• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN PROFIL TEMPAT PRAKTIKA KERJA LAPANGAN Keadaan Umum Tempat PKL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN PROFIL TEMPAT PRAKTIKA KERJA LAPANGAN Keadaan Umum Tempat PKL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. PROFIL TEMPAT PRAKTIKA KERJA LAPANGAN 1.1.1. Keadaan Umum Tempat PKL

a. Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga Negara yang Independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan ataupun pihak yang lain, kecuali untuk hal-hal lain yang secara tegas di atur dalam Undang-undang tentang BI.

Nilai-nilai yang menjadi dasar Bank Indonesia, manajemen dan pegawai untuk bertindak dan berperilaku dalam rangka mencapai misi dan visinya dengan nilai strategis terdiri atas Kompetensi, Intergritas, Transparansi, Akuntabilitas, dan Kebersamaan.

Tugas pokok Bank Indonesia yakni menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi bank.

Berikut adalah rincian tugas dari Bank Indonesia antara lain :

1) Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi, melakukan pengendalian moneter memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek, memberikan fasilitas pembiayaan darurat yang pendanaannya menjadi beban pemerintah dalam hal suatu bank mengalami kesulitan keuangan yang berdampak sistemik dan berpotensi mengakibatkan krisis

(2)

2

yang membahayakan system keuangan, melaksanakan kebijakan nilai tukar, dan mengelola cadangan devisa.

2) Menetapkan pengaunaan alat pembayaran, mengatur system kliring antar bank, menyelenggarakan kegiatan kliring, menyelenggarakan penyelesaian akhir tansaksi pembayaran antar bank, dan mengeluarkan, mengedarkan, mencabut, menarik serta memusnahkan uang Rupiah dari peredaran.

3) Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, menetapkan peraturan, melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

b. Sejarah singkat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

Pembukaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, diresmikan tanggal 8 September 1970 oleh Bapak Radius Prawiro, Gubernur Bank Indonesia saat itu, danKantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah merupakan Kantor Perwakilan BI yang ke-28.

Awalnya kegiatan operasional Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan di Kantor Perdagangan Sulawesi Tengah karena gedung kantor masih dalam proses pembangunan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah ketika itu hanya terdiri dari 3 Seksi yaitu Seksi Kas, Seksi Pembukuan dan Seksi Umum dengan jumlah pegawai sebanyak 21 orang yang beberapa diantaranya merupakan pegawai detasiring dari Kantor Pusat Bank Indonesia. Adapun bank yang beroperasi saat itu ada 4 kantor cabang bank yaitu, BNI 1946, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, dan Bank Rakyat Indonesia serta 1 kantor bank milik pemerintah daerah yaitu Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (sekarang PT. Bank Sulteng).

(3)

3

Nama Kepala KPw Periode

Soewarno Poespowidjojo 8 September 1970-16 April 1971 RNG. Natakoesoma 8 Mei 1972- 21 Februari 1978 R. Saptadi Baroto 21 Februari 1978-31 Juli 1982 Basuki Sumadibrata 31 Juli 1982-30 Juni 1986 JBB. Soeharmanto P. 30 Juni 1986-30 Oktober 1989 Sidik Suharto S. 30 Oktober 1989-14 April 1994 Anang Atje 14 April 1994 - 21 Juli 1997 M. Wignya Suprapta 21 Juli 1997-21 Oktober 1999 M. Zaenal Alim 21 Oktober 1999-30 Juli 2002

J. Wiwoho 30 Juli 2002-9 Maret 2005

Leo R. Tandiarrang 9 Maret 2005- 3 Desember 2007

Suparmo 3 Desember 2007-Oktober 2010

Rahmat Hernowo Oktober 2010-sekarang

Peresmian gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah saat ini (Jl.DR.Sam Ratulangi No.23 Palu) dilakukan tanggal 12 Februari 1972 oleh Direktur Bank Indonesia, Bpk.M.Djoeana Koesoemahardja, setelah kurang lebih 2 tahun masa pembangunan gedung. Gedung tersebut dibangun di atas tanah seluas 8.832 m2 yang merupakan tanah hibah dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah. Berita Acara Hibah ditandatangani padatanggal 21 Agustus 1974 oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak M.Jasin, dan Kepala Perwakilan BI Wilayah I (Sulampua), Bapak Irlan Soehendra.

Saat ini untuk mewujudkan misi dan visinya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah didukung oleh 39 pegawai organik dan 24 pegawai non organik (PT Provis Garuda Services dan PT Putra Tama Bhakti Satria) yang tersebar di 6 unit (seksi) yaitu Unit Kajian, Statistik dan Survei, Unit Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM, Unit Pengawasan Bank, Unit Operasional Kas, Unit Layanan Nasabah dan Penyelenggaraan Kliring serta Unit Sumber Daya.

Gambar1.1.1.

