BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah di mana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali. Organisasi memanfaatkan sumber daya (uang, materiil, mesin, metode, lingkungan), sarana dan prasarana, data, dan lain-lain. Sumber daya tersebut digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi juga merupakan rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Profesionalisme merupakan tuntutan bagi para pekerja yang bekerja di pekerjaan yang telah diakui sebagai profesi. Dengan tuntutan yang semakin meluas, banyak orang mengharapkan semua pekerjaan harus bertindak atau bekerja secara profesionalisme padahal masih banyak orang kurang paham apa yang dimaksud dengan profesionalisme. Dalam bahasa awam pula, seseorang disebut profesional jika kerjanya baik, cekatan, dan hasilnya memuaskan.
Dalam menuju profesionalisme tersebut, setiap profesi membentuk organisasi-organisasi yang berfungsi untuk mengayomi, melindungi, dan sebagai keluh kesah pekerja untuk mendapatkan kehidupan yang layak bagi para profesi. Fungsi organisasi profesi ini sangat penting bagi para pekerja. Dalam keseharian orang awam menganggap bahwa organisasi profesi adalah suatu kumpulan profesi yang terintegrasi dengan baik.
organisasi profesi dapat melindungi pekerja. Supaya mendapat perlindungan dari organisasi profesi, pekerja harus dapat memenuhi kewajiban sebagai profesi. Dengan demikian pekerja akan mendapatkan hak-hak sebagai pekerja.
Setiap organisasi pasti memiliki struktur organisasi, begitu pun organisasi profesi. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang struktur organisasi profesi pendidik dan tenaga kependidikan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan organisasi profesi? 2. Apakah yang dimaksud dengan struktur organisasi? 3. Bagaimana struktur organisasi profesi pendidik?
4. Bagaimana struktur organisasi profesi tenaga kependidikan?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari organisasi profesi 2. Untuk mengetahui pengertian dari struktur organisasi. 3. Untuk mengetahui struktur organisasi profesi pendidik.
4. Untuk mengetahui struktur organisasi profesi tenaga kependidikan.
5. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
2.1 Landasan Teori
Pengertian tentang struktur organisasi dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
Robbins dan Coulter (2007:284), mengatakan struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan.
Handoko (2003:169), mengatakan struktur organisasi didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.
Gibson, dkk (2002:9), mengatakan bahwa struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan.
Wright dkk (1996:188), mengatakan struktur organisasi adalah sebagai bentuk cara di mana tugas dan tanggangjawab dialokasikan kepada individu, di mana individu tersebut dikelompokkan ke dalam kantor, departemen, dan divisi. Struktur Organisasi hendaknya selalu menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan publik dan lingkungan. Hal tersebut bertujuan untuk terciptanya kinerja organisasi yang efektif dan proses kerja yang cepat.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Organisasi Profesi
Sebelum membahas mengenai organisasi sebaiknya kita mengetahui tentang apa itu organisasi dan profesi itu sendiri. W.J.S. Poerwadarminta (dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia) organisasi yaitu susunan dan aturan dari berbagai bagian (orang dan sebagainya) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. Selanjutnya menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chester I. Bernard, mengatakan bahwa organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari berbagai pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa organisasi merupakan suatu perserikatan manusia antara dua orang atau lebih yang didalamnya terdapat susunan dan aturan serta sistem aktivitas kerja untuk mencapai tujuan bersama.
Selanjutnya yaitu mengenai profesi dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Adapun karakteristik dari profesi antara lain adalah mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus, dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu), dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup dan dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
Organisasi profesi mempunyai 2 perhatian utama yaitu, kebutuhan hukum untuk melindungi masyarakat dari anggota profesi yang tidak dipersiapkan dengan baik dan kurangnya standar dalam bidang profesi yang dijalani.
Organisasi profesi menyediakan kendaraan untuk anggotanya dalam menghadapi tantangan yang ada saat ini dan yang akan datang serta bekerja ke arah positif terhadap perubahan-perubahan profesi sesuai dengan perubahan sosial.
