• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEVITA AYU MIRANDATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DEVITA AYU MIRANDATI"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis Devita Ayu Mirandati membahas latar belakang masalah kurang maksimalnya implementasi Keppres No. 69 Tahun 1994 tentang pengadaan garam beryodium di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Latar belakang ini dikaitkan dengan pentingnya gizi, khususnya yodium, bagi kualitas sumber daya manusia dan dampak negatif kekurangan yodium (GAKY). Dijelaskan upaya pemerintah dalam penanggulangan GAKY, termasuk regulasi terkait garam beryodium dan standar nasional Indonesia (SNI). Data statistik tentang konsumsi garam beryodium dan produksi garam di Kabupaten Pati disajikan untuk memperkuat argumen tentang perlunya penelitian lebih lanjut. Bagian ini juga merumuskan masalah penelitian, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian yang menekankan pada aspek deskriptif dan analitis implementasi kebijakan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Sub-bab ini memaparkan secara rinci masalah GAKY di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pati, yang merupakan daerah produsen garam terbesar namun masih memiliki angka GAKY yang tinggi. Data mengenai persentase rumah tangga yang mengonsumsi garam beryodium yang sesuai SNI, kapasitas produksi garam, dan hasil pengujian mutu garam di Kabupaten Pati selama beberapa tahun diuraikan. Data ini menunjukkan adanya disparitas antara regulasi dan realisasi di lapangan. Penjelasan mengenai regulasi terkait (Keppres No. 69 Tahun 1994 dan peraturan pelaksanaannya) serta kekurangan dalam implementasinya, seperti rendahnya kesadaran produsen dan lemahnya pengawasan, juga disajikan. Secara keseluruhan, sub-bab ini membangun argumen kuat mengenai relevansi penelitian terhadap isu pendidikan kesehatan masyarakat dan keberhasilan program pemerintah.

1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah

Sub-bab ini mengidentifikasi masalah utama, yaitu kurang efektifnya implementasi Keppres No. 69 Tahun 1994 di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, yang ditunjukkan dengan data produksi garam yang tidak memenuhi SNI. Kemudian dirumuskan tiga pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam penelitian ini: (a) Bagaimana implementasi kebijakan Keppres No. 69 Tahun 1994?; (b) Apa faktor-faktor pendorong dan penghambat implementasinya?; dan (c) Bagaimana mengoptimalkan efektivitas implementasi Keppres tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan fokus penelitian pada analisis kebijakan publik dan implikasinya bagi pencapaian tujuan pendidikan kesehatan masyarakat. Ketiga pertanyaan tersebut secara langsung berkaitan dengan evaluasi program pemerintah dan pengembangan strategi yang lebih efektif.

1.3 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjabarkan tujuan penelitian sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Keppres No. 69 Tahun 1994; (2) Menganalisis faktor pendorong dan penghambat implementasi; dan (3) Merumuskan strategi peningkatan efektivitas implementasi. Tujuan-tujuan ini selaras dengan pendekatan kualitatif yang digunakan, dimana deskripsi dan analisis mendalam menjadi kunci untuk memahami kompleksitas masalah implementasi kebijakan dan menyusun saran yang tepat guna. Ketiga tujuan ini menunjukkan komitmen penelitian untuk menghasilkan temuan yang bernilai praktis dan akademis, sekaligus berkontribusi pada peningkatan program pendidikan dan kesehatan masyarakat.

1.4 Kegunaan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan kegunaan penelitian secara teoritis dan praktis. Kegunaan teoritis terletak pada kontribusi terhadap ilmu administrasi dan pemerintahan, khususnya dalam implementasi kebijakan publik. Kegunaan praktisnya adalah memberikan rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Pati, terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif terkait pengadaan garam beryodium. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan program pemerintah yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas program pendidikan dan kesehatan masyarakat.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka tesis ini membahas konsep-konsep teoritis yang relevan dengan penelitian, yaitu administrasi publik, kebijakan publik, tahap-tahap kebijakan publik, implementasi kebijakan, dan berbagai pendekatan dalam implementasi kebijakan publik, serta beberapa model implementasi kebijakan publik. Tinjauan ini membangun kerangka teoritis untuk menganalisis implementasi Keppres No. 69 Tahun 1994. Pembahasan meliputi definisi dan paradigma administrasi publik, definisi kebijakan publik dan tahap-tahapnya, serta berbagai perspektif dan model implementasi yang relevan, seperti model George C. Edwards III, Merilee S. Grindle, Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn, dan Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier. Pembahasan ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami dan menganalisis fenomena implementasi kebijakan yang diteliti.

