• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ( RSIA ) PADANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERENCANAAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ( RSIA ) PADANG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1. Pendahuluan

Mengandung, melahirkan dan mempunyai anak adalah fase yang paling penting dalam kehidupan wanita. Bagi seorang wanita, memiliki anak adalah indikator bahwa dirinya adalah manusia yang sempurna, sehingga kehamilan selalu ditunggu dan jika masa itu datang maka

akan dijaga dan dirawat dengan sebaik mungkin. Karena itu keberadaan sebuah rumah sakit bersalin yang menyediakan layanan pra dan pasca melahirkan menjadi suatu hal yang penting.

Kehadiran Rumah Sakit Ibu dan Anak yang Nyaman, aman di Kota Padang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan indikator meningkatnya sumber daya manusia, meningkatnya kualitas hidup masyarakat, memperpanjang umur harapan hidup, meningkatnya kesejahteraan keluarga dan

PERENCANAAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ( RSIA )

PADANG

Romi Safrianto¹, Eko alvares, Z, Ika Mutia

1Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta

E-mail : [email protected]

Abstract

This thesis is about planning Mother and Child Hospital (MCH) Padang. This analyzes purposed to plan Mother and Child Hospital (MCH) Padang that comfortable and can give maximum service to every medical patient. The hospital is a building that gives service to take care the health. Besides hospital is a facility that emphasize sterilization and efficiency space in support service activity in the building. In a planning of a hospital building, the problem of circulations in the building is important. In the hospital there are many agents, like patient, patient attendant, patient visitor, medical staff, staff, non-medical staff, so it is necessary to division the circulation in the hospital building. The form of circulation in the hospital is internal circulation and external circulation. In the internal circulation emphasize is medical circulation, service, and general. Besides, emphasize connected circulation among the floor to other floor. For the external circulation divided into three circulations those are intensive care unit, general circulation, and service circulation for staff that support the activity Mother and Child Hospital (MCH). Writer conclude Planning Mother and Child Hospital.

(2)

meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.

Judul ini diangkat dengan tujuan, menciptakan dan merancang suatu bangunan untuk tempat pengobatan, perawatan dalam membantu bagi ibu sebelum dan sesudah melahirkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam melahirkan.

2. Metodologi

Penyusunan laporan perencanaan

dan perancangan “Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Padang” ini dilakukan dengan beberapa macam pendekatan dengan pengumpulan data yang bertujuan untuk memperoleh data yang akurat terhadap kebutuhan akan besaran manfaat dan keberadaannya untuk mewujudkan

proyek ini maka perlu dilakukan beberapa Langkah – langkah seperti :

a) Menentukan Judul Tugas Akhir

Penentuan judul yang sesuai dengan usulan yang di ajukan, dimana meliputi nama proyek serta lokasi yang akan di tempati.

b) Studi Banding

Dengan mencari informasi beberapa project atau bangunan yang berkait dengan perancangan, lalu melakukan perbandingan terhadap Segi arsitektural yang di rancang untuk memperoleh gambaran secara obyektif tentang arah perencanaan desain dengan melakukan pengamatan langsung.

c) Studi Literatur

Melakukan studi literature baik melalui media buku, majalah, maupun internet tentang Rumah sakit dan pendekatan Arsitektural yang dipakai.

d) Survey Site

Melakukan survey site yang dipilih, baik secara fisik maupun non fisik serta kebutuhan ruang didalamnya.

Gambar 2. Kondisi Site Existing Sumber : Analisis Penulis Gambar 1. Skema Tahap Perancangan

(3)

3. Hasil dan Pembahasan

3.1. Kondisi Site Existing

Lokasi site terletak di jalan Aster 1, kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat, merupakan wilayah pemerintahan, perekonomian, bisnis, dan pendidikan. Site dengan luas lahan ±1,5 Hektar berhadapan langsung dengan jalan Khatib Sulaiaman dan berada di depan RS. Jantung kota Padang. Kondisi lahan tersebut merupakan Rumah sakit selasih Padang, memiliki kondisi tanah yang keras dan tidak berkontur. Fasilitas lingkungan pada site seperti drainase dan jalan lingkungan masih barada dalam kondisi yang bagus.

Pemilihan site yang sesuai sangat penting sekali, karena untuk mendukung dan memperlancar sarana serta aktivitas di dalam bangunan. Adapun latar belakang pemilihan site\tapak, adalah sebagai berikut:

a. Terletak pada lahan dengan tata guna sebagai fasilitas umum dan pemungkiman penduduk.

c. Terdapat sarana transportasi umum d. Mudah dijangkau.

e. Ingin mengembalikan citra jalan Khatib sulaiman sebagai kawasan perekonomian.

Site terletak pada jalan khatib sulaiman-padang. Kontur pada daerah ini relative datar

Site terletak pada jalan khatib sulaiman-padang. Kontur pada daerah ini relative datar. Berikut peta fungsi bangunan disekitar site

Keadaan tanah pada tapak bangunan normal dan tidak berkontur. Pada kawasan ini di peruntukan area perekonomian, pendidikan, dan perkantoran.

