Perspektif:
Sasaran Strategis
Deskripsi Sasaran Strategis:
Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Indikator Kinerja Utama:
Satuan Pengukuran :
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( X ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( X ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :
Unit/Pihak Penyedia Data :
Sumber Data :
Jenis Cascading IKU:
Metode Cascading : ( ) Direct ( ) Indirect
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum
Jenis Konsolidasi Lokasi : ( ) Sum ( ) Average ( ) Average ( ) Raw data
Polarisasi Indikator Kinerja : ( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
Tabel Data :
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN LUAR NEGERI
TA 2020
Customer Perspective
Pelindungan WNI/BHI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima
Catatan: Sasaran Strategis Kemlu Wide Tahun 2020 - 2024 "Pelindungan WNI dan BHI di Luar Negeri dan Pelayanan Publik yang Prima"
Pelindungan adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum negara setempat, serta kebiasaan dan hukum internasional. Pelindungan juga memperhatikan prinsip bahwa Pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Vide Permenlu No 5 Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI di luar negeri).
Warga Negara Indonesia adalah warga negara Indonesia berdasarkan Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Ruang lingkup: WNI dalam hal ini adalah yang berkedudukan di luar negeri.
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara Indonesia dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan Perwakilan RI. (Vide Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik)
Prima adalah sangat baik; utama.
Latar Belakang:
Berdasarkan Undang-Undang No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bagi WNI yang berkedudukan di luar negeri, pelindungan dan pelayanan merupakan bagian dari pelayanan publik yang wajib diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, dan dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri. Sesuai Undang-Undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, pemberian pelindungan WNI di luar negeri dan pelayanan publik dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, hukum dan kebiasaan internasional.
IKU-1 Indeks Pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI yang Prima
Definisi:
Pelindungan adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum negara Setempat, serta kebiasaan dan hukum internasional. Pelindungan juga memperhatikan prinsip bahwa Pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Vide Permenlu No 5 Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri).
Warga Negara Indonesia adalah warga negara Indonesia berdasarkan Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Ruang lingkup: WNI dalam hal ini adalah yang berkedudukan di luar negeri.
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara Indonesia dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan Perwakilan RI. (Vide Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik)
Prima adalah sangat baik; utama.
Latar Belakang:
Pelindungan adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum negara setempat, serta kebiasaan dan hukum internasional. Pelindungan juga memperhatikan prinsip bahwa Pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Vide Permenlu No 5 Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI di luar negeri).
Warga Negara Indonesia adalah warga negara Indonesia berdasarkan Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Ruang lingkup: WNI dalam hal ini adalah yang berkedudukan di luar negeri.
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara Indonesia dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan Perwakilan RI. (Vide Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik)
Prima adalah sangat baik; utama.
Latar Belakang:
Berdasarkan Undang-Undang No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bagi WNI yang berkedudukan di luar negeri, Formula
((40% x Realisasi Sub IKU 1) + (15% x Realisasi Sub IKU 2) + (25% x Realisasi Sub IKU 3) + (20% x Realisasi Sub IKU 4)) Tujuan:
Untuk mengukur kualitas dan kuantitas pelayanan dan pelindungan WNI yang telah diselenggarakan
Indeks
Ditjen Protokol dan Konsuler
Ditjen Protokol dan Konsuler
Dokumen dan database laporan kasus, laporan rapat, laporan kegiatan, Berita Acara Serah Terima
( ) Cascading Peta ( ) Cascading Non peta ( ) Non-Cascading
2019 2020
( ) Average ( X ) Take Last Known Value
IKU: Indeks Pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI yang Prima
Periode Pelaporan
2016 2017 2018
74,69% 84,32% 80,19% 90,50% 82,21% 90,58% 84,23% 99,15% 86
26,78% 62,01% 44,77% 24,23% 30,09% 37,60% 31,01% 10,77% 21.5
42,50% 69,29% 57,20% 47,86% 47,45% 55,87% 48,75% 34,94% 43
57,94% 88,57% 69,58% 59,47% 64,84% 67,50% 66,49% 63,12% 64.5
74,69% 84,32% 80,19% 90,50% 82,21% 90,58% 84,23% 99,15% 86
Sub-Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Sub-Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Komponen 1
2017 2018 2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 65,00% 99,13% 70,00% 95,37% 73,00% 81,38 75,90% 75,9 62,65%
s.d TRIWULAN I 16,25% 95,82% 50,00% 52,04% 18,25% 47,25 18,98% 3,85 15,66%
s.d TRIWULAN
II 33,00% 96,32% 60,00% 49,18% 36,50% 73,90 37,95% 24,96 31,33%
s.d TRIWULAN
II 48,75% 99,41% 65,00% 47,00% 54,75% 81,29 56,93% 25,75 46,99%
s.d TRIWULAN
IV 65,00% 99,13% 70,00% 95,37% 73,00% 81,38 75,90% 84,73 62,65%
Deskripsi Komponen 2 TAHUNAN s.d TRIWULAN I s.d TRIWULAN II s.d TRIWULAN III s.d TRIWULAN IV
Catatan: IKU Tahun 2015-2016 "Indeks pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI serta pemberdayaan diaspora", IKU Tahun 2017-2019 "Indeks Pelayanan dan Perlindungan WNI dan BHI Sub IKU-1 Indeks Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri
Definisi:
Sub IKU 1: Indeks Penyelesaian Kasus WNI di luar negeri mengukur tingkat capaian penyelesaian kasus yang melibatkan WNI.
Penyelesaian kasus WNI di luar negeri yang tepat dan terukur adalah segala upaya penanganan kasus-kasus WNI di luar negeri yang cepat dan komprehensif sesuai peraturan perundang-undangan nasional, hukum dan kebiasaan internasional dan tercatat dalam Portal Peduli WNI.
Kasus WNI di luar negeri adalah kasus-kasus yang menimpa WNI di luar negeri dan memerlukan penanganan Perwakilan RI menurut hukum nasional, hukum negara setempat, hukum dan kebiasaan internasional. Berdasarkan tingkat komplikasinya, kasus dibagi ke dalam dua kategori yaitu Kasus Umum dan Kasus Khusus.
Kasus Khusus (KK) mencakup namun tidak terbatas pada Kasus WNI di Luar Negeri yang bersifat high profile case (seperti kasus hukuman mati, pelaku atau korban pembunuhan, korban penyiksaan fisik berat, korban TPPO atau terindikasi korban TPPO, kasus narkoba), kasus yang melibatkan WNI anak (di bawah umur); evakuasi WNI akibat bencana alam atau bencana buatan manusia; dan kasus yang bersifat insidentil dan/atau masif yang memiliki dampak politis, sosial, ketertiban masyarakat, dan keselamatan jiwa WNI.
Kasus Umum (KU) merupakan kasus di luar Kasus Khusus yang mencakup namun tidak terbatas pada kasus hukum perdata, pidana, ketenagakerjaan, keimigrasian, dan administratif.
Kasus Khusus yang Selesai (KKS) atau Kasus Umum yang Selesai (KUS) adalah kasus yang telah ditangani sesuai dengan ketentuan hukum nasional; hukum negara setempat; dan/atau hukum dan kebiasaan internasional yang berlaku terkait pemenuhan hak-hak WNI di luar negeri.
Kasus yang Ditangani (KT) adalah kasus yang dihadapi oleh WNI di luar negeri berdasarkan pengaduan, laporan, pemberitaan, atau informasi yang diterima dari berbagai pihak, yang termasuk dalam lingkup pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri.
Penghitungan jumlah kasus didasarkan pada jumlah persoalan yang dihadapi oleh seorang WNI. Seorang WNI dapat menghadapi beberapa kasus yang berbeda secara bersamaan.
Contohnya: Pekerja Migran Indonesia mengadukan persoalan mengalami kekerasan fisik oleh Pemberi Kerja dan ternyata hak gajinya tidak penuhi serta telah melampuai izin tinggalnya.
Dalam hal ini, WNI dimaksud memiliki 3 kasus yang berbeda. Pembedaan kasus diperlukan mengingat penanganan kasus-kasus tersebut didasarkan oleh prosedur/SOP, peraturan nasional, setempat dan internasional yang berbeda dengan target penyelesaian yang berbeda juga.