2.1 Administrasi Publik

Sub-bab ini mendefinisikan administrasi publik berdasarkan berbagai pandangan para ahli dan menjelaskan berbagai paradigma administrasi negara. Pentingnya memahami administrasi publik dalam konteks penelitian ini terletak pada pemahaman bagaimana proses pengorganisasian, koordinasi, dan implementasi kebijakan pemerintah terkait garam beryodium berjalan. Kajian paradigma administrasi publik memberikan konteks historis dan teoritis yang lebih luas terhadap analisis implementasi kebijakan yang dilakukan dalam penelitian.

2.2 Kebijakan Publik

Sub-bab ini mengkaji definisi kebijakan publik berdasarkan berbagai sumber dan menguraikan ciri-ciri kebijakan publik. Hal ini penting karena penelitian ini menganalisis implementasi sebuah kebijakan publik spesifik, yaitu Keppres No. 69 Tahun 1994 tentang pengadaan garam beryodium. Memahami definisi dan karakteristik kebijakan publik memberikan dasar yang kuat untuk menganalisis proses implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2.3 Tahap-Tahap Kebijakan Publik

Sub-bab ini menjelaskan tahap-tahap kebijakan publik menurut James Anderson, meliputi penetapan agenda, formulasi, adopsi, implementasi, dan penilaian kebijakan. Bagian ini memberikan kerangka kerja analitis untuk mengkaji proses implementasi garam beryodium. Penelitian ini berfokus pada tahap implementasi, namun memahami tahap-tahap sebelumnya membantu dalam analisis yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi.

2.4 Implementasi Kebijakan

Sub-bab ini membahas definisi dan pentingnya implementasi kebijakan, menekankan pada aspek operasional dan pencapaian tujuan kebijakan. Bagian ini juga mengkaji berbagai perspektif tentang implementasi kebijakan, termasuk empat aspek implementasi kebijakan menurut Anderson (siapa yang terlibat, proses administrasi, kepatuhan, dan dampak implementasi). Sub-bab ini memberikan fondasi untuk menganalisis proses implementasi Keppres No. 69 Tahun 1994 dan faktor-faktor yang terkait.

2.5 Pendekatan-Pendekatan Implementasi Kebijakan Publik & Model Implementasi Kebijakan Publik

Sub-bab ini menjelaskan pendekatan top-down dan bottom-up dalam implementasi kebijakan publik dan berbagai model implementasi kebijakan publik (Edwards III, Grindle, Van Meter & Van Horn, Mazmanian & Sabatier). Penelitian ini dapat menggunakan kerangka dari berbagai model implementasi untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi Keppres No. 69 Tahun 1994. Dengan mengkaji berbagai model, peneliti dapat memilih model yang paling tepat untuk menganalisis kasus spesifik yang diteliti.

III. Metode Penelitian

Bagian ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan dalam tesis. Karena keterbatasan spasi, detailnya tidak akan diuraikan.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian dan pembahasannya. Karena keterbatasan spasi, detailnya tidak akan diuraikan.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran-saran yang relevan. Karena keterbatasan spasi, detailnya tidak akan diuraikan.

Gambar

Tabel 1  Persentase rumah tangga yang mengkonsumsi garam beryodium dari tahun 2002 - 2005 di Provinsi Jawa Tengah
Tabel 2  Parameter uji SNI garam konsumsi
Tabel 3  Data hasil pengujian /pemantauan mutu garam beryodium di tingkat produsen di Kabupaten Pati
Tabel 4  Kapasitas Produksi Garam Di Kabupaten Pati
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dimensi sumberdaya KPID Sulawesi Tengah dalam implementasi kebijakan, dapat dilihat dari sumberdaya manusia yakni penguasaan literasi media oleh anggota komisioner

Sumberdaya manusia dalam proses implementasi kebijakan terkait dengan program keluarga harapan adalah keberadaan para pelaksana program terkait, misal proses pendataan yang

Pada Sumberdaya, berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa dalam implementasi implementasi kebijakan kerjasama pengelolaan tempat pelelangan ikan

Salah satu kebijakan yang akan ditempuh dalam mensukeskan visi dan misi pembangun sistem dan usaha agribisnis adalah pengembangan sumberdaya manusia yang menjadi penting

Adapun faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan menurut Edwards (1980) dalam Setyorini (2010) adalah: 1) komunikasi, merupakan aktivitas yang penting dan.. 16

Dimensi sumberdaya KPID Sulawesi Tengah dalam implementasi kebijakan, dapat dilihat dari sumberdaya manusia yakni penguasaan literasi media oleh anggota komisioner

Adapun faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan menurut Edwards (1980) dalam Setyorini (2010) adalah: 1) komunikasi, merupakan aktivitas yang penting dan

Upaya menghadapi kendala dalam implementasi kebijakan IDKLO pada pengadaan meriam 155 mm Caesar untuk mendukung pertahanan negara adalah dengan menambah personel negosiator supaya