Pengambangan Program Pembangunan
Pengambangan Program Pembangunan
SDM dalam Rencana Kerja Pembangunan
SDM dalam Rencana Kerja Pembangunan
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat
BAPPENAS
Disampaikan pada Rapat Koordinasi Teknis PMT-AS Jakarta, 15 September 2005
AGENDA PEMBANGUNAN
AGENDA PEMBANGUNAN
2005
2005
-
-
2009
2009
Mewujudkan Indonesia am an dan damai Meningkatkan kesejahteraan ra kyatMewujudkan Indonesia adil dan demo
KERANGKA PENYUSUNAN RKP
KERANGKA PENYUSUNAN RKP
TEMA PEMBANGUNAN
Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
PRIORITAS 1 PRIORITAS 2 PRIORITAS 3 PRIORITAS 4 PRIORITAS 5 PRIORTAS 6 PRIORITAS 7
Pengarusutamaan partisipasi
Pengarusutamaan gender
Pengarusutamaan pelestarian lingkungan hidup dan SDA
Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai
Tema Pembangunan 2006-2009 Prioritas-Prioritas Pembangunan • Sasaran • Arah Kebijakan • Kegiatan-kegiatan
Pokok dalam program Pembangunan
Alokasi APBN
KONDISI UMUM
• Pencapaian Pembangunan • Masalah dan Tantangan
Visi Misi Presiden yang telah dituangkan dalam
RPJMN 2004-2009
ALUR PENYUSUNAN RKP
MASALAH
Kemiskinan tinggi : 16,7% tahun 2004
Pengangguranterbuka tinggi : 9,9% tahun 2004
Akses dan kualitas pendidikan dan kesehatan masih rendah
Iklim investasi tidak kondusif dan daya saing ekspor melemah
Struktur industri lemah, produktivitas pertanian rendah
Jumlah dan mutu infrastruktur belum memadai
Potensi berbagai gangguan keamanan masih tinggi
Kepastian dan penegakan hukum rendah, kinerja birokrasi lemah dan korupsi
Bencana Tsunami di Aceh dan Nias
TANTANGAN Globalisasi semakin pesat Desentralisasi belum berjalan sesuai harapan
Sumber dana terbatas, SDA menurun RKP 2006 Tema : Menyelesaikan Reformasi Menyeluruh untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Prioritas Pembangunan Nasional 2006
• Penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan • Peningkatan kesempatan kerja, investasi, dan
ekspor
RPJMN 2004 – 2009
• Indonesia aman dan damai • Indonesia adil dan demokratis • Meningkatkan kesejahteraan rakyat
• Penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan reformasi birokrasi
• Penguatan kemampuan pertahanan,
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2006
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2006
merupakan pelaksanaan tahun ke dua dari
merupakan pelaksanaan tahun ke dua dari
RPJMN 2004
RPJMN 2004
–
–
2009
2009
Ditentukan berdasarkan tema pembangunan
Ditentukan berdasarkan tema pembangunan
dan ditetapkan prioritas pembangunan nasional
dan ditetapkan prioritas pembangunan nasional
tahunan
tahunan
Prioritas disusun berdasarkan pada:
Prioritas disusun berdasarkan pada:
•
•
Pencapaian sasaran
Pencapaian sasaran
-
-
sasaran
sasaran
•
•
Penting dan mendesak dilaksanakan
Penting dan mendesak dilaksanakan
•
•
Merupakan tugas pemerintah
Merupakan tugas pemerintah
RKP 2006
Fungsi RKP
Fungsi RKP
Menjadi acuan bagi seluruh komponen
Menjadi acuan bagi seluruh komponen
bangsa, karena memuat seluruh kebijakan
bangsa, karena memuat seluruh kebijakan
publik;
publik;
Menjadi pedoman dalam menyusun APBN,
Menjadi pedoman dalam menyusun APBN,
karena memuat arah kebijakan
karena memuat arah kebijakan
pembangunan nasional satu tahun;
pembangunan nasional satu tahun;
Menciptakan kepastian kebijakan, karena
Menciptakan kepastian kebijakan, karena
merupakan komitmen Pemerintah
Prioritas
Prioritas
-
-
Prioritas Pembangunan 2006
Prioritas Pembangunan 2006
P
P
enanggulangan kemiskinan dan kesenjangan
enanggulangan kemiskinan dan kesenjangan
P
P
eningkatan kesempatan kerja, investasi dan
eningkatan kesempatan kerja, investasi dan
ekspor
ekspor
R
R
evitalisasi pertanian dan perdesaan
evitalisasi pertanian dan perdesaan
Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas
Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas
Pendidikan dan Kesehatan
Pendidikan dan Kesehatan
Penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan
Penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan
reformasi birokrasi
reformasi birokrasi
Pemantapan keamanan dan ketertiban serta
Pemantapan keamanan dan ketertiban serta
penyelesaian konflik
penyelesaian konflik
Pembangunan SDM
Taraf pendidikan dan kualitas kesehatan penduduk
menunjukkan kemajuan yang penting, yang antara lain dapat dilihat pada:
• Angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia
7-12 tahun hampir 100 %, penduduk usia 13-15 tahun sebesar 82,2 %; dan penduduk usia 16-18 tahun sebesar 53,2 %;
• Angka kematian bayi menurun dari 46 (1997)
menjadi 35 per 1.000 kelahiran hidup (2002-2003);
• Cakupan universal child immunization (UCI) di
Kondisi Umum
Kondisi Umum
Namun demikian, kualitas SDM Indonesia masih
relatif rendah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) peringkat 111 dari 177 negara. IPM
merupakan komposit dari:
• Angka harapan hidup: 66,6 tahun,
• Angka melek aksara penduduk > 15 th: 87,9 % • Angka partisipasi kasar pendidikan dasar sd
tinggi: 65 %
• Pendapatan Domestik Bruto per kapita: US$ 3.230 (purchasing power parity)
Permasalahan
Permasalahan
Penduduk Indonesia masih menghadapi kesulitan
untuk mengakses serta mengalami rendahnya kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Pendidikan:
• pelayanan menjangkau seluruh kelompok masyarakat.
• Ketimpangan antar kelompok masyarakat masih tinggi
• Kualitas pendidikan masih rendah
• Tantangan: desentralisasi pendidikan belum sepenuhnya terlaksana.
status kesehatan masyarakat, terutama penduduk miskin masih rendah
disparitas status kesehatan juga masih tinggi.
Beban ganda: penyakit infeksi menular dan peningkatan
penyakit tidak menular.
Kapasitas pelayanan kesehatan masih rendah Tenaga kesehatan masih terbatas.
Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup
bersih dan sehat;
R\rendahnya kondisi kesehatan lingkungan;
Prioritas peningkatan Aksesibilitas dan
Kualitas Pendidikan dan Kesehatan.
Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan
dan kesehatan merupakan mandat konstitusi.
Pendidikan dan kesehatan merupakan salah satu
pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas
manusia
Kesepakatan internasional (EFA, CRC, MDGs)
menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan
untuk penanggulangan kemiskinan, peningkatan
keadilan dan kesetaraan gender, pemahaman
nilai-nilai budaya dan multikulturalisme, serta keadilan
sosial.
Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas
Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas
Pendidikan dan Kesehatan
Pendidikan dan Kesehatan
Sasaran
Sasaran
MMendukung peningkatan derajat kesehatan dan taraf endukung peningkatan derajat kesehatan dan taraf
pendidikan masyarakat melalui peningkatan akses,
pendidikan masyarakat melalui peningkatan akses,
terutama penduduk miskin, terhadap pelayanan
terutama penduduk miskin, terhadap pelayanan
pendidikan dan kesehatan yang berkualitas
Sasaran Khusus
Sasaran Khusus
a. Meningkatnya Persentase Penduduk yang Dapat Mengakses Pelayanan Pendidikan
b. Menurunkan Angka Buta Aksara
c. Meningkatnya Akses Masyarakat untuk Mendapatkan Pendidikan Kecakapan Hidup;
d. Meningkatnya Keadilan dan Kesetaraan Pendidikan antar Kelompok Masyarakat termasuk
e. Meningkatnya Kualitas dan Relevansi Pendidikan;
f. Meningkatnya Proporsi Keluarga yang Hidup secara Bersih dan Sehat; g. Meningkatnya Proporsi Masyarakat untuk Memperoleh Pelayanan
Kesehatan
h. Menurunnya Angka Kesakitan dan Kematian Akibat Penyakit Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis Paru, Diare, dan
HIV/AIDS;
i. Menurunnya Prevalensi Kurang Gizi pada Balita; dan j. Meningkatnya Ketersediaan Obat Esensial Nasional.