Penyelesaian 3 kasus tersebut dapat terjadi tidak bersamaan karena terkait dengan pihak-pihak lain, seperti: pihak kepolisian, imigrasi, dan Kemenlu di Indonesia dan negara setempat
Kasus yang ditangani pada tahun berjalan adalah sisa kasus dari tahun sebelumnya. Apabila ada kasus yang tidak selesai pada tahun berjalan, kasus yang tidak selesai tersebut akan dihitung pada tahun berikutnya.
IKU Persentase penyelesaian kasus WNI di luar negeri di luar negeri, terdiri dari 2 unsur, yaitu:
Unsur 1: Persentase Kasus Khusus yang diselesaikan. Bobot: 55%
Unsur 2: Persentase Kasus Umum yang diselesaikan. Bobot: 45%
Komponen 1 dibobotkan lebih tinggi karena tingkat urgensi, kompleksitas, dan sumber daya dalam penanganan dalam penyelesaian kasus khusus lebih tinggi dibanding kasus umum
Sumber Data: laporan penanganan kasus, laporan kegiatan, database Portal Peduli WNI, dan Berita Acara Serah Terima Penanganan Kasus
Definisi:
PERSENTASE KASUS KHUSUS YANG DISELESAIKAN Bobot: 55%
Kasus Khusus (KK) mencakup namun tidak terbatas pada Kasus WNI di Luar Negeri yang bersifat high profile case (seperti kasus hukuman mati, pelaku atau korban pembunuhan, korban penyiksaan fisik berat, korban TPPO atau terindikasi korban TPPO, kasus narkoba), kasus yang melibatkan WNI anak (di bawah umur); evakuasi WNI akibat bencana alam atau bencana buatan manusia; dan kasus yang bersifat insidentil dan/atau masif yang memiliki dampak politis, sosial, ketertiban masyarakat, dan keselamatan jiwa WNI.
Kasus Khusus yang Selesai (KKS) adalah kasus yang telah ditangani sesuai dengan ketentuan hukum nasional; hukum negara setempat; dan/atau hukum dan kebiasaan internasional yang berlaku terkait pemenuhan hak-hak WNI di luar negeri.
Kasus Khusus yang Ditangani (KKT) adalah kasus yang dihadapi oleh WNI di luar negeri berdasarkan pengaduan, laporan, pemberitaan, atau informasi yang diterima dari berbagai pihak, yang termasuk dalam lingkup pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri.
Formulasi Perhitungan:
KK= (KKS ÷ KKT) × 100%
KKS : Kasus khusus yang selesai KKT : Kasus khusus yang ditangani
Periode Pelaporan
Target Komponen 1
2016 2019
Definisi:
Komponen 2: PERSENTASE KASUS UMUM YANG DISELESAIKAN Bobot 45%
Definisi:
Kasus Umum (KU) merupakan kasus di luar Kasus Khusus yang mencakup namun tidak terbatas pada kasus hukum perdata, pidana, ketenagakerjaan, keimigrasian, dan administratif.
Kasus Umum yang Selesai (KUS) adalah kasus yang telah ditangani sesuai dengan ketentuan hukum nasional; hukum negara setempat; dan/atau hukum dan kebiasaan internasional yang berlaku terkait pemenuhan hak-hak WNI di luar negeri.
Kasus yang Ditangani (KUT) adalah kasus yang dihadapi oleh WNI di luar negeri sesuai dengan pengaduan, laporan, ataupun pemberitaan serta informasi yang diterima dari berbagai pihak, yang termasuk dalam lingkup pelayanan dan Pelindungan WNI di luar negeri.
Formulasi Perhitungan:
(KU ÷ KT) × 100
KU : Kasus umum yang selesai KT : Kasus umum yang ditangani
Target Komponen 2
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 75% 69,10% 80,00% 53,23% 82,00% 69,97% 83,00% 81,81% 85,70%
s.d TRIWULAN I 25% 59,50% 60,00% 15,16% 20,50% 72,03% 20,75% 19,09% 21,43%
s.d TRIWULAN
II 40% 59,50% 65,00% 15,16% 41,00% 70,95% 41,50% 21,23% 42,85%
s.d TRIWULAN
III 60% 70,48% 70,00% 56,05% 61,50% 69,45% 62,25% 83,41% 64,28%
s.d TRIWULAN
IV 75% 69,10% 80,00% 53,23% 82,00% 69,97% 83,00% 81,81% 85,70%
Satuan Pengukuran :
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( X ) Moderate ( X ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( ) Exact ( X ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :
Unit/Pihak Penyedia Data :
Sumber Data :
Jenis Cascading IKU:
Metode Cascading : ( ) Direct ( ) Indirect
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average
Jenis Konsolidasi Lokasi : ( ) Sum ( ) Average ( ) Raw data
Polarisasi Indikator Kinerja : ( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Tahunan
Tabel Data :
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
68,5% 88,62% 73,50% 80,62% 76,15% 77,39% 78,39% 83,56% 73%
19,31% 83,11% 53,50% 33,83% 19,04% 55,92% 19,60% 9,95% 18,25%
34,45% 83,44% 61,75% 37,27% 38,08% 72,87% 39,19% 23,47% 36,5%
51,38% 89,28% 66,75% 50,27% 57,11% 77,15% 58,79% 48,80% 54,75%
68,5% 88,62% 73,50% 80,62% 76,15% 77,39% 78,39% 83,56% 73%
Sub-Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Sub-Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Komponen 1:
( ) Non-Cascading
( X ) Take Last Known Value
( X ) Triwulanan ( ) Semesteran
Sub IKU Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri
Periode Pelaporan
2016
TAHUNAN s.d TRIWULAN I s.d TRIWULAN II s.d TRIWULAN III s.d TRIWULAN IV
Sub IKU-2 Indeks Pemanfaatan dan Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Terpadu bagi WNI di Luar Negeri
2017 2018 2019 2020
Definisi:
Periode Pelaporan
2016 2017 2018 2019
Formula:
(55% x Realisasi Komponen 1) + (45% x Realisasi Komponen 2) Tujuan:
Mengukur tingkat capaian penyelesaian kasus-kasus WNI di luar negeri
Indeks
Ditjen Protokol dan Konsuler
Ditjen Protokol dan Konsuler
Database Portal dan E Perlindungan, database Tim Penanganan Kasus, laporan kasus, laporan kegiatan, BAST.
( ) Cascading Peta ( ) Cascading Non peta
Indeks Pemanfaatan dan Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Terpadu bagi WNI di Luar Negeri mengukur tingkat pemanfaatan sistem informasi (SI) pelayanan dan pelindungan terpadu bagi WNI di luar negeri, persentase peningkatan pengembangan SI, dan tingkat kepuasan pemanfaatan SI.
Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Terpadu bagi WNI di Luar Negeri adalah Portal Peduli WNI dan Aplikasi Safe Travel yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada tahun 2018 dan 2017. Portal Peduli WNI adalah sistem informasi pelayanan kekonsuleran dan pelindungan terpadu bagi WNI di luar negeri yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada tahun 2018. Untuk mendukung kebijakan "Satu Data Indonesia", Portal Peduli WNI telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Kemdagri (SIAK); Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian Kemkumham (SIMKIM); Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri BP2MI (SISKOTKLN) serta sistem pendataan dan pelayanan nasional lainnya. Safe Travel adalah sistem informasi yang diciptakan sebagai langkah edukasi dan pencegahan permasalahan yang dihadapi oleh WNI di luar negeri melalui berbagai fitur yang mengkompilasi berbagai informasi terkait negara tujuan.
Terdapat 4 elemen yang diukur pada indeks ini dengan bobot yang dibedakan berdasarkan porsi kontribusi masing-masing komponen dalam mendukung Pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di Luar Negeri, dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, dan sumber daya yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan masing-masing komponen Sub-IKU, yaitu:
Komponen 1: Indeks Pemanfaatan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Terpadu bagi WNI di Luar Negeri. Bobot: 30%
Komponen 2: Persentase peningkatan pengembangan sistem informasi pelayanan dan pelindungan terpadu WNI. Bobot 40%
Komponen 3: Indeks kepuasan pengguna (WNI Perwakilan RI) terhadap Portal Peduli WNI Safe Travel. Bobot 20%
Komponen 4: Indeks Persentase Peningkatan SDM K/L/I/Perwakilan RI yang mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas terkait pengelolaan sistem informasi Pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di Luar Negeri. Bobot: 10%
Indeks ini menggunakan skala 0-100
Definisi:
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 88,50%
s.d TRIWULAN I 22,13%
s.d TRIWULAN
II 44,25%
s.d TRIWULAN
II 66,38%
s.d TRIWULAN
IV 88,50%
Deskripsi Komponen 2
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 94,25%
s.d TRIWULAN I 23,56%
s.d TRIWULAN
II 47,13%
s.d TRIWULAN
II 70,69%
2016 2017 2018 2019
Komponen 1: INDEKS PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN DAN PELINDUNGAN TERPADU BAGI WNI DI LUAR NEGERI Bobot 30%
Definisi:
Indeks Pemanfaatan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Terpadu bagi WNI di Luar Negeri mengukur tingkat pemanfaatan Portal Peduli WNI sebagai sistem informasi (SI) pelayanan dan pelindungan terpadu bagi WNI di luar negeri. Indeks dihitung berdasarkan pencapaian target persentase jumlah basis data WNI yang telah diverifikasi oleh Perwakilan RI di Portal Peduli WNI dibanding jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) WNI di wilayah kerja Perwakilan RI pada Pemilu 2019.
