PENGARUH SUPERVISI PENGAWAS, KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DAN KOMPENSASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN SE KECAMATAN WONOSEGORO TAHUN PELAJARAN 2015-2016 - Test Repository

106  Download (0)

Teks penuh

(1)

PENGARUH SUPERVISI PENGAWAS, KELOMPOK

KERJA GURU (KKG) DAN KOMPENSASI

TERHADAP PROFESIONALISME GURU

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN SE

KECAMATAN WONOSEGORO

TAHUN PELAJARAN 2015-2016

Oleh:

ZENI NGINDAHUL MASRUROH, S.Pd.I NIM.M1.14.014

Tesis diajukan sebagai pelengkap persyaratan untuk gelar Magister Pendidikan Islam

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

(2)

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA PROGRAM: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : Zeni Ngindahul Masruroh, S.Pd.I

NIM : M1.14.014

Program Studi : Pendidikan Agama Islam Konsentrasi : Pendidikan Agama Islam Tanggal Ujian : 29 Agustus 2016

Judul Tesis : Pengaruh Supervisi Pengawas, Kelompok Kerja Guru dan Kompensasi TerhadapnProfesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam di SDN se Kecamatan Wonosegoro TahunPelajaran 2015-2016

Panitia Munaqosah Tesis

1. Ketua Penguji : Dr. H. Zakiyuddin, M.Ag.

2. Sekretaris : Dr. Winarno, M.Pd.

3. Penguji I : Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag.

(3)

PERNYATAAN KEASLIAN

“Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tesis ini merupakan hasil karya sendiri dan sepanjang pengetahuan dan keyakinan saya tidak mencantumkan tanpa pengakuan bahan-bahan yang telah dipublikasikan sebelumnya atau ditulis oleh orang lain, atau sebagian bahan yang pernah diajukan untuk gelar atau ijazah pada Institut Agama Islam Negeri Salatiga atau perguruan tinggi lainnya.”

Salatiga, 29 Agustus 2016 Yang membuat pernyataan

(4)
(5)

ABSTRAK

Judul : Pengaruh Supervisi Pengawas, Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kompensasi Terhadap Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam di SDN se Kecamatan Wonosegoro Tahun pelajaran 2015-2016

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi data supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru, kompensasi dan profesionalisme guru di SDN se Kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016 dan pengaruh secara parsial maupun simultan supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru dan kompensasi terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN se Kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016.

Penelitian dirancang sebagai penelitian survey yang bersifat menjelaskan fenomena bagaimana pengaruh dua variabel atau lebih dan seberapa tingkat pengaruhnya dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini sejumlah 30 responden guru Pendidikan Agama Islam di SDN Kecamatan Wonosegoro.

Variasi data penelitian pada guru PAI kecamatan Wonosegoro variabel supervisi pengawas (X1) diperoleh mean sebesar 41,50 dengan kriteria sangat baik 3,3%, baik 46,7%, cukup 50% dan kurang baik 0%. Kelompok Kerja Guru (X2) diperoleh mean sebesar 43,07 dengan kriteria sangat baik 23,3%, baik 46,7%, cukup 30% dan kurang baik 0%. Kompensasi (X3) diperoleh mean sebesar 38,93 dengan kriteria sangat baik 0%, baik 37%, cukup 63%, kurang baik 0% dan Profesionalisme Guru (Y) diperoleh mean sebesar 57,57 dengan kriteria sangat baik 66,6 %, baik 33,4%, cukup dan kurang baik 0%.

Hasil analisis regresi parsial maupun ganda menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Supervisi Pengawas terhadap profesionalisme guru PAI sebesar 31,9% (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan KKG terhadap profesionalisme guru PAI 45,2% (3) Terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan kompensasi terhadap profesionalisme guru PAI 23,3% dan (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama Supervisi Pengawas, KKG dan Kompensasi terhadap profesionalisme guru PAI di kecamatan Wonosegoro sebesar 62,7%.

(6)

ABSTRACT

Title : The Effect of the Regulatory Supervision, The Working Group of Teachers, and Compensation in the Profesionalism of Teacher of islamic Religious Education in Public Primary Schools in the Academic Year 2015-2016 Wonosegoro Districts

This study aims to determine variations in the regulatory supervision of data, the Working Group Master, compensation and professionalism of teachers in public elementary school in the school year 2015-2016 the District Wonosegoro and partially and simultaneously influence the regulatory supervision, the Working Group Master and compensation in the professionalism of teachers of Islamic religious education in Public Elementary school District of Wonosegoro the Academic Year 2015-2016.

The study was designed as a research survey that is to explain the phenomenon of how the influence of two or more variables and how a degree of influence by using quantitative methods. The population of this research were 30 respondents teacher of Islamic education at State Elementary School District of Wonosegoro.

Variations of research data on the teacher of Islamic education districts Wonosegoro watchdog supervision variable (X1) obtained a mean of 41.50 with an excellent criterion of 3.3%, 46.7% good, just 50% and less good 0%. Teachers Working Group (X2) obtained a mean of 43.07 with the criteria very good 23.3%, good 46.7%, just 30% and less good 0%. Compensation (X3) obtained a mean of 38.93 with the criteria of excellent 0%, 37% good, 63% enough, not good 0% and Professional Teacher (Y) obtained a mean of 57.57 with the criteria of an excellent 66.6%, good 33.4%, and less good enough 0%.

The results of multiple regression analysis partial or show that (1) There is a positive and significant influence on the Supervision of Trustees of Islamic Education teacher professionalism of 31.9% (2) There is a positive and significant influence Teacher Working Group in the professionalism of teachers of Islamic Religious Education 45.2% (3) There is a negative and significant influence compensation in the professionalism of teachers of Islamic education 23.3%, and (4) There is a positive and significant influence jointly Supervision Supervisors, teachers Working Group, and compensation for Religious Education teacher professionalism Islam in the sub Wonosegoro amounted to 62.7%.

(7)

PRAKATA

Bissmillaahirrakhmaanirrakhim,

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha pengasih lagi maha Penyayang. Peneliti panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayah, taufik serta inayahNya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tesis dengan judul: “Pengaruh Supervisi Pengawas, Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Kompensasi terhadap Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam di SDN se kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016” dengan baik.

Shalawat serta salam penulis haturkan kepada nabi Allah Muhammad SAW yang telah membawa risalah Islam sehingga dapat menjadi bekal hidup berupa ilmu pengetahuan baik di dunia maupun diakhirat.

Tesis ini merupakan tugas akhir dan syarat wajib guna memperoleh gelar Magister Pendidikan Agama Islam di IAIN Salatiga.

Penulis dalam menyelesaikan tesis ini mendapat bantuan baik moril maupun materiil dari beberapa pihak, maka dalam kesempatan ini dengan rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., selaku Rektor IAIN Salatiga

2. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy M.Ag., selaku Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga

3. Asfa Widiyanto, Ph.D., selaku ketua Prodi Pendidikan Islam IAIN Pascasarjana Salatiga

4. Dr. Winarno, M.Pd, selaku pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran ditengah-tengah kesibukannya, beliau selalu memberikan bimbingan sampai penulisan tesis ini selesai.

5. Ayahanda Muntholib dan Ibunda Wagiyem yang selalu ada dalam suka dukaku. Adikku Ahmad Darul Efendi Musa dan Masku Zanuar Dewanto, tesis ini aku persembahkan untuk kalian.