Kepala Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Sulaewesi Tengah Tahun 1970 s.d sekarang

Sumber :Kelompok kajian statistik dan survey KPBI Provinsi Sulawesi Tengah

(4)

4

1.1.2. MisiBank Indonesia

Mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan.

1.1.3. Visi Bank Indonesia

Menjadi lembaga Bank sentral yang dapat di percaya (kredibel) secara Nasional maupun Internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.

1.1.4. Satuan Kerja di Bank Indonesia

a. Moneter

Tugas dan wewenang satuan kerja Moneter dapat di rinci sebagai berikut: 1) Riset Ekonomi dan Moneter

2) Statistik ekonomi dan Moneter 3) Pengelolaan Devisa

4) Pengelolaan Moneter Internasonal.

b. Perbankan

Tugas dan wewenang satuan kerja Perbankan dapat di rinci sebagai berikut:

1) Penelitian dan Pengaturan 2) Pengawasan Bank Umum 3) Pengawasan BPR

4) Pengawasan Bank Syariah 5) Perjanjian dan Informasi Bank 6) Investigasi dan Mediasi Kredit.

(5)

5 c. Sistem Pembayaran

Tugas dan wewenang satuan kerja LNPK dan Operasional Kas dapat di rinci sebagai berikut:

1) Pengedaran Uang

2) Akunting dan Sistem Pembayaran

1.1.5. Nilai Strategis

Nilai-nilai yang menjadi dasar BI, manajemen dan pegawai untuk bertindak dan berperilaku dalam rangka mencapai misi dan visinyayang terangkum dalam nilai strtegis, terdiri dari kompetensi, akuntabilitas, dan kebersamaan (kita kompak).

1.1.6. Produk dan Dasar Operasional di Bank Indonesia

a. Membuat kebijakan dan Ketentuan di bidang perbankan. b. Sistem Pembayaran Non- Tunai (Kliring, Bi-SOSA, BI-RTGS). c. Memberikan Perizinan untuk mendirikan Bank.

(6)

6 Kelompok Pemberdayaan Sektor Rill, dan UMKM (KPSRU) 1.2. UNIT TEMPAT PKL

1.2.1. Struktur Organisasi Tempat PKL

Gambar 1.2.1.

Struktur Organisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

Sumber :Sekertariat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

a. Deskripsi Pekerjaan :

Struktur organisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengahterdapat jabatan-jabatan berikut, dan deskripsi pekerjaannya :

1) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah KEPALA PERWAKILAN BANK INDONESIA

PROVINSI SULAWESI TENGAH

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

(Bidang Ekonomi Moneter)

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

(Bidang Sistem Pembayaran & Manajemen Intern)

Kelompok Kajian, Statistik, dan Survei (KKSS) Kelompok Pengawas Bank (TIMPB) Seksi Layanan Nasabah dan Penyelengara Kliring (LNPK) Seksi Sumber Daya (SUMBER DAYA) Seksi Operasional KAS (KAS)

(7)

7

Pemimpin Bank Indonesia ini bertugas memimpin pelaksanaan kegiatan operasional khususnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah.

2) Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (Bidang Ekonomi Moneter)

Tugasnya adalah memimpin dan mengontrol Bidang Ekonomi Moneter.

3) Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern)

Tugasnya adalah memimpin dan mengontrol Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern.

4) Kelompok Kajian, Statistik, dan Survei (KKSS)

KKSS tugasnya adalah menyebarkan/mencari informasi dimasyarakat demikestabilan Inflasi dengan cara :

a. Melakukan survei rutin

1) Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), yang dilaksanan setiap tiga bulan (triwulanan).

2) Survei Konsumen (SK), yang dilaksanakan setiap bulan (bulanan).

3) Survei Remitansi TKI, yang dilaksanakan setiap tiga bulan (triwulanan).

4) Survei Pemantauan Harga (SPH), yang dilaksanakan setiap minggu atau setiap dua minggu untuk barang yang harganya bersifat fluktuatif, dan dilaksanakan setiap bulan untuk barang yang harganya bersifat stabil.

b. Melakukan/menyusun laporan perkembangan Ekonomi

(8)

8 setiap enam bulan.

2) Kajian Ekonomi Regional (KER), yang dilakukan setiap bulan:  Penyusunan kajian/penelitian, setiap satu tahun dlakukan

penelitian.

 Penata usaha laporan Bank Umum.  Melakukan kegiatan kehumasan.

5) Kelompok Pemberdayaan Sektor Rill dan UMKM (KPSRU) Melakukan kajian/penelitian :

a. Penelitian mengenai komoditas unggulandi setiap kota/kabupaten dalam wilayahkerja.

b. Lending model (analisis kelayakan bisnis).

c. Melakukan fasilitasi Usaha Makro Kecil Menengah dan Perbankan.

6) Kelompok Pengawas Bank (KPB)

Melakukan Pengwasan terhadap Bank Umum atau Bank Perkreditan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Perbankan.