Warga Negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
Latar Belakang:
Terdapat kebutuhan yang tinggi terhadap data WNI yang akurat di luar negeri untuk mendukung kebijakan "Satu Data Indonesia. Saat ini, data WNI di luar negeri tidak terkoneksi satu sama lain dan tidak terintegrasi dengan sistem data nasional. Data yang terdapat di Kemlu, berbeda dengan data yang terdapat pada KPU, BNP2TKI, Perbankan, Ditjen Imigrasi maupun Dukcapil. Data yang tidak terintegrasi mengakibatkan data tidak akurat, data ganda dan mempersulit Pemerintah Indonesia dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pelayanan dan Pelindungan WNI di luar negeri.
Portal Peduli WNI adalah sistem informasi pelayanan dan pelindungan terpadu bagi WNI di luar negeri yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada tahun 2018. Untuk mendukung kebijakan "Satu Data Indonesia", Portal Peduli WNI telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Kemdagri (SIAK); Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian Kemkumham (SIMKIM); Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri BP2MI (SISKOTKLN) serta sistem pendataan dan pelayanan nasional lainnya.
Selain mendukung kebijakan "Satu Data Indonesia", jumlah WNI yang terdaftar pada Portal Peduli WNI dapat mempermudah proses pengkoordinasian pelaksanaan pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri, dan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pelayanan dan Pelindungan WNI di luar negeri secara lebih baik dan akurat.
Data pembanding/pembagi adalah data DPT Pemilu tahun 2019 karena data tersebut dianggap sebagai data yang paling valid dan terbaru dibandingkan data-data lainnya. Berdasarkan data KPU, DPT Luar Negeri pada Pemilu 2019 adalah sebanyak 2.058.121 jiwa.
Sumber data: Portal Peduli WNI, Nota Dinas / Memorandum, Berita dari Perwakilan RI, dan Berita ke Perwakilan RI
Formulasi Perhitungan:
(DPTV/DPTT) x 100%
DPTV: Jumlah WNI yang tercantum dan terverifikasi di Portal Peduli WNI DPTT: Target Data WNI yang tercantum dan terverifikasi di Portal Peduli WNI Target kegiatan:
2020 = 20% jumlah WNI yang terverifikasi datanya di Portal Peduli WNI 2021 = 50% jumlah WNI yang terverifikasi datanya di Portal Peduli WNI 2022 = 70% jumlah WNI yang terverifikasi datanya di Portal Peduli WNI 2023 = 90% jumlah WNI yang terverifikasi datanya di Portal Peduli WNI 2024 = 100% jumlah WNI yang terverifikasi datanya di Portal Peduli WNI
DPT Luar Negeri pada Pemilu 2019 adalah sebanyak 2.058.121 jiwa. Maka pada tahun 2020, Target minimal Data WNI yang terverifikasi di Portal Peduli WNI adalah sebesar 205.812 WNI. Pada tahun 2021, 500.000 WNI, pada tahun 2023, 800.000 WNI pada tahun 2024, 1.058.121 W
Target Komponen 1 Periode
Pelaporan
2016 2017 2018 2019
n.a
(Sub IKU dan Komponen dibuat pada tahun 2020)
Definisi:
Komponen 2: PERSENTASE PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN DAN PELINDUNGAN TERPADU WNI Bobot 40%
Definisi:
Persentase Peningkatan Pengembangan Sistem Informasi (SI) Pelayanan dan Pelindungan Terpadu WNI diukur dari akumulasi bobot tahapan proses yang sudah dilaksanakan untuk mengembangkan Portal Peduli WNI.
Sejak peluncuran Portal Peduli WNI, Dit. PWNI Kemlu RI Terus berupaya memberikan pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI yang prima dan terpadu melalui kerja sama dengan K/L/I lain untuk mengintegrasikan berbagai pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri. Selain itu, pada tahun 2020 Dit. PWNI Kemlu RI berencana untuk penyelenggarakan pengembangan Portal Peduli WNI melalui integrasi dengan A) Simkah, Kementerian Agama, B) Sake, Kemkumhan, C) LPDP dan D) BPJS dan F) apabila terdapat
permohonan/kebutuhan/arahan untuk bekerja sama dengan SI K/L/I Indonesia terkait lainnya.
Bobot tahapan proses peningkatan pengembangan Portal Peduli WNI adalah:
1) Penyusunan rumusan dan konsep dokumen kerja sama pengembangan dan/atau integrasi Portal Peduli WNI dengan K/L/I target : 50%
2) Penandatanganan dokumen kerja sama pengembangan dan/atau melalui integrasi Portal Peduli WNI dengan K/L/I target: 80%
3) Implementasi/relasasi pengembangan dan/atau melalui integrasi dengan K/L/I target : 100%
Perbedaaan pembobotan menunjukkan tingkat pengembangan Portal Peduli WNI Formulasi Penghitungan:
P4 = Persentase Peningkatan Pengembangan Portal Peduli WNI = akumulasi bobot tahapan proses yang sudah dilaksanakan untuk mengembangkan Portal Peduli WNI per jumlah target minimum pengembangan/integrasi
P4 = ((A + B + C + D + F) / 4 )
A = Realisasi bobot tahapan proses pengembangan dan/atau integrasi Portal Peduli WNI dengan Simkah, Kementerian Agama B = Realisasi bobot tahapan proses pengembangan dan/atau integrasi Portal Peduli WNI dengan Sake, Kemkumham C = Realisasi bobot tahapan proses pengembangan dan/atau integrasi Portal Peduli WNI dengan LPDP D = Realisasi bobot tahapan proses pengembangan dan/atau integrasi Portal Peduli WNI dengan BPJS
F = Realisasi bobot tahapan proses pengembangan dan/atau integrasi Portal Peduli WNI dengan SI K/L/I Indonesia terkait lainnya.
Target minimum kegiatan pengembangan/integrasi Portal Peduli WNI = 4 pengembangan
Contoh:
Realisasi tahun 2020 A dan C = Terimplementasi (100%), B dan D = Penyusunan draft dokumen kerja sama (50%), F = penandatanganan dokumen kerja sama (80%) PPSI = ((100%+50%+100%+50% +80 %) / 4 ) = 95%
Target Komponen 2 Periode
Pelaporan
n.a
(Sub IKU dan Komponen dibuat pada tahun 2020)
s.d TRIWULAN
IV 94,25%
Deskripsi Komponen 3
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 4 (Skala 4)
s.d TRIWULAN I 4 (Skala 4)
s.d TRIWULAN
II 4 (Skala 4)
s.d TRIWULAN
II 4 (Skala 4)
s.d TRIWULAN
IV 4 (Skala 4)
Deskripsi Komponen 4
n.a
(Sub IKU dan Komponen dibuat pada tahun 2020)
Definisi:
Komponen 3: INDEKS KEPUASAN PENGGUNA (WNI PERWAKILAN RI) TERHADAP PORTAL PEDULI WNI DAN SAFE TRAVEL Bobot 20%
Definisi:
Tingkat kepuasan pengguna SI terhadap Portal Peduli WNI dan Safe Travel diukur melalui pengukuran kepuasan pelayanan publik yang terdiri dari: i) Masyarakat (50%) dan ii) Perwakilan RI (50%).
Manfaat Portal Peduli WNI Safe Travel dirasakan bukan saja oleh pengguna dari masyarakat awam, tapi juga oleh Perwakilan RI dalam rangka mencapai tujuan Perwakilan RI menyediakan pelayanan dan pelindungan. Sehingga Komponen 3 mengukur bukan saja kepuasan masyarakat pengguna, namun juga kepuasan Perwakilan RI.
Kepuasan pelayanan adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Perwakilan RI berdasarkan kriteria yang diatur dalam peraturan perundang- undangan. (vide PermenPAN Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik).
Pelayanan adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan Perwakilan RI dalam memberikan pelayanan kepada publik sesuai dengan kewenangan yang telah dberikan oleh hukum nasional dengan memperhatikan hukum negara setempat serta kebiasaan dan hukum internasional yang mencakup namun tidak terbatas pada layanan kependudukan, notraiat, kehakiman, keimigrasian, dan ketenagakerjaan.
Survei diberikan kepada sample responden pengguna Portal Peduli WNI dan Safe Travel serta Pejabat Perwakilan RI penerima bantuan teknis Portal Peduli WNI. Hasil penilaian kuesioner/survei yang diambil merupakan akumulasi survei hingga periode berjalan, contoh: hasil penilaian survei pada Triwulan III merupakan akumulasi penilaian survei Triwulan I, II, dan III.
Ruang Lingkup:
Responden: setiap orang/pihak/Perwakilan RI di luar negeri pengguna Portal Peduli WNI dan Safe Travel.
Indeks Kepuasan Pelayanan Publik diukur dengan menggunakan kuesioner dengan skala 1 s.d. 4. Mengacu kepada Tabel Nilai Interval dalam Permenpan Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Unit Penyelenggara Pelayanan Publik sebagai berikut:
Nilai Interval Konversi (NIK) Mutu Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan
Nilai Interval 25,00% - 64,99% dikonversi dalam Skala 1,00 - 2,5996 = Sangat Tidak Puas Nilai Interval 65,00% - 76,60% dikonversi dalam Skala 2,60 - 3,064 = Tidak Puas Nilai Interval 76,61% - 88,30% dikonversi dalam Skala 3,0644 - 3,532 = Puas Nilai Interval 83,31% - 100% dikonversi dalam Skala 3,5324 - 4,00 = Sangat Puas
Pertanyaan kuesioner kiranya dapat merujuk pada 9 (sembilan) unsur SKM yang relevan dengan kegiatan pelayanan.
Sumber: PermenPAN Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (Bab V halaman 19).
Formulasi Penghitungan:
KSI = {(KW + KP) / 2} * 100
KSI: Indeks Kepuasan Pengguna Sistem Informasi (Portal Peduli WNI dan Safe Travel) KW: Tingkat Kepuasan WNI Pengguna Portal Peduli WNI dan Safe Trafel KP: Tingkat Kepuasan Perwakilan Pengguna Portal Peduli WNI
Target: Nilai Persepsi 4 (skala 4)
Target Komponen 3 Periode
Pelaporan
2016 2017 2018 2019
n.a
Definisi:
Komponen 4: INDEKS SDM K/L/I/PERWAKILAN RI YANG MENDAPATKAN PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS TERKAIT PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DI LUAR NEGERI
Bobot 10%
Definisi:
SDM adalah Pejabat dan Staf Kementerian/Lembaga/Instansi pemangku kepentingan terkait baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional, baik pegawai tetap maupun tidak tetap.
Pemangku Kepentingan adalah semua pihak yang terkait dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pelindungan WNI
Pelatihan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri.
Pengelolaan sistem informasi adalah semua kegiatan terkait pengoperasian sistem informasi pelayanan dan pelindungan terpadu bagi WNi di luar negeri yaitu Portal Peduli WNI dan Safe Travel.
Kegiatan Pelatihan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu Pelatihan terkait pengelolaan sistem informasi pelayanan dan Pelindungan WNI yang diperuntukkan untuk: i) pejabat/staf Kemlu (PPK); ii) pejabat/staf Perwakilan RI(PPW); dan iii) pejabat/staf Kementerian selain Kemlu, dan/atau Lembaga/Instansi terkait, dan/atau Pemerintah Daerah, dan/atau LSM, dan/atau akademisi, dan/atau unsur masyarakat lainnya (PKL) pemangku kepentingan.
Kegiatan Pelatihan mencakup pelatihan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler dan atau bekerja sama dengan K/L/I dan badan lainnya, atau yang diselenggarakan oleh K/L/I dan badan lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri.
Sumber Data: Nota Dinas, Memorandum, Berita Perwakilan RI
Formulasi Perhitungan:
(PPK x 35%) + (PPW x 45%) + (PKL x 20%)
PPK: Angka Bobot capaian pelatihan dari unsur pejabat/staf Kemlu PPW: Angka Bobot capaian pelatihan dari unsur pejabat/staf Perwakilan RI
PKL: Angka Bobot capaian pelatihan dari unsur pejabat/staf Kementerian selain Kemlu, Lembaga/Institusi terkait, Pemerintah Daerah, LSM, akademisi, dan unsur masyarakat lainnya
Penghitungan masing-masing elemen dilakukan sebagai berikut:
PPK: Jumlah orang ÷ Jumlah target PPW: Jumlah orang ÷ Jumlah target PKL: Jumlah orang ÷ Jumlah target
Target 2020= PPK: 50 PPW: 100 PKL: 50
Target Komponen 4
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 87,50% 136,25% 100% 243,75% 100% 141,71% 100% 220,87% 94,25%
s.d TRIWULAN I 22% 0 18% 0 25% 0 25% 18,2% 23,56%
s.d TRIWULAN
II 50% 76,88% 44% 193,13% 50% 0 50% 15,83% 47,13%
s.d TRIWULAN
II 60% 87,50% 76,5% 193,13% 75% 74% 75% 81,23% 70,69%
s.d TRIWULAN
IV 87,50% 136,25% 100% 243,75% 100% 141,71% 100% 220,87% 94,25%
( ) High ( X ) Moderate ( X ) Moderate ( ) Low
( X ) Exact ( ) Proxy ( ) Proxy ( ) Activity
( ) Direct ( ) Indirect
( ) Sum ( ) Average
( ) Sum ( ) Average ( ) Raw data
( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
( ) Bulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
Tabel Data :
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
78,39% 93,68%
19,60% 23,42%
39,19% 46,84%
58,79% 70,26%
78,39% 93,68%
Sub Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Sub Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Komponen 1 Definisi:
Komponen 1: PERSENTASE KERJA SAMA DI BIDANG PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DI LUAR NEGERI YANG DITANDATANGANI Bobot 25%
Definisi:
Kerja sama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh Direktorat Pelindungan WNI dengan K/L/I pemangku lainnya untuk mencapai tujuan bersama terkait pelindungan WNI di luar negeri.
Pelindungan WNI adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum Negara Setempat, serta kebiasaan dan hukum internasional. Pelindungan juga memperhatikan prinsip bahwa Pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Vide Permenlu No 5 Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI di luar negeri).
Sumber data: laporan Perwakilan dan Kemenlu, log book, Portal Peduli WNI di luar negeri, laporan rapat, dokumen kesepakatan. Laporan kegiatan, laporan kekonsuleran dari Perwakilan RI.
2019 2020
Jenis Konsolidasi Lokasi :
Polarisasi Indikator Kinerja :
Periode Pelaporan : ( X ) Triwulanan
Sub IKU 2: Indeks Pengembangan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan WNI Terpadu di Luar Negeri
Periode Pelaporan
2016
2018 2019
Periode Pelaporan
2016 2017
Formula:
((30% x Komponen 1) + ((40% x Komponen 2)*100) + ((20% x Komponen 3)*100) + (10% x Komponen 4)) Tujuan:
Mengukur tingkat capaian kriteria dasar sistem kelembagaan Pelindungan WNI
Satuan Pengukuran : Indeks
Tingkat Kendali IKU :
Tingkat Validitas IKU :
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Ditjen Protokol dan Konsuler
Unit/Pihak Penyedia Data : Ditjen Protokol dan Konsuler
Sumber Data : Laporan kegiatan, draft dokumen kerja sama SI, laporan pelaksanaan pelatihan/bimtek, kuesioner, dsb.
Jenis Cascading IKU: ( ) Cascading Peta ( ) Cascading Non peta ( ) Non-Cascading
Metode Cascading :
Jenis Konsolidasi Periode : ( X ) Take Last Known Value
TAHUNAN s.d TRIWULAN I s.d TRIWULAN II s.d TRIWULAN III s.d TRIWULAN IV
2017 2018
N/A
Sub IKU-3 Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri
Definisi:
Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelindungan WNI dan BHI adalah indeks yang mengukur tingkat capaian kriteria dasar kelembagaan Pelindungan WNI di luar negeri.
