62
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE AND MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
DI SMAN 1 BAREGBEG
Kartika Apriliani1, Ilah2, Dedeh3
1,2,3 Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Galuh, Jl. R. E. Martadinata No.150, Ciamis, Indonesia
Email: [email protected]
ABSTRACT
Low learning outcomes are a problem in this study, because learning outcomes are one of the benchmarks for the success of the learning process, educators are required to immediately seek various efforts to achieve success, low learning outcomes are motivated by various factors including the selection of the right type of learning model used by students. educators, as for the purpose of this study to determine: 1) Differences in student learning outcomes using the Make and Match in the initial measurement (pre test) and final measurement (post test); 2) Differences in student learning outcomes using conventional learning methods in the initial measurement (pre test) and final measurement (post test); 3) The difference in the learning outcomes of students using the Make and Match with the learning outcomes of students using the conventional learning model in the final measurement (post test). The research method used is a Quasi Experimental Design with a Nonequivalent Control Group Design design. This study resulted in the following conclusions: 1) There were differences in the learning outcomes of economic subjects of students who used the Make and Match in the initial measurement (pretest) and the final measurement (posttest) in the experimental class; 2) There are differences in the learning outcomes of economic subjects of students who use Conventional Learning Methods in the initial measurement (pretest) and the final measurement (posttest) in the control class; 3) There are differences in the learning outcomes of students' economic subjects using the Make and Match using conventional learning methods in the final measurement (post test).
Keywords: Cooperative Learning Model with Make and Match Type, Learning Outcomes.
ABSTRAK
Rendahnya hasil belajar merupakan masalah dalam penelitian ini, karena hasil belajar merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran, maka pendidik dituntut untuk segera mencari berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan, rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran dengan tipe yang tepat digunakan oleh pendidik, adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif TipeMake and Matchpada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 2) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran Konvensionalpada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 3) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif TipeMake and Match dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Konvensionalpada pengukuran akhir (post test). Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen desain Quasi Experimental Design dengan desainNonequivalent Contol Group Design.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran tipeMake and Match pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas eksperimen; 2) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas control; 3) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make and Match dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (post test).
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make and Match, Hasil Belajar.
Cara sitasi: Apriliani, K., Ilah & Dedeh. (2022). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make and Match Terhadap Hasil Belajar Peseta Didik Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMAN 1 Baregbeg. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 4 (1), 62-69.
63 PENDAHULUAN
Hasil belajar merupakan suatu yang dicapai atau diperoleh peserta didik dari kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar peserta didik berbentuk penguasaan, pengetahuan, sikap dan keterampilan. Bagi pendidik, hasil belajar dapat dijadikan sebagai acuan penilaian keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan bagi peserta didik, hasil belajar yang berfungsi untuk mengukur tingkat kemampuan atau keberhasilan belajarnya yang mengalami peningkatan yang baik atau penurunan.
Suprijono dalam Thobroni (2015:20) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nila-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Menurut Sudjana (2013:3) mendefinisikan bahwa hasil belajar pada hakikatnya merupakan perubahan tingkah laku setelah proses pembelajaran dilaksanakan, dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, efektif, dan psikomotor.
Tercapai tidaknya hasil belajar peserta didik dapat diketahui dengan cara membandingkan hasil belajar peserta didik dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun tujuan penentuan standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran serta untuk memaksimalkan perolehan hasil belajar peserta didik di sekolah.
