W
BP2MI
Badan Pelindungan Pokarja Migran Indonesia
NOTA K E S E P A H A M A N ANTARA
BADAN PELINDUNGAN P E K E R J A MIGRAN INDONESIA DENGAN
L E M B A G A PELATIHAN K E R J A BAHANA INSPIRASI MUDA T E N T A N G
P E N Y E L E N G G A R A A N PENINGKATAN K U A L I T A S CALON
P E K E R J A MIGRAN INDONESIA N E G A R A T U J U A N PENEMPATAN J E P A N G
Nomor : 32/KWS1/KS.01/VI/2022 Nomor : 003/MOU/GA/BIMA/I/22
Pada hari ini Jumat tanggal Tiga bulan Juni tahun Dua ribu dua puluh dua, bertempat di Jakarta, kami yang bertandatangan di bawah i n i :
1. A G U S T I N U S G A T O T HERMAWAN, S.H., M.H., selaku Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2021 tanggal 5 Agustus 2021, berkedudukan di Jalan MT. Haryono Kav. 52, Pancoran, Jakarta Selatan, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, untuk selanjutnya disebut PIHAK K E S A T U .
2. S O N Y DWIARIYANDI, S.T, selaku Direktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/SK/HRD/BIM/01/19 tanggal 2 Januari 2019, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Lembaga
Pelatihan Kerja (LPK) Bahana Inspirasi Muda, berkedudukan di Bandung, Jalan Hegarbudhi 80/66 Hegarmanah, Kota Bandung, untuk selanjutnya disebut PIHAK K E D U A .
PIHAK K E S A T U dan PIHAK K E D U A secara bersama-sama selanjutnya disebut P A R A PIHAK, terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1. bahwa PIHAK K E S A T U adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan dalam pelayanan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara terpadu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
2. bahwa PIHAK K E D U A adalah LPK Bahana Inspirasi Muda didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 46 tanggal 21 Februari 2014 dan Ijin Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Nomor 503/16847/disnaker/2016, yang merupakan lembaga pelatihan kerja dengan program pelatihan Bahasa Jepang, Budaya Jepang dan Pemagangan bagi Pekerja Migran Indonesia, telah mempunyai kerjasama antara lain dengan Handi Network International yang merupakan Registered Support Organizatiqn (RSO)/ organisasi pendukung terdaftar yang berkedudukan di Jepang.
Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 242, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6141); .
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
3. Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 263);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6678);
5. Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 04 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 599).
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, PARA PIHAK sepakat untuk menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Peningkatan Kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia Negara Tujuan Penempatan Jepang, yang selanjutnya disebut Nota Kesepakatan, dengan ketentuan dan syarat sebagai berikut:
2
Pasal 1 DEFINISI
Dalam Perjanjian Kerja Sama ini yang dimaksud dengan:
1. Calon Pekerja Migran Indonesia adalah setiap tenaga kerja Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pencari kerja yang akan bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.
2. Pekerja Migran Indonesia adalah setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia.
3. Program Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh BP2MI yang selanjutnya disebut Program Penempatan Pemerintah adalah Penempatan Pekerja Migran Indonesia yang dilakukan oleh Pemerintah atas dasar perjanjian secara tertulis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang.
4. Pekerja Berketerampilan Spesifik adalah Warga Negara Indonesia yang memiliki keahlian dan keterampilan tertentu serta telah diberikan status residensi untuk Pekerja Berketerampilan Spesifik oleh Pemerintah Jepang.
5. Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik adalah jenis visa kerja yang diterbitkan oleh Pemerintah Jepang kepada pekerja asing yang memenuhi persyaratan untuk bekerja di 14 (empat belas) sektor yang telah ditentuka. i oleh Pemerintah Jepang.
6. Organisasi pendukung terdaftar adalah organisasi yang diberikan mandat berdasarkan kontrak untuk melaksanakan seluruh rencana pendukung yang tepat bagi Pekerja Berketerampilan Spesifik dan terdaftar di Komisioner Badan Layanan Imigrasi Jepang.
