MAKALAH
MAKALAH
SERUMEN
SERUMEN
FAKULTAS KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
CIMAHI
2008
2008
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
D
Da
afftta
ar
r
IIssii
ii
D
Da
afftta
ar
r
G
Ga
am
mb
ba
arr
iiiiii
D
Da
afftta
ar
r
T
Ta
ab
beell
iiv
v
II.. PPEENNDDAAHHUULLUUAANN 11 IIII.. TTIINNJJAAUUAANNPPUUSSTTAAKKAA 22 2 2. . 11.. EEMMBBRRIIOOLLOOGGI I DDAAN N AANNAATTOOMMI I TTEELLIINNGGA A LLUUAARR 22 2 2. . 22. V. VAASSKKUULLAARRIISSAASSI I TTEELLIINNGGA A LLUUAARR 99 2
2. . 33.. PPEERRSSAARRAAFFAAN N DDAAN N AALLIIRRAAN N LLIIMMFFAATTIIK K TTEELLIINNGGA A LLUUAARR 1100
2. 3
2. 3. 1. 1.. PERPERSARSARAFAAFAN DN DAUN AUN TELTELINGINGA DA DAN AN KANKANALIALISS
AKUSTIKUS
AKUSTIKUS EKSTERNUS EKSTERNUS 1010
2
2. . 33. . 22.. AALLIIRRAAN N LLIIMMFFAATTIIK K TTEELLIINNGGA A LLUUAARR 1122
IIIIII.. PPEEMMBBAAHHAASSAANN 1133 3 3..11.. SSEERRUUMMEENN 1133 3 3. . 11. . 11.. DDEEFFIINNIISSI I SSEERRUUMMEENN 1133 3 3. . 11. . 22.. KKOOMMPPOOSSIISSI I DDAAN N PPRROODDUUKKSSI I SSEERRUUMMEENN 1144 3 3. . 11. . 33.. FFIISSIIOOLLOOGGI I SSEERRUUMMEENN 1177 3 3. . 11. . 44.. PPEENNYYEEBBAAB B AAKKUUMMUULLAASSI I SSEERRUUMMEENN 2211
3
3. . 22. . PPEENNAANNGGAANNAAN N SSEERRUUMMEENN 2222
3
3. . 22. . 11.. ZZaat t sseerruummeennoolliissiiss 2244
3
3. . 22. . 22.. PPeennyyeemmpprroottaan n tteelliinnggaa 2266
3
3. . 22. . 33.. MMeettoodde e KKuurreettaassee 2277
3
3. . 33. K. KEELLAAIINNAAN N MMEENNGGEENNAAI I SSEERRUUMMEENN 2288
3
3. . 33. . 11. . HHIIPPEERRSSEERRUUMMIINNOOSSIISS 2288
3.
3. 3. 3. 2. 2. SERUMINAL GLAND SERUMINAL GLAND ADDENOMAADDENOMA
((CCeerruummiinnoommaa, , HHiiddrraaddeennoommaa)) 2299
3 3. . 33. . 33. . CCEERRUUMMIINNAAL L GGLLAANND D AADDEENNOOCCAARRCCIINNOOMMAA 3300 3 3..33..44.. C CEERRUUMMIINNOOMMAA 3300 IIVV.. KKEESSIIMMPPUULLAANN 3333 D DAAFFTTAARRPPUUSSTTAAKKAA 3344
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR GAMBAR
GGaammbbaarr 22..11 AAnnaattoommii TTeelliinnggaa 22
G
Gaammbbaar r 22..22 PPeerrkkeemmbbaannggaan n AAuurriikkuullaa 33
G
Gaammbbaar r 22..3 3 EEmmbbrriioollooggi i AAuurriikkuulla a ddaan n KKaannaalliis s AAkkuussttiikkuus s EEkksstteerrnnuuss 44
G
Gaammbbaarr 22..44 LiiaanL ngg TTeelliinnggaa 55
G
Gaammbbaar r 22..55 BBaattaass--BBaattaas s KKaannaalliis s AAkkuussttiikkuus s EEkksstteerrnnuuss 77
G
Gaammbbaar 2r 2..66 UUnniit At Appooppiilloosseebbaasseeuus ps paadda Ka Kaannaalliis As Akkuussttiikkuus Es Ekksstteerrnnuuss 88
G
Gaammbbaar r 22..77 WWiillaayyaah h PPeerrssaarraaffaan n AAuurriikkuullaa 1111
G
Gaammbbaar r 22..88 PPeerrssaarraaffaan n KKaannaalliis s AAkkuussttiikkuus s EEkksstteerrnnuuss 1111
Gam
Gambar bar 2.2.9 9 AlAliriran an LiLimfmfatatik ik KeKelelenjnjar ar GeGetatah h BenBenining g padpada a KeKepalpala a dadan n LeLeherher 1212
G
Gaammbbaar r 33..11 SSeerruummeen n ppaadda a ccoottttoon n bbuudd, , ttiippe e bbaassaah h ddaan n ttiippe e kkeerriinngg 1144
G
Gaammbbaar r 33..22 CCaarra a MMeemmbbeerrssiihhkkaan n KKaannaalliis s AAkkuussttiikkuus s EEkksstteerrnnuuss 2233
Gam
Gambar bar 3.33.3 MemMemasaasang ng kapkapas as pada pada ujuujung ng aplaplikaikator tor dendengan gan memmemutautar r aplaplikaikator tor 2323
G
Gaammbbaar r 33..44 CCaarra a PPeennyyeemmpprroottaan n TTeelliinnggaa 2266
G
Gaammbbaar r 33..55 MMeettoodde e KKuurreettaasse e uunnttuuk k mmeennggaammbbiil l SSeerruummeenn 2277
G
Gaammbbaar r 33..66 PPeennggaammbbiillaan n SSeerruummeen n ddeennggaan n SSuuccttiioonn 2288
G
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
T
Taabbeel l 22..11 PPeerrddaarraahhaan n AAuurriikkuullaa 99
T
II..
P
PE
EN
ND
DA
AH
HU
UL
LU
UA
AN
N
SerSerumeumen n umuumumnymnya a dapdapat at ditditemuemukan kan di di kankanalialis s akusakustitikus kus ekseksterternusnus. . SerSerumeumenn merupakan campuran dari material sebaseus dan hasil sekresi apokrin dari glandula merupakan campuran dari material sebaseus dan hasil sekresi apokrin dari glandula seruminosa yang berkombinasi dengan epitel deskuamasi d
seruminosa yang berkombinasi dengan epitel deskuamasi d an rambut.an rambut.(5)(5)
Bil
Bila a lamlama a tidtidak ak dibdibersersihkihkan an serserumeumen n akan akan menmenimbimbulkulkan an sumsumbatbatan an pada pada kankanalialiss akustikus eksternus. Keadaan ini disebut serumen obturans (serumen yang menutupi akustikus eksternus. Keadaan ini disebut serumen obturans (serumen yang menutupi kana
kanalilis s akusakustiktikus us ekseksterternusnus). ). SumSumbatbatan an serserumeumen n kemkemudiudian an dapadapat t menmenimbimbulkaulkann gangguan pendengaran yang timbul akibat penumpukan serumen di liang telinga dan gangguan pendengaran yang timbul akibat penumpukan serumen di liang telinga dan menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu.
menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu.
Sum
Sumbatbatan an serserumeumen n ini ini dipdipengaengaruhruhi i oleoleh h bebbeberaerapa pa fakfaktor tor prepredisdisposposisi isi antantara ara lailainn dermatitis kronik liang telinga luar, liang telinga sempit, produksi serumen yang dermatitis kronik liang telinga luar, liang telinga sempit, produksi serumen yang banyak dan kental, adanya benda asing di liang telinga, eksostosis di liang telinga, banyak dan kental, adanya benda asing di liang telinga, eksostosis di liang telinga,
te
terdrdororonongnygnya a seserurumemen n ololeh eh jajari ri tatangangan n atatau au ujujunung g hahandnduk uk sesetetelalah h mamandndi, i, dadann kebiasaan mengorek telinga.
kebiasaan mengorek telinga.
Bil
Bila a terterjadjadi i padpada a kedkedua ua teltelinginga a makmaka a serserumeumen n obtobturaurans ns ini menjaini menjadi di salsalah ah satsatuu penyebab ketulian pada penderita. Suara dari luar tak dapat masuk ke dalam telinga penyebab ketulian pada penderita. Suara dari luar tak dapat masuk ke dalam telinga
dan dengan demikian suara tidak dapat menggetarkan oleh membran timpani. dan dengan demikian suara tidak dapat menggetarkan oleh membran timpani.
IIII..
T
TIIN
NJ
JA
AU
UA
AN
N P
PU
US
ST
TA
AK
KA
A
2. 1.2. 1. EMBRIOEMBRIOLOGI DLOGI DAN ANAN ANATOMI ATOMI TELINTELINGA LUGA LUAR AR
Gambar 2.1 Anatomi Telinga Gambar 2.1 Anatomi Telinga
Secara anatomi telinga luar dapat dibagi menjadi aurikula (
Secara anatomi telinga luar dapat dibagi menjadi aurikula ( pinna pinna) dan liang telinga) dan liang telinga ((canalicanalis s acustiacusticus cus eksterneksternus/CAE us/CAE ). Telinga luar dipisahkan dengan telinga dalam). Telinga luar dipisahkan dengan telinga dalam oleh membran timpani. aurikula dan 1/3 lateral liang telinga tediri dari kartilago oleh membran timpani. aurikula dan 1/3 lateral liang telinga tediri dari kartilago elastis yang secara embrional berasal dari mesoderm dan sejumlah kecil jaringan elastis yang secara embrional berasal dari mesoderm dan sejumlah kecil jaringan subkutan yang ditutupi oleh kulit dan adeneksanya. Hanya lobulus pinna yang tidak subkutan yang ditutupi oleh kulit dan adeneksanya. Hanya lobulus pinna yang tidak memiliki kartilago dan terdapat lemak.