(8)

7. Para Kiyai-kiyaiku (bapak Muhammad Khalim, bapak Muhammad Khazim, bapak Kamaluddin Iskandar, bapak Amnan Muqaddam, Ibu Rofiqotul Makiyyah Al Hafidzoh) yang selalu mengiringi restunya untukku.

8. Teman-teman Pasca angkatan 2014 yang menemani perjuanganku selama aku belajar di kampus penuh kenangan, tanpa kalian kebahagiaan ini takkan bermakna.

Peneliti menyadari bahwa pengetahuan yang dimiliki peneliti masih kurang, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun peneliti harapkan. Semoga bermanfaat dan mendapat ridho dari Allah SWT, Amiinn, Amiinn, Amiinn

yaa Robbal ’Alamin.

Salatiga, 29 Agustus 2016 Peneliti,

(9)

DAFTAR ISI

D. Teknik Pengumpulan Data ... E. Analisis Data ...

ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN ...

(10)

BAB V

C.

Hasil Uji Hipotesis ...

D.

Pembahasan Hasil Penelitian ... PENUTUP ...

A. Simpulan ... B. Saran ...

31 36 39 39 40 DAFTAR PUSTAKA ... LAMPIRAN ... BIOGRAFI PENULIS ...

(11)

DAFTAR TABEL

Diskripsi Supervisi Pengawas di kecamatan Wonosegoro ... Diskripsi Kelompok Kerja Guru di kecamatan Wonosegoro ... Diskripsi kompensasi di kecamatan Wonosegoro ... Diskripsi Profesionalisme Guru di kecamatan Wonosegoro ... Hasil Uji Normalitas ... Hasil Uji Pengaruh kompensasi (X3) terhadap profesionalisme

guru (Y) ... Hasil Uji Pengaruh Secara Bersama-sama Supervisi Pengawas,

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(13)
(14)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik. Tugas pendidik dititik beratkan pada upaya untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psikomotorik.1 Guru merupakan profesi yang memerlukan keahlian khusus dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Hal ini sesuai Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bab IV Pasal 8 bahwa: ”Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”.2

Upaya peningkatan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam di kecamatan Wonosegoro dilakukan oleh pengawas sekolah dan penyelenggaraan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), melalui kegiatan supervisi pengawas secara sistematis, terprogram, dan berkelanjutan diharapkan berbagai kesulitan guru ketika pembelajaran dapat diatasi. Melalui kegiatan KKG guru diberi bekal dalam mengembangkan proses belajar mengajar. Hal tersebut bertujuan agar pembelajaran tercapai secara optimal.

Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah pertemuan profesional guru sekolah dasar yang bersifat aktif dalam membahas berbagai masalah profesional keguruan, yaitu melalui merencanakan, melaksanakan dan menilai proses serta hasil kegiatan belajar mengajar. Tujuan diadakannya KKG adalah untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi dan tugas pokok guru sekolah dasar (SD). Namun kenyataan di lapangan tidak semua guru PAI turut hadir dalam kegiatan KKG tersebut. Kegiatan KKG PAI di kecamatan

1

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rodaskarya, 1992, 74.

2

(15)

Wonosegoro memfasilitasi administrasi guru PAI, mulai dari silabus, prota, promes dan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk menunjang profesionalitasnya sebagai guru. Tetapi hal tersebut kurang dimanfaatkan, bahkan banyak diantara mereka yang dalam pengajarannya tidak sesuai dengan RPP yang telah disajikan.

Faktor lain yang menunjang profesionalisme seorang guru adalah kompensasi yang diterima. Kompensasi adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atas kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi. Pemberian kompensasi diharapkan dapat lebih meningkatkan profesionalisme seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik. Besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi tingkat profesionalisme seorang pendidik. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini akan membahas tentang Pengaruh Supervisi Pengawas, Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Kompensasi terhadap Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri yang berada di kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana variasi data supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru, kompensasi dan profesionalisme guru di SDN se-Kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016?

2. Apakah ada pengaruh supervisi pengawas terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016?

3. Apakah ada pengaruh Kelompok Kerja Guru terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016?

(16)

5. Apakah ada pengaruh supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru dan kompensasi secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016?

C. Signifikansi Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Mengetahui variasi data supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru, kompensasi dan profesionalisme guru di SDN se-Kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

b. Mengetahui pengaruh supervisi pengawas terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

c. Mengetahui pengaruh Kelompok Kerja Guru terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

d. Mengetahui pengaruh kompensasi terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

e. Mengetahui pengaruh supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru dan kompensasi secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

2. Manfaat Penelitian a. Secara teoritik

(17)

b. Secara praktis

1) Memberi informasi pada praktisi pendidikan tentang pengaruh pengawas, Kelompok Kerja Guru (KKG), dan kompensasi guru terhadap profesionalisme guru PAI.

2) Meningkatkan perhatian pengawas terutama pengawas guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI.

3) Dapat memberikan pengetahuan tentang pentingnya penyelenggaraan Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI.

D. Kajian Pustaka

Berdasarkan pengamatan kepustakaan, kajian mengenai pengaruh supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru (KKG), dan kompensasi terhadap profesionalisme guru PAI sudah ada hasil karya yang relevan, diantaranya:

Sudiyanto, tentang “Pengaruh supervisi, pendidikan dan pelatihan, serta partisipasi dalam Kelompok Kerja Guru terhadap profesional guru sekolah dasar di kecamatan Semarang Utara Kota Semarang”. Hasil penelitiannya adalah Supervisi yang dilakukan kepala sekolah SDN di kecamatan Semarang Utara terhadap guru kelas dalam predikat baik dengan pengaruh sebesar 16,60%. Pendidikan dan Pelatihan mempunyai pengaruh yang positif dengan predikat cukup dengan prosentase 11,20%. Kegiatan KKG memiliki pengaruh yang positif terhadap profesional guru dengan predikat baik, dengan angka 32,50%. Supervisi pengawas, Pendidikan dan Pelatihan dan Partisipasi dalam Kelompok Kerja Guru secara simultan memiliki pengaruh yang signifikansi/positif dengan prosentase 33,80%.3

Tri Khotimah Sholikhah, tentang “Kegiatan Kelompok Kerja Guru PAI SDN dalam meningkatkan kinerja guru PAI di kecamatan Kotagede Yogyakarta”. Hasil penelitiannya adalah kegiatan KKG PAI SDN Kotagede adalah perencanaan

3

(18)

pembelajaran, berupa pengkajian silabus, program penyusunan, dan RPP. Hasil pengukuran kinerja pengawas menunjukkan hasil setelah anggota KKG mengikuti kegiatan forum KKG 26% Guru PAI SDN mendapatkan nilai yang amat baik dan 74% lainnya dalam predikat baik. Kegiatan KKG di SDN Se-kecamatan Kotagede mampu memotivasi kreatifitas guru sehingga kinerja yang ditampilkan adalah kinerja yang terbaik.4

Sarah Sarwati, tentang “Pengaruh kinerja supervisor dan kegiatan KKG terhadap peningkatan kompetensi professional Guru PAI di SDN Se-kecamatan Susukan kabupaten Cirebon”. Hasil penelitiannya adalah Terdapat kontribusi positif dan signifikan antara kinerja supervisor dengan kompetensi professional sebesar 32,1%. Terdapat kontribusi positif dan signifikan antara kegiatan KKG dengan kompetensi professional sebesar 30,1% dan terdapat kontribusi positif dan signifikan antara kinerja supervisor dan kegiatan KKG secara bersama-sama terhadap kompetensi professional sebesar 36,9%.5