3.2. Konsep Bntukkan Bangunan Berdasarkan Analisis Site

Dalam menentukan bentuk dasar bangunan perlu beberapa pertimbangan antara lain adalah :

1. Melihat potensi site dan menyesuaikanya sehingga dapat saling mendukung antara bangunan dan site. 2. Ide awal bentuk masa bangunan yaitu

simpel, sederhana tapi menarik serta kontras dan selaras terhadap lingkungan.

Gambar 3. Foto Batasan Site Sumber : Analisis Penulis

(4)

Dari Pertimbangan-pertimbangan, maka dapat dianalisa bentuk-bentuk dasar dari bangunan yaitu :

bentuk denah segi empat atau kotak yang akan diolah menjadi dalam wujud desain bangunan Rumah sakit Bersalin, dengan pertimbangan :

1. Kesan sederhana tetapi dapat mengoptimalkan pembagian ruang dalam.

2. Pegolahan dari segi empat atau kotak yang menciptakn kesan simple dan pemanfaatan ruang terbuka.

Dari perbandingan diatas maka dipilih dari bentuk denah segi empat atau kotak yang akan diolah menjadi dalam wujud desain bangunan Rumah sakit Bersalin, dengan pertimbangan :

1. Kesan sederhana tetapi dapat mengoptimalkan pembagian ruang dalam.

2. Pegolahan dari segi empat atau kotak yang menciptakn kesan simple dan pemanfaatan ruang terbuka.

3.3. Sirkulasi Dalam Tapak 1. Alur Ambulans

Jalur sirkulasi ambulans (jalur akses) hanya satu arah, dan hanya untuk jalur ambulans. Ambulan hanya dibutuhkan untuk menjemput pasien dari rumah menuju ke UGD dan kemudian parkir.

2. Kendaraan Pribadi

- Pintu masuk dan keluar dibuat 1 arah, agar kendaraan tidak berputar-putar/mengelilingi tapak.

- Kendaraan yang masuk kedalam tapak dapat langsung menuju loby dan kemudian parkir di halaman parkir. Gambar 4. Pemilihan Masa Bangunan

Sumber : Analisis Penulis

Gambar 5. Bentuk Masa Bangunan Sumber : Analisis Penulis

(5)

3. Pejalan Kaki

- Jalur pejalan kaki tidak bersilangan dengan jalur sirkulasi kendaraan

- Jalur sirkulasi di arahkan keseluruh bagian Rumah sakit

Dibuatnya pemisahan antara sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan.

Gambar 6. Bentuk Masa Bangunan Sumber : Analisis Penulis

Jalur pejalan kaki tidak bersilangan dengan jalur sirkulasi kendaraan

Jalur sirkulasi di arahkan keseluruh

Dibuatnya pemisahan antara sirkulasi

4. Kendaraan Service.

Jalan kendaraan servis (jalur akses) tidak dilalui oleh kendaraan lain maupun pejalan kaki, dan hanya dibutuhkan 1 pintu/bukaan untuk keluar masuk kendaraan. Lebar jalan cukup untuk dilalui kendaraan servis.

Bentuk Masa Bangunan Penulis

Gambar 7 . Site Plan

Kendaraan Service.

Jalan kendaraan servis (jalur akses) tidak dilalui oleh kendaraan lain maupun pejalan kaki, dan hanya dibutuhkan 1 pintu/bukaan untuk masuk kendaraan. Lebar jalan cukup untuk dilalui kendaraan servis.

(6)

Gambar 8 . Tampak Depan Sumber : Analisis Penulis

Gambar 10 . Perspektif Sumber : Analisis Penulis Gambar 9 . Tampak Belakang

(7)

4. Kesimpulan

Berdasarkan studi literatur, preseden dan fokus penelitian yang telah didapat dan di rumuskan sebelumnya, untuk perencanan ini penulis mendapatkan kesimpulan ide perencanaan yang akan digunakan antara lain;

1. Fasilitas kesehatan merupakan pusat spesialis yang hanya menyediakan sarana untuk kesehatan masyarakat, menawarkan beberapa kategori

2. pelayanan, yang dilengkapi sejumlah dengan sejumlah fasilitas dan tenaga ahli untuk mendukung berjalannya kegiatan yang ada didalamya.

3. Tata letak pelayanan kesehatan yaitu tata letak yang akan berada dikawasan pemerintahan dengan status hak milik, setiap pemilik unit individu bebas memperlakukan unit properti miliknya sesuai keinginan tetapi masih dalam kontek sesuai dengan konsep.

4. Menyediakan fasilitas selengkap-lengkapnya (system keamanan 24 jam, CCTV serta pengindra kebakaran berupa smoke detector, hot detector, lampu indicator dan alarm kebakaran).