Gambar 2.2 Perkembangan Aurikula Gambar 2.2 Perkembangan Aurikula
Aurikula berasal dari enam tonjolan mesenkim, tiga tonjolan dari arkus brankial Aurikula berasal dari enam tonjolan mesenkim, tiga tonjolan dari arkus brankial per
pertamtama a dan dan lailainnynnya a dardari i arkarkus us brabrankinkial al kedkedua. ua. PadPada a kehakehamilmilan an yanyang g nornormalmal ton
tonjoljolan an mesmesenkienkim m karkartiltilagiaginosnosa a berbersatsatu u memmembentbentuk uk auraurikuikula. la. AurAurikuikula la akanakan berpindah posisi menjadi lebih tinggi yaitu dari posisi semula dekat comissura berpindah posisi menjadi lebih tinggi yaitu dari posisi semula dekat comissura
lateralis oris ke area temporal dengan pertumbuhan selektif dari mandibula. lateralis oris ke area temporal dengan pertumbuhan selektif dari mandibula.(2)(2)
Kan
Kanalalis is akuakuststikikus us ekekststererna na memerurupapakakan n dederirivavat t dadari ri cecelalah h brbranankikial al perpertatamama ektoder
ektodermantarmantara a mandibmandibula (I) ula (I) dan lengkung dan lengkung hyoid (II). Epitel yang hyoid (II). Epitel yang melapmelapisi celahisi celah ini
ini berbertemtemu u dandangan gan endoendoderderm m dardari i lenlengkugkung ng farfaringingeal eal perpertamtama a yanyang g kemkemudiudianan mem
membenbentuk tuk memmembrabran n timtimpani pani dan dan menmenjadjadi i batbatas as medmedial ial dardari i kanakanalis lis akuakustistikuskus eksterna. Jaringan ikat yang berasal dari mesoderm ditemukan antara ektoderm dan eksterna. Jaringan ikat yang berasal dari mesoderm ditemukan antara ektoderm dan end
endododererm m dadan n kekemumudidian an memenjnjadi adi lalapipisasan n fifibrbrososa a memembmbraran n titimpmpanani. i. KaKarerenana embriologinya yang berasal dari ektoderm, kanalis akustikus eksternus, termasuk embriologinya yang berasal dari ektoderm, kanalis akustikus eksternus, termasuk permukaan lateral membran timpani, dilapisi oleh epitel skuamosa.
Gambar 2.3 Embriologi Aurikula dan Kan
Gambar 2.3 Embriologi Aurikula dan Kanalis Akustikus Eksternusalis Akustikus Eksternus Pro
Proses ses kanakanalilisassasi i lenlengkagkap p terterjadjadi i padpada a minminggu ggu ke-ke-12 12 kehkehamiamilan, lan, padpada a saasaat t itituu kana
kanalis lis akuakustistikus kus ekseksterternus nus teltelah ah dildilapiapisi si oleoleh h jarjaringingan an epiepiteltel. . KemKemudiudian an akaakann terjadi rekanalisasi pada minggu ke-28 kehamilan.
terjadi rekanalisasi pada minggu ke-28 kehamilan.(2)(2)
Telinga luar atau pinna merupakan gabungan dari kartilago yang dilapisi kulit. Telinga luar atau pinna merupakan gabungan dari kartilago yang dilapisi kulit. Bentuk kartilago ini unik dan harus diusahakan untuk mempertahankan bangunan Bentuk kartilago ini unik dan harus diusahakan untuk mempertahankan bangunan ini karena dapat menjaga telinga luar dari trauma.
ini karena dapat menjaga telinga luar dari trauma. (1)(1) Kulit pada permukaan luar Kulit pada permukaan luar daun telinga melekat erat pada kartilago di bawahnya beserta jaringan ikat dari daun telinga melekat erat pada kartilago di bawahnya beserta jaringan ikat dari der
dermimis s yayang ng padpadat at memembmbententuk uk peperirikonkondrdriuium. m. SeSebabaliliknyknya, a, kukulilit t pepermrmukaukaanan belakang daun telinga mempunyai lapisan subkutan sejati. Keadaan daun telinga belakang daun telinga mempunyai lapisan subkutan sejati. Keadaan daun telinga serta posisi daun telinga yang terbuka merupakan penyebab timbulnya sebagian serta posisi daun telinga yang terbuka merupakan penyebab timbulnya sebagian besar masalah klinis yang mengenai daun telinga yaitu trauma, kontak langsung besar masalah klinis yang mengenai daun telinga yaitu trauma, kontak langsung dengan cuaca, dan infeksi. Pengumpulan cairan akibat proses-proses tersebut seperti dengan cuaca, dan infeksi. Pengumpulan cairan akibat proses-proses tersebut seperti adanya pus dan hematom mengakibatkan terpisahnya perikondrium dari kartilago. adanya pus dan hematom mengakibatkan terpisahnya perikondrium dari kartilago. Bila proses ini tidak segera diatasi maka akan terjadi nekrosis kartilago karena Bila proses ini tidak segera diatasi maka akan terjadi nekrosis kartilago karena terganggunya perfusi nutrisi dari pembuluh darah perikondrium.
Gambar 2.4 Liang Telinga. a. bagian kartilaginosa. b. bagian osseus Gambar 2.4 Liang Telinga. a. bagian kartilaginosa. b. bagian osseus
Kanalis akustikus eksternus dapat dibagi menjadi 2 bagian. Bagian luar, 40% dari Kanalis akustikus eksternus dapat dibagi menjadi 2 bagian. Bagian luar, 40% dari CAE
CAE, , adaadalah lah bagibagian an karkartitilagilaginosnosa a dan dan terterdapadapat t laplapisaisan n tiptipis is jarjaringingan an subksubkutautann diantara kulit dan kartilago.
diantara kulit dan kartilago. (2)(2) Kulit yang melapisi bagian kartilaginosa lebih tebalKulit yang melapisi bagian kartilaginosa lebih tebal dari bagian tulang, selain itu juga mengandung folikel rambut yang banyaknya dari bagian tulang, selain itu juga mengandung folikel rambut yang banyaknya bervariasi tiap individu namun ikut membantu menciptakan suatu sawar dalam bervariasi tiap individu namun ikut membantu menciptakan suatu sawar dalam
liang
liang telitelinga.nga. (1)(1) Bagian dalam, 60% dari CAE, adalah bagian osseus terutamaBagian dalam, 60% dari CAE, adalah bagian osseus terutama dibentuk oleh timpanic ring dan terdapat jaringan lunak yang sangat tipis antara dibentuk oleh timpanic ring dan terdapat jaringan lunak yang sangat tipis antara kulit, periosteum dan tulang.
kulit, periosteum dan tulang. (2)(2) AnatoAnatomi mi bagian ini sangat bagian ini sangat unik karena unik karena merupamerupakankan satu-satunya tempat dalam tubuh dengan kulit langsung terletak di atas tulang tanpa satu-satunya tempat dalam tubuh dengan kulit langsung terletak di atas tulang tanpa adan
adanya ya jarjaringingan an subsubkutkutan. an. DenDengan gan demdemikiikian an daerdaerah ah ini ini sansangat gat peka peka dan dan tiatiapp pembengkakan akan sangat nyeri karena tidak terdapat ruang untuk ekspansi. pembengkakan akan sangat nyeri karena tidak terdapat ruang untuk ekspansi. (1)(1)
Ter
Terdapdapat at penpenyemyempitpitan an pada pada petpetemuemuan an bagibagian an karkartiltilagiaginosnosa a dan dan bagbagian ian ossosseuseus kanalis akustikus eksternus yang disebut isthmus.
kanalis akustikus eksternus yang disebut isthmus.(2)(2)
Panjang kanalis akustikus eksternus pada orang dewasa rata-rata 2,5 cm. Karena Panjang kanalis akustikus eksternus pada orang dewasa rata-rata 2,5 cm. Karena po
aku
akuststikikus us ekekststerernus nus lelebibih h penpendedek k 6 6 mm mm dadari ri bagbagiaian n antantereroioinfnfererioior. r. KaKananaliliss akustikus eksternus membentuk kurva seperti huruf S arah superior dan posterior akustikus eksternus membentuk kurva seperti huruf S arah superior dan posterior dar
dari i latlateraeral l ke ke medmedialial. . KanKanalialis s akusakustitikus kus ekseksterternus nus jugjuga a menmengargarah ah ke ke hidhidungung seh
sehingingga ga pada pada pempemerieriksaksaannyannya a auraurikuikula la perperlu lu ditditariarik k ke ke supsuperierior, or, latlateraeral l dandan posterior untuk meluruskan kanalis akustikus eksternus.