Berdasarkan hasil observasi di sekolah, dalam kegiatan pembelajaran belum menerapkan model pembelajaran yang menarik bagi peserta didik sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran hanya berpusat pada guru, sedangkan peserta didik hanya duduk dan mendengarkan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada penelitian pendahuluan, rendahnya hasil belajar dapat dilihat dari perolehan nilai peserta didik kelas X IPS di SMA Negeri 1 Baregbeg sebagai berikut:
Tabel 1. Nilai Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi Tahun ajaran 2021/2022 Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Baregbeg
No Kelas X KKM Nilai
Tertinggi Nilai
Terendah Nilai Rata-Rata
Jml Peserta
Didik
Jml Peserta Didik yang Kurang dari
KKM
1. IPS 1 60 84 50 63,11 34 8
2. IPS 2 60 71 45 57,25 26 15
3. IPS 3 60 72 48 58,61 26 14
Sumber: Kelas X IPS SMA Negeri 1 Baregbeg
Berdasarkan data dari tabel 1 di atas diketahui bahwa hasil nilai Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi di kelas X IPS 1 nilai tertinggi sebesar 84, nilai terendah 50, nilai rata-rata 63,11 dan yang belum mencapai KKM sebanyak 8 orang dari jumlah peserta didik 34 orang. Di kelas X IPS 2 nilai tertinggi sebesar 71, nilai terendah 45, nilai rata-rata 57,25 dan yang belum mencapai KKM sebanyak 15 orang dari jumlah peserta didik 26 orang. Dengan demikian, data diatas menunjukan bahwa masih rendahnya hasil belajar peserta didik. Dan di kelas IPS 3 nilai tertinggi sebesar 72, nilai terendah 48, nilai rata-rata 58,61 dan yang belum mencapai KKM sebanyak 14 orang dari jumlah peserta didik 26 orang.
Berdasarkan masalah yang diuraikan, penulis berasumsi bahwa dalam proses pembelajaran perlu diterapkannya model pembelajaran yang dapat memacu semangat setiap peserta didik untuk aktif terlibat dalam pengalaman belajarnya, salah satu alternatif model pembelajaran yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik adalah menggunakan model pembelajaran Make And Match.
Joyce dalam Trianto (20011:22), model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer dan lain-lain.
64
Kurniasih & Berlin (2015:55-56) menyatakan bahwa model pembelajaran make a match dapat menumbuhkan kerjasama pada saat menjawab pertanyaan dengan cara mencocokkan kartu, sehingga pembelajaran lebih menarik dan lebih antusias dalam pembelajaran, serta keaktifan siswa tampakpada saat mencari pasangan kartu.
Langkah-langkah model pembelajaran Make a Match juga dikemukakan oleh Huda(2013:
252) sebagai berikut : (1) Guru menjelaskan materi atau memberi tugas kepadasiswa untukmempelajari materi sebelumnya di rumah, (2) Siswa dibagi kedalam 3kelompok, misalnya kelompok A dan kelompok B. Kedua kelompok diminta untuk berhadaphadapan, dan kelompok C adalah penilai, (3) Guru membagikan kartupertanyaan kepadasetiap siswa kelompok A dan kartu jawaban kepada setiap siswa kelompok B, (4) Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka harus mencari/ mencocokan kartu yangdipegang dengan kartu kelompok lain. Guru juga perlu menyampaikan batasan maksimal waktu yang ia berikan kepada mereka, (5) Guru meminta semua anggota kelompok A untuk mencari pasangannya di kelompok B. Jika kelompok A sudah menemukan pasangannyamasing-masing, guru meminta mereka melaporkan diri, Guru mencatat siswa pada kertasyang sudah dipersiapkan, (6) Jika waktu sudah habis, siswa diberitahu bahwa waktu sudahhabis. Bagi siswa yang belum menemukan pasangannya diminta untuk berkumpul sendiri,
Menurut Istarani (2012), model pembelajaran make a match memilikikelebihan dankelemahan. Adapunkelebihan model ini yaitu ; (1) siswaterlibat langsung dalam menjawab soalyang disampaikan kepadanya melaluikartu, (2) meningkatkan kreativitasbelajar siswa, (3) menghindarikejenuhan siswa dalam mengikutiproses belajar mengajar, (4) dapatmenumbuhkan kreativitas berfikirsiswa, sebab melalui pencocokkanpertanyaan dan jawaban akan tumbuhtersendirinya, (5) pembelajaran lebihmenyenangkan karena melibatkanmedia pembelajaran yang digunakanguru.Sedangkan kelemahannya,adalah ; (1) sulit bagi gurumempersiapkan kartu- kartu yang baikdan bagus, (2) sulit mengatur ritme ataujalannya proses pembelajaran, (3) siswakurang memahami makna pembelajaranyang ingin disampaikan karena merasahanya sekedar permainan saja, (4) sulituntuk mengkonsentrasikan anak.
