MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN “MANAJEMEN KEUANGAN KORPORASI”
Oleh Anysa Dewi Dina Mariana Widia Damayanti
Perusahaan merupakan suatu badan yang memanfaatkan dan mengolah faktor-faktor produksi untuk meningkatkan nilai ekonomis atau menciptakan barang baru. Tujuan perusahaan secara tradisional adalah untuk memaksimalkan profit, tapi saat ini tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan milai sekarang dari investasi pemegang saham, memaksimalkan kemakmuran pemegang saham, memaksimalkan nilai perusahaan. Bagi perusahaan publik, nilai tersebut diatur di pasar saham dengan cara menghitung harga pasar persaham dikali jumlah saham beredar.Tentu saja, fluktuasi nilai pasar sebagian mencerminkan kejadian yang berada di luar kendali manajer. Meskipun demikian, manajer yang baik selalu berusaha untuk menambahkan nilai dengan keputusan investasi dan pembiayaan yang superior.
1. Nilai dan Nilai Tambah (Value and Value Added)
Setiap perusahaan yang telah go public akan melaporkan laporan keuangannya secara berkala menggunakan rasio keuangan ke BEI (Bursa Efek Indonesia). BEI sebagai pasar modal di Indonesia menjadi sarana peningkatan nilai perusahaan. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi pula nilai perusahaan. Harga saham akan tinggi jika banyak investor yang mengincar saham tersebut. Para investor biasanya tertarik menanamkan modalnya pada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik yang ditunjukan dengan laporan keuangannya dalam bentuk rasio.
Berikut adalah bagan yang menunjukan bagaimana rasio keuangan berhubungan dengan nilai pemegang saham.
2. Mengukur Nilai Pasar dan Nilai tambahnya
Salah satu contoh perusahaan untuk kasus ini adalah perusahaan Home Depot. Dimana Anda ingin memahami nilai Home Depot dan kinerja keuangan. Dibawah ini terdapat laporan laba rugi dan neraca dari Home Depot.
Saham biasa Home Depot pada tahun fiskal 2012 ditutup dengan harga $ 67,30 per lembar. Jumlah saham yang beredar adalah 1.754 juta perlembar. Maka, kapitalisasi pasar Home Depot atau "market cap" adalah
Nilai buku ekuitas Home Depot adalah $ 17.777 juta. Maka selisih antara nilai pasar saham dan jumlah uang yang diinvestasikan oleh shareholder adalah
= $ 118.044 - $ 17.777 = $ 100.267 juta.
Artinya mereka telah mengumpulkan $ 100.267 juta nilai tambah pasar. Kemudian untuk mengetahui berapa nilai yang telah ditambahkan untuk setiap dolar yang diinvestasikan oleh shareholder maka harus dihitung ratio of market value to book value/ rasio nilai pasar terhadap nilai buku.
Market to book = Nilai pasar ekuitasNilai buku ekuitas = $$118.04417.777 = 6,6
Artinya Home Depot telah melipatgandakan nilai investasi shareholder sebanyak 6,6 kali.
Ukuran kinerja perusahaan yang direpresentasikan oleh market value added dan market to book ratio ini memiliki tiga kekurangan, yaitu:
1. Nilai pasar saham perusahaan mencerminkan atau mempengaruhi ekspektasi investor terhadap kinerja masa depan.
2. Nilai pasar berfluktuasi karena banyak risiko dan kejadian yang berada di luar kendali manajer keuangan. Dengan demikian, nilai pasar adalah ukuran yang bising dari seberapa baik kinerja manajemen perusahaan.
3. Nilai pasar tidak bisa dilihat jika perusahaan tersebut tidak go public atau sahamnya tidak diperdagangkan.
Anda tidak bisa menggunakan nilai pasar hanya untuk melihat kinerja perusahaan berdasarkan pandangan sendiri tanpa bisa dibandingkan dengan perusahaan lain sehingga anda perlu ukuran lain yaitu ukuran profitabilitas akuntansi yaitu dimulai dari dengan economic value added (EVA).
3. Nilai Tambah Ekonomi (EVA) dan Tingkat Pengembalian Akuntansi
Pada akhir tahun 2011 jumlah kapitalisasi atau jumlah modal jangka panjang Home Depot sebesar $ 28.983 juta dari jumlah hutang jangka panjang $ 10.798 juta dan ekuitas $ 18.185 juta.