posterior untuk meluruskan kanalis akustikus eksternus.(2)(2)
Bagian lateral kanalis akustikus eksternus dibatasi oleh meatus. Bagian medial Bagian lateral kanalis akustikus eksternus dibatasi oleh meatus. Bagian medial dibatasi oleh membran tympani dan bagian squamosa tulang temporal yang menjadi dibatasi oleh membran tympani dan bagian squamosa tulang temporal yang menjadi barier yang baik terhadap penyebaran infeksi bila membran tersebut utuh. Bila barier yang baik terhadap penyebaran infeksi bila membran tersebut utuh. Bila
ter
terjadjadi i perperforforasi asi memmembrabran n tymtympani pani infinfekseksi i dapadapat t menmenyebyebar ar kemkembalbali i dan dan terterusus menyebar dari telinga tengah ke kanalis akustikus eksternus. Tympanic ring yang menyebar dari telinga tengah ke kanalis akustikus eksternus. Tympanic ring yang berbentuk seperti tapal kuda dan bagian squamosa tulang temporal memisahkan berbentuk seperti tapal kuda dan bagian squamosa tulang temporal memisahkan
kan
kanalalis is akakusustitikukus s ekekststerernunus s dendengagan n fofossssa a crcrananiaial l memedidia, a, yayang ng jajararang ng teterjrjadiadi penyebaran infeksi
penyebaran infeksi secara secara langsung ke langsung ke intracranial.intracranial.(2)(2)
Gambar 2.5 Batas-Batas Kanalis Akustikus Eksternus Gambar 2.5 Batas-Batas Kanalis Akustikus Eksternus
TM TM J J Superficial temporal Superficial temporal A & V A & V Auriculotemporal Auriculotemporal nerve nerve Parotid gland Parotid gland Preauricula
Preauricular r lymphlymph node node INFERIOR INFERIOR SUPERIOR SUPERIOR MEDIAL
MEDIAL LATERALLATERAL
External Ear Canal
External Ear Canal Relationship
Relationship
External Ear Canal
External Ear Canal Relationsh
Relationship
ip
Carot Carot id id FacialFacial nerve nerve Styloid Styloid process process Parotid Parotid Gland Gland Digastric Digastric muscle muscle Jugular Jugular Bulb Bulb Middle ear Middle ear Mastoid Mastoid Outside world Outside world Middle Middle cranial cranial fossa fossa POSTERIOR POSTERIOR
Adapted from: Wright,
Adapted from: Wright, Scott-Brown’s Otolaryngology,Scott-Brown’s Otolaryngology,19921992
ANTERIOR ANTERIOR
Bat
Batas as posposterterior ior kanakanalis lis akusakustiktikus us ekseksterternus nus adaadalah lah kavukavum m masmastoitoid. d. BebBeberaerapapa pembuluh darah masuk ke kanalis akustikus eksternus, khususnya sepanjang sutura pembuluh darah masuk ke kanalis akustikus eksternus, khususnya sepanjang sutura
tym
tympanpanomaomastostoid. id. InfInfekseksi i dapadapat t menmenyebyebar ar secsecara ara hemhematoatogen gen melmelalualui i segsegmenmen masto
mastoid id ini. Dari ini. Dari posteposterior ke rior ke bagian kartilagbagian kartilaginosa kanalis inosa kanalis akustakustikus eksternusikus eksternus terdapat jaringan ikat tebal mastoid yang dapat menyebabkan infeksi sekunder. terdapat jaringan ikat tebal mastoid yang dapat menyebabkan infeksi sekunder. Batas superior kanalis akustikus eksternus adalah fossa infratemporal dan basis Batas superior kanalis akustikus eksternus adalah fossa infratemporal dan basis kranii
kranii.infe.infek k yang meluas sampai yang meluas sampai ke ke atap kanalis akustikus eksternuatap kanalis akustikus eksternus s dapat meluasdapat meluas ke strukturr ini. Batas anteriornya adalah kelenjar parotis dan temporomandibular ke strukturr ini. Batas anteriornya adalah kelenjar parotis dan temporomandibular junction.
junction. (2)(2)
Pada kanalis akustikus eksternus terdapat tiga mekanisme pertahanan pelindung Pada kanalis akustikus eksternus terdapat tiga mekanisme pertahanan pelindung yaitu tragus dan antitragus, kulit degan lapisan serumen, dan isthmus. Tragus dan yaitu tragus dan antitragus, kulit degan lapisan serumen, dan isthmus. Tragus dan antitragus membentuk barier parsial terhadap benda asing makroskopik. Kulit pada antitragus membentuk barier parsial terhadap benda asing makroskopik. Kulit pada bag
bagian ian karkartiltilagiaginosnosa a memmemililiki iki banbanyak yak sel sel ramrambut but dan dan kelkelenjenjar ar apoapokrikrin n sepsepertertii ha
halnlnya ya kekelelenjnjar ar seserurumiminonosasa. . KeKetitiga ga ststruruktktur ur adadenenekeksa sa inini i beberrsasamama-s-samamaa memberikan fungsi proteksi dan biasa disebut unit apopilosebaseous.
memberikan fungsi proteksi dan biasa disebut unit apopilosebaseous. (2)(2) EksfoliasiEksfoliasi sel-sel epitel skuamosa ikut berperan dalam pembentukan materi sebagai lapisan sel-sel epitel skuamosa ikut berperan dalam pembentukan materi sebagai lapisan pel
pelindindung ung penpenolaolak k air air pada pada dindindinding g kankanalialis s iniini. . GabGabungaungan n berberbagbagai ai bahabahan n iniini membentuk suasana asam dengan pH 6, yang berfungsi mencegah infeksi.migrasi membentuk suasana asam dengan pH 6, yang berfungsi mencegah infeksi.migrasi sel epitel yang terlepas juga membentuk suatu mekanisme pembersihan sendiri dari sel epitel yang terlepas juga membentuk suatu mekanisme pembersihan sendiri dari membran timpani ke arah luar.
Gambar 2.6 Unit Apopilosebaseus pada
Gambar 2.6 Unit Apopilosebaseus pada Kanalis Akustikus EksternusKanalis Akustikus Eksternus(2)(2)
Invaginasi epidermis membentuk dinding terluar dari folikel rambut dan tangkai Invaginasi epidermis membentuk dinding terluar dari folikel rambut dan tangkai rambut membentuk dinding bagian dalam. Saluran folikularis merupakan ruangan rambut membentuk dinding bagian dalam. Saluran folikularis merupakan ruangan antara kedua struktur ini. Alveoli dari kelenjar sebasea dan apokrin kosong sampai antara kedua struktur ini. Alveoli dari kelenjar sebasea dan apokrin kosong sampai dengan pendek, duktus ekskretorius yang lurus, dan bemuara ke saluran folikularis. dengan pendek, duktus ekskretorius yang lurus, dan bemuara ke saluran folikularis. Sumbatan pada salah satu bagian dari salah satu sistem kelenjar ini merupakan Sumbatan pada salah satu bagian dari salah satu sistem kelenjar ini merupakan faktor predisposisi terhadap timbulnya infeksi.
faktor predisposisi terhadap timbulnya infeksi. (2)(2)
Kan
Kanalalis is akakusustitikus kus ekekststerernunus s yayang ng nornormamal l mememimililiki ki ststruruktktur ur prprototekeksi si dadann pember
pembersihan sihan sendisendiri. ri. LapisLapisan an serumserumen en berangberangsur-asur-angsur ngsur berjalberjalan an pada pada salursalurannyaannya yai
yaitu tu setsetelaelah h bagbagian ian ististhmuhmus s ke ke bagbagian ian latlateraeral l kankanalialis s akuakustistikus kus ekseksterternus nus dandan kem
kemudiudian an kelkeluar uar dardari i teltelinginga. a. PemPemberbersihsihan an kanakanalis lis akusakustiktikus us ekseksterternus nus yanyangg berlebihan, baik karena alat maupun sebagai suatu tindakan, dapat mengganggu berlebihan, baik karena alat maupun sebagai suatu tindakan, dapat mengganggu barier pelindung primer dan dapat memicu terjadinya infeksi. Variasi individu pada barier pelindung primer dan dapat memicu terjadinya infeksi. Variasi individu pada
anat
anatomi omi kanakanalilis s akusakustiktikus us ekseksterternus nus dan dan konskonsististensensi i proprodukduksi si serserumeumen n dapdapatat menjadi predisposisi terjadinya penumpukan serumen pada beberapa orang.
menjadi predisposisi terjadinya penumpukan serumen pada beberapa orang.(2)(2)
2. 2.
Aur
Aurikikulula a dan dan kankanalalis is akuakuststikikus us ekseksteternrnus us memeneneririma ma peperdrdararahahan an dadari ri ararteteriri temporalis superfisialis dan cabang aurikularis posterior yang merupakan cabang temporalis superfisialis dan cabang aurikularis posterior yang merupakan cabang dari arteri karotis eksterna.
dari arteri karotis eksterna.
Sedangkan aliran vena dari aurikula dan meatus yaitu melalui vena temporalis Sedangkan aliran vena dari aurikula dan meatus yaitu melalui vena temporalis supe
superfirfisiasiali li dan dan vena vena auraurikuikularlaris is posposterterior ior kemkemudiudian an berbersatsatu u memmembenbentuk tuk venavena retromandibular yang biasanya terpisah dan keduanya bertemu di vena jugularis, retromandibular yang biasanya terpisah dan keduanya bertemu di vena jugularis, pertemuan terakhir terdapat pada vena jugularis eksterna namun demikian juga pertemuan terakhir terdapat pada vena jugularis eksterna namun demikian juga
menuju ke sinus sigmoid melalui vena emissarius mastoid. menuju ke sinus sigmoid melalui vena emissarius mastoid. B
Brraanncchh PPaarreennt t AArrtteerryy RReeggiioon n SSuupppplliieedd
-- SSuuppeerrffiicciiaal l tteemmppoorraall artery
artery
Roof & anterior portion of the canal Roof & anterior portion of the canal
Deep Deep auricular auricular
M
Maaxxiillllaarry y aarrtteerryy AAnntteerriioor mr meeaattaal wl waalll sl skkiinn, e, eppiitthheelliiuum om of f tthhe e oouutteer r ssuurrffaacce e oof f tthhe e ttyymmppaanniicc membrane
membrane Au
Aurriciculularar PPooststereriior or auauriricucullar ar ararttereryy PPososteterriior or poportrtiion on of of tthe he cacananall
Tabel 2.1 Perdarahan Aurikula Tabel 2.1 Perdarahan Aurikula
2. 3.
2. 3. PERSARPERSARAFAN DAAFAN DAN ALIRAN ALIRAN LIMFAN LIMFATIK TELTIK TELINGA LUINGA LUAR AR 2. 3
2. 3. 1.. 1. PERPERSARSARAFAAFAN DN DAUN AUN TELTELINGA INGA DAN DAN KANKANALIALISS AKUSTIKUS EKSTERNUS
AKUSTIKUS EKSTERNUS
Persarafan sensoris ke aurikula dan canalis akustikus eksternus berasal dari Persarafan sensoris ke aurikula dan canalis akustikus eksternus berasal dari persarafan kranialis dan kutaneus dengan kontribusi dari cabang
persarafan kranialis dan kutaneus dengan kontribusi dari cabang
aurikulotemporal N. Trigeminus (V), N. Fasialis (VII), dan N. Vagus (X)., aurikulotemporal N. Trigeminus (V), N. Fasialis (VII), dan N. Vagus (X)., dan juga N. Aurikularis magna dari pleksus servikalis (C 2-3). Otot motorik dan juga N. Aurikularis magna dari pleksus servikalis (C 2-3). Otot motorik ekstrinsik telinga, yaitu pada bagian anterior, superior, dan po
ekstrinsik telinga, yaitu pada bagian anterior, superior, dan po sterior sterior aurikula dipersarafi N. Fasialis (VII).
aurikula dipersarafi N. Fasialis (VII).