7) Layanan Nasabah dan Penyelengara Kliring (LNPK)

Sebuah Unit atau kelompok yang memudahkan nasabah dalam melakukan Sistem pembayaran Non-Tunai, dengan cara :

a. Kliring

Kliring adalah pertukaran warkatatau data keuangan elektronik antar bank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, cepat, aman, dan handal maka Bank Indonesia menerapkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dapat mengakomodir transfer kredit antar bank ke seluruh wilayah

(9)

9

Indonesia tanpa kewajiban melakukan pertukaran fisik warkat. Sistem ini biasanya dilakukan untuk transfer kredit.

b. BI-RTGS (Bank Indonesia- Real Time GrossSettlement)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah juga sudah mengimplementasikan sistem layanan transfer dana antar bank seketika, yang dikenal dengan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement atau BI-RTGS. Sistem ini lebih memudahkan masyarakat dalam pengiriman dana dalam jumlah besar atau bersifat mendesak.

c. BI SOSA (Sentralisasi Otomasi System Accounting)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menunjang kelancaran pelayanan jasa Bank Indonesia secara tertib dan seragam, dalam melakukan/menerapakan transaksi-transaksi antar sistem.

8) Seksi Operasional KAS (KAS)

Bertanggung jawab atas ketersediaan uang dalam jumlah dan komposisi pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah. Selain itu, harus menjaga agar uang yang beredar di masyarakat selalu dalam kondisi baik dan layak edar.

9) Sumber Daya(Sumber Daya)

Seksi sumber daya dibagimenjadi tiga bagian, yaitu: 1. Bagian Sumber Daya

a) Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penerimaan, penempatan, pengembangan, pembinaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(10)

10

c) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai sesuai dengan kewenangan.

d) Melakukan kegiatan yang terkait dengan sistempemeliharaan pegawai (gaji, insentif, manfaat, dan fasilitas lainnya).

e) Membuat laporan berkala yang berkaitan dengan kepegawaian. f) Mengatur kearsipan surat yang keluar dan masuk.

g) Mengatur protokol terutama untuk kegiatan pimpinan. h) Kesehatan pegawai dan pensiunan.

2. Bagian Logistik

a) Menatausahakan dan melaksanakan pengadaan barang dan jasa. b) Melaksanakan pemeliharaan gedung, inventaris kantor, rumah

dinas, rumah istirahat, dan perabotnya serta sarana yang lainnya. c) Melaksanakan penghapusan barang-barang inventaris dan

kendaraan.

d) Membuat laporan berkala yang berkaitan dengan kegiatan kelogistikan.

3. Bagian Pengamanan

Menjaga keamanan gedung Kantor Bank Indonesia dan Rumah Dinas.

b. Divisi Penempatan Magang

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Palu, merupakan kantor Perwakilan Bank Indonesia area Sulawesi Tengah yang terdiri dari beberapa divisi/unit, yaitu : KKSS, KPRSU, LNPK, Tim PB, Operasional KAS, dan Sumber Daya.

Di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah ini, Penulis ditempatkan di lima Divisi penempatan kerja, dengan masa kerja enam hari di setiap divisi/unitnya, yaitu: KKSS, KPSRU, LNPK, Tim PB, dan Sumber Daya.

(11)

11

1.3. Lokasi Praktika Kerja Lapangan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

Alamat : Jl. DR. Sam Ratulangi NO.23, Palu (Sul-Teng), Indonesia No Telp. : 0451- 421181

Fax : 0451- 421180

Kode Pos : 94111

Gambar 1.3.

Lokasi Kantor Perwaklian Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

Sumber : Kelompok Kajian Statistik dan Survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah

Referensi

Dokumen terkait

tahun 2015 pegawai kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dituntut untuk mencapai target kerja yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya sehingga para

peningkatkan disiplin kerja aparatur pada Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah adalah merupakan suatu proses pengelompokan aparatur dalam

harapan pelanggan bila ditinjau dari  keseluruhan dimensi kualitas pelayanan, maka perlu dilakukan evaluasi dari pelanggan dan kinerja pegawai Telkom useetv Sulawesi

Untuk mewujudkan visi tersebut, Deputi Bidang Operasi SAR mempunyai misi yaitu “Merumuskan kebijakan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan operasi SAR yang efisien dan

Adapun tujuan penyusunan Renstra ini adalah sebagai berikut: a Terjabarkannya lebih lanjut visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta kebijakan lainnya dengan

Sebagai penjabaran untuk mewujudkan Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat melalui pelaksanaan misi keempat RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016-2021 yaitu

Hal ini terlihat bahwa masih rendahnya tingkat kinerja pegawai pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah” “Aparatur Sipil Negara yang sadar akan

Melalui instrumen regulasi maupun pembentukan badan wakaf Indonesia perwakilan Daerah khususnya badan wakaf Indonesia perwakilan Daerah Provinsi Gorontalo diharapkan agar