• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

(TIDAK DI AUDIT)

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

Neraca Konsolidasi 2

Laporan Laba Rugi Konsolidasi 4

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi 5

Laporan Arus Kas Konsolidasi 6

(3)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008

Catatan 30 September 2009 30 September 2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp '000 Rp '000

AKTIVA

AKTIVA LANCAR

Kas dan setara kas 2f,3 264,014,145 112,229,020 Investasi 2g,4 98,558,878 130,845,068

Piutang usaha 2h,5

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 123,982,976 122,705,909 Pihak ketiga - setelah dikurangi

penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 48.238.562 ribu tahun 2009,

Rp 31.550.324 ribu tahun 2008. 268,109,511 487,349,762 Piutang lain-lain 152,418,963 129,917,762 Persediaan 2i,6 499,467,229 709,072,193 Uang muka 112,705,570 301,369,024 Pajak dibayar dimuka 2n,7 82,533,579 234,654,245 Biaya dibayar dimuka 2j 10,790,234 5,625,405 Jumlah Aktiva Lancar 1,612,581,085 2,233,768,388

AKTIVA TIDAK LANCAR

Piutang kepada pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 8a - 4,397,138 Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi

penyusutan sebesar Rp 2.335.506.870 ribu tahun 2009 dan Rp 2.120.518.964 ribu tahun

tahun 2008. 2k,9 2,082,264,239 2,324,673,721 Uang muka pembelian aset tetap 125,272,018 -Uang jaminan yang dapat diterima kembali 3,274,597 2,731,179 Jumlah Aktiva Tidak Lancar 2,210,810,854 2,331,802,038

JUMLAH AKTIVA 3,823,391,939 4,565,570,426

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(4)

-Catatan 30 September 2009 30 September 2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp '000 Rp '000

KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR

Hutang usaha

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2d 2,218,014 1,307,958 Pihak ketiga 10 196,696,005 351,188,535 Hutang lain-lain 30,648,412 27,350,417 Hutang pajak 2n,11 6,403,165 194,793,637 Hutang dividen 130,348 130,348 Biaya yang masih harus dibayar 12 96,968,292 66,756,958 Uang muka penjualan 11,171,618 33,193,003 Hutang jangka panjang yang jatuh tempo

dalam satu tahun

Bank 13 8,761,696 63,921,665 Wesel bayar 14 1,053,844,611 374,683,152 Jumlah Kewajiban Lancar 1,406,842,161 1,113,325,673

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2n,24 125,158,077 189,346,977 Hutang jangka panjang - setelah dikurangi

bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun

Bank 13 516,714,645 497,990,886 Wesel bayar 14 - 643,936,073 Hutang kepada pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 8b 648,455,862 648,455,862 Kewajiban imbalan pasca kerja 2l 71,921,371 64,324,660 Goodwill negatif - bersih 675,249 803,452 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 1,362,925,204 2,044,857,910

HAK MINORITAS ATAS AKTIVA

BERSIH ANAK PERUSAHAAN 654,468 693,873 EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 8.500.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor -

3.889.179.559 saham tahun 2009

dan tahun 2008 15 1,944,589,780 1,944,589,780 Tambahan modal disetor 16 65,000,000 65,000,000 Selisih nilai transaksi restrukturisasi

entitas sepengendali 2o,17 442,841,881 442,841,881 Selisih transaksi perubahan ekuitas

anak perusahaan 18 105,615,407 105,660,777 Laba (rugi) belum direalisasi dari pemilikan efek (24,456,523) 9,147,836 Defisit (1,480,620,439) (1,160,547,304) Jumlah Ekuitas 1,052,970,106 1,406,692,970

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 3,823,391,939 4,565,570,426

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(5)

-PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008

2009 2008

Catatan (Sembilan bulan) (Sembilan bulan) Rp '000 Rp '000

PENJUALAN BERSIH 2m,19 2,279,585,883 3,416,715,067

BEBAN POKOK PENJUALAN 2m,20 2,320,780,454 3,151,970,692

LABA (RUGI) KOTOR (41,194,571) 264,744,375

BEBAN USAHA 2m,21

Penjualan 18,244,799 32,134,449 Umum dan administrasi 46,684,798 49,346,553 Jumlah Beban Usaha 64,929,597 81,481,002

LABA (RUGI) USAHA (106,124,168) 183,263,373 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih 2c 112,710,197 (1,393,114) Penghasilan bunga 22 2,265,876 2,962,514 Beban bunga dan keuangan 23 (19,114,160) (21,007,494) Lain-lain - bersih 59,913,191 8,221,685 Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih 155,775,104 (11,216,409)

LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK 49,650,936 172,046,964 BEBAN PAJAK 2n,24 (10,754,402) (76,560,732) LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS

LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 38,896,534 95,486,232

HAK MINORITAS ATAS RUGI BERSIH

ANAK PERUSAHAAN 38,954 135,764 LABA (RUGI) BERSIH 38,935,488 95,621,996 LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR

(Dalam Rupiah penuh) 2p 10 25 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(6)