N
Neerrvvee DDeerriivvaattiioonn ReegR giioon n SSuupppplliieedd Gr
Greaeateter r auauriricuculalarr CeCervrvicical al plplexexusus C2.3
C2.3
Permukaan medial dan permukaan Permukaan medial dan permukaan
lateral bagian posterior lateral bagian posterior Lesser
Lesser occipital occipital Cervical Cervical plexusplexus C2.3
C2.3
Bagian superior dari permukaan Bagian superior dari permukaan
medial medial A
Auurriiccuullaarr VVaagguuss CCoonncchha a , , aannttiihheelliixx, , sseebbaaggiiaann eminentia concha (permukaan eminentia concha (permukaan medial)
medial) Au
Auriricuculolotetempmpororalal MaMandndibibulular ar (N(N. V. V3)3) TrTragagusus, c, crurus os of f hehelilix, x, peperbrbatatasasanan helix
helix F
Faacciiaal l ((NN. . VVIIII)) KKeemmuunnggkkiinnaan n mmeennyyuuppllaai i sseebbaaggiiaann kecil dari akar konka
kecil dari akar konka
Tabel 2.2 Persarafan Aurikula Tabel 2.2 Persarafan Aurikula
Gambar 2.7 Wilayah Persarafan Aurikula Gambar 2.7 Wilayah Persarafan Aurikula
Gambar 2.8 Persarafan Kanalis Akustikus Eksternus Gambar 2.8 Persarafan Kanalis Akustikus Eksternus
V
V
I
I
I
I
C
C
3
3
V
V
X
X
2. 3. 2.
2. 3. 2. ALIRAN LALIRAN LIMFATIK TIMFATIK TELINGA LELINGA LUAR UAR
Gambar 2.9 Aliran Limfatik Kelenjar Getah Bening pada Kepala dan Leher Gambar 2.9 Aliran Limfatik Kelenjar Getah Bening pada Kepala dan Leher Aliran limfatik kanalis akustikus eksternus merupakan saluran yang penting Aliran limfatik kanalis akustikus eksternus merupakan saluran yang penting pada penyebaran infeksi. Bagian anterior dan posterior terdapat aliran limph pada penyebaran infeksi. Bagian anterior dan posterior terdapat aliran limph dari kanalis akustikus eksternus menuju ke limfatik pre-aurikular didalam dari kanalis akustikus eksternus menuju ke limfatik pre-aurikular didalam kelenjar parotis dan kelenjar getah bening leher profunda bagian superior. kelenjar parotis dan kelenjar getah bening leher profunda bagian superior. Bag
Bagian ian infinferierior or kankanalialis s akuakustistikus kus ekseksterternus nus alialiran ran lilimphmphnya nya menmenuju uju keke kelenjar getah bening infra aurikular dekat angulus mandibularis. Sedangkan kelenjar getah bening infra aurikular dekat angulus mandibularis. Sedangkan bagian posterior menuju ke kelenjar getah bening post aurikular dan kelenjar bagian posterior menuju ke kelenjar getah bening post aurikular dan kelenjar
getah bening leher profunda superior. getah bening leher profunda superior.
III. PEMBAHASAN
III. PEMBAHASAN
3. 1
3. 1.. SESERRUMUMENEN
Serumen biasanya ditemukan di kanalis akustikus eksternus yang
Serumen biasanya ditemukan di kanalis akustikus eksternus yang merupakanmerupakan
pertahanan penting dalam upaya mencegah terjadinya infeksi. Meskipun demikian, pertahanan penting dalam upaya mencegah terjadinya infeksi. Meskipun demikian,
orang terkadang mengabaikan pentingnya kebersihan telinga. Keadaan ini akan orang terkadang mengabaikan pentingnya kebersihan telinga. Keadaan ini akan terus berlanjut dan menyebabkan hilangnya pertahanan terhadap infeksi dan terus berlanjut dan menyebabkan hilangnya pertahanan terhadap infeksi dan kemudian dapat pula mengakibatkan sumbatan oleh serumen, yang menunjukkan kemudian dapat pula mengakibatkan sumbatan oleh serumen, yang menunjukkan gejala berupa gangguan pendengaan.
gejala berupa gangguan pendengaan.(12)(12)
3. 1. 1.
3. 1. 1. DEFINIDEFINISI SERUSI SERUMENMEN
Serumen adalah suatu campuran dari material sebasea dan sekresi apokrin Serumen adalah suatu campuran dari material sebasea dan sekresi apokrin dari kelenjar seruminosa yang bersatu dengan epitel deskuamasi dan rambut. dari kelenjar seruminosa yang bersatu dengan epitel deskuamasi dan rambut. (5)
(5)
Kata serumen umumnya disinonimkan dengan earwax (lilin telinga), namun Kata serumen umumnya disinonimkan dengan earwax (lilin telinga), namun ada pendapat yang mengatakan bahwa secara teknis kedua kata ini berbeda. ada pendapat yang mengatakan bahwa secara teknis kedua kata ini berbeda. Serumen ditujukan hanya pada hasil sekresi dari kelenjar seruminosa pada Serumen ditujukan hanya pada hasil sekresi dari kelenjar seruminosa pada kan
kanalialis s akuakustistikus kus ekseksterternusnus, , dan dan ini ini mermerupakupakan an salsalah ah satsatu u unsunsur ur yanyangg me
membmbenentutuk k eaearwrwaxax. . KoKompmpononen en lalaininnynya a beberurupa pa lalapipisasan n bebesasar r hahasisill deskuamasi keratin skuamosa (sel-sel mati, penumpukan sel pada lapisan deskuamasi keratin skuamosa (sel-sel mati, penumpukan sel pada lapisan luar kulit), keringat, sebum dan bermacam-macam substansi asing. Subtansi luar kulit), keringat, sebum dan bermacam-macam substansi asing. Subtansi as
asining g inini i dapdapat at berberupa upa zazat-t-zazat t ekeksosogegen n yayang ng dadapapat t mamasusuk k ke ke kankanalalisis akustikus eksternus, contohnya spray rambut (hair spray) sampo, krim untuk akustikus eksternus, contohnya spray rambut (hair spray) sampo, krim untuk mencukur janggut, bath oil, kosmetik, kotoran dan sejenisnya. Komponen mencukur janggut, bath oil, kosmetik, kotoran dan sejenisnya. Komponen utama earwax adalah keratin.
utama earwax adalah keratin.
Namun, karena perbedaan serumen dan keratin tidak merupakan suatu hal Namun, karena perbedaan serumen dan keratin tidak merupakan suatu hal
yang mendasar maka keduanya akan disebut sebagai serumen. yang mendasar maka keduanya akan disebut sebagai serumen.(13)(13)
3. 1. 2.
3. 1. 2. KOMPKOMPOSISI DAN PROOSISI DAN PRODUKSI SERDUKSI SERUMENUMEN
Kelenjar seruminosa terdapat di dinding superior dan bagian kartilaginosa Kelenjar seruminosa terdapat di dinding superior dan bagian kartilaginosa kanalis akustikus eksternus. Sekresinya bercampur dengan sekret berminyak kanalis akustikus eksternus. Sekresinya bercampur dengan sekret berminyak kel
kelenjenjar ar sebsebaseasea a dardari i bagbagian ian ataatas s folfolikeikel l ramrambut but memmembentbentuk uk serserumeumen.n. Se
Serurumemen n memembmbenentutuk k lalapipisasan n padpada a kukulilit t kakananalilis s akuakuststikikus us ekseksteternrnusus bergabung dengan lapisan keratin yang bermigrasi untuk membuat lapisan bergabung dengan lapisan keratin yang bermigrasi untuk membuat lapisan pe
pelinlindung dung padpada a perpermukmukaan aan yanyang g memmempunypunyai ai sifsifat at antantibaibaktekteri.ri.terterdapadapatt p
pererbedbedaaaan n besbesar ar dadalalam m jujumlmlah ah dadan n keckecepepatatan an mimigrgrasasi i seserurumemen. n. PaPadada be
beberberapa apa oraorang ng memmempunpunyai yai jumjumlah lah serserumeumen n sedsedikiikit t sedsedangkangkan an lailainnynnyaa cenderung terbentuk massa serumen yang secara periodik menyumbat liang cenderung terbentuk massa serumen yang secara periodik menyumbat liang telinga.
telinga.(3)(3)
Gambar 3.1. Serumen pada cotton bud, tipe basah dan tipe kering Gambar 3.1. Serumen pada cotton bud, tipe basah dan tipe kering
Serumen dibagi menjadi tipe basah dan tipe kering. Serumen tipe kering Serumen dibagi menjadi tipe basah dan tipe kering. Serumen tipe kering dapat dibagi lagi menjadi tipe lunak dan tipe keras.
Serumen tipe basah dan tipe kering Serumen tipe basah dan tipe kering
Pada ras Oriental memiliki lebih banyak tipe serumen dibandingkan dengan Pada ras Oriental memiliki lebih banyak tipe serumen dibandingkan dengan orang ras non-Oriental. Serumen pada ras Oriental, dan hanya pada ras orang ras non-Oriental. Serumen pada ras Oriental, dan hanya pada ras Oriental, memilki karakteristik kering, berkeping-keping, berwarna kuning Oriental, memilki karakteristik kering, berkeping-keping, berwarna kuning emas dan berkeratin skuamosa yang disebut
emas dan berkeratin skuamosa yang disebutrice-brawn waxrice-brawn wax. Serumen pada. Serumen pada ras non-Oriental berwarna coklat dan basah, dan juga dapat menjadi lunak ras non-Oriental berwarna coklat dan basah, dan juga dapat menjadi lunak ata
ataupun upun kerkeras as (Ga(Gambambar r 3.1)3.1). . PerPerkemkembangbangan an serserumeumen n dipdipengaengaruhruhi i oleolehh mek
mekanianisme sme herherediediterter, , alealel l serserumeumen n kerkering ing berbersifsifat at resresesiesif f terterhadahadap p alealell serumen basah. Yang cukup menjadi perhatian adalah bahwa
serumen basah. Yang cukup menjadi perhatian adalah bahwarice-bran waxrice-bran wax be
berhurhubungbungan an dendengan gan renrendahndahnya ya insinsideidensi nsi kankanker ker paypayudarudara. a. NamNamun, un, iniini bu
bukanlkanlah ah suasuatu tu hal hal yanyang g menmengejgejutkutkan an karkarena ena kelkelenjenjar ar serserumiuminosnosa a dandan kelenjar pada payudara sama-sama merupakan kelenjar eksokrin.
