• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1. KABUPATEN DALAM KONTEKS MAKRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2.1. KABUPATEN DALAM KONTEKS MAKRO"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bab ini akan dijelaskan secara terpisah mengenai gambaran umum wilayah Pendampingan RISPAM yaitu Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo. Pembahasan akan dilakukan terpisah untuk masing-masing kabupaten lokasi Pendampingan. Secara umum, gambaran wilayah ini akan menampilkan kondisi wilayah, kependudukan dan sosial ekonomi masyarakat setempat yang nantinya dapat berfungsi sebagai acuan dalam proses penyusunan rencana Induk Pengembangan SPAM. Bab ini akan mengulas Gambaran Umum Kabupaten Jombang.

2.1.KABUPATEN DALAM KONTEKS MAKRO

2.1.1.

KABUPATEN DALAM PERSPEKTIF NASIONAL

Berdasarkan Lampiran IX Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2008 mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maka ditetapkan bahwa Kabupaten Jombang yang termasuk dalam kawasan Gerbang Kertasusila Plus dan sekitarnya, diarahkan untuk menjadi kawasan dengan sektor unggulan pertanian tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, pariwisata, transportasi, dan industri.

2.1.2.

KABUPATEN DALAM PERSPEKTIF PROPINSI

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Jawa Timur Tahun 2009 – 2029, secara struktur kewilayahan, Jawa Timur dibagi menjadi 9 (Sembilan) Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) yaitu :

1. SWP Gerbangkertosusila Plus, meliputi : Kota Surabaya, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten

(2)

Kabupaten Jombang

Bangkalan, Kabupaten dan Kota Pasuruan, dengan pusat pelayanan di Kota Surabaya.

2. SWP Malang Raya, meliputi : Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, dengan pusat pelayanan di Kota Malang.

3. SWP Madiun dan sekitarnya, meliputi : Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan serta Kabupaten Ngawi, dengan pusat pelayanan di Kota Madiun.

4. SWP Kediri dan sekitarnya, meliputi : Kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung, dengan pusat pelayanan di Kota Kediri.

5. SWP Probolinggo – Lumajang, meliputi : Kota dan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, dengan pusat pelayanan di Kota Probolinggo.

6. SWP Blitar, meliputi : Kota dan Kabupaten Blitar, dengan pusat pelayanan Kota Blitar.

7. SWP Jember dan sekitarnya, meliputi : Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Jember.

8. SWP Banyuwangi, meliputi : Kabupaten Banyuwangi, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Banyuwangi.

9. SWP Madura dan Kepulauan, meliputi : Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Pamekasan.

Pembagian ke 9 (sembilan ) SWP Jawa Timur seperti pada gambar 2.1 berikut ini. Dari ke-9 (sembilan) Satuan Wilayah Pembangunan tersebut, Kabupaten Jombang dikelompokkan SWP Gerbangkertosusila Plus.

(3)

Untuk Kabupaten Jombang secara struktur keruangan masuk dalam Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) Gerbangkertosusila Plus. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 2.2. Adapun fungsi SWP Gerbangkertosusila Plus sebagai berikut :

a. Pusat SWP : Kota Surabaya.

b. Fungsi SWP Gerbangkertosusila Plus adalah : kawasan pertanian tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, pariwisata, transportasi, dan industri. c. Fungsi pusat pengembangan perkotaan adalah : pusat pelayanan, perdagangan,

jasa, industri, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan prasarana wisata.

Untuk Struktur Pusat Permukiman Perkotaan, SWP Gerbangkertosusila Plus dibagi menjadi 5 (lima) satuan wilayah yang lebih kecil, dimana Kabupaten Jombang masuk dalam wilayah Mojokerto-Jombang. Wilayah Mojokerto – Jombang, adalah wilayah perkembangan industri dari Kota Mojokerto sampai dengan Perkotaan Mojoagung Kabupaten Jombang. Perkembangan di wilayah ini cenderung didominasi perkembangan industri Kota Mojokerto dan sekitarnya. Perkembangan Kota Mojokerto

(4)

Kabupaten Jombang

berpengaruh kuat terhadap perkembangan Jombang, dengan pusat perkembangan wilayah ini adalah Kota Mojokerto.

Gambar 2.2. Rencana Struktur Ruang Gerbangkertosusila Plus

Berdasar struktur pusat permukiman wilayah Mojokerto-Jombang, Wilayah Mojokerto – Jombang merupakan salah satu wilayah yang memiliki akses tinggi terhadap Kota Surabaya. Struktur pusat permukiman Perkotaan Mojokerto – Jombang diarahkan sebagai berikut :

Pusat permukiman perkotaan wilayah Mojokerto dan Jombang meliputi wilayah Perkotaan Dawar Blandong, Perkotaan Balungbendo, Perkotaan Mojosari, Perkotaan Sooko, Perkotaan Mojoagung, Perkotaan Gudo dan Perkotaan Ploso. Tetap diarahkan mempunyai wilayah inti sebagai pusat yang diarahkan di wilayah perkotaan pada masing-masing wilayahnya.

Pusat permukiman Perkotaan Mojokerto terdiri dari perkembangan permukiman perkotaan akibat perkembangan industri di Jetis, Perkotaan Krian Mojokerto, perkembangan Perkotaan Mojosari, permukiman Perkotaan Sooko dan perkembangan

(5)

permukiman Perkotaan Dawar Blandong. Perkotaan Mojokerto direncanakan merupakan pusat permukiman perkotaan di cluster Perkotaan Mojokerto

Struktur ruang kawasan Perkotaan Jombang dipengaruhi oleh aglomerasi kawasan terbangun. Struktur pusat permukiman Perkotaan Jombang diarahkan mencakup perkembangan perkotaan hingga Ploso dan permukiman Perkotaan Gudo. Perkembangan permukiman perkotaan di Perkotaan Jombang tetap diarahkan dalam pola yang menyebar. Kawasan pertanian yang ada di kawasan perkotaan tetap Kabupaten Jombang tetap diarahkan di Perkotaan Jombang dan diarahkan dalam satu cluster.Rencana Struktur Ruang Mojokerto – Jombang terdapat pada gambar 2.3.

Gambar 2.3. Rencana Struktur Ruang Mojokerto – Jombang

Untuk mendukung kebijakan tersebut, fasilitas dan dukungan infrastruktur yang dibutuhkan di Kabupaten Jombang sebagaimana tabel 2.1

(6)

Kabupaten Jombang

Tabel 2.1. Fungsi Wilayah dan Perkotaan Jombang Perkotaan/

Wilayah

Rencana Fungsi Wilayah

Rencana Pengembangan Fasilitas Yang

Dibutuhkan Rencana PengembanganInfrastruktur Jombang Perdagangan, jasa, industri, pendidikan, pemerintahan dan kesehatan a. Fasilitas perdagangan:

Peningkatan pasar umum  Peningkatan pasar tradisional  Pengembangan ruko dan pertokoan b. Fasilitas jasa :

 Lembaga keuangan (Bank, koperasi) c. Fasilitas industri :  Home industri d. Fasilitas pendidikan :  Pengembangan Akademi/Perguruan Tinggi (PT)  Pondok Pesantren e. Fasilitas pemerintahan :  Kantor Kota/Kabupaten  Polres/Polresta f. Fasilitas kesehatan :

 Pengembangan rumah sakit tipe C

 Rumah sakit swasta

 Peningkatan Puskesmas ke Puskesmas rawat inap

Pengembangan jaringan jalan tol Surabaya – Jombang – Nganjuk

Pengembangan jalan tembus potensial

Pengembangan jalur komuter perkeretaapian dan pengembangan rel perkeretaapian double track

Pengembangan

prasarana wana wisata

Sumber : Naskah Akademik RTRW Jawa Timur Tahun 2009 - 2029

2.1.3.

KABUPATEN DALAM PERSPEKTIF KAWASAN

STRATEGIS

Untuk Kabupaten Jombang, jenis kawasan strategis Kabupaten Jombang masuk dalam kawasan berbasis pariwisata dengan penetapan jalur pengembangan koridor B dan masuk kawasan tertinggal.

Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan kawasan andalan berbasis pariwisata ditetapkan pada jalur pengembangan koridor B meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Pusat kawasan andalan berupa pintu gerbang nasional/internasional di Kota Surabaya, serta pintu gerbang regional di Kabupaten Magetan.

Selain itu, ditinjau sebagai kawasan strategis, Kabupaten Jombang masuk dalam kawasan tertinggal. Wilayah yang termasuk kategori kawasan tertinggal dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur terdiri dari 10 kabupaten dimana Kabupaten Jombang termasuk di dalamnya.

