• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Peranan Auditor Internal Terhadap Penerapan Good Corporate Governance pada PT. Sipatex.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Peranan Auditor Internal Terhadap Penerapan Good Corporate Governance pada PT. Sipatex."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

The purpose of this research is to know the impact of the role of internal auditor toward the implementation of Good Corporate Governance (GCG). This research was done in PT Sipatex Bandung with a sample of 45 respondents. Kinds of data in use are primary and secondary. The primary data are taken from direct questionniare to respondent and pick them after one week.

Analysis model that being used was simple linier regression, with data quality was tested by using validity test and reliability test. Classic assumption tests that being used in research were normality test and heterocedastisity test. Hypothesis that being used were parsial test ( t- test) and cofficient determination (R2) in this research. Descriptive statistics is also used to help analyzing data by describing the collected data.

The results of this research showed that the role of internal audit has a positive significant impact to the implementation of GCG. The results of Simple Linear Regression statistic analysis simulltaneously is that R square = 0,233 that means correlation between the role of internal audit with the implementation of GCG does not have the strong effect grow up 23,3%.

(2)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah benar auditor internal berpengaruh terhadap penerapan Good Corporate Governance ( GCG). Penelitian ini dilakukan di PT. Sipatex Bandung dengan jumlah sampel 45 responden. Jenis data yang dipakai adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengirimkan kuesioner langsung kepada responden.

Model analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana, dengan pengujian kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji heterokedastisitas. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji signifikan parsial (uji-t) dan koefisien determinasi (R2). Descriptive statistics juga digunakan untuk membantu menganalisis data dengan mendeskripsikan data yang terkumpul.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan audit internal berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan GCG. Hasil analisa regresi secara keseluruhan menunjukkan R square sebesar 0,233 yang berarti bahwa korelasi/ hubungan antara peranan audit internal dengan penerapan GCG tidak mempunyai hubungan yang kuat sebesar 23,3%.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PENGESAHAN... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... iii

(4)

2.1.3.2. Definisi Good Corporate Governance ... 20

2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu... 36

2.3 Kerangka Pemikiran... 38

2.4 Pengembangan Hipotesis... 38

BAB III METODE PENELITIAN... 40

3.1 Populasi dan Sampel Penelitian... 40

3.2 Jenis dan Sumber Data... 40

3.3 Teknik Pengumpulan Data... 41

3.4 Model Penelitian... 42

3.5 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional... 42

3.6 Instrumen Penelitian... 45

3.7 Metode Pengujian Data... 46

3.9 Pengujian Hipotesis... 48

3.9.1. Uji Signifikan Parsial ( Uji-T)... 48

(5)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 50

4.2.1. Pengujian Validitas Variabel... 67

4.2.2. Pengujian Reliabilitas Variabel... 70

4.2.3. Hasil Uji Asumsi Klasik... 72

4.2.4. Regresi Linier Sederhana... 77

4.2.5. Hasil Pengujian Hipotesis... 78

BAB V SIMPULAN DAN SARAN... 81

5.1. Simpulan... 81

5.2. Keterbatasan Penelitian... 82

5.3. Saran... 82

DAFTAR PUSTAKA... 84

LAMPIRAN... 86

(6)

DAFTAR GAMBAR

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel I Definisi Operasional Variabel... 44

Tabel II Skor Penelitian... 46

Tabel III Hasil Uji Validitas Variabel X yang Valid... 68

Tabel IV Hasil Uji Validitas Variabel Y yang Valid... 69

Tabel V Reliability Statistics Variabel X... 70

Tabel VI Reliability Statistics Variabel Y... 71

Tabel VII Hasil Pengujian Reliabilitas... 71

Tabel VIII One- Sample Kolmogorov-Smirnov Test... 75

Tabel IX Coefficients... 76

Tabel X Coefficients... 77

Tabel XI Coefficients... 78

(8)

DAFTAR GRAFIK

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran A Stuktur Organisasi PT. SIPATEX ... 86

Lampiran B Tabulasi Hasil Kuesioner Peranan Auditor Internal... 87

Lampiran C Tabulasi Hasil Kuesioner Penerapan GCG... 88

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Mulai populernya istilah “tata kelola perusahaan yang baik” atau yang lebih dikenal dengan istilah asing Good Corporate Governance (GCG) tidak dapat

dilepaskan dari maraknya skandal perusahaan yang menimpa perusahaan-

perusahaan besar, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di Amerika Serikat.