(1) Maksud dari Nota Kesepahaman ini adalah sebagai dasar bagi PARA PIHAK untuk peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia.
(2) Tujuan dari Nota Kesepahaman ini adalah mendorong dan memfasilitasi pengembangan dan peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia dalam bentuk penyelenggaraan peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran
Indonesia.
Pasal 2
MAKSUD DAN T U J U A N
Pasal 3 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi:
a. peningkatan kompetensi Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia Program Penempatan Pemerintah ke Negara Tujuan Penempatan Jepang;
b. memfasilitasi peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia melalui pengembangan dan penyesuaian kompetensi yang diperlukan untuk dapat bekerja di Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
c. pertukaran data penyelenggaraan persediaan Pekerja Migran Indonesia (supply) yang berbasis kompetensi kepada PIHAK K E S A T U ; dan
d. sosialisasi peluang kerja Pekerja Migran Indonesia ke Negara Tujuan Penempatan Jepang.
(1) PIHAK K E S A T U mempunyai kewajiban:
a. memberikan informasi peluang kerja dan kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (demand) ke Jepang untuk Program Penempatan Pemerintah dan dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
b. memberi dukungan dalam penyebaran informasi peluang kerja ke Lembaga Pendidikan serta peningkatan kualitas (upgrading skill) untuk penyelenggaraan peningkatan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia;
c. memberikan informasi data Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan mengikuti sosialisasi peluang kerja ke Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik; dan
d. memberikan data Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan mengikuti peningkatan kualitas melalui pengembangan dan penyesuaian kompetensi untuk memenuhi persyaratan agar dapat bekerja di Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik.
(2) PIHAK K E S A T U mempunyai hak:
a. mendapatkan database (supply) ketersediaan Calon Pekerja Migran Indonesia yang berkualitas (skill, semi skill dan professional) secara periodik atau sesuai permintaan;
b. mendapatkan jumlah target atau kuota setiap tahunnya Calon Pekerja Migran Indonesia yang dapat mengikuti sosialisasi peluang kerja ke Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
c. mendapatkan laporan pelaksanaan sosialisasi peluang kerja ke Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
Pasal 4
HAK DAN K E W A J I B A N
4
d. mendapatkan data Calon Pekerja Migran Indonesia yang telah mengikuti pelatihan Bahasa Jepang dan keterampilan yang diperlukan untuk mendaftar sebagai calon Pekerja Berketerampilan Spesifik;
e. mendapatkan daftar peserta yang lulus ujian Bahasa Jepang dan ujian keterampilan yang diperlukan untuk mendaftar sebagai calon Pekerja Berketerampilan Spesifik;
f. Mendapatkan informasi fasilitasi pertemuan Calon Pekerja Migran Indonesia yang lulus ujian Bahasa Jepang dan ujian keterampilan yang diperlukan untuk mendaftar sebagai calon Pekerja Berketerampilan Spesifik dengan Pemberi Kerja di Jepang melalui Registered Support Organization (RSO); dan
g. mendapatkan daftar Calon Pekerja Migran Indonesia yang mengikuti seleksi bekerja dan yang telah diterima untuk bekerja di Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik.
