• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembentukan Jargon Peretas Berbahasa Inggris: Kajian Morfosemantis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembentukan Jargon Peretas Berbahasa Inggris: Kajian Morfosemantis."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iii ABSTRAK

Tesis ini berjudul “Pembentukan Jargon Peretas Berbahasa Inggris: Kajian Morfosemantis”. Dalam penelitian ini, peretas didefinisikan sebagai ahli komputer. Peretas menggunakan jargon yang secara khusus diterapkan dalam ruang lingkup aktivitas peretasan. Data yang dikumpulkan dan dianalisis merupakan kata atau paduan leksem berupa jargon peretas dalam bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini berupa data lisan dalam percakapan film dan data tulisan pada kamus dan artikel.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembentukan jargon peretas. Data jargon peretas dikaji melalui instrumen yang terdapat dalam telaah morfologi dan semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menerapkan teknik observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jargon peretas dalam penelitian ini dibentuk melalui beberapa tipe, yaitu abreviasi, akronim, blending, clipping, kosakata baru, dan perluasan makna kata. Makna pada setiap kata mengalami perubahan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, yakni: (1) perubahan makna akibat perubahan lingkungan, (2) perubahan makna akibat gabungan leksem atau kata, (3) perubahan makna akibat tanggapan pemakai bahasa, dan (4) perubahan makna akibat asosiasi. Selain itu, data ditelaah untuk menemukan relasi antara makna leksikal dan makna konotasi.

(2)

iv ABSTRACT

The title of this thesis is “Pembentukan Jargon Peretas Berbahasa Inggris: Kajian Morfosemantis”. Hackers are described as computer experts. They develop jargons specifically used by the community. The hacking jargons which are collected and analyzed are words and compound words in English language. The data are both oral and written terms.

This thesis aims to describe the forming of hacking jargons. The data were analyzed using morphological and semantic instruments. The method used in this study is a qualitative approach. Therefore, this study applied an observasional technique to collect the data.

This syudy describes that the hacking jargons are formed into several classifications, they are abbreviation, acronym, blending, clipping, new words, and meaning shifting. The meanings of these words were shifted. They are caused by (1) different setting, (2) compounding, (3) language society’s behavior, and (4) assocciation. Besides, the data show that there are initial relation between lexical meaning and connotative meaning.

Referensi

Dokumen terkait

Data yang dikumpulkan adalah kata kerja pasif atau passive verbs dalam bahasa Inggris (SL) kemudian dianalisis dengan menentukan kesamaan arti dalam penerjemahannya menjadi

Data istilah makanan dalam bahasa Inggris dikumpulkan dari beberapa penelitian sebelumnya dan melalui internet, sedangkan data tentang istilah-istilah makanan dalam

Tahap pertama yang dilakukan yaitu pengumpulan data.Data-data yang dikumpulkan berupa materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan kurikulum Sekolah Dasar yang didapatkan

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Dalam penelitian ini data yang diperoleh secara lisan maupun tulisan merupakan hasil dari observasi dan

Untuk mengetahui efektifitas produk berupa bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Local learning yang di ujicobakan kepada siswa/i. Maka ada data yang

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah: (1) Data berupa skor kemampuan guru menyusun RPP pada pembelajaran tentang percakapan dengan menggunakan media

Setelah data – data dikumpulkan dan dianalisis, dapat diketahui mahasiswa masih kesulitan dalam membentuk Finalsatz bahasa Jerman, meskipun pada umumnya mahasiswa telah

Data lisan (verbal) yakni data yang diperoleh langsung berupa bentuk interferensi Bahasa Batak Mandailing dengan bahasa Indonesia yang terdapat dalam interaksi