ABSTRACT
The purpose of this research is to know the impact of the role of internal auditor toward the implementation of Good Corporate Governance (GCG). This research was done in PT Sipatex Bandung with a sample of 45 respondents. Kinds of data in use are primary and secondary. The primary data are taken from direct questionniare to respondent and pick them after one week.
Analysis model that being used was simple linier regression, with data quality was tested by using validity test and reliability test. Classic assumption tests that being used in research were normality test and heterocedastisity test. Hypothesis that being used were parsial test ( t- test) and cofficient determination (R2) in this research. Descriptive statistics is also used to help analyzing data by describing the collected data.
The results of this research showed that the role of internal audit has a positive significant impact to the implementation of GCG. The results of Simple Linear Regression statistic analysis simulltaneously is that R square = 0,233 that means correlation between the role of internal audit with the implementation of GCG does not have the strong effect grow up 23,3%.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah benar auditor internal berpengaruh terhadap penerapan Good Corporate Governance ( GCG). Penelitian ini dilakukan di PT. Sipatex Bandung dengan jumlah sampel 45 responden. Jenis data yang dipakai adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengirimkan kuesioner langsung kepada responden.
Model analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana, dengan pengujian kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji heterokedastisitas. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji signifikan parsial (uji-t) dan koefisien determinasi (R2). Descriptive statistics juga digunakan untuk membantu menganalisis data dengan mendeskripsikan data yang terkumpul.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan audit internal berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan GCG. Hasil analisa regresi secara keseluruhan menunjukkan R square sebesar 0,233 yang berarti bahwa korelasi/ hubungan antara peranan audit internal dengan penerapan GCG tidak mempunyai hubungan yang kuat sebesar 23,3%.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... iii
2.1.3.2. Definisi Good Corporate Governance ... 20
2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu... 36
2.3 Kerangka Pemikiran... 38
2.4 Pengembangan Hipotesis... 38
BAB III METODE PENELITIAN... 40
3.1 Populasi dan Sampel Penelitian... 40
3.2 Jenis dan Sumber Data... 40
3.3 Teknik Pengumpulan Data... 41
3.4 Model Penelitian... 42
3.5 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional... 42
3.6 Instrumen Penelitian... 45
3.7 Metode Pengujian Data... 46
3.9 Pengujian Hipotesis... 48
3.9.1. Uji Signifikan Parsial ( Uji-T)... 48
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 50
4.2.1. Pengujian Validitas Variabel... 67
4.2.2. Pengujian Reliabilitas Variabel... 70
4.2.3. Hasil Uji Asumsi Klasik... 72
4.2.4. Regresi Linier Sederhana... 77
4.2.5. Hasil Pengujian Hipotesis... 78
BAB V SIMPULAN DAN SARAN... 81
5.1. Simpulan... 81
5.2. Keterbatasan Penelitian... 82
5.3. Saran... 82
DAFTAR PUSTAKA... 84
LAMPIRAN... 86
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel I Definisi Operasional Variabel... 44
Tabel II Skor Penelitian... 46
Tabel III Hasil Uji Validitas Variabel X yang Valid... 68
Tabel IV Hasil Uji Validitas Variabel Y yang Valid... 69
Tabel V Reliability Statistics Variabel X... 70
Tabel VI Reliability Statistics Variabel Y... 71
Tabel VII Hasil Pengujian Reliabilitas... 71
Tabel VIII One- Sample Kolmogorov-Smirnov Test... 75
Tabel IX Coefficients... 76
Tabel X Coefficients... 77
Tabel XI Coefficients... 78
DAFTAR GRAFIK
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran A Stuktur Organisasi PT. SIPATEX ... 86
Lampiran B Tabulasi Hasil Kuesioner Peranan Auditor Internal... 87
Lampiran C Tabulasi Hasil Kuesioner Penerapan GCG... 88
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Mulai populernya istilah “tata kelola perusahaan yang baik” atau yang lebih dikenal dengan istilah asing Good Corporate Governance (GCG) tidak dapat
dilepaskan dari maraknya skandal perusahaan yang menimpa perusahaan-
perusahaan besar, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di Amerika Serikat.
