KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Terimakasih kepada tuhan yang maha esa yang telah membantu kami untuk Terimakasih kepada tuhan yang maha esa yang telah membantu kami untuk menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Karena tanpa pertolongan tuhan menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Karena tanpa pertolongan tuhan yang maha esa
yang maha esa kami tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.kami tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini sengaja di buat oleh kami untuk muenambah pengetahuan pembaca Makalah ini sengaja di buat oleh kami untuk muenambah pengetahuan pembaca mengenai Pengolahan limbah industri pupuk, pemantauan limbah cair industri pupuk, mengenai Pengolahan limbah industri pupuk, pemantauan limbah cair industri pupuk, karakteristik limbah industri pupuk, Limbah B3 dan kesehatan, industri dan pencemaran karakteristik limbah industri pupuk, Limbah B3 dan kesehatan, industri dan pencemaran lingkungan, Limbah dan masalahnya dan Prinsip pengolahan limbah industri pupuk lainnya lingkungan, Limbah dan masalahnya dan Prinsip pengolahan limbah industri pupuk lainnya yang akan menambah wawasan pembaca mengenai limbah industri pupuk. Penyusun yang akan menambah wawasan pembaca mengenai limbah industri pupuk. Penyusun mengambil isi pokok pembahasan dalam makalah ini dari berbagai sumber. Tetapi yang pada mengambil isi pokok pembahasan dalam makalah ini dari berbagai sumber. Tetapi yang pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu menambah pengetahuan pembaca mengenai dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu menambah pengetahuan pembaca mengenai limbah industri pupuk.
limbah industri pupuk.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah memberikan tugas Kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah memberikan tugas kepada kami karena dengan tugas tersebut penyusun jadi lebih mengetahui mengenai kepada kami karena dengan tugas tersebut penyusun jadi lebih mengetahui mengenai limbah industri pupuk.
limbah industri pupuk. Semoga makalah
Semoga makalah ini dapat memberikini dapat memberikan manfaat daan manfaat dan menambah wawasan menambah wawasan n kepadakepada pembaca, meskipun makalah ini ada kelebihannya dan kekurangannya kami mohon kritik pembaca, meskipun makalah ini ada kelebihannya dan kekurangannya kami mohon kritik dan saranya agar kami bisa memperbaikiya.
dan saranya agar kami bisa memperbaikiya.
Terimakasih, 28 juni 2013 Terimakasih, 28 juni 2013
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
HALAMAN HALAMAN KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR ... . 11 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... ... 2-32-3 BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG ... 4-6 1.1. LATAR BELAKANG ... 4-6 1.2. PERUMUSAN MASALAH ... 6-7 1.2. PERUMUSAN MASALAH ... 6-7 1.3. TUJUAN ... 7 1.3. TUJUAN ... 7 1.4. PEMBATASAN MASALAH ... 7 1.4. PEMBATASAN MASALAH ... 7 1.5. METODE PENULISAN ... 7-8 1.5. METODE PENULISAN ... 7-8 BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PROSES KIMIA P2.1. PROSES KIMIA PEMBUATAN AMEMBUATAN AMMONIA & URMONIA & UREA EA ... 9-12... 9-12 2.2. INDUSTRI & PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 12-15 2.2. INDUSTRI & PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 12-15 2.3. KARAKTERISTIK LIMBAH INDUSTRI PUPUK ... 15-16 2.3. KARAKTERISTIK LIMBAH INDUSTRI PUPUK ... 15-16 2.4. LIMBAH B3 & KESEHATAN ... 16-17 2.4. LIMBAH B3 & KESEHATAN ... 16-17 2.5. LIMBAH & MASALAHNYA ... 18-19 2.5. LIMBAH & MASALAHNYA ... 18-19 2.6. PRINSIP PENGE
2.6. PRINSIP PENGELOLAAN LOLAAN LINGKUNGAN INDULINGKUNGAN INDUSTRI PUPUSTRI PUPUK K ... 19-20.... 19-20 2.7.
2.8. PEMANTA
2.8. PEMANTAUAN LIMUAN LIMBAH CAIR BAH CAIR INDUSTRI PUINDUSTRI PUPUK PUK ... .. 2222
2.9. BAKU MUTU AIR LIMBAH ... 22
2.9. BAKU MUTU AIR LIMBAH ... 22
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 3.1. KESIMPULAN ... 24 3.1. KESIMPULAN ... 24 3.2. SARAN ... 24 3.2. SARAN ... 24 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA ... ... 2525
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.
1.1. Latar BelakangLatar Belakang
Masalah lingkungan yang kita hadapi pada hakikatnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah lingkungan yang kita hadapi pada hakikatnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu tidak Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu tidak atau kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Akibatnya adalah atau kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Akibatnya adalah terganggunya kesejahteraan manusia. Di kalangan ilmuwan khususnya pakar Biologi terganggunya kesejahteraan manusia. Di kalangan ilmuwan khususnya pakar Biologi lingkungan telah lama
lingkungan telah lama mendapatkan perhatian khusus.mendapatkan perhatian khusus.
Hal ini tidaklah mengherankan karena ekologi merupakan ilmu yang mempelajari Hal ini tidaklah mengherankan karena ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya merupakan salah satu hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya merupakan salah satu cabang biologi yang penting. Dalam permasalahan lingkungan, yang dipersoalkan ialah cabang biologi yang penting. Dalam permasalahan lingkungan, yang dipersoalkan ialah perubahan yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Dengan makin besarnya jumlah perubahan yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Dengan makin besarnya jumlah manusia yang disertai dengan kebutuhan yang meningkat per orangnya dan meningkatnya manusia yang disertai dengan kebutuhan yang meningkat per orangnya dan meningkatnya kemampuan manusia untuk melakukan intervensi terhadap alam, baik alam abiotik maupun kemampuan manusia untuk melakukan intervensi terhadap alam, baik alam abiotik maupun alam biotik, perubahan yang terjadi pada lingkungan makin besar pula. Perubahan yang alam biotik, perubahan yang terjadi pada lingkungan makin besar pula. Perubahan yang makin besar itu misalnya arus energi dan daur materi, telah mengganggu proses alam makin besar itu misalnya arus energi dan daur materi, telah mengganggu proses alam sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu pula. Dampak gangguan fungsi ekologi alam sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu pula. Dampak gangguan fungsi ekologi alam terhadap kesejahteraan manusia makin terasa pula baik secara nyata maupun potensial. terhadap kesejahteraan manusia makin terasa pula baik secara nyata maupun potensial. Inilah yang dirisaukan sejak puluhan tahun yang lalu dan masalah tidak tampak berkurang, Inilah yang dirisaukan sejak puluhan tahun yang lalu dan masalah tidak tampak berkurang, melainkan malahan nampak makin bertambah.
melainkan malahan nampak makin bertambah.
KONFERENSI STOCKHOLM KONFERENSI STOCKHOLM
Sejak tahun 1950-an, masalah lingkungan mendapatkan perhatian tidak saja dari para Sejak tahun 1950-an, masalah lingkungan mendapatkan perhatian tidak saja dari para ilmuwan, melainkan juga masyarakat umum dan politisi. Memicu perhatian itu ialah ilmuwan, melainkan juga masyarakat umum dan politisi. Memicu perhatian itu ialah terutama terjadinya pencemaran oleh limbah industri dan pertambangan serta pestisida. terutama terjadinya pencemaran oleh limbah industri dan pertambangan serta pestisida. Misalnya, di Jepang dalam tahun 1940-an dan 1950-an terjadi pencemaran oleh air raksa Misalnya, di Jepang dalam tahun 1940-an dan 1950-an terjadi pencemaran oleh air raksa (Hg) dari limbah industri dan oleh cadmium (Cd) dari limbah pertambangan (Zn). (Hg) dari limbah industri dan oleh cadmium (Cd) dari limbah pertambangan (Zn). Pencemaran itu telah menyebabkan penyakit keracunan yang berturut-turut disebut Pencemaran itu telah menyebabkan penyakit keracunan yang berturut-turut disebut penyakit Minamata (itai-itai). Nama penyakit Minamata diambil dari tempat terjadinya penyakit Minamata (itai-itai). Nama penyakit Minamata diambil dari tempat terjadinya
keracunan tersebut yaitu di teluk Minamata. Secara harfiah penyakit itai-itai berarti keracunan tersebut yaitu di teluk Minamata. Secara harfiah penyakit itai-itai berarti aduh-aduh, karena para korban mengaduh kesakitan. Kedua penyakit itu telah merenggut banyak aduh, karena para korban mengaduh kesakitan. Kedua penyakit itu telah merenggut banyak korban jiwa.
korban jiwa.
