ISSN : 2541-4704
158
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Penerapan Reward And Punishment Pada Guru Sd Negeri 03 Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten
Karanganyar Semester Ii Tahun Pelajaran 2016 / 2017 Budi Kahono
SD Negeri 03 Gondosuli Tawangmangu
Abstract - Action Research School (PTS) is to: "Know Increased Presence Discipline Teacher In Classroom Teaching Through the Application of Reward And Punishment In Sd State Teachers 03 Gondosuli, District Tawangmangu, Karanganyar Second Half Academic Year 2016/2017.
This research takes place at SD Negeri 03 Gondosuli Tawangmangu. This study laksananakan from the date of January 1, 2017 until March 31, 2017. The subject of this Educational Action Research is a Master Class at 03 Gondosuli Tawangmangu Elementary School, in the school year 2016/2017, amounting to 6 Teachers. Data collection techniques with observation and documentation. The research procedure using the School Action Research Method (PTS) which consists of two cycles of cycle I and cycle II begins with pre-cycle data collection as preparation of corrective action in cycle I and Cycle II.
The results of this study were: In pre-cycle there were no teachers present on time or 6 teachers were present late in the class, while the established success indicator was 75% of teachers present on time. At first there was an increase sikls namely two teachers present on time (33.33%) and 4 teachers (66,67 5) late for kelas.Meskipun on silus I've increased but peningkatantersebut not meet what is expected of researchers so that research continues To the next stage is cycle II. The result in cycle II is 5 teachers are present on time (83.33%) and only 1 teacher present in class (16.67 5) from the final result in cycle II it can be concluded that the research has As expected, 75% of teachers are present on time. Based on the results of research conducted from the first cycle to the first cycle, the research hypothesis which says that, "Through the Application of Reward And Punishment can improve Improve Discipline Teacher In the Presence Teaching In Class Pad Master Class IN SD Negeri 03 Gondosuli Semester II Academic Year 2016 / 2017 ", proved true.
Keywords: Teacher Discipline, Teaching Presence In Class, Reward and Punishment.
Abstraksi - Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ) ini adalah untuk: “Mengetahui Peningkatan
Kedisiplinan Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Penerapan Reward And Punishment Pada Guru Sd Negeri 03 Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Semester II Tahun Pelajaran 2016 / 2017.
Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri 03 Gondosuli Tawangmangu. Penelitian ini laksananakan dari tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan tanggal 31 Maret 2017. Subyek dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah Guru Kelas Di SD Negeri 03 Gondosuli Tawangmangu, Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 6 Guru. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang terdiri dua siklus yaitu siklus I dan siklus II diawali dengan pengumpulan data pra siklus sebagai persiapan tindakan perbaikan pada siklus I dan Siklus II.
Hasil penelitian ini adalah : Pada pra siklus tidak terdapat guru yang hadir tepat waktu atau 6 guru hadir terlambat di kelas,sedangkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75 % guru hadir tepat waktu. Pada sikls I terjadi peningkatan yaitu 2 orang guru hadir tepat waktu ( 33,33 %) sedangkan 4 guru (66,67 5) terlambat hadir di kelas.Meskipun pada silus I sudah terjadi peningkatan namun peningkatantersebut belum sesuai yang di harapkan peneliti sehingga penelitian dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu siklus II .Hasil pada siklus II adalah 5 orang guru hadir tepat waktu ( 83,33 % ) dan hanya 1 orang guru yang hadir terlabat di kelas ( 16.67 5) dari hasil akhir pada siklus II ini dapat disimpulkan bahwa penelitian sudah seperti yang diharapkan yaitu 75 % guru hadir tepat waktu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dari Siklus I sampai pada Siklus I, maka hipotesis penelitian yang mengatakan bahwa, “ Melalui Penerapan Reward And Punishment dapat meningkatkan Meningkatkan Kedisiplinan Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Pad Guru Kelas DI SD Negeri 03 Gondosuli Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017”, terbukti kebenarannya.
Kata kunci:Kedisiplinan Guru, Kehadiran Mengajar Di Kelas, Reward and Punishment.
