• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Gahesha Singaraja, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Gahesha Singaraja, Indonesia"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN

EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP

AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

(Studi Kasus pada SKPD Kabupaten Klungkung)

1

Ni Kadek Rina Primayoni, 1

I Made Pradana Adiputra, 2Edy Sujana.

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Gahesha

Singaraja, Indonesia

e-mail: {[email protected], [email protected], [email protected]} @undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada dinas-dinas di Kabupaten Klungkung. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu kepala dinas, kepala subbagian dan kepala bidang yang bekerja pada dinas-dinas di lingkungan SKPD Kabupaten Klungkung, yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, antara lain memiliki jenjang pendidikan terakhir minimal SMA/Sederajat dan telah bekerja minimal 1 tahun. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, yang merupakan data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah jawaban responden dari kuesioner yang disebar. Data sekunder dalam penelitian ini adalah struktur organisasi, dan penjelasan atau gambaran umum organisasi serta data jumlah sampel pada masing-masing Dinas. Pengujian data dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas serta uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolenearitas, dan uji heteroskedastisitas, sedangkan pengujian hipotesis dengan analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysis) dengan menggunakan program SPSS 19.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan Kejelasan Sasaran Anggaran dan Efektivitas Pengendalian Internal berpengaruh positif terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Klungklung.

Kata Kunci: Kejelasan Sasaran Anggaran, Efektivitas Pengendalian Internal,

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Abtsract

The study aimed at finding out whether the clarity of budgeting target and effectiveness of internal control affected partially as well simultaneously towards the government institution performances on every agency in Klungkung Regency. The samples were determined based on purposive sampling technique. The respondents involved to be the sample of this study consisted of the head of agency office, the head of sub-sections and the head sections working at any agencies around the SKPD office in Klungkung regency. They were selected based on particular criteria, such as having minimum of SMA or equal level of educational background, and had

(2)

been at least one year in duty. The data used in the study consisted of primary and secondary data in the forms of quantitative and qualitative ones. The primary data involved all the responses of the questionnaire distributed to the respondents. The secondary data involved the organization structure, and the general description of the organization as well as the total number of the samples in each office. Data verifications were made based on validity testing, reliability testing. The classical assumption was made based on normality testing, multicolenearity testing, and heteroscedastasity, while the hypothesis was tested based on multiple regression analysis supported by SPSS 19.0 for windows program. The results indicated that both partially as well as simultaneously, there was a positive effect of the clarity of budgeting target and the effectiveness of internal control towards the accountability of the government institutions performances in Klungkung regency.

Key-words: Clarity of Budgeting Target, Internal Control Effectiveness, Accountability of Government Institution Performances.

PENDAHULUAN

Indonesia telah memasuki pemulihan akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Seluruh pihak termasuk pemerintah sendiri mencoba mengatasi hal ini dengan melakukan reformasi disegala bidang. Salah satu usaha memulihkan kondisi ekonomi, sosial dan politik adalah dengan mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah dengan mencoba mewujudkan suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa atau dikenal dengan Good Governance. Kewajiban pemerintah untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya dengan sendirinya dipenuhi dengan menyampaikan informasi yang relevan sehubungan dengan hasil dari program yang dilaksanakan kepada wakil rakyat dan juga kelompok masyarakat yang memang ingin menilai kinerja pemerintah.

Penetapan Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Kedua Undang-Undang tersebut telah merubah akuntabilitas atau pertanggungjawaban pemerintah daerah dari pertanggungjawaban vertikal (kepada pemerintah pusat) ke pertanggungjawaban horizontal (kepada masyarakat melalui DPRD).

Akuntabilitas merupakan suatu

kewajiban untuk memberikan

pertanggungjawaban dan menerangkan

kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta pertanggungjawaban (LAN, 2004). Akuntabilitas tersebut meliputi keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan misi instansi yang bersangkutan. Dalam menghadapi akuntabilitas, pemerintah perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain anggran, pengendalian akuntansi, efektivitas pelaksanaan anggaran dan sistem pelaporan.

Anggaran menjadi sangat penting dan relevan di pemerintahan daerah, karena anggaran berdampak terhadap kinerja pemerintahan yang dikaitkan dengan fungsi pemerintah dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Anggaran merupakan dokumen atau kontrak politik antara pemerintah dan DPRD sebagai wakil rakyat, untuk masa yang akan datang (Mardiasmo, 2002).