-Laba (rugi) bersih Selisih nilai transaksi Selisih transaksi belum direalisasi dari

Modal Agio restrukturisasi entitas perubahan ekuitas pemilikan efek tersedia Defisit Jumlah ekuitas Catatan disetor saham sepengendali anak perusahaan untuk dijual

Rp' 000 Rp' 000 Rp' 000 Rp' 000 Rp' 000 Rp' 000 Rp' 000 Saldo per 1 Januari 2008 1,944,589,780 65,000,000 442,841,881 105,660,777 7,319,171 (1,256,169,300) 1,309,242,309 Laba belum direalisasi dari kenaikan nilai efek 2g,4 - - - - 1,828,665 - 1,828,665 Laba bersih periode berjalan - - - 95,621,996 95,621,996 Saldo per 30 September 2008 1,944,589,780 65,000,000 442,841,881 105,660,777 9,147,836 (1,160,547,304) 1,406,692,970

Saldo per 1 Januari 2009 1,944,589,780 65,000,000 442,841,881 105,615,407 (27,329,327) (1,519,555,927) 1,011,161,814 Laba belum direalisasi dari kenaikan nilai efek 2g,4 - - - - 2,872,804 - 2,872,804 Laba bersih periode berjalan - - - 38,935,488 38,935,488 Saldo per 30 September 2009 1,944,589,780 65,000,000 442,841,881 105,615,407 (24,456,523) (1,480,620,439) 1,052,970,106

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

(7)

-PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) Rp '000 Rp '000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 2,359,000,364 3,640,982,698 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (2,176,663,053) (3,459,030,241) Kas dihasilkan dari operasi 182,337,311 181,952,457 Pembayaran bunga dan beban keuangan (17,275,109) (21,039,306) Penerimaan restitusi pajak 51,830,682 86,467,945 Pembayaran pajak penghasilan (79,787,737) (88,471,811) Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 137,105,147 158,909,285

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penempatan investasi - (62,937,000) Penerimaan bunga 2,265,846 1,042,005 Hasil penjualan aktiva tetap 247,500 -Perolehan aktiva tetap 25,816,000 (74,351,631) Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi 28,329,346 (136,246,626)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Kenaikan (penurunan) bersih hutang kepada bank - (9,730,738) Kenaikan ( penurunan ) bersih hutang kepada

pihak yang mempunyai hubungan istimewa (386,153) 9,917,000 Pembayaran wesel bayar jangka panjang (27,363,990) -Kas Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan (27,750,143) 186,262

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN

SETARA KAS 137,684,350 22,848,921 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 162,075,794 87,985,596

Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (35,745,999) 1,394,503

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 264,014,145 112,229,020

(8)

-- 7 -- 1. UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT. Polychem Indonesia Tbk (Perusahaan), didirikan dengan akta No. 62 tanggal 25 April 1986 dari Irawati Marzuki Arifin, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-1526.HT.01.01.Th.87 tanggal 21 Pebruari 1987 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 28 tanggal 7 Nopember 1989, tambahan No. 2882. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 16 tanggal 18 Juli 2008 dari Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo, SH, notaris di Jakarta dalam rangka penyesuaian Undang-undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusannya No. AHU-64716.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 17 September 2008.

Perusahaan berdomisili di Jakarta, dengan pabrik berlokasi di Tangerang, Karawang dan Merak. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Wisma 46 Kota BNI Lantai 20, Jalan Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri pembuatan polyester chips, polyester filament, engineering plastik, engineering resin, ethylene glycol, polyester staple fiber dan petrokimia, pertenunan, pemintalan dan industri tekstil. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1990. Hasil produksi dipasarkan di dalam dan luar negeri termasuk ke Asia, Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Afrika.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 12 Juni 2009 dengan akta notaris No. 1 dari Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo, notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Bacelius Ruru

Wakil Presiden Komisaris : Martua Radja Panggabean Komisaris : Howell Rembrandt Picket Keezell Komisaris Independen : Havid Abdul Gani

Bambang Husodo Dewan Direksi

Presiden Direktur : Gautama Hartarto Wakil Presiden Direktur : Johan Setiawan

Direktur : Hendra Soerijadi

Bambang Handoyo Direktur Tidak Terafiliasi : Jusup Agus Sayono b. Anak Perusahaan

Perusahaan merupakan induk perusahaan yang memiliki, baik langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham anak perusahaan, dan/atau mempunyai pengaruh signifikan atas manjemen anak perusahaan.

c. Penawaran Umum Saham Perusahaan

Pada tanggal 17 September 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam (sekarang Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-1573/PM/1993 untuk melakukan penawaran umum atas 80.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 20 Oktober 1993 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan tanggal 21 Oktober 1993 pada Bursa Efek Surabaya.

Pada tanggal 4 Nopember 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari ketua Bapepam (sekarang Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-1817/PM/1994 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar

(9)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 8 -

80.000.000 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 25 Nopember 1994.

Pada tanggal 26 Agustus 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari ketua Bapepam (sekarang Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-1376/PM/1996 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 800.000.000 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 21 Oktober 1996.

