HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN PENCAPAIAN PRESTASI ATLET UKM SOFTBALL UPI BANDUNG.

30  13  Download (0)

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Jurusan Ilmu Keolahragaan

Oleh :

Rahayu Nuryaningrum

(0809147)

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Softball UPI Bandung

Oleh

Rahayu Nuryaningrum

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

© Rahayu Nuryaningrum2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

Hubungan Self-Esteem dengan Pencapaian Prestasi Atlet UKM Softball UPI Bandung

Rahayu Nuryaningrum (0809147) Pembimbing I : Dra. Yati Ruhayati., M.Pd Pembimbing II : Nur Indri Rahayu., S.Pd., M.Ed

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-esteem, gambaran prestasi dan hubungan antara self-esteem dengan pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI Bandung. Self-esteem sebagai variabel bebas dan prestasi sebagai variabel terikat. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Asosiatif dengan sampel sebanyak 18orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknikStratified Random Sampling karena pengambilan sampel berdasarkan strata tertentu. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan angket SEI (Self Esteem Inventory) yang disusun oleh Coopersmith dan adaptasi dari Ryden (1978) kemudian dimodifikasi oleh peneliti. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Pearson Correlation dengan alpha level 0,01 dan dioperasikan dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran dari self-esteem dan prestasi termasuk ke dalam kategori ”Sedang” dan terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara self-esteem dengan pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI Bandung.

(4)

DAFTAR ISI

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat dan Signifikansi Penelitian ... 4

E. Anggapan Dasar... 5

F. Pembatasan Masalah ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

A. Self-Esteem ... 7

a. Pengertian Self-Esteem ... 7

b. Karakteristik Self-Esteem ... 9

c. Pembentukkan Self-Esteem... 12

d. Aspek-aspek dalam Self-Esteem ... 13

e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Self-Esteem ... 16

f. Hambatan dalam Perkembangan Self-Esteem ... 17

g. Self-Esteem Remaja ... 18

B. Prestasi ... 18

a. Pengertian Prestasi ... 18

b. Aspek-aspek Pencapaian Prestasi ... 20

c. Pentingnya Berprestasi ... 20

C. Self-Esteem dan Prestasi... 22

D. Permainan Softball... 23

E. Penelitian Terdahhulu yang Relevan ... 24

BAB III METODE PENELITIAN ... 27

A. Populasi dan Sampel ... 28

B. Pelaksanaan Penelitian... 28

C. Desain Penelitian ... 29

(5)

E. Definisi Opesional ... 31

F. Instrument Penelitian dan Skala Pengukuran ... 32

G. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 34

H. Teknik Pengumpulan Data ... 39

I. Teknik Analisis Data ... 39

BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA ... 40

A. Hasil Pengolahan dan Analisis Data ... 40

a. Uji Normalitas ... 40

b. Uji Homogenitas ... 40

c. Analisis Deskripsi ... 41

d. Analisis Inferensi ... 43

B. Diskusi Temuan ... 44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 46

A. Kesimpulan ... 46

B. Saran ... 46

DAFTAR PUSTAKA ... 48 LAMPIRAN – LAMPIRAN

(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Olahraga memegang peranan yang sangat penting untuk membentuk manusia yang sehat secara jasmani dan rohani. Olahraga pada hakekatnya adalah kegiatan fisik dan psikis yang dilandasi dengan semangat melawan diri sendiri, orang lain atau unsur alammenurut Rusli dan Sumardianto (2000). Dalam cabang olahraga softball, kemampuan fisik teknik, taktik serta mental atau psikologis sangat dibutuhkan dalam suatu pertandingan. Hal juga menentukan keberhasilan seorang atlet dalam mencapai sebuah prestasinya.