Beberapa perusahaan besar di Indonesia ada yang bermasalah dan bahkan tidak
mampu lagi meneruskan kegiatan usahanya akibat menjalankan praktik tata kelola
perusahaan yang buruk( bad corporate governance). Contohnya antara lain: bank-
bank pemerintah yang telah dilikuidasi/ dimerger ( Bank Pembangunan Indonesia – Bapindo, Bank Dagang Negara – BDN, Bank Bumi Daya—BBD, Bank Export- Import—Bank Exim); PT. Indorayon ( sebuah perusahaan pabrik kertas di Sumatra Utara); PT. Dirgantara Indonesia( sebuah pabrik pesawat terbang yang berkantor
pusat di Bandung); dan PT. Lapindo Brantas( sebuah perusahaan eksplorasi minyak
dan gas di Sidoarjo, Jawa Timur).
Pada intinya, timbulnya krisis ekonomi di Indonesia ini disebabkan oleh tata
kelola perusahaan yang buruk ( bad corporate governance) dan tata kelola
pemerintahan yang buruk pula( bad government governance) sehingga memberi
P e n d a h u l u a n | 2
GCG menjadi salah satu kunci sukses perusahaan untuk tumbuh dan
menguntungkan dalam jangka panjang, sekaligus memenangkan persaingan bisnis
global terutama bagi perusahaan yang telah mampu berkembang sekaligus menjadi
terbuka. GCG merupakan sistem mengenai bagaimana suatu organisasi dikelola dan
dikendalikan. Sistem governance antara lain mengatur mekanisme pengambilan
keputusan pada tingkat atas organisasi. Corporate governance mengatur hubungan
antar Dewan Komisaris, Direksi, dan manjemen perusahaan agar terjadi
keseimbangan dalam pengelolaan organisasi. GCG adalah sistem dan struktur yang
baik untuk mengelola perusahaan dengan tujuan menaikkan nilai pemegang saham
serta mengakomodasikan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan
(stakeholders) seperti kreditor, pemasok, asosiasi bisnis, konsumen, karyawan,
pemerintah, serta masyarakat umum.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah salah satu pelaku ekonomi dengan
misi yang dimilikinya saat ini menghadapi tantangan kompetisi global dunia usaha
yang semakin besar. BUMN diharapkan mampu menaikkan efisiensinya sehingga
menjadi unit usaha yang sehat dan memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan
interaksinya dan aspek-aspek kehidupan nasional. BUMN harus peka terhadap setiap
perkembangan yang terjadi dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan dunia usaha,
sehingga profesionalisme BUMN disegala bidang terus meningkat, baik dalam
P e n d a h u l u a n | 3
GCG tetapi belum menerapkannya secara menyeluruh. Penerapan GCG di dalam
praktiknya merupakan hal yang mendesak, hal ini dikarenakan sistem pengelolaan
yang tidak profesional.
Peran auditor internal yang independen sangat penting dalam penerapan GCG
di perusahaan, dimana anggota auditor internal tidak mempunyai saham baik
langsung maupun tidak langsung pada perusahaan tersebut, tidak mempunyai
hubungan afiliasi dengan direksi, komisaris dan pemegang saham utama perusahaan
tersebut, dan tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung
dengan perusahaan tersebut. GCG juga menuntut sejauh mana Auditor Internal dapat
berperan dengan baik untuk mewujudkannya pada sektor publik maupun pada sektor
swasta. Auditor Internal dituntut untuk menyediakan informasi mengenai kecukupan
dan efektivitas sistem pengendalian internal yang ada di dalam perusahaan. Auditor
Internal haruslah seseorang yang mempunyai kompetensi di bidang keuangan, karena
Auditor Internal lebih berperan untuk mengawasi kegiatan manajemen, kompetensi
di bidang audit merupakan suatu keharusan bagi seseorang yang akan melakukan
tugasnya di bidang audit. Disamping pengetahuan di bidang audit, auditor tentunya
diharapkan mempunyai pengetahuan yang memadai dalam substansi yang diaudit
karena itulah kompetensi anggota internal audit sangat diperlukan untuk
menjembatani kebutuhan Dewan Komisaris akan peran auditing dan pengendalian
internal yang efektif dengan kendala daya serap terhadap masalah-masalah yang
teknis dalam akuntansi, auditing dan pengendalian internal.