3.2 Pengertian Struktur Organisasi
Struktur Organisasi juga merupakan faktor yang sama pentingnya dalam menentukan dan melihat cara kerja suatu organisasi, yang mana dapat dianalisa melalui strukturnya yang tergambar dan akan bisa diketahui bagian dan sub bagian, wewenang masing-masingnya serta hubungan koordinasi antar bagian dan sub bagian dalam pelaksanaan tugas serta tanggungjawab masing-masing berikut pembagian tugas berdasarkan spesialisasi yang ada akhirnya menggambarkan saling ketergantungan antar bagian dan sub bagian dalam suatu organisasi. Dengan demikian cukup dapat dimaklumi bahwa struktur organisasi juga merupakan faktor yang penting adanya dalam perkembangan suatu organisasi untuk pertumbuhan ke arah kemajuan yang pesat untuk mencapai tujuan sesuai dengan misi, di mana akan menentukan mekanisme orang-orang yang bekerja dalam organisasi.
Untuk menentukan struktur dengan baik tentunya dengan jalan mengembangkan struktur yang mengarah kepada pemeberian keleluasaan kepada pegawai untuk dapat mengembangkan daya inovasi dengan mengacu ke arah responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang dilayaninya sehari-hari. Hal ini juga memberikan kesempatan kepada para pegawai agar bekerja lebih menggunakan daya kreativitas yang tinggi dengan kebebasan yang bertanggungjawab.
Selanjutnya menurut pendapat Ya’qub (1984:53), bahwa seseorang dapat memiliki wewenang, karena adanya pelimpahan atau pendelegasian wewenang dari pihak atasan . Atasan tidak sanggup melakukan seluruh tugasnya dengan baik. Karena itu untuk meringankan bebannya, maka sebagian tugasnya dilimpahkan kepada salah seorang bawahan yang dipandang memiliki kemampuan. Dengan pendelegasian wewenang tersebut maka bawahan memiliki wewenang pula yang berlaku hingga wewenang itu dicabut daripadanya.
Dwiyanto dan Kusumasari mengemukakan bahwa pendelegasian wewenang terhadap bawahan sangat penting karena bawahan itu sebenarnya yang mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat.
Di dalam struktur ada hal yang penting yaitu unsur koordinasi. Koordinasi merupakan hal yang sangat perlu ada dalam sebuah organisasi, oleh karena koordinasi merupakan suatu tindakan untuk saling memadukan antara sub bagian atau bagian dari berbagai tugas yang diemban masing-masing yang sangat berguna bagi pencapaian tujuan organisasi sesuai misi.
Betapa pentingnya koordinasi dalam pelaksaan tugas sehari-hari, apalagi dalam melakukan tugas besar yang menyangkut dengan kepentingan orang banyak demi pelayanan terhadap masyarakat dalam era otonomi yang tengah bergema kala ini. Lebih lanjut dikatakan Ya’qub, yang mana koordinasi terbagi dua, yakni: vertikal dan horizontal. Koordinasi vertikal berupa keserasian dan keselarasan antara atasan dan bawahan. Sedangkan koordinasi horizontal keserasian dan keselarasan antar suatu bagian dengan bagian lainnya.
Menurut Sughanda (1998:11), koordinasi itu meliputi: a) Menurut lingkupnya, terdapat:
- Koordinasi intern ialah koordinasi antar pejabat atau antar unit di dalam suatu organisasi.
- Koordinasi ekstern ialah koordinasi antar pejabat dari berbagai organisasi atau antar organisasi.
b) Menurut arahnya, terdapat:
- Koordinasi horizontal, yaitu koordinasi antar pejabat atau antar unit yang mempunyai tingkat hirarki yang sama dalam suatu organisasi dan antar pejabat dari organisasi yang sederajat atau antar organisasi yang setingkat.
