamaan nilai dan norma, menciptakan keamanan komprehensif, serta kawasan yang dinamis
dan berpandangan keluar. 3
Pada program A SE A N tersebut terlihat kepentingan nasional yang
diimpelentasikan pada politik internasional serta dijadikan resmi bahwa semua negara yang
terikat pada keanggotaan A S E A N dapat merasakan keuntungan dari kesepakatan tersebut,
selain kepentingan nasional yang erat kaitannya dengan politik dalam negeri, politik luar negeri
merupakan jalan sebagai pelaksana dalam kepentingan dalam negeri. Politik luar negeri sangat
berperan aktif karena merupakan suksesi terhadap kepentingan dalam negeri atau politik dalam
negeri. S etiap kepentingan dalam negeri bisa dilaksanakan dengan jalur politik luar negeri
seperti pengimplementasian di A S E A N. S elain menguntungkan negeri sendiri, pihak yang
menyetujui akan mendapatkan keuntungan dari persetujuan tersebut, karena yang pada
akhirnya merupakan kesepakatan bersama agar terciptanya A sia T enggara yang saling
menguntungkan satu sama lain. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia akan terus
berlandaskan prinsip bebas dan aktif. S egala kebijakan luar negeri Indonesia pada dasarnya
diabdikan untuk kepentingan nasional Indonesia , begitupun dalam pelaksanaan politik luar
3
Y9a 9b L U “a asyarakat t olitik-Ye amanan A S 9A b ” Ye me ntrian L uar ne ge ri we pub lik Lndone sia, diakse s dari
http://www.ke mlu.go.id/id/ke b ijakan/ase an/t age s/a asyarakat-t olitik-Ye amanan-A S 9A b .aspx.html, diunduh
negeri terhadap A SE A N. Presiden S usilo B ambang Y udhoyono memiliki peran penting dalam
pelaksanaan politik luar negeri Indonesia di era-nya. Perkembangan peran Indonesia dalam
pelaksanaan politik luar negeri terhadap A S E A N dapat terlihat pada era kepemimpinan
Presiden S usilo B ambang Y udhoyono. Presiden S usilo B ambang Y udhoyono membangun
citra Indonesia di kancah regional khususnya dalam forum A S E A N , dan semua tindakan
tersebut merupakan bentuk pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang ditujukan untuk
kepentingan nasional Indonesia. 4
Indonesia yang mempunyai sikap politik bebas aktif terhadap
negara yang lainnya merupakan sebuah peluang besar bagi negara Indonesia untuk berperan
aktif dalam forum Internasional. Politik bebas aktif ini jadi pilar utama untuk meningkatkan
daya saing Indonesia dalam berdiplomasi terhadap negara-negara lain, karena mempunyai
sistem politik bebas aktif ini Indonesia dapat bergabung dalam forum yang masih sesuai dengan
politik dalam negeri Indonesia, selama itu baik untuk negara Indonesia, politik luar negeri yang
bebas aktif ini masih digunakan untuk kepentingan dalam negeri juga. “T housand F riends,
Zero E nemy” S ebuah prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, termasuk
pengimplementasian Indonesia di A S E A N tanpa menyampingkan kepentingan nasional yang
lebih penting.
K esimpulan
Politik Indonesia dalam status keanggotaan di A S E A N memang perlu diperhitungkan,
karena Indonesia memiliki peran yang sangat besar dalam organisasi regional A sia T enggara
tersebut. S esuai pada Pembukaan UUD 1945 dalam ketetapan MPR No. IV /MPR /1999 tentang
GB HN, B ab IV A rah K ebijakan, huruf C angka 2 tentang Hubungan L uar Negeri yaitu
menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada
4
b une s, J. “t olitik L uar b e ge ri Lndone sia te rhadap A S 9A b ” A cade mia, diakse s dari
https://www.acade mia.e du/13788035/t olitik_L uar_b e ge ri_Lndone sia_te rhadap_A S 9A b .html, diunduh pada
kepentingan nasional, menitik beratkan pada solidaritas antar negara berkembang, mendukung
perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta
meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat. 5
Politik luar negeri Indonesia yang mempunyai pelung bersahabat dengan negara manapun
mampu membuat Indonesia mempunyai hubungan diplomasi yang baik dengan negara lainnya,
politik bebas aktif mempunyai keuntungan yang lebih dalam menjalankan kebijakan luar negeri
Indonesia yang tentunya tidak mengesampingkan kepentingan dalam negeri. A S E A N menjadi
motor dalam perkembangan negara-negara di A sia T enggara yang mempunyai kepentingan
khusus dalam pelaksanaanya. Negara Indonesia dalam organisasi regional yaitu A SE A N
sangat berperan penting dalam pelaksanaan A S E A N itu sendiri. Politik luar negeri Indonesia
harus mampu memperjuangkan kepentingan dalam negerinya, karena politik luar negeri tidak
akan terlepas dari kepentingan yang ada di dalam negeri, politik luar negeri merupakan salah
satu jalan penting untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. R egionalisme A sean adalah politik
luar negeri Indonesia dalam menjalankan kepentingan dalam negeri Indonesia, wujud dalam
implementasi politik luar negeri Indonesia adalah A SE A N. Politik bebas aktif Indonesia
berjalan baik di organisasi A sia T enggara tersebut, baik dalam bidang ekonomi, sosial-budaya,
dan politik-keamanan. Negara-negara yang tergabung dalam A S E A N pun memiliki
kepentingan masing-masing yang pada akhirnya saling menguntungkan satu sama lain.
A S E A N memiliki akses yang sangat besar bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan A sia
T enggara, hubungan antar negara dapat tercipta dalam lingkup A SE A N, tentu organisasi
tersebut menjadi penting adanya dalam implementasi politik luar negeri Indonesia. D apat
ditarik kesimpulan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah implementasi dari politik dalam
negeri Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
5
a t w “99TA t a t w-V L” Tata b usa, diakse s dari https://www.tatanus a.c o.id/ta pmpr/99T A P MP R -IV .pdf.html,
D aftar Pustak a
1
A sean “History” A ssociation Of S outheast A sian Nation, diakses dari
http://asean.org/asean/about-asean/history.html, pada tanggal 16 Oktober 2017 pukul 12.08 2
Maksum, A . “ASE AN Regionalism: C hallenges and Prospects” A cademia, diakses
dari
https://www.academia.edu/3588167/A S E A N_ R egionalism_ C hallenges_ and_ Prospects.html,
pada tanggal 16 Oktober 2017 pukul 12.27 3
K E ME NL U “Masyarakat Politik-K eamanan A S E A N” K ementrian L uar negeri
R epublik Indonesia, diakses dari
http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/asean/Pages/Masyarakat-Politik-K
eamanan-A S E eamanan-A N.aspx.html, diunduh tanggal 16 Oktober 2017 pukul 14.33 4
Nunes, J . “Politik L uar Negeri Indonesia terhadap A S E A N” A cademia, diakses dari
https://www.academia.edu/13788035/Politik_ L uar_ Negeri_ Indonesia_ terhadap_ A S E A N.htm
l, diunduh pada tanggal 16 Oktober 2017 pukul 14.52 5
MPR “99T A PMPR -V I” T ata Nusa, diakses dari