ARAH KEBIJAKAN
Sebagai salah satu pilar terpenting dalam upaya untuk
mewujudkan SDM yang
berkualitas, pembangunan pendidikan dan kesehatan
diarahkan untuk meningkatkan
pemerataan dan keterjangkauan serta kualitas
pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Perhatian khusus diberikan pada pelayanan bagi
masyarakat miskin dan penduduk di
daerah tertinggal, perbatasan dan daerah bencana.
Secara lebih rinci arah kebijakan
A. Meningkatkan Pemerataan dan Keterjangkauan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan
1. Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang bebas biaya bagi penduduk miskin
2. Peningkatan intensitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan fungsional
3. Perluasan dan pemerataan pendidikan menengah jalur formal dan non formal
4. Menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat dengan memberikan akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang dapat terjangkau
5. Peningkatan jumlah dan jaringan puskesmas melalui
pembangunan, perbaikan, dan pengadaan peralatan medis dan non-medis Puskesmas dan jaringannya terutama di daerah
bencana, perbatasan dan tertinggal; serta
B. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas pendidik dan tenaga kependidikan terutama untuk menggganti banyaknya
pendidik yang pensiun
2. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan
3. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
peningkatan kualitas pendidikan seperti perpustakaan dan labolatorium;
4. Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar;
model-C. Meningkatkan Relevansi dengan Kebutuhan
Pembangunan
1. Penyeimbangan dan penyerasian jumlah dan jenis program studi pendidikan sesuai tuntutan kebutuhan
2. Peningkatan intensitas pendidikan non formal dalam rangka mendukung upaya penurunan jumlah
pengangguran dan peningkatan produktivitas tenaga kerja;
3. Peningkatan intensitas penelitian dan pengembangan iptek tepat guna oleh perguruan tinggi
D. Memperkuat Manajemen Pelayanan Pendidikan
Penyiapan sistem pembiayaan pendidikan yang
berbasis siswa (student-based financing) atau berbasis formula (formula-based financing)
Penguatan pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan
Peningkatan peran serta masyarakat dalam
pembangunan pendidikan termasuk dalam pembiayaan pendidikan, penyelenggaraan pendidikan berbasis
E. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
1. Peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat antara lain meliputi peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk
menumbuhkan perilaku hidup sehat, pengawasan kualitas lingkungan, dan pengembangan kesehatan sistem kewilayahan, dan
2. Peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat
sejak usia dini antara lain meliputi pengembangan media promosi kesehatan dan teknologi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), dan pengembangan upaya
Peningkatan Akses Masyarakat terhadap
Layanan Kesehatan yang Lebih Berkualitas
Sistematika
Sistematika
A.
A.
Kondisi Umum
Kondisi Umum
B.
B.
Sasaran Pembangunan Tahun 2006
Sasaran Pembangunan Tahun 2006
C.
C.
Arah Kebijakan Tahun 2006
Arah Kebijakan Tahun 2006
D.
A. KONDISI UMUM
A. KONDISI UMUM
Pembangunan Kesehatan:
Pembangunan Kesehatan:
¾
¾
M
M
emenuhi salah satu hak dasar rakyat
emenuhi salah satu hak dasar rakyat
¾
¾
I
I
nvestasi untuk peningkatan kualitas
nvestasi untuk peningkatan kualitas
sumber daya manusia
sumber daya manusia
¾
¾
M
M
endukung pembangunan ekonomi
endukung pembangunan ekonomi
¾
•
Kematian bayi dan balita menurun dengan cepat.•
Tahun-tahun mendatang kecepatan ini diperkirakan akan berkurang, karena tingkat kematian yang rendah sulit diturunkan secara drastisKecenderungan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKBA)
81 58 46 68 57 46 35 97 0 20 40 60 80 100 120 p e r 1000 kel ah ir an h id u p U5MR IMR
Kematian Ibu mengalami penurunan. Tapi dengan kecenderungan seperti ini, akan sulit mencapai target MDG tanpa upaya ekstra
Kecenderungan Angka Kematian Ibu (AKI)
390 334 307 Target MDG 0 100 200 300 400 500 1990 1995 2000 2005 2010 2015 p e r 100. 000 kel ah ir an hidup
Usia
Usia
Harapan Hidup
Harapan Hidup
terus meningkat dari
terus meningkat dari
45,7 tahun (1967) menjadi 66,2 tahun (2002)
45,7 tahun (1967) menjadi 66,2 tahun (2002)
45.7 52.2 59.8 61.5 62.3 62.7 63.5 63.9 64.3 64.3 64 66.2 0 10 20 30 40 50 60 70 us ia ( ta hun)
Persentase kelahiranyang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih 40.8 56 66.9 68.5 47.2 49.7 49.2 56.3 63.1 66.7 National target 90 % by 2010 0 20 40 60 80 100 %
Persalinan oleh tenaga kesehatan: menunjukkan trend
yang terus membaik. Persalinan ini sangat mempengaruhi angka kematian Ibu dan bayi sekaligus.