kelenjar pada payudara sama-sama merupakan kelenjar eksokrin.(13)(13) Serumen tipe lunak dan tipe keras
Serumen tipe lunak dan tipe keras
Selain dari bentuknya, beberapa faktor dapat membedakan serumen tipe Selain dari bentuknya, beberapa faktor dapat membedakan serumen tipe lunak dan serumen tipe kering :
lunak dan serumen tipe kering : •
• Tipe lunak lebih sering terdapat pada anak-anak, dan tipe keras lebihTipe lunak lebih sering terdapat pada anak-anak, dan tipe keras lebih sering pada orang dewasa.
sering pada orang dewasa. •
• Tipe lunak basah dan lengket, sedangkan tipe keras lebih kering danTipe lunak basah dan lengket, sedangkan tipe keras lebih kering dan bersisik.
bersisik. •
• KoKornrneoeosisit t babanynyak ak teterdrdapapat at dadalalam m seserurumemen n namnamun un titidak dak papadada serumen tipe keras.
serumen tipe keras. •
• Tipe keras lebih sering menyebabkan sumbatan, dan tipe ini palingTipe keras lebih sering menyebabkan sumbatan, dan tipe ini paling sering kita temukan di tempat praktek.
sering kita temukan di tempat praktek.(13)(13) War
Warna na serserumeumen n berbervarvariasiasi i dardari i kunikuning ng emaemas, s, putputih, ih, samsampai pai hithitam, am, dandan konsistensinya dapat tipis dan berminyak sampai hitam dan keras. Serumen konsistensinya dapat tipis dan berminyak sampai hitam dan keras. Serumen yang berwarna hitam biasanya tidak ditemukan pada anak-anak, namun bila yang berwarna hitam biasanya tidak ditemukan pada anak-anak, namun bila dijumpai maka dapat menjadi tanda
Warna sebenarnya dari serumen tidak dapat diketahui hanya melalui mata Warna sebenarnya dari serumen tidak dapat diketahui hanya melalui mata tel
telanjaanjang ng namnamun un harharus us dildilakuakukan kan apusapusan an setsetipiipis-ts-tipiipisnysnya a dardari i samsampelpel.. Pigmen yang menjadi zat pemberi warna pada semen masih belum dapat Pigmen yang menjadi zat pemberi warna pada semen masih belum dapat teridentifikasi.
teridentifikasi.(13)(13)
Kanalis akstikus eksternus memiliki banyak struktur yang berperan dalam Kanalis akstikus eksternus memiliki banyak struktur yang berperan dalam pr
produkoduksi si serserumeumen. n. YanYang g terterpenpentinting g adaadalah lah kelkelenjenjar ar serserumiuminosnosa a yanyangg berjumlah 1000-2000 buah, kelenjar keringat apokrin tubular yang mirip berjumlah 1000-2000 buah, kelenjar keringat apokrin tubular yang mirip dengan kelenjar keringat apokrin yang terdapat pada ketiak. Kelenjar ini dengan kelenjar keringat apokrin yang terdapat pada ketiak. Kelenjar ini memproduksi peptide, padahal kelenjar sebasea terbuka ke folikel rambut memproduksi peptide, padahal kelenjar sebasea terbuka ke folikel rambut pa
pada da kanakanalilis s akusakustiktikus us ekseksterternus nus yanyang g menmenseksekresresi i asaasam m lemlemak ak ranrantaitai panjang tersaturasi dan tidak tersaturasi, alkohol, skualan, dan
panjang tersaturasi dan tidak tersaturasi, alkohol, skualan, dan kolesterol.kolesterol.(12)(12) Sel epidermal terdapat sepanjang telinga luar yang identik pada permukaan Sel epidermal terdapat sepanjang telinga luar yang identik pada permukaan kulit. Sehingga kita dapat memprediksi proses generasi dari kulit tersebut, kulit. Sehingga kita dapat memprediksi proses generasi dari kulit tersebut, dari migrasi hingga pengeluarannya. Bila hal ini terjadi di kulit luar sel-sel dari migrasi hingga pengeluarannya. Bila hal ini terjadi di kulit luar sel-sel dap
dapat at dengdengan an mudmudah ah jatjatuh. uh. NamNamun un pada pada teltelinginga a keckecil il kemkemungungkinkinannyannyaa untuk tidak menumpuk. Sel-sel yang mengalami deskuamasi ini terkumpul untuk tidak menumpuk. Sel-sel yang mengalami deskuamasi ini terkumpul pada kanalis akustikus eksternus dalam bentuk lapisan, dan menjadi 60% pada kanalis akustikus eksternus dalam bentuk lapisan, dan menjadi 60% dari berat total serumen. Serumen juga terdiri atas lisosim, suatu enzim anti dari berat total serumen. Serumen juga terdiri atas lisosim, suatu enzim anti bakteri yang dapat merusak sel dinding bakteri. Genetik mempengaruhi tipe bakteri yang dapat merusak sel dinding bakteri. Genetik mempengaruhi tipe
ser
serumeumen n secsecara ara sigsignifnifikaikan. n. Ras Ras kaukkaukasiasia a dan dan afrafrikaika-am-amerierika ka memmemililikiiki serumen dengan warna terang sampai coklat gelap lengket dan basah. Ras serumen dengan warna terang sampai coklat gelap lengket dan basah. Ras asia dan ras amerika latin memiliki serumen abu-abu atau coklat muda, asia dan ras amerika latin memiliki serumen abu-abu atau coklat muda, mud
mudah ah patpatah ah dan dan kerkering ing yanyang g berberhubuhubungangan n dengdengan an jumjumlah lah lemlemak ak yanyangg sedikit dan granula pigmen.
sedikit dan granula pigmen. (12)(12)
Serumen diproduksi di sepertiga luar bagian kartilaginosa kanalis akustikus Serumen diproduksi di sepertiga luar bagian kartilaginosa kanalis akustikus eksternus. Komponen utama dari serumen merupakan hasil akhir dari siklus eksternus. Komponen utama dari serumen merupakan hasil akhir dari siklus HMG
HMG-Ko-KoA A redreduktuktasease, , berbernamnama a skuskualaalan, n, lanlanostosteroerol. l. TipTipe e serserumeumen n teltelahah digunakan oleh antropologis untuk melihat pola migrasi manusia. Perbedaan digunakan oleh antropologis untuk melihat pola migrasi manusia. Perbedaan tipe serumen berkaitan dengan perubahan dasar tunggal (suatu polimorfisme tipe serumen berkaitan dengan perubahan dasar tunggal (suatu polimorfisme
nukleotida tunggal/ single nucleotide poly morphism) pada gen yang dikenal nukleotida tunggal/ single nucleotide poly morphism) pada gen yang dikenal gen C-11
gen C-11 rantarantai i yang berikatyang berikatan an dengan ATP dengan ATP (“ATP(“ATP- - bindibinding ng cassecassette C-11tte C-11 ge
genene”)”). . SeSelalain in memempmpenengagaruruhi hi titipe pe seserurumemen, n, mumutatasi si inini i dadapapat t jujugaga men
menuruurunkan nkan proproduksduksi i kerkeringingat. at. PenPenelielitiatian n ini ini berbermanmanfaafaat t padpada a ras ras AsiAsiaa Timur dan Amerika Latin yang tinggal di daerah beriklim dingin.
Timur dan Amerika Latin yang tinggal di daerah beriklim dingin.(11)(11) 3. 1. 3. FISIOLOGI SERUMEN
3. 1. 3. FISIOLOGI SERUMEN
Serumen memiliki banyak manfaat untuk telinga. Serumen menjaga kanalis Serumen memiliki banyak manfaat untuk telinga. Serumen menjaga kanalis ak
akusustitikukus s ekekststerernunus s dendengagan n barbarieier r prprototekeksi si yayang ng akakan an memelalapipisi si dadann mambasahi kanalis. Sifat lengketnya yang alami dapat menangkap benda mambasahi kanalis. Sifat lengketnya yang alami dapat menangkap benda as
asining, g, memenjnjagaga a sesecacara ra lalangngsusung ng kokontntak ak dedengngan an bebermrmacacamam-m-macacamam organisme, polutan, dan serangga. Serumen juga mepunyai pH asam (sekitar organisme, polutan, dan serangga. Serumen juga mepunyai pH asam (sekitar
4-4-5)5). . pH pH inini i titidadak k dadapapat t diditutumbmbuhuhi i ololeh eh ororgaganinismsme e sesehihingngga ga dadapapatt membantu menurunkan resiko infeksi pada
membantu menurunkan resiko infeksi pada kanalis akustikus eksternus.kanalis akustikus eksternus.(12)(12) Proses fisiologis meliputi kulit kanalis akustikus eksternus yang berbeda Proses fisiologis meliputi kulit kanalis akustikus eksternus yang berbeda dari kulit pada tempat lain. Pada tempat lain, sel epitel yang sudah mati dan dari kulit pada tempat lain. Pada tempat lain, sel epitel yang sudah mati dan keratin dilepaskan dengan gesekan. Karena hal ini tidak mugkin terjadi keratin dilepaskan dengan gesekan. Karena hal ini tidak mugkin terjadi dalam kanalis akustikus eksternus migrasi epitel squamosa merupakan cara dalam kanalis akustikus eksternus migrasi epitel squamosa merupakan cara uta
utama ma untuntuk uk kulkulit it matmati i dan dan debdebris ris dildilepaepaskaskan n dardari i daldalam. am. Sel Sel strstratuatumm kor
korneuneum m daldalam am memmembrabran n titimpampani ni berbergergerak ak secsecara ara radradial ial dardari i araarah h areareaa anular membran timpani secara lateral sepanjang permukaan dalam kanalis anular membran timpani secara lateral sepanjang permukaan dalam kanalis ak
akusustitikukus s ekekststerernunus. s. SeSel l beberprpinindah dah teterurus s ke ke lalateteraral l sasampmpai ai memererekaka b
bererhubhubungungan an dedengangan n babagigian an kakartrtililagiaginonosa sa dadan n akakhihirnrnya ya didilelepapaskskanan,, ketiadaan rete pegs dan kelenjar sub epitelial serta keberadaan membran ketiadaan rete pegs dan kelenjar sub epitelial serta keberadaan membran basal halus memfasilitasi pergerakan epidermis dari meatus ke lubang lateral basal halus memfasilitasi pergerakan epidermis dari meatus ke lubang lateral perge
pergerakan pengeluaran epitel rakan pengeluaran epitel dari dalam dari dalam kanal memberikakanal memberikan n mekanimekanismesme pe
pembembersirsihan han alaalami mi daldalam am kankanalialis s akuakustistikus kus ekseksterternusnus, , dan dan bilbila a terterjadjadii disfungsi akan menyebabkan infeksi.