Pada tanggal 25 Nopember 2004, Perusahaan telah melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui pengeluaran saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.D.4 sejumlah 1.649.179.559 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 21 Desember 2004.

Pada tanggal 30 September 2009, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 3.889.179.559 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta dan Surabaya).

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp). Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

b. Prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan dengan pemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, dan/atau mempunyai pengaruh signifikan atas manajemen anak perusahaan. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Selisih lebih antara bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban anak perusahaan dan biaya perolehan diakui sebagai goodwill negatif dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama dua puluh tahun.

Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aktiva bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Keugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk Perusahaan.

Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban di eliminasi pada saat konsolidasi.

(10)

- 9 - Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan

Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan.

c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.

d. Transaksi Hubungan Istimewa

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah :

1. Perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); 2. Perusahaan asosiasi;

3. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan);

4. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

5. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan.

Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi.

e. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

(11)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 10 - f. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

g. Investasi

Deposito Berjangka

Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan namun di jaminkan dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan dinyatakan sebesar nilai nominal.

Investasi Efek Ekuitas yang Nilai Wajarnya Tersedia

Investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi dicatat sebagai komponen ekuitas dan diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat laba atau rugi tersebut direalisasi.

Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.

Investasi Lainnya

Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan

Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan.

h. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.

i. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

j. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

(12)

- 11 - k. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan.

Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:

Tahun

Bangunan 10 – 20

Mesin dan peralatan pabrik 16 – 20 Perabot dan peralatan kantor 4 – 5

Kendaraan bermotor 5

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Aktiva tetap yang tidak digunakan disajikan sebagai aktiva lain-lain dan dinyatakan sebesar jumlah terendah untuk jumlah tercatat atau nilai realisasi bersih.

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Penurunan nilai aktiva tersebut diakui sebagai kerugian penurunan nilai aktiva dan dibebankan sebagai kerugian tahun berjalan. Jika terjadi pemulihan kerugian penurunan nilai maka nilai tercatat aktiva yang telah diturunkan harus dinaikkan kembali menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan kenaikan nilai tercatat aktiva tersebut tidak boleh melebihi nilai tercatat yang seharusnya diakui apabila pada tahun sebelumnya tidak ada pengakuan kerugian penurunan nilai aktiva. Pemulihan nilai tercatat tersebut diakui sebagai pemulihan penurunan nilai aktiva dan diakui sebagai keuntungan tahun berjalan.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.

l. Imbalan Pasca Kerja

Perusahaan dan anak perusahaan menghitung imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.

Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

(13)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 12 - m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping Point). Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

n. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.

o. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Selisih antara harga pengalihan yang timbul dari pengalihan aktiva, hutang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya dengan nilai buku transaksi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai unsur ekuitas.

p. Laba (Rugi) Per Saham

Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

q. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan Perusahaan. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis. Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

Segmen geografis adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

(14)

- 13 - 3. KAS DAN SETARA KAS

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Kas

Rupiah 90,000 95,000

Dollar Amerika Serikat 111,961 97,888

Jumlah Kas 201,961 192,888

Tabungan 1,087,359 454,744

Rekening Giro

Pihak ketiga 109,821,364 53,437,788

Jumlah Rekening Giro 109,821,364 53,437,788

Deposito Berjangka

Pihak ketiga - Rupiah 4,000,000 -

Pihak ketiga - Dollar Amerika Serikat 148,903,461 58,143,600

Jumlah Deposito Berjangka 152,903,461 58,143,600

Jumlah 264,014,145 112,229,020

Rincian rekening giro

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Rupiah

Bank Ganesha 903,972 1,945,368

Bank Negara Indonesia 611,763 972,551

The Hongkong and Shanghai Banking Corp., Jkt 380,304 2,347,710

Commonwealth Bank, Jakarta 1,797,360 745,950

Bank Mega 1,349,339 1,000,829

Bank Mandiri 5,887,935 375,678

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 700 juta) 880,543 - Dollar Amerika Serikat

Bank Ganesha 1,029,053 359,731

The Hongkong and Shanghai Banking Corp., Jkt 17,426,212 20,099,721

Bank Negara Indonesia 325,556 230,509

Commonwealth Bank, Jakarta 20,525,327 4,596,024

Bank OCBC NISP 7,064,974 2,453,223

Deutsche Bank, Jakarta 313,455 911,909

Bank Mega 11,657,261 14,920,949

PT. Bank DBS Indonesia 343,274 -

Bank Mizuho, Jakarta 479,610 -

Bank Mandiri 38,525,595 -

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 700 juta) - -

Euro

Commonwealth Bank, Jakarta 319,831 2,477,636

(15)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 14 - Deposito berjangka

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Rupiah

The Hongkong and Shanghai Banking Corp., Jkt 4,000,000 - Dollar Amerika Serikat

The Hongkong and Shanghai Banking Corp., Jkt - 58,143,600

PT. Bank DBS Indonesia - -

PT. Bank Mandiri 148,903,461 -

152,903,461 58,143,600 4. INVESTASI

Merupakan investasi dalam bentuk efek yang tersedia untuk dijual dengan rincian sebagai berikut:

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Tersedia untuk dijual

Reksadana 812,261 -

Saham - -

Investasi melalui manajer investasi 97,746,617 130,845,068

Nilai Wajar Saham 98,558,878 130,845,068

Pembelian saham diatas dilakukan melalui Bursa Efek. Perubahan atas nilai investasi yang tersedia untuk dijual tersebut di atas tidak mempunyai dampak pajak tangguhan karena sesuai dengan peraturan perpajakan, penghasilan dari transaksi penjualan saham yang diperdagangkan di bursa efek dikenakan pajak penghasilan final.