Cakupan imunisasi juga cenderung meningkat,
Cakupan imunisasi juga cenderung meningkat,
namun peningkatannya belum optimal.
namun peningkatannya belum optimal.
Proporsi anak usia 12-23 bulan yang diimunisasi campak 62,5 70,9 71,6 57,5 Target nasional 90 0 20 40 60 80 100 %
•
•
Kekurangan gizi cenderung menurun
Kekurangan gizi cenderung menurun
namun pada tahun
namun pada tahun
-
-
tahun terakhir, terjadi
tahun terakhir, terjadi
stagnasi.
stagnasi.
Prevalensi underweight Balita
MDG target =18.3% 0 20 40 60 80 100 1989 1994 1999 2004 2009 2014 %
Moderate and severe underweight
Status kesehatan cenderung membaik, tetapi
Status kesehatan cenderung membaik, tetapi
dibanding negara tetangga di ASEAN, kita
dibanding negara tetangga di ASEAN, kita
masih jauh tertinggal
masih jauh tertinggal
30
30
8
8
Malaysia
Malaysia
36
36
28
28
Thailand
Thailand
170
170
38
38
Filipina
Filipina
95
95
39
39
Vietnam
Vietnam
380
380
45
45
Indonesia
Indonesia
Angka KematianAngka Kematian Ibu**Ibu** Th
Th 8585--20002000
Angka Kematian
Angka Kematian Bayi*Bayi* Th
Th 20022002
Negara
Negara
Lanjutan Kondisi Umum
Lanjutan Kondisi Umum
…
…
.
.
Permasalahan dan Tantangan
Permasalahan dan Tantangan
:
:
¾
¾
Tingginya disparitas status kesehatan
Tingginya disparitas status kesehatan
¾
¾
Status kesehatan penduduk miskin
Status kesehatan penduduk miskin
masih rendah:
masih rendah:
Penyakit infeksi yang merupakan
Penyakit infeksi yang merupakan
penyebab kematian utama pada bayi dan
penyebab kematian utama pada bayi dan
balita lebih sering terjadi pada penduduk
balita lebih sering terjadi pada penduduk
miskin;
miskin;
Penduduk miskin belum terjangkau oleh
Penduduk miskin belum terjangkau oleh
sistem jaminan/asuransi kesehatan
DiparitasDiparitas statusstatus kesehatan antara golongan kayakesehatan antara golongan kaya dan dan
miskin
miskin:: Kematian BayiKematian Bayi dandan Balita golongan miskinBalita golongan miskin 4 kali4 kali lebih tinggi dari golongan kaya
lebih tinggi dari golongan kaya..
109
109
78.1
78.1
Strata 1 (
Strata 1 (TermiskinTermiskin))
29.2
29.2
23.3
23.3
Strata 5 (
Strata 5 (TerkayaTerkaya))
51.6 51.6 39.4 39.4 Strata 4 Strata 4 69.5 69.5 51.4 51.4 Strata 3 Strata 3 76.5 76.5 57.3 57.3 Strata 2 Strata 2 AKBA AKBA AKB AKB Strata
Strata EkonomiEkonomi
Semakin miskin,
Presentase Ibu Melahirkan Dibantu dengan Tenaga Presentase Ibu Melahirkan Dibantu dengan Tenaga
Persalinan
Persalinan yang yang TerlatihTerlatih:: akses masyarakat miskin akses masyarakat miskin jauh lebih rendah
jauh lebih rendah
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Persentase Ibu Melahirkan dengan Pertolongan
Lanjutan permasalahan
Lanjutan permasalahan
……
……
..