(7)

2.2.KONDISI FISIK DASAR

2.2.1. GEOGRAFI

Kabupaten Jombang memiliki luas wilayah sebesar 1,159,5 km2 atau 115.950 ha.

Secara administratif sistem pemerintahannya terbagi dalam : 21 kecamatan, 302 desa, 4 kelurahan, serta meliputi 1.258 dusun. Secara astronomi wilayah Kabupaten Jombang terletak di sebelah selatan khatulistiwa berada antara terletak antara 70 20’

48,60” dan 70 46’ 41,26” Lintang Selatan serta antara 1120 03’ 46,57” dan 1120 27’

21,26” Bujur Timur.

Kabupaten Jombang berbatasan dengan wilayah administratif kabupaten lain, yaitu:

 Sebelah Utara : Kabupaten Lamongan

 Sebelah Timur : Kabupaten Mojokerto

 Sebelah Selatan : Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang

 Sebelah Barat : Kabupaten Nganjuk

Wilayah administratif Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan yang dapat dilihat pada tabel 2.2 dan gambar 2.4 berikut :

Tabel 2.2. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Jombang No. Kecamatan (Km²)Luas JumlahDesa JumlahDusun

1 Bandar Kedungmulyo 32,50 11 42 2 P e r a k 29,05 13 36 3 G u d o 34,39 18 75 4 D i w e k 47,70 20 100 5 N g o r o 49,86 13 82 6 Mojowarno 78,62 19 68 7 Bareng 94,27 13 50 8 Wonosalam 121,63 9 48 9 Mojoagung 60,18 18 60 10 Sumobito 47,64 21 76 11 Jogoroto 28,28 11 46 12 Peterongan 29,47 14 56 13 Jombang 36,40 20 72 14 Megaluh 28,41 13 41 15 Tembelang 32,94 15 65 16 Kesamben 51,72 14 61 17 K u d u 77,75 11 47 18 Ngusikan 34,98 11 39 19 P l o s o 25,96 13 50 20 K a b u h 97,35 16 87 21 Plandaan 120,40 13 57 Jumlah 1.159,50 306 1.258

(8)

Kabupaten Jombang

Gambar 2.4

(9)

2.2.2. TOPOGRAFI DAN FISIOGRAFI

Wilayah Kabupaten Jombang didominasi oleh wilayah datar hingga bergelombang. Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Perak Kecamatan Gudo, Kecamatan Diwek, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Tembelang, Kecamatan Kesamben, dan Kecamatan Ploso berada di kemiringan lahan 0 – 2 %.

Kecamatan Mojowarno dan Kecamatan Jombang berada pada kemiringan 0 – 5 %. Kecamatan Kecamatan Kabuh berada pada kemiringan 0 – 40 %. Kecamatan Bareng, Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Plandaan merupakan kecamatan yang mempunyai kemiringan bervariasi dari datar hingga terjal 0 - > 40 %. Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan merupakan wilayah yang berada pada kategori bergelombang hingga terjal.

Tabel 2.3 Kondisi Kemiringan Lahan Wilayah Kabupaten Jombang No. Kecamatan 0 – 2 % 2 – 5 %Luas Wilayah (Km²)15 – 40 %

> 40 %

1 Bandar Kedung Mulyo 4.360,0 0 0 0

2 P e r a k 2.890,0 0 0 0 3 G u d o 4.300,0 0 0 0 4 D i w e k 5.500,0 0 0 0 5 N g o r o 4.637,0 0 0 0 6 Mojowarno 6.425,0 525,0 0 0 7 Bareng 3.700,0 1.475,0 225,0 175,0 8 Wonosalam 0 4.421,4 1.350,0 125,0 9 Mojoagung 4.550,0 225,0 3.950,0 6.628,6 10 Sumobito 4.763,0 0 125,0 150,0 11 Jogoroto 2.660,0 0 0 0 12 Peterongan 2.890,0 0 0 0 13 Jombang 3.975,0 125,0 0 0 14 Megaluh 4.540,0 0 0 0 15 Tembelang 3.310,0 0 0 0 16 Kesamben 7.500,0 0 0 0 17 K u d u 0 1.200,0 225,0 0 18 Ngusikan 0 300,0 75,0 525,0 19 P l o s o 2.250,0 0 0 0 20 K a b u h 3.200,0 6.125,0 225,0 0 21 Plandaan 3.825,0 6.725,0 850,0 150,0 Jumlah 75.275,0 21.121,4 7.025,0 7.753,6

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka, 2007/2008

(10)

Kabupaten Jombang

Kabupaten Jombang memiliki struktur geologi yang bervariasi, masing-masing jenis keadaan struktur geologi dibagi dalam 7 (tujuh) jenis yaitu plitosen fasies gunung api, plistosen fasies sedimen, alluvium fasies gunung api, plitosen fasies sediemen, hasil gunung api kwarter tua, hasil gunung api kwarter muda dan alluvium. Adapun struktur geologi dengan luas terbesar yaitu alluvium dengan luas 52.792,82 Ha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. 4 berikut ini.

Tabel 2.4 Luas Daerah Menurut Struktur Geologi Di Kabupaten Jombang

No. Struktur Geologi Luas (Ha)

1 Pleistosen Fasies Gunung Api 1.328,94 2 Pliosen Fasies Sedimen 6.826,09 3 Alluvium Fasies Gunung Api 650,16 4 Pleistosen Fasies Sedimen 6.411,20

5 Alluvium 52.792,82

6 Hasil Gunung Api Kwarter Muda 17.096,12 7 Hasil Gunung Api Kwarter Tua 24.120,61

Jumlah 109.225,94

Sumber : Rencana Teknik Lapang Rehabilitasi Lahan Dan Konservasi Tanah Kabupaten Jombang, Diolah

Berdasarkan ciri fisik tanah yang ada di Kabupaten Jombang dapat di bagi menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Kabupaten Jombang bagian utara adalah bagian dari pegunungan kapur yang memiliki tanah relatif kurang subur, sebagian besar mempunyai fisiografi yang mendatar dan sebagian lagi berbuki-bukit tetapi tidak terlalu tajam, yang terletak di sebelah utara sungai Brantas.

2. Kabupaten Jombang bagian tengah di bagian selatan Sungai Brantas sebagian besar merupakan tanah pertanian dengan sungai-sungai dan daerah irigasi yang tersebar dan cocok untuk pertanian.

3. Kabupaten Jombang bagian selatan merupakan tanah pegunungan yang dimanfaatkan untuk daerah perkebunan.

Gambaran geologi Kabupaten Jombang terdapat pada gambar 2.5

2.2.4.

HIDROLOGI,

KLIMATOLOGI,

DAN

(11)

Kabupaten Jombang memiliki beberapa aliran sungai, yang melintas dan beberapa waduk. Sungai-sungai yang melintasi wilayah ini adalah sebagai berikut :

1. Sungai Brantas yang melintas di sebelah barat dan utara yang membatasi wilayah Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk.

2. Kali Slumbung Kuning yang bermata air di Kecamatan Wonosalam.

3. Kali Gondan yang bermata air di Kecamatan Wonosalam.

4. Sungai-sungai lain yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.

Debit air antara musim hujan dan musim kemarau pada beberapa sungai menunjukkan perbandingan yang cukup ekstrim. Salah satunya adalah Sungai Kaligunting yang perbandingan debitnya

43 : 1. Perbe

daan yang sangat menonjol (fluktuatif) ini berpotensi menimbulkan bencana banjir. Selanjutnya salah satu komponen yang memberi pengaruh besar terhadap kondisi hidrologi adalah sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sub DAS. Mayoritas wilayah Kabupaten Jombang masuk dalam DAS Brantas yang merupakan sungai utama yang mempengaruhi ekosistem wilayah tersebut. Selain sungai di wilayah perencanaan juga terdapat 14 buah waduk sebagai satu kesatuan sistem dalam hidrologi wilayah

Di Kabupaten Jombang dalam kurun waktu tahun 2008, curah hujan tertinggi di Kecamatan Gudo Desa Blimbing pada bulan Januari 2008 sebesar 731 mm. Hari hujan terbanyak di Kecamatan Perak yaitu selama 186 hari.

Aliran air permukaan, di Kabupaten Jombang juga terdapat aliran air bawah tanah atau air tanah. Dimana sumber daya air bawah tanah mempunyai peranan yang sangat penting sebagai salah satu alternatif sumber air baku. Adapun pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Jombang digunakan untuk domestik, pertanian, komersil, dan industri.