Sumarno, tentang “Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan profesionalisme guru terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes”. Hasil penelitiannya adalah Kepemimpinan kepala sekolah di SDN kecamatan Paguyangan termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 58,8 Profesionalisme guru di SDN kecamatan Paguyangan termasuk dalam kategori profesional dengan skor rata-rata 58,1 dan Kinerja guru di SDN kecamatan Paguyangan termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 61,4.6

Marnesya Afifah, tentang “Pengaruh motivasi, kompensasi, dan pengembangan karier terhadap kinerja guru (studi kasus pada SMK Nusantara Jl. Tarumanegara Dalam No. 1 Ciputat)”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa motivasi, kompensasi, dan pengembangan karier secara signifikan mempengaruhi

4

Tri Khotimah Sholikhah, Kegiatan Kelompok Kerja Guru PAI SDN dalam Meningkatkan Kinerja Guru PAI di Kecamatan Kotagede Yogyakarta, Tesis, Yogyakarta: 2015.

5

Sarah Sarwati, Pengaruh Kinerja Supervisor dan Kegiatan KKG terhadap Peningkatan Kompetensi Professional Guru PAI di SD kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon, Tesis, Cirebon: 2012.

6

(19)

kinerja guru dengan nilai sig F 0,000 < 0,1 dan nilai F hitung sebesar 18,976. Hasil uji t (parsial) motivasi secara signifikan mempengaruhi kinerja guru dengan nilai sig t 0,025 < 0,1 dan nilai t hitung 2,310, pengembangan karier secara signifikan mempengaruhi kinerja guru dengan nilai sig t 0,000 < 0,1 dan nilai t hitung sebesar 4,439.7

Nihayatul Mukhlisoh, tentang “Pengaruh pendidikan dan pelatihan, kompensasi dan kepuasan kerja guru terhadap kinerja guru Madrasah Tsanawiyah swasta kecamatan Bulakamba Brebes”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja guru dengan kriteria cukup sebesar 29,5%, terdapat pengaruh positif antara kompensasi terhadap kinerja guru dengan kriteria cukup sebesar 42,8%, dan terdapat pengaruh positif antara kepuasan kerja terhadap kinerja guru dengan kriteria cukup sebesar 24,8%. Dan terdapat pengaruh positif antara pendidikan dan pelatihan, kompensasi, dan kepuasan kerja secara simultan terhadap kinerja guru sebesar 55,4% dengan korelasi 0,744.8

Berdasarkan kajian pustaka di atas, terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan, persamaannya membahas tentang profesionalisme guru, sedangkan perbedaannya terdapat pada variabel yang mempengaruhi profesionalisme guru. Dalam penelitian terdahulu variabel supervisi pengawas dilakukan oleh kepala sekolah, sedangkan supervisi dalam penelitian ini dilakukan oleh pengawas PAI. Persamaan selanjutnya terdapat pada subjek penelitian yang diteliti merupakan guru PAI, sedangkan objek dalam penelitian ini ditujukan pada guru PAI di kecamatan Wonosegoro.

7

Marnesya Afifah, Pengaruh Motivasi, Kompensasi, dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Guru (Studi Kasus pada SMK Nusantara Jl. Tarumanegara Dalam No. 1 Ciputat), Tesis, Jakarta, 2011.

8

Nihayatul Mukhlisoh, Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan, Kompensasi dan Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Swasta Kecamatan Bulakamba Brebes,

(20)

BAB II

KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS

A. Supervisi Pengawas

Supervisi adalah pandangan dari orang yang lebih ahli kepada orang yang memiliki keahlian dibawahnya.9 Supervisi diperlukan dalam proses pendidikan berdasarkan dua hal penting: Pertama, perkembangan kurikulum yang merupakan gejala kemajuan pendidikan. Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan-perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar pendidikan berdasarkan kurikulum itu dapat terlaksana dengan baik. Kedua, pengembangan personel, pegawai, atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Demikian juga dengan sekolah, kepala sekolah, guru tenaga tata usaha memerlukan peningkatan karirnya, pengetahuan, dan keterampilannya. Pengembangan personel ini dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab lembaga bersangkutan melalui penataran, tugas belajar, lokakarya, dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tangung jawab pegawai sendiri dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya.10

Pelaksanaan supervisi di sekolah pada dasarnya dilakukan oleh mereka yang menduduki fungsi administratif. Pada sekolah yang sudah berkembang pelaksanaannya diserahkan kepada petugas khusus yang dinamakan supervisor, direktur, pengawas atau konsultan. Tugas utamanya adalah menyediakan bantuan dan dukungan bagi pertumbuhan profesional guru.11 Seorang supervisor bertugas mengembangkan kurikulum, pengorganisasian untuk instruksi, menyediakan staf,

9

Nur Aedi, Pengawas Pendidikan Tinjauan Teori dan Praktik, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014, 12.

10

Daryanto, Administrasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2008, 173-174.

11

(21)

menyediakan fasilitas, menyediakan bahan, mengatur untuk pendidikan

in-service, anggota staf tugas, berorientasi berkaitan jasa murid khusus,

mengembangkan hubungan masyarakat, dan mengevaluasi.12 Seorang supervisor juga harus memiliki lima dimensi kepemimpinan, yaitu; (1) Menetapkan tujuan dan harapan, (2) Mengambil Strategi, (3) Perencanaan, koordinasi dan evaluasi pengajaran dan kurikulum, (4) Mempromosikan dan berpartisipasi dalam pembelajaran dan pengembangan guru, (5) Memastikan lingkungan tertib dan mendukung.13

Oliva mengatakan bahwa seorang supervisor harus mengembangkan landasan sebagai berikut:

1. Learning theory and education nal psychology (teori belajar dan pendidikan

psikologi).

2. Philosophy of education (Filsafat pendidikan)

3. History of education, especially of curriculum and instructional development

(Pendidikan sejarah, terutama dari kurikulum dan pengembangan instruksional)

4. The role of the school in society (Peraturan sekolah)

5. Curriculum development (Pengembangan kurikulum)

6. Instructional design and methods (Desain dan metode pembelajaran)

7. Group dynamics (Dinamika kelompok)

8. Conferencing and counseling (Bimbingan dan konseling)

9. Assessment of teacher performance (Penilaian kinerja guru). 14

Menurut UU no. 2 tahun 2002 BAB IV Pasal 8 seorang pengawas harus memiliki 5 kompetensi, yaitu:

1. Kompetensi kepribadian, meliputi;

a. Memiliki akhlak mulia dan dapat diteladani b. Memiliki tanggungjawab terhadap tugas

12

Peter F. Oliva, Developing the Curriculum, New York: Longman, 2001, 20.

13Muhammad Idris, “

The Impact of Supervision, Motivation and Work Ethic on Teachers’ Professional Competence: A Case Study of Private Islamic High School Teachers”, International Journal of Human Resource Studies, Number 1 (2016), 149.