Diketahui biaya modalnya 8% (merupakan biaya modal rata-rata tertimbang setelah pajak yang cara perhitungannya ada di BAB 13 buku ini). Biaya modal dikonversi menjadi dolar dengan mengalikan kapitalisasi total sebesar 8%: 0.08 × $ 28.983 juta = $ 2.319 juta.
Artinya, untuk memuaskan investor utang dan ekuitasnya, Home Depot membutuhkan pendapatan total sebesar $ 2.319 juta. Selanjutnya kita bandingkan dengan pendapatan yang sebenanya.
- Pada tahun 2012 investor menerima pendapatan bunga sebesar $ 632 juta yang didalamnya sudah termasuk pajak 35%. Sehingga pendapatan bunga bersihnya adalah: (1 - 0,35) × 632 = $ 411 juta.
- Laba bersih untuk pemegang saham adalah $ 4.535 juta.
Sehingga laba bersih dan bunga setelah pajak yang diterima investor adalah: 411 + 4.535 = $ 4.946 juta.
- Kemudian kita bandingkan dengan pendapatan total yang harus diperoleh Home Depot untuk memuaskan investor ($ 2.319 juta). Ternyata pendapatan yang sesungguhnya lebih besar dari pendapatan yang seharusnya, mengakibatkan perusahaan memperoleh pendapatan $ 2.627 juta lebih banyak (diperoleh dari 4.946 - 2.319).
Jadi, EVA = bunga setelah pajak + laba bersih - (biaya modal × kapitalisasi total) = 411 + 4.535 - 2.319
= $ 2.627 juta.
EVA dapat diperbaiki dengan cara mengurangi aset yang tidak berkontribusi terhadap keuntungan.
TINGKAT PENGEMBALIAN AKUNTANSI
Merupakan rasio antara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan modal yang digunakan diakhir periode. Untuk mengukur keuntungan perusahaan perdolar usd, digunakan tiga langkah umum:
1. Return on Capital (ROC) / Tingkat Pengembalian Modal
Diketahui pendapatan operasional Home Depot adalah adalah $ 4.946 juta. kapitalisasi total (hutang jangka panjang ditambah ekuitas pemegang saham) sebesar $ 28.983 juta. Maka ROC nya adalah?
Jawab: ROC = $$28.9834.946jutajuta = 0,171 atau 17,1 %
Telah diketahui sebelumnya bahwa biaya modal Home Depot adalah 8%. (Pengembalian yang diharapkan investor), maka: =17,1% - 8% = 9,1%
Artinya, perusahaan memperoleh pendapatan 9,1% lebih banyak.
2. Return on Asset (ROA) / Tingkat Pengembalian Aset
Merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat seberapa efektifkah manajemen menghasilkan laba dengan aktiva yang tersedia.
ROA = After tax operating incomeTotal Asset/netprofit after tax
Maka untuk Home Depot ROA nya adalah sebagai berikut:
ROA = $$40.7424.946jutajuta = 0,`121 atau 12,1 %
3. Return on Equity (ROE) / Hasil atas ekuitas
Merupakan ukuran pengembalian yang didapat pemilik atau investasinya.
ROE = Net profit after tax ataulababersihEquity
ROE Home Depot = $$18.1854.535jutajuta = 0,249 atau 24,9%
Tingkat pengembalian EVA dan akuntansi ini didasarkan pada nilai buku (neraca) untuk aset.
4. Mengukur Efisien
Selanjutnya kita akan menyelidiki lebih dalam mengapa home depot bisa sukses. Faktor apa yang berkontribusi terhadap profitabilitas perusahaan ini? Hal ini dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat efisiennya.
a. Asset turnover / perputaran aktiva
Perputaran aktiva menunjukan berapa banyak penjualan yang dihasilkan oleh asetnya atau seberapa efisien aktiva menghasilkan penjualan.
Asset turnover home depot¿totalasetsales =$$74,75440,742jutajuta=1,83kali
Aset turnover mengukurseberapaefisienbisnismenggunakanseluruh basis asetnya, tapidisinikita yang dapatmengukurseberapakerasjenisasettertentudigunakan.
b. Inventory turnover / perputaranpersediaan
Menunjukanseberapacepatpersediaantersebutdapat di jual
¿$$10,36048,912jutajuta=¿ 4,7 kali
caralainnyaadalahdengancaramelihatberapaharipersediaantersediasehinggabisamemp ertahankanoperasinya.