(12)

Kabupaten Jombang

GAMBAR 2.5. Peta geologi kabupaten jombang

(13)

2.3.1 RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)

Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jombang dibagi menjadi 5 (lima) Wilayah Pengembangan (WP). Batas Wilayah Pengembangan (WP) didasarkan pada batas administrasi wilayah. Setiap WP terdiri dari beberapa kecamatan yang meliputi kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan

5 (Lima) Wilayah Pengembangan Kabupaten Jombang meliputi : A. WP Jombang

WP Jombang meliputi wilayah administrasi Kecamatan Jombang, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Tembelang, Kecamatan Jogoroto dan Kecamatan Diwek. Pusat WP Jombang : Perkotaan Jombang

Fungsi :

 WP Jombang merupakan wilayah pengembangan kawasan perkotaan yang

berperan sebagai Ibu Kota Kabupaten Jombang.

 Fungsi WP Jombang sebagai pusat pelayanan skala kabupaten yang meliputi :

pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan skala Kabupaten Jombang.

Kegiatan Utama yang dikembangkan :

 Kegiatan ekonomi yang dikembangkan adalah Sektor Perdagangan dan industri secara terbatas pada lokasi yang telah industri yang telah ada dengan skala kegiatan sampai dengan menengah serta luasan lokasi secara terbatas

 Kegiatan non ekonomi yang ditata sebagai konsekuensi dari peran dan fungsi SSWP sebagai pusat pelayanan skala kabupaten adalah kegiatan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan skala kabupaten.

B. WP Mojoagung

WP Mojoagung meliputi wilayah adminsitrasi Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Sumobito, dan Kecamatan Kesamben.

Pusat WP : Perkotaan Mojoagung Fungsi :

 sebagai wilayah pengembangan kawasan perekonomian terpadu Kabupaten Jombang.

(14)

Kabupaten Jombang

 sebagai pusat koleksi dan distribusi (perdagangan) skala Kabupaten Jombang.

Kegiatan Utama yang dikembangkan :

 Perdagangan  Transportasi

 Industri (penempatan terbatas dan bersayarat) dan pergudangan

C. WP Ploso

WP Ploso meliputi wilayah administrasi Kecamatan Ploso, Kecamatan Kudu, Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Kabuh, dan Kecamatan Plandaan.

Pusat WP : Perkotaan Ploso Fungsi:

 Wilayah pengembangan kegiatan perkotaan dan bukan pertanian di bagian utara Kabupaten Jombang.

 Merupakan wilayah pengembangan kegiatan industri skala besar dan pusat distribusi hasil perkebunan dan kehutanan.

Kegiatan Utama yang dikembangkan : industri, perdagangan , perkebunan dan kehutanan, pariwisata, dan pertanian

Pengembangan WP Ploso disertai dengan pengembangan

 permukiman industri

 pelayanan kesehatan dengan pembangunan rumah sakit dengan tipe D.

 Peningkatan pelayanan air bersih dengan pipa PDAM yang mendukung kegiatan

industri dan permukiman,

 pembangunan waduk di bagian Utara Sungai Brantas yang berfungsi menyediakan pelayanan air bersih,

 menyediakan buffer zone berupa ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai pemisah pencegahan polusi dari kegiatan industri besar dengan kegiatan permukiman di sekitanya.

D. WP Bandar Kedungmulyo

Pengembangan perdagangan

(15)

WP Bandar Kedungmulyo meliputi wilayah administrasi Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Perak, dan Kecamatan Gudo.

Pusat WP : Perkotaan Bandar Kedungmulyo Fungsi WP Bandar Kedungmulyo :

 Wilayah pengembangan pusat permukiman perkotaan di bagian selatan Jombang

 sebagai kawasan industri manufaktur.

Kegiatan Utama yang dikembangkan industri, perdagangan, pertanian, dan pariwisata

E. WP Mojowarno

WP Mojowarno meliputi wilayah administrasi Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Bareng, dan Kecamatan Ngoro.

Pusat WP : Perkotaan Mojowarno

Peran Dan Fungsi Utama WP Mojowarno :

 WP Mojowarno adalah sebagai pusat pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Jombang.

 Sebagai wilayah pengembangan potensi Sumber Daya Alam dan wilayah pengembangan Pariwisata di wilayah Kabupaten Jombang. Dalam rangka mendukung fungsi tersebut perlu dikembangan pusat penelitian dan pendidikan untuk pengembangan SDM yang diarahkan disektor Agrobisnis.

 Struktur Kegiatan Utama : perkebunan, perdagangan, pariwisata, kehutanan, agroindustri, pertanian

Kegiatan industri menegah terutama agroindustri dikembangkan di Perkotaan Mojowarno dan melakukan pengolahan dari hasil pertanian dan perkebunan di Perkotaan Ngoro, Wonosalam, dan Bareng.

Untuk meningkatkan perkembangan Perkotaan Wonosalam yang lokasinya jauh dari perkotaan lainnya di Kabupaten Jombang, maka direncanakan pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan antara Wonosalam dan Mojowarno hingga ke Perkotaan Jombang.

Wilayah Mojowarno diprioritaskan pada kegiatan pada agroindustri, pertanian, perkebunan, kehutanan dan pariwisata. Pengembangan agroindustri dengan pengelolaan hasil pertanian dan komoditi tanaman perkebunan seperti mete, kelapa, cengkeh, kapuk, kenanga, temulawak, lada, kencur, jahe, serai, kunyit, lengkuas,

(16)

Kabupaten Jombang

pandan, kakao, tebu, tembakau virginia, tembakau jawa, dan kopi. Industri anyaman dipertahankan. Gambaran tentang pembagian SWP di Kabupaten Jombang terdapat pada gambar 2.6

(17)

Gambar 2.6

(18)

Kabupaten Jombang

Pemukiman Industri Sawah Tegalan Perkebunan Hutan Lainnya Jumlah 1 Bandar Kd. Mulyo 1,091.47 0 2,166.02 1,072.40 0 0 30.11 4,360.00 2 Perak 636.35 0.22 2,049.82 172 0 0 31.61 2,890.00 3 Gudo 1,066.78 0 2,683.90 413.9 0 0 135.42 4,300.00 4 Diwek 2,390.29 6.71 3,048.34 0 0 0 54.66 5,500.00 5 Ngoro 1,150.87 0 2,942.60 507.8 0 0 35.73 4,637.00 6 Mojowarno 1,231.53 0 2,152.21 1,981.80 0 1,945.90 38.56 7,350.00 7 Bareng 1,657.00 0 3,102.38 1,856.79 0 0 33.83 6,650.00 8 Wonosalam 1,660.07 0 1,816.01 4,090.20 675.98 6,628.60 129.14 15,000.00 9 Mojoagung 1,072.77 25.8 2,553.62 0 0 1,353.50 44.33 5,050.02 10 Sumobito 1,116.79 3.56 3,514.38 79 0 0 49.27 4,763.00 11 Jogoroto 1,019.90 0 1,610.42 0 0 0 29.68 2,660.00 12 Peterongan 914.43 2.53 1,938.48 0 0 0 34.57 2,890.01 13 Jombang 1,932.66 16.77 1,893.72 113.29 0 0 143.56 4,100.00 14 Megaluh 2,093.62 0 2,304.19 113.5 0 0 28.69 4,540.00 15 Tembelang 1,253.75 0 2,018.24 13.5 0 0 24.51 3,310.00 16 Kesamben 3,102.48 5.6 4,041.24 318.6 0 0 32.08 7,500.00 17 Kudu 658.46 0 1,419.24 221.95 0 1,270.50 19.85 3,590.00 18 Ngusikan 622.55 0 1,356.41 241.95 0 1270.5 18.59 3,510.00 19 Ploso 619.7 52.65 1,389.68 149.08 0 0 38.89 2,250.00 20 Kabuh 879.22 8.44 2,725.09 317.4 0 5,590.00 29.85 9,550.00 21 Plandaan 1,688.28 0 3,374.84 1,954.20 0 4,503.00 29.68 11,550.00 TOTAL 27,858.97 122.28 50,100.83 13,617.36 675.98 22,562.00 1,012.61 115,950.03

No Kecamatan Jenis Penggunaan Tanah (Ha)

2.3.2. PENGGUNAAN LAHAN DAN TATA GUNA

LAHAN

Faktor penting yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, diantaranya adalah aliran sungai yang cukup besar dan material hasil letusan gunung berapi. Dimungkinkan bahwa hasil letusan Gunung Kelud terbawa arus Sungai Brantas, Kali Konto dan sungai – sungai lainnya yang mengalir dari selatan/tenggara ke utara masuk melintasi wilayah Kabupaten Jombang.