- Koordinasi vertikal, yaitu koordinasi antar pejabat-pejabat atau unit-unit tingkat bawah, oleh pejabat atasannya atau unit-unit tingkat atasannya langsung, juga cabang-cabang suatu organisasi oleh organisasi induknya.
- Koordinasi diagonal, yaitu koordinasi antar pejabat atau unit yang berbeda fungsi dan berbeda tingkat hierarkinya.
- Koordinasi fungsional, yaitu koordinasi antar pejabat, antar unit atau antar organisasi yang didasarkan atas kesamaan fungsi atau karena koordinatornya mempunyai fungsi tertentu.
3.3 Struktur Organisasi Profesi Pendidik
1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Tujuan utama pendirian PGRI adalah:
Membela dan mempertahankan Republik Indonesia (organisasi perjuangan).
Memajukan pendidikan seluruh rakyat berdasar kerakyatan (organisasi profesi) Pendirian PGRI sama dengan EI: “education as public service, not commodity”.
Membela dan memperjuangkan nasib guru khususnya dan nasib buruh pada umumnya (organisasi ketenagakerjaan).
Struktur Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebagai berikut:
Susunan dan Personalia Pengurus Personalia PGRI Masa Bakti XXI Tahun 2013-2018.
Pengurus Harian
Ketua Umum: Dr. Sulistiyo, M.Pd.
Ketua-ketua:
- Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.
- Dr. H. Sugito, M.Si
- H. Sahiri Hermawan, S.H., MH
- Drs. H. Muh. Asmin, M.Pd
- Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.
- Prof. Dr. Sudarwan Danim
- Dr. Didi Suprijadi, M.M.
Sekretaris Jenderal: M. Qudrat Nugraha, Ph.D.
Wakil-wakil Sekretaris Jenderal:
- Dra. Hj. Farida Yusuf, M.Pd.
- Dr. Supardi, M.Pd.
- Dr. H. Hadi Tugur, M.Pd., MM.
Bendahara: Prof. Dr. Dede Rosyada
Wakil Bendahara: Dr. Fathiaty Murtadho, M.Pd.
Sekretaris Departemen
Organisasi dan Kaderisasi: Drs. H. Giat Suwarno
Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan: Drs. Usman Tonda, S.H., M.Pd
Komunikasi dan Informasi: Dr. H. Basyaruddin Thoyib, M.Pd.
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Dr. Mohammad Abduhzen, M.Hum.
Pendidikan dan Pelatihan: Drs. Suharno, M. Sajim, M.M.
Hubungan Luar Negeri: Drs. Warnoto, M.Pd.
Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, Dosen, dan Tenaga Kependidikan: Dra. Hj. Rachmawaty AR, M.M.
Pembinaan Mental dan Spiritual: Dr. H. Sastra Djuanda
Pemberdayaan Perempuan: Dra. Murniasih
Olahraga, Seni, dan Budaya: Dr. Hj. Euis Karwaty, M.Pd.
Kerjasama dan Pengembangan Usaha: Drs. Wahyo Pradono, M.M.
Advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi: H. Sibro Mulisi, B.A., S.Pd.
Penegakan Kode Etik: Dr. H. Muhir Subagja, M.M.
Pembinaan Karier Guru, Dosen, dan Tenaga Kependidikan: Kadar, S.Pd., M.Pd.
Organisasi ini dideklarasikan sejak tanggal 2 Mei 1998. Beberapa tokoh intelektual negeri terjun secara langsung meMproklamirkan organisasi ini, diantaranya yaitu pendiri Prof. dr. H. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D., DSAnd, Drs. Zulkarnain H. Noer, MM, Ir. Martin, M.Si, Dr. Ir. Muhammad Koesmawan, MS., MBA., DBA, Dra. R. Indrajani, MSc, Dr. Ir. Ingrid Suryanti Surono, MSc, Prof. Dr. Ir. Zoeraini Djamal Irwan, MS, Prof. dr. H. Muzief Munir, DSAK, Drg. Lies Zubardiah, SP.