..
¾
¾
Terjadinya beban ganda penyakit
Terjadinya beban ganda penyakit
¾
¾
Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan
Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan juga masih rendah:
pelayanan kesehatan juga masih rendah:
RataRata--rata setiap 100.000 penduduk baru dapat rata setiap 100.000 penduduk baru dapat
dilayani oleh 3,5 puskesmas (2002);
dilayani oleh 3,5 puskesmas (2002);
Selain jumlahnya yang kurang, kualitas, Selain jumlahnya yang kurang, kualitas,
pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan di puskesmas masih menjadi kendala;
kesehatan di puskesmas masih menjadi kendala;
dan
dan
Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua
kabupaten/kota, namun kualitas pelayanan
kabupaten/kota, namun kualitas pelayanan
sebagian besar RS pada umumnya masih di
¾
¾
Kekurangan pada hampir semua jenis tenaga
Kekurangan pada hampir semua jenis tenaga
kesehatan yang diperlukan. Pada tahun 2001,
kesehatan yang diperlukan. Pada tahun 2001,
diperkirakan per 100.000 penduduk baru
diperkirakan per 100.000 penduduk baru
dapat dilayani oleh 7,7 dokter umum, 2,7
dapat dilayani oleh 7,7 dokter umum, 2,7
dokter gigi, 3,0 dokter spesialis, dan 8,0
dokter gigi, 3,0 dokter spesialis, dan 8,0
bidan.
bidan.
¾
¾
Jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan
Jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan
masyarakat masih belum memadai:
masyarakat masih belum memadai:
lebih dari dua per tiga dokter spesialis berada
lebih dari dua per tiga dokter spesialis berada
di Jawa dan Bali.
di Jawa dan Bali.
Disparitas rasio dokter umum per 100.000
Disparitas rasio dokter umum per 100.000
penduduk antar wilayah juga masih tinggi dan
penduduk antar wilayah juga masih tinggi dan
berkisar dari 2,3 di Lampung hingga 28,0 di DI
berkisar dari 2,3 di Lampung hingga 28,0 di DI
Yogyakarta.
Yogyakarta.
Lanjutan permasalahan
B. SASARAN PEMBANGUNAN
B. SASARAN PEMBANGUNAN
TAHUN 2006
TAHUN 2006
Sasaran Umum
Sasaran Umum
¾
¾ Mendukung peningkatan derajat kesehatan Mendukung peningkatan derajat kesehatan
masyarakat melalui peningkatan akses
masyarakat melalui peningkatan akses
masyarakat, terutama penduduk miskin,
masyarakat, terutama penduduk miskin,
terhadap pelayanan kesehatan
terhadap pelayanan kesehatan
¾
¾
Sasaran Khusus
Sasaran Khusus
1.
1. Meningkatnya proporsi keluarga yang Meningkatnya proporsi keluarga yang berperilaku hidup bersih dan sehat;
berperilaku hidup bersih dan sehat;
2.
2. Meningkatnya proporsi keluarga yang memiliki Meningkatnya proporsi keluarga yang memiliki akses terhadap sanitasi dan air bersih;
akses terhadap sanitasi dan air bersih;
3.
Lanjutan Sasaran
Lanjutan Sasaran
………
………
.
.
4.
4. Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal, Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal, postnatal dan neonatal;
postnatal dan neonatal;
5.
5. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke Puskesmas;
penduduk miskin ke Puskesmas;
6.
6. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke rumah sakit;
penduduk miskin ke rumah sakit;
7.
7. Meningkatnya cakupan imunisasiMeningkatnya cakupan imunisasi 8.
8. Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD),
penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD),
tuberkulosis paru, diare, dan HIV/AIDS;
tuberkulosis paru, diare, dan HIV/AIDS;
9.
9. Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita; Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita; 10.
10. Meningkatnya pemerataan tenaga kesehatan;Meningkatnya pemerataan tenaga kesehatan; 11.
12.
12.
Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana
Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana
produksi dan disitribusi produk terapetik/obat,
produksi dan disitribusi produk terapetik/obat,
obat tradisional, kosmetik, perbekalan kesehatan
obat tradisional, kosmetik, perbekalan kesehatan
rumah tangga, produk komplemen dan produk
rumah tangga, produk komplemen dan produk
pangan;
pangan;
13.