5. Ucapan Terima Kasih

Puji Syukur Alhamdulillahirabil’alamin kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan Laporan Studio Tugas Akhir dengan judul “Perancangan Runah Sakit Ibu Dan Anak (RSIA) Padang”. Laporan Studio Tugas Akhir ini merupakan persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur di Universitas Bung Hatta. Laporan Tugas Akhir ini merupakan penulisan, pengkajian, analisis dan pertimbangan dalam mengambil keputusan yang digunakan sebagai pedoman perencanaan. Penulis menyadari tidak ada kesempurnaan di dunia ini. Begitu juga dengan laporan Studio Tugas Akhir ini yang jauh dari kata sempurna yang disebabkan oleh keterbatasan waktu, ilmu, dan fasilitas yang penulis miliki. Masih banyak terdapat kesalahan dan bahasan yang kurang tajam beserta penggunaan struktur bahasa yang kurang tepat. Namun, penulis telah berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan dan materi ilmu yang penulis miliki.

Laporan Tugas Akhir ini tidak akan bisa diselesaikan oleh penulis tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

(8)

1) Keluarga besar penulis yang selalu memberikan dukungan dan semangat sehingga penulis bisa terus berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini.

2) Keluarga besar Arsitektur Universitas Bung Hatta, terutama angkatan 2008 “Artdeko” yang telah sama-sama berjuang dalam proses perkuliahan strata satu di Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta.

3) Bapak Ir. Hendri Warman, MSCE, selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta.

4) Ibuk Ir. Elfida Agus, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Bung Hatta.

5) Ibu Ika Mutia, ST selaku sekretaris jurusan yang telah membantu penulis dalam segala urusan perkuliahan.

6) Bapak Dr. Ir. Eko Alvares Z. MSA selaku Dosen Koordinator Studio Tugas Akhir yang memberikan masukan, kritikan, dan saran dalam pelaksanaan tugas akhir ini.

7) Bapak Dr. Ir. Eko Alvares Z. MSA dan Ibuk Ika Mutia, ST selaku Dosen Pembimbing I dan II yang telah memberikan arahan dan

panduan dalam menyelesaikan tugas akhir penulis kerjakan.

8) Para dosen penguji pada sidang Tugas Akhir yang telah memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan laporan Tugas Akhir penulis.

9) Seluruh dosen dan tim pengajar yang telah memberikan ilmu dan pengalaman yang berguna bagi penulis.

10) Bapak Ir. Yaddi Sumitra, MT selaku Pengawas Studio Tugas Akhir.

11) Dan semua belah pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu yang telah memberikan motivasi, bantuan, dukungan, maupun semangatnya. Terima kasih banyak.

Semoga Tugas Akhir laporan ini berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Penulis minta maaf apabila terdapat kesalahan dan kekeliruan dalam Laporan Tugas Akhir ini. Kritik dan saran yang membangun akan penulis terima dengan senang hati. Akhir kata, wabillahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(9)

6. Daftar Pustaka

Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan

Masyarakat,Standar Peralatan Ruang Dan Tenaga rumah sakit kelas C,1994

Departemen Kesehatan RI, Ditjen Bina Pelayanan Medik, Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan di Rumah Sakit, 2007

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No :

1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Neufert Ernst. (1991). Data Arsitek edisi 33 jilid 2. Jakarta: Erlangga Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.

Gambar

Gambar 2. Kondisi Site Existing Sumber : Analisis PenulisGambar 1. Skema Tahap Perancangan
Gambar 3. Foto Batasan Site Sumber : Analisis  Penulis
Gambar 4. Pemilihan Masa Bangunan  Sumber : Analisis  Penulis
Gambar 7 . Site Plan
+2

Referensi

Dokumen terkait

sehingga berdasarkan prinsip perpindahan tekanan, menyatakan tekanan akan berbanding terbalik dengan luas permukaan (Teori bramah). Silinder hidrolik yang digunakan pada

Sesuai dengan permasalahan yang diajukan dalam penelitian, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan

Penelitian oleh Khusnul Khotimah dan Hestya Patrie (2018) membantu smp cen- drawasih II dalam mengatasi masalah yang terjadi dan meningkatkan kinerja sekolah dan

Bimbingan belajar yang dilaksanakan di SD N 1 Sedayu berupa program remedial bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Program remedial dilaksanakan

 Panteisme : Panteisme, berasal dari kata pan (seluruh) dan teisme (paham ketuhanan), suatu kepercayaan bahwa Tuhan berada dalam segala sesuatu, dan bahwa segala sesuatu adalah

Menurut Houglum (2005), prinsip rehabilitasi harus memperhatikan prinsip- prinsip dasar sebagai berikut: 1) menghindari memperburuk keadaan, 2) waktu, 3) kepatuhan, 4)

Hasil belajar siswa yang belum memuaskan pada penelitian ini tidak hanya dipengaruhi oleh fase-fase dalam model pembelajaran team quiz, tetapi juga sangat dipengaruhi

Jika dilihat dari pendidikan terakhir, sebagian besar editor mempunyai pendidikan terakhir jenjang Strata 1 (S-1) sehingga akan merasa termotivasi jika diberikan