Di Amerika, pada tahun 1962, terbitlah buku yang dikarang oleh Rachel Carson dan Di Amerika, pada tahun 1962, terbitlah buku yang dikarang oleh Rachel Carson dan berjudul The Silent Spring dalam buku ini Carson menguraikan tentang adanya penyakit baru berjudul The Silent Spring dalam buku ini Carson menguraikan tentang adanya penyakit baru yang mengerikan dan kematian hewan yang disebabkan oleh pencemaran. Musim semi yang mengerikan dan kematian hewan yang disebabkan oleh pencemaran. Musim semi menjadi sunyi. Laporan tentang pencemaran pun bertambah banyak.
menjadi sunyi. Laporan tentang pencemaran pun bertambah banyak.
Suara keprihatinan mengenai lingkungan semakin keras. Suara itu mulanya hanya Suara keprihatinan mengenai lingkungan semakin keras. Suara itu mulanya hanya terdapat di negara maju, karena di negara itulah orang merasa bahwa hidupnya yang aman terdapat di negara maju, karena di negara itulah orang merasa bahwa hidupnya yang aman dan makmur terancam oleh berbagai masalah lingkungan itu. Akan tetapi mereka tidak dan makmur terancam oleh berbagai masalah lingkungan itu. Akan tetapi mereka tidak hanya mempermasalahkan lingkungan di negara maju, melainkan juga lingkungan di negara hanya mempermasalahkan lingkungan di negara maju, melainkan juga lingkungan di negara sedang berkembang.
sedang berkembang.
Di negara sedang berkembang orang semula berpendapat bahwa masalah itu bukan Di negara sedang berkembang orang semula berpendapat bahwa masalah itu bukan masalah mereka. Mereka pun menentang gerakan lingkungan yang tumbuh di negara maju, masalah mereka. Mereka pun menentang gerakan lingkungan yang tumbuh di negara maju, karena gerakan itu dianggap akan menghambat usaha pembangunan. Namun ternyata di karena gerakan itu dianggap akan menghambat usaha pembangunan. Namun ternyata di negara sedang berkembang pun terdapat masalah lingkungan. Misalnya di kota Sao Paulo negara sedang berkembang pun terdapat masalah lingkungan. Misalnya di kota Sao Paulo Brazil dan banyak di kota Cina pencemaran udara tidak kalah parahnya dibanding negara Brazil dan banyak di kota Cina pencemaran udara tidak kalah parahnya dibanding negara maju. Lingkungan perairan pun banyak yang tercemar oleh limbah rumah tangga, misalnya maju. Lingkungan perairan pun banyak yang tercemar oleh limbah rumah tangga, misalnya tinja, sehingga sering terjadi ledakan penyakit muntah berak. Sehingga munculah kesadaran tinja, sehingga sering terjadi ledakan penyakit muntah berak. Sehingga munculah kesadaran akan adanya masalah lingkungan makin meluas.
akan adanya masalah lingkungan makin meluas.
Dengan kesadaran makin meluas itu pada tahun 1972 berkumpulah lebih dari 100 Dengan kesadaran makin meluas itu pada tahun 1972 berkumpulah lebih dari 100 negara anggota PBB di Stockholm untuk membicarakan masalah lingkungan yang dihadapi negara anggota PBB di Stockholm untuk membicarakan masalah lingkungan yang dihadapi dunia. Konferensi itu kini dikenal dengan Konferensi Stockholm. Dengan adanya konferensi dunia. Konferensi itu kini dikenal dengan Konferensi Stockholm. Dengan adanya konferensi ini lingkungan tidak lagi merupakan masalah satu negara saja, melainkan telah menjadi ini lingkungan tidak lagi merupakan masalah satu negara saja, melainkan telah menjadi masalah internasional. Konferensi itu pun sepakat untuk mengusulkan didirikannya sebuah masalah internasional. Konferensi itu pun sepakat untuk mengusulkan didirikannya sebuah badan PBB khusus untuk masalah lingkungan. Badan itu kemudian didirikan dengan nama badan PBB khusus untuk masalah lingkungan. Badan itu kemudian didirikan dengan nama United Nations Environmental Programme yang bermarkas besar di Nairobi,
United Nations Environmental Programme yang bermarkas besar di Nairobi, Kenya.Kenya.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Dengan adanya Konferensi Stockholm masalah lingkungan yang dihadapi dunia tidak Dengan adanya Konferensi Stockholm masalah lingkungan yang dihadapi dunia tidak dapat teratasi. Pada satu pihak negara maju masih meneruskan pola hidupnya yang mewah dapat teratasi. Pada satu pihak negara maju masih meneruskan pola hidupnya yang mewah dan boros serta yang mencemari lingkungan. Jumlah industri, kendaraan bermotor, dan dan boros serta yang mencemari lingkungan. Jumlah industri, kendaraan bermotor, dan konsumsi energi terus meningkat sehingga limbah yang dihasilkan makin bertambah banyak. konsumsi energi terus meningkat sehingga limbah yang dihasilkan makin bertambah banyak.
Usaha untuk mengurangi limbah itu
Usaha untuk mengurangi limbah itu pun tidak banyak dilakukan, termasuk limbah berbahayapun tidak banyak dilakukan, termasuk limbah berbahaya dan beracun. Amerika dan Belanda misalnya, dihebohkan dengan adanya limbah beracun dan beracun. Amerika dan Belanda misalnya, dihebohkan dengan adanya limbah beracun yang mencemari pemukiman.
yang mencemari pemukiman.
Pada lain pihak negara sedang berkembang meningkatkan eksploitasi sumber daya Pada lain pihak negara sedang berkembang meningkatkan eksploitasi sumber daya alamnya untuk dapat meningkatkan pembangunannya dan untuk membayar utang luar alamnya untuk dapat meningkatkan pembangunannya dan untuk membayar utang luar negerinya. Karena kemampuan ekonomi dan teknologi serta kesadaran lingkungan yang negerinya. Karena kemampuan ekonomi dan teknologi serta kesadaran lingkungan yang masih terbatas, peningkatan pembangunan itu tidak disertai dengan tindakan yang memadai masih terbatas, peningkatan pembangunan itu tidak disertai dengan tindakan yang memadai untuk melindungi lingkungan.
untuk melindungi lingkungan.
Maka, kerusakan lingkungan sumber daya karena eksploitasi yang berlebihan dan Maka, kerusakan lingkungan sumber daya karena eksploitasi yang berlebihan dan cara yang sembrono sehingga pencemaran lingkungan pun terjadi di negara sedang cara yang sembrono sehingga pencemaran lingkungan pun terjadi di negara sedang berkembang. Apabila masalah-masalah ini tidak dapat dikendalikan tidak saja akan terjadi berkembang. Apabila masalah-masalah ini tidak dapat dikendalikan tidak saja akan terjadi pengurasan sumber daya melainkan berbagai fungsi ekologi lingkungan yang berguna bagi pengurasan sumber daya melainkan berbagai fungsi ekologi lingkungan yang berguna bagi manusia akan mengalami kerusakan. Dengan kerusakan itu tidak saja tumbuhan dan hewan manusia akan mengalami kerusakan. Dengan kerusakan itu tidak saja tumbuhan dan hewan akan terancam kepunahan, melainkan manusia pun akan menghadapi bahaya yang serupa akan terancam kepunahan, melainkan manusia pun akan menghadapi bahaya yang serupa atau paling sedikit akan mengalami banyak kesulitan. Gejala kearah itu sudah mulai
atau paling sedikit akan mengalami banyak kesulitan. Gejala kearah itu sudah mulai terlihat.terlihat. Dengan demikian pembangunan yang didambakan akan menaikkan tingkat Dengan demikian pembangunan yang didambakan akan menaikkan tingkat kesejahteraan umat manusia justru akan menurunkannya, karena lingkungan tidak lagi kesejahteraan umat manusia justru akan menurunkannya, karena lingkungan tidak lagi mampu mendukung kehidupan yang sehat. Seharusnya pembangunan itu tidak bersifat mampu mendukung kehidupan yang sehat. Seharusnya pembangunan itu tidak bersifat serakah untuk kepentingan diri sendiri melainkan memperhatikan juga kepentingan anak serakah untuk kepentingan diri sendiri melainkan memperhatikan juga kepentingan anak cucu dengan berusaha meninggalkan sumber daya yang cukup dan lingkungan yang sehat cucu dengan berusaha meninggalkan sumber daya yang cukup dan lingkungan yang sehat yang dapat mendukung kehidupan mereka dengan sejahtera.
yang dapat mendukung kehidupan mereka dengan sejahtera.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mempunyai landasan hukum yang kuat Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mempunyai landasan hukum yang kuat melalui UU no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lin
melalui UU no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lin gkungan Hidup,gkungan Hidup,
1.2.
1.2. Perumusan MasalahPerumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang harus diketahui pada makalah pengolahan limbah industri Adapun rumusan masalah yang harus diketahui pada makalah pengolahan limbah industri pupuk yaitu sebagai berikut:
pupuk yaitu sebagai berikut:
1.