1.1. Latar Belakang
Peranan guru selain sebagai seorang
pengajar, guru juga berperan sebagai seorang pendidik. Pendidik adalah setiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain
untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi (Sutari Imam Barnado, 1989:44). Sehinggga sebagai pendidik, seorang guru
harus memiliki kesadaran atau merasa
ISSN : 2541-4704
159
mendidik. Tugas mendidik adalah tugas yang amat mulia atas dasar “panggilan” yang teramat suci. Sebagai komponen sentral dalam sistem pendidikan, pendidik mempunyai peran utama dalam membangun fundamen-fundamen hari depan corak kemanusiaan atau
kebudayaan. Corak kemanusiaan yang
terbangun dalam rangka pembangunan
nasional kita adalah “manusia Indonesia seutuhnya”, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, percaya diri disiplin, bermoral dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan hal itu, keteladanan dari seorang guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan. Keteladanan guru dapat dilihat dari prilaku guru sehari-hari baik didalam
sekolah maupun diluar sekolah. Selain
keteladanan guru, kedisiplinan guru juga menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh guru sebagai seorang pengajar dan pendidik.
Fakta dilapangan yang sering kita jumpai disekolah adalah kurang disiplinnya guru,
terutama masalah disiplin guru masuk
kedalam kelas pada saat kegiatan
pembelajaran dikelas.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan sekolah dengan judul : ”Upaya Meningkatkan Disiplin Guru Dalam Kehadiran Mengajar Dikelas Melalui Penerapan Reward and Punishment di
SD Negeri 03 Gondosuli, Kecamatan
Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar
Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017”
1.2. Identifikasi Masalah
Masalah-masalah yang mendasari dari
penelitian ini adalah :
1.Masih banyak guru yang datang terlambat ke sekolah.
2.Masih kurangnya disiplin guru dalam
kehadiran mengajar dikelas.
3.Guru masih sering terlambat masuk kelas. 4.Ada beberapa guru yang meninggalkan kelas ketika habis menerangkan materi pelajaran walaupun jam pelajaran belum selesai.
1.3. Pembatasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada upaya
meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas melalui penerapan Reward and Punishment.
1.4. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : ”Apakah penerapan Reward and Punishment dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam kehadiran mengajar dikelas?”
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas melalui penerapan Reward and Punishment.
1.6. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, sebagai berikut :
1.Bagi kepala sekolah adalah merupakan
wujud nyata kepala sekolah dalam
memecahkan berbagai masalah disekolah melalui kegiatan penelitian.
2.Bagi guru diharapkan dapat menjadi motivasi guru dalam meningkatkan kedisiplinan dalam kehadiran.
3.Bagi sekolah bisa dijadikan sumbangan dalam mewujudkan budaya sekolah yang
dapat mendorong keberhasilan dan
peningkatan mutu pembelajaran.
Reward and Punisment diartikan sebagai
pemberian penghargaan dan hukuman,
penghargaan disini bukan hanya penghargan
dalam bentuk materi saja termasuk
didalamnya adalah pujian kepada guru yang dipandang disiplin dalam kehadiran dikelas pada kegiatan belajar mengajar dan teguran atau hukuman kepada guru yang sering terlambat masuk kelas.
2.1. KAJIAN PUSTAKA Kajian Teori Tentang Disiplin
Penerapan disiplin warga sekolah, khususnya disiplin guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar sangat berkit kepada kinerja guru itu sendiri. Kinerja atau prestasi kerja guru dalam mengemban tugas keprofesionalan seperti mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi merupakan aspek utama dalam
meningkatkan kecerdasan siswa yang
membawa pada peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil telah diatur secara jelas bahwa kewajiban yang harus ditaati oleh setiap pegawai negeri sipil merupakan bentuk disiplin yang ditanamkan kepada setiap pegawai negeri sipil. Menurut Handoko (2001: 208) disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar organisasional. Ada dua tipe kegiatan pendisiplinan yaitu preventif dan korektif. Dalam pelaksanaan disiplin, untuk memperoleh hasil seperti yang diharapkan, maka pemimpin dalam usahanya perlu menggunakan pedoman tertentu sebagai landasan pelaksanaan.
