KONSTRUKSI SOSIAL TATO DI KOMUNITAS MUSIK INDIE SURABAYA

13 

Teks penuh

(1)

KONSTRUKSI SOSIAL TATO DI KOMUNITAS MUSIK INDIE

SURABAYA

Disusun Oleh: Yusuf Raditya

071114075

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI DEPARTEMEN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA

(2)

Halaman Pernyataan Tidak Melakukan Plagiat

Bagian atas keseluruhan isi skripsi ini tidak pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademis pada bidang studi dan/atau universitas lain dan tidak pernah dipublikasikan/ditulis oleh individu selain penyusun kecuali bila dituliskan dengan format kutipan dalam isi Skripsi.

(3)

KONTRUKSI SOSIAL TATO DI KOMUNITAS MUSISI INDIE

SURABAYA

SKRIPSI

Maksud : Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi S1 pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Disusun oleh : Yusuf Raditya 071114075

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI DEPARTEMEN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA

(4)

Halaman persembahan ini saya tulis dari lubuk hati yang paling dalam untuk orang-orang disekitar saya, yang hadir pada waktu saya lahir kedunia, yang hadir sepanjang kehidupan saya, dan yang hadir dari awal perkuliahan hingga saat ini, dan juga untuk semua orang yang berpengaruh terhadap kelangsungan karir saya. Berikut daftar halaman persembahan skripsi saya:

Tuhan YME

Terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT yang selalu berada di setiap langkah saya walaupun saya kurang taat terhadap Nya. Saya sangat bersyukur atas seluruh nikmat dan masalah yang diberikan oleh Nya.

Keluarga

Terima kasih untuk kedua orang tua saya, Abah Achmad Djuraidi dan Mama Yayuk budi Rahayu yang selalu ada disisi saya dari saya lahir ke dunia hingga sekarang ini dan tak henti-hentinya mendoakan anaknya agar selalu sukses dalam berbagai hal. Terima kasih kepada kakak-adik saya, Ridhan Fadlur Rahman dan Septian Sidiq Purnomo walaupun hubungan kami tak dekat karena kesibukan masing-masing namun support dan effort kalian sangat berharga dikehidupan saya.

KPS Departemen Sosiologi

Terima kasih kepada para dosen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga yang tanpa lelah selalu membimbing para mahasiswanya agar berguna di masyarakat. Terima kasih kepada dosen pembimbing saya yang paling charming yaitu Papa Novri Susan dan terima kasih kepada dosen penguji skripsi saya yaitu Prof Bagio dan Pak Darso yang telah memberikan nilai sesuai dengan harapan saya. Terima kasih dosen-dosen Sosiologi Prof Wirawan, Pak Septi, Pak Herwanto, Bu Uut selaku dosen wali saya, Bu Udji, dan Bu Emi.

Teman-teman dan Sahabat

(5)

dilakukanya. Terima kasih yang tak henti-hentinya kepada Sosiologi angkatan 2011 yaitu kepada Sofyan yang selalu saya repotkan untuk berdiskusi mengenai perkuliahan ataupun kehidupan, Visky, Zul Fahmi, Osa, Mas Brewok, abdul, Nelly, Kisna. Kemudian kepada keluarga besar Hoomee Café, Oliv,Arok, Ari, El yang selalu membantu saya dalam setiap permasalahan saya, sampai siding skripsipun sangat membantu saya. Teman-teman komunnitas event Surabaya Berontak yang tetap mensupport saya.

Musisi Indie dan Komunitas Tato

(6)

Halaman Persetujuan Pembimbing

KONTRUKSI SOSIAL TATO DI KOMUNITAS

MUSISI INDIE SURABAYA

Skripsi ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui untuk diujikan.

Surabaya, 8 Oktober 2015

Dosen pembimbing

(7)

HALAMAN PENGESAHAN PANITIAN PENGUJI

Skripsi ini telah diujikan dan disahkan dihadapan Komisi Penguji.