Beberapa perusahaan besar di Indonesia ada yang bermasalah dan bahkan tidak

mampu lagi meneruskan kegiatan usahanya akibat menjalankan praktik tata kelola

perusahaan yang buruk( bad corporate governance). Contohnya antara lain: bank-

bank pemerintah yang telah dilikuidasi/ dimerger ( Bank Pembangunan Indonesia – Bapindo, Bank Dagang Negara – BDN, Bank Bumi Daya—BBD, Bank Export- Import—Bank Exim); PT. Indorayon ( sebuah perusahaan pabrik kertas di Sumatra Utara); PT. Dirgantara Indonesia( sebuah pabrik pesawat terbang yang berkantor

pusat di Bandung); dan PT. Lapindo Brantas( sebuah perusahaan eksplorasi minyak

dan gas di Sidoarjo, Jawa Timur).

Pada intinya, timbulnya krisis ekonomi di Indonesia ini disebabkan oleh tata

kelola perusahaan yang buruk ( bad corporate governance) dan tata kelola

pemerintahan yang buruk pula( bad government governance) sehingga memberi

(11)

P e n d a h u l u a n | 2

GCG menjadi salah satu kunci sukses perusahaan untuk tumbuh dan

menguntungkan dalam jangka panjang, sekaligus memenangkan persaingan bisnis

global terutama bagi perusahaan yang telah mampu berkembang sekaligus menjadi

terbuka. GCG merupakan sistem mengenai bagaimana suatu organisasi dikelola dan

dikendalikan. Sistem governance antara lain mengatur mekanisme pengambilan

keputusan pada tingkat atas organisasi. Corporate governance mengatur hubungan

antar Dewan Komisaris, Direksi, dan manjemen perusahaan agar terjadi

keseimbangan dalam pengelolaan organisasi. GCG adalah sistem dan struktur yang

baik untuk mengelola perusahaan dengan tujuan menaikkan nilai pemegang saham

serta mengakomodasikan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan

(stakeholders) seperti kreditor, pemasok, asosiasi bisnis, konsumen, karyawan,

pemerintah, serta masyarakat umum.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah salah satu pelaku ekonomi dengan

misi yang dimilikinya saat ini menghadapi tantangan kompetisi global dunia usaha

yang semakin besar. BUMN diharapkan mampu menaikkan efisiensinya sehingga

menjadi unit usaha yang sehat dan memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan

interaksinya dan aspek-aspek kehidupan nasional. BUMN harus peka terhadap setiap

perkembangan yang terjadi dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan dunia usaha,

sehingga profesionalisme BUMN disegala bidang terus meningkat, baik dalam

(12)

P e n d a h u l u a n | 3

GCG tetapi belum menerapkannya secara menyeluruh. Penerapan GCG di dalam

praktiknya merupakan hal yang mendesak, hal ini dikarenakan sistem pengelolaan

yang tidak profesional.

Peran auditor internal yang independen sangat penting dalam penerapan GCG

di perusahaan, dimana anggota auditor internal tidak mempunyai saham baik

langsung maupun tidak langsung pada perusahaan tersebut, tidak mempunyai

hubungan afiliasi dengan direksi, komisaris dan pemegang saham utama perusahaan

tersebut, dan tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung

dengan perusahaan tersebut. GCG juga menuntut sejauh mana Auditor Internal dapat

berperan dengan baik untuk mewujudkannya pada sektor publik maupun pada sektor

swasta. Auditor Internal dituntut untuk menyediakan informasi mengenai kecukupan

dan efektivitas sistem pengendalian internal yang ada di dalam perusahaan. Auditor

Internal haruslah seseorang yang mempunyai kompetensi di bidang keuangan, karena

Auditor Internal lebih berperan untuk mengawasi kegiatan manajemen, kompetensi

di bidang audit merupakan suatu keharusan bagi seseorang yang akan melakukan

tugasnya di bidang audit. Disamping pengetahuan di bidang audit, auditor tentunya

diharapkan mempunyai pengetahuan yang memadai dalam substansi yang diaudit

karena itulah kompetensi anggota internal audit sangat diperlukan untuk

menjembatani kebutuhan Dewan Komisaris akan peran auditing dan pengendalian

internal yang efektif dengan kendala daya serap terhadap masalah-masalah yang

teknis dalam akuntansi, auditing dan pengendalian internal.