Softball merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai banyak dikenal dan digemari saat ini. Selain itu minat yang tinggi juga ditunjukkan mulai dari anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua sekalipun. Hal ini dapat dibuktikan dan dilihat dengan banyaknya pemakaian lapang, pembangunan lapang baru baik milik pemerintah maupun universitas. Hal ini dibarengi juga dengan banyaknya klub-klub yang terbentuk saat ini. Selain itu olahraga softball baik di sekolah maupun di tingkat universitas terkadang sudah dijadikan sebagai mata pelajaran bahkan dijadikan ekstrakulikuler.

(7)

dengan penuh semangat hanya semata-mata ingin mencapai prestasi yang telah diprogramkan dalam setiap proses latihannya.

Prestasi dapat dilihat salah satunya dari keberhasilan seorang atlet dalam mengikuti kejuaraan atau pertandingan. Seperti yang dikatakan oleh A. Tabrani (Kusman, 2001: 21) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang

dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha”.Namun demikian, prestasi tidak hanya bisa dinilai berdasarkankeberhasilannya dalam menjuarai suatu pertandingan, tapi sekecil apapun hasil yang diperoleh haruslah menjadi prestasi tersendiri bagi seseorang. Muchlas (dalam Subardjah, 1999:22) mengemukakan pendapatnya kesiapan fisik dan psikologis atlet dalam mencapai prestasi secara

maksimal sebagai berikut: “Prestasi olahraga itu tidak hanya bergantung kepada

keterampilan teknis olahraga dan kesehatan fisik yang dimiliki atlet bersangkutan, tetapi juga bergantung pada keadaan psikologis dan mentalnya”. Sehingga jangkauan olahraga akan lebih jauh lagi yaitu berhubungan dengan masalah-masalah dan gejala-gejala psikologis atlet pada saat berlatih maupun pada saat bertanding.

Self-esteem merupakansalah satu komponen psikologis yang dibutuhkan

(8)

pelatih dan manager karena kemampuannya jauh di bawah atlet inti, apalagi jika tidak dimainkan sama sekali, bahkan kadang ada perasaan senang jika tim nya kalah karena merasa dia tidak dimainkan.Maka dari itu self-esteem sangat penting dimiliki oleh setiap atlet agar dia bisa mengevaluasi dirinya sendiri yang nantinya akan berkaitan dengan proses penerimaan orang-orang di sekitarnya terhadap dirinya. Dalam hal ini evaluasi akan menggambarkan bagaimana penilaian atlet tersebut tentang dirinya sendiri, menunjukan penghargaan dan pengakuan atau tidak, serta menunjukkan sejauh mana individu tersebut merasa mampu, sukses dan berharga di dalam tim nya. Menurut Ormroad (Ahmad, 2009) anak dengan self-esteem tinggi akan cenderung memiliki prestasi yang baik pula. Sejalan

dengan Ormroad, Adi W. Gunawan pun mengatakan bahwa harga diri anak menentukan motivasi untuk belajar dan mencapai prestasi. Jadi jika seorang anak mempunyai harga diri yang tinggi maka anak tersebut secara otomatis memiliki motivasi untuk belajar dan mampu menggapai prestasi yang tinggi.

Dalam kaitan pentingnya self-esteem pada diri atlet khususnya pada pencapaian prestasi pemain softball, maka penulis tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut. Oleh karena itu, penulis mengambil judul sebagai berikut:

HubunganSelf Esteem dengan Pencapaian Prestasi atlet UKM Softball UPI Bandung”.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mencoba mengemukakan suatu permasalahan yang menjadi dasar penelitian ini, yaitu:

1. Bagaimana gambaran self-esteem altet UKM Softball UPI Bandung? 2. Bagaimana gambaran pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI

Bandung?

3. Apakah terdapat hubungan antara self-esteem dengan pencapaian prestasi?

C. Tujuan Penelitian

(9)

1. Ingin mengetahui gambaran self-esteem pada atlet UKM Softball UPI Bandung.

2. Ingin mengetahui gambaran pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI Bandung.

3. Ingin mengetahuiadanya hubungan antara self-esteem dengan pencapaian prestasiatlet UKM Softball UPI Bandung.

D. Manfaat/Signifikansi Penelitian

Apabila penelitian ini berhasil diharapkan dapat berguna dan bermanfaatkhususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Harapan penulis tentang manfaat penelitian ini diantaranya sebagai berikut :

1. Bagi Peneliti

Untuk menambah wawasan peneliti dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan self-esteemdan hasil prestasi.

2. Bagi Guru atau Pelatih Softball

Dapat memberikan wawasan keilmuan yang berarti bagi dunia pendidikan terutama mengenai self-esteem pada atlet khususnya dalam cabang olahraga softball.Sebagai sarana informasi dan masukan bagi guru atau pelatih softball dalam upaya meningkatkan self-esteem yang positif kepada murid atau atletnya juga dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk mengembangkan self-esteem yang positif bagi mahasiswa.

3. Bagi Atlet

(10)

E. Anggapan Dasar

Anggapan dasar ialah titik tolak ukur bagi penulis untuk proses penelitian yang hendak dikerjakan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto (2007 :

24), bahwa “Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi

peneliti didalam pelaksanaan penelitian”.

Peran harga diri sangat besar dalam pencapaian prestasi. Anggapan dasar di dalam penelitian ini yaitu menurut (Coopersmith, 1967) remaja yang memiliki harga diri (self-esteem)tinggi akan lebih termotivasi untuk meraih kesuksesan dalam kehidupannya. Pengalaman sukses yang diperoleh remaja dapat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap peningkatan harga diriesteem)nya, Coopersmith (1967) menjelaskan bahwa harga diri

(self-esteem)merupakan hasil penilaian atau penghargaan pribadi seorang individu yang

diekspresikan dalam sikap-sikap terhadap dirinya sendiri. Sejalan dengan Coopersmith, Ormroad (Ahmad, 2009) menyatakan anak dengan self-esteem tinggi akan cenderung memiliki prestasi yang baik pula

F. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah dan tidak terlalu luas dalam pelaksanaan dan pada tujuan yang akan dicapai, maka permasalahan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut:

1. Variabel yang dipengaruhi adalah pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI Bandung.

2. Variabel yang mempengaruhi adalah self-esteem pada atlet UKM Softball UPI Bandung.

3. Populasi pada penelitian ini adalah atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Softball UPI Bandung sebanyak 53 orang, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah atlet-atlet yang mengikutikejuaraan sebanyak 18 orang.

(11)

5. Penelitian ini menggunakan olah data Pearson Correlation untuk melihat hubungan self-esteem dengan pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI Bandung.

(12)

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan salah satu cara untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian melalui suatu cara yang sesuai dengan prosedur yang digunakan. Dalam hal ini Arikunto (2010: 203) menjelaskan bahwa : “Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”. Sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai, maka metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif ini merupakan metode penelitian yang mengarah pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang ini dan menggambarkan keadaan-keadaan pada saat ini dengan informasi-informasi yang telah didapatkan dan melihat kaitan antara variabel-variabel yang ada dimana pengujian yang digunakan dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistika. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, maksudnya data-data yang diperoleh, diolah, dan dianalisis dengan menggunakan perhitungan statistik..

Langkah-langkah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif menurut Sukardi (2003 dalam Virgiana, 2011: 49) adalah :

1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikansi untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.

2. Membatasi dan merumuskan permasalahan yang jelas. 3. Menentukan tujuan dan memanfaatkan penelitian.

4. Melakukan studi kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan. 5. Menentukan petanyaan penelitian.

6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, menentukan instrumen pengumpulan data dan menganalisis data.

(13)

8. Membuat laporan penelitian.

A.Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. (Sugiyono, 2011: 80). Pada penelitian ini, populasi yang digunakan adalah atlet UKM softball UPI sebnayak 53 orang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011: 81), apa yang dipelajari oleh sampel itu sendiri, nantinya akan diberlakukan pula untuk populasi, sehingga sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). Sampel dalam penelitian ini adalah atlet putri UKM softball UPI yang mengikuti tiga pertandingan yang telah ditentukan sebanyak 18 orang.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Stratified Random Samplingkarena pengambilan sampel berdasarkan strata tertentu.

Kriteria pemilihan sample Stratified Random Sampling 1. Sampel yang dibutuhkan hanya wanita saja.

2. Sampel distratakan berdasarkan keterampilan. B. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan dalam penelitian hubungan self-esteem dengan pencapaian prestasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Pelaksanaan Penelitian

No. Pertandingan Tanggal Tim yang

(14)

2.

Pelaksanaan penelitian bertepatan dengan pertandingan-pertandingan yang diikuti oleh atlet UKM Softball UPI Bandung dalam waktu dua bulan. Karena waktu yang berdekatan maka dirasa cukup untuk mewakili keadaan self-esteem atlet tersebut.

C. Desain Penelitian

Dalam suatu penelitian perlu adanya desain penelitian yang sesuai dengan variabel-variabel yang terkandung dalam tujuan penelitian. Adapun desain penelitian yang digunakan, adalah desain penelitian assosiatif yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti. Sebagai gambaran, berikut adalah bentuk desain pendekatan yang digunakan (Paradigma Sederhana). .

X

r

Y

(15)

Keterangan : X : self-esteem

Y : pencapaian prestasi r : korelasi

D. Metode Penelitian

Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif yaitu penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan pendekatan Survey. Survey dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner yang diberikan kepada sampel untuk mengetahui keadaan, gambaran, dan fakta yang ada.Menurut Sugiyono (2011:6) pendekatan survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi penelitian melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen).

(16)

E. Definisi Operasional

Untuk menghindari interpretasi yang salah dalam penelitian ini, ada beberapa istilah yang harus diberikan penjelasan antara lain:

1. Self-esteemmerupakan “penilaian personal” (personal judgment) mengenai perasaan berharga atau berarti yang diekspresikan dalam sikap-sikap individu terhadap dirinya (Copersmith dalam Burns, 1998). Sedangkan Abraham Moslow (Ahmad, 2009: 15) menyatakan bahwa self-esteem yaitu setiap individu memiliki dua kategori kebutuhan akan self-esteem yaitu penghormatan/penghargaan dirinya sendiri dan penghargaan dari orang lain. Dalam penelitian ini, self-esteem yang dimaksud adalah mengenai perasaan berharga terhadap atlet UKM Softball UPI Bandung pada saat pertandingan. 2. PrestasimenurutA. Tabrani (Kusman. 2001: 21) adalah kemampuan nyata

(actual ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha. Prestasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh atlet

Populasi

Sampel

Analisis Data

Pengambilan

Data

Kesimpulan

Saran

Gambar 3.2

(17)

UKM Softball UPI Bandung pada tiga pertandingan nasional selama 6 bulan terakhir, yaitu Giant Cup, ISP CUP, dan ITT Telkom Cup.

3. AtletMenurut Monty P. Satiadarma (2000) adalah individu yang memiliki keunikan tersendiri. Ia memiliki bakat perilaku, pola perilaku dan kepribadian tersendiri serta latar belakang kehidupan yang mempengaruhi secara spesifik dalam hidupnya. Dalam penelitian ini, atlet yang dimaksud adalah atlet UKM Softball UPI Bandung yang mengikuti kompetisi.