Average days in inventory¿ inventory
cost of good sold/365=
$10,360juta
$48,912juta
¿77hari
Artinya, home depot memiliki rata-rata persediaan yang cukup untuk mempertahankan operasinya selama 77 hari.
c. Receivable turnover / perputaranpiutang
Merupakanjumlah rata-rata waktu yang diperlukanuntukmenagihpiutang.
= $74,754$1,252jutajuta/365
=
6,1hari Asset turnover¿totalassetsalesInventory turnover¿cost of good soldinventory
5. Menganalisis ROA dengan system Du Pont
Kesuksesan home depot tidak hanya bergantung pada efisiensi penggunaan asetnya untuk menghasilkan penjualan, namun juga seberapa menguntungkan penjualan tersebut. Hal ini diukur dengan profit margin / margin keuntungan.
Profit margin ¿net profitsales =$$74,7534,535jutajuta=0,061atau6,1%
Namun hal itu dapat keliru terutama jika perusahaan dibiayai oleh utang. Sehingga pendapatan harus dibayarkan sebagai bunga kepada debitur.
SISTEM DU PONT
Menurutsyarifudin du pontsangatpentingbagimanajeruntukmengetahuifaktormana yang paling kuatpengaruhnyaantara profit margin dan total asset turnover terhadap ROA.
Du pontmerupakanpendekatan yang dikembangkanoleh du pont company untukmengukurtingkatefektivitasperusahaandalammeghasilkankeuntungan.Tujuandarianalisis iniyaituuntukmengetahuisejauhmanaefektivitasperusahaandalammemutarmodalnyasehinggaa nalisisinimencakupberbagairasio.
Du pontmenggabungkan asset turnover dengan profit margin danmenunjukanbagaimanakeduanyaberinteraksidandalammenentukan return on investment (ROI). ROI bergunauntuk:
3. ROI = asset turnover x profit margin 6. Mengukur Leverage Perusahaan
Nilai saham tidak terlalu bergantung pada keputusan investasi tapi juga keputusan pembiayaan. Rasio leverage akan mengukur seberapa besar aktiva yang dimiliki perusahaan berasal dari utang. Rasio leverage biasanya diukur dengan:
a. Debt ratio / rasioutang
b. Debt equity ratio / rasioutangterhadapequitas
Menampilkan perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal dari pemegang saham.
c. Time interest earned ratio
Mengukur berapa kali perusahaan dapat membayar kewajibannya menggunakan laba sebelum bunga dan pajak.
d. Long term ratio
7. Mengukur Likuiditas
Suatu perusahaan memiliki aset dengan tingkat likuiditas yang berbeda. Misalnya, piutang usaha dan persediaan barang dagangan pada umumnya cukup likuid. Seiring persediaan dijual dan pelanggan membayar tagihan mereka, maka uang akan mengalir. Sedangkan real estate akan sangat tidak likuid karena sulit untuk menemukan pembeli, menegosiasi harga wajar dan menutup kesepakatan dalam waktu singkat.
Bank atau kreditor akan senang meminjamkan uang kepada perusahaan yang memiliki banyak aset likuid karena ketika jatuh tempo perusahaan akan dengan mudah mendapatkan uang tunai dan membayar utangnya. Namun tingginya tingkat likuiditas juga dapat mengindikasikan penggunaan modal yang ceroboh.
Disini rasio likuiditas berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Berikut beberapa rasio likuiditas dan cara perhitungannya.
a. Working Capital to Asset Ratio Debt ratio¿totalliabilitiestotal asset
Debt equity ratio¿ longterm debt
shareholde r's equity
time interest earned ratio=interestEBIT
Rasio ini digunakan untuk mengukur likuiditas dari total aset dan posisi modal kerja.
Working capital¿total asset=(Current assetTotal asset−Current liabilities)
Working capital¿total asset Home Depot=$$41,0843,910 = 0,10 atau 10%
Artinya jumlah modal kerja bersih dari setiap $ 1 total aktiva adalah sebesar $ 0,10
b. Current Ratio
Merupakan rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar yang berguna untuk melihat berapa kali aktiva lancar dapat membiayai utang lancar.