5. PIUTANG USAHA

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Berdasarkan Pelanggan

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

PT Gajah Tunggal, Tbk. 123,982,975 122,705,909

Jumlah 123,982,975 122,705,909

Pihak ketiga

Pelanggan dalam negeri 249,861,837 434,632,186

Pelanggan luar negeri 66,486,236 84,267,900

Jumlah 316,348,073 518,900,086

Penyisihan piutang ragu-ragu (48,238,562) (31,550,324)

Bersih 268,109,511 487,349,762

(16)

- 15 -

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang dapat ditagih.

6. PERSEDIAAN

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Barang jadi 215,643,164 342,423,786

Barang dalam proses 37,626,236 52,356,876

Bahan baku 139,636,522 232,552,441

Bahan pembantu dan suku cadang 114,665,002 109,496,485

Jumlah 507,570,924 736,829,588

Penyisihan penurunan nilai persediaan (8,103,695) (27,757,395)

Bersih 499,467,229 709,072,193

Persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Wahana Tata, terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 30,030 ribu pada tanggal 30 September 2009 dan US$ 57,500 ribu dan Rp 104,121,000 ribu pada tanggal 30 September 2008. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan dan anak perusahaan.

7. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000 Pajak penghasilan PPh pasal 22 21,976,313 29,875,254 PPh pasal 23 150,567 55,733 PPh pasal 28A 26,263,905 - Lain-lain - 13,158,904

Pajak pertambahan nilai - bersih 34,142,794 191,564,354

Jumlah 82,533,579 234,654,245

Pada bulan Pebruari 2009, Perusahaan telah memperoleh Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak pertambahan nilai nomor 00018/407/08/092/09 tanggal 13 Pebruari 2009 sebesar Rp. 32.002.846 ribu untuk masa pajak September 2008. Perusahaan juga menerima Surat Tagihan Pajak (STP) pajak pertambahan nilai nomor 00007/177/08/092/09 tanggal 13 Pebruari 2009 sebesar Rp. 3.389 ribu, sehingga pada bulan Maret 2009 Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp. 31.999.457 ribu.

Selanjutnya pada bulan April 2009, Perusahaan telah memperoleh Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) untuk pajak penghasilan badan tahun 2007 nomor 00019/406/07/092/09 tanggal 20 April 2009 sebesar Rp. 11.002.493 ribu dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) untuk pajak penghasilan pasal 23 nomor 00001/413/07/092/09 tanggal 20 Arpil 2009 sebesar Rp. 128.447 ribu. Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk pajak penghasilan pasal 21, 26, 4 ayat (2) dan pajak pertambahan nilai sebesar Rp. 4.393.722 ribu sehingga Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp. 6.737.217 ribu.

(17)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 16 -

8. PIUTANG DAN HUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA a. Piutang Kepada Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Berdasarkan debitur

PT. Prima Sentra Megah - 773,278

Lainnya (masing-masing dibawah Rp 800 juta) - 3,623,860

Jumlah - 4,397,138

Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya di atas terutama merupakan pembayaran terlebih dahulu atas biaya-biaya pihak yang mempunyai hubungan istimewa oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Piutang ini dilakukan tanpa bunga dan jangka waktu pengembalian.

Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga atas piutang kepada pihak tersebut tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu.

b. Hutang Kepada Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

PT. Gajah Tunggal, Tbk. 648,455,862 648,455,862

Jumlah 648,455,862 648,455,862

Hutang kepada PT. Gajah Tunggal, Tbk. merupakan hutang FS yang berasal dari pengalihan hutang Garibaldi (berasal dari hutang TSI).

(18)

- 17 - 9. AKTIVA TETAP

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Biaya perolehan:

Tanah 141,553,572.00 99,141,964

Bangunan 353,656,524.00 336,441,121

Mesin dan peralatan pabrik 3,816,188,818.00 3,780,636,315 Perabot dan peralatan kantor 16,898,802.00 16,833,662

Kendaraan bermotor 5,551,308.00 6,675,263

Aktiva dalam penyelesaian

Bangunan 8,624,025.00 1,183,257

Mesin dan peralatan pabrik 75,298,060.00 204,281,103

Jumlah 4,417,771,109 4,445,192,685

Akumulasi penyusutan:

Bangunan 176,180,902 158,265,454

Mesin dan peralatan pabrik 2,139,219,375 1,942,858,278

Perabot dan peralatan kantor 15,664,768 14,462,679

Kendaraan bermotor 4,441,825 4,932,553

Jumlah 2,335,506,870 2,120,518,964

Jumlah Tercatat 2,082,264,239 2,324,673,721

Aktiva dalam penyelesaian merupakan bangunan dalam penyelesaian dan mesin yang sedang dipasang dalam rangka ekspansi anak perusahaan (FS), yang ditunda penyelesaiannya menunggu membaiknya kondisi pasar.

Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Tangerang, Merak dan Karawang dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan seluas 937.849 m2 dan

tanah yang sedang dalam proses sertifikasi seluas 238.581 m2. Hak Guna Bangunan tersebut berjangka waktu 20 - 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2008 dan 2030. Manajemen Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti-bukti pemilikan yang memadai.

Aktiva tetap kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Wahana Tata terhadap risiko kebakaran, bencana alam dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar EUR 107,000 ribu dan US$ 131,545 ribu serta Rp. 1,175,000 ribu pada tanggal 30 Septemberi 2009 dan EUR 118.800 ribu dan US$ 138,705 ribu serta Rp. 1,175,000 ribu pada tanggal 30 September 2008. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan.

10. HUTANG USAHA

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Berdasarkan Pemasok

Pemasok dalam negeri 193,323,716 344,144,214

Pemasok luar negeri 3,372,289 7,044,321

Jumlah 196,696,005 351,188,535

Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 7 sampai 90 hari.

(19)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 18 - 11. HUTANG PAJAK

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000 Pajak penghasilan Pasal 21 1,311,343 4,000,150 Pasal 23 125,559 207,837 Pasal 26 - 192,606 Pasal 29 4,965,758 66,596,116

Pajak Pertambahan Nilai - bersih - 123,796,928

Lain-Lain 505 -

Jumlah 6,403,165 194,793,637

12. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Bunga 73,707,816 45,274,430

Listrik, air dan komunikasi 15,127,673 15,603,789

Transportasi 1,471,912 -

Pemasaran dan promosi 3,279,019 4,513,568

Gaji dan tunjangan 2,013,240 847,678

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500 juta) 1,368,632 517,493

Jumlah 96,968,292 66,756,958

13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Bank Negara Indonesia Dollar Amerika Serikat -

US$ 41.653.080,23 tahun 2009 dan

US$ 47.003.081,64 tahun 2008. 403,243,470 439,388,200

Rupiah 122,184,085 122,184,085

Jumlah 525,427,555 561,572,285

Premium atas hutang yang direstrukturisasi 48,786 340,266

Jumlah 525,476,341 561,912,551

Bagian yang jatuh tempo dalam waktu

satu tahun (8,761,696) (63,921,665)

Hutang Bank Jangka Panjang - Bersih 516,714,645 497,990,886

Bank Negara Indonesia (BNI)

Merupakan pinjaman FS kepada BNI yang telah direstrukturisasi.

Pada tanggal 30 Desember 2008, FS mengadakan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit dengan BNI, dimana dilakukan penjadwalan kembali atas pembayaran atas hutang bank jangka panjang dan pendek dan tunggakan bunga yang kemudian dijadikan pokok pinjaman sehingga pokok pinjaman menjadi US$ 48.353.089 dan Rp. 122.184.085 ribu.

(20)

- 19 -

Pembayaran per tahun pokok pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:

Tahun US$ Rp'000 2008 4,000,010 - 2009 3,600,000 - 2010 3,699,998 - 2011 3,899,999 - 2012 4,199,998 - 2013 4,399,999 - 2014 4,566,246 1,261,281 2015 4,749,999 1,886,000 2016 5,040,729 1,886,000 2017 5,352,481 1,391,105 2018 4,843,630 7,132,567 2019 - 53,751,000 2020 - 54,876,132 Jumlah 48,353,089 122,184,085

Berdasarkan perjanjian ini, tingkat bunga atas pokok hutang bank ditetapkan sebesar 6% per tahun dan atas pokok hutang bank yang berasal dari tunggakan bunga, tidak dikenakan bunga. Pinjaman tersebut dijamin dengan hak atas tanah, bangunan, mesin dan perlengkapan, penyerahan secara fidusia atas persediaan, penyerahan secara cessie atas piutang usaha yang keseluruhannya merupakan milik FS dan jaminan pribadi.

14. WESEL BAYAR JANGKA PANJANG

30-Sep-2009 30-Sep-2008 (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Tranche A Notes - US$ 20.829.320 201,648,647 185,462,235

Tranche B Notes - US$ 82.009.000 793,929,129 768,212,418

Jumlah 995,577,776 953,674,653

Premium atas wesel bayar 58,266,835 64,944,572

Jumlah 1,053,844,611 1,018,619,225

Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (1,053,844,611) (374,683,151)

Wesel Bayar Jangka Panjang - Bersih - 643,936,073

Wesel bayar merupakan hasil restrukturisasi pokok dan tunggakan bunga hutang bank jangka panjang berdasarkan Master of Restructuring Agreement (MRA), Trust Deed dan Agency Agreement tanggal 17 Januari 2003 dan 7 Maret 2003.