13.
Meningkatnya penelitian dan pengembangan
Meningkatnya penelitian dan pengembangan
tanaman obat asli Indonesia;
tanaman obat asli Indonesia;
14.
14.
Meningkatnya jumlah peraturan dan perundang
Meningkatnya jumlah peraturan dan perundang
-
-undangan di bidang pembangunan kesehatan yang
undangan di bidang pembangunan kesehatan yang
ditetapkan; dan
ditetapkan; dan
15.
15.
Meningkatnya jumlah penelitian dan
Meningkatnya jumlah penelitian dan
pengembangan di bidang pembangunan kesehatan.
pengembangan di bidang pembangunan kesehatan.
Lanjutan SasaranC. ARAH KEBIJAKAN
C. ARAH KEBIJAKAN
PEMBANGUNAN TAHUN 2006
PEMBANGUNAN TAHUN 2006
1.1. Meningkatkan Meningkatkan pemerataan dan keterjangkauanpemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan melalui peningkatan jumlah,
pelayanan kesehatan melalui peningkatan jumlah,
jaringan dan kualitas puskesmas; dan
jaringan dan kualitas puskesmas; dan
pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk
pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk
miskin dengan melanjutkan pelayanan kesehatan
miskin dengan melanjutkan pelayanan kesehatan
gratis di puskesmas dan kelas III rumah sakit;
gratis di puskesmas dan kelas III rumah sakit;
2.
2. Meningkatkan Meningkatkan kualitas pelayanankualitas pelayanan kesehatan kesehatan melalui peningkatan kualitas dan pemerataan
melalui peningkatan kualitas dan pemerataan
fasilitas kesehatan dasar; dan peningkatan
fasilitas kesehatan dasar; dan peningkatan
kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan; dan
kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan; dan
3.
3. Meningkatkan Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehatperilaku hidup bersih dan sehat melalui peningkatan sosialisasi kesehatan
melalui peningkatan sosialisasi kesehatan
lingkungan dan pola hidup sehat; dan peningkatan
D. PROGRAM PEMBANGUNAN
D. PROGRAM PEMBANGUNAN
TAHUN 2006
TAHUN 2006
1.
1.
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat
Masyarakat
2.
2.
Lingkungan Sehat
Lingkungan Sehat
3.
3.
Upaya Kesehatan Masyarakat
Upaya Kesehatan Masyarakat
4.
4.
Upaya Kesehatan Perorangan
Upaya Kesehatan Perorangan
5.
5.
Pencegahan dan Pemberantasan
Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit
Penyakit
6.
Lanjutan Program Pembangunan ...
Lanjutan Program Pembangunan ...
7.
7.
Sumber Daya Kesehatan
Sumber Daya Kesehatan
8.
8.
Obat dan Perbekalan Kesehatan
Obat dan Perbekalan Kesehatan
9.
9.
Pengawasan Obat dan Makanan
Pengawasan Obat dan Makanan
10.
10.
Pengembangan Obat Asli Indonesia
Pengembangan Obat Asli Indonesia
11.
11.
Kebijakan dan Manajemen
Kebijakan dan Manajemen
Pembangunan Kesehatan
Pembangunan Kesehatan
12.
12.
Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan
1. Tingkat kunjungan (visit rate) gakin miskin ke Puskesmas;
2. Pembangunan, perbaikan dan peningkatan Puskesmas dan jaringannya;
3. Pengadaan peralatan medis dan nonmedis Puskesmas dan jaringannya; Upaya Kesehatan Masyarakat 3 3
1. Proporsi keluarga yang memiliki akses thd sanitasi dasar;
2. Proporsi keluarga yang memiliki akses terhadap air bersih;
3. Faktor resiko lingkungan penyebab penyakit dan gangguan kesehatan; dan
4. Jumlah kawasan/wilayah sehat.
Lingkungan Sehat
2
2
1. Proporsi keluarga yang berperilaku hidup bersih dan sehat;
2. Upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat dan gerakan generasi muda
3. Kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan.
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 1 Sasaran Tahunan Sasaran Tahunan Program Program No No
