• Tidak ada hasil yang ditemukan

10 Konsultan Manajemen Keluarga Muslim

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "10 Konsultan Manajemen Keluarga Muslim"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Keuangan Keluarga Muslim

Manajemen Keuangan

Keluarga Muslim

Modul 7

Untuk Para Calon Suami, Calon Istri, Suami atau Istri

Oleh

Khoiril Arief Saleh

(2)

Mengatasi Kebangkrutan

Keuangan Keluarga Muslim

Oleh : Khoiril Arief Saleh

Jl. Bolavoli 18 Arcamanik, Bandung. Telp. (022)7102411

Kebangkrutan seorang atau keluarga Muslim dapat diindikasikan dengan nilai saldo yang sangat kecil atau negatif. Saldo sangat kecil artinya bahwa neraca tahunannya bernilai saldo sama dengan nilai aktiva maya bergandanya saja. Tidak sedikit keluarga muslim mengalami hal tersebut. Hal ini dapat disebabkan karena pengeluaran yang tidak terkendali, pemasukan yang kurang, atau gabungan dua hal tersebut. Dalam hal ini hendaknya seorang atau keluarga Muslim menganalisa masalah sesuai tahapan yang telah diterangkan pada bagian atau modul yang berjudul “Mengatasi Saldo Kecil Pada Pembukuan Keuangan Keluarga Muslim”. Bila telah dilakukan analisa dan penyebabnya lebih didominasi oleh kurangnya pemasukan serta kecil atau tidak adanya nilai aktiva maya, sebaiknya penanggulangannya mengikuti penjelasan berikut.

Minimal ada 3 hal yang harus di tangani secara tepat, yaitu: 1. Mengurut prioritas pengeluaran uang

2. Meningkatkan usaha agar pemasukan meningkat

3. Menyisihkan waktu, pikiran dan tenaga untuk meningkatkan nilai aktiva maya Berikut ini di bahas secara berurut hal-hal tersebut diatas.

1. Mengurut Prioritas Pengeluaran Uang

Bila benar-benar keluarga Muslim sedang mengalami kebangkrutan, hendaknya harus dapat mengurut prioritas pembelanjaan. Urutan prioritas tersebut adalah sebagai berikut:

1.

Membelanjakan uang atau harta untuk memberi nafkah. Didalam urutan nafkah dijelaskan bahwa ibu lanjut usia menempati urutan pertama, bapak lanjut usia menempati urutan kedua dan kerabat dekat (istri dan anak) menempati urutan ketiga. Sedang jenis pembelanjaan nafkahnya diprioritaskan pada makanan.

2. Menggunakan uang atau harta untuk berusaha agar mendapat pemasukan lebih baik. 3. Menggunakan uang atau harta untuk membayar hutang. Hutang jangka pendek hendaknya

lebih diprioritaskan dibanding hutang jangka panjang.

(3)

Sebaliknya harus dilakukan beberapa pencegahan pembayaran yang antara lain berupa: 1. Pembayaran Zakat

2. Pembayaran untuk membeli barang simpanan atau menyimpan uang

3. Pembayaran untuk keperluan sekunder, apalagi untuk membiayai hal-hal yang tidak berguna atau makruh (misalnya merokok)

4. Beramal dengan uang atau harta yang bersifat sunat

Dalam kondisi seperti ini semua kegiatan harus diperhitungkan benar-benar agar efisien pelaksanaannya. Akan sangat baik bila semua anggauta keluarga benar-benar mau mengurangi semua jenis pembelanjaan sekalipun untuk keperluan makan, misalnya dengan melakukan puasa.

Sambil melakukan hal-hal tersebut, keluarga Muslim harus menambah jam kerjanya untuk berusaha mencari nafkah dan menambah nilai aktiva mayanya.

2. Meningkatkan Usaha Agar Pemasukan Meningkat

Untuk meningkatkan usaha, sebaiknya seseorang atau keluarga Muslim memahami benar pandangan dasar tentang usaha dan apa yang harus dilakukannya

2.1. Menjelaskan Pandangan Dasar Tentang Usaha.

Agar seseorang atau keluarga Muslim dapat menjalankan usahanya dengan gigih dan baik diperlukan pengetahuan mengenai pandangan dasar tentang usaha. Tidak sedikit keluarga Muslim kurang gigih berusaha dan kadang-kadang sama sekali tidak melakukan usaha. Tidak

Efisiesnkan kes ia an desn an idak mesn uran i nilai

(4)

sedikit pula mereka kalah sebelum berperang atau menyerah sebelum berusaha. Kondisi seperti itu harus benar-benar dijauhi.

