vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT
Parking tax is a tax beyond the road, provided both related to the principal business and provided as a business, including the provision of daycare vehicles. Parking is a state does not move a vehicle that is not temporary. Tests on the data of this study using the method of testing causal hypotheses through a simple regression test and Pearson correlation test. Based on the test results can be concluded that the parking tax revenue effect on tax revenue cimahi urban areas, with a contribution of 19.08%, where a significant relationship between the Revenue Receipts Tax on the Original Area Parking Cimahi.
vii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK
Pajak parkir adalah pajak di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. Parkir merupakan keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Pengujian terhadap data penelitian ini menggunakan metode pengujian hipotesis kausal melalui uji regresi sederhana dan uji korelasi Pearson. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penerimaan pajak parkir berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah kota cimahi, dengan kontribusi sebesar 19,08%, dimana hubungannya signifikan antara Penerimaan Pajak Parkir terhadap Penerimaan Asli Daerah Kota Cimahi.
viii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ………....…………..………… i
HALAMAN PENGESAHAN ………...………..…....….. ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI …………...….………... iii
KATA PENGANTAR ………..……….……….... iv
ABSTRACT………...………...……... vi
ABSTRAK ……….…... vii DAFTAR ISI ………... viii
DAFTAR GAMBAR ………..…...xii
DAFTAR TABEL ………..xiii DAFTAR LAMPIRAN ………..xiv
BAB I PENDAHULUAN ………. 1
1.1Latar Belakang ………...….…. 1
1.2Identifikasi Masalah ………..…... 4
1.3Maksud dan Tujuan Penelitian ………...…... 4
1.4Kegunaan Penelitian ………... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS……… 6
ix Universitas Kristen Maranatha
2.1.1Dasar-Dasar Perpajakan ……….. 6
2.1.1.1 Definisi Pajak ………....………...… 6
2.1.1.2 Fungsi Pajak ……….… 7
2.1.1.3 Syarat Pemungutan Pajak ………..… 9
2.1.1.4 Teori-teori yang Mendukung Pemungutan Pajak …...10
2.1.1.5 Hukum Pajak ………...…...12
2.1.1.6 Pengelompokkan Pajak ……...14 2.1.1.7 Tata Cara Pemungutan Pajak ………...……..15 2.1.1.8 Tarif Pajak ……….……...22 2.1.1.9 Timbul dan Hapusnya (Berakhirnya) Utang Pajak... 23
2.1.2Pajak Pusat ……….…...25 2.1.3Sumber-Sumber Penerimaan Daerah……….……. 27
2.1.4Pajak Daerah ……….…….. 29
2.1.4.1 Pengertian Pajak Daerah ……….………. 29
2.1.4.2 Dasar Hukum Pemungutan Pajak Daerah.……...… 30
2.1.4.3 Jenis dan Tarif Pajak Daerah ……...…..………….. 31
2.1.4.4 Mekanisme Pemungutan Pajak Daerah …….…... 34
2.1.4.5 Cara Perhitungan Pajak Daerah... 35
2.1.5Retribusi Daerah ……….………….…….. 36
2.1.5.1 Pengertian Retribusi Daerah ……….…….. 36
2.1.5.2 Jenis Retribusi Daerah …...………….……... 36
2.1.5.3 Objek dan Subjek Retribusi Daerah …….……... 38
2.1.6 Pajak Parkir………. 39
x Universitas Kristen Maranatha
2.1.6.2 Objek, Subjek dan Wajib Pajak Parkir...40
2.1.6.3 Dasar Pengenaan, Tarif dan Masa Pajak Parkir...41
2.1.6.4 Instrumen Pajak Parkir...42
2.1.6.5 Penetapan dan Tata Cara Pembayaran Pajak parkir...43
2.1.6.6 Sanksi Pajak Parkir...44
2.2 Kerangka Pemikiran...45
2.3 Pengembangan Hipotesis...46
BAB III METODE PENELITIAN ……….. 48
3.1Objek Penelitian……….……….. 48
3.1.1Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Kota Cimahi………. 48
3.1.2Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Cimahi……….… 51
3.1.3Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Kota Cimahi………. 52
3.1.4Tujuan dan Sasaran Dinas Pendapatan Kota Cimahi……...… 52
3.1.5Susunan Organisasi Dinas Pendapatan Kota Bandung……... 53
3.2Jenis Penelitian………... 56
3.3Operasionalisasi Variabel………... 56
3.4Populasi dan Sampel………. 56
3.5Teknik Pengumpulan Data………... 57
3.6Alat Analisis………. 58
3.6.1UjiAsumsiKlasik………... 58
3.6.1.1Uji Normalitas ………. 58
xi Universitas Kristen Maranatha