1. Proporsi puskesmas yang memiliki tenaga dokter;
2. Proporsi RS kab/kota memiliki dokter spesialis dasar;
3. Pemerataan tenaga kesehatan;
Sumber Daya Sumber Daya Kesehatan Kesehatan 7 7
1. Prevalensi kurang gizi pada balita;
2. Penanggulangan KEP, AGB, GAKY, KVA, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; dan
3. Jumlah keluarga sadar gizi.
Perbaikan Gizi Perbaikan Gizi Masyarakat Masyarakat 6 6 1. Cakupan imunisasi;
2. Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria, DBD, TB paru, diare, dan HIV/AIDS;
3. Surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah.
Pencegahan Pencegahan dan dan Pemberantasan Pemberantasan Penyakit Penyakit 5 5
1. Tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke RS
2. Pembangunan dan perbaikan rumah sakit;
3. Pengadaan peralatan medis dan nonmedis RS
4. Uji coba pelayanan dokter keluarga.
Upaya Upaya Kesehatan Kesehatan Perorangan Perorangan 4 4 Sasaran Tahunan Sasaran Tahunan Program Program No No
1. Litbang tanaman obat asli Indonesia;
2. Promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia; dan
Pengembanga n Obat Asli Indonesia
10
1. Pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
2. Cakupan pemeriksaan sarana produksi dan disitribusi
produk terapetik/obat, obat tradisional, kosmetik,
perbekalan kesehatan rumah tangga, produk komplemen dan produk pangan;
3. Pengawasan penyalahgunaan NAPZA;
4. Kapasistas laboratorium POM.
Pengawasan Obat dan Makanan
9
1. Ketersediaan dan pemerataan obat esensial nasional;
2. Penggunaan obat generik;
3. Pelayanan kefarmasian yang bermutu di farmasi
komunitas dan rumah sakit; dan
4. Kebijakan harga obat yang dapat terjangkau
Obat dan Perbekalan Kesehatan 8 Sasaran Tahunan Program No
1. Meningkatnya jumlah litbang di bidang pembangunan kesehatan;
2. Meningkatnya jumlah dan mutu SDM litbangkes di
pusat dan daerah;
3. Terlaksananya publikasi hasil litbang kesehatan; dan
4. Meningkatnya sarana dan prasarana litbang
kesehatan.
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
12
1. Sistem perencanaan dan penganggaran;
2. Pengawasan, pelaporan dan penyempurnaan
administrasi keuangan;
3. Jumlah peraturan dan perundang-undangan di bidang
pembangunan kesehatan;
4. Pengembangan sistem informasi kesehatan;
5. Sistem kesehatan daerah; dan
6. Kebijakan jaminan kesehatan u/ masyarakat miskin.
Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan 11 Sasaran Tahunan Program No
KEGIATAN POKOK KEGIATAN POKOK
PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2006 PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2006
1.
1.
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat
Masyarakat
a.
a. Pengembangan media promosi kesehatan dan Pengembangan media promosi kesehatan dan teknologi komunikasi, informasi dan edukasi
teknologi komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE);
(KIE);
b.
b. Pengembangan upaya kesehatan bersumber Pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat, (seperti pos pelayanan terpadu,
masyarakat, (seperti pos pelayanan terpadu,
pondok bersalin desa, dan usaha kesehatan
pondok bersalin desa, dan usaha kesehatan
sekolah) dan generasi muda; dan
sekolah) dan generasi muda; dan
c.
c. Peningkatan pendidikan kesehatan kepada Peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
2.
2.
Lingkungan Sehat
Lingkungan Sehat
a.
a. Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin;
bagi masyarakat miskin; b.
b. Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan; Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan; c.
c. Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan; danPengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan; dan d.
d. Pengembangan wilayah sehat.Pengembangan wilayah sehat.
3.
3.
Upaya Kesehatan Masyarakat
Upaya Kesehatan Masyarakat
a.
a. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya;
jaringannya; b.
b. Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya;
prasarana puskesmas dan jaringannya; c.
c. Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial;
obat generik esensial; d.
d. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup sekurang
sekurang--kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan
anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan
4.
4.
Upaya Kesehatan Perorangan
Upaya Kesehatan Perorangan
a.
a. Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III rumah sakit;
kelas III rumah sakit;
b.
b. Pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit Pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit di daerah bencana dan tertinggal secara selektif;
di daerah bencana dan tertinggal secara selektif;
c.
c. Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit;Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit; d.
d. Pengadaan obat dan perbekalan rumah sakit;Pengadaan obat dan perbekalan rumah sakit; e.
e. Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan; Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan; f.
f. Pengembangan pelayanan dokter keluarga; Pengembangan pelayanan dokter keluarga; g.
g. Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan; Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan; dan
dan
h.
h. Peningkatan peran serta sektor swasta dalam Peningkatan peran serta sektor swasta dalam upaya kesehatan perorangan.