Landasan utama agar usaha seseorang atau keluarga dapat berhasil adalah keyakinan, (yakin akan keberhasilannya). Bila pada awal usahanya berkeyakinan bahwa usahanya akan berhasil, insya Allah, berhasillah usahanya. Sebaliknya bila pada awal usahanya sudah meragukan keberhasilannya, hasilnyapun akan sulit diperoleh. Semboyan tersebut mudah diterima akal. Dengan berbekal keyakinan, maka usaha akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semangat yang tinggi. Sebaliknya tidak adanya keyakinan akan keberhasilannya, maka usaha dilakukan dengan tanpa semangat.

Dari penjelasan diatas, maka untuk membangun semangat dan kesungguhan, pertama-tama harus berkeyakinan bahwa usahanya akan berhasil. Kemudian disusul dengan cara-cara yang lainnya.

Secara operasional semangat yang gigih dapat diwujudkan dengan beberapa macam usaha yang dijelaskan pada uraian berikut.

Banyak pandangan dasar tentang usaha untuk mencapai tujuan. Ada beberapa pandangan berkembang di masyarakat yang saling berlawanan, antara lain berbunyi "bagaimana nanti" dan "nanti bagaimana". Ada juga yang berbunyi "bila melangkah lihat kedepan" dan "lakukan saja sambil berjalan". Selain itu ada juga yang berbunyi "alon-alon waton kelakon" dan "cepat, tepat, kilat, hebat". Masih banyak lagi hal-hal seperti itu. Dalam hal ini penulis hanya melihat dua pandangan penting yaitu "nanti bagaimana" dan "lakukan saja sambil berjalan".

Pandangan "nanti bagaimana" mempunyai arti yang sangat dalam, yaitu segala sesuatu harus memperhitungkan akibat-akibat yang akan datang, sedang pandangan "lakukan saja sambil berjalan" seakan-akan kurang memperhatikan akibat-akibat yang akan terjadi dimasa mendatang. Kedua pandangan tersebut memang diajarkan di dalam Al-Quran dan hadis tetapi harus diterapkan pada kondisi yang tepat. Penerapannya tidak boleh dibalik-balik atau hanya menggunakan salah satu sisi saja untuk segala macam kondisi.

Kadang-kadang suatu keluarga Muslim hanya melakukan usaha mencapai tujuan dengan berlandaskan satu pandangan saja. Besar kemungkinan disebabkan sangat seringnya diajarkan salah satu pandangan tersebut atau karena lingkungan yang memaksanya harus berbuat demikian. Meskipun telah diketahui adanya pandangan lain, tetapi insting keluarga menggiring untuk tetap melakukan usaha-usaha yang hanya berdasarkan satu padangan saja. Berikut ini dijabarkan kedua pandangan tersebut agar dapat dimengerti dan dilakukan dalam kehidupan berkeluarga.

2.1.1. Pandangan Pertama, Melihat Kedepan Sebelum Melangkah.

Pandangan pertama ini terdapat dalam ajaran Islam. Al Qur'an dan sunah Rasulullah SAW. mengajarkan bahwa manusia harus selalu melihat kedepan sebelum melangkah. Harus bisa memproyeksikan akibat yang akan terjadi dari suatu tindakan usaha saat ini. Bila hal itu dilakukan diharapkan tidak akan mengalami kesalahan dalam melangkah kewaktu yang akan datang. Al-Quran dan hadis mengajarkan melihat akibat di beberapa hari, bulan tahun yang akan datang, dan bahkan diajarkan melihat akibat yang akan terjadi setelah mati.

(5)

berupa cara berpikir, ilmu, pengetahuan, kesabaran dan keterampilan. Bekal tersebut dapat diperoleh dengan cara melatih diri.

Pandangan ini memberi jalan seorang atau keluarga Muslim untuk melangkahkan usahanya dengan tepat, teratur dan percaya diri.

2.1.2. Pandangan Kedua, Dilaksanakan Sambil Berjalan.

Biasanya pandangan kedua ini berkembang pada kondisi-kondisi terpaksa. Pandangan ini berkembang pada lingkungan dilematis, banyak problem dan sulit memecahkannya. Seperti halnya bermain bola, kondisi ini dikembangkan pada pola bertahan, bukan pada pola menyerang. Banyak petuah-petuah jawa mendukung pola bertahan tersebut. Misalnya, adanya petuah "Sing tahan sengsoro", "Sing sabar narimo", "Sing kuat tirakate" dan masih banyak kalimat-kalimat lain yang menganjurkan memperkuat pertahanan diri. Pandangan ini mengutamakan pertahanan, mengabaikan pengembangan kemampuan manusia untuk memproyeksikan akibat yang akan terjadi diwaktu-waktu yang akan datang. Visi dan perencanaannya sangat lemah.

Pada kondisi bertahan, aktifitas keluarga harus terus berjalan, tidak boleh berhenti dan putus asa. Sambil berjalan dipecahkan masalah-masalah yang ada, satu persatu.