ISSN : 2541-4704
160
Menurut Nitisemito (1986:199) menyatakan
masalah kedisiplinan kerja, merupakan
masalah yang perlu diperhatikan, sebab
dengan adanya kedisiplinan, dapat
mempengaruhi efektivitas dan efisiensi
pencapaian tujuan organisasi. Sedangkan menurut Greenberg dan Baron (1993:104) memandang disiplin melalui adanya hukuman. Disiplin kerja, pada dasarnya dapat diartikan
sebagai bentuk ketaatan dari perilaku
seseorang dalam mematuhi
ketentuan-ketentuan ataupun peraturan-peraturan
tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan, dan diberlakukan dalam suatu organisasi atau perusahaan (Subekti D., 1995).
Kajian Teori Tentang Reward and Punishment
Penerapan disiplin dapat ditegakan melalui pemberian reward and punishment. Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya.
Kedua metode ini sudah cukup lama dikenal dalam dunia kerja. Tidak hanya dalam dunia kerja, dalam dunia penidikan pun kedua ini kerap kali digunakan. Namun selalu terjadi perbedaan pandangan, mana yang lebih diprioritaskan antara reward dengan punishment.
Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. Kedua metode ini sudah cukup lama dikenal dalam dunia kerja. Tidak hanya dalam dunia kerja, dalam dunia penidikan pun kedua ini kerap kali digunakan. Namun selalu terjadi perbedaan pandangan, mana yang lebih diprioritaskan antara reward dengan punishment .Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Dalam konsep manajemen, reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para pegawai. Metode ini bisa meng-asosiasi-kan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selain motivasi, reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat
lagi usahanya untuk memperbaiki atau
meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.
Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Jika reward merupakan bentuk reinforcement yang positif; maka punishment sebagai bentuk reinforcement yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan
rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan mesti bersifat pedagogies, yaitu untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik.
Kajian Teori Tentang Mengajar
Pengertian Mengajar Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, akan tetapi antara keduanya terdapat suatu hubungan yang erat sekali. Bahkan antara keduanya terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain. Antara kedua kegiatan itu saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. Bagi kaum konstruktivis, mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, melainkan suatu kegiatan
yang memungkinkan siswa membangun
sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk
pengetahuan, membuat makna, mencari
kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi, mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri
Kerangka Berfikir
Untuk memudahkan proses penelitian maka di buat kerangka pemikiran seperti dibawah ini
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan tinjauan pustaka di atas maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah melalui Reward and Punishment dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam kehadiran mengajar di kelas pada guru kelas di SD Negeri 03
Gondosuli , Kecamatan Tawangmangu,
Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017.
3.1. METODOLOGI PENELITIAN Setting Penelitian
1.Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian : SD Negeri 03 Gondosuli,
Kecamatan Tawangmangu Kabupaten
Karanganyar
2.Waktu penelitian selama 3 (tiga) bulan yaitu pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret semester II tahun pelajaran 2016/2017.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah
ISSN : 2541-4704
161
merupakan “(1) penelitian partisipatoris yang menekankan pada tindakan dan refleksi berdasarkan pertimbangan rasional dan logis untuk melakukan perbaikan terhadap suatu kondisi nyata; (2) memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan; dan (3) memperbaiki situasi dan kondisi sekolah / pembelajaran secara praktis” (Depdiknas, 2008 : 11-12). Secara singkat, PTS bertujuan untuk mencari pemecahan permasalahan
nyata yang terjadi di sekolah-sekolah,
sekaligus mencari jawaban ilmiah bagaimana masalah-masalah tersebut bisa dipecahkan melalui suatu tindakan perbaikan.
Porsedur Pnelitian
Peneliti menggunakan model ini karena dianggap paling praktis dan aktual. Kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, terdiri atas beberapa tahap,yaitu :
1.Perencanaan 2.Pelaksanaan
3.Pengamatan / observasi 4.Refleksi
Prosedur penelitian tindakan sekolah dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini :
Subjek dan Obyek Penelitian
Yang menjadi subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru-guru di SD Negeri 03
Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu,
Kabupaten Karanganyar, sejumlah 6 orang guru kelas, terdiri atas 5 orang guru PNS, dan 1 orang guru Non PNS sedangkan obyek penelitian adalah penerapan Reward dan Punishment sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas.
Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemberian reward dan punishment kepada guru mengenai kedisiplinan guru
dalam kehadiran dikelas dalam proses
pembelajaran oleh kepala sekolah. Diharapkan dengan pemberian reward dan punishment yang diberikan oleh kepala sekolah akan
terjadi perubahan atau peningkatan
kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas dalam proses pembelajaran.
Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data yang dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini adalah data kualitatif, sedangkan sumber data tersebut yaitu meliputi:
1. Sumber data primer atau informan yaitu
siswa dan guru.
2. Penerapan Reward and Punishment yang
dilaksanakan dalam tindakan penelitian ini.
3. Sumber data sekunder atau dokumen
yaitu: Absensi karyawan, daftar hadir, tabel pengamatan.
Metode Pengumpulan Data
a. Instrumen Penilaian
b. Pengumpulan data sekunder c. Observasi atau pengamatan
Validitas Data
Untuk mendapatkan data secara valid, maka peneliti menggunakan triangulasi. Moleong (2002;178) mengatakan bahwa triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu. Data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, adapun trianggulasi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
trianggulasi metode yang diperoleh dari dokumen, teknik tes dan observasi.
Teknik Analisis Data
Analisa data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisa data kualitatif yang
bersumber dari data primer maupun empiris. Melalui analisa data ini, dapat diketahui ada tidaknya peningkatan kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas melalui pemberian reward dan punishment yang merupakan fokus dari penelitian tindakan sekolah ini.
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah: 1. Lembar observasi kehadiran guru di kelas .
2. Instrumen penilain kehadiran guru di kelas.
Indikator Keberhasilan
Untuk mengetahui keberhasilan tindakan
meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran di kelas pada proses belajar mengajar, peneliti perlu merumuskan indikator pencapaian yaitu sekurang-kurangnya 75 % atau lebih guru yang hadir tepat waktu dari 6 guru kelas di SD Negeri 03 Gondosuli.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Diskripsi Pra Siklus ( sebelum tindakan )
Tabel observasi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada pra siklus
N o Nama Waktu Keterlambatan T e p a t W a ktu 5 m e n it -1 0 m e n it 1 0 m e n it - 1 5 m e n it 1 5 m e n it leb ih SB B C K
ISSN : 2541-4704
162
1 Darmiyati S.Pd 2 Yan Khairul Anam,S.Pd 3 Dwi Suparyanti,S.Pd 4 Sylviana Aris Diana
Saputri, S.Pd.SD 5 Aries Mahmudin Thoyib, S.Pd 6 Dasih Pujiati,S.Pd Jumlah 1 2 3 Persentase 0 16,67 % 33,3 3% 50%
Tepat waktu = Sangat Baik
( SB )
5 menit – 10 menit = Baik ( B )
10 menit – 15 menit = Cukup ( C )
15 menit lebih = Kurang ( K )
Tabel distribusi frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada pra
siklus
Katagori Rentang waktu keterlambatan Frekue n s i Persentase
Sangat Baik Tepat waktu 0 0 %
Baik 5 menit-10 menit 1
16,67 % Cukup 10 menit-15 menit 2 33,33
%
Kurang 15 menit lebih 3 50 %
Jumlah 6 100 %
Dari tabel distribusi frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada pra siklus diperoleh data sebagai berikut :
1. Tidak terdapat guru yang hadir tepat waktu.
2. Sebanyak 1 orang guru terlambat masuk kelas 5 – 10 menit
( kategori B ) dengan persentase 16,67 % 3. Sebanyak 2 orang guru terlambat masuk
kelas 10 menit sampai dengan 15 menit ( kategori C ) dengan persentase 33,33 % 4. Sebanyak 3 orang guru terlambat masuk
kelas lebih dari 15 menit
( kategori K ) dengan prsentase 50 %
Data diatas penyebaran frekuensnya dapat digambarkan dalam bentuk grafik di bawah ini
Dari grafik diatas diperoleh kesimpulan :
1. Tingkat keterlambatan kehadiran guru dikelas dengan kategori baik ( B ) sebanyak 1 orang ( 16,67 % )
2. Tingkat keterlambatan guru dikelas dengan kategori cukup ( C ) sebanyak 2 orang ( 33,33 % )
3. Tingkat keterlambatan guru dikelas dengan kategori kurang ( K ) sebanyak 3 orang ( 50% )
Karena tidak terdapat guru yang hadir tepat waktu dan belum sesuai hasil yang diharapkan yaitu 75 % guru atau lebih yang hadir tepat waktu, maka peneliti melanjutkan penelitian ke tahap berikutnya yaitu tahap siklus I.