ADI didirikan sebagai organisasi profesi yang beranggotakan para dosen dari Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Berdirinya ADI merupakan wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap bangsa melalui jalur pendidikan formal, dalam hal ini pendidikan tinggi. Sebagai tenaga pengajar dan pendidik, dosen memilki peran strategis dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan mahasiswanya agar memiliki kompetensi keilmuaan dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam nation and character building.
Tujuan ADI yaitu:
a. Mewujudkan cita-cita proklamasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan kesejahteraan dan ikut menjaga perdamaian dunia melalui penguasaan, pengembangan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. b. Membina dan menumbuhkembangkan kemampuan profesional dan karir dosen. c. Meningkatkan kesejahteraan anggota dan membantu menyelesaikan masalah yang
dihadapi anggota dalam melaksanakan tugas mulianya untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa.
d. Memberikan perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi dosen.
MAJELIS PENGURUS PUSAT (MPP)
ASOSIASI DOSEN INDONESIA (ADI) 2012-2016
Dewan Penasehat
Ketua : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Wakil Ketua : Menteri Agama RI
Wakil Ketua : Menteri Dalam Negeri RI Sekretaris : Dirjen Dikti Kemendikbud RI Wakil Sekretaris : Dirjen Pendis Kemenag RI Anggota:
- Prof. Dr. Jimly As Shidiqi, SH., MH - Dr. Syarifuddin Hasan, MM, MBA - Prof. Dr. Irwan Prayitno
- Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, MM.,MBA - Prof. Dr. Nazarudin Umar, MA
- Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. - Prof. Ainun Na'im, Ph.D.
- Prof. Dr. H.M. Din Syamsudin
- Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA - Prof. H. Fasil Jalal, Ph.D
- Bahrul Hayat, Ph.D
- Dr. Ir. Suhatmansyah IS, M.Si - Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA.
- Prof. Dr. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D.,DSAnd - Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin
- Prof. Dr. Agustitin Setyo Budi, MM,.M.Pd - Prof. Dr. Imam Suprayogo
- Prof. Dr. Suyanto,Ph.D - Prof. Dr. Abuddin Nata, MA
- Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis, SP. P.Si, A.P.Si - Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd
- Prof. Dr. Ibgyudha Triguna, MS - Prof. Dr. Ahmad Baidhawi, M.Si - Prof. Dr. Zoeraini Djamal, MS - Prof. Dr. Nanat Natsir, M.Si
- Prof. Dr.der Soz Gumilar Rusliwa Somantri - Prof. Dr. Husni Rahim
- Prof. Dr. MK. Tajuddin - Prof. Dr. Anwar Arifin
- Prof. Dr. Dede Rosyada, MA - Dr. Jason Lase, STh, M. Si
- Prof. Dr. Fuad Abdul Hamied, Ph.D - Prof. Dr. Afiv Saefullah, drg.,M.Pd - Prof. Dr. M. Amin Summa, MA, MM - Prof. Dr. Bachtiar Effendi, MA
Dewan Pembina
- Rektor Universitas Indonesia - Rektor ITB
- Rektor Universitas Gajah Mada - Rektor IPB
- Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta - Rektor Universitas Negeri Jakarta
- Rektor Universitas Trisakti - Rektor Universitas Borobudur - Rektor Universitas Airlangga - Rektor Universitas Brawijaya
- Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta - Rektor Universitas Al-Azhar Jakarta