Pandangan ini tidak ditentang oleh Islam, pada kondisi-kondisi tertentu harus dilakukan. Misalnya, seorang dewasa tidak tahu aturan shalat tetapi harus dan ingin menjalankan shalat. Pada kondisi tersebut, pelaksanaan shalat tidak boleh ditunda, harus dijalankan meskipun hanya kata "Allahu Akbar" saja yang dapat diucapkan. Pada kondisi tersebut shalatnya sudah diterima Allah. Dilaksanakan sambil berjalan. Artinya dalam kasus ini sambil melaksanakan shalat, belajarlah shalat sehingga pada suatu waktu dapat melaksanakan shalat dengan benar. Dari uraian-uraian tersebut di atas dapat disarikan bahwa pandangan "Dilaksanakan sambil berjalan" dibenarkan dalam Islam tetapi dalam kondisi terpaksa. Pandangan ini tidak boleh diterapkan pada kondisi normal. Kebiasaan menerapkan pandangan ini akan dapat menyempitkan wawasan dan visi dimasa depan.

2.1.3. Paduan Pandangan Pertama Dan Kedua.

Paduan pandangan pertama dan kedua ini sangat tepat untuk dilakukan. Pandangan pertama dilakukan pada kondisi normal sedang pandangan kedua dilakukan pada kondisi terpaksa. Penerapan pandangan kedua harus benar-benar pada kondisi terpaksa dan benar-benar tidak boleh digunakan pada kondisi normal. Salah penerapan pandangan tersebut dapat melemahkan usaha seorang atau keluarga Muslim.

(6)

kedua datanglah problem ketiga dan seterusnya. Situasi dan kondisi tersebut sudah tidak memberi kesempatan lagi untuk latihan tetapi langsung menghadapi kenyataan. Situasi dan kondisi tersebut mengharuskan menggunakan pandangan kedua terus menerus sehingga orang atau keluarga Muslim terlupa pada pandangan pertama. Hal inilah yang menyebabkan "stress atau tekanan keluarga" dan pada gilirannya suami dan istri menganggap beban keluarga terlalu berat.

Sebaiknya, meskipun keluarga sedang menggunakan pandangan kedua tetapi harus selalu ingat untuk bersiap-siap menggunakan pandangan pertama begitu problem terselesaikan.

2.1.4.Kesimpulan Mengenai Penerapan Pandangan Dasar Tentang Usaha Pada Keluarga Yang Sedang Mengalami Kebangkrutan

Dalam kondisi keuangan keluarga yang sedang mengalami kebangkrutan, sebaiknya menggunakan padangan kedua dalam menanggulangi maslah-masalah yang ada. Pada saat masalah-masalah yang ada telah dapat diselesaikan, pergunakanlah pandangan pertama secara cermat. Kemampuan berpindah ini perlu dilatih agar keluarga mempunyai reflek yang baik untuk memadukannya.

2.2. Melaksanakan Usaha

Pelaksanaan usaha agar memperbesar pemasukan uang dilakukan dengan cara yang taktis. Tentukanlah tujuan usaha atau perbaiki tujuan usaha yang telah dilakukan dengan analisa yang baik, seperti apa yang telah dijelaskan di bagian atau modul yang berjudul “Hal-hal Penting Untuk Dipahami Dalam Mengatur Keuangan Keluarga Muslim”. Untuk kebelakang. Janganlah takut bahwa usahanya tidak sesuai dengan kondisi yang akan datang, jangan takut kalah bersaing, dan seterusnya. Ingatlah firman Allah dalam Al-Quran surat 31 ayat 34 yang artinya sebagai berikut: ………Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Disetiap tahapan kerja untuk mencapai tujuan diperlukan kesabaran. Antara lain adalah sabar dalam menghadapi saingan (musuh dalam berusaha). Yang dimaksud dengan sabar dalam menghadapi musuh berusaha yaitu:

 Sabar dalam memanfaatkan hukum-hukum Allah SWT., baik yang terdapat dalam alam

maupun dalam kehidupan sosial ekonomi.

Kesemuanya itu telah dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Quran berikut ini:

 Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh

(7)

musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (Qs. 8:65) Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui padamu bahwa ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Qs. 8:66)

(Pada saat ini di negara kita memang tidak ada perang fisik tetapi perang dagang dan persaingan terjadi dimana-mana. Itulah perang zaman modern saat ini. Bersabarlah dalam menghadapi perang zaman modern saat ini).