14

(22)

c. Memiliki kreatifitas dalam bekerja dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan tugas jabatan

d. Memiliki keinginan yang kuat untuk belajar hal-hal yang baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya

e. Memililki motivasi yang kuat kerja pada dirinya dan pada pihak-pihak pemangku kepentingan

2. Kompetensi supervisi akademik, meliputi seorang pengawas harus;

a. Mampu memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan perkembangan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

b. Mampu memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan atau PAI pada Sekolah

c. Mampu membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum

d. Mampu membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

e. Mampu membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

f. Mampu membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah danatau PAI pada Sekolah

(23)

tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

h. Mampu memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah danlatau PAI pada Sekolah.

3. Kompetensi evaluasi pendidikan, meliputi seorang pengawas harus:

a. Mampu menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan Madrasah dan/atau PAI pada sekolah

b. Mampu membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

c. Mampu menilai kinerja Kepala Madrasah, guru, staf Madrasah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaian di Madrasah dan atau PAI pada Sekolah

d. Mampu memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

e. Mampu membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah f. Mampu mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala,

kinerja guru dan staf Madrasah.

4. Kompetensi penelitian dan pengembangan, meliputi seorang pengawas harus: a. Mampu menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam

pendidikan

b. Mampu menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti, baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karir c. Mampu menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian

(24)

d. Mampu melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok dan tanggung jawabnya e. Mampu mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik

data kualitatif maupun data kuantitatif

f. Mampu menulis karya tulis ilmiah dalam bidang pendidikan dan/atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan

g. Mampu menyusun pedoman, panduan, buku, dan/atau modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

h. Mampu memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di Madrasah dan/atau PAI pada Sekolah

5. Kompetensi sosial, meliputi pengawas harus:

a. Mampu bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya

b. Aktif dalam kegiatan organisasi profesi pengawas satuan pendidikan dalam rangka mengembangkan diri.15

B.Kelompok Kerja Guru (KKG)

Kelompok kerja guru merupakan organisasi profesi guru sekolah dasar yang bersifat independen yang berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat.16 Kelompok kerja guru adalah suatu wadah kegiatan profesional untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta

15

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah, 5-7.

16

(25)

untuk membina hubungan kerjasama koordinatif dan fungsional antara sesama GPAI yang bertugas pada sekolah dasar.17

Kelompok kerja guru (KKG) bertujuan untuk:

1. Menumbuhkan kegairahan guru untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam rangka meningkatkan sikap percaya diri sebagai guru

2. Menyetarakan kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan

3. Mendiskusikan permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan mencari cara penyelesaian yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, guru, kondisi sekolah dan lingkungan

4. Membantu guru memperoleh informasi teknis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan keilmuan iptek, kegiatan pelaksanaan kurikulum, metodologi dan sistem evaluasi sesuai dengan mata pelajaran yang bersangkutan

5. Saling berbagi informasi dan pengalaman dalam rangka menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.18

C.Kompensasi

Kompensasi mengandung arti yang lebih luas daripada upah atau gaji. Upah atau gaji lebih menekankan pada balas jasa yang bersifat finansial, Kompensasi adalah keseluruhan reward yang diberikan pada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan mereka. Kompensasi terdiri dari finansial dan non finansial. Finansial terdiri dari langsung dan tidak langsung. Finansial langsung merupakan balas jasa berupa upah, gaji, bonus dan komisi. Finansial tidak langsung berupa jaminan sosial, asuransi PHK, asuransi kesehatan, pensiun, pelayanan karyawan, dan uang tambahan. Sedangkan kompensasi non finansial

17

Ditjen Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Pedoman KKG PAI SDN, Jakarta: Departemen Agama RI, 2008, 3-4.

18

(26)

terdiri dari pekerjaan (keberagamaan keahlian) dan lingkungan pekerjaan.19 Kompensasi mengarah kepada semua reward extrinsik yang diterima karyawan sebagai imbalan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh mereka. Gaji lebih mengarah kepada uang yang nyata sebagai imbalan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Kompensasi terdiri dari upah dasar, gaji, insentif, bonus, serta benefit lainnya.20

Kompensasi mempunyai dua aspek, pertama, pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah, gaji, intensif, komisi, dan bonus. Kedua, pembayaran tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan, seperti asuransi dan uang liburan yang dibayarkan perusahaan. Pemberian kompensasi dapat meningkatkan prestasi kerja dan memotivasi karyawan. Oleh karena itu, perhatian organisasi atau perusahaan terhadap pengaturan kompensasi secara rasional dan adil sangat diperlukan.

1. Tujuan Pemberian kompensasi

Pada umumnya, kompensasi bertujuan untuk kepentingan bersama, baik perusahaan, karyawan, maupun pemerintah/masyarakat. Supaya tujuan tercapai dan memberikan kepuasan bagi semua pihak, hendaknya program kompensasi ditetapkan berdasarkan prinsip adil dan wajar. Tujuan pemberian kompensasi sebagai berikut:

a. Pemenuhan kebutuhan ekonomi b. Meningkatkan produktivitas kerja c. Memajukan organisasi atau perusahaan d. Menciptakan keseimbangan dan keadilan21 e. Meningkatkan harga diri

f. Mempererat hubungan kerja

g. Mencegah karyawan meninggalkan perusahaan h. Meningkatkan disiplinkerja

19

Mondy R. W, Human Resours Management, New York: Prentice Hall, 2005, 598.

20

Byars L.L dan L.W. Rue, Human Resours Management, New York: Mc Graw Hill, 2005, 275.

21

(27)

i. Meningkatkan kemampuan bersaing

j. Mempermudah perusahaan mencapai tujuan

k. Melaksanakan peraturan perundang-undanga yang berlaku l. Memperluas kesempatan penerapan kemajuan teknologi.22 2. Fungsi Kompensasi

Pemberian kompensasi memiliki fungsi:

a. Pengalokasian sumber daya manusia secara efisien. Fungsi ini menunjukkan pemberian kompensasi kepada karyawan yang berprestasi akan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik

b. Penggunaan sumber daya manusia secara lebih efisien dan efektif. c. Mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.23

Melalui kompensasi karyawan dapat meningkatkan kinerja (prestasi kerja), motivasi dan kepuasan kerja serta meningkatkan kebutuhan hidupnya. Adanya kompensasi yang memadai dapat membuat karyawan termotivasi untuk bekerja dengan baik, mencapai prestasi seperti yang diharapkan perusahaan, dan dapat meningkatkan tingkat kepuasan karyawan. Kompensasi yang mereka terima mencerminkan ukuran dari apa yang telah mereka lakukan/berikan kepada perusahaan sehingga hal ini berhubungan dengan nilai karya bagi perusahaan.

D.Profesionalisme Guru

Profesionalisme merupakan komitmen anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pekerjaannya.24 Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan

22

Gouzali Saydam, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Toko Gunung Agung, 2000, 167-168.

23

Indah Puji Hartatik, Mengembangkan Sumber Daya Manusia..., 245.

24

(28)

formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.25 Profesionalisme guru adalah suatu profesi yang didalamnya terdapat tugas-tugas yang harus dijalankan oleh seorang guru dengan penuh dedikatif, sesuai dengan bidang keahliannya dan selalu melakukan improvisasi diri.