Elemen yang diukur pada indeks ini adalah: Kapasitas SDM, Instrumen Hukum pelindungan, Penerapan Prosedur Hukum dan Panduan Teknis di bidang Pelindungan WNI dan BHI .
Indeks ini menggunakan skala 0-100.
Sistem kelembagaan pelindungan WNI yang kuat adalah sistem yang telah memenuhi kriteria dasar mencakup dukungan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, instrumen hukum/standar prosedur/panduan teknis, pengawasan implementasi kebijakan pelindungan WNI di luar negeri dan kapasitas sumber daya manusia.
Indeks Sistem Kelembagaan Pelindungan WNI di luar negeri, terdiri dari 5 Komponen, yaitu:
Komponen 1: Persentase Kerja Sama di Bidang Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri yang Ditandatangani. Bobot: 25%
Komponen 2: Persentase Standar / Panduan Teknis di Bidang Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri yang Diterapkan. Bobot 20%
Komponen 3: Persentase Produk Hukum Bidang Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri yand Disahkan. Bobot 25%
Komponen 4: Persentase SDM K/L/I/Perwakilan RI yang Mendapatkan Sertifikat Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bidang Pelayanan dan Pelindunan WNI di Luar Negeri. Bobot: 20%
Komponen 5: Persentase Kertas Kerja Analisa Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar Negeri yang Dihasilkan. Bobot: 10%
Pembobotan Sub-IKU didasarkan pada porsi kontribusi masing-masing komponen Sub-IKU terhadap sistem kelembagaan pelindungan yang kuat, dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, dan sumber daya yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan masing-masing komponen Sub-IKU.
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 75% 100% 100% 118,66% 100% 114,34% 100% 116,40% 94,50%
s.d TRIWULAN I 75% 100% 28,5% 0 25% 0 25% 3,64% 23,63%
s.d TRIWULAN
II 75% 100% 51,6% 69,6% 50% 44,21% 50% 69,82% 47,25%
s.d TRIWULAN
III 75% 100% 79,35% 66,98% 75% 86,8% 75% 90,46% 70,88%
s.d TRIWULAN
IV 75% 100% 100% 118,66% 100% 114,34% 100% 116,40% 94,50%
Deskripsi Komponen 2
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 66,67% 16,67% 100% 84,70% 100% 120% 100% 105,94% 93%
s.d TRIWULAN I 15% 0,00% 18% 0 25% 0 25% 0 23,25%
s.d TRIWULAN
II 30% 0,00% 44% 86,5% 50% 47,38% 50% 58% 46,50%
s.d TRIWULAN
II 65% 66,67% 76,5% 86,5% 75% 100% 75% 83,2% 69,75%
s.d TRIWULAN
IV 66,67% 66,67% 100% 84,70% 100% 120% 100% 105,94% 93%
Deskripsi Komponen 3
Definisi:
Komponen 2: PERSENTASE STANDAR/PANDUAN TEKNIS DI BIDANG PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DAN BHI DI LUAR NEGERI YANG DITERAPKAN Bobot 20%
Definisi:
Standar/Panduan Teknis adalah pedoman kerja dalam pemberian pelindungan WNI di luar negeri yang mencantumkan bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa.
Standar/Panduan Teknis mengatur Direktorat Pelindungan WNI/Perwakilan RI dan/atau K/L/I pelaksana pelindungan WNI terkait.
Diterapkan adalah pengimplementasian (diseminasi, pelaksanaan) standar/panduan teknis.
Pelindungan WNI adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum Negara Setempat, serta kebiasaan dan hukum internasional. Pelindungan juga memperhatikan prinsip bahwa Pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Vide Permenlu No 5 Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI di luar negeri).
Sumber data: laporan kegiatan, draft standar/panduan teknis
Formulasi Penghitungan:
Persentase standar/panduan teknis yang diterapkan = PTR/PTT x 100%
PTR= Nilai dokumen standar/panduan teknis Pelindungan WNI yang diterapkan berdasarkan nilai total capaian tahapan proses yang paling tinggi masing-masing dokumen standar/panduan teknis.
PTT= Jumlah target minimal dokumen standar/panduan teknis terkait.
Nilai Bobot Tahapan Proses:
PTR (nilai standar/panduan yang dirumuskan, disusun, ditandatanganin dan diterapkan) dihitung sebagai total jumlah nilai bobot yang berhasil dicapai berdasarkan tahapan proses yang telah tercapai dari Panduan Teknis yang ditargetkan, dengan penghitungan diambil dari nilai bobot tahapan proses yang paling tinggi yang dicapai dari masing-masing Panduan Teknis tersebut, dengan formulasi Penghitungan sebagai berikut:
PTR= (R + D + S + I )/ Target minimum standar/panduan teknis 2020
- R (Rumusan): tahapan proses sampai dengan tahap Perumusan = 25%
- D (Draft): tahapan proses sampai dengan tahap Penyelesaian Draft = 50%
- S (Signed): tahapan proses sampai dengan tahap Penandatanganan = 75%
- I (Implemented): Sampai dengan tahap Penerapan = (Jumlah Tercapai ÷ Jumlah Target) × 100
PTR dapat menghitung realisasi penyusunan Standar/Panduan Teknis di luar target minimal untuk mengakomodir kebutuhan dan urgensi penyusunan Standar/Panduan Teknis di bidang pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri.
Target kegiatan:
Target Standar/Panduan Teknis untuk Tahun 2020 adalah sebanyak 2 buah.
Contoh: pedoman shelter telah mencapai proses penandatanganan (75%), sedangkan pedoman pengadaan jasa pengacara bagi Perwakilan RI di luar negeri baru mencapai tahap penyusunan draft (50%). Selain dua pedoman tersebut, Dit. Perlindungan WNI juga melihat kebutuhan penyusunan pedoman evakuasi yang telah mencapai proses penerapan (100%), sehingga= PTR = (75%+50%+100%) / 2 = 112,5%
Sumber data: laporan rapat, laporan kegiatan, korespondesi lainnya, naskah perumusan, rancangan standar/panduan teknis.
Target Komponen 2 Periode
Pelaporan
2016 2017
2017 2018
Formulasi Penghitungan:
KSR = Nilai Bobot Tahapan Proses
KSR= Nilai dokumen kerja sama Pelindungan WNI dengan SI K/L/I lain yang ditandatangani berdasarkan nilai total capaian tahapan proses yang paling tinggi masing-masing dokumen kesepakatan kerja sama.
Nilai Bobot Tahapan Proses:
- R (Rumusan): tahapan proses sampai dengan tahap Perumusan = 40%
- D (Draft): tahapan proses sampai dengan tahap Penyelesaian Draft = 70%
- S (Signed): tahapan proses sampai dengan tahap Penandatanganan = 100%
Contoh: Pada tahun 2020, Dit. Perlindungan WNI telah mempersiapkan draft dokumen kerja sama dengan Justice Without Border (70%). Sehingga: KSR = 70%.
Target Kegiatan:
Jumlah dokumen kerja sama yang ditandatangani pada tahun 2020 adalah 1 dokumen kerja sama pelindungan WNI. Jumlah tersebut direvisi dari target 2 dokumen kerja sama, setelah merebaknya pandemi Covid19 yang membutuhkan sumber daya yang lebih banyak.
Target Komponen 1 Periode
Pelaporan
2016 2019
2018 2019
Definisi:
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 66,67% 16,67% 100% 84,70% 100% 120% 100% 105,94% 94%
s.d TRIWULAN I 15% 0,00% 18% 0 25% 0 25% 0 23,50%
s.d TRIWULAN
II 30% 0,00% 44% 86,5% 50% 47,38% 50% 58% 47,00%
s.d TRIWULAN
II 65% 66,67% 76,5% 86,5% 75% 100% 75% 83,2% 70,50%
s.d TRIWULAN
IV 66,67% 66,67% 100% 84,70% 100% 120% 100% 105,94% 94%
Deskripsi Komponen 4
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 87,50% 136,25% 100% 243,75% 100% 141,71% 100% 220,87% 94%
s.d TRIWULAN I 22% 0 18% 0 25% 0 25% 18,2% 23.50%
s.d TRIWULAN
II 50% 76,88% 44% 193,13% 50% 0 50% 15,83% 47.00%
Periode Pelaporan
2016 2017 2018 2019
Definisi:
Komponen 3: PERSENTASE PRODUK HUKUM BIDANG PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DAN BHI DI LUAR NEGERI YANG DISAHKAN
Bobot 25%
Definisi:
Produk Hukum adalah setiap dokumen peraturan dan perundang-undangan yang disahkan oleh pejabat publik pada tingkat Menteri atau yang lebih tinggi sesuai dengan urutan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia
Produk Hukum yang dihitung sebagai capaian adalah Produk Hukum yang terkait dengan Pelindungan WNI di luar negeri dimana staf/pejabat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler adalah anggota tetap dari Tim Perumus dalam penyusunan Produk Hukum tersebut.