(3) PIHAK K E D U A mempunyai kewajiban:
a. menyelenggarakan peningkatan kompetensi Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia Program Penempatan Pemerintah dan menyiapkan calon agar lulus ujian Lisensi Nasional standar Jepang;
b. menyediakan database (supply) ketersediaan Calon Pekerja Migran Indonesia yang berkualitas (skill, semi skill dan professional);
c. melakukan pendataan dan updating data mengenai ketersediaan dan kebutuhan Calon Pekerja Migran Indonesia;
d. memfasilitasi Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan mengikuti sosialisasi peluang kerja ke Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
e. memfasilitasi peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia melalui pengembangan dan penyesuaian kompetensi untuk memenuhi persyaratan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
f. menyediakan informasi lowongan bekerja di Jepang kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan Bahasa Jepang dan keterampilan serta telah dinyatakan lulus dalam ujian Bahasa Jepang dan ujian keterampilan;
g. memfasilitasi persiapan proses wawancara kerja tanpa dipungut biaya kepada para peserta pelatihan yang telah memenuhi persyaratan dengan melibatkan organisasi pendukung terdaftar di Jepang yang membutuhkan Pekerja Berketerampilan Spesifik dari Indonesia;
h. mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
i. memberikan laporan target capaian yang telah disepakati bersama secara berkala mengenai pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan Bahasa Jepang dan keterampilan yang diperlukan oleh Calon Pekerja Berketerampilan Spesifik;
j . memberikan informasi biaya pelatihan bahasa dan keterampilan serta biaya pengurusan dokumen secara transparan beserta perubahannya sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini;
k. Memfasilitasi pertemuan Calon Pekerja Migran Indonesia yang telah lulus ujian Bahasa Jepang dan ujian keterampilan yang diperlukan untuk mendaftar sebagai calon Pekerja Berketerampilan Spesifik dengan Pemberi Kerja di Jepang melalui Registered Support Organization (RSO);
dan
I. memfasilitasi Calon Pekerja Migran Indonesia yang telah memiliki sertifikat uji kompetensi untuk melamar lowongan pekerjaan di Jepang dengan Visa Pekerja Berketrampilan Spesifik yang tersedia dengan dikenakan biaya pengurusan dokumen.
(4) PIHAK K E D U A mempunyai hak:
a. mendapatkan informasi tentang peluang kerja dan kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (demand) di luar negeri Program Penempatan Pemerintah;
b. mendapatkan dukungan dalam penyebaran informasi peluang kerja ke Lembaga Pendidikan serta peningkatan kualitas (upgrading skill) untuk penyelenggaraan peningkatan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia;
c. mendapatkan data Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan mengikuti sosialisasi peluang kerja ke Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
d. mendapatkan data Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan mengikuti pelatihan untuk peningkatan kualitas dan pemenuhan persyaratan bekerja di Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik;
e. memperoleh kesempatan untuk turut serta dalam kegiatan sosialisasi mengenai peluang kerja ke Jepang yang diselenggarakan oleh PIHAK K E S A T U ; dan
f. memperoleh informasi dan bantuan teknis yang tersedia untuk peningkatan kualitas pelaksanaan pelatihan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia yang ingin bekerja ke Jepang dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik.
(5) P A R A PIHAK mempunyai kewajiban untuk melakukan fasilitasi bersama kegiatan sosialisasi peluang kerja ke Jepang baik program penempatan pemerintah maupun dengan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik melalui sarana prasarana yang dimiliki.
Pasal 5 J A N G K A WAKTU
(1) Nota Kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditandatangani dan dapat diubah, diperpanjang dan diakhiri atas kesepakatan P A R A PIHAK.
(2) Dalam hal salah satu pihak berkeinginan untuk mengakhiri Nota Kesepahaman sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir, maka pihak yang bersangkutan harus memberitahukan maksud tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya paling lama 3 (tiga) bulan sebelum tanggal Nota Kesepahaman ini berakhir atau diakhiri.
(1) Apabila terjadi wanprestasi yang disebabkan oleh keadaan memaksa (force majeure) seperti bencana alam (gempa bumi, banjir), pemogokan kerja, huru- hara, kerusuhan masa, pemberontakan/perang, larangan Pemerintah secara nyata menghambat/mengganggu pekerjaan dan adanya penetapan Pemerintah mengenai force majeure yang mengakibatkan salah satu pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya, maka pihak yang terkena force majeure berkewajiban untuk memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah terjadi force majeure.
(2) Keterlambatan atau kelalaian dalam memberitahukan adanya force majeure sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan tidak diakuinya peristiwa tersebut sebagai force majeure oleh pihak lainnya.
Hal-hal teknis yang belum diatur dalam Nota Kesepahaman ini akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama yang disusun dan disepakati oleh PARA PIHAK dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.
(1) Apabila terjadi perselisihan atau perbedaan penafsiran terhadap pelaksanaan Nota Kesepahaman ini, PARA PIHAK sepakat menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
Pasal 6
K E A D A A N MEMAKSA ( F O R C E M A J E U R E )
Pasal 7 P E L A K S A N A A N
Pasal 8
P E N Y E L E S A I A N DAN P E R S E L I S I H A N
(2) Apabila penyelesaian secara musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai maka P A R A PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Nota Kesepahaman ini dilakukan berdasarkan kesepakatan P A R A PIHAK paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan.
Setiap perubahan terhadap isi Nota Kesepahaman dilakukan secara tertulis berdasarkan kesepakatan P A R A PIHAK dan dituangkan dalam bentuk adendum yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.
(1) Nota Kesepahaman ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli dan ditandatangani di atas kertas bermeterai cukup serta masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.
(2) Nota Kesepahaman ini mulai berlaku dan mengikat sejak tanggal ditandatangani oleh PARA PIHAK.
Pasal 9
PEMANTAUAN DAN E V A L U A S I
Pasal 10 ADENDUM
Pasal 11 P E N U T U P
A G U S T I N U S ^ A T O P H E R M A W A N , S.H., M.H.
8
(2) Apabila penyelesaian secara musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai maka P A R A PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pasal 9
PEMANTAUAN DAN E V A L U A S I
i
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Nota Kesepahaman ini dilakukan berdasarkan kesepakatan P A R A PIHAK paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan.
Pasal 10 ADENDUM
Setiap perubahan terhadap isi Nota Kesepahaman dilakukan secara tertulis berdasarkan kesepakatan P A R A PIHAK dan dituangkan dalam bentuk adendum yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman ini.
Pasal 11 PENUTUP
(1) Nota Kesepahaman ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli dan ditandatangani di atas kertas bermeterai cukup serta masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.
(2) Nota Kesepahaman ini mulai berlaku dan mengikat sejak tanggal ditandatangani oleh PARA PIHAK.
L A M P I R A N I
N O T A K E S E P A H A M A N A N T A R A B A D A N P E L I N D U N G A N P E K E R J A M I G R A N I N D O N E S I A D A N L E M B A G A P E L A T I H A N K E R J A B A H A N A I N S P I R A S I M U D A
T E N T A N G P E N Y E L E N G G A R A A N P E N I N G K A T A N K U A L I T A S C A L O N P E K E R J A
M I G R A N I N D O N E S I A N E G A R A T U J U A N P E N E M P A T A N J E P A N G
BIAYA PELATIHAN B A H A S A DAN K E T E R A M P I L A N
P E R S I A P A N P R O G R A M P E N E M P A T A N PEMERINTAH K E J E P A N G
R I N C I A N B I A Y A Q T Y S A T U A N T O T A L
Biaya Pendaftaran RpSOO.OOO,- 1 Kali Rp500.000,-
Biaya Pelatihan
Biaya Pelatihan Rp3.000.000,- 2 Bulan Rp3.000.000,-
(Biaya Instruktur, Sewa Kantor, Kebutuhan Ajar Mengajar, Kebersihan, Operasional Kantor Lainnya)
T O T A L Rp3.500.000,-
Ketentuan:
a. Pelatihan bahasa Jepang yang diberikan adalah setara N5.
b. Biaya pelatihan di atas sudah termasuk dengan buku N5, modul pelatihan, dan kamus.
c. Biaya di atas wajib dilunasi maksimal 1 minggu sebelum pelatihan dimulai.
P I H A ^ K E S J ^ U ,
L A M P I R A N II
N O T A K E S E P A H A M A N A N T A R A B A D A N P E L I N D U N G A N P E K E R J A M I G R A N I N D O N E S I A D A N L E M B A G A P E L A T I H A N K E R J A B A H A N A I N S P I R A S I M U D A
T E N T A N G P E N Y E L E N G G A R A A N P E N I N G K A T A N K U A L I T A S C A L O N P E K E R J A
M I G R A N I N D O N E S I A N E G A R A T U J U A N P E N E M P A T A N J E P A N G
BIAYA PELATIHAN B A H A S A DAN K E T E R A M P I L A N S E R T A
BIAYA P E N G U R U S A N DOKUMEN BAGI P E K E R J A B E R K E T E R A M P I L A N S P E S I F I K K E J E P A N G
R I N C I A N B I A Y A Q T Y S A T U A N T O T A L
Biaya Pendaftaran Rp500.000,- 1 Kali Rp500.000,-
Biaya Pelatihan
Biaya Pelatihan Per Bulan Rp3.375.000,- 8 Bulan Rp27.000.000,-
(Biaya Instruktur, Sewa Kantor, Kebutuhan Ajar Mengajar, Kebersihan, Operasional Kantor Lainnya)
Biaya Asrama dan Utilitas Rp. 1.000.000,- 8 Bulan Rp8.000.000,-
Buku N5-N3 (25 buku) Rp 1.100.000,-
Seragam
Kemeja Rp 100.000,- 1 Pcs Rp 100.000,-
Rompi Vest Rp 100.000,- 1 Pcs Rp 100.000,-
l x Test J F T Rp400.000,-
l x Test S S W Bahasa Indonesia &
Jepang
Rp300.000,-
T O T A L Rp37.500.000,-
PIH
Í
K KET
10
P I H A K K E S A T U ,
L A M P I R A N III
N O T A K E S E P A H A M A N A N T A R A B A D A N P E L I N D U N G A N P E K E R J A M I G R A N I N D O N E S I A D A N L E M B A G A P E L A T I H A N K E R J A B A H A N A I N S P I R A S I M U D A
T E N T A N G P E N Y E L E N G G A R A A N P E N I N G K A T A N K U A L I T A S C A L O N P E K E R J A
M I G R A N I N D O N E S I A N E G A R A T U J U A N P E N E M P A T A N J E P A N G
K E T E N T U A N
PELATIHAN B A H A S A DAN K E T E R A M P I L A N S E R T A
BIAYA P E N G U R U S A N DOKUMEN BAGI P E K E R J A B E R K E T E R A M P I L A N S P E S I F I K K E J E P A N G
a. Seluruh biaya di atas akan ditanggung seluruhnya oleh pihak Perusahaan Pemberi Kerja (Jepang) jika peserta pendidikan sudah diterima dalam program beasiswa dengan Perusahaan Pemberi Kerja (Jepang).
b. Peserta Pendidikan akan membayar pelatihan terlebih dahulu sebesar Rp15.500.000,- sebagai jaminan dalam rangka menjaga citra baik lulusan LPK Bahana Inspirasi Muda terhadap Perusahaan Pemberi Kerja (Jepang).
c. Seluruh biaya pelatihan yang sudah dibayarkan peserta pendidikan di atas akan dikembalikan seluruhnya jika peserta pendidikan telah menempuh masa kerja di Perusahaan Pemberi Kerja (Jepang) sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) bulan.
d. Jika dalam jangka waktu kurang dari 3 (tiga) bulan peserta pendidikan keluar dari Perusahaan Pemberi Kerja (Jepang), maka Total Biaya Pelatihan yang telah dilunasi tersebut tidak dapat dikembalikan baik sebagian maupun seluruhnya.
e. Jika selama masa pelatihan peserta pendidikan diberhentikan atau berhenti dari Program Pelatihan maka peserta pelatihan tetap memiliki kewajiban melunasi biaya pelatihan awal sebesar Rp15.500.000,-.
f. Peserta pendidikan dapat diberhentikan apabila melanggar ketentuan dan tata tertib pelatihan yang berlaku, melanggar norma-norma kesusilaan yang berlaku di masyarakat, serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku di negara Indonesia.
n