Auditor Internal yang independen dapat berfungsi untuk mengawasi jalannya

perusahaan dengan memastikan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan

(13)

P e n d a h u l u a n | 4

akuntabilitas (accountability), pertanggung-jawaban (responsibility), keterbukaan

(transparency), kewajaran (fairness) serta kemandirian (independency), merupakan

upaya agar terciptanya keseimbangan antar kepentingan dari para stakeholder,

karyawan perusahaan, pemasok, pemerintah, konsumen yang merupakan indikator

tercapainya keseimbangan kepentingan, sehingga benturan kepentingan yang terjadi

dapat diarahkan dan dikontrol serta tidak menimbulkan kerugian pada

masing-masing pihak.

Prinsip-prinsip GCG ini dapat diterapkan dengan baik apabila perusahaan juga

memiliki pengendalian internal yang baik. GCG merupakan alat pengendalian

internal yang berperan penting untuk mengurangi masalah yang timbul dalam

perusahaan, karena GCG bermanfaat untuk perbaikan komunikasi, meminimalkan

benturan, fokus pada strategi utama, serta peningkatan kepuasan pelanggan dan

perolehan kepercayaan investor (stakeholders). Pengendalian internal memiliki peran

yang penting terhadap penerapan GCG, sehingga harus difungsikan sebagai penilaian

yang independen dalam membantu manajemen melaksanakan tanggungjawabnya.

Berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor KEP-117/M-MBU/2002. Pasal 2

tentang penerapan praktek Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN, dinyatakan bahwa “BUMN diwajibkan untuk menerapkan GCG secara konsisten dan menjadikan GCG sebagai landasan operasionalnya”. Sehingga

(14)

P e n d a h u l u a n | 5

Pentingnya pengendalian internal dan adanya Satuan Pengawasan Internal

(SPI) diatur dalam SK Menteri BUMN Nomor kep-117/M-MBU/ 2002. Pada pasal

11 dinyatakan bahwa “ direksi harus menetapkan suatu sistem pengendalian internal yang efektif untuk mengamankan investasi dari aset BUMN” dan UU BUMN Nomor

19 Tahun 2003 tanggal 19 Juni 2003 juga telah mewajibkan BUMN untuk

membentuk unit pengendalian internal.

Dengan berjalannya waktu, beberapa peneliti mulai membandingkan good

corporate governance (GCG) dengan informasi lainnya, salah satunya peran internal

audit. Para peneliti ingin membuktikan peran audit internal selain menerapkan good

corporate governance( GCG). Nisfusa (2005) menguji pengaruh profesionalisme

auditor internal terhadap kualitas laporan hasil pemeriksaan auditor internal pada

BUMN (suatu kasus PT. Antam Tbk). Hasil penelitian ini diketahui bahwa pengaruh

profesionalisme auditor internal terhadap kualitas laporan hasil pemeriksaan auditor

internal pada PT Antam Tbk memiliki pengaruh sebesar 20,25%. Angka ini

menunjukkan bahwa pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap kualitas

laporan hasil pemeriksaan auditor internal pada PT. Antam Tbk tergolong rendah.

Ramdan (2011) menguji pengaruh penerapan Good Corporate Governance

terhadap kinerja perusahaan. Hasil penelitian menghasilkan ρ value 0.793 > α 0.05 dan R=0.063, menunjukan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan penerapan GCG

terhadap ROA. R2 adjusted menunjukan 0,39%, artinya hanya sebesar 0.39% perubahan ROA yang dapat dijelaskan oleh variabel GCG. Sisanya sebesar

99.6031% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan variabel GCG.

(15)

P e n d a h u l u a n | 6

Gumilang (2009) meneliti pengaruh audit internal terhadap penerapan Good

Corporate Governance pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa peranan audit internal berpengaruh positif terhadap

penerapan GCG. Hasil analisa regresi secara keseluruhan menunjukkan R Square

sebesar 0,148 yang berarti bahwa korelasi/ hubungan antara peranan audit internal

dengan penerapan GCG tidak mempunyai hubungan yangg kuat sebesar 14,8%.