Current Ratio=Current liabilitiesCurrent asset
Current Ratio Home Depot=$$15,37211,462= $ 1,34
Artinya Home Depot memiliki $ 1,34 dalam bentuk aset lancar untuk setiap satu dolar kewajiban lancar.
Namun terkadang rasio lancar bisa menyesatkan ketika perusahaan meminjam sejumlah besar uang sehingga kewajiban lancar meningkat begitu pula aset lancarnya.
c. Quick Acid Ratio
Rasio ini berguna untuk melihat kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya.
Quick Acid Ratio=Current assetCurrent liabillities−inventory
Quick Acid Ratio Home Depot=$$11,4623,889
= 0,34
Artinya setiap $ 1 utang lancar dijamin oleh quick asset sebsar $0,34
d. Cash Ratio
Aset perusahaan yang paling likuid adalah kas dan surat berharga, sehingga analis juga menghitung rasio kas.
Cash ratio Home Depot=$$11,4622,494
= 0,22
Artinya setiap $ 1 utang lancar dijamin oleh kas sebesar $ 0,22
8. MENAFSIRKAN RASIO KEUANGAN
Setelah melakukan perhitungan atas rasio keuangan, selanjutnya adalah menafsirkan atau mengartikan angka-angka tersebut dengan cara:
a. Membandingkan kinerja perusahaan yang ditunjukan oleh rasio keuangan di tahun bersangkutan dengann tahun-tahun sebelumnya. Misalkan berikut adalah rasio keuangan Home Depot dari tahun 2000 sampai 2012
Dari sajian gambar diatas kita bisa mengetahui kapan perusahaan mengalami kemajuan dan kapan mengalami kemunduran, kemudian penting bagi manajer untuk mencari tahu faktor penyebab yang mempengaruhi kemunduran dan kemajuan tersebut sehingga akan membantu pengambilan keputusan dimasa kini.
b. Membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing utamanya
c. Manajemen juga bisa membandingkan rasio keuangannya dengan standar yang telah ada sesuai jenis perusahaannya. Berikut merupakan rasio keuangan bagi industri yang berlaku pada tahun 2012
Bagaimana peran rasio keuangan dalam kaitannya dengan manajemen, berikut diilustrasikan dalam bentuk percakapan antara CEO dengan manajer keuangannya.
Percakapan I
CEO : “Bagaimana kita akan membiayai ekspansi ini? akankah bank dengan senang hati meminjamkan uang sebesar $ 30 juta yang kita butuhkan?” Manajer : ”Saya telah melakukan analisa, rasio utang lancar kita 30%, jika kita
meminjam untuk keseluruhan proyek maka rasio utang lancar kita akan menjadi 45%. Kita sudah sepakat bahwa batas maksimal rasio utang lancar kita adalah 50%. Jadi jika kita melakukan pinjaman, hal ini masih bisa ditolelir. Namun saat ini lembaga pemeringkat memberikan peringkat untuk obligasi kita. Mereka melihat leverage perusahaan saat menilai obligasi. Ini adalah tabel yang menunjukan pemeringkatan investasi berdasarkan rasio keuangan”
CEO : “Sepertinya kita harus memikirkan masalah ekuitas ini!”
Percakapan II
CEO tidak dalam suasana hati yang baik setelah dikalahkan dalam permainan golf oleh manajer kemasan.
Manajer : “Saya rasa bisa memahami kekhawatiran para pemegang saham. Lihat saja asset turnover kita hanya 6% jauh dibawah biaya modal. Kita menghasilkan keuntungan tapi tidak menutup biaya dana yang diberikan investor. Dalam beberapa hal kita dalam keadaan baik, kita memiliki sedikit utang jangka pendek dan aset lancar yang tiga kali lipat dari kewajiban lancar. Tapi ini bukan berita bagus sebab kita memiliki banyak modal kerja dari pada yang kita butuhkan. Saya juga melihat pesaing utama kita, mereka menyerahkan inventaris mereka 12 X setahun sedangkan kita 8X. Selain itu, pelanggan mereka rata-rata membutuhkan waktu 45 hari untuk membayar tagihan, sedangkan kita 67 hari.”