Program Studi : Sosiologi Departemen : Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga

Pada hari : Rabu Tanggal : 21 Oktober

(8)

ABSTRAK

Fenomena musisi bertato merupakan konsekuensi dari persaingan industri musik di era modern. Pengunaan tato lebih berkembang di kalangan musisi indie. Kondisi tersebut dikarenakan musisi dengan major label dalam membentuk identitas lebih mudah daripada musisi indie yang mengembangkan semangat Do It Yourself. Akan tetapi, di dalam konteks negara Indonesia pengunaan tato sering kali diasumsikan sebagai criminal. Sehingga banyak konsekuensi yang harus di terima oleh orang yang memiliki tato. Atas dasar tersebut penelitian ini mencoba menelaah kontruksi sosial tato di komunitas musisi indie di kota Surabaya. Kajian ini mengunakan metode konstruksi sosial. Untuk metode penentuan informan mengunakan metode

snowball, sedangkan untuk metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan dalam analisa teori konstruksi sosial.

Hasil penelitian ini menunjukan konstruksi sosial tato di komunitas musisi indie menunjukan tato sebagai identitas, seni, bahkan menjadi inspirasi dalam bermusik. Identitas tato yang diasumsikan kriminal dalam pemikiran musisi indie berlaku dalam realitas sosial objektif. Dikalangan musisi indie identitas kriminal tato dipahami sebagai realitas subjektif. Untuk tafsir sosial tato di kalangan musisi indie berawal dalam fase internalisasi kemudian objektivasi dan eksternalisasi. Internalisasi ditandai dengan penggunaan tato dikarenakan adanya musisi idola yang menginspirasi tato. Objektivasi ketika musisi bertato masuk dikalangan musisi indie sehingga memperkuat tato sebagai identitas bermusik. Fase eksternalisasi ketika musisi indie yang bertato mencoba memberikan pemahaman mengenai arti tato yang sebenarnya kepada masyarakat umum. Eksternalisasi tato di kalangan musisi indie tidak berlangsung secara kosong, akan tetapi juga bertujuan untuk membongkar budaya dominan yang mengasumsikan tato sebagai kriminal.

(9)

ABSTRACT

Tattooed musician phenomenon is a consequence of competitive music industry in the modern era. The use of the tattoo is more developed among indie musicians. The condition is caused by a major label musicians in forming the identity more easily than indie musicians who developed the spirit of Do It Yourself. However, in the context of Indonesia use of tattoos are often assumed to be a criminal. So many consequences that must be received by people who have tattoos. On the basis of this study takes a closer look at the social construction tattooed indie musicians community in the city of Surabaya. This study uses the method of social construction. For the method of determining the informant using the snowball method, while for the method of data collection using interviews and observation. In this study, the theory used in the analysis of the theory of social construction. Results of this study show a tattoo on the social construction of indie musicians community showed tattoos as identity, art, even an inspiration in music. Tattoos assumed identity criminals into thinking indie musicians applicable in objective social reality. Among indie musicians tattoos criminal identity is understood as subjective reality. For social commentary tattoos among indie musicians originated in a phase of objectivation and internalization then externalization. Internalization is characterized by the use of tattoos because of the idol that inspires musicians tattoos. Objectivation when entering the tattooed musician among musicians indie thereby strengthening the tattoo as a musical identity. Externalization phase when tattooed indie musician who tries to give an understanding of the exact meaning of the tattoo to the general public. Externalization of tattoos among indie musicians do not take place empty, but also aims to dismantle the dominant culture which assumes tattoos as criminal.

(10)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat segala limpahan berkah dan

rahmat-Nya lah skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Sehingga

peneliti dapat memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Studi S1 Sosiologi

pada Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Dalam skripsi ini secara garis besar membahas “Konstruksi Sosial Tato di

Komunitas Musisi Indie Surabaya”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat

memberikan manfaat berupa media bacaan dan rujukan guna mengangalisis

permasalahan sosial dari perspektif Sosiologi Budaya.

Dalam proses penelitian skripsi ini dari tahap awal hingga akhir tidak terlepas dari

dukungan dan bimbingan berbagai pihak pihak. Untuk itu peneliti ucapkan terima

kasih kepada:

1. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan doa yang tak henti-hentinya,

serta dukungan semangat yang tak pernah berhenti dari beliau.

2. Dosen pembimbing skripsi saya, pak Novri Susan yang telah banyak bersedia

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, masukan dan motivasi

kepada peneliti dalam mengerjakan skripsi.

3. Ketua Departemen Sosiologi, Bapak Herwanto yang memberikan bimbingan

dan informasi ke peneliti mulai dari mata kuliah proposal pemilihan judul

sampai memberikan pengetahuan tentang topik skripsi peneliti.

4. Seluruh staf pengajar di Departemen Sosiologi, antara lain: Pak Sudarso, Pak

Hotman Siahaan, Pak Doddy, Ibu Tutik, Pak Benny Sumbodo, Pak Bagong

(11)

Subgyo Adam, Pak Edy Herry, Ibu Emmy Susanti, Pak Karnaji, Pak Wirawan,

dan Pak Novri. Terima kasih atas semua ilmu yang bapak dan ibu berikan

selama ini.

5. Seluruh teman-teman SOC11OHEROES (Sosiologi 2011) terima kasih yang

memberikan warna kehidupan dalam perkuliahan dan kalian memberikan

pengalaman yang untuk kedepannya.

6. Terima kasih juga kepada para informan yang telah banyak meluangkan waktu

serta membantu dalam segala informasi dalam penulisan skripsi ini.

7. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu-persatu. Peneliti sangat

menghargai dan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan doa dari

kalian semua.

Penulis menyadari penelitian ini masih jauh dari sempurna. Saran yang membangun

sangat diharapkan untuk perbaikan yang berkelanjutan serta juga diharapkan adanya

penelitian lanjutan dari topik ini – mengingat masih terbatasnya kemampuan penulis

dalam meneliti studi ini. Semoga penelitian ini dapat berguna bagi penelitian-penelitian

selanjutnya, serta dapat memperluas khasanah ilmu pengetahuan yang ada terutama

dalam disiplin ilmu Sosiologi khususnya Sosiologi Budaya.

Surabaya, 24 Januari 2016

(12)

DAFTAR ISI

Cover dalam i

Halaman Tidak Melakukan Plagiat ii

Halaman Persembahan iv

Halaman Persetujuan Pembimbing vi

Halaman Pengesahan Panitia Penguji vii

ABSTRAK viii

I.5.1 Teori Konstruksi Sosial oleh Peter L. Berger ... 9

I.5.2.Masyarakat sebagai realitas objektif (society as objective reality) ... 12

I.5.3 Teori Counter Hegemony ... 15

1.6 Metodologi Penelitian ... 18

1.6.1 Pendekatan Penelitian ... 18

1.6.2 Tipe Penelitian ... 19

1.6.3 Subjek Penelitian ... 22

1.6.4 Metode Pengumpulan Data ... 24

1.6.5 Metode Analisis Data ... 26

I.7 Sistematika Pembahasan ... 28

BAB II: KONTEKS SOSIAL HISTORIS TATO DAN MUSISI INDIE II.1 Sejarah dan Perkembangan Tato ... 30

(13)

II.2.1 Tato Mentawai ... 40

II.2.2 Tato Dayak ... 42

II.2.3 Tato Bali ... 44

II.3 Efek Negatif Tato ... 47

II.4 Metode Penghapusan Tato ... 48

II.5 Jenis-jenis Gambar Tato ... 49

II.6 Sekilas Tentang Musik Indie ... 50

II.6.1 Musik Indie Di Indonesia ... 53

BAB III: TATO DAN KEHIDUPAN SOSIAL MUSISI INDIE III.1. Pengetahuan Sebelum Menggunakan Tato ... 61

III.2. Latar Belakang Menggunakan Tato ... 64

III.3. Hubungan Seni Tato dan Profesi ... 69

III.4. Konsekuensi Tato Bagi Musisi Indie ... 75

III.5. Dialektika Pemikiran Musisi Bertato Terhadap Konsekuensi Kepemilikan Tato ... 78

III.6. Pemikiran Musisi Tentang Tato Saat Ini ... 81

III.7. Konstruksi Sosial Tato Di Kalangan Musisi Indie (Rangkuman Analisis Penelitian ... 85

BAB IV: KONSTRUKSI SOSIAL PENGGUNAAN TATO DI KALANGAN MUSISI INDIE DI SURABAYA IV.1. Identitas Kriminal Tato Dalam Realitas Sosial Objektif ... 90

IV.2. Identitas Kriminal Tato Sebagai Realitas Sosial Subjektif Di Kalangan Musisi Indie ... 93

IV.3. Tafsir Sosial Tato di Kalangan Musisi Indie ... 98

IV.4. Sekumpulan Pengetahuan tentang tato Sebagai Referensi Tindakan Counter Hegemony di Kalangan Musisi indie Pengguna Tato ... 105

BAB V: PENUTUP V.1. Kesimpulan ... 112

V.2. Saran dan Rekomendasi ... 114 DAFTAR PUSTAKA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...