Sejumlah kecil serumen ditemukan pada kanalis akustikus eksternus, bila Sejumlah kecil serumen ditemukan pada kanalis akustikus eksternus, bila tidak ditemukan maka
tidak ditemukan maka menjamenjadi di tanda patologis terjaditanda patologis terjadinya nya otitotitis is eksteksternaerna kro
kronisnis. . SerSerumeumen n dapdapat at dikdikelueluarkarkan an dendengan gan sucsuctiotion, n, kurkuret, et, dan dan dendengangan membersihkan seluruh canal profunda dan
membersihkan seluruh canal profunda dan seluruh membran timpani.seluruh membran timpani.(5)(5) Beberapa pasien mungkin mengeluh tidak nyaman pada telinganya ketika Beberapa pasien mungkin mengeluh tidak nyaman pada telinganya ketika ada sejumlah serumen dan mungkin dibutuhkan pembersihan. Pembersihan ada sejumlah serumen dan mungkin dibutuhkan pembersihan. Pembersihan dengan penyemprotan sebaiknya dihindari pada pasien perforasi membran dengan penyemprotan sebaiknya dihindari pada pasien perforasi membran timpani, pasien dengan riwayat perforasi yang sudah lama sembuh, karena timpani, pasien dengan riwayat perforasi yang sudah lama sembuh, karena akan menyebabkan daerah perforasi menjadi lebih lemah dan mudah rusak. akan menyebabkan daerah perforasi menjadi lebih lemah dan mudah rusak. (5)
(5)
Serumen dapat membantu menurunkan resiko otitis eksterna akut difusa. Serumen dapat membantu menurunkan resiko otitis eksterna akut difusa. Pad
Pada a keakeadaadaan n ini ini paspasien ien menmengalgalami ami kerkerusausakan kan epiepiderdermis mis padpada a kankanalialiss akust
akustikus eksternusikus eksternus, , serinsering g disebdisebabkan abkan oleh cara oleh cara pemberpembersihan telinga yangsihan telinga yang tidak tepat seperti menggunakan tusuk gigi, pensil, dan sebagainya. Bila tidak tepat seperti menggunakan tusuk gigi, pensil, dan sebagainya. Bila ti
tidak dak ada ada seserurumemen n yayang ng memenjnjagaga a dadan n memelalapipisi si rorobekbeknynya a epepididerermimiss org
organianisme sme dapadapat t menmenginginfekfeksi si daedaerah rah tertersebsebut. ut. OrgOrganianisme sme yanyang g serseringing menginfeksi antara lain
menginfeksi antara lain Pseudo Pseudomonas monas aeruginaeruginosaosa dandan StaphylococciStaphylococci. Bila. Bila suhu dan kondisi tubuh kondusif untuk pertumbuhan, kerusakan epidermis suhu dan kondisi tubuh kondusif untuk pertumbuhan, kerusakan epidermis in
ini i akakan an berberkemkembabang ng memenjnjadadi i ototititis is ekekststererna na akuakut, t, yayang ng jujuga ga didisesebutbut “s
“swiwimmmmwewer’r’s s eaear”r”. . (m(ms) s) babaktktereri i lalain in yayang ng dapdapat at memengngininfefeksksi i anantatarara
Can
Candiddida a albalbicaicans, ns, TtuTturicricellella a otiotitidtidis,is, dandan AlloiAlloiococcus ococcus otitotitisis namunnamun jumlahnya tidak banyak.
jumlahnya tidak banyak.(10)(10)
Fungsi Serumen Fungsi Serumen (11)(11)
•
• MembersihkanMembersihkan
Pembersihan kanalis akustikus eksternus terjadi sebagai hasil dari proses Pembersihan kanalis akustikus eksternus terjadi sebagai hasil dari proses yang disebut “conveyor belt” process, hasil dari migrasi epitel ditambah yang disebut “conveyor belt” process, hasil dari migrasi epitel ditambah den
dengagan n gegerarakakan n sesepepertrti i rarahanhang g (( ja jaw w movmovemeement nt ). ). SelSel-se-sel l terterbentbentuk uk ditengah membran timpani yang bermigrasi kearah luar dari umbo ke ditengah membran timpani yang bermigrasi kearah luar dari umbo ke
dindin
dinding g kanalikanalis s akustiakustikus eksternus dan kus eksternus dan bergerbergerak ak keluar dari keluar dari kanalikanaliss akus
akustitikus kus ekseksterternus. nus. SerSerumeumen n pada pada kanakanalilis s akusakustitikus kus ekseksterternus nus jugjugaa membawa kotoran, debu, dan partikel-pertikel yang dapat ikut keluar. membawa kotoran, debu, dan partikel-pertikel yang dapat ikut keluar.
Jaw movement
Jaw movement membantu proses ini dengan menempatkan kotoran yangmembantu proses ini dengan menempatkan kotoran yang menempel pada dinding kanalis akustikus eksternus dan meningkatkan menempel pada dinding kanalis akustikus eksternus dan meningkatkan harapan pengeluaran kotoran.
harapan pengeluaran kotoran.
•
• LubrikasiLubrikasi
Lubri
Lubrikasi kasi mensegmensegah ah terjterjadinya desikasi, gatal, adinya desikasi, gatal, dan dan terbaterbakarnykarnya a kulitkulit kana
kanalis lis akuakustistikus kus ekseksterternus nus yanyang g disdisebuebut t astasteateatosiosis. s. Zat Zat lublubrikrikasiasi diperoleh dari kandungan lipid yang tinggi dari produksi sebum oleh diperoleh dari kandungan lipid yang tinggi dari produksi sebum oleh kelenjar sebasea. Pada serumen tipe basah, lipid ini juga mengandung kelenjar sebasea. Pada serumen tipe basah, lipid ini juga mengandung kolesterol, skualan, dan asam lemak rantai panjang dalam jumlah yang kolesterol, skualan, dan asam lemak rantai panjang dalam jumlah yang banyak, dan alcohol.
banyak, dan alcohol.
•
• Fungsi sebagai Antibakteri dan AntifungalFungsi sebagai Antibakteri dan Antifungal
Fungsi antibacterial telah dipelajari sejak tahun 1960-an, dan banyak Fungsi antibacterial telah dipelajari sejak tahun 1960-an, dan banyak studi yang
studi yang menemumenemukan kan bahwa serumen bahwa serumen bersibersifat fat bakterbakterisidaisidal l terhaterhadapdap be
bebeberarapa pa ststrarain in babaktktereri. i. SeSerurumemen n diditetemumukakan n efefekektitif f memenurnurununkankan ke
kemamampmpuauan n hihidudup p babaktktereri i anantatara ra lalainin haehaemophmophililus us infinflueluenzaenzae,, staphy
staphylococclococcus us aureusaureus dandan escherichia colliescherichia colli. Pertumbuhan jamur yang. Pertumbuhan jamur yang biasa menyebabkan otomikosis juga dapat dihambat dengan signifikan biasa menyebabkan otomikosis juga dapat dihambat dengan signifikan
ole
oleh h serserumeumen n manmanusiusia. a. KemKemampampuan uan antanti i mikmikrobroba a ini ini dikdikarearenaknakanan adanya asam lemak tersaturasi lisosim dan khususnya pH yang relatif adanya asam lemak tersaturasi lisosim dan khususnya pH yang relatif rendah pada serumen (biasanya 6 pada manusia normal).
rendah pada serumen (biasanya 6 pada manusia normal).
Dulu dikatakan bahwa serumen juga melindungi telinga tengah dari infeksi Dulu dikatakan bahwa serumen juga melindungi telinga tengah dari infeksi ba
baktekteri ri dan dan funfungi. gi. BebBeberaerapa pa penupenulis lis menmengatgatakaakan n bahwbahwa a serserumeumen n yanyangg tertahan dapat menjadi barier untuk membantu pertahanan tubuh melawan tertahan dapat menjadi barier untuk membantu pertahanan tubuh melawan infeksi telinga namun secara klinik dan biologi fungsi ini tampak cukup infeksi telinga namun secara klinik dan biologi fungsi ini tampak cukup lemah.
Diduga serumen memainkan peranan penting dalam meningkatkan sistem Diduga serumen memainkan peranan penting dalam meningkatkan sistem pertahanan tubuh dalam merespon infeksi. Mungkin paparan bakteri dapat pertahanan tubuh dalam merespon infeksi. Mungkin paparan bakteri dapat menginduksi peningkatan regulasi komponen anti bacterial pada serumen. menginduksi peningkatan regulasi komponen anti bacterial pada serumen. Meskipun demikian serumen pasien dengan otitis eksterna tampak tidak Meskipun demikian serumen pasien dengan otitis eksterna tampak tidak memiliki asam lemak poli unsaturated anti bacterial. Namun alasan dari memiliki asam lemak poli unsaturated anti bacterial. Namun alasan dari p
perernynyatataaaan n inini i titidak dak jejelalas. s. SeSecacara ra emempipiriris s seserurumemen n hahanynya a beberfrfunungsgsii mengeluarkan keratin.
mengeluarkan keratin.
Studi imunohistokimia menduga terdapat reaksi imun yang dimediasi oleh Studi imunohistokimia menduga terdapat reaksi imun yang dimediasi oleh antibodi
antibodi yang yang ada pada ada pada serumen serumen dan menjdan menjaga kanaliaga kanalis akustis akustikus ekkus eksternussternus dar
dari i infinfekseksi. i. EpiEpiderdermis mis dan dan derdermis mis memmemiliiliki ki kelkelenjenjar ar serserumiuminosa nosa dandan sebasea dengan pilar folikel yang dengan cepat dapat mengaktivasi reaksi sebasea dengan pilar folikel yang dengan cepat dapat mengaktivasi reaksi imun lokal termasuk IgA dan IgG.
imun lokal termasuk IgA dan IgG.
Serumen biasanya berkumpul di lantai kanalis akustikus eksternus namun Serumen biasanya berkumpul di lantai kanalis akustikus eksternus namun terkadang dapat berkumpul dan menyumbat meatus. Selama sisa keratin terkadang dapat berkumpul dan menyumbat meatus. Selama sisa keratin be
bersirsifat fat hidhidrofrofiliilik k masmasuknyuknya a air air dapadapat t berbercamcampur pur dengdengan an serserumeumen n dandan me
menynyebebababkan kan susumbmbatatan an yayang ng tototatal, l, yayang ng memenynyebebababkan kan keketutulilian an atatauau perasaan penuh. Serumen yang tidak menyumbat secara sempurna kanalis perasaan penuh. Serumen yang tidak menyumbat secara sempurna kanalis akustikus eksternus tidak akan menyebabkan ketulian. Ini dapat terjadi bila akustikus eksternus tidak akan menyebabkan ketulian. Ini dapat terjadi bila serumen benar-benar menyumbat kanalis akustikus eksternus, sumbatan ini serumen benar-benar menyumbat kanalis akustikus eksternus, sumbatan ini ju
juga ga tejtejadi adi bilbila a paspasien ien menmendordorong ong kumkumpulpulan an serserumeumen n ke ke bagibagian an daldalamam kanalis akustikus eksternus. Biasanya disebabkan oleh cotton bud.
kanalis akustikus eksternus. Biasanya disebabkan oleh cotton bud.(5)(5) Ketik
Ketika a serumserumen en terpeterperangkarangkap p dalam kanalis dalam kanalis akustakustikus ikus eksteeksternus rnus dengandengan keadaan hampa udara dapat melalui membran timpani dan pasien merasa keadaan hampa udara dapat melalui membran timpani dan pasien merasa te
telilingnganyanya a tetersrsumumbabat t dan dan teterjrjadadi i tutuli li riringangan. n. JiJika ka seserurumemen n memenenekankan me
membmbraran n titimpmpani ani pepergrgererakakan an seserurumemen n atatau au memembmbraran n titimpmpanani i dadapapatt menimbulkan nyeri. Serumen harus dikeluarkan dengan hati-hati sehingga menimbulkan nyeri. Serumen harus dikeluarkan dengan hati-hati sehingga tidak menyebabkan trauma pada kanalis akustikus eksternus atau membran tidak menyebabkan trauma pada kanalis akustikus eksternus atau membran ti
dengan suction atau kuret. Irigasi dengan air harus dihindari karena dapat dengan suction atau kuret. Irigasi dengan air harus dihindari karena dapat memperburuk situasi jika ada perforasi membran timpani.
memperburuk situasi jika ada perforasi membran timpani.(4)(4) 3. 1. 4.
3. 1. 4. PENYEBPENYEBAB AKUMAB AKUMULASI SERULASI SERUMENUMEN
Pemum
Pemumpukan pukan serumserumen en mungkimungkin n disebdisebabkan abkan ketiketidakmampdakmampuan uan pemispemisahanahan kor
korneoneositsit. . DerDermatmatoloologisgist t melmelihat ihat bebebeberaprapa a kondkondisi isi yanyang g mermereka eka sebsebutut Gan
Gangguagguan n RetRetensensi i KorKorneoneosit sit yanyang g memmemunjunjukkukkan an adanadanya ya penpenumpumpukanukan serumen.
serumen.(13)(13)
Keratosis Obturans Keratosis Obturans
Beberapa pasien mendapati adanya benda yang putih seperti mutiara pada Beberapa pasien mendapati adanya benda yang putih seperti mutiara pada telinga mereka dan terbentuk dari keratin skuamosa yang terkompresi. Jenis telinga mereka dan terbentuk dari keratin skuamosa yang terkompresi. Jenis ini
ini sansangat gat sulsulit it untuntuk uk dibdibersersihkihkan. an. BilBila a berberlanlanjut jut lemlembar bar kerkeratiatin n akaakann berdeskuamasi sampai ke lumen kanalis akustikus eksternus dan massa akan berdeskuamasi sampai ke lumen kanalis akustikus eksternus dan massa akan bertambah banyak. Tekanan dari massa ini akan menimbulkan erosi pada bertambah banyak. Tekanan dari massa ini akan menimbulkan erosi pada
tulang kanalis akustikus eksternus. tulang kanalis akustikus eksternus.(13)(13)
Terdapat hipotesis yang menyebutkan bahwa impaksi serumen bukan karena Terdapat hipotesis yang menyebutkan bahwa impaksi serumen bukan karena ove
overprrprodukoduksi si dardari i kelkelenjenjar ar serserumiuminosnosa, a, tettetapi api karkarena ena ketketidaidakmamkmampuanpuan kor
korneoneosit sit di di strstratuatum m korkorneuneum m untuntuk uk terterpispisah-ah-pispisah. ah. PadPada a oraorang ng nornormalmal,, korneosit terpisah satu sama lain sejalan deng
korneosit terpisah satu sama lain sejalan dengan migrasi stratum korneum kean migrasi stratum korneum ke lateral dari bagian profunda ke jaringan ikat superfisial di kanalis akustikus lateral dari bagian profunda ke jaringan ikat superfisial di kanalis akustikus ek
ekststerernunus s babagigian an dadalalam. m. BiBila la prprososes es inini i gagagalgal, , lelembmbarara a kekeraratitin n titidadak k men
mengalgalami ami migmigrasrasi i secsecara ara nornormalmal, , sehsehingingga ga terterjadjadi i akumakumulaulasi si di di kankanalal bagian dalam.
bagian dalam.(13)(13)
Ketid
Ketidakmampakmampuan uan korneokorneosit ini sit ini dikardikarenakan adanya enakan adanya komponekomponen n yang hilangyang hilang yait
yaitu u “kera“keratinoctinocyte yte attacattachment-dehment-destrostroying ying substsubstance”(ance”(KADS)KADS). . MenuruMenurutt teori KADS ini akan membantu sel-sel terpecah dan menjadi bagian yang teori KADS ini akan membantu sel-sel terpecah dan menjadi bagian yang kecil dan
kecil dan terdeterdeskuamskuamasi. Bila tidak ada asi. Bila tidak ada KADS, sel tidak akan KADS, sel tidak akan terpecterpecah danah dan akan mencapai bagian superfisial namun dengan bentuk yang utuh. Hasilnya akan mencapai bagian superfisial namun dengan bentuk yang utuh. Hasilnya
akan terbentuk akumulasi dan bersatu dengan serumen yang membentuk akan terbentuk akumulasi dan bersatu dengan serumen yang membentuk massa sumbatan.
massa sumbatan.(13)(13)
Fa
Faktktor or lalain in yayang ng memempmpenengargaruhi uhi adadalalah ah ststereroioid d susulflfatatasase e yayaititu u enzenzimim arylsulfatase-C yang normalnya terdapat di sel epithelial, fibroblast, dan arylsulfatase-C yang normalnya terdapat di sel epithelial, fibroblast, dan leu
leukoskosit. it. EnzEnzim im ini ini dikdiketaetahui hui dapdapat at memmembantbantu u proproses ses desdeskuakuamasmasi i selsel epidermal. Kohesi sel di stratum korneum dijaga oleh kolesterol sulfat yang epidermal. Kohesi sel di stratum korneum dijaga oleh kolesterol sulfat yang berf
berfungsi ungsi sebagai perekat sebagai perekat intraintraselulselular. ar. SteroSteroid id sulfasulfat t diyakdiyakini ini menghamenghambatmbat kerja kolesterol sulfat dan melepaskan ikatan antar sel. Pad orang normal, kerja kolesterol sulfat dan melepaskan ikatan antar sel. Pad orang normal, ak
aktitivivitatas s ststereroioid d susulflfat at lelebibih h banbanyayak k di di epiepiththeleliuium m kankanalalis is akakusustitikukuss eks
eksterternus nus proprofunfunda da dardaripaipada da di di kankanalialis s supsuperferfisiisial. al. JadJadi, i, stesteroiroid d sulsulfatfat bertanggung jawab terhadap pemisahan keratosit dan migrasinya ke arah bertanggung jawab terhadap pemisahan keratosit dan migrasinya ke arah luar. Juga tehadap iktiosis resesif X-linked, keratin menjadi terakumulasi luar. Juga tehadap iktiosis resesif X-linked, keratin menjadi terakumulasi dan berwarna coklat gelap.
dan berwarna coklat gelap.(13)(13)
3.2.
3.2. PENANGANAN PENANGANAN SERUMENSERUMEN
Mengeluarkan serumen
Mengeluarkan serumen dapat dilakukan dengan iridapat dilakukan dengan irigasi atau dengan alat-alat. gasi atau dengan alat-alat. IrigasiIrigasi yang merupakan cara
yang merupakan cara yang halus yang halus untuk membersiuntuk membersihkan hkan kanalikanalis s akustiakustikus kus ekstereksternusnus tetapi hanya boleh dilakukan bila membran timpani pernah diperiksa sebelumnya. tetapi hanya boleh dilakukan bila membran timpani pernah diperiksa sebelumnya. Perforasi membran timpani memungkinan masuknya larutan yang terkontaminasi Perforasi membran timpani memungkinan masuknya larutan yang terkontaminasi ke telinga tengah dan dapat menyebabkan otitis media. Semprotan air yang terlalu ke telinga tengah dan dapat menyebabkan otitis media. Semprotan air yang terlalu ker
keras as keakearah rah memmembrabran n titimpampani ni yanyang g atratrofi ofi dapadapat t menmenyebyebakan akan perperforforasiasi. . LiaLiangng telinga dapat diirigasi dengan alat suntik atau yang lebih mudah dengan botol irigasi telinga dapat diirigasi dengan alat suntik atau yang lebih mudah dengan botol irigasi yang diberi tekanan. Liang telinga diluruskan dengan menarik daun telinga keatas yang diberi tekanan. Liang telinga diluruskan dengan menarik daun telinga keatas dan belakang dengan pandangan langsung arus air diarahkan sepanjang dinding dan belakang dengan pandangan langsung arus air diarahkan sepanjang dinding supe
superirior or kanakanalilis s akuakustistikus kus eksekstentenus us sehsehingingga ga aruarus s yanyang g kemkembalbali i menmendordorongong serumen dari belakang. Air yang keluar ditampung dalam wadah yang dipegang serumen dari belakang. Air yang keluar ditampung dalam wadah yang dipegang era
erat t dibdibawah awah teltelinginga a dengdengan an banbantuatuan n seoseoranrang g asiasistesten n sansangat gat memmembanbantu tu daldalamam mengerjakan prosedur ini.