Kemudian terdapat beberapa penelitian terdahulu yang relevan yaitu diantaranya skripsi dariIne Nadia Apriliani membahas tentang Pengaruh Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Inside Outside Circle (IOC) Dengan Make A Match Pada Mata Pelajaran Ekonomi Bisnis. Untuk penelitian yang kedua dilakukan oleh saudari Juwita Widaningsih membahas tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Dan penelitian yang ketiga dilakukan oleh Saudari Lutfi Annisa dan Wakijo membahas tentang Pengaruh Model KooperatifTipe Make A Match Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar IPS Peserta Didik Kelas VIII SMP NEGERI 1 TRIMURJO.Dari ketiga penelitian tersebut mempunyai kesamaan model dan tipe pembelajaran yang digunakan dengan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make and Match.
Pada penelitian ini terdapat beberapa perbedaan dari penelitian terdahulu yang disebutkan diatas diantaranya adalah tempat penelitian yang berbeda, mata pelajaran yang di pakai, populasi serta sampel yang di gunakan dan hasil penelitian yang di dapat. Adapun tujuan pada penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and matchpada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest), 2) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensionalpada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest), 3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensionalpengukuran akhir (posttest).
65 METODE PENELITIAN
Objek penelitian yang kedua yaitumodel pembelajaran kooperatif tipe Make and Match yang dilakukan di kelas X IPS pada mata pelajaran ekonomi. Hasil belajar peserta didik diukur dari penilaian siswa yang terdiri dari pretest dan posttest.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Quasi Experimental Design dengan jenis desainnya yaitu Nonequivalent Contol Group Design.
Populasi adalah seluruh objek yang akan diteliti, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMAN 1 Baregbeg yang berjumlah sebanyak 86 orang terdiri dari kelas X IPS 1 berjumlah 34 orang, kelas X IPS 2 berjumlah 26 orang, dan kelas X IPS 3 berjumlah 26 orang.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sampling berupa Sampling Purposive, karena ada tiga kelas yang akan dijadikan objek penelitian.
Teknik analisis data menggunakan uji instrument penelitian yang terdiri dari uji instrumen penelitian dan prasarat uji statistika dengan berbentuk tes soal-soal sebagai berikut:
Uji Instrumen Penelitian
Berikut yang termasuk uji instrumen penelitian yaitu:
Uji Validitas
Berdasarkan hasil uji validitas dari 20 butir soal yang diujikan terdapat 5 butir soal yang tidak valid dan 15 soal yang valid, butir soal yang tidak valid yaitu 5 soal. Kelima butir soal yang tidak valid tidak digunakan sebagai instrumen penelitian.Butir soal yang valid dan digunakan dalam penelitian ini 15 soal.
Tabel 2.Hasil Uji Validitas Instrumen Soal
No Soal rxy rtabel Interpretasi
1 0,567 0,378 Valid
2 0,488 0,378 Valid
3 0,425 0,378 Valid
4 0,454 0,378 Valid
5 0,633 0,378 Valid
6 0,521 0,378 Valid
7 0,514 0,378 Valid
8 0,328 0,378 Tidak Valid
9 0,135 0,378 Tidak Valid
10 0,483 0,378 Valid
11 0,505 0,378 Valid
12 0,383 0,378 Valid
13 0,652 0,378 Valid
14 0,049 0,378 Tidak Valid
15 0,633 0,378 Valid
16 0,440 0,378 Valid
17 0,691 0,378 Valid
18 0,505 0,378 Valid
19 0,257 0,378 Tidak Valid
20 0,177 0,378 Tidak Valid
66 Uji Realibilitas
Perhitungan uji reliabilitas merupakan keajegan atau kekonsistenan suatu instrument. Pada penelitian yang dilakukan penulis menggunakan rumus KR-20 yang menghasilkan koefisien reliabilitas yaitu sebesar 0,840. Artinya bahwa soal tersebut memiliki reliabilitas tinggi.