Penggunaan tanah di Kabupaten Jombang didominasi oleh sawah yang mencapai 42,19 % dari luas wilayah kabupaten, kemudian permukiman/perumahan 24,08%, hutan 19,06%, tegal 11,62% dan penggunaan lainnya 2,65%. Gambaran tentang penggunaan lahan di Kabupaten Jombang terdapat pada gambar 2.5

Tabel 2.5 Penggunaan Lahan Kabupaten Jombang

(19)

GAMBAR 2.7

(20)

Kabupaten Jombang

2.3.3.

RENCANA PENGEMBANGAN TATA

KOTA

Penetapan kawasan perkotaan di Kabupaten Jombang dimaksudkan untuk memberikan arahan terhadap wilayah-wilayah yang akan menampung perkembangan kebutuhan ruang untuk kegiatan perkotaan hingga 20 tahun jangka waktu perencanaan.

Luas wilayah pengembangan kawasan perkotaan di Kabupaten Jombang disetiap WP sebagai berikut :

1. WP Jombang : luas kawasan perkotaan 10.525,4 Ha, atau 57,02 % dari luas total keseluruhan WP Jombang yang mencapai 18.460 Ha.

2. WP Ploso : luas kawasan perkotaan 9.179 Ha, atau 30,14 % dari luas keseluruhan WP Ploso 30.450 Ha.

3. WP Mojoagung : luas kawasan perkotaan 5.493,6 Ha, atau 31,73% dari luas keseluruhan WP Mojoagung 17.313 Ha.

4. WP Mojowarno : luas kawasan perkotaan 5.849,5 Ha, atau 17,39% dari luas keseluruhan WP Mojowarno 33.637 Ha.

5. WP Bandar Kedungmulyo : luas kawasan perkotaan 7.476,3 Ha, atau 24,55% dari luas keseluruhan WP Bandar Kedungmulyo 30.450 Ha. Kawasan Perkotaan lain yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKLp) adalah Perkotaan Bandar Kedungmulyo, Perkotaan Mojoagung dan Perkotaan Mojowarno.

a. Perkotaan Bandar Kedungmulyo ditetapkan sebagai PKLp karena :

 Di Bandar Kedungmulyo direncanakan terdapat kawasan pengembangankegiatan Industri Manufaktur,

 Direncanakan terdapat Pintu Jalan Bebas Hambatan Kertosono – Surabaya.

 Perkembangan perkotaan menyatu dengan perkembangan Perkotaan Perak

 Merupakan wilayah perbatasan dan sekaligus merupakan simpul akses menuju Kabupaten Kediri dan Kabupaten Naganjuk yang sangat strategis

 Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)

 Sebagai PKLp maka Bandarkedungmulyo juga ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Cepat Tumbuh

(21)

 Di Perkotaan Ploso direncanakan terdapat kawasan industri besar di Kabupaten Jombang

 Direncanakan sebagai pusat pertumbuhan di bagian utara Kabupaten Jombang

 Perkotaan Ploso merupakan perkotaan di bagian utara Kabupaten Jombang yang langsung terhubung dengan kawasan industri Mojokerto dan rencana pintu jalan bebas hambatan di Desa Gedek Kabupaten Mojokerto.

 Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)

 Ditetapkan sebagai kawasan strategis cepat tumbuh kabupaten c. Perkotaan Mojoagung direncanakan sebagai PKLp karena :

 simpul transportasi jalan raya dengan pengembangan terminal tipe B dan terminal Cargo

 simpul distribusi perdagangan dan jasa skala kabupaten yang dilengkapi dengan pasar kabupaten dan pusat pergudangan

 sebagai simpul distribusi dalam sistem agropolitan Kabupaten Jombang (Kota Tani hirarki I di lingkup kabupaten) dan dibangun Sub Terminal Agribisnis

 Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)

 Distetapkan sebagai kawasan Strategis dari sudut kepentingan ekonomi kabupaten (“kawasan ekonomi terpadu Mojoagung”)

d. Perkotaan Mojowarno ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan PKLp karena :

 Sebagai pusat pertumbuhan di bagian timur wilayah Kabupaten

 Sebagai Pusat Kegiatan Agribisnis Kabupaten khususnya di sektor pertanian tanaman pangan, peternakan, agrowisata dan agroforestri Kabupaten Jombang

 Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)

 Kawasan yang ditetapkan sebagai pusat agroindustri

Sehingga Perkotaan dengan hirarki sebagai Pusat Kegiatan Lokal adalah sebagai berikut :

▪ Perkotaan Jombang yang disebut dengan PKL Jombang yang meliputi kawasan Perkotaan Jombang, Perkotaan Tembelang, Perkotaan Peterongan, Perkotaan Diwek

▪ Perkotaan Mojoagung yang disebut dengan PKLp Mojoagung

▪ Perkotaan Mojowarno yang disebut dengan PKLp Mojowarno

▪ Perkotaan Bandar Kedungmulyo yang meliputi Perkotaan Bandar Kedungmulyo dan Perkotaan Perak yang disebut dengan PKLp Bandar Kedungmulyo.

Pembagian wilayah Perkotaan dan Perdesaan di Kabupaten Jombang terdapat pada tabel berikut ini.

(22)

Kabupaten Jombang

Jumlah Jumlah

Penduduk Penduduk

(Jiwa) (Jiwa)

Jombang Jombang, Jombatan, Plandi, Kaliwungu, Jela kombo, Kepanjen, Kepatihan, Pulo Lor, Candi Mulyo, Mojongapit

66229 Jabon, Sengon, Denanyar, Tunggorono, Sambung Dukuh, Ploso Geneng, Tambak Rejo, Dapur Kejambon, Sumberjo, Banjar Dowo

63350 129,579

Peterongan Peterongan, Mancar, Keplaksari 12826 Kepuh Kembeng, Kebon Temu, Tugu Sumberjo, Sumber Agung, Dukuh Klopo, Ngrandu Lor,Bongkot,Morosunggingan, Tanjung Gunung, Senden, Tenggaran

44282 57,108

Tembelang Tembelang, Pesantren, Tamping Mojo

9932 Mojo Krapak, Jatiwates, Sentul, Kedung Losari, Rejoso Pinggir, Pulo Rejo, Bedah Lawak, Kepuh Doko, Pulo Gedang, Kedung Otok,Kali Kejambon, Ganus Banaran

41018 50,950

Jogoroto Jogoroto, Jarak Kulon 15423 Mayangan,Sawiji, Sumber Mulyo, Ngumpul, Janti, Alang - Alang Caruban, Tambar, Sukosari, Sambirejo

52806 68,229

Diwek Diwek, Kwaron, Ceweng, 11709 Cukir, Balong Besuk, Pandan Wangi, Bandung, Jatirejo, Watu Galuh, Bulurejo, Keras, Grogfol, Kayangan, Ngudirejo, Puton, Bendet, Brambang, Kedawong, Jati Pelem, Pundong

78292 90,001

Mojoagung Mojotrisno, Gambiran, Mancilan 13339 Kademangan, Karangwinongan, Kauman, Miagan, Dukuh Mojo, Tangggal Rejo, Betek, Janti, Tejo, Kedung Lumpang, Johowinong, Murukan, Karobelah, Dukuh Dimoro, Seketi

87,228 100,567

Sumobito Sumobito, Talun Kidul 6998 Curah Malang, Sebani, Bakalan, Jogoloyo, Budug Sidorejo, Palrejo, Kendal sari, Mlaras, Madyo Puro, Ploso Kerep, Trawasan, Ngelele, Mentoro, Kedung Papar, Segodo Rejo, Brudu, Plemahan, Gedangan, Badas

70,283 77,281

Kesamben Kesamben, Pojokrejo 8219 Watudakon, Carangrejo, Jombok, Kedung Betik, Blimbing, Wuluh, Podoroto, Jombatan, Pojok Kulon, Kedung Mlati, Gumulan, Jati Duwur

54,662 62,881

Ploso Ploso, Losari 9635 Ploso, Rejo Agung, Bawangan, Pager Tanjung, Pandan Blole, Kedung Dowo, Jati Gedong, Dadi Tunggal, Gedong Ombo, Jati Banjar, Kebon Agung