2016 2017 2018 2019
Komponen 4: PERSENTASE SDM K/L/I/PERWAKILAN RI YANG MENDAPATKAN PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BIDANG PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DI LUAR NEGERI
Bobot 20%
Definisi:
SDM adalah Pejabat dan Staf Kementerian/Lembaga/Instansi pemangku kepentingan terkait baik yang menduduki jabatan struktural maupun fungsional, baik pegawai tetap maupun tidak tetap.
Pemangku Kepentingan adalah semua pihak yang terkait dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pelindungan WNI dan BHI
Pelatihan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan adalah terkait pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri antara lain: Migrasi aman (dokumen perjalanan, aturan negara setempat, lapor diri, jalur pengaduan), kasus terkait WNI di luar negeri, testimoni, pemutaran video atau dokumentasi pelindungan WNI, dan deradikalisasi (pendekatan keagamaan dan kemanusiaan).
Kegiatan Pelatihan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: i) pejabat/staf Kemlu (PPK); ii) pejabat/staf Perwakilan RI (PPW); dan iii) pejabat/staf Kementerian selain Kemlu, dan/atau Lembaga/Instansi terkait, dan/atau Pemerintah Daerah, dan/atau LSM, dan/atau akademisi, dan/atau unsur masyarakat lainnya (PKL) pemangku kepentingan.
Kegiatan Pelatihan mencakup pelatihan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler dan atau bekerja sama dengan K/L/I dan badan lainnya, atau yang diselenggarakan oleh K/L/I dan badan lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri.
Sumber Data: Laporan Kegiatan (nota dinas, memorandum, dan berita Perwakilan RI)
Formulasi Penghitungan:
(PPK x 45%) + (PPW x 35%) + (PKL x 20%)
PPK : Angka Bobot capaian pelatihan dari unsur pejabat/staf Kemlu PPW : Angka Bobot capaian pelatihan dari unsur pejabat/staf Perwakilan RI
PKL : Angka Bobot capaian pelatihan dari unsur pejabat/staf kementerian selain Kemlu, lembaga/nstansi terkait, pemerintah daerah, LSM, akademisi, unsur masyarakat pemangku kepentingan terkait lainnya
Penghitungan masing-masing elemen dilakukan sebagai berikut:
PPK : Jumlah orang ÷ Jumlah target PPW : Jumlah orang ÷ Jumlah target PPK : Jumlah orang ÷ Jumlah target
Target kegiatan 2020:
PPK: 50 peserta, PPW peserta: 50 peserta, dan PKL : 50 peserta.
Jumlah target kegiatan telah disesuaikan karena merebaknya wabah Covid-19 yang mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya kegiatan pertemuan dalam jumlah besar sejak bulan Maret 2020.
Target Komponen 4 Periode
Pelaporan Formulasi Penghitungan:
PH (Nilai Produk Hukum yang Disahkan) dihitung sebagai total jumlah nilai bobot yang berhasil dicapai berdasarkan tahapan proses yang telah tercapai dari Produk Hukum yang ditargetkan. Penghitungan diambil dari nilai bobot tahapan proses yang paling tinggi.
PH = (R/D/S)
Nilai Bobot Tahapan Proses:
- R (Rumusan): tahapan proses sampai dengan tahap Perumusan = 40%
- D (Draft): tahapan proses sampai dengan tahap Penyelesaian Draft = 70%
- S (Signed): tahapan proses sampai dengan tahap Penandatanganan = 100%
Target kegiatan:
Target Produk Hukum untuk Tahun 2020 adalah 1 Permenlu terkait Pelayanan dan Pelindungan WNI
Target ini adalah target revisi setelah merebaknya Covid19 yang membutuhkan lebih banyak sumber daya.
PH dapat menghitung realisasi penyusunan Produk Hukum di luar Target Kegiatan untuk mencatat kinerja sekaligus mengakomodir kebutuhan dan urgensi penyusunan Produk Hukum di bidang pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri.
Contoh: 1 Permenlu telah ditandatangani pada tahun 2020= 100%. Sedangkan Permenlu terdapat desakan untuk pemulangan WNI dari negara epidemik Covid 19 yang membutuhkan Permenlu Evakuasi WNI. Permenlu evakuasi baru disusun hingga tahapan Draft=70%
Maka: PH = (100+70) x 100% = 170%. Namun mengingat adanya pembatasan realisasi IKU maksimal 120%, maka capaian adalah 120%.
Sumber data: laporan rapat, naskah perumusan, rancangan produk hukum, laporan kegiatan dll.
Target Komponen 3
s.d TRIWULAN
II 60% 87,50% 76,5% 193,13% 75% 74% 75% 81,23% 70.50%
s.d TRIWULAN
IV 87,50% 136,25% 100% 243,75% 100% 141,71% 100% 220,87% 94.00%
Deskripsi Komponen 5
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 94%
s.d TRIWULAN I 23,50%
s.d TRIWULAN
II 47,00%
s.d TRIWULAN
II 70,50%
s.d TRIWULAN
IV 94%
( ) High ( X ) Moderate ( ) Low
( X ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
( ) Direct ( ) Indirect
( ) Sum ( ) Indirect
( ) Sum ( ) Indirect ( ) Raw data
( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
( ) Bulanan ( ) Tahunan
Tabel Data :
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
30 90,83% 58,58% 100% 118,66% 100 114,34% 100 116,40% 93.87
22% 1,2% 100% 0 25 0 25 3,64% 23.47
44% 17,78% 100% 62,18% 50 44,21% 50 69,82% 46.94
66,50% 78,83% 100% 62,18% 75 86,80% 75 90,46% 70.40
90,83% 58,58% 100% 118,66% 100 114,34 100 116,40% 93.87
Sub-Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Sub-Indikator Kinerja Utama
2018 2019 2020
TAHUNAN s.d TRIWULAN I s.d TRIWULAN II
2016 2017
N/A
Formula: Sub IKU 3. Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelindungan WNI di Luar Negeri
((25% x Komponen 1) + (20% x Komponen 2) + (25% x Komponen 3) + (20% x Komponen 4) + (10% x Komponen 5))*100 Tujuan:
Mengukur tingkat capaian penguatan kriteria dasar sistem kelembagaan Pelindungan WNI
Satuan Pengukuran : Indeks
Tingkat Kendali IKU :
Tingkat Validitas IKU :
2018 2019
IKU 2018 dan 2019 Komponen 3 'Persentase Pejabat/Staf Memiliki Sertifikat Pelatihan Terkait Pengangan Perlindungan WNI dan BHI di Luar Negeri ' Definisi:
Komponen 5: PERSENTASE KERTAS KERJA ANALISA PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DAN BHI DI LUAR NEGERI YANG DIHASILKAN
Bobot 10%
Definisi:
Komponen ini mengukur nilai kualitas kertas kerja monitoring dan evaluasi pelayanan dan pelindungan WNI di Perwakilan RI.
Latar belakang:
Permenlu No. 05 tahun 2018 mengenai Pelindungan WNI di luar negeri mengamanatkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelindungan WNI secara berkesinambungan oleh Direktorat Pelindungan WNI, Perwakilan RI dan Lembaga/Badan. Kertas kerja adalah laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelayanan dan pelindungan WNI di Perwakilan RI kepada Menteri Luar Negeri RI melalui Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler.
Nilai/persentase diperoleh berdasarkan akumulasi persentase unsur yang harus tercantum dalam kertas kerja berdasarkan Permenlu 5 tahun 2018, terdiri dari: identifikasi masalah WNI di luar negeri, identifikasi tantangan pelindungan WNI dan rekomendasi solusi.
Formulasi Penghitungan:
KK = MW + TP + RS
KK = Persentase realisasi komponen dihitung dari realisasi unsur yang telah disusun pada kertas kerja monitoring dan evaluasi, yaitu:
- MW (Masalah WNI): Identifikasi permasalahan WNI di luar negeri = (jumlah tersusun ÷ jumlah target) × 30 %
- TP (Tantangan Pelindungan): Identifikasi tantangan, hambatan, dan kesenjangan pelaksanaan pelindungan WNI di luar negeri = (jumlah tersusun ÷ jumlah target) x 30%
- RS (Rekomendasi solusi): Rekomendasi solusi pelaksanaan pelindungan WNI di luar negeri = (jumlah tersusun ÷ jumlah target) x 40%
Target:
Target jumlah kertas kerja yang dihasilkan pada tahun 2020 adalah sebanyak 1 kertas kerja pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri dengan 3 unsur bernilai akumulasi 94%.
Target Komponen 5 Periode
Pelaporan
Ditjen Protokol dan Konsuler
Unit/Pihak Penyedia Data : Ditjen Protokol dan Konsuler
Produk hukum dan perundang-undangan terkait Pelindungan WNI, laporan pelaksanaan pelatihan, daftar pejabat dan staf yang bersertifikat, laporan kegiatan integrasi database WNI Sumber Data :
Jenis Cascading IKU: ( ) Cascading Peta ( ) Cascading Non peta ( ) Non-Cascading
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :
Metode Cascading :
( X ) Take Last Known Value Jenis Konsolidasi Periode :
Jenis Konsolidasi Lokasi :
Polarisasi Indikator Kinerja :
Periode Pelaporan : ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran
Sub IKU 3. Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri
s.d TRIWULAN III s.d TRIWULAN IV
Sub-IKU 4. Indeks Diplomasi Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri
Definisi:
Indeks Diplomasi Pelindungan WNI dan BHI adalah indeks yang mengukur tingkat capaian pelaksanaan diplomasi pelindungan WNI melalui partisipasi aktif atau penyampaian rekomendasi di tingkat bilateral, regional dan internasional, maupun penyusunan norma-norma dasar dan payung hukum di tingkat nasional serta pelaksanaan sosialisasi/kampanye penyadaran publik (public awarness campaign/PAC) terkait isu-isu di bidang pelindungan WNI di luar negeri.
Diplomasi dilakukan dengan mekanisme koordinasi dan negosiasi secara konstruktif dengan pemangku kepentingan terkait di tingkat nasional dan internasional. Pelaksanaan sosialisasi/kampanye penyadaran publik dilakukan sebagai bentuk tindakan preventif dan educatif dilaksanakan di dalam dan luar negeri, bertujuan untuk membangun pengetahuan dan kesadaran terhadap isu-isu pelindungan WNI di luar negeri.
Komponen yang diukur pada indeks ini adalah: partisipasi aktif dalam perumusan kebijakan/regulasi nasional, partisipasi aktif dalam pertemuan bilateral/regional/multilateral, serta umpan balik positif PAC Pelindungan WNI. Indeks ini menggunakan skala 0-100.
Komponen 1: Persentase rekomendasi Kemenlu yang diterima pada isu Pelindungan WNI dan BHI pada forum perundingan internasional. Bobot 35%
Komponen 2: Persentase rekomendasi Kemenlu yang diterima pada kebijakan/regulasi nasional terkait Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri -. Bobot 35%
Komponen 3: Persentase responden yang memberikan umpan balik positif atas Public Awareness Campaign (PAC) Pelindungan WNI dan BHI. Bobot: 30%
Periode Pelaporan
2016 2017
Deskripsi Komponen 1
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 75% 100,00% 80% 100% 82% 200% 87% 100% 94%
s.d TRIWULAN I 75% 66,67% 80% 0% 82% 33,33% 87% 60% 24%
s.d TRIWULAN
II 75% 66,67% 80% 100% 82% 66,67% 87% 40% 47%
s.d TRIWULAN
III 75% 81,82% 80% 100% 82% 50% 87% 120% 71%
s.d TRIWULAN
IV 75% 100,00% 80% 100% 82% 200% 87% 100% 94%
Deskripsi Komponen 2
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 75% 100% 75% 100% 87% 100% 89% 71,43% 94%
s.d TRIWULAN I 75% N/A 75% 100% 87% 15% 89% 14,29% 94%
s.d TRIWULAN
II 75% 100% 75% 100% 87% 15% 89% 85,71% 94%
s.d TRIWULAN
III 75% 100% 75% 100% 87% 30% 89% 100% 94%
s.d TRIWULAN
IV 75% 100% 75% 100% 87% 100% 89% 71,43% 94%
Deskripsi Komponen 3 Definisi:
Komponen 3: PERSENTASE RESPONDEN YANG MEMBERIKAN UMPAN BALIK POSITIF ATAS PUBLIC AWARENESS CAMPAIGN (PAC) PELAYANAN DAN PELINDUNGAN WNI DAN BHI DI LUAR NEGERI
Bobot 30%
Definisi:
Responden adalah para partisipan yang mengikuti kegiatan sosialisasi/kampanye penyadaran publik/Public Awareness Campaign (PAC) secara langsung (live) dan diseminasi informasi mengenai isu-isu pelindungan di dalam dan luar negeri. Responden termasuk namun tidak terbatas tokoh masyarakat, kaum muda, pencari kerja, akademisi, mahasiswa dan siswa pesantren/sekolah, calon PMI, P3MI, dan masyarakat umum lainnya.
Bentuk kegiatan PAC langsung adalah kegiatan tatap muka (non-media) dengan pemangku kepentingan di Indonesia/di luar negeri berupa seminar/ceramah/diseminasi informasi di sekolah, tempat ibadah dan tempat keramaian lainnya.
Substansi dari PAC antara lain:
1. Migrasi aman (dokumen perjalanan, aturan negara setempat, lapor diri, jalur pengaduan) 2. Sharing kasus dan testimoni
3. Pemutaran video atau dokumentasi pelindungan WNI 4. Deradikalisasi (pendekatan keagamaan dan kemanusiaan)
2018 2019
2019
Definisi:
Komponen 2: PERSENTASE REKOMENDASI KEMENLU YANG DITERIMA DALAM KEBIJAKAN/REGULASI NASIONAL TERKAIT PELINDUNGAN WNI DAN BHI DI LUAR NEGERI Bobot 35%
Definisi:
Rekomendasi adalah penyampaian usulan yang menjadi kepentingan Indonesia dalam menanggapi/menindaklanjuti suatu isu pelindungan yang dibahas dalam pertemuan tingkat internasional.
Diterima adalah dicatat/dicantumkan/disepakatinya rekomendasi Kemenlu ke dalam dokumen resmi penyampaian konsep naskah kebijakan/regulasi nasional atau laporan pertemuan.
Kebijakan/regulasi nasional adalah ketetapan pemerintah dan peraturan perundang-undangan terkait isu-isu Pelindungan WNI pada tingkat nasional.
Sumber Data: Dokumen terkait, Nota Dinas, Memorandum
Formulasi Perhitungan:
(RNR ÷ RNT) × 100%
RNR: Jumlah Realisasi Rekomendasi yang diterima RNT: Jumlah Target Rekomendasi yang diterima Target kegiatan:
Pada tahun 2020, target rekomendasi yang diterima dalam kebijakan/regulasi nasional adalah sebanyak 1 (satu) rekomendasi mengenai Pelayanan dan Pelindungan WNI di luar negeri pada kebijakan atau pertemuan nasional membahas kebijakan/regulasi nasional khususnya namun tidak terbatas pelindungan PMI dan ABK. Target kegiatan tersebut adalah target yang disesuaikan paska Covid19.
Target Komponen 2 Periode
Pelaporan
2017 2018
Definisi:
Komponen 1: PERSENTASE REKOMENDASI KEMENLU YANG DITERIMA PADA ISU PELINDUNGAN WNI DAN BHI PADA FORUM PERUNDINGAN INTERNASIONAL Bobot 35%
Definisi:
Rekomendasi adalah penyampaian usulan yang menjadi kepentingan Indonesia dalam menanggapi/menindaklanjuti suatu isu pelindungan yang dibahas dalam pertemuan tingkat internasional.
Diterima adalah dicatatnya, dicantumkan, disepakatinya rekomendasi Kemenlu tersebut ke dalam dokumen sidang/pertemuan.
Forum perundingan internasional adalah pertemuan antar negara atau kelompok negara yang membahas isu-isu terkait pelindungan. Ruang lingkup: bilateral, regional dan multilateral.