Indeks Kesukaran Soal
Untuk menghitung besarnya indeks kesukaran dari hasil perhitunganterdapat 15 soal yang diujikan terdapat berbagai kriteria, 9 soaltermasuk kategori mudah, 5 soaltermasuk kategori sedang, 1 soal termasuk kategori sukar.
Daya Pembeda
Berdasarkan hasil penelitan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa untuk 1 soal memiliki daya pembeda baik sekali,9 soalmemiliki daya pembeda soal baik,4 soalmemiliki daya pembeda soal cukup dan 1 soal memiliki daya pembeda jelek.
Setelah melakukan uji instrumen penelitian, kemudian uji analisis data dilanjutkan dengan uji persyaratan statistik sebagai berikut:
Prasarat Uji Statistika Uji Homogenitas
Uji homogenitas diketahui nilai thitung sebesar 0,3645, bila dibandingkan dengan ttabel sebesar 1,67 maka berdasarkan kaidah pengujian thitung lebih kecil dari ttabel (0,3645 < 1,67) maka kedua kelas yang dijadikan sampel homogen.
Uji Normalitas
Uji Normalitas dari hasil pengolahan data L hitung kelas eksperimen diperoleh nilai maksimum│P(Z)- P(X)│= Lhitung = 0,1349 dan Ltabel = 0,173. Artinya Lhitung < Ltabel atau 0,1349> 0,173 maka Ha ditolak Ho. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kelas eksperimen pada taraf kepercayaan 95% berdistribusi normal. Sedangkan data L hitung kelas kontrol diperoleh nilai maksimum│P(Z)- P(X)│= Lhitung = 0,1326 dan Ltabel = 0,173. Artinya Lhitung > Ltabel atau 0,1326> 0,173 maka Ha ditolak Ho. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kelas kontrol pada taraf kepercayaan 95% berdistribusi normal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make and Match dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran akhir (posttest).
Tabel 3.Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Hipotesis
Hipotesis Thitung Ttabel Analisis
1 9,04 1,67 9,04>1,67
2 5,98 1,67 5,98>1,67
3 4,43 1,67 4,43>1,67
Sumber: Perhitungan peneliti tahun 2022
Berdasarkan perhitungan penelitian pada tabel 3 dapat disimpulkan bahwa t hitung> t tabel
yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya, terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make and Matchdengan metode pembelajaran konvensional yang signifikan. Berikut tabel rekapitulasi hasil penelitian :
Tabel 4.Rekapitulasi Hasil Penelitian
Kelas Rata-Rata
Hasil Belajar
Thitung Ttabel Uji Hipotesis Simpulan
Kelas Eksperimen 80,51 9,04 5,98 4,43
1,67 Ha diterima
Ho ditolak Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan
model pembelajaran
Kelas Kontrol 67,18 Kooperatif tipe make and match
dengan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional
67
Sumber: Perhitungan peneliti tahun 2022
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pembahasan pada penelitian ini yaitu :
1) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas eksperimen
Perbedaan hasil belajar peserta didik di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pada pengukuran awal (pretest) diperoleh nilai rata-rata sebesar 48,46 dan pengukuran akhir (posttest) diperoleh nilai rata-rata sebesar 80,51 sehingga diperoleh selisih sebesar 32,05.Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 9,04 hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,675 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 50 sehingga nilai thitung> ttabel atau 9,04> 1,675. Dengan demikian hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match dari pengukuran awal (pretest) ke pengukuran akhir (posttest).Hasil tersebut menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipemake and match berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar pesrta didik. model pembelajaran kooperatif tipemake and match lebih mengaktifkan suasana belajar dalam kelas, peserta didik lebih berperan aktif dalam pembelajaran, lebih banyak diberi kesempatan untuk berpikir dan mengeluarkan pendapat.