5.
5.
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
a.
a. Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko; Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko; b.
b. Peningkatan imunisasi; Peningkatan imunisasi; c.
c. Penemuan dan tatalaksana penderita; Penemuan dan tatalaksana penderita; d.
d. Peningkatan surveilens epidemiologi dan penanggulangan Peningkatan surveilens epidemiologi dan penanggulangan wabah; dan
wabah; dan e.
e. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.
pencegahan dan pemberantasan penyakit.
6.
6.
Perbaikan Gizi Masyarakat
Perbaikan Gizi Masyarakat
a.
a. Peningkatan pendidikan gizi; Peningkatan pendidikan gizi; b.
b. Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang
besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; c.
c. Penanggulangan giziPenanggulangan gizi-lebih; -lebih; d.
d. Peningkatan surveilens gizi; danPeningkatan surveilens gizi; dan e.
7.
7.
Sumber Daya Kesehatan
Sumber Daya Kesehatan
a.
a. Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan; Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan; b.
b. Peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga Peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui diklat tenaga kesehatan;
kesehatan melalui diklat tenaga kesehatan; c.
c. Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, terutama untuk Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, serta pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, serta rumah sakit kabupaten/kota terutama di daerah terpencil rumah sakit kabupaten/kota terutama di daerah terpencil
dan bencana; dan bencana; d.
d. Pembinaan tenaga kesehatan; dan Pembinaan tenaga kesehatan; dan e.
e. Penyusunan standar kompetensi dan regulasi profesi Penyusunan standar kompetensi dan regulasi profesi kesehatan.
kesehatan.
8.
8.
Obat dan Perbekalan Kesehatan
Obat dan Perbekalan Kesehatan
a.
a. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan; Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan; b.
b. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan; Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan; c.
c. Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan;
kesehatan; d.
9.
9.
Pengawasan Obat dan Makanan
Pengawasan Obat dan Makanan
a.
a. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
berbahaya; b.
b. Peningkatan pengawasan penyalahgunaan narkotika, Peningkatan pengawasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA);
psikotropika, zat adiktif (NAPZA); c.
c. Peningkatan pengawasan mutu, khasiat dan keamanan Peningkatan pengawasan mutu, khasiat dan keamanan produk terapetik/obat, perbekalan kesehatan rumah produk terapetik/obat, perbekalan kesehatan rumah
tangga, obat tradisional, suplemen makanan dan produk tangga, obat tradisional, suplemen makanan dan produk
kosmetika; dan kosmetika; dan d.
d. Penguatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan Penguatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan.
makanan.
10.
10.
Pengembangan Obat Asli Indonesia
Pengembangan Obat Asli Indonesia
a.
a. Pengembangan dan penelitian tanaman obat;Pengembangan dan penelitian tanaman obat; b.
b. Peningkatan promosi pemanfaatan obat bahan alam Peningkatan promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia; dan
11.
11.
Kebijakan dan Manajemen Pembangunan
Kebijakan dan Manajemen Pembangunan
Kesehatan
Kesehatan
a.
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan; Pengkajian dan penyusunan kebijakan; b.
b. Pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran, Pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian, pengawasan dan
pelaksanaan dan pengendalian, pengawasan dan
penyempurnaan administrasi keuangan, serta hukum penyempurnaan administrasi keuangan, serta hukum
kesehatan; kesehatan; c.
c. Pengembangan sistem informasi kesehatan; Pengembangan sistem informasi kesehatan; d.
d. Pengembangan sistem kesehatan daerah; danPengembangan sistem kesehatan daerah; dan e.
e. Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat secara kapitasi dan pra upaya terutama bagi penduduk secara kapitasi dan pra upaya terutama bagi penduduk
miskin yang berkelanjutan. miskin yang berkelanjutan.
12.
12.
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
a.
a. Penelitian dan pengembangan; Penelitian dan pengembangan; b.
b. Pengembangan tenaga peneliti, sarana dan prasarana Pengembangan tenaga peneliti, sarana dan prasarana penelitian; dan
penelitian; dan