- Rektor Universitas Kristen Indonesia - Rektor Universitas Budi Luhur - Rektor Universitas Sumatera Utara - Rektor Universitas Udayana - Rektor Institut Hindu Indonesia
- Rektor Universitas Hasanudin Makasar - Rektor Universitas Mercu Buana - Rektor Universitas Pancasila
- Rektor Universitas Muhammadiyah Malang - Rektor UHAMKA
- Rektor Universitas Andalas - Rektor Universitas Paramadina - Rektor Universitas Pelita Harapan - Rektor Universitas Bina Nusantara - Rektor Universitas Terbuka
- Rektor Universitas Nasional
- Rektor Universitas Moestopo Beragama - Rektor Universitas Assyafiayah
- Rektor Universitas Prasetya Mulya - Ketua STIE Perbanas
- Rektor Universitas Tarumanegara - Rektor Universitas Indrapasta PGRI - Rektor Universitas Gunadarma - Rektor Universitas Krisnadwipayana - Rektor Universitas Esa Unggul - Rektor Muhammadiyah Ponorogo - Rektor UIN Bandung
- Rektor STIE Tazkia
Dewan Pakar
Ketua : Prof. Dr. H. Mansyur Ramli,SE.,M.Si Wakil Ketua : Prof. Dr. Koesmawan, MBA, DBA Sekretaris : Prof. Dr. Amani Lubis, MA
Anggota:
- Prof. Dr. Firmanzah, Ph.D - Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto - Prof. Dr. Zainal Rafli, M.Pd - Dr. Koesnan A. Halim, SH., MM - Prof. Dr. H.Yusran Rozak, MA - Dr. Ir. Taufik Hanafi, MA - Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA - Prof. Dr. Abdul Hamid, MS - Prof. Dr. Masykuri Abdillah, MA - Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.Pd - Prof. Dr. Agus Sartono
- Dr. Jamhari, MA - Prof. Dr. Agus Suradika - Dr. Bambang Indriyanto, Ph.D - Dr. Sudarnoto Abd. Hakim, MA - Dr. Chairul Huda, MH
- Dr. R. Urip Purwuno, M.Sc., Ph.D - Prof. Dr. Abdul Mujib
- Dr. Ir. Patdono Suwignyo, M.Eng, Sc.,Ph.D - Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. - Dr. Ir. Illah Sailah, M.S.
- Prof. Drs. Agus Subekti, M.Sc., Ph.D. - Dr. Gutama
- Dr. Elih Sudiapermana - Dr. Sumharmoko
- Drs. Mustaghfirin Amin, MBA - Ir. Anang Tjahjono, MT
- Dr. Jan Binsar Marpaung - Surya Dharma, M,Pd, Ph.D - Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si - Prof. Dr. Emil Bachtiar, Ph.D
- Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, MA - Prof. Dr. Dedi Djubaedi, M.Ag - Prof. Dr. Amrin Saragih, MA - Dr. Amin Nurdin, MA
- Prof. Dr. Abdurrahman Mass’ud, Ph.D - Dr. Ahmad Mukri Aji, MA
- Dr. Ahmad Husein Lubis, M.Sc - Didik Suhardi,Ph.D
- Nurlena Rifai Ph.D.,MA - Dr. Manager Nasution, MA
- Dr.H.Khairul Alwan Ar-Rivai Nasution, MM - Dr.Mirzan T. Razak, AP
Majelis Pengurus Pusat
Ketua Umum : Prof. Dr. H. Armai Arief, MA Wakil Ketua Umum : Prof. Dr Sylviana Murni Wakil Ketua Umum : Prof. Dr. MTS Arief, MBA Sekretaris Umum : Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd Wakil Sekretaris : Dr. Tri Wintolo Apoko, M.Pd Wakil Sekretaris : Dahnil Anzar, MA
Wakil Sekretaris : Busahdiar, MA Wakil Sekretaris : Rosdiana, MA
Wakil Sekretaris : Arus Akbar Silondae, M,Si
Wakil Sekretaris : Dr. Iswandi Mourbas, SKM, MPPM Bendahara Umum : Prof. Dr. dr. H. Sardjana, SPOG., SH Wakil Bendahara : Rini Fatma Kartika, MH
Wakil Bendahara : Dr. Pudjo Sumedi, MA Wakil Bendahara : Juliana Wahid, M.Pd Wakil Bendahara : Dr. Eko Sugiyanto, M.Si
Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan : Dr. Amirsyah Tambunan, MA Ketua Bidang Kesejahteraan dan Usaha : Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis. Ketua Bidang Litbang dan P2M : Dr. Firdaus Ali, M.Sc