3.6.2AnalisisRegresiSederhana………...…59
3.6.3Analisis Korelasi Pearson... 61
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……….... 64 4.1Pengaruh Penerimaan Pajak Parkir terhadap Penerimaan Pajak Daerah... 64
4.1.1 Analisis Deskriptif……….... 64 4.1.2 Analisis Regresi Penerimaan Pajak Parkir terhadap Penerimaan Asli Daerah……… 66 4.1.2.1Uji Asumsi Klasik………... 67
4.1.2.1.1 Uji Normalitas …..……...…... 67
4.1.2.1.2 Uji Otokolerasi…………... 68
4.1..3 Analisis Regresi Sederhana ……….……… 69
4.1.4 Analisis Koefisien Korelasi ... 70
4.1.5 Analisis Koefisien Determinasi... 73
4.1.6 Pengujian Hipotesis... 74
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ……….... 76
5.1Simpulan ……….…………... 76
5.2Saran ……….… 77
DAFTAR PUSTAKA………....……… 79
LAMPIRAN……….……….. 80
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Skema Kerangka Pemikiran ………...…..……. 46 Gambar 2 Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Kota Cimahi ………..…… 55 Gambar 3 Data Penelitian Jumlah dan Rata-rata Penerimaan Pajak Parkir ….…65 Gambar 4 Data Penelitian Jumlah dan Rata-rata Penerimaan Asli Daerah ….…66 Gambar 5 Gambar Uji Autokorelas………...………...…..…………...69
xiii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel I Jenis dan Tarif Pajak Daerah untuk Tahun 2000 s.d. 2009 ... 32
Tabel II Jenis dan Tarif Pajak Daerah untuk Tahun 2010... 33
Tabel III Jumlah dan Rata-rata Penerimaan Pajak Parkir (X) Dari Tahun 2006 – 2010... 64
Tabel IV Jumlah dan Rata-rata Penerimaan Asli Daerah Dari Tahun 2006 – 2010...65
Tabel V Hasil Uji Normalitas ... 67
Tabel VI Hasil Uji Autokorelasi………... 68
Tabel VII Tabel Bantu Perhitungan Korelasi... 71
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran A Durbin-Watson d Statistic ...80
Lampiran B Tabel t dan r product moment dengan signikansi 5% ...81
Lampiran C Formulir Pendaftaran Wajib Pajak Daerah ...82
Lampiran D Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) untuk pajak parkir ...84
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang memiliki wilayah
yang besar dan penduduk yang padat. Untuk mengatur dan menjalankan sebuah
pemerintahan yang mengatur negara ini dengan penduduk yang cukup padat,
dibutuhkan sejumlah dana yang besar untuk membangun daerah-daerah yang akan
berkembang, dan dana tidak bisa diperoleh dari pemerintah pusat saja. Pemerintah
hanya memberikan subsidi kepada daerah-daerah yang berkembang dan dana
selanjutnya harus diusahakan oleh setiap daerah-daerah yang sedang berkembang.
Sejak Indonesia merdeka sampai saat ini, pajak dan retribusi daerah telah
menjadi sumber penerimaan yang dapat diandalkan dalam menambah dana untuk
pembangunan daerah. Menurut Marihot Pahala Siahaan (2010: 12) dalam bukunya
yang berjudul Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang menjadi sumber penerimaan
daerah adalah:
1. Pajak daerah;
2. Retribusi daerah;
3. Pajak negara yang diserahkan kepada daerah;
4. Hasil perusahaan daerah;
5. Pendapatan lain-lain, meliputi pinjaman, subsidi, macam-macam penjualan
BAB I Pendahuluan 2 ___________________________________________________________________________
Universitas Kristen Maranatha Salah satu sumber pendapatan pajak daerah yang dapat diandalkan adalah
pajak parkir. Pajak parkir adalah pajak di luar badan jalan, baik yang disediakan
berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha,
termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. Parkir merupakan
keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Pengenaan
Pajak Parkir tidak mutlak ada pada seluruh daerah kabupaten atau kota yang ada di
Indonesia. Oleh karena kewenangan yang diberikan kepada pemerintah kabupaten
atau kota untuk menggunakan atau tidak menggunakan suatu jenis pajak kabupaten
atau kota, maka pemerintah harus terlebih dahulu menerbitkan Peraturan Daerah
mengenai Pajak Parkir yang akan menjadi landasan hukum operasional dalam teknis
pelaksanaan pengenaan dan pemungutan Pajak Parkir di daerah kabupaten atau kota
yang bersangkutan.
