• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PST 1102441 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PST 1102441 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Puspita Permata Sari, 2015

TARI KREASI DOGDOG LOJOR DI SANGGAR MUTIARA PAWESTRI PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Makna Tari

Kreasi Dogdog Lojor, peneliti meyakini bahwa tari Dogdog Lojor tidak dapat

bermakna bila dipisahkan dari masyarakat pendukungnya. Peneliti

menginterpretasikan bahwa tarian ini tergolong ke dalam tari kreasi baru yang

pada mulanya tidak memiliki makna, namun dimultitafsir oleh peneliti makna

gerak, makna rias, dan makna busananya, sehingga tarian tersebut dapat

dimaknai.

Dapat disimpulkan bahwa geraknya menggambarkan suasana suka-cita

panen padi. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME maka,

masyarakat melakukan serangkaian ritual untuk mengucapkan terimakasih

atas nikmat yang telah diberikan pada mereka. Tari Dogdog Lojor ini sebagai

visualisasi yang disajikan koreografer dalam bentuk gerak yang

menggambarkan proses menanam padi dan akhirnya dapat di panen. Adapun

gerak yang mewakili tari tersebut terdapat pada gerak riyeg, trisik ngerecek,

dan nakol dogdog. Pada gerak riyeg, secara bentuk gerak peneliti menafsirkan

bahwa gerak tersebut menggambarkan permohonan ijin pada bumi sebagai

tempat tinggal, tempat berpijak, dan tempat mencari nafkah, sehingga gerak

ini penting karena sebagai langkah awal ketika manusia akan melakukan

sesuatu, sejatinya segala sesuatu memiliki akhir yang sama ketika manusia

memulainya.

Peneliti melihat gerak ini dari desain lantai yang berbentuk angka 8, dapat

ditafsirkan bahwa angka 8 menggambarkan ucapan syukur pada Tuhan YME,

lika-liku yang pasti mengalami pasang-surut kehidupan, sehingga pada

hakikatnya manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan harus mengembalikan

segala sesuatunya pada sang pencipta kehidupan. Gerak yang ketiga

(2)

152

Puspita Permata Sari, 2015

TARI KREASI DOGDOG LOJOR DI SANGGAR MUTIARA PAWESTRI PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sehingga pada gerak nakol dogdog u..a..ditafsirkan sebagai kebersamaan,

solidaritas, dan keceriaan masyarakat Sunda.

Pada rias dan busana tari Dogdog Lojor, terdapat nilai-nilai kehidupan

yang dapat dimaknai, terdapat filosofi masyarakat Sunda sebagai masyarakat

pembentuknya, dan terdapat gaya dari Toto Sugiarto selaku koreografer tari

Dogdog Lojor. Nilai religius yang terdapat dalam tarian ini mencerminkan

gaya dari kreator tari, sehingga terlihat pada busana tari tersebut ajaran untuk

menutup aurat, ajaran menghargai, dan ajaran untuk memaknai kehidupan

yang terikat dengan hakikat-hakikat penciptaan manusia.

Terdapat makna kesuburan dalam rias dan busana, yang dapat dimaknai

sebagai bentuk produktivitas atau keaktifan yang harus dimiliki

pemuda-pemudi bangsa. Harapan yang muncul agar penerus bangsa menjadi manusia

yang giat saat bekerja, memiliki pola pikir yang tidak primitif atau dapat

membatasi diri sehingga memilihi-memilah segala bentuk pengetahuan baru,

dan mampu berimajinasi dalam merefleksikan diri pada bentuk kreativitas.

Selain itu juga, rias dan busana tari secara keseluruhan ingin menggambarkan

kehidupan bernegara, beragama, dan bertetangga.

B. Implikasi dan Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penelitian ini

berimplikasi terhadap:

1. Koreogafer tari Dogdog Lojor, sebagai motivasi untuk beliau agar

terus berkaya dengan mencipta karya tari yang memiliki makna.

2. Para penari Dogdog Lojor, agar dapat memaknai setiap gerak yang

dilakukan sehingga gerak menjadi lebih berarti.

3. Penelitian ini sebagai rujukan bagi masyarakat pendukungnya agar

dapat mengapresiasi budaya lokal.

4. Berimplikasi bagi para pembaca ketika terjadi dorongan dalam dirinya

(3)

153

Puspita Permata Sari, 2015

TARI KREASI DOGDOG LOJOR DI SANGGAR MUTIARA PAWESTRI PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Rekomendasi dari peneliti untuk tari Dogdog Lojor, yakni menyangkut

beberapa lapisan masyarakat sebagai berikut.

a. Tarian ini cukup tepat sebagai salah satu pilihan bahan ajar dalam

proses pembangunan karakter siswa di sekolah. Karena terdapat

nilai-nilai yang akan menghantarkan siswa mengenal jati dirinya.

b. Tarian ini pilihan yang tepat bagi pemerintah sebagai salah satu

identitas dari budaya lokal Sukabumi, sehingga nantinya dapat

dijadikan objek wisata.

c. Bagi para peneliti selanjutya, dapat meneliti tarian ini tetapi hanya

fokus pada iringannya saja, karena hal tersebut belum tersentuh oleh

peneliti. Mungkin peneliti selanjutnya dapat mengupas secara

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK TARI SISWA KELAS VIII-5 SMP NEGERI 3 BANDUNG. Universitas Pendidikan Indonesia |

masih diberikan arahan, bahwa tidak keluar dari esensi gerak khas yang.. terdapat pada tari Topeng Banjar. Selama proses tersebut masih ada saja yang. melakukan gerakan

Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat mengenai tari dari Soedarsono (dalam Purwatiningsih, 2004, hlm. 24) bahwa: ‘ Tari adalah eskpresi jiwa manusia yang diungkapkan

Unsur gerak tari yang ada pada seni pertunjukan rakyat sisingaan Putra. Jamparing Group pada saat ini sudah semakin

tari Keurseus celana sontog dari ciri khas tari Wayang dan motif yang terdapat. dalam busana tari ini sama halnya dengan motif yang dipakai dalam

gerak tersebut yang tegas sesuai dengan karakter tari Rawayan yang enerjik, dengan. posisi badan yang tegak kaki terbuka

tari Nanda Darius yang akan diteliti yaitu tari Badaya Candra Kirana di.. sanggar seni Putri Pamayang, yang pada saat itu Nanda

Struktur koreografi yang pada tari Getih Pamulang ini lebih mengacu kepada kreasi baru kategori gerak yang terdapat pada tari Getih Pamulang adalah gerak