DIAGRAM ALUR TINDAKAN

MENGONTROL USAHA AGAR MENCAPAI TUJUAN

MENDEFINISIKAN MENJABARKAN

TUJUAN TEKNIS SUATU USAHA

MENGANTISIPASI MENCEGAH POTENSI PROBLEM TUJUAN TEKNIS ATAU

SASARAN SUATU USAHA KELUARGA

MENGIDENTIFIKASI POTENSI PROBLEM

MENGANALISA POTENSI PROBLEM

MENGATASI PROBLEM

BERHASIL KENDALA :

DANA

(8)
(9)

 Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan

nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (Qs. 31:31)

 ………..Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata:

"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar". (Qs. 2:249)

Selain itu harus sabar bila sedang diberi cobaan dalam berusaha. Ingatlah dengan petujuk Al-Quran berikut ini:

 Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,

kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Qs. 2:155)

 Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu

sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (Qs. 3:186).

Sabarlah dalam menghadapi cobaan, insya Allah meningkatkan derajat kita.

3. Menyisihkan Waktu, Pikiran Dan Tenaga Untuk Meningkatkan Nilai

Aktiva Maya

Selain melakukan hal-hal yang telah dijelaskan diatas, keluarga yang sedang mengalami kebangkrutan diharuskan untuk bangkit, antara lain dengan menambah waktu kerja guna menambah nilai aktiva maya. Seperti telah dijelaskan di bagian atau modul terdahulu bahwa aktiva maya ini berupa kepandaian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketrampilan, kepercayaan, citra dan lain sebagainya yang dapat dijual guna memperoleh uang. Bila penguasaan hal-hal tersebut sangat kurang, dengan sendirinya akan mengecilkan potensi perolehan uang atau harta saat ini atau pada waktu-waktu yang akan datang. Sehubungan dengan sangat pentingnya penguasaan tersebut maka keluarga ini mau tidak mau harus meningkatkan penguasaan tersebut. Sudah barang tentu kegiatan ini akan banyak menyita waktu istirahat. Bersabarlah dalam menambah ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sebagainya.

Dalam memilih apa yang harus dipelajari, ditekuni atau dilatihi hendaknya mengikuti tahapan strategi sebagai berikut:

1. Tentukan bidang apa yang akan dimasuki (misalnya bidang transportasi, pendidikan, perdagangan, industri kecil, dsb.) dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

 Menghasilkan uang yang banyak

 Sesuai dengan kondisi fisik orang yang bersangkutan  Banyaknya pesaing yang telah ada

 Tidak mendekatkan diri pada perbuatan dosa

 Tidak membuat nilai keinginan bertambah sangat besar

Analisa penentuan bidang ini dapat dilakukan dengan metoda matrik sesuai yang telah dijelaskan pada bagian atau modul terdahulu.

(10)

 Keterbatasan otak orang yang bersangkutan

 Keterbatasan dana dalam menambah ilmu, pengetahuan dan ketrampilan bidang yang

akan dimasuki

 Keterbatasan waktu dalam menambah ilmu, pengetahuan dan ketrampilan bidang

yang akan dimasuki

 Banyaknya pesaing yang telah ada

Analisa penentuan bidang ini dapat dilakukan dengan metoda matrik sesuai yang telah dijelaskan pada bagian atau modul terdahulu.

3. Melaksanakan secara konsisten.

Perlu diketahui bahwa dalam pertimbangan-pertimbangan diatas tidak terlihat adanya hal yang berhubungan dengan martabat atau gengsi seseorang. Hal ini agar benar-benar dijadikan salah satu dorongan berusaha. Islam tidak mengenal gengsi dalam berusaha, yang dikenal hanyalah kejujuran, kesabaran dan ketrampilan melakukan strategi.

Marilah kita

bekerja lebih giat

Referensi

Dokumen terkait

Analisis spasial wilayah potensial PKL menghasilkan peta tingkat wilayah potensial yang tersebar sepanjang Jalan Dr.Radjiman berdasarkan aksesibilitas lokasi dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman dana bergulir dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang dapat membantu meningkatkan produk, omzet penjualan,

Insidensi tumor pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 mg/kg BB mencapai 4/10 dalam waktu 16 minggu, artinya hanya 4 ekor tikus yang terkena tumor mamae (n=10).. Adapun

Perlu diingat bahwa unsur-unsur tubuh sedimen dasar yang ada dalam sistem ini sama dengan unsur-unsur tubuh sedimen yang ada di muara sungai

Sekolah Dasar Swasta Harapan 3 yang berlokasi di Jalan Karya Wisata Ujung no 31, adalah sekolah umum dalam naungan dinas pendidikan namun tetap mengutamakan

Ho : Tidak terdapat hubungan antara kegiatan komunikasi antar pribadi yang dilakukan pimpinan dan bawahan di Bel Mondo Cafe dengan peningkatan produktivitas kerja karyawan. Ha

Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa

Fahrun Nur Rosyid, S.kep,Ns, M.kes, selaku Kaprodi SI Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya dan selaku pembimbing I yang dengan