Gambar 3.2 Cara Membersihkan Kanalis
Gambar 3.2 Cara Membersihkan Kanalis Akustikus EksternusAkustikus Eksternus(3)(3)
Alat-alat yang membantu dalam membersihkan kanalis akustikus eksternus adalah Alat-alat yang membantu dalam membersihkan kanalis akustikus eksternus adalah jerat kawat, kuret cincin yang tumpul, cunam Hartmann yang halus. Yang penting jerat kawat, kuret cincin yang tumpul, cunam Hartmann yang halus. Yang penting pemeriksaan harus dilakukan dengan sentuhan lembut karena liang telinga sangat pemeriksaan harus dilakukan dengan sentuhan lembut karena liang telinga sangat
sen
sensitsitif if terterhadahadap p alaalat-at-alatlat. . DinDindinding g posposterterior ior dan dan supsuperierior or kanakanalis lis akuakustistikuskus eks
eksteternrnus us kukurarang ng sesensnsititif if sesehihingngga ga pepelelepapasasan n papaliling ng baibaik k didilalakukukakan n didisisinini.. Kemudian serumen yang lepas dipegang dengan cunam dan ditarik keluar.
Kemudian serumen yang lepas dipegang dengan cunam dan ditarik keluar.(3)(3)
Gambar 3.3 Memasang kapas pada ujung aplikator dengan memutar aplikator
Pemer
Pemeriksaaiksaan n gendang telgendang telinga mungkiinga mungkin pembersihn pembersihan lebih lanjut dengaan lebih lanjut dengan irigasin irigasi.. Pen
Penghighisapsapan an digdigunakunakan an untuntuk uk menmengelgeluaruarkan kan serserumeumen n yanyang g basbasah ah dan dan untuntuk uk mengeringkan liang ini. Dapat juga digunakan aplikator logam berujung kapas. mengeringkan liang ini. Dapat juga digunakan aplikator logam berujung kapas. Massa serumen yang keras harus lebih dahulu dilunakkan sebelum pengangkatan Massa serumen yang keras harus lebih dahulu dilunakkan sebelum pengangkatan untuk menghindari trauma. Zat yang dapat digunakan adalah gliserit peroksida dan untuk menghindari trauma. Zat yang dapat digunakan adalah gliserit peroksida dan dipakai 2-3 hari sebelum dibersihkan. Obat pengencer serumen harus digunakan dipakai 2-3 hari sebelum dibersihkan. Obat pengencer serumen harus digunakan dengan hati-hati, karena enzim atau bahan kimianya sering dapat mengiritasi liang dengan hati-hati, karena enzim atau bahan kimianya sering dapat mengiritasi liang telinga dan menyebabkan otitis eksterna.
telinga dan menyebabkan otitis eksterna.(3)(3)
Membersihkan serumen dari lubang telinga tergantung pada konsistensi serumen Membersihkan serumen dari lubang telinga tergantung pada konsistensi serumen itu
itu. . BilBila a serserumeumen n caicair, r, makmaka a dibdibersersihkihkan an dengdengan an memmemperpergunagunakan kan kapakapas s yanyangg dililitkan pada peilit kapas. Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau dililitkan pada peilit kapas. Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret, sedangkan apabila dengan cara in sukar dikeluarkan, dapat diberikan karbon kuret, sedangkan apabila dengan cara in sukar dikeluarkan, dapat diberikan karbon gliserin 10% dulu selam 3 hari untuk melunakkannya. Atau dengan melakukan gliserin 10% dulu selam 3 hari untuk melunakkannya. Atau dengan melakukan ir
irigigasasi i teteininga ga dendengagan n aiair r yayang ng susuhunhunya ya sesesusuai ai dendengagan n susuhu hu tutubuhbuh. . PePerlrluu diperhatikan sebelum melakukan irigasi telinga, riwayat tentang adanya perforasi diperhatikan sebelum melakukan irigasi telinga, riwayat tentang adanya perforasi me
membmbraran n titimpmpaniani, , ololeh eh kakarerena na padpada a kekeadaadaan an demdemikikiaian n iririgigasasi i tetelilinga nga titidadak k diperbolehkan. Sumbatan lubang telinga oleh pelepasan kulit sebaiknya dibersihkan diperbolehkan. Sumbatan lubang telinga oleh pelepasan kulit sebaiknya dibersihkan secara manual dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas daripada dengan secara manual dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas daripada dengan irigasi.
irigasi. 3. 2
3. 2. 1.. 1. ZaZat st sererumumenenololisisisis
Adakalanya pasien dipulangkan dan diinstruksikan memakai tetes telinga Adakalanya pasien dipulangkan dan diinstruksikan memakai tetes telinga waktu singkat. Tetes telinga yang dapat digunakan antara lain minyak waktu singkat. Tetes telinga yang dapat digunakan antara lain minyak mineral, hydrogen peroksida, debrox, dan cerumenex. Pemakaian preparat mineral, hydrogen peroksida, debrox, dan cerumenex. Pemakaian preparat kom
komersersial ial untuntuk uk janjangkan gkan panpanjanjang g ataatau u tidtidak ak teptepat at dapadapat t menmenimbimbulkaulkann iritasi kulit atau bahkan dermatitis kontak.
iritasi kulit atau bahkan dermatitis kontak.
Pada serumen tipe basah biasanya diperlukan untk melembutkan serumen Pada serumen tipe basah biasanya diperlukan untk melembutkan serumen sebel
sebelum um dikeldikeluarkan. Proses ini uarkan. Proses ini digantdigantikan ikan oleh zat oleh zat serumserumenolienolisis dansis dan ke
serumenolytik agen yang digunakan pada kanalis telinga biasanya dipakai serumenolytik agen yang digunakan pada kanalis telinga biasanya dipakai untuk pengobatan di rumah.
untuk pengobatan di rumah.(11)(11)
Terdapat 2 ti
Terdapat 2 tipe seruminolitipe seruminolitik yaitu k yaitu aqueos dan organic.aqueos dan organic.(13)(13)
Sol
Solutiutio o aqueaqueos os tertersussusun un ataatas s air yang air yang dapa dapa dengdengan an baibaik k memmemperperbaibaikiki masalah sumbatan serumen dengan melunakkannya, diantaranya :
masalah sumbatan serumen dengan melunakkannya, diantaranya :
-- 10% S10% Sodiodium bium bicarcarbonbonate B.ate B.P.C (P.C (sodsodium bium bicaicarborbonatnate dan gle dan glyceycerinrine)e) -- 3% 3% hihidrdrogogen en peperrokokssididaa
-- 22% % aassaam m aasseettaatt
-- KomKombinbinasi 0asi 0,5% al,5% alumiuminiunium asetm asetat dan 0at dan 0,03% ,03% benzbenzetoetoniunium chlom chloridride.e.
So
Solulusisio o ororgaganinic c dedengngan an pepenynyususun un miminynyak ak hahanynya a beberfrfunungsgsi i sesebabagaigai lubrikan, dan tidak berefek mengubah intergitas keratin skuamosa, antara lubrikan, dan tidak berefek mengubah intergitas keratin skuamosa, antara lain :
lain :
-- CaCarbrbamamidide pee peroroxixide (de (6,56,5%) %) dadan gln glycycererininee
-- VarVariouious orgas organic linic liquiquids (prds (propyopylenlene glyce glyceroerol, alml, almond oiond oil, minl, mineraeral oil,l oil, baby oil, olive oil)
baby oil, olive oil)
-- CerCerumoumol (al (aracrachis his oiloil, tu, turperpentintine, dne, dan dan dichichloblobenzeenzene)ne)
-- CerCerumeumenex (Trnex (Trietiethanhanolamolamineine, polyp, polypepteptideides, dan oleas, dan oleate-te-condcondensensateate)) -- DocDocusausate, ste, sebaebagai agai actictive inve ingregrediedient dint ditententuktukan padan pada laxa laxatiativesves
Seruminolitik dalam hal ini khususnya solutio organic dapat menimbulkan Seruminolitik dalam hal ini khususnya solutio organic dapat menimbulkan reaksi sensiti
reaksi sensitivitas seperti vitas seperti dermatdermatitis itis kontakkontak. . Dan Dan pemberpembersihan sihan serumserumenen yang tidak tuntas dapat menyababkan superinfeksi jamur. Komplikasi lain yang tidak tuntas dapat menyababkan superinfeksi jamur. Komplikasi lain ya
yang ng mumungngkikin n adadalalah ah ototototoksoksisisititas as yayang ng dadapapat t teterjrjadadi i bibila la teterdrdapaapatt perforasi.
perforasi.(13)(13)
Zat serumenolitik ini biasanya digunakan 2-3 kali selama 3-5 hari sebelum Zat serumenolitik ini biasanya digunakan 2-3 kali selama 3-5 hari sebelum pengangkatan serumen
3.
3. 2. 2. 2.2. PePenynyememprprototan an tetelilingngaa Beb
Beberaerapa pa serserumeumen n bisbisa a dildilunaunakkankkan, , ini ini bisbisa a dikdikelueluarkarkan an dardari i kankanalialiss telinga dengan cara irigasi. Larutan irigasi dialirkan di canalis telinga yang telinga dengan cara irigasi. Larutan irigasi dialirkan di canalis telinga yang sej
sejajaajar r dendengan gan lanlantaitai, , menmengamgambil bil serserumeumen n dan dan debrdebris is dengdengan an larlarutautann irigasi mengunakan air hangat (37
irigasi mengunakan air hangat (37ooC), larutan sodium bicarbonate atauC), larutan sodium bicarbonate atau larutan dan cuka untuk mencegah sekunder infeksi.
larutan dan cuka untuk mencegah sekunder infeksi.(11)(11)
Gambar 3. 4 Cara Penyemprotan Telinga