Kenis (1979) dalam Putra (2013) mengatakan terdapat beberapa karakteristik sistem penganggaran. Salah satu karakteristik anggaran adalah kejelasan sasaran anggaran. Pada konteks pemerintah daerah, sasaran anggaran tercakup dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Adanya sasaran anggaran yang jelas akan memudahkan individu untuk menyusun target anggaran. Selanjutnya,

(3)

target-target anggaran yang disusun akan sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai organisasi. Pada konteks pemerintah daerah, kejelasan sasaran anggaran berimplikasi pada aparat, untuk menyusun anggaran sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai instansi pemerintah.

Untuk menjamin bahwa anggaran yang telah ditetapkan tersebut dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan organisasi, maka perlu diterapkan pengendalian. Pengendalian intern adalah proses yang dirancang untuk memberikan kepastian yang layak mengenai pencapaian tujuan manajemen tentang reliabilitas pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku (Arens, 2006:412).

Pengendalian internal yang efektif dalam suatu pemerintahan akan mampu menciptakan keseluruhan proses kegiatan yang baik, sehingga akan memberikan kenyakinan yang memadai bagi terciptanya pengamanan asset Negara dan keandalan laporan keuangan daerah pemerintah, dalam hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Beberapa penelitian telah dilakukan sebelumnya, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum (2010) dan Nuraini dan Dian (2010) yang berjudul kejelasan sasaran anggaran, efektivitas pengendalian internal dan sistem pelaporan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Penelitian ini membuktikkan bahwa kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi, dan sistem pelaporan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Tresnawati (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh efektivitas pengendalian intern terhadap kinerja instansi pemerintah dinas pendapatan daerah kota bandung. Hasil penelitian ini membuktikkan bahwa efektivitas pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah dinas pendapatan daerah kota bandung.

Putra (2013) melakukan penelitian mengenai pengaruh akuntabilitas publik dan kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja manajerial satuan kerja perangkat daerah studi pada SKPD Kota Padang. Hasil penelitian ini membuktikkan bahwa akuntabilitas publik berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial satuan kerja perangkat daerah, sedangkan kejelasan sasaran anggaran berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Mengacu pada penelitian Kusumaningrum (2010), Nuraini dan Dian (2010), Tresnawati (2011) dan Putra (2013). Penelitian ini akan mengkaji tentang pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal terhadap akuntabilitas Instansi Pemerintah Kabupaten Klungkung. Kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal sebagai variabel independen dengan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai variabel dependen.

Akuntabilitas adalah suatu wujud pertanggungjawabkan dari suatu instasi pemerintah atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam waktu satu tahun yang disusun melalui media pelaporan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan laporan yang wajib disusun oleh instansi Pemerintah Kabupaten Klungkung.

LAKIP Kabupaten Klungkung 2012 disusun dalam rangka mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan, sasaran, kebijakan dan program yang tertuang dalam Rencana Strategis Pemerintah Kabupaten Klungkung. LAKIP Kabupaten Klungkung Tahun 2012 menyajikan data pencapaian kinerja setiap sasaran yang tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target setiap indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Target kinerja tersebut dibandingkan dengan realisasinya pada akhir tahun, sehingga diketahui celah kinerja/perbedaan antara target kinerja dengan realisasinya dimana realisasinya lebih rendah dari pada target

(4)

(perfomance gap). Selisih yang timbul akan dianalisis guna menetapkan strategi untuk peningkatan kinerja dimasa datang (perfomance improvement).

Dalam LAKIP Kabupaten Klungkung Tahun 2012 menunjukkan bahwa dari 123 sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun Anggaran 2012, terdapat 33 indikator kinerja sasaran yang belum tercapai dengan baik (LAKIP BAPPEDA Kabupaten Klungkung Tahun 2012).

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini, pertama apakah kejelasan sasaran anggaran secara parsial berpengaruh terhadap akuntabilitas inerja instansi pemerintah Kabupaten Klungkung? Kedua, apakah efektivitas pengendalian internal secara parsial berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Klungkung? Ketiga, apakah kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal secara simultan berpengaruh terhadap akuntabiltas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Klungkung?

Dari pertanyaan yang diajukan bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh antara kejelasan sasaran anggaran dengan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Klungkung, (2) mengetahui pengaruh antara efektivitas pengendalian internal dengan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Klungkung, dan (3) mengetahui pengaruh antara kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal dengan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Klungkung.

METODE

Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan pada SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung yaitu salah satu unsur pelaksanaan pemerintah daerah yang berupa Dinas-Dinas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data

berupa observasi, kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain data primer dan sekunder, yang merupakan data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah jawaban responden dari kuesioner yang disebar. Data sekunder dalam penelitian ini adalah struktur organisasi, dan penjelasan atau gambaran umum organisasi serta data jumlah sampel pada masing-masing Dinas. Subjek dari penelitian ini adalah kepala dinas, kepala subbagian dan kepala bidang bekerja pada masing-masing Dinas di Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung, sedangkan objek penelitian ini adalah kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal yang mempengaruhi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Populasi yang berkaitan dengan penelitian berjumlah 111. Sampel adalah bagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel merupakan sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang relatif sama dan dianggap bisa mewakili populasi (Sugiyono, 2008). Pola pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2008). Kriteria dalam penelitian ini yaitu sampel yang dipilih hanya pegawai yang memiliki pendidikan terakhir minimal SMA dan telah bekerja minimal satu tahun. Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan ditentukan dengan rumus Slovin (dalam Riduwan, 2005), jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 86 orang pada seluruh Dinas di Kabupaten Klungkung.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berbasis daftar pertanyaan yang akan disebarkan kepada responden. Kuesioner terdiri dari 3 instrumen. Instrumen pertama berisi pernyataan pemahaman kejelasan sasaran anggaran yang terdiri dari 7 pernyataan.

Instrumen kedua berisi pernyataan

efektivitas pengendalian internal yang terdiri dari 10 pernyataan. Dan instrumen ketiga berisi pernyataan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang terdiri dari 9

(5)

pernyataan. Skala yang digunakan dalam penyusunan kuesioner adalah skala likert 1-5 sesuai dengan pengukuran yang telah dikembangkan oleh penelitian terdahulu.

Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan, yaitu uji kualitasdata, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Uji kualitas data merupakan syarat penting yang berlaku dalam kuesioner dengan menggunakan ujivaliditas dan uji reliabilitas yang bertujuan untuk menguji apakah data bersifat valid, yang berarti telah sesuai dengan kebebanran yang diharapkan, sehingga dapat diterima dalam kinerja tertentu, dan reliabel (anda) jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji validitas dan uji realibilitas ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 19.0 for Windows. Untuk pengukuran realibilitas, SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur realibilitas dengan uji Statistik Grobanch Alpha. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Grobanch Alpha > 0,70 (Nunnally, 1967 dalam Ghozali, 2007:46).

Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolenearitas, dan uji heteroskedastisitas. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi variabel terikat dengan variabel bebas mempunyai distribusi normal atau tidak normal. Pada penelitian ini, uji normalitas sebaran data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov Test yang terdapat dalam program komputer SPSS 19.0 for Windows. Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan signifikansi hasil pengujian dengan tingkat signifikansi 0,05. Nilai signifikansi dari uji normalitas ini harus lebih besar dari pada 0,05. Apabila model uji telah memenuhi syarat normalitas, maka selanjutnya dilakukan uji multikolinearitas. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) menurut Ghozali (2012). Multikolinearitas dilihat dari masing-masing nilai Variance Inflation Factor (VIF) ≤ 10 dan nilai tolerance ≥ 0,10 yang terdapat dalam program komputer SPSS 19.0 for Windows.

Selanjutnya Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan metode Scatterplot yang terdapat dalam program komputer SPSS 19.0 for Windows. Konsekuensi dari Heteroskedastisitas yaitu, jika terdapat pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan berdasarkan masukan variabel X terhadap variabel Y.

Langkah selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple regression analysis). Uji regresi parsial (t-test), uji regresi simultan (f-test), serta koefisien determinasi (R2), yang bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara variabel independen, yaitu kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal terhadap satu variabel dependen yaitu akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Waktu yang dibutuhkan dalam penyebaran kuesioner sampai terkumpul kembali adalah kurang lebih 2 minggu, yang dilaksanakan dari tanggal 10 februari 2014 sampai 24 Februari 2014. Dari 86 kuesioner yang disebarkan, terdapat 3 kuesioner tidak kembali dan sebanyak 83 kuesioner dapat dianalisis. Komposisi responden dari segi jenis kelamin pada penelitian ini didominasi oleh responden laki-laki. Pada umumnya responden yang bekerja pada Dinas-dinas di Kabupaten Klungkung pada penelitian ini berpendidikan paling banyak pada tingkat Sarjana (S1/S2). Lama bekerja responden pada masing-masing Dinas bervarisasi mulai dari 1 tahun sampai lebih dari 5 tahun. Responden pada penelitian ini didominasi dengan pegawai yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun.

Untuk menguji kualitas data

digunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji validitas untuk variabel pemahaman sistem kejelasan sasaran

(6)

anggaran (X1) memiliki tingkat korelasi

sebesar 0,562 – 0,605, variabel efektivitas pengendalian internal (X2) memiliki tingkat

korelasi sebesar 0,768 – 0,866, dan

variabel akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) memiliki tingkat korelasi sebesar 0,730 – 0,740. Karena seluruh item pernyataan dari kuesioner mengenai kejelasan sasaran anggaran, efektivitas pengendalian internal dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah memiliki rhitung

lebih besar dari rtabel (rhitung > 0,216), maka

seluruh item pernyataan dinyatakan valid.

Hasil uji reliabilitas menyatakan bahwa nilai

Cronbach’s Alpha variabel kejelasan

sasaran anggaran (x1) sebesar 0,720,

variabel efektivitas pengendalian internal

(X2) sebesar 0,945 dan variabel

akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Y) sebesar 0,732. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Grobanch Alpha > 0,70 (Nunnally, 1967 dalam Ghozali, 2007:46), maka seluruh item pernyataan dinyatakan reliabel.

Langkah selanjutnya adalah pengujian data dengan uji asumsi klasik

yaitu dengan uji normalitas, uji

multikolenearitas, dan uji

heteroskedastisitas. Hasil uji normalitas

dengan menggunakan

Kolmogorov-Smirnov, menunjukkan bahwa nilai Sig

0,432. Berdasarkan hasil tersebut bahwa pengujian masing-masing model regresi menunjukkan semua nilai signifikansi uji normalitas dengan metode

Kolmogorov-Smirnov diperoleh lebih besar dari0,05

yang berarti bahwa semua data terdistribusi secara normal. Hasil Uji Multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel independen kejelasan sasaran anggaran (X1) dan

efektivitas pengendalian internal (X2)

mempunyai nilai VIF sebesar 1,139 dan nilai tolerance sebesar 0,878. Jadi dapat

disimpulkan bahwa tidak terjadi

multikolinearitas antar variabel dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas dalam

penelitian ini dilakukan dengan

menggunakan metode Scatterplot. Hasil

Scatterplot menunjukkan bahwa semua

data variabel memiliki sebaran acak, tidak adanya pola tertentu, dan titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y pada Scatterplot, artinya bahwa dalam model regresi linier pada

penelitian ini tidak terjadi

heteroskedastisitas. Dapat dijelaskan pada gambar 1.1

Gambar 1. Scatterplot Heteroskedastisitas Setelah data diuji dengan uji kualitas data dan uji asumsi klasik, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, mendapatkan persamaan: Y = 15,844 + 0,461X1 + 0,288X2 + ε,

menunjukkan bahwa nilai α = 15,844, nilai koefisien β1 = 0,461 dan nilai koefisien β2 =

0,288. Tanda + menyatakan arah hubungan yang searah, dimana kenaikan atau penurunan variabel independen (X) akan mengakibatkan kenaikan atau penurunan variabel dependen (Y). Artinya, setiap dilakukan peningkatan kejelasan sasaran anggaran pada masing-masing Dinas, maka akuntabilitas kinerja instansi pemerintah akan semakin baik. Begitu pula dengan adanya peningkatan efektivitas pengendalian internal, maka akan meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

(7)

Tabel 1.1 Hasil Uji Regresi Parsial (t-test) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 15,844 6,136 2,582 ,012 Kejelasan Sasaran Anggaran ,461 ,224 ,210 2,056 ,043 Efektivitas pengendalian Internal ,288 ,073 ,403 3,939 ,000

a. Dependent Variable: Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Sumber: data primer diolah, 2014

Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil uji kejelasan sasaran anggaran terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah menunjukkan bahwa kejelasan sasaran anggaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis yang menunjukan hasil uji t terhadap kejelasan sasaran anggaran (X1)

dengan nilai probabilitas yaitu sebesar 0,000 dan nilai thitung sebesar 2,056.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Karena thitung lebih besar dari ttabel

yaitu 1,664 atau 2,056 > 1,664, maka hasil penelitian berarti berpengaruh positif signifikan. Hal ini berarti bahwa semakin jelas sasaran anggaran daerah, maka akan

mempermudah untuk

mempertanggungjawabkan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Adanya sasaran anggaran yang jelas maka akan mempermudah aparat untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan tugas organisasi dalam rangka untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada konteks pemerintah daerah, kejelasan sasaran anggaran berimplikasi pada aparat untuk

menyusun anggaran sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai instansi pemerintah. Ketidakjelasan sasaran

anggaran dapat menimbulkan

ketidakpastian atau keragu-raguan para pelaksana. Maka dapat disimpulkan, bahwa kejelasan sasaran anggaran yang semakin baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Hasil penelitian ini ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum (2010). Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kejelasan sasaran anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Putra (2013) yang menunjukkan bahwa kejelasan sasaran anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial satuan kerja perangkat daerah Kota Padang.

Pengaruh Efektivitas Pengendalian

Internal Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa efektivitas pengendalian internal berpengaruh signifikan positif terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis yang menunjukan hasil uji t terhadap

(8)

efektivitas pengendalian internal (X2)

dengan nilai probabilitas yaitu sebesar 0,000 dan nilai thitung sebesar 3,939.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Karena thitung lebih besar dari ttabel

yaitu 1,664 atau 3,939 > 1,664,maka hasil penelitian berarti berpengaruh positif signifikan. Hal ini berarti bahwa pengendalian internal yang berjalan dengan efektif dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dalam pertanggungjawaban pengelolaan dana instansi pemerintah, Kabupaten Klungkung dituntut untuk menerapkan suatu pengendalian yang efektif dan efisien. Diperolehnya keyakinan yang memadai bahwa dana yang dipercayakan untuk dikelola oleh pemerintah tersebut dikelola dengan baik diwujudkan dengan peningkatan dalam efisiensi dan efektivitas pelaksanaan

program-program pemerintah,

penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan program yang lebih tepat waktu dan ketaatan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku yang diwujudkan dengan semakin

berkurangnya

penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pengendalian internal yang efektif dalam dalam suatu pemerintahan akan mampu menciptakan keseluruhan proses kegiatan yang baik. Sehingga akan memberikan keyakinan yang memadai untuk melindungi kekayaan organisasi. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal yang efektif dapat memberikan pengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang ajukan oleh Mardiasmo (2002) yang menyatakan bahwa efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya walaupun dengan biaya yang lebih besar karena disini efektivitas hanya melihat apakah suatu program atau kegiatan telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Efektivitas merupakan salah satu kriteria yang digunakan untuk menilai prestasi kerja dari suatu pusat pertanggungjawaban tertentu.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tresnawati (2011), yang menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kinerja Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung.

Tabel 1.2 Hasil Uji Simultan (F-test) ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 490,497 2 245,248 14,478 ,000a

Residual 1355,142 80 16,939

Total 1845,639 82

a. Predictors: (Constant), Efektivitas pengendalian Internal , Kejelsan Sasaran Anggaran b. Dependent Variable: Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Sumber: data primer diolah, 2014

Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran dan Efektivitas Pengendalian Internal Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pmerintah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal dapat mempengaruhi akuntabilitas

kinerja instansi pemerintah. Berdasarkan pengujian hipotesis H3 melalui F-test terlihat

bahwa F hitung sebesar 14,478 dan nilai probabilitas 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal berpengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

(9)

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, mendapatkan persamaan: Y = 15,844 + 0,461X1+ 0,288X2 + ε,

menyatakan bahwa ada pengaruh yang positif secara simultan antara kejelasan

sasaran anggaran dan efektivitas

pengendalian internal terhadap

akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

Kabupaten Klungkung. Dari hasil pengujian pengaruh kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah secara simultan diperoleh nilai koefisien β1 = 0,461, nilai koefisien β2 = 0,288 dan nilai R2 sebesar 24,7%.

Tabel 1.3 Hasil Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,516a ,266 ,247 4,116

a. Predictors: (Constant), Efektivitas pengendalian Internal , Kejelsan Sasaran Anggaran b. Dependent Variable: Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Sumber: data primer diolah, 2014

Hasil uji koefisien determinasi untuk kedua variabel bebas terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah terlihat bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,247, yang mengandung arti bahwa akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dipengaruhi oleh kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal sebesar 24,7%. Sedangkan sisanya 75,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Dengan adanya kejelasan sasaran anggaran yang spesifik, jelas dan efektivitas pengendalian internal yang baik, maka akuntabilitas kinerja instansi pemerintah akan semakin baik. Anggaran daerah yang efektif harus dapat menjadi tolok ukur pencapaian kinerja yang diharapkan, sehingga perencanaan anggaran daerah harus bisa menggambarkan sasaran kinerja secara jelas. Kejelasan sasaran anggaran mencerminkan sejauhmana sasaran anggaran dinyatakan secara spesifik, jelas, dan dapat dipahami oleh mereka yang bertanggungjawab untuk menyusun dan melaksanakannya.

Anggaran dapat disusun dengan jelas apabila suatu pengendalian internal yang diperlukan memadai. Pengendalian internal yang diterapkan bukanlah maksud untuk

menghilangkan semua kemungkinan kesalahan atau penyimpangan, akan tetapi pengendalian internal yang efektif akan menekan terjadinya kesalahan dan penyelewengan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Dengan memiliki kejelasan sasaran anggaran yang spesifik, jelas dan pengendalian internal yang efektif dalam suatu pemerintahan, maka akan mampu menciptakan keseluruhan proses kegiatan yang baik. Sehingga akan memberikan kenyakinan yang memadai untuk melindungi kekayaan organisasi dengan cara meminimalisasi penyimpangan dan pemborosan serta memaksimalkan efisiensi dan efektifitas kinerja organisasi/instansi pemerintah. Dalam hal ini akan memberikan dampak positif bagi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai, kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kabupaten Klungkung, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut (1) kejelasan sasaran anggaran secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, (2) efektivitas pengendalian internal secara

(10)

parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, dan (3) kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

Beberapa saran yang dapat disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung dan peneliti berikutnya yakni: pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas area survai atau diluar Kabupaten Klungkung, kedua bagi dinas kabupaten klungkung harus meningkatkan kejelasan sasaran anggaran dan efektivitas pengendalian internal agar akuntabilitas dapat ditingkatkan, ketiga penelitian selanjutnya dapat meneliti mengenai variabel-variabel lain yang mempengaruhi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA

Arens, Alvin A. dkk. 2006. Auditing dan Jasa Assurance, Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Cetakan IV. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Herawaty, Netty. 2011. Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Pengendalian Akuntansi, dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah Kota Jambi.

Kusumaningrum, Indraswari. 2010. Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Pengendalian Akuntansi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Imstansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tesis. Jawa Tengah: Universitas Diponegoro. Lembaga Administrasi Negara – LAN.

2003. Keputusan Kepala LAN No.239/IX/6/8/2003, tentang

Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Jakarta.

Mardiasmo. 2002. Akuntansi sektor Publik. Yogyakarta: Andi

Nuraini dan Dian Indudewi. Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Pengendalian Akuntansi, dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Instansi Pemerintah Kabupaten Brebes. Universitas Semarang.

Putra, Deki. 2013. Pengaruh Akuntabilitas Publik dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Satuan Perangkat Daerah Kota padang. Skripsi, Universitas Negeri Padang.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.

Tresnawati, Rina. 2011. Pengaruh Efektivitas Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah Di Dinas Pendapatan Kota Bandung. UU RI, Nomor. 32 Tahun 2004. Tentang

Pemerintah Daerah.

UU RI, Nomor. 33 Tahun 2004. Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Gambar

Gambar 1. Scatterplot Heteroskedastisitas  Setelah  data  diuji  dengan  uji  kualitas  data  dan  uji  asumsi  klasik,  maka  langkah  selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis
Tabel 1.1 Hasil Uji Regresi Parsial (t-test)  Coefficients a  Model  Unstandardized Coefficients  Standardized  Coefficients  T  Sig

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Daerah ini merupakan tindak lanjut ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7,

Saran dari penulis tentang p enemuan tersebut maka pen ulis memberikan saran dan perbaikan yait u dibut uhkan kebijakan dan prosedur mengenai pengelo laan baran g yan g tertulis

Batik Danar Hadi Surakarta dan perbedaan tingkat kepuasan kerja berdasarkan jenis kelamin ( gender ) pada staf kantor PT. Batik Danar

« Débauche » chapitre III des Récits de France traduit du japonais par Takeo Yamamoto III Il s’est soudain aperçu qu’il entendait, comme si elle retentissait dans son rêve, de

Elektroforegram DNA menggunakan metode analisis gerombol hirarki ditransformasi menjadi data kuantitatif sehingga dapat dikonstruksi menjadi dendogram yang menggambarkan

Dari kedua percobaan menggunakan material isolator dengan yang tidak menggunakan isolator pada penelitian ini, bila dibandingkan datanya dapat diambil kesimpulan

Kesimpulannya, hasil kajian menunjukkan kecenderungan guru yang dilihat dari segi sikap guru terhadap keusahawanan berada di tahap yang tinggi yang mana dengan ini membuktikan