1. Proses kimiaProses kimia 2.
2. Karakteristik limbahKarakteristik limbah 3.
4.
4. Limbah B3 dan kesehatanLimbah B3 dan kesehatan 5.
5. Industri dan pencemaran lingkunganIndustri dan pencemaran lingkungan 6.
6. Limbah dan masalahnyaLimbah dan masalahnya 7.
7. Pengolahan limbah cairPengolahan limbah cair 8.
8. Pemantauan limbah cair industri pupuk.Pemantauan limbah cair industri pupuk.
1.3.
1.3. TujuanTujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah pengolahan limbah industri pupuk ini adalah Adapun tujuan dari pembuatan makalah pengolahan limbah industri pupuk ini adalah sebagai berikut :
sebagai berikut : a)
a) Mengetahui proses limbah industri pupukMengetahui proses limbah industri pupuk b)
b) Mengetahui prinsip pengolahan limbah industri pupukMengetahui prinsip pengolahan limbah industri pupuk c)
c) MengetahuiMengetahui karakteristik limbah industri pupukkarakteristik limbah industri pupuk
1.4.
1.4. Pembatasan masalahPembatasan masalah
Mengingat luasnya permasalahan yang ada, maka dalam pembahasan ini kami merasa perlu Mengingat luasnya permasalahan yang ada, maka dalam pembahasan ini kami merasa perlu melakukan pembatasan masalah pada beberapa hal sebagai berikut :
melakukan pembatasan masalah pada beberapa hal sebagai berikut : a)
a) Pengenalan pengolahan limbah pupukPengenalan pengolahan limbah pupuk b)
b) Prinsip pengolahan lingkungan industri pupukPrinsip pengolahan lingkungan industri pupuk c)
c) Analisa pemantauan limbahAnalisa pemantauan limbah
1.5 Metode penulisan 1.5 Metode penulisan
Kami akan menyajikan penulisan laporan tugas mata kuliah pengetahuan lingkungan Kami akan menyajikan penulisan laporan tugas mata kuliah pengetahuan lingkungan dalam tiga bab yang diuraikan secara singkat dan sistematis. Setiap bab akan saling bekaitan dalam tiga bab yang diuraikan secara singkat dan sistematis. Setiap bab akan saling bekaitan dimana bab yang berada pada bagian sebelumnya merupakan pedoman untuk bab-bab dimana bab yang berada pada bagian sebelumnya merupakan pedoman untuk bab-bab selanjutnya. Masing-masing bab sebagai pokok bahasan terbagi menjadi beberapa sub selanjutnya. Masing-masing bab sebagai pokok bahasan terbagi menjadi beberapa sub pokok pembahasan yang secara garis besar terdiri
pokok pembahasan yang secara garis besar terdiri dari :dari :
BAB
BAB I I : : PENDAHULUANPENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, pembatasan masala
BAB
BAB II II : : TINJAUAN TINJAUAN PUSTAKAPUSTAKA
Pada bab ini dibahas mengenai gambaran pengolahan limbah industri pupuk, karakteristik Pada bab ini dibahas mengenai gambaran pengolahan limbah industri pupuk, karakteristik limbah industri pupuk.
limbah industri pupuk.
BAB
BAB III III : : PENUTUPPENUTUP
Pada bab ini dibahas mengenai kesimpulan dan saran. Pada bab ini dibahas mengenai kesimpulan dan saran.
Metode penulisan pada
Metode penulisan pada makalah ini makalah ini berhubungan dengan berhubungan dengan pokok pembahasan pengolahanpokok pembahasan pengolahan limbah industri pupuk. Sumber data yang
BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Proses Kimia Pembuatan Ammonia dan Urea 2.1. Proses Kimia Pembuatan Ammonia dan Urea
Pupuk Urea yang dikenal dengan nama rumus kimianya NH2CONH2 pertama kali dibuat Pupuk Urea yang dikenal dengan nama rumus kimianya NH2CONH2 pertama kali dibuat secara sintetis oleh Frederich Wohler tahun 1928
secara sintetis oleh Frederich Wohler tahun 1928 dengan mereaksikan garam cyanat dengandengan mereaksikan garam cyanat dengan ammonium hydroxide.
ammonium hydroxide.
Pupuk urea yang dibuat PT Pupuk Kujang merupakan reaksi antara karbon dioksida Pupuk urea yang dibuat PT Pupuk Kujang merupakan reaksi antara karbon dioksida (CO2) dan ammonia (NH3). Kedua senyawa ini berasal dari bahan gas bumi, air dan udara. (CO2) dan ammonia (NH3). Kedua senyawa ini berasal dari bahan gas bumi, air dan udara. Ketiga bahan baku tersebut meruapakan kekayaan alam yang terdapat di
Ketiga bahan baku tersebut meruapakan kekayaan alam yang terdapat di Jawa Barat.Jawa Barat.
Pada proses pembuatan ammonia dengan tekanan rendah dalam reaktor (±150 Pada proses pembuatan ammonia dengan tekanan rendah dalam reaktor (±150 atmosfir) yaitu dengan reaksi reforming merubah CO menjadi CO2, penyerapan CO2 dan atmosfir) yaitu dengan reaksi reforming merubah CO menjadi CO2, penyerapan CO2 dan metanasi. Reaksi reforming ini dilakukan dalam 2 tingkatan yaitu :
metanasi. Reaksi reforming ini dilakukan dalam 2 tingkatan yaitu : Tingkat Pertama :
Tingkat Pertama :
Gas bumi dan uap air direaksikan dengan katalis melalui pipa-pipa vertikal dalam dapur Gas bumi dan uap air direaksikan dengan katalis melalui pipa-pipa vertikal dalam dapur reforming pertama dan secara umum reaksi yang
reforming pertama dan secara umum reaksi yang terjadi sebagai berikut:terjadi sebagai berikut: Cn H
Cn H22n n + + nHnH22OO NCO + (2n+1)HNCO + (2n+1)H22 - - panaspanas
CH
CH44 + + HH22OO CO CO + + 3H3H22 - - panaspanas
Tingkat Kedua : Tingkat Kedua :
Udara dialirkan dan bercampur dengan arus gas dari reformer pertama di dalam Udara dialirkan dan bercampur dengan arus gas dari reformer pertama di dalam reformer kedua, hal ini dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi reforming dan untuk reformer kedua, hal ini dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi reforming dan untuk memperoleh campuran gas yang mengandung nitrogen (N)
memperoleh campuran gas yang mengandung nitrogen (N) 2 CH
2 CH44 + + 3 O3 O22 ---> ---> 12 12 NN22
2
2 CO CO + + 4 4 HH22O O ---> ---> 12 12 NN22
lalu campuran gas sesudah reforming direaksikan dengan H2O di dalam converter CO lalu campuran gas sesudah reforming direaksikan dengan H2O di dalam converter CO untuk mengubah CO menjadi CO2
untuk mengubah CO menjadi CO2 CO
CO + + HH22O O ---> ---> COCO22 + H+ H22
CO2 yang terjadi dalam campuran gas diserap dengan
CO2 yang terjadi dalam campuran gas diserap dengan K2 CO3K2 CO3 K
larutan KHCO3 dipanaskan guna mendapatkan CO2 sebagai bahan baku pembuatan larutan KHCO3 dipanaskan guna mendapatkan CO2 sebagai bahan baku pembuatan urea.
urea.
Setelah CO2 dipisahkan, maka sisa-sisa CO, CO2 dalam campuran gas harus dihilangkan Setelah CO2 dipisahkan, maka sisa-sisa CO, CO2 dalam campuran gas harus dihilangkan yaitu dengan cara mengubah zat-zat
yaitu dengan cara mengubah zat-zat itu menjadi CH4 kembaliitu menjadi CH4 kembali CO
CO + + 3H3H22 CHCH44 + H+ H22OO
CO
CO22 + + 4H4H22 CHCH44 + 2H+ 2H22OO
Lalu kita mensitesa nitrogen dengan hidrogen dalam suatu campuran ganda pada Lalu kita mensitesa nitrogen dengan hidrogen dalam suatu campuran ganda pada tekanan 150 atmosfer dan kemudian dialirkan ke
tekanan 150 atmosfer dan kemudian dialirkan ke dalam ammonia converter.dalam ammonia converter. N
N22 + + 3H3H22 ---> ---> 2NH2NH33
Setelah didapatkan CO2 (gas) dan NH3 (cair), kedua senyawa ini direaksikan dalam Setelah didapatkan CO2 (gas) dan NH3 (cair), kedua senyawa ini direaksikan dalam reaktor urea dengan tekanan 200 - 250
reaktor urea dengan tekanan 200 - 250 atmosfer.atmosfer. 2NH
2NH33 + + COCO22 NHNH22COONHCOONH44 + + QQ
ammonia
ammonia karbon karbon dioksidadioksida ammoniumammonium karbamat karbamat NH2COONH4
NH2COONH4 NH2 CONH2NH2 CONH2 + + H2O H2O - - QQ
Reaksi ini berlangsung tanpa katalisator dalam waktu ± 25 menit. Proses selanjutnya Reaksi ini berlangsung tanpa katalisator dalam waktu ± 25 menit. Proses selanjutnya adalah memisahkan urea dari produk lain dengan memanaskan hasil reaksi (urea, biuret, adalah memisahkan urea dari produk lain dengan memanaskan hasil reaksi (urea, biuret, ammonium karbamat, air dan ammonia kelebihan) dengan penurunan tekanan, dan ammonium karbamat, air dan ammonia kelebihan) dengan penurunan tekanan, dan temperatur 120-165 derajat Celsius, sehingga ammonium karbamat akan terurai menjadi temperatur 120-165 derajat Celsius, sehingga ammonium karbamat akan terurai menjadi NH3 dan CO2, dan
NH3 dan CO2, dan kita akan mendapatkan urea berkonsentrasi 70-75%.kita akan mendapatkan urea berkonsentrasi 70-75%.
Untuk mendapatkan konsentrasi urea yang lebih tinggi maka dilakukan pemekatan Untuk mendapatkan konsentrasi urea yang lebih tinggi maka dilakukan pemekatan dengan cara:
dengan cara:
Penguapan larutan urea di bawah vacuum (ruang hampa udara, tekanan 0,1 atmosfir Penguapan larutan urea di bawah vacuum (ruang hampa udara, tekanan 0,1 atmosfir mutlak), sehingga larutan menjadi jenuh
mutlak), sehingga larutan menjadi jenuh dan mengkristal.dan mengkristal. Memisahkan kristal dari cairan induknya dengan
Memisahkan kristal dari cairan induknya dengan centrifuge.centrifuge. Penyaringan kristal dengan udara panas.
Penyaringan kristal dengan udara panas.
Untuk mendapatkan urea dalam bentuk butiran kecil, keras, padat maka kristal urea Untuk mendapatkan urea dalam bentuk butiran kecil, keras, padat maka kristal urea dipanaskan kembali sampai meleleh dan urea cair lalu disemprotkan melalui nozzle-nozzle dipanaskan kembali sampai meleleh dan urea cair lalu disemprotkan melalui nozzle-nozzle kecil dari bagian atas menara pembutir (prilling tower).
kecil dari bagian atas menara pembutir (prilling tower).
Sementara tetesan urea yang jatuh melalui nozzle tersebut, dihembuskan udara dingin Sementara tetesan urea yang jatuh melalui nozzle tersebut, dihembuskan udara dingin ke atas sehingga tetesan urea akan membeku dan menjadi butir urea yang keras dan padat. ke atas sehingga tetesan urea akan membeku dan menjadi butir urea yang keras dan padat.
Proses pembuatan Urea dibuat dengan bahan baku gas
Proses pembuatan Urea dibuat dengan bahan baku gas CO2 dan liquid NH3 CO2 dan liquid NH3 yang disuplaiyang disuplai dari Pabrik Ammonia.
dari Pabrik Ammonia.
Proses pembuatan Urea tersebut dibagi menjadi 6 unit, yaitu : Proses pembuatan Urea tersebut dibagi menjadi 6 unit, yaitu :
1.
1. Synthesa UnitSynthesa Unit 2.
2. Purification UnitPurification Unit 3.
3. Cristaliser UnitCristaliser Unit 4.
4. Prilling UnitPrilling Unit 5.
5. Recovery UnitRecovery Unit 6.
6. Process Condensate Treatment UnitProcess Condensate Treatment Unit
1.
1. Synthesa UnitSynthesa Unit
Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik Urea, untuk mensintesa Urea dengan Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik Urea, untuk mensintesa Urea dengan mereaksikan Liquid NH3 dan gas CO2 di dalam Urea Reaktor dan ke dalam reaktor ini mereaksikan Liquid NH3 dan gas CO2 di dalam Urea Reaktor dan ke dalam reaktor ini dimasukkan juga larutan recycle karbamat yang berasal dari bagian Recovery. Tekanan dimasukkan juga larutan recycle karbamat yang berasal dari bagian Recovery. Tekanan operasi di Sintesa adalah 175 Kg/cm2g. Hasil Sintesa Urea dikirim ke bagian Purifikasi operasi di Sintesa adalah 175 Kg/cm2g. Hasil Sintesa Urea dikirim ke bagian Purifikasi untuk dipisahkan ammonium karbamat dan kelebihan ammonianya setelah dilakukan untuk dipisahkan ammonium karbamat dan kelebihan ammonianya setelah dilakukan stripping oleh CO2.
stripping oleh CO2.
2.
2. Purification UnitPurification Unit
Ammonium karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan ammonia di unit Sintesa Ammonium karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan ammonia di unit Sintesa diuraikan dan dipisahkan dengan cara tekanan dan pemanasan dengan dua langkah diuraikan dan dipisahkan dengan cara tekanan dan pemanasan dengan dua langkah penurunan tekanan, yaitu pada 17 kg/cm2g dan 22,2 kg/cm2g. Hasil peruraian berupa penurunan tekanan, yaitu pada 17 kg/cm2g dan 22,2 kg/cm2g. Hasil peruraian berupa gas CO2 dan NH3 dikirim ke bagian Recovery, sedangkan larutan ureanya dikirim ke gas CO2 dan NH3 dikirim ke bagian Recovery, sedangkan larutan ureanya dikirim ke bagian Cristaliser.
bagian Cristaliser.
3.
3. Cristaliser UnitCristaliser Unit
Larutan urea dari unit Purifikasi dikristalkan dibagian ini secara vakum. Kemudian kristal Larutan urea dari unit Purifikasi dikristalkan dibagian ini secara vakum. Kemudian kristal ureanya dipisahkan di Centrifuge. Panas yang diperlukan untuk menguapkan air diambil ureanya dipisahkan di Centrifuge. Panas yang diperlukan untuk menguapkan air diambil dari panas sensibel larutan urea, maupun panas kristalisasi urea dan panas yang diambil dari panas sensibel larutan urea, maupun panas kristalisasi urea dan panas yang diambil dari sirkulasi Urea Slurry ke HP Absorber dari Recovery.
4.
4. Prilling UnitPrilling Unit
Kristal urea keluaran Centrifuge dikeringkan sampai menjadi 99,8% berat dengan udara Kristal urea keluaran Centrifuge dikeringkan sampai menjadi 99,8% berat dengan udara panas, kemudian dikirimkan ke bagian atas Prilling Tower untuk dilelehkan dan panas, kemudian dikirimkan ke bagian atas Prilling Tower untuk dilelehkan dan didistribusikan merata ke seluruh distributor, dan dari distributor dijatuhkan ke bawah didistribusikan merata ke seluruh distributor, dan dari distributor dijatuhkan ke bawah sambil didinginkan oleh udara dari bawah dan menghasilkan produk urea butiran (prill). sambil didinginkan oleh udara dari bawah dan menghasilkan produk urea butiran (prill). Produk urea dikirim ke bulk storage dengan belt conveyor.
Produk urea dikirim ke bulk storage dengan belt conveyor.
5.
5. Recovery UnitRecovery Unit
Gas ammonia dan gas
Gas ammonia dan gas CO2 yang dipisahkan dibagian purifikasi diambil kembali dengan 2CO2 yang dipisahkan dibagian purifikasi diambil kembali dengan 2 langkah absorbsi dengan menggunakan mother liquor sebagian absorbent kemudian di langkah absorbsi dengan menggunakan mother liquor sebagian absorbent kemudian di recycle kembali ke bagian sintesa.
recycle kembali ke bagian sintesa.
6.
6. Process Condensate Treatment UnitProcess Condensate Treatment Unit
Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian kristaliser didinginkan dan Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian kristaliser didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil urea, NH3, dan CO2 ikut kondensat kemudian diolah dikondensasikan. Sejumlah kecil urea, NH3, dan CO2 ikut kondensat kemudian diolah dan dipisahkan di stripper dan hydrolizer. Gas CO2 dan gas NH3 -
dan dipisahkan di stripper dan hydrolizer. Gas CO2 dan gas NH3 - nya dikirim kembali kenya dikirim kembali ke bagian purifikasi untuk direcover. Sedang air kondensatnya dikirim ke
bagian purifikasi untuk direcover. Sedang air kondensatnya dikirim ke utilitas.utilitas.
2.2.
2.2. Industri Dan Pencemaran LingkunganIndustri Dan Pencemaran Lingkungan
Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang kuat dan Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, secara hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar secara hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya dapat menjadi dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik, agar komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan.
resiko kerusakan lingkungan.
Dengan demikian, pengelolaan lingkungan dilakukan bertujuan agar manusia tetap Dengan demikian, pengelolaan lingkungan dilakukan bertujuan agar manusia tetap "survival". Hakekatnya manusia telah "survival" sejak awal peradaban hingga kini, tetapi "survival". Hakekatnya manusia telah "survival" sejak awal peradaban hingga kini, tetapi peralihan dan revolusi besar yang melanda umat manusia akibat kemajuan pembangunan, peralihan dan revolusi besar yang melanda umat manusia akibat kemajuan pembangunan, teknologi, iptek, dan industri, serta
mampu menggoreskan sejarah kehidupan, akibat relasi kemajuan yang bersinggungan mampu menggoreskan sejarah kehidupan, akibat relasi kemajuan yang bersinggungan dengan lingkungan hidupnya. Karena jika tidak mampu menghadapi berbagai tantangan dengan lingkungan hidupnya. Karena jika tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari permasalahan lingkungan, maka kemajuan yang telah dicapai terutama yang muncul dari permasalahan lingkungan, maka kemajuan yang telah dicapai terutama berkat ke-magnitude-an teknologi akan
berkat ke-magnitude-an teknologi akan mengancam kelangsungan hidup manusia.mengancam kelangsungan hidup manusia.
1.
1. Dampak Industri dan Teknologi terhadap Dampak Industri dan Teknologi terhadap LingkunganLingkungan
Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser,1990 :14-20) mengisyaratkan Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser,1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara.
tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. Dalam halDalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa.
ekonomi suatu bangsa.
Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia "survival" yaitu oleh karena teknologi.
manusia "survival" yaitu oleh karena teknologi.
Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, industri mobil, yang memperkaya p
industri mobil, yang memperkaya peradaban manusia.. Teknologi juga mampu menghasilkaneradaban manusia.. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas-gas buangan lain yang mengancam sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi
kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek "rumah kaca".akibat efek "rumah kaca".
Teknologi yang diandalkan sebagai istrumen utama dalam "revolusi hijau" mampu Teknologi yang diandalkan sebagai istrumen utama dalam "revolusi hijau" mampu meningkatkan hasil pertanian, karena adanya bibit unggul, bermacam jenis pupuk yang meningkatkan hasil pertanian, karena adanya bibit unggul, bermacam jenis pupuk yang bersifat suplemen, pestisida dan insektisida. Dibalik itu, teknologi yang sama juga bersifat suplemen, pestisida dan insektisida. Dibalik itu, teknologi yang sama juga menghasilkan berbagai jenis racun yang
menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, bahkanlingkungannya, bahkan akibat rutinnya digunakan berbagi jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat akibat rutinnya digunakan berbagi jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat daya tahan hama tananam misalnya wereng dan kutu
daya tahan hama tananam misalnya wereng dan kutu loncat.loncat.
Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran, alat-alat pendingin (lemari menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran, alat-alat pendingin (lemari es dan AC), berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan, atau obat anti es dan AC), berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan, atau obat anti nyamuk yang praktis untuk disemprotkan, dan sebagainya. Serangkai dengan proses nyamuk yang praktis untuk disemprotkan, dan sebagainya. Serangkai dengan proses tersebut, ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetra fluoro ethylene polymer yang tersebut, ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetra fluoro ethylene polymer yang digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan ozone di
digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan ozone di stratosfer.stratosfer.
Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara berkembang) untuk Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara berkembang) untuk memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka meningkatkan sumber devisa negara memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka meningkatkan sumber devisa negara dan berbagai pembiayaan pembangunan, tetapi akibat yang ditimbulkannya merusak hutan dan berbagai pembiayaan pembangunan, tetapi akibat yang ditimbulkannya merusak hutan
tropis sekaligus berbagai jenis tanaman berkhasiat obat dan beragam jenis fauna yang tropis sekaligus berbagai jenis tanaman berkhasiat obat dan beragam jenis fauna yang langka.
langka.
Terlepas dari berbagai keberhasilan pembangunan yang disumbangkan oleh Terlepas dari berbagai keberhasilan pembangunan yang disumbangkan oleh teknologi dan sektor industri di Indonesia, sesungguhnya telah terjadi kemerosotan sumber teknologi dan sektor industri di Indonesia, sesungguhnya telah terjadi kemerosotan sumber daya alam dan
daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan, khususnya pada kota-kota yang sedangpeningkatan pencemaran lingkungan, khususnya pada kota-kota yang sedang berkembang seperti Gresik, Surabaya, Jakarta, Bandung Lhokseumawe, Medan, dan berkembang seperti Gresik, Surabaya, Jakarta, Bandung Lhokseumawe, Medan, dan sebagainya. Bahkan hampir seluruh daerah di Jawa telah ikut mengalami peningkatan suhu sebagainya. Bahkan hampir seluruh daerah di Jawa telah ikut mengalami peningkatan suhu udara, sehingga banyak penduduk yang merasakan kegerahan walaupun di daerah tersebut udara, sehingga banyak penduduk yang merasakan kegerahan walaupun di daerah tersebut tergolong berhawa sejuk dan tidak
tergolong berhawa sejuk dan tidak pesat industrinya.pesat industrinya.
Berkaitan dengan pernyataan tersebut, Amsyari (1996:104), mencatat kerusakan Berkaitan dengan pernyataan tersebut, Amsyari (1996:104), mencatat kerusakan lingkungan akibat industrialisasi di beberapa kota di Indonesia, yaitu:
lingkungan akibat industrialisasi di beberapa kota di Indonesia, yaitu:
Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri.Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri.
Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk sepertiKonsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti
merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya.
kandungan air permukaan dan biota airnya.
Kelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan diKelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan di
musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak.
berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak.
Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah, bahkanTemperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah, bahkan
temperatur tertinggi di beberapa kola seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat temperatur tertinggi di beberapa kola seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat celcius.
celcius.
Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2r SO2, danTerjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2r SO2, dan
debu. debu.
Sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis, sepertiSumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis, seperti
minyak bumi dan batu bara
minyak bumi dan batu bara yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020.yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020.
Luas hutan Indonesia semakin sempit Luas hutan Indonesia semakin sempit akibat tidak terkendalinya perambahan yangakibat tidak terkendalinya perambahan yang
disengaja atau oleh bencana kebakaran. Kondisi hara tanah semakin tidak subur, disengaja atau oleh bencana kebakaran. Kondisi hara tanah semakin tidak subur, dan lahan pertanian semakin menyempit dan
dan lahan pertanian semakin menyempit dan mengalami pencemaran.mengalami pencemaran.
2.
2. Klasifikasi Pencemaran LingkunganKlasifikasi Pencemaran Lingkungan
Masalah pencemaran lingkungan hidup, secara teknis telah didefinisikan dalam UU Masalah pencemaran lingkungan hidup, secara teknis telah didefinisikan dalam UU No. 4 Tahun 1982, yakni
No. 4 Tahun 1982, yakni masuknya atau dimasukkamasuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan ataunnya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai peruntukannya.
peruntukannya.
Dari definisi yang panjang tersebut, terdapat tiga unsur dalam pencemaran, yaitu : Dari definisi yang panjang tersebut, terdapat tiga unsur dalam pencemaran, yaitu : sumber perubahan oleh kegiatan manusia atau proses alam, bentuk perubahannya adalah sumber perubahan oleh kegiatan manusia atau proses alam, bentuk perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu bahan (hidup/mati) pada lingkungan, dan merosotnya fungsi berubahnya konsentrasi suatu bahan (hidup/mati) pada lingkungan, dan merosotnya fungsi lingkungan dalam menunjang kehidupan.
lingkungan dalam menunjang kehidupan.
Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut pola Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut pola pengelompokannya.
pengelompokannya.
Berkaitan dengan itu, Amsyari (1996: 102),
Berkaitan dengan itu, Amsyari (1996: 102), mengelompokkan pencemaran alas dasar:mengelompokkan pencemaran alas dasar: a) bahan pencemar yang menghasilkan bentuk pencemaran biologis, kimiawi, fisik, a) bahan pencemar yang menghasilkan bentuk pencemaran biologis, kimiawi, fisik,
dan budaya; dan budaya;
b) pengelompokan menurut medium lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran b) pengelompokan menurut medium lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran udara, air, tanah, makanan, dan sosial; c) pengelompokan menurut sifat sumber udara, air, tanah, makanan, dan sosial; c) pengelompokan menurut sifat sumber menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer dan sekunder.
menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer dan sekunder.
Namun apapun klasifikasi dari pencemaran lingkungan, pada dasarnya terletak pada Namun apapun klasifikasi dari pencemaran lingkungan, pada dasarnya terletak pada esensi kegiatan manusia yang mengakibatkan terjadinya kerusakan yang merugikan esensi kegiatan manusia yang mengakibatkan terjadinya kerusakan yang merugikan masyarakat banyak dan lingkungan hidupnya.
masyarakat banyak dan lingkungan hidupnya.
2.3. Karakteristik limbah industri pupuk 2.3. Karakteristik limbah industri pupuk
Jenis limbah yang dihasilkan oleh
Jenis limbah yang dihasilkan oleh industri pupuk adalah limbah cair, gas industri pupuk adalah limbah cair, gas dan padat.dan padat. 1.
1. Limbah CairLimbah Cair
Limbah cair mengandung ammonia dan urea berasal dari pabrik ammonia danLimbah cair mengandung ammonia dan urea berasal dari pabrik ammonia dan pabrik urea
pabrik urea
Limbah cair mengandung minyak berasal dari kompressor dan Limbah cair mengandung minyak berasal dari kompressor dan pompapompa
Limbah cair mengandung asam/basa berasal dari unit DeLimbah cair mengandung asam/basa berasal dari unit De mineralisasimineralisasi
Limbah cair mengandung lumpur berasal dari pengolahan airLimbah cair mengandung lumpur berasal dari pengolahan air
Limbah sanitasi mengandung suspended solid, BOD dan KLimbah sanitasi mengandung suspended solid, BOD dan K oliformoliform
2.
2. Limbah Gas dan Limbah Gas dan KebisinganKebisingan
Limbah gas buang / stack gas berasal dari emisi boiler-boiler dan reformer dariLimbah gas buang / stack gas berasal dari emisi boiler-boiler dan reformer dari pabrik utilitas dan pabrik ammonia. Diatasi dengan pengoperasian boiler sesuai pabrik utilitas dan pabrik ammonia. Diatasi dengan pengoperasian boiler sesuai SOP dan pembakaran gas alam dengan
Emisi gas NH3 dan debu urea berasal dari bagian atas menara pembutir. DiatasiEmisi gas NH3 dan debu urea berasal dari bagian atas menara pembutir. Diatasi dengan pengendalian urea dust separator system wet scrubber dan penggantian dengan pengendalian urea dust separator system wet scrubber dan penggantian filter secara kontinyu
filter secara kontinyu
Limbah gas buang ( purge gas ) yang berasal dari daur sintesa pabrik ammoniaLimbah gas buang ( purge gas ) yang berasal dari daur sintesa pabrik ammonia diatas dengan memasang Unit Hydrogen Recovery untuk memisahkan NH3 dan diatas dengan memasang Unit Hydrogen Recovery untuk memisahkan NH3 dan H2
H2
Sumber kebisingan yang berasal dari pabrik utilitas, pabrik ammonia dan pabrikSumber kebisingan yang berasal dari pabrik utilitas, pabrik ammonia dan pabrik urea diatasi dengan keharusan setiap pekerja memakai alat penyumbat telinga urea diatasi dengan keharusan setiap pekerja memakai alat penyumbat telinga
3.
3. Limbah PadatLimbah Padat
Limbah katalis bekas berasal dari pabrik ammonia yang mengandung oksida -oksidaLimbah katalis bekas berasal dari pabrik ammonia yang mengandung oksida -oksida dari : Ni, Zn, Cu, Fe, Mo, Co. Diatasi dengan penyimpanan sementara ditempat yang dari : Ni, Zn, Cu, Fe, Mo, Co. Diatasi dengan penyimpanan sementara ditempat yang aman kemudian dijual kembali
aman kemudian dijual kembali
Limbah debu urea berasal dari unit pengantongan. Diatasi dengan pemasanganLimbah debu urea berasal dari unit pengantongan. Diatasi dengan pemasangan peralatan dust collector, dehumidifier dan exhaust fan, urea dust dan waste peralatan dust collector, dehumidifier dan exhaust fan, urea dust dan waste dilarutkan kembali kemudian di
dilarutkan kembali kemudian di – –recycle.recycle.
2.4.
2.4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan KesehatanBeracun) dan Kesehatan
Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pada pasal 1 butir Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pada pasal 1 butir 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sejahtera dari 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
ekonomis.
Adapun derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu : Adapun derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
Faktor LingkunganFaktor Lingkungan
Faktor PerilakuFaktor Perilaku
Faktor Pelayanan KesehatanFaktor Pelayanan Kesehatan
Faktor Bawaan (Keturunan)Faktor Bawaan (Keturunan)
Dari keempat faktor tersebut, faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar Dari keempat faktor tersebut, faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya dibandingkan dengan ketiga faktor yang lain.
pengaruhnya dibandingkan dengan ketiga faktor yang lain.
Pada umumnya, bila manusia dan lingkungannya berada dalam
Pada umumnya, bila manusia dan lingkungannya berada dalam keadaan seimbang, makakeadaan seimbang, maka keduanya berada dalam keadaan sehat. Tetapi karena sesuatu sebab sehingga keduanya berada dalam keadaan sehat. Tetapi karena sesuatu sebab sehingga keseimbangan ini terganggu atau mungkin tidak dapat tercapai, maka dapat menimbulkan keseimbangan ini terganggu atau mungkin tidak dapat tercapai, maka dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan.
Keseimbangan tersebut sangat kompleks. Dari lingkungan alaminya manusia mengambil Keseimbangan tersebut sangat kompleks. Dari lingkungan alaminya manusia mengambil makanan dan sumber daya lain yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan materinya, ke makanan dan sumber daya lain yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan materinya, ke lingkungan alami pula manusia membuang berbagai bahan buangan baik dari badannya lingkungan alami pula manusia membuang berbagai bahan buangan baik dari badannya maupun dari proses produksinya.
maupun dari proses produksinya.
Proses pengambilan maupun pembuangan ini bila tidak terkendali, menimbulkan Proses pengambilan maupun pembuangan ini bila tidak terkendali, menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang dapat merugikan bagi kehidupan manusia itu sendiri, dampak terhadap lingkungan yang dapat merugikan bagi kehidupan manusia itu sendiri, antara lain gangguan kesehatan, gangguan kenyamanan, gangguan ekonomi dan sosial. antara lain gangguan kesehatan, gangguan kenyamanan, gangguan ekonomi dan sosial. Dalam hal tersebut diatas yang perlu kita cermati adalah bahwa alam mempunyai daya Dalam hal tersebut diatas yang perlu kita cermati adalah bahwa alam mempunyai daya dukung dan daya tampung yang terbatas. Bila pengelolaannya tidak seimbang maka dukung dan daya tampung yang terbatas. Bila pengelolaannya tidak seimbang maka kelestarian lingkungan juga akan terganggu.
kelestarian lingkungan juga akan terganggu.
Perilaku manusia yang tidak sehat, akan memperburuk kondisi lingkungan dengan Perilaku manusia yang tidak sehat, akan memperburuk kondisi lingkungan dengan
timbulnya “man made breeding places” bagi kuman dan vektor penyakit maupun sumber timbulnya “man made breeding places” bagi kuman dan vektor penyakit maupun sumber
pencemar yang dapat memajani manusia. pencemar yang dapat memajani manusia.
Selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bertambahnya jumlah Selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bertambahnya jumlah penduduk dengan mobilitas yang cepat, sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia penduduk dengan mobilitas yang cepat, sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia yang tidak hanya kebutuhan dasar saja. Dari kebutuhan dasar yang berupa makanan dan yang tidak hanya kebutuhan dasar saja. Dari kebutuhan dasar yang berupa makanan dan sandang sampai pada kebutuhan materi sebagai hasil proses industri, memunculkan sandang sampai pada kebutuhan materi sebagai hasil proses industri, memunculkan kecenderungan semakin meningkatnya tempat / kegiatan yang juga menghasilkan limbah kecenderungan semakin meningkatnya tempat / kegiatan yang juga menghasilkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup berupa bahan berbahaya dan beracun bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya.
lainnya.
Kondisi tersebut, bila tidak terkendali akan menimbulkan masalah kesehatan yang Kondisi tersebut, bila tidak terkendali akan menimbulkan masalah kesehatan yang semakin berat dan luas dengan semakin tingginya angka kesakitan, baik karena penyakit semakin berat dan luas dengan semakin tingginya angka kesakitan, baik karena penyakit infeksi maupun non infeksi sebagai akibat dari pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan infeksi maupun non infeksi sebagai akibat dari pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan yang tidak diinginkan.
yang tidak diinginkan.
Beberapa tahun terakhir ini telah terjadi transisi epidemiologik, yaitu bergesernya pola Beberapa tahun terakhir ini telah terjadi transisi epidemiologik, yaitu bergesernya pola penyakit yang sebelumnya didominasi oleh penyakit infeksi, pada saat ini penyakit non penyakit yang sebelumnya didominasi oleh penyakit infeksi, pada saat ini penyakit non infeksi antara lain hipertensi, jantung, diabetes melitus, gangguan fungsi ginjal, kanker, lebih infeksi antara lain hipertensi, jantung, diabetes melitus, gangguan fungsi ginjal, kanker, lebih menonjol dibanding tahun-tahun sebelumnya.
2.5. Limbah dan Masalahnya 2.5. Limbah dan Masalahnya
Karena limbah dibuang ke lingkungan, maka masalah yang ditimbulkannya merata dan Karena limbah dibuang ke lingkungan, maka masalah yang ditimbulkannya merata dan menyebar di lingkungan yang luas. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat menyebar di lingkungan yang luas. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat lainnya. Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai, dihanyutkan dari hulu sampai jauh lainnya. Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai, dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir, melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara di laut atau danau, seolah-olah ke hilir, melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara di laut atau danau, seolah-olah laut atau danau menjadi tong sampah.
laut atau danau menjadi tong sampah.
Limbah bermasalah antara lain berasal dari kegiatan pemukiman, industri, pertanian, Limbah bermasalah antara lain berasal dari kegiatan pemukiman, industri, pertanian, pertambangan dan rekreasi.
pertambangan dan rekreasi.
Limbah pemukiman selain berupa limbah padat yaitu sampah rumah tangga, juga Limbah pemukiman selain berupa limbah padat yaitu sampah rumah tangga, juga berupa tinja dan limbah cair yang semuanya dapat mencemari lingkungan perairan. Air yang berupa tinja dan limbah cair yang semuanya dapat mencemari lingkungan perairan. Air yang tercemar akan menjadi sumber penyakit menular.
tercemar akan menjadi sumber penyakit menular.
Limbah industri baik berupa gas, cair maupun padat umumnya termasuk kategori atau Limbah industri baik berupa gas, cair maupun padat umumnya termasuk kategori atau dengan sifat limbah B3.
dengan sifat limbah B3.
Kegiatan industri disamping bertujuan untuk
Kegiatan industri disamping bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, ternyata jugameningkatkan kesejahteraan, ternyata juga menghasilkan limbah sebagai pencemar lingkungan perairan, tanah, dan udara. Limbah cair, menghasilkan limbah sebagai pencemar lingkungan perairan, tanah, dan udara. Limbah cair, yang dibuang ke perairan akan mengotori air yang dipergunakan untuk berbagai keperluan yang dibuang ke perairan akan mengotori air yang dipergunakan untuk berbagai keperluan dan mengganggu kehidupan biota air. Limbah padat akan mencemari tanah dan sumber air dan mengganggu kehidupan biota air. Limbah padat akan mencemari tanah dan sumber air tanah.
tanah.
Limbah gas yang dibuang ke udara pada umumnya mengandung senyawa kimia berupa Limbah gas yang dibuang ke udara pada umumnya mengandung senyawa kimia berupa SOx, NOx, CO, dan gas-gas lain yang tidak diinginkan. Adanya SO2 dan NOx di udara dapat SOx, NOx, CO, dan gas-gas lain yang tidak diinginkan. Adanya SO2 dan NOx di udara dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat menimbulkan kerugian karena merusak menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat menimbulkan kerugian karena merusak bangunan, ekosistem perairan, lahan pertanian dan hutan.
bangunan, ekosistem perairan, lahan pertanian dan hutan.
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sangat ditakuti adalah limbah dari Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sangat ditakuti adalah limbah dari industri kimia. Limbah dari industri kimia pada umumnya mengandung berbagai macam industri kimia. Limbah dari industri kimia pada umumnya mengandung berbagai macam unsur logam berat yang mempunyai
unsur logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun (toxic) sehingga berbahayasifat akumulatif dan beracun (toxic) sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia.
bagi kesehatan manusia.
Limbah pertanian yang paling utama ialah pestisida dan pupuk. Walau pestisida Limbah pertanian yang paling utama ialah pestisida dan pupuk. Walau pestisida digunakan untuk membunuh hama, ternyata karena pemakaiannya yang
digunakan untuk membunuh hama, ternyata karena pemakaiannya yang tidak sesuai dengantidak sesuai dengan peraturan keselamatan kerja, pestisida menjadi biosida
peraturan keselamatan kerja, pestisida menjadi biosida – –pembunuh kehidupan. Pestisidapembunuh kehidupan. Pestisida yang berlebihan pemakaiannya, akhirnya mengkontaminasi sayuran dan buah-buahan yang yang berlebihan pemakaiannya, akhirnya mengkontaminasi sayuran dan buah-buahan yang dapat menyebabkan keracunan konsumennya.
Pupuk sering dipakai berlebihan, sisanya bila sampai di perairan dapat merangsang Pupuk sering dipakai berlebihan, sisanya bila sampai di perairan dapat merangsang pertumbuhan gulma penyebab timbulnya eutrofikasi. Pemakaian herbisida untuk mengatasi pertumbuhan gulma penyebab timbulnya eutrofikasi. Pemakaian herbisida untuk mengatasi eutrofikasi menjadi penyebab terkontaminasinya ikan, udang dan biota air lainnya.
eutrofikasi menjadi penyebab terkontaminasinya ikan, udang dan biota air lainnya.
Pertambangan memerlukan proses lanjutan pengolahan hasil tambang menjadi bahan Pertambangan memerlukan proses lanjutan pengolahan hasil tambang menjadi bahan yang diinginkan. Misalnya proses di pertambangan emas, memerlukan bahan air raksa atau yang diinginkan. Misalnya proses di pertambangan emas, memerlukan bahan air raksa atau mercury akan menghasilkan limbah logam berat cair penyebab keracunan syaraf dan mercury akan menghasilkan limbah logam berat cair penyebab keracunan syaraf dan merupakan bahan teratogenik.
merupakan bahan teratogenik.
Kegiatan sektor pariwisata menimbulkan limbah melalui sarana transportasi, dengan Kegiatan sektor pariwisata menimbulkan limbah melalui sarana transportasi, dengan limbah gas buang di udara, tumpahan minyak dan oli di laut sebagai limbah perahu atau limbah gas buang di udara, tumpahan minyak dan oli di laut sebagai limbah perahu atau kapal motor di kawasan wisata bahari.
kapal motor di kawasan wisata bahari.
2.6. Prinsip pengelolaan lingkungan industri pupuk 2.6. Prinsip pengelolaan lingkungan industri pupuk
1.
1. Prinsip Pengelolaan LingkunganPrinsip Pengelolaan Lingkungan
Pengendalian dan penanggulangan PencemaranPengendalian dan penanggulangan Pencemaran
Monitoring limbah dan Monitoring limbah dan kondisi lingkungankondisi lingkungan
Pemeliharaan kondisi lingkunganPemeliharaan kondisi lingkungan
2.
2. StrategiStrategi Pengendalian dan Penanggulangan LimbahPengendalian dan Penanggulangan Limbah a)
a) Pencegahan terjadinya insiden pencemaranPencegahan terjadinya insiden pencemaran
House Keeping, untuk mencegah terjadinya kebocoran, ceceran atau tetesanHouse Keeping, untuk mencegah terjadinya kebocoran, ceceran atau tetesan
bahan pencemar bahan pencemar
Mengendalikan kondisi operasi pabrik sesuai SOPMengendalikan kondisi operasi pabrik sesuai SOP
Operasi penanggulangan keadaan daruratOperasi penanggulangan keadaan darurat
Melakukan minimisasi limbah dengan cara daur ulang ( recycling ), penggunaanMelakukan minimisasi limbah dengan cara daur ulang ( recycling ), penggunaan
kembali ( reuse ) kembali ( reuse ) b)
b) Memasang dan mengoperasikan alat pengolah limbahMemasang dan mengoperasikan alat pengolah limbah c)
c) Pemantauan kualitas air limbah dan air sungaiPemantauan kualitas air limbah dan air sungai
3.
3. Manajemen Pengolahan LimbahManajemen Pengolahan Limbah a)
a) Organisasi Pengelola LingkunganOrganisasi Pengelola Lingkungan
Manajemen Pengolahan Limbah ditangani secara struktural dan fungsional yang Manajemen Pengolahan Limbah ditangani secara struktural dan fungsional yang mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab :
mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab : Struktural
Divisi Produksi : pengoperasian unit pengolahan limbah Divisi Produksi : pengoperasian unit pengolahan limbah sesuai SOPsesuai SOP
Divisi Pemeliharaan : pemeliharaan unit pengolahan limbah agar dapatDivisi Pemeliharaan : pemeliharaan unit pengolahan limbah agar dapat beroperasi kontinyu
beroperasi kontinyu
Biro Pengawasan Proses : evaluasi unjuk kerja unit-unit pengolahan limbah, sertaBiro Pengawasan Proses : evaluasi unjuk kerja unit-unit pengolahan limbah, serta analisa kualitas limbah
analisa kualitas limbah
Biro Keselamatan dan Lingkungan Hidup/Bagian Ekologi : pemantauanBiro Keselamatan dan Lingkungan Hidup/Bagian Ekologi : pemantauan lingkungan dari aspek fisika-kimia-biologi dan
lingkungan dari aspek fisika-kimia-biologi dan aspek sosial-ekonomi-budayaaspek sosial-ekonomi-budaya
Bagian Pertamanan dan Bagian Pertamanan dan Kebersihan Lingkungan Kebersihan Lingkungan : menjaga kebersihan dan: menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan
penghijauan lingkungan
Fungsional :
Fungsional : Berdasarkan fungsi-fungsi yang terbagi dalam 3 bidang pada strukturBerdasarkan fungsi-fungsi yang terbagi dalam 3 bidang pada struktur organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dengan rinciandengan rincian tugas sebagai berikut :
tugas sebagai berikut :
Bidang Lingkungan Hidup : Menangani kasus pencemaran lingkunganBidang Lingkungan Hidup : Menangani kasus pencemaran lingkungan
Bidang Hyperkes : pemantauan kondisi lingkungan kesehatan kerja karyawanBidang Hyperkes : pemantauan kondisi lingkungan kesehatan kerja karyawan yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik
yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik
Bidang Keselamatan Kerja : Pemeriksaaan kebocoran gas-gas mudah terbakar,Bidang Keselamatan Kerja : Pemeriksaaan kebocoran gas-gas mudah terbakar, beracun dan mudah meledak di area
beracun dan mudah meledak di area pabrikpabrik
2.7. Pengolahan limbah cair 2.7. Pengolahan limbah cair
Agar tidak mencemari lingkungan maka seluruh limbah cair diolah terlebih dahulu Agar tidak mencemari lingkungan maka seluruh limbah cair diolah terlebih dahulu dengan proses fisika, kimia, biologi atau gabungan ketiga proses tersebut, sebelum dibuang dengan proses fisika, kimia, biologi atau gabungan ketiga proses tersebut, sebelum dibuang ke lingkungan ( sungai ).
ke lingkungan ( sungai ). Unit pengolahan tersebut antara lain :Unit pengolahan tersebut antara lain :
1.
1. Kolam Pengendap LumpurKolam Pengendap Lumpur
Terdiri dari dua kolam yang beroperasi paralel, yang mempunyai tujuan utama untuk Terdiri dari dua kolam yang beroperasi paralel, yang mempunyai tujuan utama untuk memisahkan bahan - bahan padat yang terkandung dalam air limbah yang berasal dari : memisahkan bahan - bahan padat yang terkandung dalam air limbah yang berasal dari : backwash sand filter, blowdown clarifier dan blodown boiler. Kapasitas dari dua kolam ini backwash sand filter, blowdown clarifier dan blodown boiler. Kapasitas dari dua kolam ini sekitar 9 juta gallon dan cukup mampu untuk menampung lumpur dalam selang waktu 6 sekitar 9 juta gallon dan cukup mampu untuk menampung lumpur dalam selang waktu 6 tahun. Overflow dari kolam ini
2.
2. Kolam NetralisasiKolam Netralisasi
Unit ini berfungsi untuk menetralkan air buangan yang bersifat asam atau basa, yang Unit ini berfungsi untuk menetralkan air buangan yang bersifat asam atau basa, yang berasal dari : regenerasi unit penukar ion di unit demineralisasi. Untuk mencapai pH netral berasal dari : regenerasi unit penukar ion di unit demineralisasi. Untuk mencapai pH netral ( = 7,0 ) kolam ini dilengkapi dengan mixer dan perlengkapan untuk menambahkan asam ( = 7,0 ) kolam ini dilengkapi dengan mixer dan perlengkapan untuk menambahkan asam sulfat atau kaustik seperti yang diinginkan. Kapasitas kolam adalah 100.000 galon, cukup sulfat atau kaustik seperti yang diinginkan. Kapasitas kolam adalah 100.000 galon, cukup untuk waktu ritensi 3
untuk waktu ritensi 3 – – 4 jam. Keluaran dari kolam ini dialirkan ke kolam4 jam. Keluaran dari kolam ini dialirkan ke kolam equalisasi/stabilisasi.
equalisasi/stabilisasi.
3.
3. UnitUnit SanitasiSanitasi
Unit ini dirancang untuk memproses air limbah sanitasi dengan sistem lumpur aktif, Unit ini dirancang untuk memproses air limbah sanitasi dengan sistem lumpur aktif, dilanjutkan dengan aerasi udara dan klorinasi. Unit ini mempunyai kapasitas retensi desain dilanjutkan dengan aerasi udara dan klorinasi. Unit ini mempunyai kapasitas retensi desain sekitar 50.000 galon. Keluaran kolam
sekitar 50.000 galon. Keluaran kolam ini dialirkan ke kolam stabilisasi.ini dialirkan ke kolam stabilisasi.
4.
4. Unit Pemisah Air BerminyakUnit Pemisah Air Berminyak
Unit ini dirancang untuk mengolah buangan minyak atau oli dari kompresor pabrik Unit ini dirancang untuk mengolah buangan minyak atau oli dari kompresor pabrik ammonia, dan buangan oli dari utilitas dan urea dengan metode perbedaan berat jenis. Unit ammonia, dan buangan oli dari utilitas dan urea dengan metode perbedaan berat jenis. Unit ini mempunyai desain kapasitas pemrosesan 300 gpm, daya tampung cairan 3.600 gallon, ini mempunyai desain kapasitas pemrosesan 300 gpm, daya tampung cairan 3.600 gallon, konsentrasi minyak keluaran 1,5 mg/l
konsentrasi minyak keluaran 1,5 mg/l
5.
5. Unit Pemisah AmmoniaUnit Pemisah Ammonia
Unit ini dirancang untuk memisahkan ammonia yang terkandung dalam air buangan Unit ini dirancang untuk memisahkan ammonia yang terkandung dalam air buangan dengan metoda Steam Stripping. Metoda pemisahan yang dipakai adalah proses pelepasan dengan metoda Steam Stripping. Metoda pemisahan yang dipakai adalah proses pelepasan ammonia dengan steam. Jika ammonia dalam air buangan dikontakkan dengan aliran steam ammonia dengan steam. Jika ammonia dalam air buangan dikontakkan dengan aliran steam berlawanan arah dalam suatu menara maka ammonia
berlawanan arah dalam suatu menara maka ammonia akan dibebaskan.akan dibebaskan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi proses pelepasan ammonia adalah : jenis Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi proses pelepasan ammonia adalah : jenis unit stripping, pH, suhu laju
unit stripping, pH, suhu laju pembebanan dan pengendapan kerak.pembebanan dan pengendapan kerak.
6.
6. Kolam Ekualisasi / StabilisasiKolam Ekualisasi / Stabilisasi
Kolam ini berfungsi untuk menstabilkan air limbah agar kualitasnya sama (equal) dengan Kolam ini berfungsi untuk menstabilkan air limbah agar kualitasnya sama (equal) dengan kualitas air sekitarnya.
2.8. Pemantauan limbah cair industri pupuk 2.8. Pemantauan limbah cair industri pupuk
Program pemantauan lingkungan untuk menjaga kualitas air limbah dan badan air Program pemantauan lingkungan untuk menjaga kualitas air limbah dan badan air penerima (sungai) dilakukan secara kontinyu oleh bagian ekologi yang dianalisasi oleh penerima (sungai) dilakukan secara kontinyu oleh bagian ekologi yang dianalisasi oleh laboratorium intern, dan laboratorium intansi pemerintah yang terkait dengan pemantauan laboratorium intern, dan laboratorium intansi pemerintah yang terkait dengan pemantauan lingkungan.
lingkungan.
2.9. Baku
2.9. Baku mutu air limbahmutu air limbah
Baku Mutu Air Limbah industri pupuk berpedoman kepada peraturan - peraturan yang Baku Mutu Air Limbah industri pupuk berpedoman kepada peraturan - peraturan yang ada baik ditingkat pusat maupun daerah. Baku Mutu Air limbah industri pupuk mengacu ada baik ditingkat pusat maupun daerah. Baku Mutu Air limbah industri pupuk mengacu kepada Surat Keputusan Gubernur nomor 6 tahun 1999 dan Surat Keputusan Kementerian kepada Surat Keputusan Gubernur nomor 6 tahun 1999 dan Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup nomor 122 tahun 2004 yang merupakan perubahan dari Surat Keputusan Lingkungan Hidup nomor 122 tahun 2004 yang merupakan perubahan dari Surat Keputusan KLH nomor 51 tahun 1995.