Tranche A Notes

Tranche A Notes dengan pokok pinjaman sebesar US$ 89.240.000 akan dibayar kembali secara triwulanan sejak tanggal efektif dalam jangka waktu enam (6) tahun. Tranche A Notes akan dikenakan tingkat bunga sebesar SIBOR ditambah dengan premium tertentu.

Tranche A Notes sebesar US$ 30.000.000 pada tahun 2004 dialihkan ke GT sebagai penyelesaian dari penjualan aset tetap Perusahaan. Pengalihan tersebut telah disetujui oleh pemegang wesel bayar pada tanggal 23 Desember 2004.

(21)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 20 - Tranche B Notes

Tranche B Notes dengan pokok pinjaman sebesar US$ 85.757.000, akan dibayar kembali secara triwulanan sejak tahun 2005 dalam jangka waktu dua belas (12) tahun. Tranche B Notes akan dikenakan tingkat bunga tetap untuk tahun pertama sampai dengan kelima, SIBOR untuk tahun keenam dan SIBOR ditambah premium tertentu untuk tahun ketujuh sampai dengan kedua belas. Tingkat bunga tersebut dibatasi maksimum sebesar 6% per tahun.

Perjanjian pinjaman juga mempunyai batasan-batasan dan larangan bagi Perusahaan dan kondisi serta resiko atas pelanggaran perjanjian.

Sejak bulan Oktober 2006, Perusahaan menangguhkan pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang sudah jatuh tempo. Keadaan ini memungkinkan kreditur menyatakan seluruh pinjaman menjadi segera jatuh tempo dan terhutang, oleh karena itu pada tahun 2008 seluruh hutang pokok pinjaman disajikan sebagai wesel bayar jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Premium Atas Hutang yang Direstrukturisasi

Selisih jumlah tercatat (pokok pinjaman ditambah hutang bunga) dengan jumlah hutang yang direstrukturisasi sebesar US$ 22.114.486 disajikan sebagai premium atas hutang yang direstrukturisasi yang disajikan sebagai penambah wesel bayar.

Amortisasi premium atas hutang yang direstrukturisasi disajikan ke biaya yang masih harus dibayar.

Nota Kesepakatan Restrukturisasi Wesel Bayar Jangka Panjang

Pada tanggal 28 Desember 2007, Perusahaan, Citigroup Global Market Limited, Lehman Brothers Commercial Corporation Asia Ltd., dan Bayerische Hypo-und Vereinsbank AG, Munich telah menandatangani Term Sheets untuk penjadwalan kembali wesel bayar Perusahaan. Penjadwalan kembali wesel bayar adalah sebagai berikut :

• ••

Tranche A Notes

Wesel Bayar sebesar USD 24,929,324.25 ditambah bunga yang masih harus dibayar, harus dibayar secara triwulan sebesar USD 750,000 selama tiga tahun dan sisanya harus dilunasi pada tahun ketiga. Pembayaran dimuka sebesar USD 500,000 merupakan bagian dari bunga yang masih harus dibayar yang telah dikapitalisasi. Wesel ini dikenakan bunga sebesar SIBOR + 1% per tahun.

• ••

Tranche B Notes

Wesel bayar sebesar USD 77,909,000.00 ditambah bunga yang masih harus dibayar, harus dibayar secara triwulan mulai tahun keempat.

Sampai dengan tanggal laporan keuangan, Perjanjian kredit baru dan dokumentasi masih dalam persiapan sehingga kesepakatan restrukturisasi diatas belum efektif.

(22)

- 21 - 15. MODAL SAHAM

Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan (PT. Datindo Entrycom), susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut:

30-Sep-2009 (tidak diaudit)

Jumlah Persentase Jumlah

Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan Modal Disetor

% Rp'000

PT. Gajah Tunggal, Tbk. 1,124,280,000 28.91% 562,140,000 PT. Satya Mulia Gema Gemilang 965,755,417 24.83% 482,877,709

PT. Agung Ometraco Muda 422,761,559 10.87% 211,380,780

Primavantage Limited (BVI) 315,000,000 8.10% 157,500,000

HSBC Trustee Ltd. 669,418,000 17.21% 334,709,000

Masyarakat umum (dibawah 5%) 391,964,583 10.08% 195,982,291

Jumlah 3,889,179,559 100.00% 1,944,589,780

30-Sep-2008 (tidak diaudit)

Jumlah Persentase Jumlah

Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan Modal Disetor

% Rp'000

PT. Gajah Tunggal, Tbk. 1,124,280,000 28.91% 562,140,000 PT. Satya Mulia Gema Gemilang 965,755,417 24.83% 482,877,709

PT. Agung Ometraco Muda 422,761,559 10.87% 211,380,780

Primavantage Limited (BVI) 315,000,000 8.10% 157,500,000

HSBC Trustee Ltd. 669,418,000 17.21% 334,709,000

Masyarakat umum (dibawah 5%) 391,964,583 10.08% 195,982,291

Jumlah 3,889,179,559 100.00% 1,944,589,780

16. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan:

Rp'000 Tambahan modal disetor atas pengeluaran saham Perusahaan 225,000,000 Dikurangi kapitalisasi tambahan modal disetor menjadi

modal disetor 160,000,000

(23)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 22 -

17. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI

Merupakan selisih harga jual dengan nilai buku atas penjualan aset tetap Perusahaan kepada PT. Gajah Tunggal, Tbk. (GT) dengan rincian sebagai berikut :

Rp'000

Nilai buku aset tetap 427,818,922

Harga jual 1,044,832,850

Selisih harga jual dengan nilai buku aset tetap 617,013,928

Pengaruh pajak tangguhan (174,172,047)

Bersih 442,841,881

18. SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS ANAK PERUSAHAAN

Pada tahun 2004 SS menjual aset tetap kepada GT. Selisih lebih antara harga jual dan nilai buku aset tetap SS yang dijual, dicatat pada bagian ekuitas SS sebagai selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali. Selisih antara ekuitas SS yang menjadi bagian Perusahaan sesudah transaksi penjualan dengan nilai ekuitas SS sebelum transaksi penjualan dicatat pada akun ini dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas Perusahaan.

19. PENJUALAN BERSIH

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Lokal

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

PT Gajah Tunggal Tbk 427,719,533 536,649,995

Pihak ketiga 1,222,525,255 1,955,105,726

Ekspor 632,281,625 928,512,865

Jumlah penjualan 2,282,526,413 3,420,268,586

Retur dan potongan penjualan (2,940,530) (3,553,519)

Penjualan Bersih 2,279,585,883 3,416,715,067

Penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa menurut manajemen dilakukan dengan harga, syarat dan kondisi normal sebagaimana halnya bila dilakukan pada pihak ketiga.

(24)

- 23 - 20. BEBAN POKOK PENJUALAN

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Bahan baku yang digunakan 1,688,279,991 2,844,379,337

Tenaga kerja langsung 19,159,592 23,656,602

Biaya pabrikasi 505,181,442 582,705,113

Jumlah biaya produksi 2,212,621,025 3,450,741,052

Persediaan barang dalam proses

Awal tahun 26,125,868 31,913,145

Akhir tahun (37,626,236) (52,356,876)

Biaya pokok produksi 2,201,120,657 3,430,297,321

Persediaan barang jadi

Awal tahun 335,302,961 345,268,485

Akhir tahun (215,643,164) (623,595,114)

Beban Pokok Penjualan 2,320,780,454 3,151,970,692

21. BEBAN USAHA Beban Penjualan

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Pengangkutan 10,259,944 15,135,080

Pemasaran dan promosi 4,371,018 11,283,960

Gaji dan tunjangan 3,002,840 2,999,170

Perjalanan dinas 83,361 108,849

Lain-lain 527,636 2,607,390

Jumlah 18,244,799 32,134,449

Beban Umum dan Administrasi

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Gaji dan tunjangan 29,252,516 30,488,689

Jasa manajemen dan profesional 3,021,342 2,458,504

Transportasi 427,452 1,005,971

Sewa kantor dan parkir 695,819 360,862

Komunikasi 920,294 640,934

Beban kantor 1,454,971 1,192,522

Penyusutan dan amortisasi 760,419 930,325

Perjamuan dan sumbangan 120,747 222,611

Perjalanan dinas 321,523 480,223

Lain-lain 9,709,715 11,565,912

(25)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 24 - 22. PENGHASILAN BUNGA

Akun ini merupakan penghasilan bunga dari:

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Jasa giro, tabungan dan deposito berjangka 2,265,876 2,962,514

Jumlah 2,265,876 2,962,514

23. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Beban Bunga dan Keuangan 19,114,160 21,007,494

Jumlah 19,114,160 21,007,494

24. PAJAK PENGHASILAN

Manfaat (beban) pajak Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari:

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Provisi pajak penghasilan perusahaan 4,965,758 72,260,952 Manfaat (beban) pajak tangguhan

Perusahaan (1,433,346) 4,014,576

Anak perusahaan

FS 7,219,969 285,204

SS 2,021 -

Jumlah 5,788,644 4,299,780

(26)

- 25 - Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Rincian dari kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut :

2009 2008

(Sembilan bulan) (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

Rp'000 Rp'000

Kewajiban pajak tangguhan - bersih :

Perusahaan 68,306,008 107,584,446

Anak perusahaan

FS 56,839,838 81,737,868

SS 12,232 24,663

(27)

PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGALTERSEBUT

- 26 - 25. NFORMASI SEGMEN

Segmen Usaha

Perusahaan dan anak perusahaan pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

• Manufaktur polyester.

• Manufaktur ethylene glycol dan petrokimia. • Manufaktur benang nylon.

Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha: a Penjualan Bersih

2009 (Sembilan bulan) 2008 (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

% Rp 000 % Rp 000

Poliester 36% 816,588,353 37% 1,272,356,074

Petrokimia 42% 951,067,811 43% 1,460,301,331

Benang Ban 22% 512,406,395 20% 684,244,433

Jumlah sebelum eliminasi 100% 2,280,062,559 100% 3,416,901,838

Eliminasi (476,676) (186,771)

Jumlah 2,279,585,883 3,416,715,067

b Hasil Segmen

2009 (Sembilan bulan) 2008 (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

% Rp 000 % Rp 000

Poliester 66% (69,713,894) 18% 32,329,738

Petrokimia 10% (10,977,686) 88% 161,651,672

Benang Ban 23% (24,508,497) -4% (8,002,749)

Lain-lain 1% (924,091) -1% (2,715,287)

Jumlah sebelum eliminasi 100% (106,124,168) 100% 183,263,374

Eliminasi - (22,515,479)

Hasil Segmen (106,124,168) 160,747,895

Penghasilan (beban) lain-lain 155,775,104 (65,125,899)

49,650,936 95,621,996

c Aset Segmen

2009 (Sembilan bulan) 2008 (Sembilan bulan) (tidak diaudit) (tidak diaudit)

% Rp 000 % Rp 000

Poliester 41% 1,669,873,093 41% 1,895,090,265

Petrokimia 33% 1,333,694,801 33% 1,513,666,867

Benang Ban 25% 997,077,117 26% 1,205,840,928

Lain-lain 1% 34,498,399 1% 34,388,871

Jumlah sebelum eliminasi 100% 4,035,143,410 100% 4,648,986,931

Eliminasi (211,751,471) (83,416,504)

(28)

- 27 -

26. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

30-Sep-2009 - (tidak diaudit) 30-Sep-2008 - (tidak diaudit) Mata Uang Ekuivalen dalam Mata Uang Ekuivalen dalam

Asing Asing Rp'000

Aktiva

Kas dan setara kas USD 25,483,497 246,705,738 9,268,922 92,718,960

EUR 22,589 319,831 180,173 2,477,636

Investasi sementara USD 1,682,820 16,291,380 - -

Piutang usaha USD 40,031,281 387,542,830 49,147,675 482,522,274

Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan

istimewa USD - -

Piutang Lain-lain USD 10,118,445 97,956,667 26,910 17,954,123

Uang jaminan yang dapat

diterima kembali USD 33,252 321,908 33,251 2,731,179

Jumlah aktiva 749,138,354 598,404,172

Kewajiban

Hutang usaha USD 16,730,626 161,969,194 13,821,042 156,266,549

EUR 259,958 3,680,602 1,135,135 15,609,743

CHF 22,687 212,458 1,910 16,508

GBP 16 250 - -

JPY - - 2,750,000 243,457

SGD 187,609 1,283,478 134,891 889,428

Biaya yang masih harus

dibayar USD 7,862,665 76,118,464 5,018,628 64,817,325

Hutang jangka panjang yang jatuh tempo

dalam 1 tahun USD 109,762,040 1,062,606,306 39,953,418 374,683,152

Hutang jangka panjang USD 40,753,079 394,530,560 68,664,542 643,936,073

Hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan

istimewa USD - - - -

Jumlah kewajiban 1,700,401,312 1,256,462,235

Kewajiban - bersih 951,262,958 658,058,063

Rp'000

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan sebagai berikut:

2009 2008

Rp Rp

Mata Uang Asing

1 EUR 14,158.47 13,751.44 1 USD 9,681.00 9,378.00 1 SGD 6,841.23 6,593.56 1 JPY 107.79 88.53 1 GBP 15,506.08 17,279.45 1 CHF 9,364.95 8,644.13 1 AUD 8,508.64 7,844.23 30 September

Referensi

Dokumen terkait

Terimakasih telah bersedia meluangkan waktu dan menjadi pembimbing bagi penulis dengan penuh kesabaran, pengertian dan semangat memberikan masukan, arahan, saran dan kritikan

yang lain. M Pilih jawapan mana-mana yang munasabah e) Apakah harapan anda kepada pemimpin dunia untuk. mengekalkan keamanan

Tulisan Suparlan dalam artikel di atas lebih bersifat teoretis. Tulisan ini belum didukung oleh data yang menunjukkan bahwa krisis karakter di negeri kita,

$ada pasien yang tidak pernah men9apai jumlah ,D yang lebih dari && sel!mm' dan atau pasien yang pernah men9apai jumlah ,D yang tinggi tetapi kemudian

Akibat langsung terjadinya hifema adalah penurunan visus karena darah mengganggu media refraksi. Darah yang mengisi kamera okuli ini secara langsung dapat

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran memproduksi teks cerita pendek dengan menggunakan model pembelajaran berbasis

Karena pada saat ini Unpad belum memiliki badan usaha yang secara terpisah pengelolaannya dari universitas, maka konsep yang lebih memungkinkan dilakukan yaitu dengan

Menurut Kasmir (2008:25) “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk