• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jawaban to Ukai Apt48

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jawaban to Ukai Apt48"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

NO JAWABAN PENJELASAN

1 A : 20 % obat dalam persediaan dan 70 % total penjualan. Kelompok A merupakan obat yang cepat laku (Mayoritas penjualan apotek) dan dalam beberapa kasus merupakan obat yang mahal. Persediaan di apotek rendah karena permintaan yang tinggi dan berputar sangat cepat. Atau kelompok obat mahal. Pemonitoran yang ketat dan hati-hati

B : 30 % obat dalam persediaan dan 20 % total penjualan. Kelompok B memiliki penjualan rata-rata dan perputaran inventaris rata-rata. Ketersediaan barang memiliki proporsi yang besar dan proporsi penjualan lebih kecil

C : 50 % obat dalam persediaan dan 10 % total penjualan. Kelompok C adalah obat yang paling lambat penjualannya dan produk yang kurang diminta. Pemonitoran kelompok C tidak perlu teralau ketat cukup.

Golongan Obat Penjualan Jenis Pareto Cardiovascular system 15.800.000 C

Vitamin & Mineral 35.500.500 B

Eye 16.100.000 C

Antibiotics 202.500.000 A Respiratory System 115.700.000 A Allergy system 40.000.000 B hormones 13.600.000 C

(SETO, SOEJONO. 2012. MANAJEMEN FARMASI EDISI KE 3. 113) 2 C. Ciprofloxacin a. Streptomycin biasanya digunakan untuk terapi tuberculosis dan kadang

digunakan bersama dengan penicillin, ampicillin atau vancomycin untuk mengobati enterococcal endocarditis.

b. Erythromycin (Erythrocin, and others) — Digunakan untuk infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh pneumococci or Group A streptococci pada pasien yang alergi penicillin, untuk pneumonia karena Mycoplasma pneumoniae atau Chlamydia spp., dan untuk terpi infeksi yang disebabkan oleh Legionella pneumophila.

c. Ciprofloxacin adalah terapi paling efektif bagi demam tipus. Tabel Dosis Ciprofloxacin

Age group Dose * Days

Children under 2 years 7.5 mg/kg twice a day 5 Children 2 to 7 years 125 mg (½ tablet of 250 mg or ¼ tablet of

500 mg) twice a day

5 Children 8 to 11 years 250 mg (1 tablet of 250 mg or ½ tablet of

500 mg) twice a day

5 Adults and children 12 years

and older

500 mg (2 tablets of 250 mg or 1 tablet of 500 mg) twice a day

5 (Ministry of Health, Fiji Islands .Guidelines for the diagnosis, management,

(2)

d.

e. Tetrasiklin.

Doxycycline and tetracyclines lainnya efektif dalam mengobati pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasm pneumoniae, Chlamydia pneumoniae dan Legionella species .

(Handbook of AntiMicrobial Therapy 17th ed)

3 D Khasiat yang dicantumkan pada kemasan obat tradisional harus sama dengan sertifikar yang diberikan oleh BPOM. Pada umumnya BPOM menggunakan kalimat “membantu mengatasi…” ; “secara tradisional untuk…” dan lain-lain

Jahe dipercaya secara tradisional dapat menghilangkan masuk angin, mengurangi atau mencegah influenza, rematik, dan batuk serta mengurangi rasa sakit dan bengkak

Pustaka : Rukmana, 2009, Temu-temuan (Apotek Hidup di Pekarangan) Dalam jeruk nipis terdapat minyak esensial dari golongan monterpen yaitu limonone dan linalool. Limonone berkhasiat sebagai ekspektoran, sedatif dan aromatik

Pustaka : N.S Budiono, 2013, Buah Ajaib Tumpas Penyakit

Madu potensial sebagai agen anti inflamasi. Madu menunjukan adanya perbaikan gejala batuk yang signifikan pada anak yang mengalami infeksi saluran nafas

Pustaka : Laid Boukraa, 2014, Honey in Traditional and Modern Medicine 4 B 250/1250 x 100% = 20% -- (UU 42 th 2009)

5 A.ISDN a. Isosorbid dinitrat: membantu menghentikan serangan angina untuk 1 jam (p. 30) → karena nyeri dadanya ditangani dulu baru diberi obat lainnya b. Bisoprolol: mengontrol penginduksi angina (p. 30)

c. Nikardipin: Jika dikombinasi dengan β-blocker dapat mengontrol angina (p. 30). arterial vasodilator, Tidak dipilih karena banyak kontra indikasi (p. 32) → kombinasi ini jika CCS angina >2 (p. 35)

d. Clopidogrel: antiplatelet 2nd line (p.34) → tidak dipilih kecuali hipersensitif dengan aspirin

e. Verapamil: tidak dapat dikombinasi dengan B-blocker karena beresiko bradikardia atau AV block (p. 30). Digunakan jika HR low, intoleran/hipersensitif (p.35)

(3)

6 Stockle’s Drug Interactions, 8th Edition P. 296

Mekanisme:

Probenecidmenghambatekskresisebagiansefalosporindenganm ekanismepersainganekskresidi tubulusginjal

7 A Menurut Clinical practice guideline National Kidney Disease/KDIGO Jilid 2 page 27 menyebutkan bahwa pasien hipertensi stage 2 (TD >160 mmHg) dengan serum kreatinin tinggi dan nilai BUN tinggi (dengan penyakit penyerta CKD) dapat diberikan Kaptopril untuk pengobatan pertama

(4)

Diabetic Hypertension

Combinations of two or more drugs are usually needed to achieve the target goal of <130/80 mmHg.21,22 Thiazide diuretics, BBs, ACEIs, ARBs, and CCBs are beneficial in reducing CVD and stroke incidence in patients with diabetes.33,54,63 ACEI- or ARB-based treatments favorably affect the progression of diabetic nephropathy and reduce albuminuria,55,56 and ARBs have been shown to reduce progression to

macroalbuminuria.56,57The Seventh Report

Pustaka : The Seventh Report of the Joint National Committee JNC 7 9 C, amoksisilin setelah dicek tidak ada obat diatas yang menyebabkan efek samping seperti

di soal.

amoksisilin (antibiotic)

use: pengobatan salah satunya adalah urinary tract. ((DIH 23rd edition, p

116) 10 b. Menambahkan

obat lain

Menurut National Institute for Health and Care Excellence, halaman 16-17 (2014)

Pemakaian NSAID oral sebagai terapi Osteoarthritis dapat menimbulkan efek samping pada saluran pencernaan, oleh sebab itu disarankan untuk menambahkan obat PPI untuk menangani keluhan yang terjadi.

11 A a. Kaptopril

BNF 61, hal. 116ACE inhibitor

dapatmenyebabkanhipotensiberat(lihatPeringatan) dangangguanginjal (lihatginjalefek di atas),

(5)

danbatukkeringpersisten, takikardia, serum sickness, penurunanberatbadan, stomatitis, ruammakulopapular, photosensitivity, flushingdanasidosis.

b. Hidroklortiazid c. Ibuprofen

BNF 61, hal. 636 Gangguan GI sepertidiscomfort, mual, diare, dankadang-kadangperdarahan.

d. Metformin

BNF 61, hal. 429 anorexia, mual, muntah,

diare(biasanyabersifatsementara), nyeriperut, gangguan rasa,jarangasidosislaktat (withdraw treatment),

menurunkanpenyerapan vitamin B12, eritema, pruritus and urtikaria;hepatitis jugadilaporkan.

e. Glibenklamid BNF 61, hal. 428

Efeksampingdarisulfonilureaumumnyaringandanjarangdantermas ukgangguanGIsepertimual, muntah, diare, dansembelit.

Sulfonilureakadangdapatmenyebabkangangguanpadafungsihati, yang mungkinjarangmenyebabkanpenyakitkuningkolestatik, hepatitis, dangagalhati.Reaksihipersensitivitasdapatterjadi, biasanyadalam 6-8 minggupertamaterapi.

12 b Kandungan antasida : aluminium hydroxide, magnesium hydroxide, simeticone

Apabila ketokonazol diminum bersamaan dengan antasida, maka absorbsi ketokonazol akan terpengaruh (B).

Alasan :

- Penggunaan/konsumsi antasida menguragi absorbsi ketokonazole (Meyler’s Side Effects of Drugs, The International Encyclopedia of Adverse Drug Reactions and Interactions 5th ed 2006, p 1971 vol 4)

- Pada gastrointestinal absorbsi ketokonazol berkurang dengan penggunaan bersama antasid. Konsumsi antasida secara bersamaan dengan ketokonazol dapat dengan cara meminum antasida 2-3 jam sebelum atau sesudah meminum ketokonazol. (Stockley’s Drug Interactions 10th ed 2013, p220) - Serious  aluminium hydroxid akan menurunkan level efek ketokonazol

dengan peningkatan pH lambung. Hal tersebut hanya terjadi jika kedua sediaan obat melalui oral. Gunakan alternativ lain jika tersedia.

Signifikan  aluminium hydroxid menurunkan level dari ketokonazol dengan menghambat absorbsi pada GI. Dapat dikonsumsi secara bersama dengan diberi jarak 2 jam. (Medscape)

13 C. Daftar Obat Wajib Apotek

Menurut Lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 347/Menkes/SK/VII/1990 tanggal 16 Juli 1990. Asam mefenamat

(6)

termasuk dalam daftar OBAT WAJIB APOTEK No. 1. Asam mefenamat termasuk dalam kelas terapi Obat yang Mempengaruhi Sistem Neuromusculer Analgesi, Antipiretik untuk indikasi sakit kepala/sakit gigi dengan jumlah tiap jenis obat per pasien maksimal 20 tablet atau sirup 1 botol.

14 A (US FDA Preg Cat, “C”)

a. kloramfenikol (US FDA Preg Cat, “C”) b. amoksisilin (US FDA Preg Cat, “B”) c. Penicilin (US FDA Preg Cat, “B”) d. Eritromisin (US FDA Preg Cat, “B”) e. Selafeksin (US FDA Preg Cat, “B”) jawaban: A (US FDA Preg Cat, “C”)

katagori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Katagori C: Pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping bagi janin dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, tetapi obat dalam kategori ini hanya boleh diberikan kepada ibu hamil jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari resiko yang mungkin terjadi pada janin.

Kloramfenikol dapat menyebabkan sindrom abu-abu pada bayi baru dilahirkan ataupun bayi prematur. (UKTIS 2012)

15 C “Therapy with statins in patients with NSTE_ACS reduces the rate of recurrent MI, coronary heart disease mortality, need for myocardial revascularization, and stroke”

“High-intensity statin therapy should be initiated or continued in all patients with NSTE-ACS and no contraindications to its use”

(2014 AHA/ACC Guideline for the Management of Patients With NON-ST-Elevation Acute Coronary Syndrome, Page 36)

16 e. Hasil ekskresi metabolit

rifampisin

Rifampisin dapat memberikan warna kemerehan pada sekret tubuh dan sifatnya tidak berbahaya yang merupakan hasil metabolisme rifampisin (keringat, saliva, air mata, urin) (Medline)

17 b. Rifampisin a. Isoniazid (kesemutan s/d rasa terbakar dikaki) b. Rifampisin (kencing dan air mata berwarna merah)) c. Pirazinamid (nyeri sendi)

d. Etambutol (gangguan penglihatan)

e. Streptomisin (gangguan keseimbangan,tuli)

Pustaka: Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, 2011. p.35-36) 18 Seorang laki-laki berumur 25 tahun, mengeluhkan nyeri pada lambung,

diare, dan terdapat lendir pada feses. Kemudian dia diberi dokter resep obat sulfasalazin 500mg 4 kali sehari. Dari resep yang dituliskan dokter, apa kegunaan obat tersebut?

(7)

BNF 67 pg.64

Kegunaan Sulfasalazine adalah untuk terapi kolitis ulseratif ringan sampai sedang, dan berat, dan untuk maintenance of remission. Sulfasalazine juga digunakan untuk penyakit Crohn’s aktif, rheumatoid arthritis.

Pada kasus ini,pasien mengeluhkan nyeri pada lambung, diare, dan terdapat lendir pada feses. Jika dikaitkan dengan keluhan pasien, maka kegunaan sulfasalazine disini adalah sebagai terapi kolitis ulseratif.

PUSTAKA

BNF 67. 2014. British National Formulary 67thedition. Germany : BMJ Group and the Royal PharmaceuticalSociety of Great Britain. 19 - jawabannya adalah KFN. Karena pada Permenkes No. 889 tahun 2011

tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian Pasal 10 (3) yang berbunyi “organisasi profesi harus memberitahukan KFN mengenai sertifikat kompetensi yang dikeluarkan paling lama 2 minggu sebelum pelantikan dan pengucapan sumpah Apoteker.

20 Sumber : Buku Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik. Tahun 2012. Halaman 152-157. Dan FI ed IV. Tahun 1995. Halaman 1112-1114.

a. Sterilisasi Cara Panas Basah

Sterilisasi cara panas basah dengan menggunakan uap jenuh di bawah tekanan pada suhu ≤ 1210C dan cocok untuk bahan yang tidak tahan terhadap pemanasan serta merupakan proses sterilisasi yang paling banyak dilakukan.

b. Sterilisasi Cara Panas Kering

Sterilisasi cara panas kering dengan menggunakan oven ≥ 2500C dan cocok untuk serbuk kering atau bahan yang tahan terhadap pemanasan.

c. Sterilisasi Cara Filtrasi

Sterilisasi cara filtrasi digunakan apabila produk tidak dapat disterilkan dalam wadah akhirnya, larutan atau cairan dapat difiltrasi kedalam wadah yang telah disterilkan sebelumnya melalui filter steril dengan ukuran pori nominal 0,22 mikron atau lebih kecil atau paling tidak melalui filter yang mampu menahan milkroba yang ekuivalen dapat menghilangkan bakteri dan kapang. Cara filtrasi dapat digunakan untuk bahan atau produk minyak, salep atau krim yang tidak tahan terhadap pemanasan tetapi dapat melarut dalam cairan pengencer.

d. Sterilisasi Cara Gas

(8)

digunakan apabila sterilisasi cara lain sudah tidak dapat digunakan lagi. Cara sterilisasi ini dapat digunakan apabila bahan atau produk tidak tahan terhadap suhu tinggi pada sterilisasi cara panas basah atau kering, tidak dapat menyerap residu dari etilen oksida.

e. Sterilisasi Cara Radiasi

Sterilisasi cara radiasi dengan menggunakan radiasi ion radiasi gamma (radioisotop) dan radiasi berkas elektron digunakan untuk bahan dan produk yang kurang tahan terhadap panas dan khawatir terhadap keamanan etilen oksida karena cara radiasi reaktivasi kimia dan residunya rendah.

21 d.menghubungi dokter kembali

Tramadol= termasuk obat keras yang harus dibeli dengan resep dokter Dosis = 50-100 mg tiap 4-6 jamtidak lebih dari 400 mg/hari), namun dapat menyebabakan toleransi (DIH, 2009)

ES = sakit kepala, insomnia, konstipasi, mual, muntah(DIH, 2009) Perhatian = anafilaksis, depresi CNS, potensi ketergantungan(DIH, 2009)

Merupakan analgesik kuat yang bekerja pada reseptor opiat, mengikat secara stereospsifik pada reseptor di sistem saraf pusat sehingga menghentikan sensasi nyeri dan respon terhadap nyeri. Di samping itu tramadol menghambat pelepasan neutrotransmiter dari saraf aferen yang bersifat sensitif terhadap rangsang, akibatnya impuls nyeri terhambat (http://www.dechacare.com/TRAMADOL-P578-1.html).

Pemakaian = 50 tab/ 3 = 33,3 hari, sehingga perlu ditanyakan lagi ke dokter

22 A IndekskeamananobatpadakehamilanmenurutFDA :

KategoriA :tidakmemberipengaruhburukpadakehamilan, contoh : antasida, bisakodil, metildopa, parasetamol

KategoriB :tidakadarisikopadajanindanwanitahamil, contoh : salmeterol, gol. Sefalosporin, prazosin

KategoriC

:dptmenyebabkanpengaruhburukpadajaninkrnefekfarmakologinya, contoh : fluoksetin, amitriptilin, klonazepam, cotrimoxazol

KategoriD :adabuktipositifrisikopadajanin yang merugikan, contoh : asam valproate, ACEI, Angiotensin II antagonis

KategoriX :dapatmenyebabkanabnormalitasjanin, contoh : misoprostol, isotretinoin, thalidomide (Drug in Pregnancy) a. Kloramfenikol:kategori C b. Amoksisilin :kategori B c. Epinefrin :kategori C d. Penisilin :kategori A e. Sefaleksin :kategori B

23 d. 4 jam batasan waktu 3-4,5 jam, lebih dari 4,5 jam akan terjadi perdarahan intraserebral (Lansberg et al, 2009)

24 Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah tropis yang terdapat di Asia Tenggara. Buah Manggis merupakan salah satu buah

(9)

yang dapat digunakan untuk membantu mengobati infeksi kulit, luka dan diare. Di dalam manggis terdapat suatu senyawa yang secara farmakologis tidak hanya digunakan sebagai antiinfeksi dan anti malaria melainkan juga digunakan sebagai antioksidan. Senyawa marker yang memiliki sifat tersebut adalah xanthone. Xanthone merupakan metabolit sekunder yang terdapat dalam kulit buah manggis (Zarena dan Udaya, 2009).

PUSTAKA :

Zarena, A.S. dan Udaya S., K. 2009. Screening Of Xanthone From Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Peels and Their Effect On Cytochrome C Reductase and Phosphomolybdenum Activity. Journal of Natural Product, Vol. 2: 23-30.

Amri E. Dan Mamboya F. 2012. Papain, A Plant Enzyme Of Biological Importance : A Review. American Journal of Biochemistry and Biotechnology, Vol. 8(2): 99-104.

Xi Song, Y., et. Al. Qualitative and Quantitative Analysis of Andrographis paniculata by Rapid Ressolution Liquid Chromatography/Time of Flight Mass Spectrometry. Journal of Molecule Vol. 18 (12191-12207).

Andrograpis : Andrograpis merupakan senyawa yang berasal dari Andrographis paniculata (Burm.f.) yang merupakan tanaman yang sering disebut dengan tanaman sambiloto (Xi Song, Y, et al. 2013).

Papain : Senyawa endolitik yang mengandung enzyme protease yang diisolasi dari tumbuhan pepaya (Carica Papaya L.) (Amri E, dan Mamboya F. 2012).

25 A Menurut Permenkes No. 58 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit BAB II poin 7 yang menyatakan tentang pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai.

Pemusnahan dan penarikan sediaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang tidak dapat digunakan harus dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemusnahan dilakukan untuk sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai bila :

a. Produk tidak memenuhi persyaratan mutu b. Telah kadaluarsa

c. Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan

d. Dicabut izin edarnya

Tahapan pemusnahan obat terdiri dari :

a. Membuat daftar sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang akan dimusnahkan

b. Menyiapkan berita acara pemusnahan

c. Mengkoordinasikan jadwal, metode, dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait

(10)

e. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan serta peraturan yang berlaku.

Menurut Permenkes No. 35 tahun 2014 tentang Standar pelayanan kefarmasian di apotek BAB II poin E menyatakan bahwa obat kadaluwarsa atau rusak harus dimusnahkan sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan. Pemusnahan obat kadaluwarsa atau rusak yang mengandung narkotika dan psikotropika dilakukan oleh apoteker dan disaksikan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten/Kota.

Pemusnahan obat selain narkotika dan psikotropika dilakukan oleh apoteker dan disaksikan oleh tenaga kefarmasian lain yang memiliki surat izin praktek atau surat izin kerja. Pemusnahan dibuktikan dengan berita acara pemusnahan menggunakan formulir 1 sebagaimana terlampir.

(11)

Menurut Permenkes No. 3 tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi BAB IV Pemusnahan

Pasal 37

menyatakan bahwa Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi hanya dilakukan dalam hal:

a. diproduksi tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku dan/atau tidak dapat diolah kembali;

b. telah kadaluarsa;

c. tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada pelayanan kesehatan dan/atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk sisa penggunaan;

d. dibatalkan izin edarnya; atau e. berhubungan dengan tindak pidana. Pasal 38

1. Pemusnahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a sampai dengan huruf d dilaksanakan oleh Industri Farmasi, PBF, Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu Pengetahuan, Dokter atau Toko Obat.

2. Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang memenuhi kriteria pemusnahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a sampai dengan huruf d yang berada di Puskesmas harus dikembalikan kepada Instalasi Farmasi Pemerintah Daerah setempat.

(12)

harus melakukan penghapusan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

4. Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang berhubungan dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf e dilaksanakan oleh instansi pemerintah yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 39

Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus dilakukan dengan:

a. tidak mencemari lingkungan; dan

b. tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Pasal 40

1. Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik perorangan menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan saksi kepada: 1. Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, bagi Instalasi Farmasi Pemerintah Pusat;

2. Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan setempat, bagi Importir, Industri Farmasi, PBF, Lembaga Ilmu Pengetahuan, atau Instalasi Farmasi Pemerintah Provinsi; atau

3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan setempat, bagi Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Instalasi Farmasi Pemerintah Kabupaten/Kota, Dokter, atau Toko Obat.

b. Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dinas Kesehatan Provinsi, Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan setempat, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota menetapkan petugas di lingkungannya menjadi saksi pemusnahan sesuai dengan surat permohonan sebagai saksi.

c. Pemusnahan disaksikan oleh petugas yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada huruf b.

d. Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam bentuk bahan baku, produk antara, dan produk ruahan harus dilakukan sampling untuk kepentingan pengujian oleh petugas yang berwenang sebelum dilakukan pemusnahan. e. Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam bentuk

obat jadi harus dilakukan pemastian kebenaran secara organoleptis oleh saksi sebelum dilakukan pemusnahan. Pasal 41

(13)

Dalam hal Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dilakukan oleh pihak ketiga, wajib disaksikan oleh pemilik Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dan saksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b.

Pasal 42

1. Penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik perorangan yang melaksanakan pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus membuat Berita Acara Pemusnahan.

2. Berita Acara Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling sedikit memuat:

a. hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan; b. tempat pemusnahan;

c. nama penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik perorangan;

d. nama petugas kesehatan yang menjadi saksi dan saksi lain badan/sarana tersebut;

e. nama dan jumlah Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang dimusnahkan;

f. cara pemusnahan; dan

g. tanda tangan penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/ dokter praktik perorangan dan saksi.

3. Berita Acara Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan tembusannya disampaikan kepada Direktur Jenderal dan Kepala Badan/Kepala Balai menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 10 terlampir.

(14)

26 Terapi 2HRZE/4H3R3 pada TB adalah Tahap intensif terdiri dari HRZE diberikan setiap hari selama 2 bulan. Kemudian diteruskan dengan tahap lanjutan yang terdiri dari HR diberikan tiga kali dalam seminggu selama 4 bulan.

(15)

Obat ini diberikan untuk:

a) Penderita baru TB Paru BTA Positif

b) Penderita baru TB Paru BTA negatif Röntgen Positif yang “sakit berat”

c) Penderita TB Ekstra Paru berat

Tujuan terapi kombinasi tersebut adalah untuk mencegah akuisisi reseisteni obat akibat monoterapi.

Daftar Pustaka :

Binfar, 2005, Pharmaceutical care untuk penyakit TB Hal 27 WHO, 2009, Treatment of tuberculosis guidelines ed 4th Hal 30 29 d. Percepatan

metabolisme

Mekanisme Kerja Warfarin (Koda Kimble, 2012 Hal 349)

Bekerja sebagai antagonis vitamin K dengan mempengaruhi sintesis faktor pembekuan darah seperti faktor pembekuan II, VII, IX dan X dan pembekuan protein induced by vitamin K absent or antagonist (PIVKA). Warfarin diabsorbsi diusus halus dan memasuki sirkulasi darah, dimetabolisme di mikrosom sel hati, dan akan menghambat kerja vitamin K. Penghambatan kerja vitamin K meyebabkan penurunan sintesis faktor pembekuan II, VII, IX dan X serta pembentukan PIVKA.

Mekanisme Kerja Phenobarbital (Medscape)

Sebagai Antisezure: Menghambat kejang dengan melibatkan potensiasi penghambatan sinaps melalui suatu kerja pada reseptor GABA.

Sebagai Hipnotik: Aktivitas pada reseptor GABA di otak tengah formasi reticular polisinaps (controls CNS arousal)

Interaksi Wafarin dan Phenobarbital (Pustaka: Stockleys’s Drug Interactions, 2010, Ninth Edition Hal: 440).

Sebuah studi di 16 pasien stabil pada warfarin menemukan bahwa ketika mereka juga diberi fenobarbital 2 mg / kg rata-rata kebutuhan warfarin sehari-hari mereka naik selama 4 minggu sebesar 25% (5,7-7,1 mg sehari). Dalam studi lain pada pasien stabil pada warfarin, fenobarbital 100 mg pada malam hari selama 4 minggu mengurangi waktu protrombin rata-rata sebesar 13%. Dalam sebuah penelitian kohort prospektif pada anak-anak, penggunaan fenobarbital atau carbamazepine dikaitkan dengan dosis yang lebih tinggi dari warfarin untuk mempertahankan target INR (0,24 mg / kg dibandingkan 0,15 mg / kg). Penelitian lain telah menemukan bahwa fenobarbital menyebabkan penurunan 29% - 46% waktu paruh warfarin dan bahwa pengurangan itu sama untuk kedua R dan S-warfarin. Sebuah analisis retrospektif pada pasien yang memakai warfarin mengungkapkan bahwa penggunaan fenobarbital dikaitkan dengan kontrol antikoagulan yang lebih tidak menentu, dan bahwa penghentian fenobarbital pada pasien mengambil warfarin mengakibatkan hypoprothrombinaemia parah dan hematuria 2 minggu kemudian.

(16)

Phenobarbital menurunkan efek dari warfarin dengan cara meningkatkan proses metabolisme. Kemungkinan bisa menjadi interaksi serius yang mengancam jiwa. Lakukan monitoring. Gunakan alternatif lain bila perlu. 30 Untuk menghitung berapa banyak tablet CTM

2 mg x 20= 40 mg

40 mg dibagi 20 bungkus= 10 tablet

31 c a. Ipratropium = efek samping: diare (BNF hal 180)

b. Salbutamol/salbuterol = efek samping : Sakit kepala, lactic asidosis (BNF hal 177), muntah, demam, insomnia (medscape)

c. Codein = efek samping : konstipasi, mual muntah, dry mouth (BNF hal 262)

d. Eritromisin = efek samping : mual dan muntah, diare (BNF hal 353) e. Flixotide = efek samping : dyspepsia, hiperglikemia,artralgia (BNF hal

188) 32 D.Surat pemesanan

2 rangkap

 Format, ukuran dan bentuk sama dengan SP untuk narkotika yaitu sudah ditentukan oleh Departemen Kesehatan dan dapat di peroleh melalui BPOM, tetapi bisa juga dicetak sendiri Pada SP tertera nama serta alamat APA dan tanda tangan Apoteker, SIA, alamat apotek, nama dan alamat distributor, nama item obat serta jumlah yang dipesan,no SP, cap apotek.

 Surat pesanan psikotropika hanya dapat digunakan untuk 1 (satu) atau beberapa jenis psikotropika

 Surat pesanan sebagaimana dimaksud harus terpisah dari pesanan barang lain

 Surat pesanan psikotropika dibuat rangkap 2 yaitu asli untuk PBF dan arsip apotek.

 Pemesanan psikotropika ditujukan untuk PBF atau kepada apotek lain berdasarkan surat pesanan yang ditandatangani apoteker (Permenkes No. 3 tahun 2015)

33 d.30-300 koloni/liter

Untuk melakukan perhitungan koloni/bakteri menghitung jumlah koloni harus dihitung yang tidak bertumpuk-tumpuk dengan pemandangan mata anpa hitungan menggunakan metodelempengsekitar 30-300 koloni/liter apabilalebihdari 300 koloni/liter makatermasuk TBUD ( TidakBisaUntukDihitung ).

Berdasarkanpustaka “Dilution Theory and Problems”tahun 2014

bahwaMikroorganismeseringdihitung di

laboratoriummenggunakanmetodelempengdimanadilakukan media agar, setelahdiinkubasidihitungjumlahkoloni yang dapatdilihatpadalempengsebanyak 30-300 koloni. Jumlahkoloni (30-300 koloni/liter) dipilihkarenamemilikiakurasistatistik yang cukuptinggidanmenghindaripersaingannutrisiantarkoloni.

34 C Glukosamin dan kondroitin dapat meredakan nyeri sendi.

(17)

dan mencegah destruksi tulang rawan. Glukosamin dapat merangsang sel-sel tulang rawan untuk pembentukan proteoglikan dan kolagen yang merupakan protein esensial untuk memperbaiki fungsi persendian.

Mekanisme kerja kondroitin Kondrotin membantu menjaga tulang rawan tetap sehat dengan menyerap cairan(air) ke dalam jaringan ikat. Proses itu juga dapat menghalangi enzim yang meemcah tulang rawan dan merangsang tubuh untuk menghasilkan rawan baru

(medscape)

35 A BB anak 1,5th = 10 kg

Dosis 10 mg/kg x 10 kg = 100 mg Volume obat yang diperlukan100 𝑚𝑔

25 𝑚𝑔x 1 ml = 4 ml 36 A

37 B Granulasi basah Ibuprofen tahan panas dan lembab, jika diberi tekanan ada bagian tablet yang rapuh, maka harus dibuat dengan metode. GRANULASI BASAH , karena metode granulasi basah cocok untuk digunakan pada bahan tambahan atau zat aktif yang tahan terhadap panas dan kelembaban.

(Siregar – Teknologi Farmasi Sediaan Tablet, Hal 198) 38

(Buletin USP, 2014) 40 A. Memecah cincin

beta lactam

Pengolahan Limbah Cair

Pengolahan limbah cair terdiri dari proses destruksi, penetralan, pengendapan dan aerasi di dalam beberapa kolam yang saling berhubungan satu sama lain berdasarkan proses pengolahan.

Proses pengolahan limbah beta laktam dan non beta laktam yaitu:

1. Limbah dari produksi obat beta laktam dialirkan ke bak pertama, kemudian ditambahkan asam/ basa kuat untuk memecah cincin beta laktam dan air sebagai netralisator. Dari kolam pertama dialirkan ke kolam kedua untuk diendapkan.

2. Cairan dari limbah bak kedua diendapkan secara gravitasi dan kemudian dialirkan ke bak ketiga. Limbah dari produksi obat non beta laktam masuk ke bak ketiga sehingga terjadi pencampuran. Kemudian dilakukan penetralan (pH=7, namun jika terlalu asam ditambahkan NaOH dan jika terlalu basa ditambahkan HCl) dan pengenceran dengan

(18)

penambahan air.

3. Limbah dari bak ketiga dialirkan ke bak keempat untuk proses pengendapan kedua.

4. Cairan dari limbah bak keempat dialirkan ke bak kelima dimana terjadi proses aerasi, yaitu pengaliran udara ke air untuk meningkatkan Oxygen Dissolved dan menurunkan Biologycal Oxygen Demand (BOD) serta Chemical Oxygen Demand (COD) dari limbah tersebut. Air bak kemudian diuji di laboratorium untuk penentuan nilai BOD, COD dan TSS. Persyaratan kualitas limbah yang diperbolehkan untuk dibuang ke lingkungan: COD <100 mg/l, BOD <75 mg/l, Total Suspended Solid <60 mg/l.

5. Limbah dari bak kelima dialirkan ke bak keenam yang merupakan bak kontrol. Sebagai kontrol digunakan ikan mas sebagai bio indicator, apabila air pada kolam memenuhi persyaratan, maka akan dialirkan ke pembuangan umum. Denah bak pengolahan air bak dapat dilihat pada bagian lampiran.

41 ISDN [ ESC SCAD 2013, buku ajar Kimia Medisinal 2 Siswandono] Obat Antiangina

Obat antiangina adalah senyawa yang digunakan untuk pencegahan dan pengobatan gejala angina pectoris, suatu keadaan dengan rasa nyeri hebat di dada, yang disebabkan ketidakseimbangan antara persediaan dan permintaan oksigen pada miokardial.

2 tipe angina yaitu :

Angina Klasik, biasanya terjadi pada waktu olahraga atau emosi, sangat serupa dengan keadaan yang ditimbulkan oleh iskemia miokardial sementara.

Angina Varian, biasanya terjadi pada waktu istirahat, disebabkan oleh pengurangan episodic pemasokan oksigen miokardial karena spasme arteri koroner.

Turunan Nitrat dan Nitrit

Turunan nitrat dan nitrit digunakan terutama untuk mencegah dan mengurangi serangan angina, baik tipe klasik maupun varian. Sebagai vasodilator umum turunan ini dapat menurunkan kebutuhan oksigen miokardial dan menunjukkan efek pada peredaran sistemik. Turunan ini juga digunakan pada payah jantung kongestif dan untuk pengobatan syok. Efek samping antara lain lesu, sakit kepala dan hipotensi.

Mekanisme Kerja Turunan Nitrat

Turunan nitrat dan nitrit bekerja terutama pada pembuluh vena kapasitansi. Mula-mula turunan ini membentuk radikal bebas nitrit oksida (NO) reaktif, kemudian berinteraksi dan mereduksi gugus SH enzim guanilat siklase sehingga enzim menjadi aktif. Pengaktifan enzim merangsang siklik guanosin-3’,5’-monofosfat dependent protein kinaase, terjadi defosforilasi rantai myosin, suatu protein yang terlibat pada proses kontraksi, sehingga ukuran pembuluh vascular meningkat (terjadi vasodilatasi)

(19)

Isosorbid Dinitat ( IB , ESC SCAD 2013)

Digunakan untuk mencegah atau meringankan serangan akut dan pencegahan jangka panjang angina klasik. ISDN diabsorbsi cepat dari mukosa oral dan lambung, ketersediaannya ± 60% setelah pemberian sublingual, dan ± 20% setelah pemberian oral, ±30% setelah terikat oleh protein plasma. Pemberian sublingual, awal kerja obat ± 2 menit, kadar plasma tertinggi dicapai dalam ± 6-15 menit, dengan waktu paruh plasma 0,5 – 1,5 jam

42 A. disimpan dalam suhu kamar

Dulcolax® (Bisacodyl tablet 5 mg, Suppositoria 10 mg): disimpan jauh dari jangkauan anak-anak, untuk sediaan tablet disimpan pada suhu kamar (15-30oC) dan untuk bentuk sediaan suppositoria disimpan pada suhu kamar (15-25oC)

Sumber: http://www.boehringer-ingelheim.com. Dulcolax Prescribing Information. 13 Januari 2014

Bisacodyl 10 mg suppositoria

Simpan obat terlindung dari cahaya langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Simpan pada tempat kering dengan suhu dibawah 25oC.

Sumber: Martindale Pharmaceutical Ltd. UK. Package Leaflet: Information for the User. Updated April 2015

Stolax Suppositoria (mengandung Bisacodyl 10 mg) Penyimpanan: Simpan pada suhu dibawah 25oC.

Sumber: Etiket dari brosur produk obat milik PT. Sanbe Farma

Bisacodyl Suppositoria Simpan pada suhu kamar dan terlindung dari panas langsung dan jauhkan dari tempat lembab (tidak disimpan di kamar mandi). Sumber: AHFS® Consumer Medication Information. © Copyright, 2015. The American Society of Health-System Pharmacists, Inc., 7272 Wisconsin Avenue, Bethesda, Maryland. All Rights Reserved. Duplication for commercial use must be authorized by ASHP. Last update 15 November 2011

43 A Padasoaltersebut tidal diketahuisebenarnya CTM 2 itusatuannyaapa. Kemungkinannyaada 2 yaitu 2 mg atau 2

tablet.Tapibisajugadiartikanjikadalamreseptidakadasatuannyaberartiberartis atuannyaadalah gram.

Perhitungan : 1. CTM 2 tab

Kekuatan CTM dipasaran 1 tab = 4 mg, jadijika 2 tab = 8 mg Jadi 8 mg : 10 = 0,8………… jawaban : A

2. CTM 2 mg

(20)

3. CTM 2 gram

2 gram = 2000 mg, jadi 2000 mg : 10 = 200,

tapipasientersebutadalahseoranganakjadiuntukdosisiniterlalutinggibagis eoranganak.

PUSTAKA : ISO Indonesia vol. 46, 2011-2012;

PeracikandanPenyaluranObat,Maret 2014 44 E. Pembentukkan

garam

45 Menurut guidline Peptic Ulcer Disease (AAFP, 2007) obat yang digunakan untuk peptic ulcer adalah Sukralfat, H2-Blocker dan PPI.

- Sukralfat tablet termasuk OWA 2 (Keputusan Menteri Kesehatan nomor 924/Menkes/Per/X/1993 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 2)max 20 tablet, sukralfat suspensi termasuk obat bebas.

- H2-Blocker (simetidin dan famotidin) untuk famotidin termasuk OWA 3 max 10 tablet 20mg atau 40mg pemberian obat hanya atas dasar pengobatan ulangan dari dokter (Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1176/Menkes/SK/X/1999 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 3) dan simetidin tidak termasuk OWA dan tidak bisa diberikan tanpa resep dokter.

- PPI (Omeprazole) untuk omeprazole termasuk OWA 2 max 7 tablet (Keputusan Menteri Kesehatan nomor 924/Menkes/Per/X/1993 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 2).

Antasida dapat diberikan tanpa resep dokter atau termasuk obat bebas. Paracetamol tidak digunakan untuk menghambat fluktuasi asam. 46 C. Bifosfonat a. Kalsium dan Vitamin D: Selalu digunakan sebagai terapi tambahan

b. Vitamin B12: Selalu digunakan sebagai terapi tambahan

c. Bifosfonat : Bifosfonat karena mengurangi kejadian vertebral fracture (patah tulang belakang) sampai 50%.

d. Kholkisin: Untuk Terapi Asam Urat

(Sumber: National Osteoporosis Foundation : Clinician’s Guide to Preventiom and Treatment of Osteoporosis, 2014)

47 A. 234,75 1% = 1 gram/100 mL 1 gram = 100 mL

(21)

X gram = 30 mL X = 30/100 x 1 gram = 0,3 gram BM Lidokain = 234 BM Lidokain HCl = 288 𝐵𝑀 𝐿𝑖𝑑𝑜𝑘𝑎𝑖𝑛 𝐵𝑀 𝐿𝑖𝑑𝑜𝑘𝑎𝑖𝑛 𝐻𝐶𝑙

x 0,3 gram =

234 288

x 0,3

= 0,23475 gram = 234,75 mg

48 D. Verapamil Pada layanan kesehatan primer yang jauh dari pusat rujukan sekunder/tersier, untuk sementara kendali laju dapat dilakukan dengan pemberian obat antiaritmia oral. Diharapkan laju jantung akan menurun dalam waktu 1-3 jam setelah pemberian antagonis kanal kalsium (diltiazem 30 mg atau verapamil 80 mg), penyekat beta (propanolol 20-40 mg, bisoprolol 5 mg, atau metoprolol 50 mg)

Sumber : PERKI 2014

49 A/B ODT merupakan tablet yang ditempatkan di mulut, hancur, atau melarut

kurang dari 60 detik oleh cairan saliva dan memberikan aksi yang cepat (Jain dan

Naruka, 2009). Menurut FDA (Food and Drugs Administration, Amerika Serikat), ODT didefinisikan sebagai suatu bentuk sediaan padat mengandung senyawa aktif obat, yang dapat hancur atau disintegrasi secara cepat, biasanya dalam hitungan detik, ketika diletakkan di atas lidah. ODT akan melarut dengan cepat dengan adanya air ludah tanpa perlu minum air lagi. Sebagai tambahan, bentuk sediaan ODT juga memiliki disolusi, laju absorpsi, dan bioavailabilitas yang lebih tinggi dibandingkan bentuk sediaan tablet konvensional lainnya (Hirani, et.al., 2009).

Superdisintegrant adalah bahan penghancur yang telah dimodifikasi agar menghasilkan suatu bahan yang mampu terdisintegrasi secara cepat (Mangal dkk., 2012).

Amilum

Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Amilum mempunyai Rumus Molekul (C6H10O5). Dalam air dingin amilum tidak akan larut tetapi apabila suspensi dalam air dipanaskan akan terjadi suatu larutan koloid yang kental, memberikan warna ungu pekat pada tes iodin dan dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa.

Amilum merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Kandungan pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda.

Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilum digunakan sebagai komponen perekat, campuran kertas dan tekstil, dan pada industri kosmetika.

Amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari Zea mays Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum tuberosum Linne (Solanaceae). Amilum digunakan sebagai bahan bahan pengisi tablet,

(22)

bahan pengikat, dan bahan penghancur.

karakteristik dari amilum seperti daya alir yang kurang baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago, bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Martindale

Mikrokristalin selulosa

Avicel atau dengan nama lain selulosa mikrokristal. Derivat selulosa merupakan eksipien yang penting dalam farmasi. Salah satu turunan selulosa adalah selulosa mikrokristal (Fechner, et al, 2003; Gohel dan Jogani, 2005). Selulosa mikrokristal dibuat dengan cara hidrolisis terkontrol alfa selulosa, suatu pulp dari tumbuhan yang berserat dengan larutan asam mineral encer (Rowe, et al., 2009). Selulosa mikrokristal dapat diperoleh secara komersial dari berbagai kualitas dan merek dagang. Salah satu produk selulosa mikrokristal di perdagangan dikenal dengan merek dagang Avicel. Ada beberapa macam jenis avicel, salah satunya avicel PH 101 (Siregar dan Wikarsa, 2010).

Avicel atau selulosa kristal mikro yaitu zat yang diperoleh dari selulosa kayu melalui hidrolisis asam dan merupakan bahan hasil pemurnian dan pemutihan produk dari lignin, hemiselulosa dan bahan penghantar lainnya. Avicel PH 101 merupakan produk aglomerasi dengan distribusi ukuran partikel yang besar dan menunjukkan sifat alir dan kompresibilitas yang baik. Berupa kristal putih, tak larut dalam air atau asam dan hampir semua pelarut organik, tidak reaktif, “free flowing” dan kompresibel, pada kelembaban tinggi akan melunak tapi bersifat reversible ketika lingkungan berubah kelembabannya. (Banker, et. al, 1980).

Penggunaan dan Fungsi Avicel

Avicel dapat digunakan sebagai bahan pengikat, pengisi, penghancur dan pelicin dalam pembuatan tablet. Pengunaan avicel sebagai bahan pengisi tablet, biasanya digunakan untuk bahan pengisi pada pembuatan tablet granulasi basah dan granulasi kempa langsung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterkempaan yang menghasilkan tablet dengan friabilitas rendah dan kekerasan tablet yang baik sehingga menghasilkan kompaktibilitas massa tablet yang baik dan memiliki sifat alir yang baik karena mempunyai ukuran granul yang besar sehingga dapat memperbaiki sifat alir granul, menambah kekerasan tablet dan memperlama waktu hancur tablet. Sebagai bahan penghancur avicel cukup baik untuk digunakan, karena bahan ini merupakan tipe ikatan hidragen dimana ikatan tersebut segera lepas oleh adanya air. (Andayana, 2011)

50 a. Granulasi kering

Metode pembuatan tablet :

1) Granulasi Kering (slugging)

- Bahan aktif dan bahan pengisi harus memiliki sifat kohesif - Higroskopisitas tinggi

- Sifat alir buruk

(23)

2) Granulasi Basah (wet granulation) - Kompresibilitas tinggi

- Higroskopisitas rendah

- Cocok terhadap bahan yang tidak tahan panas 3) Kempa Langsung

- Kompresibilitas tinggi

- Cocok terhadap bahan yang tidak tahan panas - Higroskopisitas rendah

- Keuntungannya waktu hancur dan disolusi lebih baik karena tidak ada bahan pengikat

Sumber : Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi ke empat. Jakarta : UI Press (hal : 261-272)

51 A. Arang aktif Bakteri merupakan kontaminan yang terdapat dalam makanan segar termasuk susu. Untuk menghindari pembusukan berlebihan, berbagai tindakan dapat digunakan untuk membunuh bakteri atau untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Pada susu biasanya dilakukan Pasteurisasi yang biasanya dikombinasi dengan teknik pendinginan. Pasteurisasi tidak mencegah pembusukan, tetapi mengurangi populasi bakteri sehingga pembusukan terjadi lebih lambat. Susu yang telah kadaluarsa mengandung bakteri patogen diantaranya seperti Escherichia coli, Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus, dimana bakteri yang telah masuk kedalam tubuh ini dapat menyebabkan nyeri perut, muntah dan diare. (University of Missouri-St. Louis.2003. Bacteria in Milk; Medscape. 2015. Food Poisoning)

Pasien dewasa berusia 50 tahun, antidotum yang sebaiknya diberikan yaitu antidiare yang bersifat adsorbensia yang pada permukaannnya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun yang dihasilkan oleh bakteri (Tjay and Kirana, 2007. Obat-obat Penting. PT Elex Media Computindo. Jakarta.P.292; Medscape 2015).

a. Arang Aktifarang halus yang telah diaktifkan melalui suatu proses,dimana arang aktif ini memiliki daya serap yang kuat pada permukaannya, sehingga dapat menyerap zat-zat beracun yang dihasilkan oleh bakteri (Tjay and Kirana,2007.Obat-obat Penting. PT Elex Media Computindo. Jakarta.P.297)

b. NACn acetylcystein merupakan agen mukolitik yang biasanya digunakan pada kasus keracunan paracetamol (DIH, 2014)

c. Mg SO2??, kalau MgSO4 digunakan untuk terapi dan pencegahan hipomagnesemia, kejang pada kasus pre eklamsia (DIH, 2014) d. Oralitlarutan yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi akibat

diare, dimana tindakan ini merupakan tindakan yang pertama kali dilakukan terutama pada bayi dan anak-anak. (Tjay and Kirana, 2007. Obat-obat Penting. PT Elex Media Computindo. Jakarta.P.291)

e. Tablet Zn  digunakan untuk menggantikan zinc yang hilang selama diare, biasanya digunakan terutama pada anak-anak

(24)

52 pembahasan :

Berdasarkan kondisi pasien yaitu pasien mengeluh sakit perut bagian bawah dan hasil pemeriksaan urin terdapat bakteri gram negatif. Maka antibiotik yang paling efektif untuk bakteri gram negatif adalah sefalosporin generasi ketiga.

(Urinary Tract Infections in Pregnancy Treatment and Management, 2015)

Bakteri yang terdapat di sistem urinary tract meliputi Escherichia coli, other gram negativ, staphylococcus aureus, enterococci. (Widyati, 2013)

Rekomendasi antibiotik untuk infeksi saluran kemih (ISK) berdasarkan kuman penyebab seperti yang disebutkan diatas diantaranya yaitu ciprofloxacin atau cotrimoxazol atau nitrofurantoin. (Pedoman Penggunaan Antibiotik RSUD Dr.Soetomo, 2009)

53 A. Indometasin Menurut National Institute for Health and Care Excellence (NICE) dalam Osteoarthritis : Care and Management in adult (2014), terapi untuk nyeri sendi, pilihan pertamanya adalah

1. acetaminophen (paracetamol) dengan atau tanpa kombinasi obat topical antiinflamasi non steroid (NSAID)

2. jika paracetamol atau topical NSAID tidak efektif dapat diganti dengan NSAID oral atau cyclo-oxygenase 2 (COX-2) inhibitor.

3. Jika paracetamol atau topical NSAID tidak cukup untuk mengatasi rasa nyeri dapat ditambahkan NSAID oral/COX-2 inhibitor.

4. Jika dengan parecatamol ataupun NSAID masih tidak memberikan efek maka dapat menggunakan obat golongan opiod

(25)

Pilihan jawaban :

A. Indometasin

Indomestasin merupakan antiinflamsi non steroid (NSAID) yang biasa digunakan untuk gout arthritis akut, osteoarthritis sedang sampai berat dan rheumatoid arthritis. Efek samping pada gsastrointestinal 3-9% (DIH edisi 18, hal 784)

B. Acetaminophen

Merupakan analgesik yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, acetaminophen merupakan pilihan pertama untuk mengobati nyeri sendi (osteoarthritis) (NICE, 2014 hal 15), tetapi pasien telah menggunakan acetaminophen dan nyeri sendi tidak berkurang. C. Piroxicam

Merupakan antiinflamasi non steroid (NSAID) yang digunakan untuk mengurangi nyeri dari akut dan kronis osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. (DIH edisi 18, hal 1201)

D. Meloxicam

Merupakan antiinflamasi non steroid (NSAID) yang digunakan untuk mengurangi nyeri dari osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Efek samping pada gastrointestinal 4-10% (DIH edisi 18, hal 936)

54 E. Diminum sebelum tidur pada malam hari

Dikarenakan pada saat malam hari hati melakukan metabolisme salah satunya metabolisme kolestrol sehingga untuk membantu memetabolisme kolestrol maka simvastatin diminum pada malam hari (Brosur simvastatin). 55 Konsentrasi Kalsipotrol dipasaran 0,05%.

100 𝑚𝑔

0,05% = 200.000 𝑚𝑔 ~ 200 𝑔

Jadi dalam 200 g salep mengandung 100 mg kalsipotriol Perhitungan menggunakan body surface area

(26)

DIKETAHUI

1 Finger Tip Unit 312 cm2 Rata-rata body surface area pada laki-laki

dewasa

1,9 m2 Wikipedia.com

Luas permukaan tubuh yang diolesi salep 1,9 m2 19.000 cm2 x 20% = 3800 cm2

Jumlah finger tip dalam pemakaian 2minggu 3800 cm2

312 𝑐𝑚2 = 12,2 𝐹𝑇𝑈 𝑥 2 𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑥 14 ℎ𝑎𝑟𝑖 = 314 𝐹𝑇𝑈  Jumlah salep (mg) yang dibutuhkan selama pemakaian 2 minggu

341 𝐹𝑇𝑈

2 𝐹𝑇𝑈 𝑥 1𝑔 = 170 𝑔 170 𝑔

200 𝑔 𝑥 100𝑚𝑔 = 85,3 𝑚𝑔

56 Pasien diketahui DM 2 asidosis berat. Terapi yang perlu dilakukan adalah Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi yang potensial yang dapat mengancam nyawa pada pasien yang menderita diabetes mellitus. Kriteria : FPG>250 mg/dl, pH <7 -7,3, keton (+) dalam urin/serum.

Insulin tidak memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel sehingga sel memecah lemak dan protein sebagai bahan bakar. Proses ini menyebabkan pembentukan keton. Hiperketonemia menyebabkan penurunan bufferalkalin sehinggameurunkan pH darah (Widyati, 2014)

Terapi KAD (Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity, 2014, hal 255) :

1. Pemeriksaan profil darah sebelum pemberian cairan intravena 2. Infus 1 L Natrium Klorida 0,9 % 1 jam setelah dilakukan

pemeriksaan

3. Peningkatan kadar kalium > 3,3 mEq/L sebelum diberikan terapi insulin

(27)

57 A. Antasida, Ranitidine, Omeprazole

Sumber : Dipiro 9th ed 2014, page 4992

58 b. antasida Antasida berisi Aluminum Hydroxide dan magnesium Hydroxide memiliki efek reaksi :

>10%: Gastrointestinal: Chalky taste, stomach cramps, constipation, bowel motility decreased, fecal impaction, hemorrhoids

(drug information handbook) 59 d.streptomisin Penjelasan:

Pada prinsipnya pengobatan TB pada kehamilan tidak berbeda dengan pengobatan TB pada umumnya. Menurut WHO, hampir semua OAT aman untuk kehamilan, kecuali streptomisin. Streptomisin tidak dapat dipakai pada kehamilan karena bersifat permanent ototoxic dan dapat menembus barier placenta. Keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pendengaran dan keseimbangan yang menetap pada bayi yang akan dilahirkan. Perlu dijelaskan kepada ibu hamil bahwa keberhasilan pengobatannya sangat penting artinya supaya proses kelahiran dapat berjalan lancar dan bayi yang akan dilahirkan terhindar dari kemungkinan tertular TB.

(sumber: pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis)

60 STOCKLEYS

Anticoagulants + H2-blockers

The anticoagulant effects of warfarin can be increased if cimetidine is given concurrently. Severe bleeding has occurred in a few patients but some show no interaction at all. Acenocoumarol (nicoumalone) and phenindione seem to interact similarly but not phenprocoumon. Famotidine, nizatidine, ranitidine and roxatidine normally appear to be non-interacting alternative H2-blockers but bleeding has been reported in a handful of cases

(28)

satuefeksampingdariobatglukokortikoidadalah moon face.Moon facedisebabkanolehhipersekresidarikelenjar adrenal

ataudisebabkandaripenggunaanglukokortikoiddalamjangkapanjang yang menimbulkanterjadinya excessive glukokortikoiddalamtubuh.

Glukokortikoidmemilikibeberapaaksidarimineralokortikoidyaitudapatmeng akibatkanretensinatriumdan air yang disertaidenganekspansi volume cairanekstrasel (Rang et al, ed.8th p.409-413).

62 Osteoporosis adalah dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan rendahnya kualitas jaringan tulang menyebabkan fragilitas tulang dan peningkatan resiko patah. WHO mengklasifikasikan massa tulang berdasarkan skor T. Skor T adalah jumlah standar deviasi dari rerata kerapatan massa tulang (bone mass density, BMD) untuk populasi normal muda. Massa tulang normal adalah mereka dengan skor T lebih besar dari – 1, osteopenia –1 sampai –2,5 dan osteoporosis kurang dari –2,5.

Selain rasa sakit awal terkait dengan fraktur baru, beberapa komplikasi jangka panjang yang merugikan dapat terjadi, termasuk sakit kronis, kehilangan mobilitas, depresi, keperawatan penempatan rumah, dan kematian.Pasien dengan patah tulang belakang mungkin mengalami sakit kronis, kehilangan ketinggian, kyphosis, dan mobilitas menurunkarena keterbatasan dalam lentur dan reaching.Multiple vertebral fraktur dapat menyebabkan penyakit paru-paru restriktif dan mengubah perut anatomi.Pasien dengan patah tulang pinggul telah risiko menambahkan terkait dengan intervensi bedah untuk memperbaiki fraktur. Beberapa pasien tidak pernah sembuh atau mendapatkan kembali preinjury kemerdekaan; kematian adalah umum dalam waktu 1 tahun patah tulang pinggul

Osteoporosis telah didefinisikan oleh World Health Organisasi (WHO) sebagai penyakit yang ditandai dengan tulang yang rendah kepadatan dan melemahnya jaringan tulang terkait dengan peningkatan kerapuhan dan kerentanan terhadap fracture.Karena kekuatan tulang tidak dapat diukur secara langsung, penilaian kepadatan mineral tulang yang digunakan, yang mewakili 70% dari tulang kekuatan.Kepadatan mineral tulang yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang.Sinar-X hanya berguna dalam mengidentifikasi pasien yang diduga mempertahankan patah tulang dan tidak direkomendasikan untuk diagnosis osteoporosis.

Diagnosa Osteoporosis

Central DXA direkomendasikan untuk diagnosis karena inkonsistensi di T-skor diukur antara situs dan berbeda oleh methods, standar sekarang berbeda dari praktek terdiri mengukur kepadatan mineral tulang pada tulang belakang lumbar dan pinggul, meskipun WHO menunjukkan bahwa pinggul adalah pilihan situs untuk diagnosis.

Laporan kepadatan mineral tulang tersedia, T skor dan Z-skor adalah alat yang berguna dalam menafsirkan data.T-score adalah jumlah standar deviasi yang berarti dari kepadatan mineral tulang pada wanita kulit putih muda yang sehat.Osteoporosis didefinisikan sebagai T-score minimal

(29)

-2.5 standar penyimpangan di bawah rata-rata (pada Tabel 53-3). Osteopenia, atau rendah massa tulang yang akhirnya dapat menyebabkan osteoporosis, didefinisikan sebagai T-skor antara -2,5 dan -1,0 standar deviasi di bawah rata-rata.

Masyarakat Internasional untuk Densitometri Klinis merekomendasikan penggunaan definisi WHO dan T-skor untuk diagnosis osteoporosis pada wanita pascamenopause di atas usia 65 dan dan pada pria antara usia 50 dan 65 jika lainnya faktor risiko yang present. Z-score adalah ukuran serupa yang dikoreksi untuk usiadan jenis kelamin pasien. Z-score didefinisikan sebagai jumlah standar deviasi dari kepadatan mineral tulang rata-rata usia dan kontrolnya. Pada wanita premenopause, pria di bawah usia 50, dan pasien yang mungkin memiliki sekunder menyebabkan kepadatan mineral tulang yang rendah, Z-skor mungkin lebih klinis yang relevan dalam mengevaluasi kepadatan mineral tulang

Keputusan pengobatan mengenai inisiasi terapi untuk osteoporosis dapat menjadi kompleks. Pasien memenuhi kriteria untuk osteoporosis (Dibawah nilai skor T -2,5) atau pasien berisiko tinggi lainnya dengan sejarah fraktur osteoporosis mendapatkan manfaat yang signifikan daripengobatan. Terapi obat harus dimulai pada pasien ini.Pada pasien lain dengan osteopenia, tidak jelas siapa yang banyak keuntungan dari treatment. Kriteria osteopenia didefinisikan (T-score antara -1 dan -2,5 dibawah standart deviasi) adalah luas, dan ambang batas untuk fraktur risiko tidak pasti. Pedoman saat mendukung terapi obat dipasien dengan osteopenia dan faktor risiko osteoporosis karena terapi obat efektif dalam mengurangi risiko patah tulang dipopulasi ini dalam uji klinis. AACE merekomendasikan pertimbangan terapi obat pada wanita postmenopause dengan patah tulang dan kepadatan mineral tulang yang rendah, wanita yang memenuhi kriteria untuk osteoporosis, wanita dengan T-score bawah -1,5 di adanya faktor risiko, dan wanita yang terus mengalami keropos tulang atau fraktur kerapuhan meskipun measures, nonfarmakologis The NOF menganjurkan mengobati wanita dengan riwayat dari vertebral atau pinggul patah tulang, T-score bawah -2,0, atau T-score -1,5 bawah dengan adanya faktor risiko Kalsium dan vitamin D kebutuhan sehari-hari yang tertinggi diwanita menopause dan laki-laki lanjut usia: 1500 mg elemental kalsium dan 400 sampai 800 IU vitamin D (lihat Tabel 53-4).

(30)
(31)
(32)

63 C. Ciprofloxacin A patient with fever (38°C and above) that has lasted for at least three days, with a laboratory-confirmed positive culture (blood, bone marrow, bowel fluid) of S. typhi. (The diagnosis, tratment and prevention of typhoid fever, p. 4)

Ciprofloxacin, ofloxacin, perfloxacin and fleroxacin have generally proved effective. In recent years, however, there have been many reports of reduced susceptibility and treatment failure for ciprofloxacin. No evidence

(33)

of toxicity and impact on growth has been described in children with typhoid who have received ciprofloxacin. There is no evidence of the superiority of any particular fluoroquinolone. (The diagnosis, tratment and prevention of typhoid fever, p. 20)

64 E Diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama sesuai dengan mekanisme aksi utamanya, yaitu : detoksifikasi dengan sulfur untuk membentuk ion tiosianat yang lebih tidak toksik, pembentukan methemoglobin dan kombinasi langsung

 Pembentukan methemoglobin

Methemoglobin sengaja diproduksi untuk bersaing dengan sianida di tempat ikatan pada sistem sitokrom oksidase. Sianida mempunyai ikatan khusus dengan ion besi pada sistem sitrokrom oksidase, sianida dalam jumlah yang cukup besar akan berikatan dengan ion besi pada senyawa lain, seperti methemoglobin. Jika produksi methemoglobin cukup maka gejala keracunan sianida dapat teratasi. Methemoglobinemia dapat diproduksi dengan pemberian amil nitrit secara inhalasi dan kemudian pemberian natrium nitrit secara intravena. Kira-kira 30% methemoglobinemia dianggap optimum dan jumlahnya dijaga agar tetap di bawah 40% senyawa lain seperti 4-DMAP dapat memproduksi methemoglobin secara lebih cepat (Meredith, 1993).

Natrium nitrit. Merupakan obat yang paling sering digunakan untuk keracunan sianida.Nitrit menyebabkan methemoglobin dengan sianida membentuk substansi nontoksik sianmethemoglobin. Methemoglobin tidak mempunyai afinitas lebih tinggi pada sianida daripada sitokrom oksidase, tetapi lebih potensial menyebabkan methemoglobin daripada sitokrom oksidase (Meredith, 1993).

 Detoksifikasi sulfur

Natrium tiosulfat. Setelah methemoglobin dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan pada keracunan sianida, sianida dapat diubah menjadi tiosianat dengan menggunakan natrium tiosulfat. Pada proses kedua membutuhkan donor sulfur agar rodanase dapat mengubah sianmethemoglobin menjadi tiosianat karena donor sulfur endogen biasanya terbatas. Ion tiosianat kemudian diekskresikan melalui ginjal (Meredith, 1993).

Karena Natrium tiosulfat merupakan donor sulfur yang mengkonversi sianida menjadi bentuk yang lebih nontoksik, tiosianat, dengan enzyme sulfurtransferase, yaitu rhodanase. Tidak seperti nitrit, tiosianat merupakan senyawa nontoksik, dan dapat diberikan secara empiris pada keracunan sianida.

Sumber: Meredith, T.J., 1993, Antidots for Poisoning by Cyanide, http://www.inchem.org/

65 b. Penurunan fungsi ginjal

Digoksin merupakan obat yang memiliki indeks terapi sempit. Meskipun demikian, masih tetap digunakan mengingat insiden dan prevalensi gagal jantung pada orang tua (80%). Digoksin adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan pada pasien yang berusia lebih dari 65 tahun. Toksisitas digoksin umum dialami oleh orang tua dan berkaitan dengan beberapa faktor yaitu:

(34)

 Penurunan massa tubuh  Penurunan GFR

 Penurunan massa otot  Interaksi obat

Hal yang paling penting terkait perubahan usia yaitu penurunan fungsi ginjal. Inilah yang berlaku pada digoksin di mana d ekskresi melalui ginjal sehingga dibutuhkan dosis yang lebih rendah untuk menghindari toksisitas (Currie et al, 2011). Digoksin paling banyak di ekskresi oleh ginjal sekitar 57-80% (Medscape).

66 D Menurut FI IV thn 1995 hal 649 kadar paracetamol; mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2 terhadap zat anhidrat

67 a. Pioglitazon (golonganThiazolidinediones) b. Rosiglitazon

c. Vildagliptin(golongan DPP-IV inhibitor) d. Metformin (golonganbiguanid)

e. Acarbosa(golonganalfaglukosidase inhibitor) Jawaban :

inkretin adalahnamagolongan hormon yang disekresi pada saluranpencernaan yang menjadi stimulator sekresi hormon insulin selainstimulasi yang terjadisetelahpenyerapannutrisi yang

menyebabkanpeningkatanrasio guladarah.

Inkretinjugamemperlambatlajupenyerapanzatnutrisikedalamsirkulasidarah, menekansekresi glukagon dari selalfa

Sehinggavidagliptinkarenadapatmeperpanjangumurdari GLP-1 yang dapatsehinggastimulasi hormone insulin terusterjadi. (ADA, 2015) 68 a. Mengganti antibiotik berdasarkan uji kultur dan sensitivitas Diagnosa Bakteriologik

Ketika hasil uji sensitivitas telah diketahui, maka :

 Jika Antibiotik empiris sama dengan antibiotik dari hasil test dan terlihat adanya perbaikan gejala/kondisi pasien maka terapi antibiotik diteruskan.

 Jika Antibiotik empiris tidak sama dengan antibiotik dari hasil test tapi terlihat adanya perbaikan gejala/kondisi pasien maka terapi antibiotik diteruskan.

 Jika Antibiotik empiris tidak sama dengan antibiotik dari hasil test dan tidak ada perbaikan gejala/kondisi pasien maka terapi antibiotik diganti.

69 C Kegunaan Vit B6: membantu sintesis limfosit dan antibodi, kurangi udem/terensi air,penurunan tekanan darah dan kolestrol,

a. ES Rifampisin : Gangguan gastrointestinal dan fungsi hati, reaksi kepekaan kuli, nyeri otot

b. ES pirazinamide : Mual muntah, anoreksia, disuria, demam, kerusakan sendi

(35)

muntah, kelelahan, gangguan gastrointestinal, demam, kemerahan, defisiensi Vit B, kerusakan hati.

d. ES Dextrometorphan : Mual dan muntah, konstipasi, mengantuk, pusing, gelisah,

e. ES Ambroxol : Mual muntah, nyei ulu hati. 70 d. Meningkatkan

efikasi

Penisilin bekerja dengan menghambat protein pengikat penisilin (penicillin-binding protein, PBP) sehingga pembentukan peptidoglikan dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Apabila bakteri memiliki kemampuan untuk memproduksi β-laktamase, yang akan menghidrolisis ikatan pada cincin β-laktam molekul penisilin dan mengakibatkan inaktivasi antimikroba akibatnya antibiotik penisilin menjadi tidak efektif. Untuk mengatasi degradasi cincing beta-laktam maka dikombinasikan dengan senyawa inhibitor enzim beta-laktamase seperti asam clavulanat, tazobactam, atau sulbactam (https://fitrianikayla64.wordpress.com/2013/06/19/golongan-sefalosporin-dan-antibiotika-betalaktam-lainnya/).

Sulbactam is a semisynthetic beta-lactamase inhibitor which when combined with certain beta-lactam antibacterials extends their activity against bacteria that are normally resistant to the antibiotic due to production of beta-lactamases. In combination with ampicillin it extends the antibacterial activity of ampicillin to include beta-lactamase-producing strains which are otherwise resistant, including Bacteroides fragilis, and increases the susceptibility of many sensitive strains (Campoli-Richards,1987).

71 A karena alat tipe 1 (metode basket) digunakan untuk analisis waktu hancur tablet, kaplet, dan kapsul cangkang keras.

72 C

73 Pharmaceutical Care: suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien (PP 51 tahun 2009).

AMLODIPIN

Indikasi : pengobatan hipertensi, preventif angina kronis Kontraindikasi : hipersensitifitas terhadap amlodipin, meningkatkan angina/MI dengan titrasi dosis dari CCB, hipotensi, takikardia.

Efek samping obat :

>10% : edema periperal, edema pulmonari

1-10% : palpitasi, flushing, mual, muntah, dyspnea Dosis :

Hipertensi: sehari 1x 5mg, maksimal 10mg Angina : 5-10mg (DIH 23 ed, p 109)

(36)

74 reaksi substitusi

(Fessense., dasar kimia organik, 1997)

75 B Tetrasiklin dapat membentuk kompleks dengan ion kalsium (membentuk kelat). Pembentukan kelat ini membentuk tetrasiklin kalsium ortofosfat yang komplek yang sulit dipecah. Ion kalsium paling banyak terdapat pada tulang dan gigi. Sehingga komplek tetrasiklin-ion kalsium terbentuk pada tulang dan gigi. Efek terdapatnya kelat tersebut adalah terdapat noda pada gigi, sehingga warna enamal gigi tidak terlihat. Perubahan warna tergantung pada dosis dan jangka waktu obat. Warna gigi terlihat kuning atau coklat dan semakin memburuk dengan berjalannya waktu

(Watts, A dan Addy, M. 2001. Tooth Discolouration and Staining: a review of the literature. 6(190). British Dental Journal, DAN Wallman C, 2011, Classification of severe tooth discolorations and treatment options. Univesitetet i tromso)

76 B.Lisinopril a. Valsartan. Tidak disarankan untuk hipertensi krisis.

b. Lisinopril (2013 ESH/ESC Guidelines for the management of arterial hypertension) Bagi pasien dengan cute stroke disarankan menggunakan Lisinopril jika sistolik >160mmHg.

c. Doksasozin. Tidak disarankan untuk hipertensi krisis.

d. Nifedipin. Bagi pasien yang memiliki riwayat stroke atau transient ischaemic attack, dapat menggunakan seluruh regimen obat. Jika dilihat dari TD 200/130 yang termasuk dalam hipertensi urgensi, tidak disarankan menggunakan short-acting nifedipin karena dapat menurunkan TD dengan cepat sehingga memiliki resiko iskemia. (GAC, HTN: Emergencies and Urgencies)

e. Bisoprolol. Tidak disarankan untuk hipertensi krisis.

77 C Untuk terapi UTI pada kehamilan yaitu : per oral amoxicillin 250-500 mg tiap 8 jam sebagai pilihan utama selama 5-7 hari

Pustaka : Clinical guideline obstetric and gynaecology Urinary Tract Infection: Antibiotic treatment

78 30+200 C dan 60+5% (C) -- Indonesia masukzona IV dengan long term trial condition 300C/65% (ICH Climatic Zones)

79 c.telepon dokter karena tramadol rentan disalahgunakanda menurut BNF 66th ed, dosis tramadol 50-100mg. Signa bila dibilang terlalu sering dari penggunaan biasanya dan yang diresepkan dapat dikatakan terlalu banyak. Jadi, perlu dikonfirmasi kembali ke dokter

(37)

80 b CPOB 2012 jilid II p.662

Sistemudara laminar

hendaklahmengalirkanudaradengankecepatanmerataantara 0,36 - 0,54 m/detik

81 A Menurut DIH ed 17 parasetamol memiliki efek antipiretik dan analgetik selain itu dapat juga digunakan sebagai antiinflamasi

82 c 25 : 10 = 2,5

83 B mekanisme dari paclitaxel: (DIH 23rd edition, p 1545)

paclitaxel mendorong pemasangan mikrotubulus dengan meningkatkan aksi dimer tubulin, menstabilkan mikrotubulus yang ada, dan menghambat pembongkaran mikrotubulus, ikut ambil bagian pada proses akhir G 2 fase mitosis, dan menghambat replikasi sel. di samping itu, obat ini dapat mendistorsi spindle mitosis, mengakibatkan kerusakan kromosom. paclitaxel juga dapat menekan proliferasi sel dan mengatur respon imun. Proses mitosis :

Sel memiliki siklus sel. Siklus sel terdiri dari fase pembelahan sel/mitotik (M) dan periode pertumbuhan yang disebut interfase. Interfase terdiri dari tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2, sebelum sel memasuki fase mitotik dan siap membelah.

Tahap Interfase

(38)

Meskipun demikian, sebenarnya tahap interfase merupakan tahap yang aktif dan penting untuk mempersiapkan pembelahan. Persiapan berupa replikasi DNA (melipatgandakan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan). Pada umumnya, sebagian besar waktu hidup sel berada pada tahap ini. Selanjutnya interfase dibagi lagi ke dalam fase gap-1 (G1), fase sintesis (S), dan fase gap-2 (G2).

84 c. Hipertensi Menurut Kemenkes RI, Buku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan, halaman 245 (2013)

Pemakaian kontrasepsi oral kombinasi esterogen dan progesteron dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat terjadinya peningkatan hormon esterogen dan progesteron dalam tubuh.

85 b. etaNOL Poisoning & Drug Overdose, 6th ed., hal. 278-279 Mekanisme Toksisitas:

Metanol secara perlahan dimetabolisme oleh alkohol dehidrogenase untuk formalin dan kemudian oleh aldehida dehidrogenase untuk asam format (format). Asidosis sistemik disebabkan oleh format dan laktat, sedangkan kebutaan disebabkan terutama oleh format. Baik etanol dan metanol bersaing untuk dehidrogenase enzim alkohol, dan saturasi dengan blok etanol metabolisme metanol untuk metabolit beracun.

Obat spesifik dan antidotum:

Fomepizole atau etanol mencegah pembentukan metabolit beracun metanol 86 b Tujuan insulin intravena (iv) adalah menghambat glukoneogenesis (B)

Alasan :

Insulin bekerja pada reseptor ikatan membran yang spesifik pada jaringan target untuk regulasi metabolisme karbohidrat, protein, lemak. Target organ insulin yaitu liver, otot, jaringan adipose. Di dalam tubuh, insulin mengubah glukosa menjadi glikogen, kemudian di hati dari glikogen menjadi glukosa yang disebut proses glikogenolisis. Selain itu, terjadi proses glukoneogenesis yaitu perubahan senyawa non kabohidrat (laktat, gliserol, asam amino) menjadi glukosa. Sehingga pemberian insulin dapat menghambat pembentukan glukosa, maka glukosa tidak tinggi di dalam darah (DIH 23th ed, 2014, p 1095)

87 Pada teh dan kopi mengandung senyawa kafein. Kafein dan teofilin merupakan golongan alkaloid xanthine (Mahapatra, 2010). [First artificial acidic fluorescent receptors for caffeine and other xanthine alkaloids]

Menurut Welsh (2010), Caffein merupakan bronkodilator yang lemah. Secara kimia mirip dengan teofilin yang digunakan sebagai terapi asma. (Cochrane Database Syst Rev. 2010 Jan 20;(1):CD001112. doi: 10.1002/14651858.CD001112.pub2)

Gambar

Table pengobatan osteoartjritis (Dipiro, 2009, hal 1527)

Referensi

Dokumen terkait

Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel merupakan antibiotika yang merusak lapisan peptidoglikan yang menyusun dinding sel bakteri gram positif maupun gram

Bakteri dalam pewarnaan gram dapat dibagi menjadi 2 yaitu Gram positif dan gram negatif, masing-masing bakteri ini memiliki susunan dinding sel yang

1 Struktur dinding sel lebih sederhana Dinding sel lebih komplek 2 Jumlah peptidoglikan lebih banyak Peptidoglikan lebih sedikit 3 Membran luar tidak ada lipopolisakarida

Pewarnaan safranin masuk ke dalam sel dan menyebabkan sel menjadi berwarna merah pada bakteri gram negatif sedangkan pada bakteri gram positif dinding selnya terdehidrasi dengan

Pewarnaan safranin masuk ke dalam sel dan menyebabkan sel menjadi berwarna merah pada bakteri gram negatif sedangkan pada bakteri gram positif dinding selnya terdehidrasi dengan

Bakteri gram positif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptodoglikan yang tebal, warna : ungu, co : Vibrio cholerae.. Bakteri gram negatif : Bakteri yang

Bakteri pada waktu berkembang biak atau pada waktu mati (lisis) akan melepaskan dinding sel atau komponen  –    komponen membran sel (endotoksin, teichoic acid )

Ciri utama bakteri gram positif adalah memiliki struktur dinding selnya sederhana, tersusun atas peptidoglikan tanpa lapisan lipopolisakarida. Jika diberi pewamaan gram, bakteri