Kriteria tempat parkir menurut Marihot Pahala Siahaan (2010: 470-471),
yaitu:
1. Tempat Parkir adalah tempat parkir di luar badan jalan yang disediakan oleh
orang pribadi atau badan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha
maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat
penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor yang memungut
bayaran;
2. Pembayaran adalah jumlah yang deterima atau seharusnya diterima sebagai
imbalan atas penyerahan barang dan atau jasa pembayaran kepada
penyelenggara tempat parkir;
3. Pengusaha Parkir adalah perorangan atau Badan hukum yang
BAB I Pendahuluan 3 ___________________________________________________________________________
Universitas Kristen Maranatha pemerintah/swasta orang pribadi atau badan yang dijadikan tempat parkir
untuk dan atas jasa namanya sendiri atau untuk atas nama pihak lain yang
menjadi tanggungannya;
4. Gedung Parkir adalah tempat parkir kendaraan, tempat menyimpan kendaraan
dan atau tempat yang memamerkan kendaraan yang berupa gedung milik
pemerintah/swasta, orang pribadi atau badan yang dikelola sebagai tempat
parkir kendaraan;
5. Pelataran parkir adalah pelataran milik pemerintah/swasta, orang pribadi atau
badan di luar badan jalan atau yang dikelola sebagai tempat parkir secara
terbuka;
6. Garasi adalah bangunan atau ruang rumah yang dipakai untuk menyimpan
kendaraan bermotor yang dipungut bayaran;
7. Tempat penitipan kendaraan adalah suatu ruang, bidang yang dipakai untuk
menyimpan, menaruh, mengumpulkan, memamerkan, memajang kendaraan
untuk jangka waktu tertentu, dan atau untuk diperjualbelikan;
8. Kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan
yang ada pada kendaraan itu dan dipergunakan untuk pengangkutan orang dan
atau barang di jalan.
Setiap daerah di Indonesia memiliki dinas pendapatan yang berwenang
menarik semua pajak daerah dari setiap objek pajak. Hal ini juga terjadi pada kota
Cimahi yang memiliki Dinas Pendapatan Daerah yang mengatur pemungutan pajak.
Kota Cimahi semakin berkembang menjadi kota besar dengan pusat-pusat
perbelanjaan dan perkantoran semakin banyak, sehingga bisnis parkir juga ikut
BAB I Pendahuluan 4 ___________________________________________________________________________
Universitas Kristen Maranatha kendaraannya, bahkan di hampir setiap tempat dibutuhkan sebuah lahan parkir yang
dikelola oleh swasta maupun pemerintah. Kemungkinan besar pemasukan kota
Cimahi yang diperoleh dari pajak parkir juga terus meningkat dari waktu ke waktu,
dan tentunya akan mempengaruhi penerimaan Pajak Daerah Kota Cimahi.
Berdasarkan hasil uraian di atas, peneliti tertarik untuk membahas lebih jauh
tentang pajak parkir dan ingin mengetahui seperti apa pengaruhnya terhadap
penerimaan pajak daerah kota Cimahi. Sehingga penulis mengambil judul
“Pengaruh Penerimaan Pajak Parkir Terhadap Pendapatan Pajak Daerah
Kota Cimahi: Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Kota Cimahi”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan penelitian sebelumnya dan berdasarkan latar belakang di atas,
penulis mengidentifikasi masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana sistem pemungutan dan perhitungan pajak parkir yang dilakukan
oleh Pemerintah Daerah Kota Cimahi?
2. Berapa besar kontribusi Penerimaan Pajak Parkir terhadap Pendapatan Pajak
Daerah Kota Cimahi?
3. Bagaimana pengaruh Penerimaan Pajak Parkir terhadap Pendapatan Pajak
Daerah Kota Cimahi?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dan tujuan penelitian adalah tindak lanjut dari identifikasi masalah
BAB I Pendahuluan 5 ___________________________________________________________________________
Universitas Kristen Maranatha 1. Mengetahui sistem pemungutan dan perhitungan Pajak Parkir yang dilakukan
oleh Pemerintah Daerah Kota Cimahi.
2. Mengetahui besarnya kontribusi Penerimaan Pajak Parkir terhadap Pendapatan
Pajak Daerah Kota Cimahi.
3. Mengetahui pengaruh Penerimaan Pajak Parkir terhadap Penerimaan Pajak
Daerah Kota Cimahi.
1.4 Kegunaan Penelitian
Dengan diadakannya penelitian ini, diharapkan hasilnya akan dapat berguna
bagi pihak-pihak terkait, yaitu:
1. Bagi penulis.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengembangan
pengetahuan mengenai pajak daerah, khususnya pajak parkir.
2. Bagi rekan-rekan mahasiswa.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi para
mahasiswa yang ingin melakukan penelitian mengenai pajak daerah khususnya
mengenai pajak parkir.