1. Tugas Profesional Guru

Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dari dimensi tersebut peranan guru sulit digantikan oleh orang lain. Setidaknya ada enam tugas dan tanggung jawab guru dalam mengembangkan profesinya, yakni;

a. Guru bertugas sebagai pengajar

Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran.

b. Guru bertugas sebagai pembimbing

Tugas dan tanggung jawab guru sebagai pembimbing memberi tekanan kepada tugas memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.

c. Guru bertugas sebagai administrator kelas

Tugas dan tanggung jawab guru sebagai administrator kelas pada hakikatnya merupakan jalinan antara ketatalaksanaan bidang pengajaran dan ketatalaksanaan pada umumnya.

d. Guru bertugas sebagai pengembang kurikulum

Tanggung jawab guru dalam hal ini adalah berusaha untuk mempertahankan apa yang sudah ada serta mengadakan penyempurnaan praktik pengajaran agar hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.

e. Guru bertugas untuk mengembangkan profesi

Tanggung jawab mengembangkan profesi pada dasarnya ialah tuntutan dan panggilan untuk selalu mencintai.Menghargai, menjaga, dan meningkatkan tugas dan tanggung jawab profesinya.

25

(29)

f. Guru bertugas untuk membina hubungan dengan masyarakat

Tanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat berarti guru harus dapat berperan menempatkan sekolah sebagai bagian integral dari masyarakat serta sekolah sebagai pembaharu masyarakat. Untuk itu guru dituntun dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah.26

Profesionalisme guru bisa ditilik dari sejauhmana ia menguasai prinsip-prinsip pedagogis secara umum maupun didaktik-metodik secara khusus yang berlaku setiap mata pelajaran. Profesionalisme guru merupakan wujud dari pengabdian, dan menjunjung tinggi kode etik profesi kependidikan/keguruan.

Guru dituntut memenuhi cakupan kompetensi berkaitan dengan profesionalisme guru sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2015 BAB IV Pasal 8 meliputi: 27

a. Kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya

b. Kompetensi kepribadian

Kompetensi kepribadian (personel) berarti seorang guru harus memiliki sifat-sifat kepribadian tertentu, yaitu ciri-ciri hakiki kepribadian guru yang menuntunnya ke arah pencapaian tujuan pendidikan.

c. Kompetensi sosial

Kompetensi sosial berarti seorang guru bersedia memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dirancang.

26

Buchari Alma, Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar..., 132-133.

27

(30)

d. Kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi

Kompetensi profesional berhubungan dengan kemampuan dan tekad guru dalam menjalankan tugas keguruannya.

2. Prinsip professional

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Bab 3 pasal 7 dinyatakan bahwa prinsip profesionalitas guru sebagai berikut:

a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme

b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia

c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas

d. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas

e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan

f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja

g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat

h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan

i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.28

Dari rumusan di atas diharapkan agar guru dalam pelaksanaan tugasnya di sekolah mampu menjadi tenaga yang profesional guna meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran yang selanjutnya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Guru yang profesional harus memiliki keahlian dalam bidang yang diajarkan, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, dan memiliki rasa kesejawatan dan kode etik serta memandang tugasnya sebagai karir hidup.

28

(31)

E.Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.29 Berdasarkan landasan teori di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

1. Terdapat pengaruh supervisi pengawas terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

2. Terdapat pengaruh Kelompok Kerja Guru terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

3. Terdapat pengaruh kompensasi terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016 4. Terdapat pengaruh supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru dan kompensasi

secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro Tahun Pelajaran 2015-2016

29

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D,

(32)

BAB III

METODE PENELITIAN

1. Jenis Penelitian

Penelitian tentang Pengaruh supervisi pengawas, Kelompok Kerja Guru dan Kompensasi terhadap profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SDN Se-kecamatan Wonosegoro ini adalah penelitian yang berjenis kuantitatif

2. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.30 Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah semua guru pendidikan agama Islam sekolah dasar di kecamatan Wonosegoro terdiri dari 30 guru PAI.

3. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah objek penelitian atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.31 Dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas terdiri dari supervisi pengawas (X1), Kelompok Kerja Guru (X2), Kompensasi (X3), dan variabel terikat Profesionalisme guru sebagai (Y). Keterkaitan antara variabel-variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan pada paradigma sebagai berikut:

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D..., 117.

31

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Edisi Revisi 2010, Jakarta: Rineka Cipta: 2010, 161.

X1

X2

X3

(33)

Keterangan:

X1 : Supervisi pengawas X2 : Kelompok Kerja Guru X3 : Kompensasi

Y : Profesionalisme guru 4. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode yang diklasifikasikan menjadi dua/jenis, yaitu: a. Data Kepustakaan

Data kepustakaan digunakan untuk memperoleh informasi tentang supervisi pengawas, KKG, Kompensasi dan Profesionalisme.

b. Data Lapangan

Data lapangan diperoleh dari hasil atau penelitian lapangan, dalam hal ini peneliti menggunakan metode sebagai berikut:

1) Metode Dokumentasi

Metode ini digunakan untuk mencari data yang berasal dari buku, majalah, dokumen, peraturan, notulen rapat, agenda dan sebagainya yang mendukung penelitian.

2) Angket (kuesioner)

Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang hal-hal yang ia alami dan ketahui.

5. Analisis Data a. Skala Pengukuran

Untuk keperluan analisis, data yang diperoleh dari kuesioner/angket berupa pernyataan masing-masing diberikan bobot penilaian dengan menggunakan skala likert seperti yang termuat dalam tabel 1:

Tabel 3.1 Skala Pengukuran Data Kuesioner

Pilihan Jawaban Skor Makna

Selalu 4 Sangat Baik

Sering 3 Baik

Kadang-kadang 2 Cukup

(34)

b. Uji Statistik

Setelah data terkumpul hal selanjutnya yang dilakukan adalah menganalisis data tersebut yaitu dengan:

1) Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrument.32 Validitas ini diuji menggunakan korelasi product moment dengan bantuan komputer program SPSS release 16,0. Item pernyataan dianggap valid jika nilai r hitung > r tabel. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Jumlah

Berdasarkan tabel di atas, Variabel supervisi pengawas (X1) dari 20 item terdapat 16 item yang valid dan 4 item tidak valid. Variabel kelompok kerja guru (X2) terdapat 15 item yang valid dan 5 item tidak valid. Variabel kompensasi (X3) terdapat 16 item yang valid dan 4 item tidak valid. Dan Variabel Profesionalisme (Y) terdapat 19 item yang valid dan 1 item tidak valid. Item yang tidak valid tidak dipakai sebagai instrumen penelitian. 2) Uji Reliabilitas

Kata reliabilitas dalam bahasa Indonesia diambil dari kata reliability, dalam bahasa Inggris berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya. Seorang dikatakan dapat dipercaya jika orang tersebut selalu bicara ajek (konsisten), tidak berubah-ubah.33 Reliabilitas ini diuji menggunakan

32

Trianto, Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010, 269.

33

(35)

bantuan komputer program SPSS release 16,0. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Jumlah

Item

Koefisien Hasil Analisis

Keterangan

Supervisi Pengawas 16 0,917 Reliabel Kelompok Kerja Guru 15 0,921 Reliabel

Kompensasi 16 0,891 Reliabel

Profesionalisme 19 0,971 Reliabel

Nilai Alpha untuk semua variabel di atas 0,444 sehingga dapat dikatakan semua instrumen penelitian reliabel.

Berdasarkan hasil analisis uji validitas dan reliabilitas di atas, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item instrumen penelitian sudah teruji validitas maupun reliabilitasnya, sehingga telah memenuhi syarat sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. 3) Uji Asumsi Klasik

a) Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak. Penggunaan model regresi mensyaratkan bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Adapun teknik yang digunakan untuk menguji normalitas data menggunakan rumus kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program spss. Untuk mendekteksi data tersebut normal apa tidak dilakukan dengan cara apabila nilai probabilitas > 0,05 maka berdistribusi normal, dan jika nilai probabilitas < 0,05 maka tidak berdistribusi normal.

b) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi dalam penelitian ini dapat memenuhi syarat apabila tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas.34 Untuk mendeteksi ada atau

34

(36)

tidaknya multikolinearitas dalam model regresi adalah dengan melihat pada nilai Variance Inflation Factor (VIF). Nilai cut-off yang dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah VIF>10, Apabila VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa pada regresi tersebut terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen.

c) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual tetap disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas pada penelitian ini adalah dengan cara melihat grafik scatterplot.

4) Uji Hipotesis

a) Analisis Regresi Sederhana

Uji regresi sederhana bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel prediktor yaitu pengaruh supervisi pengawas PAI (X1), Kelompok kerja guru (X2) dan kompensasi (X3) terhadap Profesionalisme guru (Y) dengan menggunakan persamaan regresi:

Keterangan:

Y : Nilai yang diprediksi a : Bilangan konstan

b : Bilangan koefisien Prediktor X : Nilai variabel prediktor.35 b) Analisis Regresi Ganda

Setelah diketahui pengaruh masing-masing variabel prediktor terhadap satu variabel kriterium, selanjutnya dilakukan uji regresi ganda untuk menganalisis nilai pengaruh dua atau lebih variabel prediktor

35

Nurul Zuhriah, Motodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2007, 214.

(37)

terhadap satu variabel kriterium dengan menggunakan rumus persamaan regresi:36

Untuk pengujian hipotesis menggunakan bantuan komputer program SPSS release 16,0.

c) Uji F

Uji signifikansi (pengaruh nyata) variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun secara bersama-sama melalui uji F, dengan hipotesis yang diuji:

Ho : R = 0, berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variable independen (X1, X2, X3) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Y).

Ha : R 0, berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X1, X2, X3) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Y).

Kriteria pengujian sebagai berikut: Ho ditolak apabila Fhitung > Ftabel Ho diterima apabila Fhitung < Ftabel

Teknik pengolahan data penelitian akan di uji menggunakan

software SPSS release 16,0 dengan taraf signifikansi 5%.

36

(38)

BAB IV

ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN

A.Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru pendidikan agama Islam di kecamatan Wonosegoro. Data penelitian diambil menggunakan angket yang terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas untuk masing-masing instrumen. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah Supervisi pengawas (X1), Kelompok Kerja Guru (X2), Kompensasi (X3), dan Profesionalisme Guru (Y), dengan variasi data sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Analisis Variabel Penelitian Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

X1 30 37 57 41.50 4.711

X2 30 33 57 43.07 6.554

X3 30 29 46 38.93 3.695

Y 30 46 75 57.57 9.160

Valid N (listwise) 30

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa variabel Supervisi pengawas (X1) diperoleh mean sebesar 41,50 dengan standar deviasi 4,711. Variabel Kelompok Kerja Guru (X2) diperoleh mean sebesar 43,07 dengan standar deviasi 6,554. Variabel Kompensasi (X3) diperoleh mean sebesar 38,93 dengan standar deviasi 3,695, dan variabel Profesionalisme Guru (Y) diperoleh mean sebesar 57,57 dengan standar deviasi 9,160. Secara rinci dengan distribusi frekuensi diskripsi masing-masing variabel sebagai berikut:

1. Variabel Supervisi Pengawas (X1)

Variabel Supervisi Pengawas instrumen penelitian sebanyak 16 butir pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban, sehingga dapat ditentukan skor sebagai berikut:

Skor tertinggi 4 X 16 = 64 Skor terendah 1 X 16 = 16

(39)

Interval Kelas = 48 : 4 = 12

Diskripsi data Supervisi Pengawas di kecamatan Wonosegoro berdasarkan kriteria skor adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2 Diskripsi Supervisi Pengawas di kecamatan Wonosegoro No Interval Kriteria Frekuensi Prosentase

1 53 – 64 Sangat Baik 1 3,3 %

2 41 – 52 Baik 14 46,7 %

3 29 – 40 Cukup 15 50 %

4 17 – 28 Kurang 0 0%

Jumlah 30 100%

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dijelaskan bahwa supervisi pengawas PAI di kecamatan Wonosegoro menurut persepsi guru pendidikan agama secara berturut-turut diketahui kriteria sangat baik 3,3 %, baik 46,7 %, cukup 50 % dan kurang baik 0%. Sedangkan diperoleh mean sebesar 41,50 yang terletak pada interval 41-52 dalam kategori baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa supervisi yang dilakukan pengawas PAI terhadap guru PAI adalah baik. 2. Variabel Kelompok Kerja Guru (X2)

Variabel Kelompok Kerja Guru instrumen penelitian sebanyak 15 butir pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban, sehingga dapat ditentukan skor sebagai berikut:

Skor tertinggi 4 X 15 = 60 Skor terendah 1 X 15 = 15

Range = 45

Interval Kelas = 45 : 4 = 11

Diskripsi data Kelompok Kerja Guru di kecamatan Wonosegoro berdasarkan kriteria skor adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Diskripsi Kelompok Kerja Guru di kecamatan Wonosegoro No Interval Kriteria Frekuensi Prosentase

1 50 – 60 Sangat Baik 7 23,3 %

2 39 – 49 Baik 14 46,7 %

3 28 – 38 Cukup 9 30,0 %

4 17 – 27 Kurang baik 0 0%

(40)

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dijelaskan bahwa Kelompok kerja guru di kecamatan Wonosegoro diketahui kriteria sangat baik 23,3 %, baik 46,7 %, cukup 30,0 % dan kurang baik 0%. Sedangkan diperoleh mean sebesar 43,07 yang terletak pada interval 39-49 dalam kategori baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kelompok kerja guru yang dilakukan guru PAI di kecamatan Wonosegoro termasuk dalam kriteria baik.

3. Variabel Kompensasi (X3)

Variabel kompensasi instrumen penelitian sebanyak 16 butir pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban, sehingga dapat ditentukan skor sebagai berikut: Skor tertinggi 4 X 16 = 64

Skor terendah 1 X 16 = 16

Range = 48

Interval Kelas = 48 : 4 = 12

Diskripsi data kompensasi di kecamatan Wonosegoro berdasarkan kriteria skor adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Diskripsi kompensasi di kecamatan Wonosegoro No Interval Kriteria Frekuensi Prosentase

1 53 – 64 Sangat Baik 0 0 %

2 41 – 52 Baik 11 37 %

3 29 – 40 Cukup 19 63 %

4 17 – 28 Kurang 0 0%

Jumlah 30 100%

(41)

4. Variabel Profesionalisme Guru (Y)

Variabel Profesionalisme Guru instrumen penelitian sebanyak 19 butir pertanyaan dengan 4 pilihan jawaban, sehingga dapat ditentukan skor sebagai berikut:

Skor tertinggi 4 X 19 = 76 Skor terendah 1 X 19 = 19

Range = 57

Interval Kelas = 57 : 4 = 14

Diskripsi data Profesionalisme Guru di kecamatan Wonosegoro berdasarkan kriteria skor adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5 Diskripsi Profesionalisme Guru di kecamatan Wonosegoro No Interval Kriteria Frekuensi Prosentase 1 53 – 76 Sangat Baik 20 66,6 %

2 39 – 52 Baik 10 33,4 %

3 25 – 38 Cukup 0 0 %

4 11 – 24 Kurang 0 0%

Jumlah 30 100%

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dijelaskan bahwa profesionalisme guru PAI diketahui dalam kriteria sangat baik 66,6 %, baik 33,4 %, cukup 0 % dan kurang baik 0%. Sedangkan diperoleh mean sebesar 57,57 yang terletak pada interval 53-76 dalam kategori sangat baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya guru PAI kecamatan Wonosegoro termasuk dalam ketegori sangat baik.

B.Hasil Uji Asumsi Klasik

(42)

1. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak. Apabila nilai probabilitas > 0,05 maka berdistribusi normal, dan apabila nilai probabilitas < 0,05 maka tidak berdistribusi normal.

Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

X1 X2 X3 Y

N 30 30 30 30

Normal Parametersa Mean 41.50 43.07 38.93 57.57

Std. Deviation 4.711 6.554 3.695 9.160

Most Extreme Differences Absolute .176 .199 .134 .144

Positive .176 .199 .100 .144

Negative -.170 -.108 -.134 -.113

Kolmogorov-Smirnov Z .962 1.091 .732 .787

Asymp. Sig. (2-tailed) .313 .185 .657 .566

a. Test distribution is Normal.

Berdasarkan hasil kolmogorov-Smirnov diatas, untuk masing-masing variabel Supervisi Pengawas (0,962 > 0,05), KKG (1,091 > 0,05), Kompensasi (0,732 > 0,05) dan Profesionalisme Guru (0,787 > 0,05) maka data tersebut berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi adalah dengan melihat pada nilai

Variance Inflation Factor (VIF). Apabila VIF > 10, maka dapat disimpulkan

(43)

Tabel 4.7 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B

Std.

Error Beta Tolerance VIF

1(Constant) 49.020 15.773 3.108 .005

Supervisi Pengawas .526 .317 .271 1.659 .109 .540 1.853

KKG .585 .232 .419 2.525 .018 .523 1.914

Kompensasi -.988 .304 -.399 -3.247 .003 .953 1.050

a. Dependent Variable: Profesionalisme Guru

Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh nilai Tolerance untuk masing-masing variabel Supervisi Pengawas, KKG dan Kompensasi lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut tidak terjadi multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Adapun hasil dapat dilihat pada gambar 4.1:

Gambar 4.1 Hasil Uji Heteroskedastisitas

(44)

C. Hasil Uji Hipotesis

1. Pengaruh supervisi pengawas (X1) terhadap profesionalisme guru (Y) Untuk mengetahui pengaruh variabel supervisi pengawas (X1) terhadap variabel terikat profesionalisme guru (Y) dan seberapa besar pengaruhnya, akan dianalisis dengan regresi sederhana. Adapun hasilnya sebagaimana pada tabel berikut:

Tabel 4.8 Hasil Uji Pengaruh supervisi pengawas (X1) terhadap profesionalisme guru (Y)

(45)

Adapun besarnya pengaruh Supervisi pengawas terhadap profesionalisme guru dapat dilihat pada output berikut:

Model Summary

Berdasarkan output di atas, nilai R square sebesar 0,319 berarti variabel supervisi pengawas berpengaruh terhadap profesionalisme guru sebesar 31,9% dan sisanya sebesar 68,1% dipengaruhi oleh faktor lain.

2. Pengaruh Kelompok Kerja Guru (X2) terhadap profesionalisme guru (Y) Untuk mengetahui pengaruh variabel kelompok kerja guru (X2) terhadap variabel terikat profesionalisme guru (Y) dan seberapa besar pengaruhnya, akan dianalisis dengan regresi sederhana. Adapun hasilnya sebagaimana pada tabel berikut:

Tabel 4.9 Hasil Uji Pengaruh kelompok kerja guru (X2) terhadap profesionalisme guru (Y)

(46)

pengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru, hal ini dapat dilihat pada output berikut:

ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 1100.382 1 1100.382 23.114 .000a

Residual 1332.985 28 47.607

Total 2433.367 29

a. Predictors: (Constant), KKG

b. Dependent Variable: Profesionalisme Guru

Adapun besarnya pengaruh kelompok kerja guru terhadap profesionalisme guru dapat dilihat pada output berikut:

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .672a .452 .433 6.900

a. Predictors: (Constant), KKG

Berdasarkan output di atas, nilai R square sebesar 0,452 berarti variabel kelompok kerja guru berpengaruh terhadap profesionalisme guru sebesar 45,2% dan sisanya sebesar 44,8% dipengaruhi oleh faktor lain.

3. Pengaruh Kompensasi (X3) terhadap profesionalisme guru (Y)

(47)

Tabel 4.10 Hasil Uji Pengaruh kompensasi (X3) terhadap

Berdasarkan output di atas diperoleh koefisien regresi sebesar -1,197 dan konstanta sebesar 104,171. Maka bentuk hubungan variabel kompensasi dengan profesionalisme guru dalam persamaan regresi Y = 104,171 - 1,197 X3. Ini berarti jika kompensasi guru meningkat 1 poin maka profesionalisme guru akan menurun -1,197 poin pada konstanta 104,171. Hubungan variabel ini linier, dijelaskan dengan hasil uji F melalui output komputer sig 0,007 < 0,05, hal ini dapat dilihat pada output berikut:

ANOVAb

Adapun besarnya pengaruh kompensasi guru terhadap profesionalisme guru dapat dilihat pada output berikut:

Model Summary

(48)

4. Pengaruh Supervisi Pengawas (X1), Kelompok Kerja Guru (X2) dan Kompensasi (X3) terhadap profesionalisme guru (Y)

Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel supervisi pengawas, kelompok kerja guru dan kompensasi terhadap variabel terikat profesionalisme guru dan seberapa besar pengaruhnya, akan dianalisis dengan regresi ganda dengan bantuan program spss. Adapun hasilnya sebagaimana pada tabel berikut:

Tabel 4.11 Hasil Uji Pengaruh Secara Bersama-sama Supervisi Pengawas, Kelompok Kerja Guru dan Kompensasi terhadap

Profesionalisme Guru

(49)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1524.916 3 508.305 14.548 .000a

Residual 908.450 26 34.940

Total 2433.367 29

a. Predictors: (Constant), Kompensasi, Supervisi Pengawas, KKG

b. Dependent Variable: Profesionalisme Guru

Berdasarkan output di atas dijelaskan bahwa supervisi pengawas, KKg dan kompensasi berpengaruh terhadap profesionalisme guru secara bersama-sama adalah signifikan, diperoleh hasil uji F sebesar 14,548 lebih besar dari tabel distribusi F alpha 0,05 yaitu 2,98 atau sig 0,000 < 0,05. Adapun besarnya supervisi pengawas, KKG dan kompensasi berpengaruh terhadap profesionalisme guru secara bersama-sama dapat dilihat pada output berikut:

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .792a

.627 .584 5.911

a. Predictors: (Constant), Kompensasi, Supervisi Pengawas, KKG

Berdasarkan output di atas, nilai R square sebesar 0,627 berarti variabel supervisi pengawas, KKG dan kompensasi berpengaruh terhadap profesionalisme guru secara bersama-sama sebesar 62,7% dan sisanya sebesar 37,3% dipengaruhi oleh faktor lain.