30,207 39,842

Kudu Kudu Banjar, Menturus, Randu Watang

7051 Tapen, Sidikaton, Bendungan, Bakalan Ruyung, Sumber Teguh, Katemas, Kepuh Rejo, Made

23648 30,699

Kabuh Kabuh 3407 Karang Pakis, Mangunan, Kedung Jati, Sumber Gondang, Banjar Dowo, Tanjungwadung, Marmoyo, Sumber Ringin, Kauman, Munung Kerep, Genengan Jasem, Manduro, Sukodadi, Pengampon, Sumber Aji

37217 40,624

Ngusikan Ngusikan 2941 Sumber Nongko, Mojodanu, Ketapang Kuning, Kedung Boko, Keboan, Manungggal, Ngampel, Cupak, Asem Gede, Kromong

17918 20,859

Plandaan Plandaan, Bangsri 4963 Klitih, Plabuhan, Kampung Baru, Gedang Bunder, Jati Mlerek, Karang Mojo, Puri Semanding, Tondo Wulan, Darurejo, Sumberjo, Jipurapah

34001 38,964

Bandar Kd. Mulyo Bandar Kd. Mulyo, Kayen 9716 Gondang Manis, Majo Kambang, Barong , Sawahan, Pucang Simo, Karang Dagangan, Banjarsari, Tinggar, Brodot, Brangkal

35865 45,581

Megaluh Megaluh, Sudimoro 6246 Gongseng, Turi Pinggir, Balongsari, Ngogri, Sidomulyo, Sumber Agung, Pacar Peluk, Kedungrejo, Dukuh Arum, Sumbersari, Balong Gemek

33139 39,385

Perak Perak, Sembung 5712 Pagerwojo,Sumber Agung, Jati Gangggon, Kepuh Kajang, Gondang Mangu, Sukorejo, Cangkring Randu,Ploso Genuk, Glagahan,Kalang Semanding,Temuwulan

45,250 50,962

Kecamatan Total

Wilayah Wilayah

Perkotaan Perdesaan

Tabel 2.6 Wilayah Perkotaan dan Perdesaan Kabupaten Jombang

Sumber :RTRW Kabupaten Jombang

2.3.4.

RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN

(23)

No Desa Kecamatan Jumlah Rumah Tangga Prosentase Rumah Tangga Miskin

1 Sugih Waras Ngoro 1018 494 48.53

2 Penggaron Mojowarno 938 530 56.50 3 Pulosari Bareng 935 481 51.44 4 Karangan Bareng 986 417 42.29 5 Nglebak Bareng 434 180 41.47 6 Bakalan Sumobito 712 293 41.15 7 Megaluh Megaluh 747 323 43.24 8 Made Kudu 543 223 41.07 9 Ngampel Ngusikan 331 200 60.42 10 Mojodanu Ngusikan 452 238 52.65 11 Cupak Ngusikan 270 141 52.22 12 Kromong Ngusikan 242 125 51.65

13 Asem Gede Ngusikan 215 111 51.63

14 SumberNong Ngusikan 806 377 46.77

15 Kebon Agung Ploso 531 225 42.37

16 Marmoyo Kabuh 278 173 62.23 17 Mangunan Kabuh 841 369 43.88 18 Bnjardowo Kabuh 751 307 40.88 19 Jipuhrapah Plandaan 562 336 59.79 20 Jatimlerek Plandaan 514 280 54.47 21 Klitih Plandaan 1120 517 46.16

Kawasan tertinggal di Kabupaten Jombang terdapat desa-desa yang merupakan kawasan tertinggal terdapat di Kecamatan Ngoro, Mojowarno, Bareng, Sumobito, Megaluh, Kudu, Ngusikan, Ploso, Kabuh dan Plandaan

Tabel 2.7

Desa-Desa Tertinggal yang Diprioritaskan Pengembangannya

Sumber : Pengolahan Data Profil Kabupaten Jombang tahun 2008

Kondisi eksisting tingkat kemiskinan/ketertinggalan di wilayah Kabupaten Jombang adalah 78.055 KK (25,8%) tergolong ke dalam Rumah Tangga Miskin (RTM). Rumah tangga miskin yang terdapat di perdesaan adalah 54.989 KK atau 70,45% dari seluruh total rumah tangga miskin di Jombang.

88 Desa memiliki jumlah RT miskin > 30% dari total jumlah RT miskin masing-masing desa tersebut. Di seluruh Kabupaten Jombang rumah tangga miskin sejumlah 28.493 KK atau 113.972 jiwa.

2.3.5. KAWASAN LINDUNG

Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, jenis kawasan lindung di wilayah Kabupaten Jombang meliputi :

(24)

Kabupaten Jombang

b. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, meliputi: kawasan resapan air.

c. Kawasan perlindungan setempat, meliputi: sempadan sungai, kawasan sekitar waduk, kawasan sekitar mata air, dan ruang terbuka hijau.

d. Kawasan pelestarian alam dan cagar budaya meliputi: taman hutan raya, dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan

e. Kawasan rawan bencana alam, meliputi: kawasan rawan tanah longsor, dan kawasan rawan banjir

2.3.6. KAWASAN STRATEGIS

Adapun jenis-jenis kawasan strategis yang terdapat di Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:

▪ Kawasan Sosial dan Budaya

Berdasarkan kriteria penetapan kawasan strategis kepentingan sosial budaya di Kabupaten Jombang adalah kawasan tertinggal, kawasan cagar budaya dan Kawasan pondok pesantren.

▪ Kawasan Tertinggal

Kawasan tertinggal di Kabupaten Jombang terdapat desa-desa yang merupakan kawasan tertinggal terdapat di Kecamatan Ngoro, Mojowarno, Bareng, Sumobito, Megaluh, Kudu, Ngusikan, Ploso, Kabuh dan Plandaan

▪ Kawasan Cagar Budaya Mojopahit Park

Sejarah telah membuktikan bahwa “Mojopahit”, adalah kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia pada abad ke XIV di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada telah mencapai puncak kejayaan dan zaman keemasan. Salah satu karya monumentalnya adalah berhasil disatukannya seluruh wilayah nusantara termasuk Semenanjung Malaka di bawah kekuasaan Negara Mojopahit.

▪Kawasan Pondok Pesantren

Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri, sangat dibutuhkan pengembangan Kawasan strategis budaya dengan pusat pengembangan kegiatan pondok pesantren di Kecamatan Diwek, Kecamatan Jombang, Kecamatan Peterongan, dan Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Kawasan pondok pesantren merupakan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK). Adapun pesantren-pesantren besar yang ada di Kabupaten Jombang adalah :

(25)

 Darul Ulum di Desa Rejoso-Kecamatan Peterongan.

 Bahrul Ulum di Desa Tambak Beras-Kecamatan Jombang.

 Mambaul Ma’arif di Desa Denanyar-Kecamatan Jombang.

 Tebu Ireng di Desa Cukir-Kecamatan Diwek.

 Sidiqiyah di Desa Rejoagung-Kecamatan Ploso

▪ Kawasan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup

Berdasarkan kriteria penetapan kawasan strategis kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup di Kabupaten Jombang adalah kawasan sepanjang aliran Sungai Brantas, Sepanjang aliran yang sungai dan kanal atau apur di wilayah Kabupaten Jombang yang langsung bermuara ke Sungai Brantas dan kawasan Taman Hutan Raya R. Suryo.

2.4.

SARANA DAN PRASARANA

Jaringan prasarana lingkungan, mencakup prasarana pengelolaan lingkungan yang terdiri dari Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sementara, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah, serta pengolahan limbah cair dan padat.

2.4.1. AIR LIMBAH

Rencana Sistem jaringan limbah di Kabupaten Jombang terdiri dari sistem jaringan limbah rumah tangga dan sistem jaringan limbah industri. Rencana sistem jaringan limbah rumah tangga dan industri di buat secara terpisah dari sistem pematusan dan di dukung dengan pengadaan sarana penunjang pengolah limbah domestik seperti truk penguras lumpur tinja dan pengolah lumpur tinja. Rencana pengolahan limbah hasil industri secara terpadu di kawasan industri dengan perencanaan pemasangan pipa pengolahan limbah industri di kawasan industri besar.

Sistem jaringan limbah di Kabupaten Jombang meliputi:

1. Penggunaan septik-tank dan peresapan dilakukan dengan memperhatikan desain peresapan.

2. Pengelola kawasan industri dan pusat kegiatan perdagangan kapasitas besar wajib menyediakan sistem pembuangan air limbah terpusat dan memerlukan pengorganisasian (sistem Off-Site).