Fadilah (2011) meneliti pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap

efektifitas pengelolaan Enterprise Risk Management (ERM). Berdasarkan hasil dari

penelitian dengan pengujian statistik dengan menggunakan analisis regresi,

profesionalisme auditor internal memiliki hubungan yang searah atau positif dengan

efektifitas pengelolaan ERM dan pada tingkat signifikansi 5% profesionalisme

auditor internal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektifitas pengelolaan

Enterprise Risk Management.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul “ Pengaruh Peranan Audit Internal terhadap Penerapan Good

Corporate Governance pada PT.SIPATEX.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti

(16)

P e n d a h u l u a n | 7

1.3Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris

mengenai ada pengaruh positif peran audit internal terhadap penerapan Good

Corporate Governance pada PT.SIPATEX.

1.4Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Bagi perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan bisa sebagai bahan masukan berupa saran

dalam peningkatan kualitas peranan audit internal sejalan dengan penerapan

Good Corporate Governance.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi peneliti untuk

melakukan penelitian dan bisa menjadi bahan perbandingan dengan peneliti

lainnya.

3. Bagi masyarakat

Dengan penelitian ini diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui adanya

penerapan Good Corporate Governance juga di perusahaan swasta.

Diharapkan bagi para investor, kreditur, dan pemerintah dapat mengetahui

adanya penerapan Good Corporate Governance di PT. SIPATEX sehingga

dapat menunjang keberlanjutan usaha PT. SIPATEX.

(17)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peranan auditor internal

berpengaruh positif terhadap penerapan Good Corporate Governance. Disini

dihubungkan satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Sampel yang

dipilih sebanyak 45 responden. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode

statistik uji- t, dan koefisien determinasi setelah sebelumnya dilakukan uji kualitas

data dan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas data, dan uji heteroskedastisitas.

Dalam penelitian ini tidak digunakan uji autokorelasi karena data yang digunakan

merupakan data cross section. Uji autokorelasi digunakan pada penelitian yang

menggunakan data time series. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian

hipotesis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa penelitan ini mampu

dibuktikan secara parsial, bahwa peranan audit internal berpengaruh positif dan

signifikan terhadap penerapan Good Corporate Governance pada PT Sipatex.

Karena keberadaan fungsi auditor internal menjamin efektivitas pengendalian

internal dan merupakan strategis dalam penyempurnaan kegiatan pengelolaan

perusahaan serta mendorong proses governance. Nilai R square atau nilai koefisien

(18)

S i m p u l a n d a n S a r a n | 82

5.2. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki banyak ketebatasan yang mungkin mempengaruhi hasil

penelitian diantaranya adalah, sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilakukan hanya pada satu perusahaan swasta saja.

2. Dalam meneliti penulis memiliki keterbatasan waktu.

3. Dalam penelitian ini, peneliti hanya menguji dua variabel saja.

5.3. Saran

Berdasarkan analisis dan kesimpulan yang dibuat dapat disarankan beberapa

hal sebagai berikut:

1. Peranan auditor internal sangat membantu perusahaan khususnya manajemen

dalam penerapan GCG sehingga perusahaan harus tetap mempertahankan

keberadaan auditor internal di dalam perusahaan. Selain itu, manajemen

beserta dewan komisaris harus memberikan dukungan penuh terhadap SPI

agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan

mengadakan program pelatihan bagi auditor internal untuk meningkatkan

fungsi dan tugasnya sebagai auditor internal.

2. SPI bukanlah satu- satunya bagian yang turut ambil bagian dalam penerapan

GCG, karena penerapan GCG harus melingkupi seluruh aspek perusahaan.

3. Bagi peneliti ( akademisi, praktis) dan pihak- pihak yang tertarik melakukan

penelitian dengan topik terkait dengan peneliti lakukan, dapat menggali

faktor- faktor lain yang dapat mempengaruhi Good Corporate Governance

(19)

S i m p u l a n d a n S a r a n | 83

4. Untuk pengujian yang lebih mendalam dan mendapatkan hasil penelitian

yang signifikan, penelitian berikutnya hendaknya lebih baik dilakukan pada

lebih dari satu perusahaan swasta. Dengan mengambil lebih dari satu

perusahaan swasta, tentunya hasilnya akan lebih terlihat jelas dan dapat

diperbandingkan.

5. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian dengan memiliki

waktu yang panjang agar peneliti dapat menguji penelitiannya lebih

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Adhariani. 2005. Audit Internal Sawyer. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.

Agoes,Sukrisno., dan Ardana, I Cenik. (2011). Etika Bisnis dan Profesi: Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Edisi Revisi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Arens, Alvin.A, Randal J. Elder, Mark S. Beasley. 2008. “Auditing and Assurance

Services.” Twelfth Edition. New Jersey: Prentice Hall Inc. Diterjemahkan

Oleh Herman Wibowo. 2008. Auditing dan Jasa Assurance. Edisi Keduabelas. Jakarta: Erlangga.

Budi, Prabu dan Ashari. 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS. Edisi 1, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Erlina dan Mulyani, Sri. 2007. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen. USU Press, Medan

Fadilah, R. Fahmy Muhammad. 2011. Pengaruh Profesionalisme Auditor Internal Terhadap Efektifitas Pengelolaan Enterprise Risk Management.Fakultas Ekonomi. Universitas Padjajaran Bandung.

Ghozhali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

Gumilang, Gita. 2009. Pengaruh Audit Internal Terhadap Penerapan Good

Corporate Governance Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatra Utara Medan.

Guy, Dan M. 1999. Auditing. Fifth Edition. Diterjemahkan Oleh Paul A. Rajoe dan Ichsan Setiyo Budi. 2003. Auditing. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

IIA. 2011. Standar Profesional Akuntan Publik.

Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal. 2004. Standar Profesional Audit Internal.

Menteri Badan Usaha Milik Negara. 2002. Keputusan Nomor: Kep-117/M-Mbu/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada Badan Usaha Milik Negara BUMN).

(21)

D A F T A R P U S T A K A | 85

Mulyadi & Puradiredja, Kanaka. 2002. Auditing. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.

Nisfusa, Albadra Lahdi. 2005. Pengaruh Profesionalisme Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Hasil Pemeriksaan Auditor Internal Pada BUMN ( Suatu Kasus PT. Antam Tbk). Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Ramdan, Erik Tubagus. 2011. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan. Fakultas Ekonomi. Universitas Padjajaran Bandung.

Ratliff, Richard L. 1988. Internal Auditing: Principles and Techniques. Florida: The Institute of Internal Auditors

Rochaety, Ety, Ratih Tresnati dan H. Abdul Madjid Latief, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis: Dengan Aplikasi SPSS, Mitra Wacana Media, Jakarta.

Sawyer’s, Lawrence B, Mortimer A. Dittenhofer, & James H. Scheimer. 2003.

”Sawyer’s Internal Auditing.” Fifth Edition. Diterjemahkan Oleh Desi

Sawyer.2005. Sawyer’s Internal Auditing. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiono. 2006. Metode penelitian bisnis, Cetakan Kedelapan. Penerbit Alphabeta. Bandung

Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-117/M-MBU/2002 Tanggal 1 Agustus 2002 Tentang Penerapan GCG, Jakarta.

Tjager, I Nyoman, dkk, 2003. Corporate Governance: Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis Indonesia, PT. Prenhallindo, Jakarta.

Tugiman, Hiro. 2000. Pandangan Baru Internal Auditing. Yogyakarta: Kanisius.

Tugiman, Hiro. 2006. Pengenalan Manajemen Internal Audit. Bandung.

Warsono, Sony, Fitri Amalia, Dian Kartika Rahajeng. 2009. ”Corporate Governance

Concept And Model.” Yogyakarta: Center for Good Corporate Governance

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa pola komunikasi yang ada dalam proses belajar mengajar. terdiri dari tiga jenis,

When you click OK, the image appears in the Summary pane, and you can dis- play it while your music is playing by pressing ⌘ +G or clicking the Show or Hide Song Artwork button at

Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran PNBP, dipandang perlu mengaturtatacara Penggunaan Penerimaan

 Menganalisis huruf, angka dan etiket gambar teknik sesuai prosedur dan aturan penerapan  Menelaah aturan tanda ukuran dan peletakan. ukuran gambar berdasarkan komponen garis

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian yang dilaksanakan pada Siklus I dan Siklus II dalam meningkatkan hafalan huruf hijaiyah anak dengan menggunakan alat permainan

Air akan mengalir ke dalam cangkir melalui keran dan berhenti secara otomatis ketika jarak antara sensor ultrasonik dan permukaan air mencapai 5 cm.. Sinyal

Engguk adalah sejenis burung kuntul (L. Ciconeformes) dalam budaya Mentawai merupakan simbol bagi kehidupan manusia, oleh sebab itu dijumpai dalam motif tato

In my opinion in analyzing the non-observance of Gricean maxims related to conflict in Beverly Hills 90210 television series, I found that non-observances of the Gricean maxims