Auditor Internal yang independen dapat berfungsi untuk mengawasi jalannya
perusahaan dengan memastikan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan
P e n d a h u l u a n | 4
akuntabilitas (accountability), pertanggung-jawaban (responsibility), keterbukaan
(transparency), kewajaran (fairness) serta kemandirian (independency), merupakan
upaya agar terciptanya keseimbangan antar kepentingan dari para stakeholder,
karyawan perusahaan, pemasok, pemerintah, konsumen yang merupakan indikator
tercapainya keseimbangan kepentingan, sehingga benturan kepentingan yang terjadi
dapat diarahkan dan dikontrol serta tidak menimbulkan kerugian pada
masing-masing pihak.
Prinsip-prinsip GCG ini dapat diterapkan dengan baik apabila perusahaan juga
memiliki pengendalian internal yang baik. GCG merupakan alat pengendalian
internal yang berperan penting untuk mengurangi masalah yang timbul dalam
perusahaan, karena GCG bermanfaat untuk perbaikan komunikasi, meminimalkan
benturan, fokus pada strategi utama, serta peningkatan kepuasan pelanggan dan
perolehan kepercayaan investor (stakeholders). Pengendalian internal memiliki peran
yang penting terhadap penerapan GCG, sehingga harus difungsikan sebagai penilaian
yang independen dalam membantu manajemen melaksanakan tanggungjawabnya.
Berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor KEP-117/M-MBU/2002. Pasal 2
tentang penerapan praktek Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN, dinyatakan bahwa “BUMN diwajibkan untuk menerapkan GCG secara konsisten dan menjadikan GCG sebagai landasan operasionalnya”. Sehingga
P e n d a h u l u a n | 5
Pentingnya pengendalian internal dan adanya Satuan Pengawasan Internal
(SPI) diatur dalam SK Menteri BUMN Nomor kep-117/M-MBU/ 2002. Pada pasal
11 dinyatakan bahwa “ direksi harus menetapkan suatu sistem pengendalian internal yang efektif untuk mengamankan investasi dari aset BUMN” dan UU BUMN Nomor
19 Tahun 2003 tanggal 19 Juni 2003 juga telah mewajibkan BUMN untuk
membentuk unit pengendalian internal.
Dengan berjalannya waktu, beberapa peneliti mulai membandingkan good
corporate governance (GCG) dengan informasi lainnya, salah satunya peran internal
audit. Para peneliti ingin membuktikan peran audit internal selain menerapkan good
corporate governance( GCG). Nisfusa (2005) menguji pengaruh profesionalisme
auditor internal terhadap kualitas laporan hasil pemeriksaan auditor internal pada
BUMN (suatu kasus PT. Antam Tbk). Hasil penelitian ini diketahui bahwa pengaruh
profesionalisme auditor internal terhadap kualitas laporan hasil pemeriksaan auditor
internal pada PT Antam Tbk memiliki pengaruh sebesar 20,25%. Angka ini
menunjukkan bahwa pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap kualitas
laporan hasil pemeriksaan auditor internal pada PT. Antam Tbk tergolong rendah.
Ramdan (2011) menguji pengaruh penerapan Good Corporate Governance
terhadap kinerja perusahaan. Hasil penelitian menghasilkan ρ value 0.793 > α 0.05 dan R=0.063, menunjukan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan penerapan GCG
terhadap ROA. R2 adjusted menunjukan 0,39%, artinya hanya sebesar 0.39% perubahan ROA yang dapat dijelaskan oleh variabel GCG. Sisanya sebesar
99.6031% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan variabel GCG.
P e n d a h u l u a n | 6
Gumilang (2009) meneliti pengaruh audit internal terhadap penerapan Good
Corporate Governance pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa peranan audit internal berpengaruh positif terhadap
penerapan GCG. Hasil analisa regresi secara keseluruhan menunjukkan R Square
sebesar 0,148 yang berarti bahwa korelasi/ hubungan antara peranan audit internal
dengan penerapan GCG tidak mempunyai hubungan yangg kuat sebesar 14,8%.
Fadilah (2011) meneliti pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap
efektifitas pengelolaan Enterprise Risk Management (ERM). Berdasarkan hasil dari
penelitian dengan pengujian statistik dengan menggunakan analisis regresi,
profesionalisme auditor internal memiliki hubungan yang searah atau positif dengan
efektifitas pengelolaan ERM dan pada tingkat signifikansi 5% profesionalisme
auditor internal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektifitas pengelolaan
Enterprise Risk Management.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “ Pengaruh Peranan Audit Internal terhadap Penerapan Good
Corporate Governance pada PT.SIPATEX.”
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti
P e n d a h u l u a n | 7
1.3Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris
mengenai ada pengaruh positif peran audit internal terhadap penerapan Good
Corporate Governance pada PT.SIPATEX.
1.4Kegunaan Penelitian
Kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan bisa sebagai bahan masukan berupa saran
dalam peningkatan kualitas peranan audit internal sejalan dengan penerapan
Good Corporate Governance.
2. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi peneliti untuk
melakukan penelitian dan bisa menjadi bahan perbandingan dengan peneliti
lainnya.
3. Bagi masyarakat
Dengan penelitian ini diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui adanya
penerapan Good Corporate Governance juga di perusahaan swasta.
Diharapkan bagi para investor, kreditur, dan pemerintah dapat mengetahui
adanya penerapan Good Corporate Governance di PT. SIPATEX sehingga
dapat menunjang keberlanjutan usaha PT. SIPATEX.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peranan auditor internal
berpengaruh positif terhadap penerapan Good Corporate Governance. Disini
dihubungkan satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Sampel yang
dipilih sebanyak 45 responden. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode
statistik uji- t, dan koefisien determinasi setelah sebelumnya dilakukan uji kualitas
data dan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas data, dan uji heteroskedastisitas.
Dalam penelitian ini tidak digunakan uji autokorelasi karena data yang digunakan
merupakan data cross section. Uji autokorelasi digunakan pada penelitian yang
menggunakan data time series. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian
hipotesis yang telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa penelitan ini mampu
dibuktikan secara parsial, bahwa peranan audit internal berpengaruh positif dan
signifikan terhadap penerapan Good Corporate Governance pada PT Sipatex.
Karena keberadaan fungsi auditor internal menjamin efektivitas pengendalian
internal dan merupakan strategis dalam penyempurnaan kegiatan pengelolaan
perusahaan serta mendorong proses governance. Nilai R square atau nilai koefisien
S i m p u l a n d a n S a r a n | 82
5.2. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki banyak ketebatasan yang mungkin mempengaruhi hasil
penelitian diantaranya adalah, sebagai berikut:
1. Penelitian ini dilakukan hanya pada satu perusahaan swasta saja.
2. Dalam meneliti penulis memiliki keterbatasan waktu.
3. Dalam penelitian ini, peneliti hanya menguji dua variabel saja.
5.3. Saran
Berdasarkan analisis dan kesimpulan yang dibuat dapat disarankan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Peranan auditor internal sangat membantu perusahaan khususnya manajemen
dalam penerapan GCG sehingga perusahaan harus tetap mempertahankan
keberadaan auditor internal di dalam perusahaan. Selain itu, manajemen
beserta dewan komisaris harus memberikan dukungan penuh terhadap SPI
agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan
mengadakan program pelatihan bagi auditor internal untuk meningkatkan
fungsi dan tugasnya sebagai auditor internal.
2. SPI bukanlah satu- satunya bagian yang turut ambil bagian dalam penerapan
GCG, karena penerapan GCG harus melingkupi seluruh aspek perusahaan.
3. Bagi peneliti ( akademisi, praktis) dan pihak- pihak yang tertarik melakukan
penelitian dengan topik terkait dengan peneliti lakukan, dapat menggali
faktor- faktor lain yang dapat mempengaruhi Good Corporate Governance
S i m p u l a n d a n S a r a n | 83
4. Untuk pengujian yang lebih mendalam dan mendapatkan hasil penelitian
yang signifikan, penelitian berikutnya hendaknya lebih baik dilakukan pada
lebih dari satu perusahaan swasta. Dengan mengambil lebih dari satu
perusahaan swasta, tentunya hasilnya akan lebih terlihat jelas dan dapat
diperbandingkan.
5. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian dengan memiliki
waktu yang panjang agar peneliti dapat menguji penelitiannya lebih
DAFTAR PUSTAKA
Adhariani. 2005. Audit Internal Sawyer. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.
Agoes,Sukrisno., dan Ardana, I Cenik. (2011). Etika Bisnis dan Profesi: Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Edisi Revisi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Arens, Alvin.A, Randal J. Elder, Mark S. Beasley. 2008. “Auditing and Assurance
Services.” Twelfth Edition. New Jersey: Prentice Hall Inc. Diterjemahkan
Oleh Herman Wibowo. 2008. Auditing dan Jasa Assurance. Edisi Keduabelas. Jakarta: Erlangga.
Budi, Prabu dan Ashari. 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS. Edisi 1, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Erlina dan Mulyani, Sri. 2007. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen. USU Press, Medan
Fadilah, R. Fahmy Muhammad. 2011. Pengaruh Profesionalisme Auditor Internal Terhadap Efektifitas Pengelolaan Enterprise Risk Management.Fakultas Ekonomi. Universitas Padjajaran Bandung.
Ghozhali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang
Gumilang, Gita. 2009. Pengaruh Audit Internal Terhadap Penerapan Good
Corporate Governance Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatra Utara Medan.
Guy, Dan M. 1999. Auditing. Fifth Edition. Diterjemahkan Oleh Paul A. Rajoe dan Ichsan Setiyo Budi. 2003. Auditing. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
IIA. 2011. Standar Profesional Akuntan Publik.
Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal. 2004. Standar Profesional Audit Internal.
Menteri Badan Usaha Milik Negara. 2002. Keputusan Nomor: Kep-117/M-Mbu/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada Badan Usaha Milik Negara BUMN).
D A F T A R P U S T A K A | 85
Mulyadi & Puradiredja, Kanaka. 2002. Auditing. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.
Nisfusa, Albadra Lahdi. 2005. Pengaruh Profesionalisme Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Hasil Pemeriksaan Auditor Internal Pada BUMN ( Suatu Kasus PT. Antam Tbk). Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Ramdan, Erik Tubagus. 2011. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan. Fakultas Ekonomi. Universitas Padjajaran Bandung.
Ratliff, Richard L. 1988. Internal Auditing: Principles and Techniques. Florida: The Institute of Internal Auditors
Rochaety, Ety, Ratih Tresnati dan H. Abdul Madjid Latief, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis: Dengan Aplikasi SPSS, Mitra Wacana Media, Jakarta.
Sawyer’s, Lawrence B, Mortimer A. Dittenhofer, & James H. Scheimer. 2003.
”Sawyer’s Internal Auditing.” Fifth Edition. Diterjemahkan Oleh Desi
Sawyer.2005. Sawyer’s Internal Auditing. Jakarta: Salemba Empat.
Sugiono. 2006. Metode penelitian bisnis, Cetakan Kedelapan. Penerbit Alphabeta. Bandung
Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-117/M-MBU/2002 Tanggal 1 Agustus 2002 Tentang Penerapan GCG, Jakarta.
Tjager, I Nyoman, dkk, 2003. Corporate Governance: Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis Indonesia, PT. Prenhallindo, Jakarta.
Tugiman, Hiro. 2000. Pandangan Baru Internal Auditing. Yogyakarta: Kanisius.
Tugiman, Hiro. 2006. Pengenalan Manajemen Internal Audit. Bandung.
Warsono, Sony, Fitri Amalia, Dian Kartika Rahajeng. 2009. ”Corporate Governance
Concept And Model.” Yogyakarta: Center for Good Corporate Governance