3. Penggunaan sistem pembuangan secara komunal untuk pusat kegiatan fasilitas umum.

(26)

Kabupaten Jombang

Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh air kotor/limbah, perlu dikembangkan penanganan sistem pembuangan air limbah terpusat. Jenis penanganan air limbah tersebut meliputi :

1.

Penanganan air limbah sistem setempat (on–site)

Penanganan air limbah sistem setempat (on–site) yaitu penanganan air limbah di lokasi setempat untuk melayani perorangan atau sekelompok warga yang dikelola oleh warga setempat dengan penggunaan teknologi tepat guna/sederhana.

2. Penanganan air limbah sistem terpusat (off-site)

Penanganan air limbah sistem terpusat (off-site) yaitu penanganan air limbah untuk melayani sejumlah penduduk yang dikelola oleh suatu lembaga dengan penggunaan teknologi tinggi.

2.4.2. PERSAMPAHAN

Rencana sistem persampahan, khususnya lokasi tempat pembuangan akhir sebagai pengolahan sampah terpadu dan tempat pemrosesan akhir sampah sebaiknya terdapat di luar pusat perkotaan dan sistem pelayanannya bersifat pembagian wilayah pelayanan. Rencana pengembangan lokasi TPA di Kabupaten Jombang terdapat di Kabuh, Wonosalam dan Diwek.

Prasarana sampah yang dimiliki Jombang berupa Jombang yang berada di Desa Banjardowo Kecamatan Jombang. Lokasi TPA berjarak 7,5 km dari pusat kota. Berdasarkan SK Bupati Jombang No.26/tahun 1993 Tentang : penunjukan lokasi TPA Jombang, TPA yang ada mulai beroperasi pada tahun 1993. Lahan TPA seluas 5 Ha, yang pada perkembangannya bertambah hingga 8,10 ha, pada tahun 2007. Jarak TPA dengan pemukiman terdekat ± 1,00 km. Jumlah sampah yang terolah di TPA sebesar 362 m3/hari,

Di Jombang wilayah yang telah terlayani persampahan meliputi Kecamatan Kota Jombang dan 4 Ibukota Kecamatan (Ngoro, Mojoagung, Peterongan, Ploso), dengan volume sampah 385 M3/hari. Tingkat pelayanan di wilayah ini mencapai kurang lebih

(27)

Di Jombang, penanganan sampah dilakukan dengan pewadahan sampah yang dihasilkan penduduk. Setelah pewadahan, tahap berikutnya adalah Pemindahan dan Penampungan Sementara yang dilakukan dengan :

 Untuk kawasan permukiman, pemindahan ke TPS digunakan gerobak sampah dengan kapasitas 1 – 1,5 m3 yang dikoordinir RT/RW.

 Jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) 26 Unit, berupa transfer depo dan landasan

Penanganan berikutnya adalah pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Pengangkutan menggunakan Container Sistem. Jumlah armada angkut yang dimiliki berjumlah 18 unit , berupa: 9 dump truk dan 9 unit armrol dengan kapasitas angkut sebesar 339 m3/rit, sehingga dalam sehari dilakukan 1 – 2 Ritasi.

2.4.3. DRAINASE

Perencanaan sistem drainase tergantung dari beberapa hal antara lain; besarnya curah hujan rata-rata yang diterima oleh satu satuan kawasan, dan besar kecilnya daya serap air oleh permukaan tanah. Hal ini tergantung dari koefisien serap permukaan yang sangat tergantung dari jenis material penutup permukaan dan luasnya bidang penyerapan air hujan.

Dengan meningkatnya beberapa fungsi ruang di perkotaan yang menyebabkan terjadinya perubahan kawasan yang belum terbangun menjadi terbangun, perlu diimbangi dengan perencanaan sistem drainase yang baik. Sistem ini akan mengalirkan buangan air hujan dari kawasan terbangun ke jaringan drainase perkotaan melalui gaya gravitasi.

Rencana pengembangan sistem pematusan di Kabupaten Jombang di utamakan pada jalan arteri dan kolektor primer yang terdapat pada desa-desa pusat perkotaan dan pada pusat permukiman permukiman. Selain itu juga pengembangan jaringan drainase juga terdapat pada Kecamatan Mojowarno yang merupakan lokasi rawan banjir di Kabupaten Jombang yaitu Desa Mojoduwur, Japanan, dan Penggaran.

Sistem jaringan pematusan di Kabupaten Jombang terdiri dari sistem jaringan drainase primer yang terdapat pada 44 aliran kali yang melewati Kabupaten Jombang.

(28)

Kabupaten Jombang

2.4.4. IRIGASI

Jaringan irigasi baik non teknis, ½ teknis, dan teknis, dimanfaatkan seluruhnya untuk kepentingan pengairan lahan-lahan pertanian. Sumber–sumber air untuk sistem irigasi ini dapat dilakukan dengan mengalirkan air dari waduk dan dam yang ada di wilayah Kabupaten Jombang. Jaringan irigasi ini dapat dibedakan menjadi saluran primer dan sekunder. Saluran primer dialirkan untuk pemerataan distribusi untuk kebutuhan dalam areal yang lebih luas, sedangkan pendistribusian air untuk wilayah yang lebih kecil dapat menggunakan saluran sekunder yang merupakan percabangan dari saluran primer. Pengembangan saluran irigasi (primer dan sekunder) ini mengikuti perkembangan luasan lahan pertanian yang harus dialiri air.

2.4.5. SARANA PEREKONOMIAN

Perekonomian di Kabupaten Jombang berasal dari sektor pertanian, industri, perdagangan, akomodasi, dan koperasi. Untuk menunjang kemajuan sektor – sektor tersebut, maka dibangun sarana perekonomian yang memadai. Kabupaten Jombang memiliki 17 pasar dan 14 pertokoan/ruko yang tersebar hampir di semua kecamatan. Semua pasar mempunyai fasilitas los, kios dan toko/ruko. Hanya Pasar Jombang Legi (di Emplasemen PT. KAI), Mojowarno, Cukir dan Tunggorono yang tidak mempunyai toko/ruko. Sedangkan jumlah pedagang yang menempati los sebanyak 5.042, kios 3.512 dan toko/ruko 493.di Kabupaten Jombang terdapat 670 industri yang tersebar di semua kecamatan. Jumlah industri terbanyak di Kecamatan Jombang yaitu sebanyak 204, sedangkan yang paling sedikit di Kecamatan Ngusikan sebanyak 2 industri.

2.4.6. SARANA SOSIAL DAN KESEHATAN

Masalah sosial harus mendapatkan perhatian serius. Masyarakat yang mengalami permasalahan sosial dan dimungkinkan menjadi beban ketergantungan antara lain anak terlantar, orang jompo, dan cacat gangguan fisik dan mental. Dari jumlah penduduk Kabupaten Jombang tahun 2006, terdapat sekitar 0,02 % penduduk yang kurang beruntung. Berikut tabel sarana sosial Kabupaten Jombang:

Tabel 2.8 Sarana Sosial Kabupaten Jombang

No Kecamatan Panti Asuhan

1 Bandar Kedung Mulyo

(29)

3 Gudo -4 Diwek 6 5 Ngoro 3 6 Mojowarno 4 7 Bareng -8 Wonosalam -9 Mojoagung 1 10 Sumobito 1

Lanjutan Tabel 2.8 Sarana Sosial Kabupaten Jombang

No Kecamatan Panti Asuhan 11 Jogoroto 1 12 Peterongan -13 Jombang 8 14 Megaluh 1 15 Tembelang 1 16 Kesamben 2 17 Kudu 1 18 Ngusikan -19 Ploso 1 20 Kabuh -21 Plandaan -Total 32

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

Salah satu komponen pembangunan manusia yang vital adalah masalah kesehatan dan sasaran yang hendak dicapai dalam pembangunan kesehatan masyarakat adalah peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang tidak terlepas dari ketersediaan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai. Berikut tabel sarana kesehatan Kabupaten Jombang:

Tabel 2.9 Sarana Kesehatan Kabupaten Jombang

No Kecamatan Rumah

Sakit Puskesmas PengobatanBalai

1 Bandar Kedung Mulyo - 3 1

2 Perak - 3 2 3 Gudo - 5 3 4 Diwek 1 6 5 5 Ngoro - 6 4 6 Mojowarno 1 6 1 7 Bareng - 4 -8 Wonosalam - 5 1 9 Mojoagung - 6 2 10 Sumobito - 6 3 11 Jogoroto - 4 2 12 Peterongan 1 6 3

(30)

Kabupaten Jombang 14 Megaluh - 4 1 15 Tembelang - 6 2 16 Kesamben - 4 3 17 Kudu - 3 1 18 Ngusikan - 4 -19 Ploso - 4 3 20 Kabuh - 4 -21 Plandaan - 5 -Total 9 106 46

Sumber: Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

2.4.7. SARANA PERIBADATAN

Masyarakat Kabupaten Jombang sebagian besar memeluk agama Islam, dan agama yang pemeluknya paling sedikit adalah Budha. Di Kabupaten Jombang tumbuh lima agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Kehidupan beragama ini didukung oleh sarana peribadatan. Berikut sarana peribadatan di Kabupaten Jombang

Tabel 2. 10 Tempat Peribadatan Menurut Kecamatan di Kabupaten Jombang No Kecamatan Masjid Langgar

/Mushola Gereja Protestan Gereja Katolik Pura Vihara 1 Bandar Kd. Mulyo 43 63 - - - -2 Perak 33 42 2 - - -3 Gudo 57 113 9 - - -4 Diwek 88 313 2 - - -5 Ngoro 74 253 7 - 2 -6 Mojowarno 82 256 6 - - -7 Bareng 79 76 6 - - -8 Wonosalam 52 66 13 - 4 -9 Mojoagung 57 132 5 1 - 1 10 Sumobito 83 226 1 - - -11 Jogoroto 54 164 - - -12 Peterongan 54 217 1 - - -13 Jombang 92 267 15 1 1 14 Megaluh 35 140 - - -15 Tembelang 40 120 30 - - -16 Kesamben 57 168 - - -17 Kudu 30 112 - - -18 Ngusikan 19 59 - - -19 Ploso 33 85 2 - - -20 Kabuh 37 226 1 - - -21 Plandaan 31 116 3 - - -Total 1.130 3.814 103 2 6 3

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

(31)

Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang penting guna memperlancar kegiatan perekonomian selain untuk memudahkan mobilitas penduduk dari satu daerah menuju daerah lainnya. Panjang jalan yang ada di Kabupaten Jombang mencapai 1000,278 km yang terbagi atas Jalan Nasional 33,443 km, Jalan Propinsi 70,714 km, dan Jalan Kabupaten 896,131km

2.4.9. LISTRIK

Jaringan transmisi tenaga listrik di Kabupaten Jombang dikembangkan untuk menyalurkan tenaga listrik antar sistem yang menggunakan kawat saluran udara dan kabel bawah tanah.

Untuk rencana pengembangan kebutuhan sistem jaringan transmisi tenaga listrik di Kabupaten Jombang meliputi saluran udara tegangan tinggi (SUTT), saluran udara tegangan menengah (SUTM) dan saluran udara tegangan rencah (SUTR). Rencana pengembangan jaringan listrik saluran udara tegangan tinggi (SUTT) meliputi Kecamatan Bareng, Ngoro, Mojowarno, Diwek, Mojoagung, Jogoroto, Jombang, Perak, Bandar Kedungmulyo, dan Tembelang.

2.4.10. TELEPON

Rencana pengembangan sistem jaringan prasarana telekomunikasi di Kabupaten Jombang meliputi infrastruktur telekomunikasi yang berupa jaringan kabel telepon, dan infrastruktur telepon nirkabel antara lain lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS).

Rencana pengembangan tower BTS di Kabupaten Jombang berdasarkan arahan pengembangan tower telekomunikasi di Jawa Timur, dengan menggunakan konsep rencana pengembangan tower bersama.

Arahan pengembangan menara telekomunikasi diarahkan pada wilayah Kabupaten Jombang meliputi Kecamatan Jombang, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Perak, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Diwek, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Tembelang, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Kudu, Kecamatan Bareng, Kecamatan Ploso, Kecamatan Gudo, Kecamatan Sumobito, Kecamatan Kabuh, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Jogoroto,

(32)

Kabupaten Jombang

Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Plandaan, dan Kecamatan Kesamben

2.5. SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA

2.5.1. DEMOGRAFI (Jumlah Penduduk dan Proyeksi)

Berdasarkan hasil Registrasi jumlah penduduk Kabupaten Jombang akhir tahun 2008 sebesar 1.342.358 jiwa. Dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang, Kecamatan Jombang mempunyai jumlah penduduk terbesar, yaitu sebanyak 147.899 jiwa atau 10,22 persen dari total penduduk Kabupaten Jombang. Kepadatan penduduk Kabupaten Jombang sedikit meningkat dari 1.007 jiwa/km2 pada tahun

2007 menjadi 1.154 jiwa/km2 pada tahun 2008. Kepadatan penduduk tertinggi berada

di Kecamatan Jombang sebagai Ibukota Kabupaten dan kepadatan terendah berada di Kecamatan Wonosalan, Kabuh, Plandaan dan Ngusikan.

Perkembangan penduduk di Kabupaten Jombang selama 6 tahun terakhir mengalami pertumbuhan, mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2008 sebesar 2,8%. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah penduduk di wilayah perencanaan selama enam tahun terakhir dan tingkat kepadatan penduduk dapat dilihat pada tabel 2.11

Tabel 2. 11 Jumlah Penduduk Jombang 2002 – 2008 No Kecamatan Jumlah Penduduk 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 1 Bandar Kd.Mulyo 45128 45223 45272 45468 45545 45773 50051 2 Perak 48416 48695 48989 49353 49373 49425 58444 3 Gudo 52532 52728 52830 52916 52984 53177 59161 4 Diwek 88940 91250 91559 92174 92395 92883 113757 5 Ngoro 65201 65375 65587 65581 65894 68039 83975 6 Mojowarno 89641 80908 81320 81399 81300 81400 93864 7 Bareng 49340 49743 50114 50681 50956 51097 57520 8 Wonosalam 30686 30561 31026 31239 31242 31299 35496 9 Mojoagung 69385 70752 71328 71126 71507 72178 76604 10 Sumobito 73867 74007 74578 74472 74490 74856 84797 11 Jogoroto 53686 53840 53871 53893 53997 56086 66684 12 Peterongan 56417 56953 57350 57067 57174 57136 68795 13 Jombang 119546 118156 118752 118666 118456 118204 147899 14 Megaluh 37093 37195 37196 37955 38006 38046 42436 15 Tembelang 50247 50390 50794 51555 51670 51651 55408

(33)

17 Kudu 29660 29696 29718 29843 29950 31168 31903 18 Ngusikan 20306 21116 21162 20341 20583 20790 22611 19 Ploso 40426 41684 41481 41673 41793 42072 43611 20 Kabuh 38759 38764 39005 38998 38977 39150 42343 21 Plandaan 36965 37052 37111 37663 37823 37845 38223 TOTAL 1157336 1155449 1160468 1163420 1165720 1174059 1342358 Sumber: Kabupaten Jombang dalam Angka, 2009

Proyeksi penduduk Kabupaten Jombang berdasarkan perhitungan menggunakan metode Least Square. Berikut tabel Proyeksi penduduk Kabupaten Jombang tahun 2025

Tabel 2.12

Proyeksi Penduduk Kabupaten Jombang 2025 No Kecamatan Tahun 2010 2015 2020 2025 1 Bandar Kd. Mulyo 47840 53363 58886 62199 2 Perak 52251 58282 64314 67933 3 Gudo 55817 62261 68704 72571 4 Diwek 98134 109463 120791 127589 5 Ngoro 70965 79158 87350 92265 6 Mojowarno 87468 97565 107663 113721 7 Bareng 53292 59444 65596 69287 8 Wonosalam 32846 36638 40430 42705 9 Mojoagung 74635 83251 91867 97037 10 Sumobito 78742 87832 96921 102375 11 Jogoroto 58045 64746 71447 75467 12 Peterongan 60859 67885 74910 79126 13 Jombang 127253 141943 156633 165447 14 Megaluh 39732 44318 48905 51657 15 Tembelang 53678 59874 66071 69789 16 Kesamben 64876 72365 79854 84348 17 Kudu 31462 35094 38726 40905 18 Ngusikan 21800 24317 26833 28343 19 Ploso 43467 48485 53503 56514 20 Kabuh 40957 45685 50413 53250 21 Plandaan 39023 43527 48032 50735 TOTAL 1496097 1233141 1375496 1517850

Sumber: Hasil Perhitungan

2.5.2. MIGRASI

Migrasi adalah perpindahan penduduk baik ke dalam maupun ke luar suatu daerah. Migrasi salah satu faktor yang mempengaruhi laju pertambahan penduduk Kabupaten Jombang. Berikut data transmigrasi yang terjadi di Kabupaten Jombang.