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Internasional : Dr. Saleh P. Daulay, M.Ag, M.Hum, MA
Ketua Bidang IPTEK dan Publikasi : Prof. Dr. Dahmir Dahlan, M.Sc Ketua Bidang Pendidikan dan SDM : Qodrat Nugraha, P.Hd
Koordinator Wilayah I (Sumatera) : Prof. Dr. Ir. Sumono
Koordinator Wilayah II (DKI, Banten, Jabar) : Prof. Dr. Musril Zahari, M.Pd
Koordinator Wilayah III (Jateng, Jatim, Yogya) : Prof. Drs. H. Totok Sarsito, MA., Ph.D Koordinator Wilayah IV (Bali, NTT, NTB) : Prof. Dr. I Nyoman Sucipta
Koordinator Wilayah V (Kalimantan) : Prof. Dr. Ahmad Khairuddin, MA Koordinator Wilayah VI (Sulawesi) : Prof. Dr. H. Bahaking Rama, MS
Koordinator Wilayah VII (Papua & Maluku): Prof. Dr. Khalik Latuconsina.M.Si
3. Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)
Tahun 2001 terjadi perubahan nama organisasi Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) adalah suatu organisasi profesi yang beranggotakan guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan kualifikasi pendidikan akademik strata satu (S-1) dari Program Studi Bimbingan dan Konseling dan Program Pendidikan Konselor (PPK). Kualifikasi yang dimiliki konselor adalah kemampuan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam ranah layanan pengembangan pribadi, sosial, belajar dan karir bagi seluruh konseli.
Tujuan ABKIN yaitu:
Turut aktif dalam upaya menyukseskan pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan dengan jalan memberikan sumbangan pemikiran dan menunjang
pelaksanaan program yang menjadi garis kebijakan pemerintah.
Mengembangkan serta memajukan BK sebagai ilmu dan profesi yang dalam rangka ikut mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.
Mempertinggi kesadaran, sikap dan kemampuan profesional konselor agar berhasilguna dan berdayaguna dalam menjalankan tugasnya.
Susunan Pengurus Besar
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Periode 2013-2017
Ketua Umum : Prof. Dr. H. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd, Kons.
Ketua I : Dr. H. Sigit Muryono, M.Pd
Ketua II : Dr. Marjohan, M.Pd, Kons
Ketua III : Dr. Adi Atmoko, M.Pd
Sekretaris Jendral : Drs. Tri Leksono. Ph, S.Kom, M.Pd, Kons
Sekretaris I : Drs. Moh. Dimyati, M.Pd
Sekretaris II : Nelly Candra, M.Pd
Sekretaris III : Drs. Fahrarozi, M.Pd
Bendahara Umum : Prof. Dr. Ni Ketut Suwarni, M.Pd, Kons
Bendahara I : Dr. Hj. Tatik Suryo, M.Pd
Bendahara II : Dra. Naniek Krisnawati, M.Pd, Kons
4. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI)
agar lebih terarah, berhasil guna dan berdaya guna, melalui pengembangan dan penerapan ilmu pendidikan untuk kemajuan dan kepentingan bangsa dan negara.
Stuktur Organisasi Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) adalah sebagai berikut:
Dewan pembina
Ketua : Prof. Dr. H. Soedijarto, M.A.
Wakil Ketua : Prof. Dr. H. Abdul Azis Wahab, M.A.
Sekretaris : Prof. Dr. Udin Winataputra, M.A.
Anggota :
1. Prof. Dr. Winarno Surakhmad, M.Ed.
2. Prof. Dr. H.A.R. Tilaar
3. Prof. Dr. Annah Suhaenah Suparno
4. Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd.
5. Prof. Dr. Bedjo Suyanto, M.Pd.
6. Prof. Dr. Sutjipto
7. Dr. (Hc). Popong Otje Djundjunan
8. Drs. Hardi Selamet Hood, M.Si
9. Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, M.A., Ph.D.