D.Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengaruh Supervisi Pengawas (X1) terhadap profesionalisme guru (Y)

(50)

yang positif terhadap profesionalisme guru PAI, sebagaimana hasil analisis regresi pada supervisi pengawas bertanda positif dan signifikan. Apabila supervisi pengawas semakin baik, maka profesionalisme guru PAI semakin meningkat.

2. Pengaruh Kelompok Kerja Guru (X2) terhadap profesionalisme guru (Y)

Hasil analisis deskripsi menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan pada guru PAI di SD Kecamatan Wonosegoro pada tahun pelajaran 2015/2016 termasuk dalam kategori baik diperoleh mean sebesar 43,07 yang terletak pada interval 39-49 dengan prosentase 46,7%. Prosentase ini senada dengan supervisi pengawas yang sama-sama memberikan sumbangan sebesar 46,7% untuk profesionalisme guru PAI. Terdapat pengaruh KKG terhadap profesionalisme guru PAI sebesar 45,2%. Hal ini menunjukkan bahwa KKG memberikan kontribusi yang besar terhadap profesionalisme guru PAI dibandingkan sengan supervisi pengawas. Pengaruh KKG terhadap profesionalisme guru PAI menunjukkan hasil koefisien regresi yang positif dan signifikan.

3. Pengaruh Kompensasi (X3) terhadap profesionalisme guru (Y)

(51)

4. Pengaruh Supervisi Pengawas (X1), Kelompok Kerja Guru (X2) dan Kompensasi (X3) terhadap profesionalisme guru (Y)

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis di atas, terbukti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan supervisi pengawas, KKG terhadap profesionalisme guru PAI. Superfisi pengawas memberi kontribusi sebesar 31,9%, yang berarti apabila supervisi pengawas semakin baik, maka profesionalisme guru PAI semakin meningkat. KKG PAI terhadap profesionalisme guru PAI memberi kontribusi sebesar 45,2%. Hal ini juga berarti apabila kegiatan KKG semakin sering dilakukan, maka profesionalisme guru PAI semakin meningkat. Sedangkan terdapat pengaruh negatif kompensasi terhadap profesionalisme guru PAI sebesar 23,3%. Pengaruh negatif ini berarti apabila kompensasi naik maka profesionalisme guru PAI akan menurun. Dengan indikasi ini guru pendidikan agama Islam di kecamatan Wonosegoro tidak memperhatikan kompensasi yang diberikan, tetapi lebih pada pengabdiannya kepada agama untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki dan mengabdi pada negara dengan ikhlas.

(52)

BAB V

PENUTUP

A.Simpulan

1. Berdasarkan analisis deskriptif variasi data penelitian pada guru PAI kecamatan Wonosegoro variabel supervisi pengawas (X1) diperoleh mean sebesar 41,50 dengan kriteria sangat baik 3,3%, baik 46,7%, cukup 50% dan kurang baik 0%. Kelompok Kerja Guru (X2) diperoleh mean sebesar 43,07 dengan kriteria sangat baik 23,3%, baik 46,7%, cukup 30% dan kurang baik 0%. Kompensasi (X3) diperoleh mean sebesar 38,93 dengan kriteria sangat baik 0%, baik 37%, cukup 63%, kurang baik 0% dan Profesionalisme Guru (Y) diperoleh mean sebesar 57,57 dengan kriteria sangat baik 66,6 %, baik 33,4%, cukup dan kurang baik 0%.

2. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan supervisi pengawas PAI terhadap profesionalisme guru PAI sebesar 31,9%. Pengaruh positif ini berarti apabila supervisi pengawas semakin baik, maka profesionalisme guru PAI semakin meningkat.

3. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan KKG PAI terhadap profesionalisme guru PAI sebesar 45,2%. Pengaruh positif ini berarti apabila kegiatan KKG semakin sering dilakukan, maka profesionalisme guru PAI semakin meningkat.

4. Terdapat pengaruh yang negatif kompensasi terhadap profesionalisme guru PAI sebesar 23,3%. Pengaruh negatif ini berarti apabila kompensasi naik maka profesionalisme guru akan menurun.

(53)

B.Saran

1. Pengawas PAI harus selalu memberikan motivasi kepada guru PAI dan dan mengupayakan serta memberdayakan guru secara terus menerus agar profesionalisme guru semakin meningkat. Serta memberi arahan kepada guru PAI bahwa mendidik adalah tugas mulia yang tidak bisa diganti dengan materi/gaji.

2. Pengelola KKG lebih meningkatkan perannya sebagai fasilitator dan motivator bagi guru dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dibutuhkan guru PAI dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru. 3. Profesionalisme guru PAI di kecamatan Wonosegoro harus tetap

dipertahankan dan ditingkatkan.

Figur

Tabel 3.2 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Tabel 3.2

Rangkuman Hasil Uji Validitas p.34
Tabel 3.3 Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas

Tabel 3.3

Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas p.35
Tabel 4.1 Hasil Analisis Variabel Penelitian Descriptive Statistics

Tabel 4.1

Hasil Analisis Variabel Penelitian Descriptive Statistics p.38
Tabel 4.2 Diskripsi Supervisi Pengawas di kecamatan Wonosegoro

Tabel 4.2

Diskripsi Supervisi Pengawas di kecamatan Wonosegoro p.39
Tabel 4.3 Diskripsi Kelompok Kerja Guru di kecamatan Wonosegoro

Tabel 4.3

Diskripsi Kelompok Kerja Guru di kecamatan Wonosegoro p.39
Tabel 4.4 Diskripsi kompensasi di kecamatan Wonosegoro

Tabel 4.4

Diskripsi kompensasi di kecamatan Wonosegoro p.40
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Tabel 4.6

Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test p.42
Tabel 4.7 Hasil Uji Multikolinieritas

Tabel 4.7

Hasil Uji Multikolinieritas p.43
Gambar 4.1 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Gambar 4.1

Hasil Uji Heteroskedastisitas p.43
Tabel 4.8 Hasil Uji Pengaruh supervisi pengawas (X1) terhadap

Tabel 4.8

Hasil Uji Pengaruh supervisi pengawas (X1) terhadap p.44
Tabel 4.9 Hasil Uji Pengaruh kelompok kerja guru (X2) terhadap

Tabel 4.9

Hasil Uji Pengaruh kelompok kerja guru (X2) terhadap p.45
Tabel 4.10 Hasil Uji Pengaruh kompensasi (X3) terhadap

Tabel 4.10

Hasil Uji Pengaruh kompensasi (X3) terhadap p.47
Tabel 4.11 Hasil Uji Pengaruh Secara Bersama-sama Supervisi

Tabel 4.11

Hasil Uji Pengaruh Secara Bersama-sama Supervisi p.48
tabel distribusi F alpha 0,05 yaitu 2,98 atau sig 0,000 < 0,05. Adapun

tabel distribusi

F alpha 0,05 yaitu 2,98 atau sig 0,000 < 0,05. Adapun p.49

Referensi

Memperbarui...