3. Bagi Dinas Pendapatan Daerah Kota Cimahi.
Hasil penelitian ini diharapkan memberi masukan dan bahan evaluasi
mengenai besarnya kontribusi penerimaan Pajak Parkir dan pengaruhnya
76 Universitas Kristen Maranatha
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian mengenai Pengaruh Penerimaan Pajak Parkir Terhadap
Pendapatan Pajak Daerah Kota Cimahi: Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Kota
Cimahi, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerimaan pajak parkir paling tinggi pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp.
211.535.100 sedangkan paling rendah pada tahun 2006 yaitu sebesar Rp.
71.287.200. Rata-rata penerimaan pajak parkir paling tinggi pada tahun 2010
yaitu sebesar Rp. 17.627.925,00 dan paling rendah pada tahun 2006 yaitu
sebesar Rp. 5.940.600,00.
2. Penerimaan Asli Daerah paling tinggi pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp.
81.300.454.327 sedangkan paling rendah pada tahun 2006 yaitu sebesar Rp.
51.926.072.937. Rata-rata Penerimaan Asli Daerah paling tinggi pada tahun
2010 yaitu sebesar Rp. 6.775.037.861 dan paling rendah pada tahun 2006
yaitu sebesar Rp. 4.327.172.745.
3. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa variabel X (Penerimaan pajak
parkir) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y
(Penerimaan Asli Daerah) sebesar 19,08%, sedangkan sisanya sebesar
BAB V Kesimpulan dan Saran 77 ___________________________________________________________________________
Universitas Kristen Maranatha 5.2 Saran
Berdasarkan hasil dari kesimpulan ini, peneliti mencoba memberikan beberapa saran
yaitu sebagai berikut :
1. Bagi Dinas Pendapatan Kota Cimahi
a. Sebaiknya perlu ditetapkan standar tarif parkir agar tidak merugikan
masyarakat sebab sejauh ini peraturan pajak parkir mudah berubah dan
belum ada standar tetap yang jelas yang dilakukan dinas pendaptan.
b. Sebaiknya dilakukan peninjauan kembali secara mendetail terhadap
klasifikasi tempat parkir, agar lebih jelas seperti apa lahan yang dapat di
klasifikasikan untuk menjadi tempat parkir.
c. Sebaiknya perlu dilakukan peninjauan kembali perhitungan Pajak parkir,
agar unsur-unsur perhitungannya lebih jelas.
2. Bagi Perusahaan atau Masyarakat Kota Cimahi
a. Sebaiknya pihak pengelola lahan parkir memenuhi kewajiban pajaknya
secara benar agar dapat meningkatkan penerimaan Pajak Parkir yang
memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan Pajak Daerah.
b. Sebaiknya para pengelola lahan parkir melakukan prosedur
penyelenggaraan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh walikota agar
BAB V Kesimpulan dan Saran 78 ___________________________________________________________________________
Universitas Kristen Maranatha 3. Bagi penelitian selanjutnya
a. Sebaiknya peneliti memperluas sampel penelitian melakukan penelitian
lebih dari 5 (lima) tahun agar pengaruh dan kontribusi Pajak Parkir
terhadap Pendapatan Daerah dapat lebih terlihat pengaruhnya.
b. Sebaiknya peneliti menggabungkan beberapa pajak daerah seperti pajak
parkir, pajak restoran, pajak reklame dan pajak hotel sehingga hubungan
79 Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Abuyamin, Oyok.(2010). Perpajakan Pusat dan Daerah. Humaniora. Bandung.
Dinas Pendapatan Kota Cimahi. Dispenda dalam Angka: Selayang Pandang
Perkembangan Dinas Pendapatan. Cimahi.
Ghozali, Imam. (2007). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Cetakan Keempat. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.
Gusriz.(2009). Uji Asumsi Klasik. Diakses dari http://www.konsultasistatistik.com/ 2009/03/ uji-asumsi-klasik.html pada tanggal 1Februari 2011.
Hartono, Jogiyanto. (2007). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan
Pengalaman-Pengalaman. Edisi 2007. BPFE. Yogyakarta.
Ilyas, Wirawan B. dan Richard Burton. (2007). Hukum Pajak. Salemba Empat. Jakarta.
Mardiasmo. (2008). Perpajakan Edisi Revisi 2008. Andi. Yogyakarta.
Peraturan Daerah Kota Cimahi 08 Tahun 2004 Tentang Pajak Parkir.
Resmi, Siti. (2008). Perpajakan: Teori dan Kasus. Salemba Empat. Yogyakarta.
Siahaan, M., Pahala. (2010). Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Edisi Revisi. Cetakan Kedua, Rajawali Pers. Jakarta
Suandy, Erly. (2008). Hukum Pajak. Edisi Keempat. Salemba Empat. Jakarta.
Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. Andi. Yogyakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1997 yang terakhir diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 Tentang
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan