TUGAS AKHIR
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK XXXX DI MEDAN
Diajukan Oleh :
HAMMAM SETYO HARITSA 122102219
PROGRAM STUDI DIII AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2015
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK
NAMA : HAMMAM SETYO HARITSA
NIM : 122102219
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL : SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA PT.
BANK XXXX DI MEDAN
Tanggal : _________ 2015 Dosen Pembimbing Tugas Akhir
Dra. Mutia Ismail. MM, Ak NIP.19680501 199502 2 001
Tanggal : _________2015 Ketua Program Diploma III Akuntansi
Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA NIP. 19511114 198203 1 002 Tanggal : _________ 2015 Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec.Ac, Ak, CA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR
NAMA : HAMMAM SETYO HARITSA
NIM : 122102219
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL TUGAS AKHIR : SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK XXXX DI MEDAN.
Medan, 2015
HAMMAM SETYO HARITSA NIM. 122102219
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga peneliti dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Pengendalian Internal Dalam pemberian Kredit pada PT. XXX Medan”. Penulisan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara.
Peneliti masih menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan disebabkan kemampuan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki terbatas.
Pada kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan penyelesaian tugas akhir ini, khususnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec,AC. Ak, CA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Rustam M.Si, Ak, CA selaku Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
4. Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak selaku dosen pembimbing yang telah membimbing peneliti dalam menyelesaikan Tugas Akhir.
5. Bapak Pimpinan PT. BNI Kantor Wilayah Medan yang telah banyak membantu memberikan data dan keterangan untuk melengkapi penulisan tugas akhir ini dan para pegawai .
6. Teristimewa untuk kedua Orang Tua (Ayahanda dan Ibunda ) yang telah memberikan semangat dan dukungan baik dari materi maupun doa sampai akhirnya penulisan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.
7. Kepada Christofer Siregar, Berto C. Purba dan seluruh teman-teman seperjuangan D-III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis terkhusus teman-teman di Group D stambuk 2012.
8. Kepada seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa D-III akuntansi periode 2014-2015.
Akhirnya peneliti mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak yang lebih berpengalaman demi kesempurnaan tulisan ini.
Semoga penulisan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan mahasiswa yang membacanya untuk menambah ilmu pengetahuan.
Medan, Juni 2015 Penulis
Hammam Setyo Haritsa
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ………... i
DAFTAR ISI ………... iii
DAFTAR TABEL …………... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ………..… vii
BAB I : PENDAHULUAN ………... 1
A. Latar Belakang Masalah ………...………... 1
B. Rumusan Masalah ………... 3
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ………... 4
1. Tujuan Penelitian ………... 4 2. Manfaat Penelitian ………... 4
D. Rencana Penulisan ….……….... 5
1. Jadwal Survey/Observasi ………... 5 2. Rencana Isi ………... 5 BAB II : PT. BANK XXXX KANTOR WILAYAH MEDAN ………... 7
A. Sejarah Ringkas PT Bank XXXX Kantor Wilayah Medan…….. 7
B. Struktur Organisasi ………... 12
C. Job Description ………... 15
D. Jaringan Usaha ………... 19
E. Kinerja Usaha Terkini ………... 22
F. Rencana Usaha ……….………... 25
BAB III : SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMBERIAN KREDIT PADA PT BANK XXXX KANTOR WILAYAH MEDAN ……. 27
A. Kredit ...………... 27
B. Prosedur pemberian kredit ... 30
C. Penilaian Resiko ...………... 36
D. Analisis Pengendalian Internal pemberian kredit …....……….... 39
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………... 43
B. Saran ………... 43
DAFTAR PUSTAKA... 44
LAMPIRAN ………...…… 45
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
1.1 Jadwal Survey/Observasi ………... 5 3.3 Tabel Jurnal ... 35
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
2.3 Struktur Organisasi PT. xxx di Medan……..…... 14
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul Halaman
Lampiran 1 Surat Riset ………..……… 45
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakangMasalah
Pada era globalisasiini, masyarakat di
tuntutuntukterusmengembangkandirinyadanterusmemperbaharuipengetahuan
yang dimilikinya agar terusmampubersaing di
zamanglobalisasiini.Masyarakatindonesiaharus di tuntutlebihterampil, danharusmengubahpolapikirnya di zamanglobalisasiini.
Masyarakatharusmampumemenuhikebutuhanhidupnyasendiriuntukbertahanhi dup, masyarakatharusbekerjauntukmemenuhikebutuhanhidupnya.
Apabilamerekatidakmendapatpekerjaan,
merekaharusmembuatlapanganpekerjaansendiri. Padadasawarsaini, perusahaanperusahaanperbankanterusmembuatpromosidanmemberikankredit denganbunga yang rendahdanadminitrasi yang lebihmudah.
Begitujugasetiapperusahaanharusterusmelakukaninovasidalammenghadapi
persaingan global
ini.Perubahanharusmampumenjalankanperusahaandenganbaikdanharusmamp umengontroljalannyaperusahaan agar mampubersaing. Pengendalian internal harussangat di perhatikandalamperusahaanapabilapengendalian internal tidakdilakukanmakaperusahaanakanberjalandengantidakbaik.
Khususnya di duniaperbankan,
merekaharusmampumengontrolpemberiankredit.Karenakreditadalahsalahsatu carasetiap bank untukmeningkatkanlabamereka. Semakinbanyakdebitur yang
meminjamuanguntukmenambah modal perusahaanmerekamakasemakinbanyaklahlaba
yangakanmerekaterimadarisetiapdebiturtersebut.
Pemberian kredit merupakan aktivitas paling pokok dari perbankan sebagai akibat dari salah satu fungsi intermediasi bank. Pemberian kredit ini merupakan suatu proses yang membutuhkan pengendalian intern kredit yang baik untuk meminimumkan resiko macet yang diderita bank.
Pengendalian intern ini tidak boleh hanya dilakukan oleh pimpinan saja tetapi harus dilakukan oleh seluruh karyawan, karena pimpinan perusahaan telah mempunyai tugas dan tanggung jawab tersendiri terhadap perusahaan.
Pada perusahaan yang kecil dan dimiliki perseorangan, pimpinan masih mampu mengawasi secara langsung semua kegiatan. Tetapi tidak dengan perusahaan besar, biasanya pimpinan pada perusahaan besar akan dibantu oleh internal auditor dalam hal menangani pengendalian intern.
Padazamansaatini, kreditsangat di gemari di kalanganmasyarakatindonesia. Perorangandanbadanusahapadasaatinibanyak yang meminjamkreditkepada bank-bank yang ada di
indonesiauntukmenambah modal usahamereka.
Pemberiankreditharusdiawasidenganbaikdanbenar agar tidakterjadikesalahandalampemberiankredit.
Kreditpadaawalperkembangannyamengarahkanfungsinyauntukmerangsan gkeduabelahpihakuntuktujuanpencapaiankebutuhanbaikdalambidangusahama upunkebutuhanseharihari.pihak yang mendapatkan
kreditharudapatmenunjukanprestasi yang lebihtinggidalamkemajuan usahanyaataumendapatkanpemenuhanataskebutuhannya.
Sistempemberiankredit yang baikakanmengurangiresiko bank
mengalamikreditmacet yang akanmembuatperputaranuang di bank
tersebutjugaakantersendat. Tujuanutama bank
menyalurkankreditkepadadebituryaitudebiturdapatmengembalikanseluruhpinj
amanyasesuaidenganjangkawaktu yang
telahdiperjanjikandenganmemberikanimbalanberupabunga.
Namunapabilaterjadikreditbermasalahakanberakibatpadakerugian bank, yaitukerugiankarenatidak di terimanyakembalidana yang telah di salurkanmaupunpendapatanbunga yang tidakdapat di terima.
Olehsebabitudenganditerapkannyasistempengendalian internal dalampemberiankredit yang baikdanefektifsesuaidenganprosedur yang di tetapkan,
tidakperluterusmenerusuntukmengawasiaktifitaspegawaisecaralangsungdalam memberikankredittetapicukupdenganpendelegasianpegawai.
Berdasarkanuraianiniterlihatjelasbegitubesarperansistempengendalian internal
dalammemberikankreditpadainstansiperbankan.Makapenulistertarikuntukmen gambiljuduldalamtugasakhir yang berjudul “SistemPengendalian Internal DalamPemberianKreditPada PT. xxx Kantor Wilayah Medan.”
B. RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangmasalah di atas, makapermasalahan yang akan di bahasdalamtugasakhirsebagaiberikut :
1. Bagaimanasistempegendalian internal pemberiankreditpada PT. xxx 2. Apakahsistem pengendalian internal pemberiankreditpada PT.
xxxtelahberjalansesuaidengan yang ditetapkan.
3. Bagaimana prosedur pemberian kredit pada PT. xxx
C. TujuandanManfaatPenelitian a. TujuanPenelitian
Adapun yang menjaditujuanpenulisan yang
dilakukanolehpenulisadalahsebagaiberilut :
1. Untukmengetahuibagaimanasistempengendalian internal pemberiankreditpada PT. xxx
2. Untukmengetahuiapakahsistempengendalian internal dalampemberiankreditpada PT.xxxtelahberjalandenganefektif.
3. Untuk mengetahuibagaimana prosedur pemberian kredit pada PT. xxx b. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Bagi PT. xxx
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan PT xxx Medan menentukan kebijakan dalam sistem pengendalian internal terhadap pemberian kredit pada masa yang akan datang.
2. Bagi Penulis
Sebagai bahan masukan kepada penulis agar dapat mengetahui secara langsung mengenai sistem pengendalianinternal terhadap pemberian kredit pada PT. xxx dan dapat menambah ilmu pengetahuan peneliti, serta dapat mengaplikasikan teori - teori yang didapat dari perkuliahan dengan sebenarnya.
3. Bagi Pembaca
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan yang nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi bagi rekan- rekan mahasiswa dalam membuat paper ditahun-tahun mendatang yang berkaitan dengan sistem pengendalian internal terhadap pemberian kredit.
D.Rencana Penulisan
1. Jadwal Survey/Observasi
Tabel 1.1
JadwalSurvey/ObservasidanPenyusunanTugasAkhir
No Kegiatan
Mei Juni
II IV I II
1 PengajuanJudul 2 PermohonanIjinRiset
3 PenunjukanDosenPembimbing 4 Pengumpulan Data
5 PenyusunanTugasAkhir 6 BimbinganTugasAkhir
7 PenyelesaianTugasAkhir 8 PengesahanTugasAkhir
2. Rencana Isi
Dalam penyusunan tugas akhir ini, peneliti membuat penelitian secara sistematis untuk mempermudah pemahaman isi tugas akhir yang
disajikan. Pelaporan dibagi dalam empat bab.
BAB I :PENDAHULUAN
Pada bab I pendahuluan diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta rencana penulisan.
BAB II: PT. XXX DI MEDAN
Pada bab II diuraikan tentang PT. xxxWilayah Medan yang mencakup sejarah singkat PT xxx, struktur organisasi dan personalia, pembagian tugas (job description), jaringan usaha, kinerja usaha terkini, serta rencana Usaha.
BABIII: SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA PT. XXX DI MEDAN
Selanjutnya pada bab III diuraikan tentang topik penelitian yang berkaitan dengan pengendalian internal pemberian kredit pada PT. xxx. Bab terakhir adalah penutup. Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dari hasil pembahasan pada bab
sebelumnya serta saran yang dianggap berguna, terutama
direktur sebagai pucuk pimpinan Bank PT xxx dalam
menyusun rencana dan pengambilan keputusan yang tepat di masa yang akan datang.
BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan di bahas tentang kesimpulan dan saran dari penulis.
BAB II
PT BANK XXX DI MEDAN
A. Sejarah Ringkas PT. xxx di MEDAN
PT. xxx adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. Dalam struktur manajemen organisasinya, PT. xxx dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh Gatot Mudiantoro Suwondo.
PT. xxx didirikan oleh Margono Djojohadikusumo, yang merupakan satu dari anggota BPUPKI, lalu mendirikan bank sirkulasi/sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Margono berjasa besar atas perkembangan bisnis atau usaha perbankan di Indonesia.
Karena Margono adalah seorang pionir, maka dia berhasil menanamkan nilai- nilai dan cara pandang bisnis perbankan di Indonesia, menggantikan peranan De Javasche Bank pada era penjajahan.
Ir. Soerachman tidak putus asa dan menghubungi wakil presiden Drs.
Mohammad Hatta yang diketahui banyak menaruh perhatian pada masalah- masalah ekonomi bangsa, dan Hatta menyambut gagasan tersebut. Kedua tokoh ini menyusun rancangan mandate dari pemerintah kepada R.M.
Margono mendirikan sebuah bank. Rencana yang disusun tanggal 16 september 1945 ditandatangani 3 hari kemudian 19 september 1945 oleh presiden Ir. Soekarno dan wakil presiden Drs. Mohammad Hatta.
Didirikan pada tanggal 5 Juli 1946, PT. xxx menjadi bank pertama milik
negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, PT. xxx sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI sebagai alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946 dicetak dan diedarkan oleh PT xxx.
Menyusul penunjukan De Javache Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai bank sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peran PT xxx sebagai bank sentral. PT xxx lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan dan diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa pada tahun 1950 dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. Kantor cabang PT xxx pertama di luar negeri dibuka di Singapura pada tahun 1955.
Pada 1955, Peran PT xxx beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status PT xxx beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat nomor 2 tahun 1955. Dengan inovasi perbankan yang luas, menimbulkan kepercayaan pemerintah terhadap perusahaan PT xxx. Maka, pada 1968, status hukum PT xxx ditingkatkan ke Persero dengan nama PT xxx.
Peranan PT xxx untuk mendukung perekonomian Indonesia semakin strategis dengan munculnya inisiatif untuk melayani seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke pada tahun 1960-an dengan
memperkenalkan berbagai layanan perbankan seperti Bank Terapung, Bank Keliling, Bank Bocah dan Bank Sarinah. Tujuan utama dari pembentukan Bank Terapung adalah untuk melayani masyarakat yang tinggal di kepulauan seperti di Kepulauan Riau atau daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat seperti Kalimantan. PT xxx juga meluncurkan Bank Keliling, yaitu jasa layanan perbankan di mobil keliling sebagai upaya proaktif untuk mendorong masyarakat menabung.
Sesuai dengan UU No.17 Tahun 1968 sebagai bank umum dengan nama PT xxx 1946, PT xxx bertugas memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Segmentasi nasabah juga telah dibidik PT xxx sejak awal dengan dirintisnya bank yang melayani khusus nasabah wanita yaitu Bank Sarinah di mana seluruh petugas bank adalah perempuan dan Bank Bocah yang memberikan edukasi kepada anak-anak agar memiliki kebiasaan menabung sejak dini. Pelayanan Bank Bocah dilakukan juga oleh anak-anak. Bahkan sejak 1963, PT xxx telah merintis layanan perbankan di perguruan tinggi saat membuka Kantor Kas Pembantu di Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan. Saat ini PT xxx telah memiliki kantor layanan hampir di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka di Indonesia.
Dalam masa perjalanannya, PT xxx telah mereposisi identitas korporatnya untuk menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Identitas pertama sejak PT xxx berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan PT xxx 1946 berwarna emas melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang merefleksikan semangat PT xxx sebagai bank perjuangan.
Pada tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi logo layar kapal &
gelombang untuk merepresentasikan posisi PT xxx sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju PT xxx yang dinamis sebagai bank komersial Negara yang berorientasi pada pasar.
Setelah krisis keuangan melanda Asia tahun 1998 yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, PT xxx melakukan program restrukturisasi termasuk diantaranya melakukan rebranding untuk membangun & memperkuat reputasi PT xxx. Identitas baru ini dengan menempatkan angka ‘46’ di depan kata ‘PT xxx’. Kata ‘PT xxx’ berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan, keunikan, dan kekokohan. Sementara angka ‘46’ dalam kotak orange diletakkan secara diagonal untuk menggambarkan PT xxx baru yang modern.
PT xxx kembali mencatat sejarah dengan menjual saham perdananya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 1996. Dalam sejarah perbankan nasional, PT xxx menjadi bank negara pertama yang go-public.
Bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah, PT xxx menerbitkan saham baru pada tahun 2007 dan 2010 melalui Penawaran Umum Terbatas (right issue) dengan memperluas komposisi kepemilikan saham publik menjadi 40%. Dengan meningkatnya kepemilikan publik,
Visi PT xxx
Menjadi bank yang unggul, terkemuka, dan terdepan dalam layanan dan kinerja
Misi PT xxx
Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama
Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor
Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi
Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas
Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik
Pada 2013, PT xxx memposisikan layanannya dalam tingkat yang lebih tinggi. Bank BNI meluncurkan kartu kredit dan kartu ATM/debit bergambar Tim Sepakbola peserta BPL, Chelsea, dengan logo MasterCard. Kartu tersebut dapat diterima oleh fans Chelsea. Bank PT xxx juga meluncurkan layanan trust bagi industri ekspor, termasuk untuk industri minyak dan gas.
Anak perusahaan
PT. xxx saat ini mempunyai 9 anak perusahaan. Mereka adalah sebagai berikut :
PT. xxx Remittance Limited - Hong Kong
PT. Bina Usaha Indonesia
PT. xxx Life
PT. xxx Multi Finance
PT. xxx Nomura Jafco Investment
PT. xxx Nomura Jafco Manajemen Ventura
PT. xxx Nomura Jafco Ventura Satu
PT. xxx Securities
PT. Pembiayaan Artha Negara
PT. Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia
Bank xxx Syariah
Bank Nusa Nasional (telah di-spin off pada 2009)
Pada tahun 2012, Pemerintah Indonesia telah memegang saham PT xxx sebesar 60% dan sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik yang datang dari individu, instansi, domestik maupun asing. Dengan visi "Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja", PT xxx telah berhasil menjadi bank terbesar ke-4 di Indonesia bila dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Hingga akhir tahun 2012 saja, PT xxx telah memiliki total aset sebesar Rp333,3 triliun.
B. Struktur Organisasi dan Personalia
Struktur organisasi adalah komponen-komponen atau susunan organisasi yang saling berkaitan yang menunjukkan kerangka dan perwujudan pola tetap hubungan dari fungsi-fungsi, bagian-bagian, atau posisi, maupun orang-orang yang mempunyai kedudukan, tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda dalam suatu organisasi. Struktur organisasi Kantor Wilayah Medan
disusun berdasarkan analisa kebutuhan dan kemampuan organisasi, penyempurnaan tugas dan fungsi, dalam rangka mewujudkan instansi BUMN yang menerapkan pola pengelolahan keuangan badan layanan umum yang berprinsip produktivitas, efektivitas, efesiensi. Pengembangan organisasi dan tata kelola setelah PT xxx Kantor Wilayah Medan menjadi badan layanan umum, dibagi sesuai dengan fungsinya. Persyaratan minimal dari para pemimpin PT xxx Wilayah Medan ditata ulang sesuai dengan kondisi organisasi. Berikut ini Gambar Struktur Organisasi :
Gambar II.1 Struktur Organisasi PT. Xxx di Medan Sumber : PT. xxx di Medan
C. Job Description
Berikut ini akan dijelaskan uraian tentang job description PT xxx Kantor Wilayah Medan.
1. CEO Region
BNI Wilayah Medan dipimpin oleh seorang kepala dengan sebutan CEO Region.
Tugas pokok CEO Region adalah:
1. Memimpin dan bertanggung jawab penuh atas atas seluruh aktivitas Kantor Wilayah serta berperan sebagai CEO Wilayah dalam hal pengelolaan bisnis segmen bisnis banking, konsumer & retail, serta &
jaringan dan layanan dan aktifitas supporting bisnis dan operasional di Wilayah.
2. Mempin kordinasi antara unit-unit bisnis, baik yang merupakan organisasi Kantor Wilayah (Kantor Cabang dan Sentra) maupun unit lainnya (Divisi dan Unit) yang mempunyai keterkaitan bisnis di Kantor Wilayah.
3. Memimpin kordinasi dengan Direktur Sektor terkait, serta koordinasi dengan direktur sektor yang mempunyai keterkaitan bisnis di Kantor Wilayah.
4. Bertanggung jawab sepenuhnya atas pelaksanaan fungsi manajemen secara optimal dan berkesinambungan sehingga berjalan dan berfungsi secara efektif.
2. Head of Consumer & Retail
Head of consumer & retail bertugas untuk menbantu Pemimpin Kantor Wilayah (CEO Region) dalam mengkordinasikan dan mengendalikan beberapa fungsi yakni :
1. Membantu CEO Region dalam pelaksanaan visi misi Kantor Wilayah 2. Melaporkan dan bertanggung jawab penuh atas segala aktifitas yang
terkait konsumer & Retail kepada CEO Region maupun kepala Divisi atau unit terkait.
3. Mengkoordinasi aktifitas produk Spesialist yang berkedudukan di Kantor Wilayah untuk optimalisasi pencapaian target bisnis, khususnya segmen CR.
4. Menyusun strategi untuk pencapaian sasaran unit di bawah supervisinya dan menunjang sasaran unit secara keseluruhan.
3. Head of Network & Services
Memberi dukungan dan kepada Pemimpin Kantor Wilayah (CEO Region) dalam mengkordinasi dan mengendalikan :
1. Membantu CEO Region dalam pelaksanaan visi dan misi Kantor Wilayah.
2. Melaksanakan strategi pengelolaan layanan dan operasional di jaringan Kantor Cabang.
3. Memastikan implementasi Corporate Identity khususnya CI 3 dimensipada Kantor Cabang, Kantor Layanan dan Kantor Kas.
4. Memahami dan memastikan pelaksanaan prosedur, tata kerja dan ketentuan terkait aktivitas bisnis dan operasional perbankan di segmen
bisnis segmen.
4. Head of Business Banking
Head of Business Banking memberi dukungan kepada Pemimpin Kantor Wilayah (CEO Region) dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan : 1. Membantu CEO Region dalam pelaksanaan visi misi di Kantor Wilayah 2. Memimpin seluruh aktivitas unit kerja dalam rangka peningkatan
kualiatas unti banking di Wilayah agar dapat memberikan kontribusi laba yang optimal bagi BNI.
3. Melaporkan dan bertanggung jawab penuh atas segala aktifitas yang terkait bisnis banking kepada CEO Region maupun Kepada Divisi/Unit terkait.
4. Bertanggung jawab dalam menjaga portofolio dan kolektibilitas nasabah di Sentra Bisnis segmen Bisnis Banking di wilayah agar tetap lancar.
5. Melaporkan dan mengevaluasi kinerja operasional unit supervisinya kepada CEO Region.
6. Mengkoordinir aktifitas Produk Specialist yang berkedudukan di Kantor Wilayah untuk optimalisasi pencapaian target bisnis, khususnya segmen bisnis banking.
5. Business Support Group Head
Memberikan dukungan kepada CEO Region dalam mengkoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan dan menyelia fungsi dan aktivitas Hukum,
Anggaran, logistik & Properti, Teknologi serta fungsi dan aktivitas Umum Kantor Wilayah, untuk mendukung fungsi dan aktivitas penunjang di wilayah.
1. Membantu CEO Region dalam pelaksanaan visi dan misi Kantor Wilayah
2. Memberikan layanan konsultasi hukum
3. Mengelola optimalisasi aset dan properti Wilayah dan Cabang/Sentra 4. Melakukan adminitrasi kearsipan
5. Melaksanakan pengamanan properti, kelengkapan dan fasilitas kantor 6. Mengelola sistem pengamanan/penertiban asset Bank BNI
6. Budgeting, Logistics & Property Manager
Dibawah penyelia atasannya, pemipin dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengelolaan anggaran, logostik dan properti Kantor Wilayah sesuai kewenangannya, termaksud melakukan penghitungan dan penetapan pagu Kas Cabang dan pagu kas ATM serta melakukan monitoring secara berkala dan menyampaikan hasil monitoring kepada divisi pengelolaan jaringan/JAL dan divisi terkait lainnya.
1. Mengelola optimalisasi aset dan property Wilayah dan Cabang Sentra 2. Mengelola keperluan logistik Wilayah dan Cabang Sentra yang menjadi
kewanangan kantor wilayah 3. Melakukan adminitrasi kearsipan
4. Mengelola penyusunan RKA, melalui kordinasi dengan seluruh unit kerja di kantor wilayah
5. Mengevaluasi penggunaan keungan dan anggaran wilayah dan cabang 6. Melaksanakan pembukaan dan relokasi dan penutupan outlet.
7. Employee Service 1 Department Head
Dibawah penyeliaan atasannya, memimpin dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan aktifitas pengelolaan adminitrasi keuangan, pengelola logistik, akomodasi dan transportasi, serta pengelolaan adminitrasi umum dan kearsipan untuk Kantor Wilayah.
1. Mengelola masalah kepegawaian
2. Mengelola kebutuhan logistik, akomodasi dan transportasi 3. Mengelola adminitrasi umum dan kearsipan
4. Menindaklanjuti hasil pemerikasaan audit sesuai dengan rencana/saran perbaikan/penyempurnaan yang diberikan auditor, terkait dengan fungsi dan tanggung jawab unit.
8. Divisi Kepatuhan
Adapun tugas dari divisi kepatuhan adalah:
1. Mengeluarkan segala peraturan-peraturan dan pedoman kebijakan.
2. Mengeluarkan prosedur perkreditan konsumen.
D. Jaringan Usaha/Kegiatan
Jaringan usaha PT xxx Kantor Wilayah Medan memiliki beberapa Kantor Cabang yaitu :
1. KCU Balige
KCU Balige memiliki 3 (tiga) outlet yang membantu yakni di daerah
Tarutung, Porsea dan Dolok Sanggul.
2. KCU Banda Aceh
KCU Banda Aceh memiliki 6 (enam) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni unsyiah darusallam, luengbata, teuku umar, peunayong, pasar aceh, sabang.
3. KCU Bireun
KCU Bireun memiliki 1 (satu) outlet yaang membantu pelayanan kantor cabang yakni di takengon.
4. KCU Gunung Sitoli
KCU Gunung Sitoli memiliki 1 (satu) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di teluk dalam.
5. KCU Kabanjahe
KCU Kabanjahe memiliki 2 (dua) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di brastagi dan pasar kabanjahe
6. KCU Kuala Tanjung
KCU Kuala Tanjung memiliki 1 (satu) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di indrapura
7. KCU Langsa
KCU Langsa memiliki 2 (dua) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di kuala simpang dan idi rayeuk
8. KCU Lhokseumawe
KCU lhokseumawe memiliki 3 (tiga) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di PT.PIM lhokseumawe, sukaramai lhokseumawe,
dan di panton labu.
9. KCU Medan
KCU Medan memiliki 25 (dua puluh lima) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di petisah, sisingamangaraja, aksara, tanjung morawa, simpang limun, katamso, unimed, telkom, pln pikitring, sutomo medan, yos sudarso, kesawan, sukaramai, asia, plaza medan fair, pasar sentral, pasar petisah, pasar setia budi, sudirman, ar hakim, pasar baru, tembung, deli tua, stasiun kreta api. Cemara asri.
10. KCU Meulaboh
KCU Meulaboh memiliki 1 (satu) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di blang pidie
11. KCU Padang Sidempuan
KCU Padang Sidempuan memiliki 4 (empat) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di penyabungan, sibuhuan, batang toru, gunung tua
12. KCU Pematang Siantar
KCU Pematang Siantar memiliki 3 (tiga) outlet yang membanti pelayanan kantor cabang yakni di perdagangan, horas, serbelawan
13. KCU Rantau Prapat
KCU Rantau Prapat memiliki 3 (tiga) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di kota pinang, aek kanopan, dan cikampak
14. KCU Sibolga
KCU Sibolga memiliki 1 (satu) outlet yang membantu pelayanan kantor
cabang yakni di pandan 15. KCU Tanjung Balai Asahan
KCU Tanjung Balai Asahan memiliki 2 (dua) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di kisaran dan sei piring
16. KCU Tebing Tinggi
KCU Tebing Tinggi memiliki 2 (dua) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di sei rampah dan perbaungan
17. KCU USU Medan
KCU USU Medan memiliki 19 (sembilan belas) outlet yang membantu pelayanan kantor cabang yakni di binjai, lubuk pakam, tomang elok, biro rektor usu medan, sunggal, setia budi, iskandar muda, citra garden, bumi seroja, stabat, KIM Medan, krakatau, belawan, graha helvetia, marelan, gabion, AH Nasution, Gatot Subroto, Kualanamu.
E. Kinerja usaha terkini
Pada tahun 2014 PT xxx TBK menunjukan kinerja keuangan yang semakin solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 10,8 triliun atau naik 19,1% dari laba bersih tahun 2013 yang sebesar Rp 9,1 triliun. Kenaikan laba bersih ditopang oleh kenaikan sumber pendapatan, baik pendapatan bunga bersih maupun pendapatan non bunga.
Pendapatan bunga bersih PT xxx tahun 2014 naik 17,4% dari Rp 19,1 triliun menjadi Rp 22,4 triliun yang menunjukan kualitas kinerja perkreditan PT xxx dan tetap menjaga net interest margin di level 6,2%, sebelumnya di
tahun 2013 sebesar 6,1%.
Akan halnya PT xxx Wilayah Medan, tahun 2014 membukukan laba bersih dengan kenaikan sebesar 9,65% terhadap laba bersih tahun 2013.
Pendapatan bunga bersih PT xxx Wilayah Medan tahun 2014 tumbuh 7,8%
dari tahun 2013, dimana hal ini di tunjang oleh strategi PT xxx yang berfokus pada penghimpunan dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) sehingga di tahun 2014 DPK PT xxx Wilayah Medan tumbuh sebesar 11,11% dari total DPK tersebut komposisinya didominasi oleh dana murah (CASA) sebesar 75%. Pertumbuhan DPK tersebut juga mendorong pertumbuhan transaksi lainnya sehingga pendapatan non bunga PT xxx Wilayah Medan di tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 5,5%.
Pertumbuhan keuangan yang berkesinambungan tersebut tidak hanya bagi PT xxx sendiri, namun juga bagi kinerja perusahaan group untuk mewujudkan visis sebagai PT xxx Financial Services. Konsep layanan terpadu atau PT xxx Financial Services ini mendapat pengakuan internasional pada 29 januari 2015 lalu di kuala lumpur, Malaysia, di mana PT xxx beserta dua anak perusahaannya yaitu PT xxx Life dan PT xxx Securities memperoleh penghargaan untuk 5 katagori dari Alpha Southeast Asia Megazine, masing- masing untuk layanan Trade Finance, Remittance, Cash Management, Kredit Sindikasi terbaik di Asia Tenggara dan Merger & Akuisisi terbaik dengan partner internasional.
PT xxx senantiasa berkomitmen untuk memberi kualitas pelayanan terbaik bagi nasabahnya. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk memperluas akses ke
nasabahnya dengan menambah outlet dan ATM. Selama tahun 2014, PT xxx telah menambah 2.908 mesin ATM menjadi 14.071 ATM. Di lingkup PT xxx Wilayah Medan yang area kerjanya meliputi Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, selama tahun 2014 terdapat penambahan 5 outlet yang terdiri dari 2 Kantor Kas (KK) dan 3 Payment Point. Terdapat tambahan 153 unit ATM sehingga total ATM yang dikelola PT xxx Wilayah Medan sampai dengan Desember 2014 adalah 804 ATM.
Bentuk lain komitmen PT xxx dalam melayani nasabah adalah layanan pembayaran bagi nasabah pembuat paspor menggunakan fasilitas mesin electronic data capture (EDC) yang terpasang di 121 Kantor Imigrasi di indonesia, yang peluncurannya di lakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan tanggal 30 Desember 2014. Dengan adanya fasilitas pembayaran paspor melalui EDC, PT xxx menjadi penyedia layanan multi-channel & multi-bank pertama dalam pembayaran paspor di indonesia, yaitu dapat dilayani melalui uang tunai, ATM, Kartu Kredit, dan Kartu Debit.
Terebosan lainnya yang dilakukan oleh PT xxx adalah debgan membangun fasilitas pelayanan inovatif dalam bentuk Outlet peti kemas. Container Outlet ini merupakan container banks yang pertama kali dibuka di indonesia, merupakan salah satu inovasi channel PT xxx yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keleluasaan akses bagi nasabah dalam berinteraksi terutama di lokasi-lokasi yang terbatas ketersediaan gedung atau lahannya, antara lain pelabuhan, bandara dan kawasan industri.
Sebelumnya, PT xxx telah melakuka inovasi berupa pengoperasian ATM
Sepeda Motor. PT xxx menjadi satu-satunya bank di indonesia yang memiliki konsep trsebut di kota-kota besar. Terdapat 2 ATM Sepeda motor yang dikelola oleh PT xxx Wilayah Medan, masing-masing berlokasi di kota Medan (Jl. Gagak Hitam/Ring Road) dan kota banda Aceh, di mana di masing-masing kota tersebut sebelumnya juga telah terdapat ATM Drive Thru dengan jumlah transaksi rata-rata per bulan di atas 10.000 transaksi.
PT xxx merupakan salah satu bank terbesar di indonesia, yang per 31 Desember 2014 memiliki 1.760 outlet yang tersebar di 34 provinsi dan 364 kabupaten. Untuk melengkapi pelayanan kepada masyrakat, PT xxx juga memiliki 24 Sentra Kredit Menengah (SKM), 58 Sentra Kredit Kecil (SKC), 111 Unit kredit Kecil (UKC), dan 12 Consumer and Retail Loan Center (LNC) yang tersebar di seluruh indonesia.
Bagi nasabah institusi bisnis, PT xxx memberikan layanan cash management secara online, trade finance. Perdagangan internasional (ekspor/impor) dan remittence/pengiriman uang yang di dukung oleh jaringan cabang luar negeri. Jaringan PT xxx Smart Remittance juga dilayanai oleh lebih dari 1.600 outlet BNI serta agen BNI yaitu pos Indonesia, Alfamart, Pegadaian, Bank Perkreditan Rakyat, dan mitra lainnya yang telah bekerja sama dengan total sebanyak 16.000 outlet. Saham PT xxx tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BNNI sejak tahun 1996.
F. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan yang akan dijalankan oleh PT xxx yakni :
2. Nilai tukar rupiah : Rp. 11.500 – 12.000 3. Inflasi : Rp.6,0% - 7,5%
4. BI rate : 7.5% - 8,0%
5. Pertumbuhan dana : 11.0% - 13.0%
6. Pertumbuhan kredit : 14,0% - 16,0%
BAB III
PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA PT. XXX DI MEDAN
A. Pengertian Kredit
Menurut irmayanto (2004:5) “Kredit yaitu meminjamkan uang (atau penundaan pembayaran) apabila orang mengatakan membeli secara kredit maka hal itu berarti si pembeli tidak harus membayarnya pada saat itu juga.
Menurut Ismail (2011:14) “kredit merupakan aktiva produktif yang terbesar dalam memberikan pendapatan yang paling besar dibanding aktiva produktif lainnya”.
Menurut Untung (2005:23) “intisari dari kredit adalah unsur kepercayaan.
Unsur lainnya adalah mempunyai pertimbangan tolong menolong. Selain itu, dilihat dari pihak kreditur, unsur penting dalam kegiatan kredit sekarang ini adalah untuk mengambil keuntungan dari modal dengan mengambil kontraprestasi; sedangkan dipandang dari segi debitur, adalah adanya bantuan dari kreditur menutupi kebutuhan yang berupa prestasi”.
Menurut lubis (2010:46) “penggunaan dan penyaluran dana dalam bentuk kredit kepada masyarakat akan mengakibatkan tingkat likuiditas bank lebih rendah berbanding dana tersebut dimanfaatkan sebagai cadangan primer atau cadangan sekunder. Namun demikian pihak bank akan tetap menyalurkan kredit karena penyaluran kredit ini merupakan sumber utama pendapatan bank walaupun tindakan ini beresiko”.
Menurut Manullang (2015:32) “ Kredit adalah perjanjian pinjam meminjamkan uang atau berupa barang dengan suatu kesepakatan pembayaran pada waktu tertentu dan kesepakatan jasa atas pinjaman oleh pihak pemberi pinjaman dan penerima pinjaman, Diantara kedua belah pihak harus timbul rasa saling percaya bahwa perjanjian mereka akan berlangsung dengan lancar dan penerima pinjaman tideak ingkar janji”.
Menurut undang-undang Nomor 7 tahun 1992 pasal 1 ayat 12, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
Sedangkan menurut undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang perbankan, kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjaman meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan untuk pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jagka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Termaksud dalam pengertian kredit yang di berikan adalah kredit dalam rangka pembiayaan bersama, kredit dalam restrukturisasi, dan pembelian surat berharga debitur yang di lengkapi dengan nite purchase agreement.
Menurut Tono Suwindi (2000:114) “Unsur-unsur kredit terdiri dari :
Debitur dan kreditor
Kedua pihak yang melakukan transaksi kredit yaitu debitur dan kreditor.
Debitur atau yang disebut juga nasabah adalah pihak yang mendapat pinjaman dari kreditur adalah pihak yang memberikan pinjaman atau menyalurkan pinjaman yaitu bank.
Perjanjian
Setiap kredit yang dilakukan oleh bank harus di dasari adanya perjanjian antara bank dan debitur berupa perjanjian kredit. Perjanjian kredit akan mengikat kedua pihak yaitu bank dan debituruntuk memenuhi ketentuan- ketentuan sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian kredit.
Jangka waktu
Setiap kredit harus ditentukan jangka waktu pemberian kredit, yaitu jangka waktu mulai dari kredit dicairkan sampai dengan kredit lunas.
Balas jasa
Bank memberikan kredit dengan tujuan agar memperoleh pendapatan atau balas jasa, yaitu berupa bunga untuk bank konvensional.
Kepercayaan
Bank memberikan kredit kepada debitur karena bank percaya bahwa dana yang disalurkan kepada debitur akan dapat dikembalikan bank percaya bahwa debitur dapat memenuhi kewajibanya sesuai dengan perjanjian.
Risiko
Setiap penyaluran dana pasti mengandung risiko bahwa dana ini tidak kembali. Kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur akan mengandung resiko adanya kemungkinan debitur tidak dapat
mengembalikan dana pinjamannya. Oleh karena itu, bank melakukan analisis kredit sebelum memutuskan untuk memberikan kredit kepada debitur”.
B. Prosedur Pemberian kredit
Ada 5 prosedur yang harus di lakukan dalam pemberian kredit di PT. xxx Kantor Wilayah Medan yakni :
1. Pengajuan Permohonan Pemberian kredit
Setiap permohonan pemberian kredit pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan harus diajukan secara tertulis dengan mengisi Formulir Surat Keterangan Permohonan Kredit (SKPK) yang telah disediakan serta dilengkapi data yang diperlukan untuk bahan penilaian.
2. Syarat-Syarat Pemberian Kredit
Syarat-syarat penerima pemberian Kredit yang dikeluarkan oleh PT. xxx Kantor Wilayah Medan adalah sebagai berikut :
1. Usaha nasabah telah sesuai dengan pasar sasaran yang telah ditetapkan PT.
xxx Kantor Wilayah Medan, yaitu :
b. Tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia dan PT xxx.
c. Tidak termasuk dalam debitur pinjaman macet sesuai dengan informasi dari Bank Indonesia dan PT. xxx
d. Tidak termasuk jenis usaha yang dilarang dan dihindari untuk dibiayai.
Usaha nasabah tidak termasuk dalam jenis usaha pemberian kredit yang perlu dihindari yang bersifat spekulatif atau mempunyai resiko tinggi.
Tidak melampaui Batas Maksimum Pinjaman Kredit.
3. Analisis dan Evaluasi Pemberian Kredit
Jika Account Officer dan Pimpinan Sentra Kredit Menengah menilai bahwa permohonan kredit Debitur layak diproses lebih lanjut, maka Account Officer akan menghubungi calon Debitur untuk menentukan kapan akan dilakukan peninjauan langsung kelokasi usaha lokasi jaminan. Jenis-jenis Jaminan Pemberian Kredit antara lain :
1. Jaminan Materil
Jaminan materil atau agunan dapat berupa benda bergerak dan tidak bergerak.
a) Benda Bergerak
Kendaraan bermotor yang memiliki nilai marketability.
Marketability adalah kekuatan barang jaminan itu untuk dijual / dipasarkan.
Surat Berharga yakni sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Tabungan pada PT. xxx
Simpanan Giro pada PT. xxx
Benda bergerak lainnya yang dapat diterima sebagai jaminan
Pemberian Kredit sesuai dengan ketentuan PT. xxx b) Benda Tidak Bergerak
Tanah berikut bangunan, status hak atas tanahnya adalah hak milik, hak guna bangunan atau hak pakai yang mempunyai masa berlaku disesuaikan dengan jangka waktu kredit.
Benda tidak bergerak lainnya yang dapat diterima sebagai jaminan
kredit sesuai dengan ketentuan PT. xxx 2. Jaminan Immateril
Jaminan immateril dapat berupa jaminan perseorangan (personal guarantee) atau jaminan perusahaan (corporate gurantee). Jaminan immateril mengandung resiko yang sangat tinggi untuk dipergunakan sebagai jaminan pembiayaan dan hanya dapat diterima sebagai jaminan tambahan.
Syarat-syarat agunan yang dijadikan sebagai jaminan kredit adalah :
a) Mempunyai nilai ekonomis (dapat diperjual belikan secara umum dan jelas) dan nilai marketability.
b) Nilai agunan harus lebih besar dari jumlah kredit yang diberikan.
c) Agunan tersebut tidak berada dalam persengketaan dengan pihak lain.
d) Agunan tersebut tidak ada ikatan jaminan dengan pihak lain.
Setelah diadakan peninjauan lokasi, maka account officer menyusun laporan analisis kredit, laporan data hasil kunjungan, dan laporan hasil peninjauan agunan tanah, dan laporan analisis rasio keuangan calon debitur. Laporan-laporan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah permohonan pemberian kredit tersebut layak atau tidak dibiayai pejabat pemutus. Laporan keuangan calon debitur beserta analisis yang dilaksanakan oleh pihak bank pada permohonan pemberian kredit debitur antara lain adalah sebagai berikut :
a) Identitas dan status perusahaan.
b) Analisis Kualitatif.
1. Karakter
Karakter dan kredibilitas pemohon yang cukup baik.
2. Aspek Pemasaran
Posisi pasar pemohon menunjukkan hasil yang cukup baik, hal ini terlihat dari jenis produk / barang dagangan memenuhi kebutuhan konsumen, harga jual lebih murah dibanding pesaing, personil terampil dan cepat, pemohon memiliki strategi pemasaran yang tepat, lokasi dan usaha yang strategis.
3. Situasi Pasar dan Persaingan.
Orientasi pemasaran adalah lokal. Perkembangan pasar diperkirakan tetap stabil, tingkat persaingan cukup kompetitif, dan target market perusahaan ini adalah kalangan menengah kebawah.
4. Manajemen.
Pengalaman manajemen di nilai baik, walaupun sistem manajemen yang diterapkan masih sederhana berupa catatan pemasukan dan penjualan namun telah cukup menggambarkan kondisi usaha yang sebenarnya.
5. Pemenuhan Bahan Baku Oleh Perusahaan.
Perusahaan mempunyai supplier tetap sehingga pemenuhan kebutuhan bahan baku terjamin.
6. Kendala yang Dihadapi.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah tingkat produksi yang rendah sedangkan permintaan pasar terus meningkat hal ini diakibatkan oleh kekurangan modal perusahaan.
c) Analisis Kuantitatif.
Pada analisis kuantitatif oleh PT. xxx Kantor Wilayah Medan digunakan laporan keuangan calon debitur sebagai berikut :
1. Laporan Laba / Rugi.
2. Neraca.
3. Laporan Arus Kas.
4. Laporan Perubahan Modal.
5. Catatan atas Laporan Keuangan.
6. Hasil Audit Independen.
Kesimpulan Atas Analisis Kualitatif dan Kuantitatif : 1. Analisis Watak (Character)
Karakter dan kredibilitas pemohon cukup baik, dikenal dikalangan pemasok dan langganan, kondisi keuangan bisnis saat ini lancar, tidak termasuk dalam daftar hitam dan kredit macet Bank Indonesia.
2. Analisis Kemampuan (Capacity)
Dari pengalaman berdagang selama ini menunjukkan pemohon mampu mengelola usaha dibantu saudara dan beberapa orang karyawan.
3. Analisis Modal (Capital)
Modal usaha menunjukkan angka positif terhadap rasio hutang dengan modal Debt Equity Ratio (DER). Peningkatan Net Profit Margin dan perkembangan Net Worth (kekayaan sendiri) selama tiga tahun terakhir menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memupuk modal
sendiri dari laba perusahaan yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan.
4. Analisis Kondisi dan Prospek Usaha (Condition)
Tingkat pertumbuhan masih positif dan profitabilitas baik.
5. Analisis Agunan (Collateral)
Agunan yang diserahkan adalah tanah dan bangunan milik pemohon yang nilainya menutupi jumlah pinjaman.
4. Keputusan kredit
Setelah analisis kredit telah dilakukan, para pemimpin sentra kredit menengah medan akan memberikan keputusan kredit tersebut layak atau tidak untuk diberikan.
5. Adminitrasi kredit
Setelah kredit dicairkan, maka akan dilakukan adminitrasi yaitu pencatatan dan penyimpanan dokumen yaitu surat agunan.
6. Pencairan kredit
Setalah semua tahapan dilakukan, maka pihak sentra kredit menengah medan akan melakukan pencairan kredit.
7. Pencatatan Akuntansi
Tabel 3.3 Jurnal Pemberian Kredit Pada PT.”T”
No. Keterangan Debit Kredit
1. Pada saat pencairan dana kredit Pemberian kredit
Kredit rek. Debitur
Rp1.000.000.000
Rp1.000.000.000
2. Pada saat menerima pembayaran bagi hasil Debet rek. Debitur
Kredit pendapatan
Rp xxx
Rp xxx 3. Pada saat pengembalian modal
Debet rek/giro Debitur Kredit pemberian kredit
Rp xxx
Rp xxx Dari tabel diatas dapat kita ketahui cara pencatatan jurnal yang dilakukan oleh PT.”T
C. Penilaian Resiko
Menurut kasmir (2013:67) “ resiko merupakan kondisi dan situasi yang akan di hadapi di masa yang akan datang yang sangat besar pengaruhnya terhadap perolehan laba bank, secara umum jenis-jenis resiko yang akan di hadapi meliputi :
1) Resiko lingkungan artinya resiko yang berkaitan dengan lingkungan perbankan terutama yang berkaitan dengan lingkungan luar.
2) Resiko manajemen artinya yang berkaitan resiko dari dalam perusahaan.
3) Resiko penyerahan artinya juga yang berkaitan dengan kondisi internal bank.
4) Resiko keuangan artinya juga yang berkaitan dengan kondisi internal dan eksternal bank”.
Upaya yang cermat dilakukan oleh pihak manajemen PT. Xxx Kantor Wilayah Medan untuk mengidentifikasi jenis-jenis resiko yang berkaitan dengan
perusahaan, baik yang berhubungan dengan kemampuan debitur dalam membayar kredit, jaminan, tindakan pesaing, kondisi politik, kondisi perekonomian, dan peristiwa alam. Semua ini mengarah pada suatu tujuan yaitu memperkirakan resiko-resiko yang terjadi dalam upaya meminimumkan resiko kredit macet.
Ini berarti bahwa setiap resiko diidentifikasikan sesuai dengan tujuan perusahaan. Dan penaksiran resiko atau penelitian resiko selalu diiringi dengan cara-cara menanggulanginya dengan satu solusi. Misalnya dalam meminimumkan resiko kredit, resikonya adalah besarnya resiko yang ditimbulkan dari kredit tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor external. Faktor internal adalah bisa saja mungkin pihak analisis kredit salah dalam menganalisis nilai jaminan / agunan. Dan kemungkinan pihak salesman kurang gencar dalam mempromosikan produk, atau mungkin karyawan kurang kompeten. Sedangkan faktor externalnya adalah kondisi alam seperti terjadinya bencana alam yang menyebabkan nilai jaminan / agunan menjadi rusak, kondisi perekonomian, tindakan dari pesaing, dan kondisi politik.
Hal ini bisa saja terjadi dan hal ini juga telah dipikirkan oleh pihak perusahaan. Seiring dengan dipikirkan sebab dan akibat dari resiko ini, perusahaan juga memikirkan bagaimana cara menanggulanginya. Salah satunya mungkin dengan membuat beberapa program pelatihan kepada karyawan bagian penjualan dan analisis kredit atau dengan memberikan insentif kepada karyawan yang berhasil mencapai target dalam pemasaran kredit agar mereka termotivasi dalam pencapaian target pemasaran kredit tersebut.
Sistem informasi pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan memberikan peranan penting terhadap kinerja mereka, pengembangan sumber daya manusia, dan nilai tambah lainnya. PT. xxx Kantor Wilayah Medan menggunakan sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh aspek bisnis dan manfaatnya sangat dirasakan oleh seluruh komunitas bisnis mereka.
Pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan terdapat alat untuk menyampaikan informasi agar informasi tersebut dapat sampai ke PT. xxx Kantor Pusat secara akurat. Misalnya, informasi tentang realisasi penjualan yang telah dicapai dalam sebulan, hal ini disampaikan melalui email yang dikirim ke PT. Xxx Pusat. Begitu juga PT. xxx Pusat mereka akan mengirim email kepada PT. Xxx Kantor Wilayah Medan untuk menyampaikan informasi tentang berapa penjualan yang harus dicapai dalam setiap bulan, peraturan-peraturan yang harus dipatuhi, prosedur- prosedur dalam pemberian kredit dan lain-lain.
Seiring dengan adanya informasi, komunikasi juga merupakan hal yang sangat penting karena komunikasi merupakan suatu proses penyampaian yang terlibat dalam pelaporan keuangan. Komunikasi yang dibangun oleh perusahaan untuk mendukung penjualan adalah komunikasi dua arah, salah satu contohnya adalah komunikasi antara bagian penjualan dan bagian kredit analisis yaitu untuk memastikan bahwa calon debitur memenuhi persyaratan kredit atau tidak. Contoh lainnya adalah komunikasi antara pelanggan dengan perusahaan yang tertuang dalam layanan konsumen. Pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan, terdapat customer service sistem yaitu sistem pelayanan pelanggan yang didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus menerus terhadap
produk-produk kredit konsumen dengan menyediakan pelayanan yang original kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing.
D. Analisis pengendalian internal dalam pemberian kredit
Menurut Arens (2008:324) “ sistem pengendalian internal terdiri atas kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen kepastian yang layak bahwa perusahaan telah mencapai tujuan dan sasarannya”.
Setiap tahapan proses pemberian kredit pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan senantiasa dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Hal ini disebabkan karena pemberian kredit merupakan salah satu produk PT. xxx yang mengandung resiko yang akan merugikan bank dan dapat mempengaruhi kepentingan masyarakat penyimpan dana dan para pengguna jasa perbankan lainnya, walaupun dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah. Prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit terdapat pada analisis kualitatif dan kuantitatif, dan termasuk dalam melakukan peninjauan langsung ke lapangan atas kelayakan usaha debitur.
Menurut miskhin (2006:125) “Analisis kualitatif dilakukan terhadap karakter pemohon, latar belakang dan kualitas manajemennya. Selain itu juga dilakukan penilaian terhadap kualitas dan stabilitas usaha dengan mempertimbangkan posisi pasar, persaingan serta prospek usaha. Analisis kuantitatif digunakan untuk melakukan analisa kelayakan modal dan kapasitas perusahaan yang akan diberikan kredit dan jaminan yang diserahkan debitur untuk mendukung permohonan pemberian kredit. Agar analisis lebih akurat kedua metode analisis dikombinasikan”.
Pemberian kredit harus melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh bank untuk menghindari resiko kredit. Prosedur pemberian kredit ada tiga tahap penting yaitu analisis dan evaluasi kredit, pengusulan kredit, putusan / persetujuan kredit.
Aktivitas pngendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang digunakan untuk memastikan bahwa tujuan pengendalian pihak manajemen tercapai.
Prosedur-prosedur pengendalian intern pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan juga mencakup kelima kategori berikut ini.
a. Pemisahan tugas yang memadai
Pemisahan tugas diperlukan untuk mengurangi kemungkinan bagi seseorang untuk melakukan kesalahan dan kecurangan. Pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan pemisahan tugas diimplementasikan sebagai berikut:
a) pemisahan fungsi penjualan dari fungsi analisis dan mailing room b) fungsi analisis kredit dan mailing room dari fungsi appraisal c) fungsi appraisal dari fungsi administrasi
d) fungsi administrasi dari fungsi collection e) fungsi collection dari fungsi umum
b. Otorisasi transaksi dari kegiatan yang memadai
Otorisasi membatasi aktivitas transaksi atau kinerja-kinerja hanya pada orang yang terpilih. Pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan, otorisasi mencegah terjadinya transaksi dan aktivitas-aktivitas yang tidak diotorisasi. Otorisasi sering kali didokumentasikan sebagai penandatanganan, pemberian tanda paraf, atau memasukkan kode otorisasi atas dokumen atau catatan transaksi. Misalnya, dalam pencairan dana kredit, bagian administrasi menerima formulir permohonan kredit
dan dokumen-dokumen pendukung lainnya yang telah diceklis oleh bagian analisis kredit dan mailing room, penyedia appraisal, dan penyedia collection.
c. Dokumen dan catatan yang memadai
Prosedur-prosedur harus mencakup perancangan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian-kejadian secara memadai. Dokumen ini dapat berbentuk formulir- formulir yang berbeda, mulai dari dokumen kertas biasa, seperti prosedur pemberian kredit, formulir pengajuan kredit sampai dengan media application software pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan. Dokumen dan catatan yang memadai adalah dokumen dan catatan yang:
a) berseri
b) harus didesain dengan sederhana dan multiguna c) harus menyediakan otorisasi dan persetujuan d. Pengendalian fisik asset dan catatan
Asset pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan bukan hanya fisik seperti uang dan perlengkapan, akan tetapi informasi juga merupakan asset terpenting bagi PT.
xxx Kantor Wilayah Medan. Oleh sebab itu, harus diambil langkah-langkah untuk menjaga asset baik berupa informasi maupun fisik. Adapun penjagaan asset yang dilakukan oleh PT. xxx Kantor Wilayah Medan adalah, pertama; memisahkan tugas secara efektif. Kedua; memelihara catatan asset termasuk informasi secara akurat. Ketiga; membatasi akses secara fisik ke asset, seperti adanya penjagaan keamanan lemari berisi password komputer.
e. Pemeriksaan independen atas kinerja
Pemeriksaan internal merupakan elemen paling penting untuk memastikan seluruh transaksi diproses secara akurat. Pemeriksaan ini harus independen, karena pemeriksaan pada umumnya akan lebih efektif jika dilaksanakan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab atas jalannya operasi yang diperiksa. PT.
xxx Kantor Wilayah Medan juga mengadakan pemeriksaan independen atas kinerja yang dilakukan setiap tahun sekali. Pemeriksaan independen yang dilakukan oleh PT. xxx Kantor Wilayah Medan yaitu dilakukan oleh unit kepatuhan yang memeriksa apakah prosedur-prosedur pemberian kredit sudah benar-benar telah dilakukan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Sistem pengendalian internal dalam pemberian kredit pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan telah berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yakni pemisahan tugas, pemisahan dokumen.
2. Sistem pengendalian internal dalam pemberian kredit telah berjalan sesuai dengan yang ditetapkan.
3. Prosedur pemberian Kredit yang ditetapkan oleh PT. BNI telah sesuai dengan prosedur pemberian kredit yang ditentukan.
B. Saran
1. Menurut penulis, pengendalian intern atas Kredit pada PT. xxx Kantor Wilayah Medan sudah cukup baik, namun untuk lebih menyempurnakan pengendalian intern atas Pemberian Kredit PT. xxx Kantor Wilayah Medan khususnya pada bagian analisis kredit sebaiknya manajemen terus mengadakan pelatihan dan pendidikan.
2. Dalam proses perkreditan harus lebih efektif dan efisien untuk mencapai kepuasan nasabah dalam pelayanan perbankan sehingga tingkat profitabilitas dapat ditingkatkan namun tetap memperhatikan tingkat bunga.
3. Sebaiknya perusahaan lebih berhati-hati lagi dalam memilih nasabah yang akan diberikan Kredit sehingga tidak tejadi lagi piutang tak tertagih dan biaya dapat diminimumkan sekecil mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Arens, Alvin A. Elder, Rendal J, DKK. 2008. Auditing dan Jasa Assurance.
Jakarta :Erlangga.
Ismail. 2011. Akuntansi Bank teori dan aplikasi dalam rupiah. Jakarta: Prenada Media Group.
Irmayanto, Juli, 2004. Bank dan Lembaga Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta.
Kasmir. 2013. Bank dan Lembaga Keuangan Lainya. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Lubis, Irsyad. 2010. Bank & lembaga Keuangan Lain. Medan : USU Press Manullang, Randeksa. 2015. Manajemen Lembaga keuangan. Medan :Fakultas
Ekonomi Unimed.
Miskhin, Frederic. S. 2006. Ekonomi Uang, Perbankan dan Pasar Keuangan.
Jakarta: Salemba Empat.
Tono, Suwidi. DKK. 2000. Menuju independensi Bank Sentral. Jakarta : PT.
Mardi mulyo.
Untung, H. Budi. 2005. Kredit Perbankan di Indonesia. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.