10. Prof. Furqon, M.A., Ph.D.
11. Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A.
12. Prof. Dr. Aris Munandar
Dewan pengurus
Ketua I : Prof. Dr. Djaali
Ketua II : Prof. Dr. Warsono
Ketua III : Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Ketua IV : Prof. Dr. Supyarma Marsidin, M.Pd.
Sekretaris Umum : Prof. Dr. H. Ahman, M.Pd.
Sekretaris I : Dr. Soepriyanto, M.Pd.
Sekretaris II : Dr. Tjipto Subadi, M.Si.
Sekretaris III : Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.
Bendahara : Dra. Ari Fadiati Wirasutisna, M.Pd.
Bendahara I : Drs. Sutiono, M.M.
Bendahara II : Prof. Dr. Johar Permana, M.A.
3.4 Organisasi Profesi Tenaga Kependidikan
1. Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)
adalah pembentukan organisasi pustakawan Indonesia yang bernama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), yang bertujuan untuk:
- Menghimpun, menampung, serta menyalurkan aspirasi dan kreasi dari mereka yang berpotensi dalam ilmu pengetahuan dan yang lainnya dan atau bekerja dalam bermacam-macam jenis perpustakaan atau badan-badan lainnya yang ruang lingkupnya berkaitan dengan perpustakaan.
- Mengusahakan mereka yang termasuk di atas tempat semestinya di dalam masyarakat.
- Meningkatkan, mengembangkan, dan mengamalkan ilmu perpustakaan demi kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, serta kesejahteraan masyarakat.
- Menempatkan ilmu perpustakaan dan ilmu pengetahuan lainnya pada taraf yang semestinya di antara ilmu pengetahuan.
Struktur organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) adalah sebagai berikut:
Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) diketuai oleh seorang ketua umum dibantu oleh sekretaris umum dan komisi. Komisi yang ada di IPI yaitu:
- Komisi usaha dan kesejahteraan - Komisi penerbitan
- Komisi penelitian dan pengembangan
Untuk kegiatan yang menyangkut profesi dibentuk bagian yang disebut bidang. Dalam IPI terdapat bidang sebagai berikut.
- Organisasi
- Perpustakaan khusus - Perpustakaan umum - Perpustakaan sekolah
- Perpustakaan perguruan tinggi
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pengertian Organisasi Profesi
Organisasi profesi merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang memiliki profesi yang sama untuk mencapai tujuan bersama.
Struktur organisasi merupakan suatu sistem formal yang berusaha menyelaraskan hubungan antar bagian maupun sub bagian dalam pengelompokan dan pembagian tugas, pendelegasian wewenang, koordinasi yang berdasarkan pada tugas serta hierarki.
Organisasi Profesi Pendidik
- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) - Asosiasi Dosen Indonesia (ADI)
- Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) - Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI)
Organisasi Tenaga Kependidikan
- Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)
4.2 Saran
- Diharapkan dengan adanya organisasi profesi ini, masalah-masalah yang muncul dalam profesi tersebut dapat diminimalisir.
- Organisasi profesi ini selayaknya dimanfaatkan untuk terus meningkatkan kompetensi dari profesi yang bersangkutan.
- Diharapkan perhatian dan peran pemerintah dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi profesi.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Harahap, Basyral Hamidy dan Tairas. 1998. Kiprah Pustakawan Seperempat Abad Ikatan Pustakawan Indonesia 1973-1998. Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Pustakawan Indonesia. Hikmawati, Fenti. 2010. Bimbingan Konseling. Jakarta: Rajawali Pers.
Internet:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Sarjana_Pendidikan_Indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Guru_Republik_Indonesia
http://izzaucon.blogspot.co.id/2014/06/organisasi-profesi.html
http://www.adi.or.id
http://www.definisi-pengertian.com/2015/07/pengertian-tentang-struktur-organisasi.html