Diskripsi Siklus I
Dari hasil pengamatan serta rekap dari tingkat kehadiran guru dikelas pada proses belajar mengajar pada siklus kedua dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel observasi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada siklus I
No Nama Waktu Keterlambatan T e p a t W a ktu 5 m e n it -1 0 m e n it 1 0 m e n it - 1 5 m e n it 1 5 m e n it leb ih SB B C K 1 Darmiyati S.Pd 2 Yan Khairul Anam,S.Pd 3 Dwi Suparyanti,S. Pd 4 Sylviana Aris Diana Saputri, S.Pd.SD 5 Aries Mahmudin Thoyib, S.Pd 6 Dasih Pujiati,S.Pd Jumlah 2 1 1 2 Persentase 0 16,6 7% 33, 33 % 50 %
Tepat waktu = Sangat Baik ( SB )
5 menit – 10 menit = Baik ( B ) 10 menit – 15 menit = Cukup ( C )
15 menit lebih = Kurang ( K )
Tabel distribusi frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada Siklus I
Katagori Rentang waktu
keterlambatan Frekuensi Persentase
Sangat B a Tepat waktu 2 33,33 % 0 1 2 3 Sangat Baik 0 1 2 3 Fr e ku e n si Katagori
Disiplin Kehadiran Guru Dalam
Mengajar Di Kelas
ISSN : 2541-4704
163
ik
Baik 5 menit-10 menit 1
16,67 % Cukup 10 menit-15 menit 1 16,67
%
Kurang 15 menit lebih 2 33.33 %
Jumlah 6 100 %
Dari tabel distribusi frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada pra siklus diperoleh data sebagai berikut :
1. Guru yang hadir tepat waktu sebanyak 2 orang ( 33,33 % )
2. Sebanyak 1 orang guru terlambat masuk
kelas 5 – 10 menit ( kategori B ) dengan
persentase 16,67 %
3. Sebanyak 1 orang guru terlambat masuk kelas 10 menit sampai dengan 15 menit ( kategori C ) dengan persentase 16,67 % 4. Sebanyak 2 orang guru terlambat masuk
kelas lebih dari 15 menit ( kategori K ) dengan prsentase 33,33 %
Data diatas penyebaran frekuensnya dapat digambarkan dalam bentuk grafik di bawah ini Dari grafik diatas diperoleh kesimpulan :
1. Tingkat keterlambatan kehadiran guru dikelas dengan kategori sangat baik ( SB ) sebanyak 2 orang ( 33,33 % )
2. Tingkat keterlambatan kehadiran guru dikelas dengan kategori baik ( B ) sebanyak 1 orang ( 16,67 % )
3. Tingkat keterlambatan guru dikelas
dengan kategori cukup ( C ) sebanyak 1 orang ( 16.67 % )
4. Tingkat keterlambatan guru dikelas
dengan kategori kurang ( K ) sebanyak 2 orang ( 33,33 % )
Karena hasil yang diharapkan yaitu 75 % guru atau lebih yang hadir tepat waktu belum tercapai, maka peneliti melanjutkan penelitian ke tahap berikutnya yaitu tahap siklus II.
Siklus II
Tabel observasi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada Siklus II
No Nama Waktu Keterlambatan T e p a t W a ktu 5 m e n it -1 0 m e n it 1 0 m e n it - 1 5 m e n it 1 5 m e n it leb ih SB B C K 1 Darmiyati S.Pd 2 Yan Khairul Anam,S.Pd 3 Dwi Suparyanti,S.Pd 4 Sylviana Aris Diana
Saputri, S.Pd.SD 5 Aries Mahmudin Thoyib, S.Pd 6 Dasih Pujiati,S.Pd Jumlah 5 1 0 0 Persentase 83,3 3 % 16, 67 % 0 0
Tepat waktu = Sangat Baik ( SB )
5 menit – 10 menit = Baik ( B ) 10 menit – 15 menit = Cukup ( C )
15 menit lebih = Kurang ( K )
Tabel distribusi frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada Siklus
I Katagori Rentang waktu keterlambata n Frekuen s i Persentase Sangat B a i k Tepat waktu 5 83,33 %
Baik 5 menit-10 menit 1 16,67 %
Cukup 10 menit-15 menit 0 0 % Kurang 15 menit lebih 0 0 % Jumlah 6 100 %
Dari tabel distribusi frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas pada pra siklus diperoleh data sebagai berikut :
1. Guru yang hadir tepat waktu sebanyak 5 orang ( 83,33 % )
2. Sebanyak 1 orang guru terlambat masuk
kelas 5 – 10 menit ( kategori B ) dengan
persentase 16,67 %
3. Tidak terdapat guru yang terlambat masuk kelas 10 menit sampai dengan 15 menit (0 % )
4. Tidak terdapat guru terlambat masuk kelas lebih dari 15 menit ( kategori K ) ( ( 0 % )
Data diatas penyebaran frekuensnya dapat digambarkan dalam bentuk grafik di bawah ini 0 1 2 Sangat Baik 2 1 1 2 Fr e ku e n si Katagori
Disiplin Kehadiran Guru
Dalam Mengajar Di Kelas …
ISSN : 2541-4704
164
Dari grafik diatas diperoleh kesimpulan : 1. Guru yang hadir tepat waktu
dikelas dengan kategori sangat baik ( SB ) sebanyak 5 orang ( 83,33 % )
2. Tingkat keterlambatan kehadiran guru dikelas dengan kategori baik ( B ) sebanyak 1 orang ( 16,67 % )
3. Tidak terdapat keterlambatan
kehadiran guru dikelas dengan kategori cukup ( C )
4. Tidak terdapat keterlambatan
kehadiran guru dikelas dengan kategori kurang ( K )
Karena hasil yang diharapkan sudah tercapai yaitu 83,33 % guru ( lebih dari 75 % ) hadir tepat waktu, maka peneliti tidak melanjutkan penelitian ke tahap berikutnya.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian tentang
keterlambatan kehadiran guru di kelas pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II, diperoleh data seperti tabel di bawah ini:
Rekapitulasi Penyebaran Frekuensi disilpin kehadiran guru dalam mengajar dikelas pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II SD Negeri 03
Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu ,
Semester II , Tahun Pelajaran 2016/2017
Katago r i Rentan g waktu keterla mbatan Pra S i k l u s Siklus I Siklus I I Sangat B a i k T e p a t w a k t u 5 2 5 Baik 5 menit-10 men it 1 1 1 Cukup 10 menit-15 menit 0 1 0 Kurang 15 menit lebih 0 2 0 Jumla h 6 6 6
Grafik Rekapitulasi Penyebaran frekuensi disiplin guru dalam kehadiran mengajar di kelas pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II,SD
Negeri 03 Gondosuli, Kecamatan
Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar,
Tahun Pelajaran 2016/2017 seperti gambar di bawah ini.
Keterangan yang diperoleh dari data dan grafik di atas antara lain :
a. Pada pra siklus tidak terdapat guru
dengan katagori Sangat Baik (SB), pada Siklus I terdapat 1 (satu) guru dan pada siklus II terdapat 5 ( lima ) guru..
b. Pada Pra siklus, Siklus I dan siklus II
terdapat 1 ( satu ) guru dengan kategori Baik ( B ),
c. Pada Pra Siklus terdapat 2 ( dua )
guru dengan katagori Cukup (C), pada Siklus I terdapat 1 ( satu ) guru, dan pada Siklus II tidak terdapat guru dengan kategori Cukup (C).
d. Pada Pra Siklus terdapat 3 (tiga )
guru dengan katagori Kurang (K), pada Siklus I terdapat 2 ( dua ) dan pada Siklus II tidak terdapat gru dengan katagori Kurang (K).
e. Pada Pra Siklus tidak terdapat guru
yang datang tepat waktu, pada Siklus I menjadi 1 orang guru, dan pada Siklus II 5 orang guru..
f. Rata-rata kehadiran guru dikelas
pada Pra Siklus sebesar 0 %, pada Siklus II menjadi 33,33 % dan pada siklus II menjadi 83,33 %
Keberhasilan tindakan
nampak dengan adanya peningkatan
pada masing – masing tahap kegiatan
dari pra, siklus I sampai siklus II peneliti sajikan dalam tabel di bawah ini :
Tabel Rekapitulasi Hasil Penelitian Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
0 1 2 3 4 5 Sangat Baik 5 1 0 0 Fr e ku e n si Katagori
Disiplin Kehadiran Guru
Dalam mengajar Di Kelas
Siklus II
0 2 4 6
Sangat BaikBaik Cukup Kurang
0 1 2 3 2 1 1 2 5 1 1 0 Pra Siklus Siklus I Siklus II
fr
e
ku
e
n
si
Katego
ISSN : 2541-4704
165
No Rentang waktu kehadiran PraTindakan Siklus I Siklus II
Ju m la h P e rse n ta s e Ju m la h P e rse n ta s e Ju m la h P e rse n ta s e 1. Tepat waktu 0 0 2 33,33 % 5 83,33 % 2. Tidak tepat waktu 6 100 % 4 67,37 1 16,67 %
Dari data diatas dapat di peroleh hasil sebagai berikut, Pada awal tindakan sebelum diadakan
tindakan tidak terdapat guru yang
kehadirannya di kelas tepat waktu atau 0 %, setelah diadakan tindakan pada siklus I, mengalami peningkatan menjadi 2 orang guru atau 33,33 % dan pada akhir tindakan siklus II mengalami peningkatan menjadi 5 orang guru atau 83,33 %.
Setelah perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti tidak melanjutkan pada perbaikan selanjutnya,karena sudah lebih dari 75% guru yang hadir tepat waktu.
4.1. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan
Reward dan Punishment efektif untuk
meningkatkan disiplin kehadiran guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar. Data yang diperoleh menunjukan bahwa setelah diadakan penerapan tindakan berupa Reward dan Punishment pada akhr siklus II, guru yang terlambat lebih dari 15 menit adalah 0, dan guru kehadiran di kelas tepat waktu 5 orang guru (83,33 %). Ini membuktikan bahwa Penerapan Reward dan Punishment dapat meningkat disiplin guru hadir di dalam kelas pada kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 03 Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Semester II, Tahun Pelajaran 2016 / 20127.
Saran
Karena adanya pengaruh positif Penerapan Reward dan Punishment terhadap disiplin guru hadir didalam kelas pada kegiatan belajar mengajar, maka melalui kesempatan ini penulis mengajukan beberapa saran :
1. Kepada kepala sekolah disarankan
untuk melakukan penerapan Reward dan
Punishment dalam rangka meningkatkan
disiplin kehadiran guru didalam kelas pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.
2. Semua guru dalam melaksanakan
tugas diharapkan untuk dapat meningkatkan disiplin dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar, sebagai bentuk pelayanan minimal kepada peserta didik disekolah.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Akhmad Sudrajat, (2010) Manfaat Prinsip dan Asas Pengembangan Budaya Sekolah.[OnLine].http://akhmadsudrajat.w ordpress.com/2010/03/04/manfaatprinsip-dan-asas-pengembangan-budaya-sekolah/ [06 Oktober 2010]
[2] Amstrong. Michael, (1991). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakrta:Ghalia Indonesia
[3] Anwar Prabu Mangkunegara. (1994). Psikologi Perusahaan. Bandung:PT. Trigenda Karya
__________________________ (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : Penerbit Remaja Rosdakarya.
[4] Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta:Rineka Cipta
[5] Aunurrahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung:Alfabeta [6] Bambang Nugroho. (2006). Reward dan
Punishment. Bulletin CiptaKarya
Departemen Pekerjaan Umum Edisi No. 6/IV/Juni 2006
[7] Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:Depdiknas
[8] Hidayat, Sucherli. (1986). Peningkatan Produktivitas Organisasi dan Pegawai Negeri Sipil: Kasus Indonesia,
Jakarta:Prisma
[9] Megawangi, Ratna. 2007. Membangun SDM Indonesia Melalui Pendidikan Holistik Berbasis Karakter. Jakarta: Indonesian Heritage Foundation.
[10] Subagio. (2010) Kompetensi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran [On
Line].http://subagio-subagio.blogspot.com/2010/03/kompetensi -guru-dalammeningkatkan-mutu.html [11] Syamsul Hadi, (2009). Kepemimpinan
Pembelajaran, Makalah Disampaikan pada Sosialisasi Akuntabilitas Kinerja Kepala Sekolah Dalam Inovasi Pembelajaran. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Tenaga Kependidikan