4. Permainan Softballmenurut Mukholid (2004 dalam Suhartini) adalah permainan yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari sembilan orang dan dapat pula ditambah seorang pemukul DH (designatedhitter), Permainan ini dimainkan diluar ruangan dengan lapangan yang berbentuk bujur sangkar, pada setiap sudut terdapat base yang berbentuk segi empat kecuali home plate yang berbentuk segi lima. Lama permainan Softball ditentukan dengan inning (babak). Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang menyerang atau memukul (ofensif). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga base pelari hingga menyentuh home plate.Regu penyerang menjadi regu

penjaga apabila telah terjadi tiga mati, dengan demikian regu yang semula menjadi regu penjaga mendapat giliran untuk menjadi regu penyerang. Softtball dalam penelitian ini adalah cabang olahraga yang akan dipertandingkan oleh atlet UKM Softball UPI Bandung.

F. Instrumen Penelitian dan Skala Pengukuran

(18)

dengan menggunakan Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Self Esteem (Sebelum dilakukan validitas)

Pengakuan dan rasa hormat dari orang lain Penerimaan dari orang tua

(keluarga)

(19)

Tabel 3.3

Pedoman Penskoran Coopersmith

Pilihan Jawaban Skor Item Positif Skor Item Negatif

SETUJU 1 0

TIDAK SETUJU 0 1

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

Sebelum menggunakan suatu angket atau kuesioner dalam suatu penelitian, sebelumnya angket tersebut harus di uji coba terlebih dahulu kepada subjek dengan keadaan yang sama namun bukan sampel yang diteliti.Peneliti mengadakan uji validitas dan realibitas dengan membagikan angket yang sudah peneliti buat kepada41 sampel. Setelah dilakukan pengambilan data kepada sampel, maka peneliti melakukan validitas untuk menilai kesahihan instrumen. Seperti yang dikatakan oleh Arikunto (2010: 211) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang valid dan sahih mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.

Hasil validasi yang telah dilakukan maka diperoleh hasil yaitu 33 item pernyataan yang sebelumnya 58 item. Berikut adalah kisi-kisi instrumen yang telah di validitas oleh peneliti pada tabel 3.3 sebagai berikut.

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen Self Esteem (Setelah dilakukan validitas)

(20)

(keluarga)

Hasil uji validitas dan reliabilitas dari hasil pengujian instrumen data analisis dengan teknik statistik perangkat lunak Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows versi 16.0. Pada uji validitas dan reliabilitas pada

angket hubungan self-esteem dengan pencapaian prestasi atlet UKM softball UPI dengan menggunakan reliability scale didapatkan dengan hasil 0,805.

Tabel 3.5

Hasil Validitas Instrumen Self-esteem

(21)

Lanjutan...

Q7 .192 Tidak Valid Q8 -.086 Tidak Valid Q9 -.152 Tidak Valid Q10 .314 Valid Q11 .479 Valid Q12 .024 Tidak Valid Q13 -.034 Tidak Valid Q14 .154 Tidak Valid Q15 .360 Valid Q16 .327 Valid Q17 .250 Valid Q18 -.072 Tidak Valid Q19 .171 Tidak Valid Q20 .165 Tidak Valid Q21 -.133 Tidak Valid Q22 .509 Valid Q23 .216 Valid Q24 .324 Valid Q25 -.026 Tidak Valid Q26 -.011 Tidak Valid Q27 .089 Tidak Valid Q28 .222 Valid

Q29 .181 Tidak Valid

(22)

Lanjutan...

Q39 .224 Valid Q40 .078 Tidak Valid Q41 .390 Valid Q42 .207 Valid Q43 .588 Valid Q44 -.407 Tidak Valid Q45 .210 Valid Q46 .413 Valid Q47 .001 Tidak Valid Q48 .454 Valid Q49 .315 Valid Q50 -.085 Tidak Valid Q51 .515 Valid Q52 .269 Valid Q53 .054 Tidak Valid Q54 .116 Tidak Valid Q55 .340 Valid Q56 .519 Valid Q57 .312 Valid Q58 .681 Valid

(23)

Tabel 3.6

Hasil Reliabilitas Instrumen Self-esteem

Cronbach's Alpha N of Items

.882 33

Dalam buku pendekatan statistik Nisfianoor (2009 : 203) bahwa “apabila cronbach alpa lebih besar dari 0,05 berarti hasil uji validitas dan reliabilitas dari suatu instrumen adalah valid dan reliabel.” Hasil dari uji validitas dan reliabilitas menyatakan bahwa nilai Cronbach’s Alpha instrumen sebesar 0,882, oleh karena itu instrumen ini valid dan reliabel digunakan dalam penelitian ini.