(34)

Kabupaten Jombang

Tabel 2.13 Transmigrasi Menurut Daerah Asal dan Jenis Transmigrasi 2008 Kabupaten Jombang

No Kecamatan

Transmigrasi

Umum TransmigrasiSwakarsa Berbantuan

Transmigrasi Swakarsa

Mandiri

KK Jiwa KK Jiwa KK Jiwa

1 Bandar Kedung Mulyo - - -

-2 Perak - - - -3 Gudo - - - -4 Diwek - - - -5 Ngoro - - - -6 Mojowarno - - - -7 Bareng - - - -8 Wonosalam 1 4 - - - -9 Mojoagung - - - -10 Sumobito 6 27 - - - -11 Jogoroto - - - -12 Peterongan 1 3 - - - -13 Jombang 2 8 - - - -14 Megaluh - - - -15 Tembelang - - - -16 Kesamben - - - -17 Kudu - - - -18 Ngusikan - - - -19 Ploso - - - -20 Kabuh - - - -21 Plandaan - - - -Jumlah 10 42 0 0 0 0 2006 0 0 0 0 0 0 2005 10 43 0 0 0 0 2004 13 47 0 0 0 0

Sumber: Kabupaten Jombang Dalam Angka, 2009

2.5.3. PDRB

Besaran PDRB Kabupaten Jombang saat ini telah mencapai Rp 9,7 trilyun. Sedang atas dasar harga konstan 2000 terhitung Rp 5,4 triyun. Artinya dibandingkan tahun sebelumnya telah tumbuh 6,07% dengan inflasi ( harga produsen) sebesar 7,17 % Struktur ekonomi Kabupaten Jombang bertumpu pada empat sektor utama yang secara tradisional menyangga ekonomi sebagai penyerap tenaga kerja. Peranan keempat sektor dominan tersebut pada tahun 2007 adalah, sektor pertanian sebesar 30,69%, sektor industri pengolahan sebesar 12,30%, sektor perdagangan sebesar 34,73%,dan sektor jasa – jasa sebesar 9,6%

(35)

2.5.4. MATA PENCAHARIAN PENDUDUK

Jumlah pencari kerja merupakan jumlah penduduk usia produktif yaitu penduduk dengan kelompok umur 15 – 54 tahun. Berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa jumlah pencari kerja di Kabupaten Jombang pada tahun 2008 secara umum mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2008, para pencari kerja tingkat pendidikan SD dengan jumlah sebanyak 47 jiwa sedangkan pencari kerja yang dari tingkat pendidikan SMP sebanyak 586 jiwa, tingkat pendidikan SLTA dengan jumlah sebanyak 6.665 jiwa sedangkan tingkat pendidikan PT sebanyak 10.794 jiwa. Mengenai jumlah pencari kerja yang terdaftar dan yang telah disalurkan selama lima tahun berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis kelaminnya, dapat dilihat pada tabel 2.14.

Tabel 2.14 Jumlah Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin Kabupaten Jombang tahun 2008

No Pendidikan tertinggi yang ditamatkan

Pencari Kerja Penempatan

L P L+P L P L+P 1 Tidak Tamat SD - - - -2 SD 45 2 47 19 - 19 3 SLTP 298 288 586 111 268 379 4 SLTA 4450 2215 6665 1835 249 2084 5 D1/D2/D3 1010 3001 4011 96 163 259 6 S1 2834 3924 6758 85 68 154 7 S2/S3 9 16 25 - - Jumlah 8646 9446 18092 2146 749 2895 2007 4079 3742 7821 386 632 1018 2006 8765 7580 16345 1135 972 2107 Sumber: Kabupaten Jombang dalam Angka, 2009

2.5.5. KESEHATAN DAN KONDISI SANITASI

LINGKUNGAN MASYARAKAT

Terkait erat dengan ketersediaan air yang memenuhi syarat kesehatan, di Kabupaten Jombang pada tahun 2008 tercatat 7735 penderita penyakit kolera (diare),sebanyak 7735 penderita dirawat di RS. Berikut kondisi di Kabupaten Jombang pada tabel 2.15

(36)

Kabupaten Jombang

Jumlah %Tmpt. SPAL %

Tmpt. Sampah Sampah RT SPAL RT

1 Bareng 14,519 3,065 21.11 3,403 23.44 2 Mojoagung 26,593 26,593 100 14,073 52.92 3 Ploso 11,216 8,708 77.64 6,235 55.59 4 Diwek 38,824 38,824 100 5,670 14.6 5 Tembelang 22,939 22,939 100 9,762 42.56 6 Jombang 51,627 20,959 40.6 18,726 36.27 7 Ngusikan 6,997 3193 45.63 2,330 33.3 8 Kudu 10,470 9299 88.82 3,280 31.33 9 Gudo 23,211 6,173 26.6 12,051 51.92 10 Ngoro 25,046 11,431 45.64 7,217 28.81 11 Mojowarno 36,010 18,051 50.13 13,496 37.48 12 Wonosalam 9,065 1 0.01 3,920 43.24 13 Megaluh 11,411 5,085 44.56 2,958 25.92 14 Kabuh 13,099 0 0 973 7.43 15 Sumobito 34,937 11,621 33.26 7,431 21.27 16 Plandaan 11,140 7,252 65.1 6,786 60.92 17 Kesamben 23,587 4 0.02 6,751 28.62 18 Perak 16,606 325 1.96 5,418 32.63 19 Bandar Km 13,200 - 0 3,528 26.73 20 Peterongan 21,231 9,588 45.16 5,021 23.65 21 Jogoroto 16,068 9,724 60.52 9,965 62.02 437,796 212,835 148,994 No Kecamatan Jumlah KK JUMLAH Tabel 2.15

Sanitasi Lingkungan Kabupaten Jombang 2009

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang 2009

2.5.6. ADAT ISTIADAT, TRADISI DAN BUDAYA

Sebagian besar penduduk Kabupaten Jombang adalah suku Jawa dan mayoritas beragama Islam. Kabupaten Jombang merupakan tempat kelahiran tokoh – tokoh besar Nahdatul Utama (NU) antara lain: KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wachid Hasyim , dan KH. Abdurrachman Wachid. Kabupaten Jombang terkenal dengan pesantrennya antara lain Darul Ulum dan Tebu Ireng.

Kabupaten Jombang juga terkenal dengan sejarah Majapahit salah satu peninggalan sejarahnya adalah. Mojopahit Park terdapat di Kecamatan Sumobito, Kecamatan

(37)

Mojoagung, dan Kecamatan Mojowarno dan Candi Arimbi di Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng. Penduduk Kabupaten Jombang sebagian besar masih melestarikan adat Jawa antara lain Bersih Desa, selamatan, dan lain – lain.

Gambar

Gambar 2.1. Struktur Tata Ruang Jawa Timur
Gambar 2.2. Rencana Struktur Ruang Gerbangkertosusila Plus
Gambar 2.3. Rencana Struktur Ruang Mojokerto – Jombang
Tabel 2.1.  Fungsi  Wilayah dan Perkotaan  Jombang Perkotaan/
+7

Referensi

Dokumen terkait

Program Pengembangan Kecamatan merupakan program nasional yang berlaku diseluruh tanah air. Dengan demikian mencakup wilayah yang sangat luas meliputi beratus

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan tanaman pangan tiap kecamatan dan arahan pengembangan wilayah menurut sarana prasarana pada

(3) Kawasan perikanan tangkap di laut sebagaimana yang dimaksud pada Ayat (2) huruf a diarahkan pada wilayah perairan laut di kawasan pesisir pantai utara, meliputi

Pengembangan wilayah bagian Tengah yang meliputi Kecamatan Taliwang yang merupakan ibukota kabupaten, kecamatan Brang Ene, dan kecamatan Brang Rea adalah mutlak

Pemekaran wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sidamanik yang dimekarkan.. menjadi Kecamatan Sidamanik dan Pamatang Sidamanik, Kecamatan

Sungai Brantas yang melintas di sebelah barat dan utara yang membatasi wilayah Kabupaten.. Jombang dan

Kecamatan Bonang pada kegiatan produksi primer aspek perikanan tangkap yang memiliki potensi pengembangan adalah seluruh Desa wilayah pesisir Kecamatan Bonang meliputi

Wilayah kecamatan yang potensial untuk dilakukan pengembangan meliputi 6 (enam) kecamatan, yaitu Kecamatan Krangkeng, Juntinyuat, Pasekan, Cantigi, Kandanghaur dan