Sumber Data: Nota Dinas, Memorandum, Berita dari/ke Perwakilan RI, Kertas Posisi Delegasi, Dokumen Sidang/Pertemuan.
Formulasi Perhitungan:
(RIR÷ RIT) × 100%
RIR: Jumlah Realisasi Rekomendasi yang diterima RIT: Jumlah Target Rekomendasi yang diterima
Target kegiatan 2020:
Pada tahun 2020, target rekomendasi yang diterima pada forum internasional adalah 1 (satu) buah rekomendasi dengan substansi isu terkait dengan Pelayanan dan Pelindungan WNI dan BHI di luar negeri serta migrasi aman
Target Komponen 1 Periode
Pelaporan
2016
2016 2017
2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target
TAHUNAN 75% 100% 85% 83,04% 87% 83,07% 89% 98,73% 95%
s.d TRIWULAN I 75% 0 85% 0,00% 87% 75% 89% 20% 24%
s.d TRIWULAN
II 75% 100% 85% 78,68% 87% 72,73% 89% 62,50% 48%
s.d TRIWULAN
III 75% 100% 85% 83,04% 87% 30% 89% 98,73% 71%
s.d TRIWULAN
IV 75% 100% 85% 83,04% 87% 83,07% 89% 98,73% 95%
Satuan Pengukuran :
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( X ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( X ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU :
Unit/Pihak Penyedia Data :
Sumber Data :
Jenis Cascading IKU:
Metode Cascading : ( ) Direct ( ) Indirect
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( ) Average
Jenis Konsolidasi Lokasi : ( ) Sum ( ) Average ( ) Raw data
Polarisasi Indikator Kinerja : ( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( ) Tahunan
Tabel Data :
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
75% 100,00% 82,75% 95,76 84,75% 118,17% 88,45% 88,67% 94,30%
75% 66,67% 82,75% 0 84,75% 31,58% 88,45% 24,68% 24%
75% 66,67% 82,75% 20,17 84,75% 39,35% 88,45% 50,32% 47,15%
75% 81,82% 82,75% 75,76 84,75% 41,69% 88,45% 103,48% 71%
75% 100,00% 82,75% 95,76 84,75% 118,17% 88,45% 88,67% 94,30%
Indikator Kinerja Utama:
Deskripsi Indikator Kinerja Utama:
Formulasi Pengukuran:
Jumlah responden yang memberikan umpan balik positif (4 dalam skala 4) dibagi total jumlah responden yang mengembalikan dan mengisi kuesioner.
RPO = (RPS/RPT) x 100%
RPS = Jumlah responden yang memberikan umpan balik positif (4 dalam skala 4) RPT = Jumlah total responden yang mengembalikan kuesioner.
Pertanyaan kuesioner yang disebar meliputi/ mencakup pemahaman atas materi yang disampaikan dengan dua pilihan yaitu YA (nilai 50) dan TIDAK (nilai 0), dan nilai manfaat yang dirasakan responden dengan dua pilihan yaitu YA (nilai 50) dan TIDAK (nilai 0)
Target Komponen 3 Periode
Pelaporan
2016 2017
Formula:
((35% x Komponen 1) + (35% x Komponen 2) + (30% x Komponen 3))*100 Tujuan:
Mengukur peran Kemenlu dalam koordinasi dan negosiasi di bidang Pelindungan WNI dan BHI serta dan kampanye penyadaran publik.
Indeks
Ditjen Protokol dan Konsuler
Dokumen dan data terkait, Laporan Rapat, Laporan Kegiatan, Berita Faksimili Ditjen Protokol dan Konsuler
2018 2019
( ) Cascading Peta ( ) Cascading Non peta ( ) Non-Cascading
( X ) Take Last Known Value
( X ) Triwulanan ( ) Semesteran
Definisi:
Kepuasan pelayanan adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh Direktorat Pelindungan WNI dan BHI berdasarkan kriteria yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. (vide PermenPAN Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik).
Pelindungan adalah segala upaya yang dilakukan untuk melayani dan melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, hukum Negara Setempat, serta kebiasaan dan hukum internasional. Pelindungan juga memperhatikan prinsip bahwa Pemerintah tidak mengambil alih tanggung jawab pidana dan/atau perdata WNI dan mengedepankan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab dan/atau berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan. (Vide Permenlu No 5 Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI di luar negeri).
WNI adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
Ruang lingkup: WNI yang berkedudukan di luar negeri.
Batasan waktu: Periode Januari-Desember.
Penyampaian survei diberikan kepada responden per pelayanan.
Hasil penilaian kuesioner/survei yang diambil merupakan akumulasi survei hingga periode berjalan, contoh: pada triwulan III merupakan akumulasi dari triwulan I, II dan III
Ruang Lingkup:
Responden adalah orang/penerima jasa pelayanan Perlindungan WNI.
Kuesioner yang digunakan menggunakan skala 1-4:
Indeks Kepuasan Pelayanan Publik diukur dengan menggunakan kuesioner dengan skala 1 s/d 4. Mengacu kepada Tabel Nilai Interval Permenpan Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik sebagai berikut:
Nilai Interval Nilai Interval Konversi (NIK) Mutu Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan Nilai Interval 25,00% - 64,99% dikonversi dalam Skala 1,00 - 2,5996 = Sangat Tidak Puas Nilai Interval 65,00% - 76,60% dikonversi dalam Skala 2,60 - 3,064 = Tidak Puas Nilai Interval 76,61% - 88,30% dikonversi dalam Skala 3,0644 - 3,532 = Puas Nilai Interval 83,31% - 100% dikonversi dalam Skala 3,5324 - 4,00 = Sangat Puas
Formula:
s.d TRIWULAN I s.d TRIWULAN II s.d TRIWULAN III s.d TRIWULAN IV
IKU-2 Indeks Kepuasan Pelayanan Perlindungan WNI
Target Sub IKU Diplomasi Pelindungan
Periode Pelaporan
2016 2017 2018 2019 2020
TAHUNAN
Satuan Pengukuran :
Tingkat Kendali IKU : ( ) High ( X ) Moderate ( ) Low
Tingkat Validitas IKU : ( X ) Exact ( ) Proxy ( ) Activity
Unit/Pihak Penanggung Jawab IKU : Unit/Pihak Penyedia Data : Sumber Data :
Jenis Cascading IKU: ( X ) Cascading Peta ( ) Cascading Non peta ( ) Non-Cascading
Metode Cascading : ( ) Direct ( X ) Indirect
Jenis Konsolidasi Periode : ( ) Sum ( X ) Average ( ) Take Last Known Value
Jenis Konsolidasi Lokasi : ( ) Sum ( ) Average ( X ) Raw data
Polarisasi Indikator Kinerja : ( X ) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
Periode Pelaporan : ( ) Bulanan ( X ) Triwulanan ( ) Semesteran ( ) Tahunan
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
…. …. 3 (Skala 4) 2.25 4 (Skala 4) 3.61 4 (Skala 4) 3.85 4 (Skala 4) ….
…. …. 3 (Skala 4) 2.25 4 (Skala 4) 4 4 (Skala 4) 3 4 (Skala 4) ….
…. …. 3 (Skala 4) 2.25 4 (Skala 4) 4 4 (Skala 4) 3 4 (Skala 4) ….
…. …. 3 (Skala 4) 2.25 4 (Skala 4) 4 4 (Skala 4) 3.7 4 (Skala 4) ….
…. …. 3 (Skala 4) 2.25 4 (Skala 4) 3.61 4 (Skala 4) 3.85 4 (Skala 4) ….
2016 2017 2018 2019
Hasil Survei Kepuasan Pelayanan Perlindungan WNI Indeks Kepuasan = (X / P) / Y
X : Total Nilai Jawaban = R1+R2+R3+An…
R : Jumlah Nilai Jawaban per responden P : Jumlah Pertanyaan
Y : Jumlah Responden
Tujuan:
Periode Pelaporan TAHUNAN s.d TRIWULAN I s.d TRIWULAN II s.d TRIWULAN III s.d TRIWULAN IV
untuk mengetahui kualitas pelayanan Perlindungan WNI dan BHI di Direktorat Perlindungan WNI dan BHI
Indeks
Semua Pejabat dan Staf Dit. PWNI BHI
Fungsi Konsuler Perwakilan RI
Hasil survey/olah kuesioner kepuasan pelayanan pelindungan WNI di Perwakilan RI di luar negeri.
2020