Pada penilaian prestasi data yang diperoleh masih harus dilakukan uji statistik, untuk memberikankriteria pada nilai mean penelitian ini dibuat interpretasi data berdasarkan norma penggolongan didasarkan pada 27% batas bawah dan 73% batas atas (Nisfiannoor, 2009). Berikut adalah Interpretasi Skor Mean:

Tabel 3.7

Interpretasi Skor MeanSelf-Esteem

Mean Kategori

< 4,02 Rendah

4,02 – 6,48 Sedang

>6,48 Tinggi

Tabel 3.8

Interpretasi Skor Mean Prestasi

Mean Kategori

< 32 Rendah

32 – 50 Sedang

(24)

Tabel 3.9

PENILAIAN PRESTASI

No. Peringkat Nilai

1. I 20

2. II 18

3. III 16

4. IV 14

5. V 12

6. VI 10

7. VII 8

8. VIII 6

9. IX 4

10. X 2

H. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner. Hal pertama yang dilakukan adalah membagikan angket pada sampel yang bukan atlet dari UKM softball UPI Bandung untuk dilakukan validitas. Selanjutnya peneliti menjelaskan cara pengisian angket kepada sampel agar tidak terjadi kesalahan dalam pengisian angket. Kemudian angket dikumpulkan dan diperiksa oleh peneliti untuk dicari validitas dan reliabilitasnya.Setelah vangket valid dan reliabel maka angket tersebut diberikan kepada sampel yang sebenarnya, yaitu atlet wanita dari UKM softball UPI Bandung. Selanjutnya peneliti mengumpulkan angket dan memeriksanya.

I. Teknik Analisis Data

Analisis data penelitian ini menggunakan Pearson Correlation dengan alpha level 0,01. Analisis data penelitian ini dioperasikan dengan menggunakan

(25)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkanhasil pengolahan data dan analisis yang telah dijelaskan pada bab IV, dapat djabarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan. Berikut adalah kesimpulan yang diperoleh :

1. Tingkat self-esteempada setiap pertandingan hampir sama, begitu juga dengan gambaran prestasi. Pada pertandingan Giant CUP dapat dilihat nilai rata-rata gambaran self-esteem yaitu 5,32 yang termasuk ke dalam kategori Sedang dan nilai gambaran prestasi yaitu 42,2 yang termasuk ke dalam kategori Sedang pula. Pada pertandingan ISP CUP dapat dilihat nilai rata-rata gambaran self-esteem yaitu 5,3 yang termasuk ke dalam kategori Sedang dan nilai gambaran

prestasi yaitu 44 yang termasuk ke dalam kategori Sedang pula. Kemudian pada pertandingan IT Telkom CUP dapat dilihat nilai rata-rata gambaran self-esteem yaitu 5,7 yang termasuk ke dalam kategori Sedang dan nilai gambaran

prestasi yaitu 45,5 yang termasuk ke dalam kategori Sedang pula. Hal ini menunjukkan bahwa jika tingkat self-esteem atlet softball termasuk ke dalam kategori sedang, maka tingkat prestasinya pun sedang pula.

2. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-esteem dengan pencapaian prestasi, nilai Koefisien Korelasi antara self-esteem dengan pencapaian prestasi atlet UKM Softball UPI termasuk ke dalam kategori “Sangat Tinggi”.

B.Saran

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi Atlet UKM Softball

(26)

sehingga mereka dapat termotivasi untuk menjadi diri yang lebih baik dan kompeten saat latihan dan mengahadapi pertandingan. Kemudian diharapkan kepada atlet UKM Softball UPI Bandung untuk meningkatkan latihan, kebersamaan dan tingkat self-esteemnya agar meningkat pula prestasinya. Salah satu untuk meningkatkan self-esteem dengan cara memperbaiki hubungan antar teman, sesuai dengan yang dikatakan oleh Coopersmith (1967 dalam Soraya, 2011) salah satu fungsi positif teman sebaya adalah meningkatkan self-esteem. Menjadi orang yang disukai sejumlah besar teman-teman sebayanya membuat remaja merasa enak dan senang tentang dirinya (Desmita, 2007).

2. Bagi Pelatih atau Guru

Penulis menyarankan untuk pelatih maupun guru olahraga di dalam melatih atau mendidik atlet atau muridnya bermain dan bertanding dalam bidang softball sebaiknya jangan hanya terpacu kepada pencapaian prestasinya saja, akan tetapi sebaiknya diimbangi juga dengan peningkatan self-esteem nya agar atlet lebih bisa mempunyai sikap self-esteem yang baik.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Dalam penelitian ini penulis hanya mengungkapkan sebagian mengenai pencapaian prestasi. Penulis hanya mengungkapkan hubungan antara self-esteem dengan pencapain prestasi tanpa adanya treatment yang diberikan

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Qohar, M. K, (1998). Kamus Ilmiah Populer. Bintang Pelajar

Abraham H. Maslow. (1993). Motivasi dan Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Ahmad, Erna. (2009). Hubungan Antara Tingkat Self Esteem dan Perilaku Bullying Siswa SMAN I Serang. Jakarta: Skripsi. Bimbingan dan

Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negri Jakarta: tidak diterbitkan.

Aman, Nailiamani. (2012). Kajian Psikologi dalam Bidang Olahraga. [Online]

Tersedia: http://www.slideshare.net/NailiamaniAman/kajian-psikologi-dalam-bidang-olahraga [19 Mei 2013]

Arikunto, Suharsimi. (2010).Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Astrini, Roni. (2013). Analisis Perkembangan Prestasi Atlet Pada Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) di Provinsi Jambi. Jambi: Skripsi. Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi. [Tersedia]: http://fkipunja-ok.com/versi_2a/extensi/artikel_ilmiah/artikel/A1D408147_419.pdf[3 Juni

2013]

Azani, Roni. (2011). Profil Kepercayaan Diri dan Motivasi Berprestasi Pemain Persib Bandung Pada Liga Super 2011-2012. Bandung: Skripsi.

Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Bethel, Dell. (1999/2000). Softball dan Baseball. Semarang: Dahara Prize

(28)

Desmita. (2007). Psikologi Prekembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Ginintasasi, R. et al. (2007). Hubungan Self Esteem dengan Prestasi Akademik

(Studi Pada Mahasiswa Prodi Psikologi FIP UPI). Jurnal [Tersedia]:

http://penelitian.lppm.upi.edu/detil/149/hubungan-self-esteem-dengan-prestasi-akademik-%28studi-pada-mahasiswa-prodi-psikologi-fip-upi%29

[3 Juni 2013]

Hidayatullah, Royan. (2012). Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Motivasi Terhadap Prestasi Olahraga Renang Atlet Di Club Tirta Kencana

Bandung. Bandung. Skripsi. Ilmu Keolahragaan. Fakultas Pendidikan

Olahraga dan Kesehatan. Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan).

Hikmatunnisa, Soraya. (2011). Profil Self Esteem korban Bullying di Sekolah. Bandung: Skripsi. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Ilham. (2006). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Olahraga Para Atlit. [Online].

Tersedia:http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html [10 Mei 2013]

Irawati, Neny dan Hajat, Nurahma. (2004). “Hubungan Antara Harga Diri (Self Esteem) Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa SMMKN 48 Jakarta Timur”.

JurnalEcono Sains. [Tersedia]:

http://econosains.com/index.php/agustus-

2012/28-hubungan-antara-harga-diri-self-esteem-dengan-prestasi-belajar-pada-siswa-smkn-48-di-jakarta-timur [13 Juni 2013]

Kusman, Tedi. (2011). Pengruh Kebugaran Jasmani Terhadap Prestasi Belajar Siswa Alfa Centauri Bandung. Bandung: Skripsi. Ilmu Keolahragaan.

(29)

Nisfiannoor, Muhammad. (2009). Pendekatan Statistika Modern. Jakarta: Salemba Humanika

Rusli L. dan Sumardianto. 2000. Filsafat Olahraga. Jakarta: DEPDIKNAS. Sajoto, M. (1988). Pengantar Latihan Kondisi Fisik. Jakarta: Gunung Agung.

Santrock, JW. (2003). Andolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Sarwono. (1999). Psikologi Sosial: Individu dan Teori – Teori Psikologi Sosial.

Jakarta: Balai Pustaka.

Satiadarma, Monty P. (2000). Dasar-dasar Psikologi Olahraga. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Sidik, Purnama. (2008). Profil Harga Diri (Self Esteem) Remaja di Panti Asuhan. Bandung: Skripsi. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Subardjah, Herman. (2000). Bulutangkis.Jakarta: Departemen PendidikanNasional.

Subowo, Edy dan Martiarani, Nuke. (2009). “Hubungan Antara Harga Diri Remaja Dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa SMK Yosonegoro

Magetan”. Jurnal Psikohumanikai. [Tersedia]: http://psikohumanika.setiabudi.ac.id/[24 Mei 2013]

Suhartini.B. Mengenal Olahraga Softball. Jurnal [Tersedia]:

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131655987/MENGENAL%20OLA

HRAGA%20SOFTBALL.pdf [23 Mei 2013]

Somantri, Dian Gaman. (2009). Harga Diri Siswa Sebagai Penyusunan Program Bimbingan Pribadi Sosial. Bandung: Skripsi. Psikologi Pendidikan dan

(30)

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sundari, Rima. (2008). Program Bimbingan Untuk Mengembangkan Self Esteem Anak Jalanan. Bandung: Skripsi. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia: tidak diterbitkan.

Weis, M.R, Virginia. (1990). “Self-esteem and Causal Attributions for Children's Physical and Social Competence in Sport”. Journal of Sport adn Exercise Psychology (JSEP).[Tersedia]: http://www.getcited.org[24 Mei 2013]

________. (2013).Pengertian Definisi Prestasi Menurut Para Ahli. [Online].

Tersedia:http://definisipengertian.com/2012/pengertian-definisi-prestasi-menurut-para-ahli/ [10 Mei 2013]

_______, (2010). Pengertian Prestasi Diri. [Online]

Tersedia: http://koleksi.org/pengertian-prestasi-diri#.UZkV29gjbDc [19 Mei 2013]

http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/

http://www.getcited.org

Figur

Tabel 3.1 Pelaksanaan Penelitian

Tabel 3.1

Pelaksanaan Penelitian p.13
Gambar 3.1 Paradigma Sederhana

Gambar 3.1

Paradigma Sederhana p.14
Gambar 3.2 Langkah-langkah Penelitian

Gambar 3.2

Langkah-langkah Penelitian p.16
Tabel 3.3 Pedoman Penskoran Coopersmith

Tabel 3.3

Pedoman Penskoran Coopersmith p.19
Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen p.19
Tabel 3.5 Hasil Validitas Instrumen

Tabel 3.5

Hasil Validitas Instrumen p.20
Tabel 3.7 Interpretasi Skor Mean

Tabel 3.7

Interpretasi Skor Mean p.23
Tabel 3.6 Hasil Reliabilitas Instrumen

Tabel 3.6

Hasil Reliabilitas Instrumen p.23
Tabel 3.9 PENILAIAN PRESTASI

Tabel 3.9

PENILAIAN PRESTASI p.24

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di