Gambar 1. Nilai Rata-Rata Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen
Berdasarkan grafik diatas menunjukan bahwa nilai rata-rata posttest sebesar 80,51 lebih besar dari nilai rata-rata pretest sebesar 48,46.
2) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan Model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas kontrol
Perbedaan hasil belajar peserta didik di kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pada pengukuran awal (pretest) diperoleh nilai rata-rata sebesar 47,18 dan pengukuran akhir (posttest) diperoleh nilai rata-rata sebesar 67,18 sehingga diperoleh selisih sebesar 20.Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung
sebesar 5,98 hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,675 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 40 sehingga nilai thitung> ttabel atau 5,98> 1,675. Dengan demikian hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional dari pengukuran awal (pretest) ke pengukuran akhir (posttest).Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, dapat ditarik simpulan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional dapat pula meningkatkan hasil belajar peserta didik. Namun peningkatannya tidak sebanyak yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match. Dalam model pembelajaran konvensional peserta didik kurang berperan aktif dalam
48,46
80,51
0 20 40 60 80 100
Pretest Posttest
68
pembelajaran, lebih berpusat pada guru (teacher based learning) jadi guru lebih berperan aktif dalam pembelajaran, sedangkan peserta didik berperan pasif dalam pembelajaran.
Gambar 2.Nilai Rata-Rata Pretest dan Posttest Kelas Kontrol
Berdasarkan grafik diatas menunjukan bahwa nilai rata-rata posttest sebesar 67,18 lebih besar dari nilai rata-rata pretest sebesar 47,18.
3) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and matchdengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest)
Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match yang diterapkan di kelas eksperimen lebih unggul dan menghasilkan nilai akhir yang lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen sebesar 80,51 sedangkan di kelas kontrol sebesar 67,18 sehingga diperoleh selisih 13,33 dengan standar deviasi masing-masing sebesar 10,11 dan 11,53. Dari perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 4,43 hasil tersebutkemudian dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,675 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 50 sehingga nilai thitung> ttabel atau 4,43> 1,675. Dengan demikian hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik pada pengukuran akhir (posttest) yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipemake and matchmemiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Walau demikian, kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, namun pengaruhnya tidak terlalu besar. Dalam model pembelajaran kooperatif tipemake and matchpeserta didik lebih berperan aktif di dalam pembelajaran, sedangkan dalam model pembelajaran konvensional peserta didik berperan pasif.
Gambar 3. Nilai Rata-Rata Posttest Kelas Kontrol dan Posttest KelasEksperimen
Berdasarkan grafik diatas menunjukan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 80,51 lebih besar dari nilai rata-rata posttest kelas kontrolsebesar 67,18.
47,18
67,18
0 20 40 60 80
Pretest Posttest
67,18
80,15
60 65 70 75 80 85
Posttest kelas kontrol
Posttest kelas eksperimen
69 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis sajikan, dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and match pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas eksperimen; 2) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan Model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas kontrol; 3) Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran ekonomi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipemake and matchdengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest).
REKOMENDASI
Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan konstribusi berupa bahan kajian yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi peneliti maupun sebagai praktisi selanjutnya sehingga penelitian ini bisa dilanjutkan untuk penelitian-penelitian yang akan datang serta dapat memberikan ilmu, pengetahuan dan wawasan bagi semua yang membaca karya ini.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih penulis kepada Ibunda tercinta Rianti dan Nenek terkasih Ningsih beserta keluarga besar yang telah memberikan dukungan moril maupun materil, dan tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepadaKepala Sekolah dan Guru-Guru SMAN 1 Baregbeg yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian, terutama kepada Ibu Risma, S.Pd. yang telah membimbing dan membantu dalam pelaksanaan penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Faruhah, Rosy. 2021. Analisis Model Pembelajaran Make A Matchterhadap Hasil Belajar Siswa.Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP).Vol. 9 No. 2: 321-334.
Thobroni, M (2015). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Topandra, Hamimah. 2020. Model Pembelajaran Tipe Make A Matchdalam Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar.Jurnal Pendidikan Tambusai.Vol. 4 No. 2: 1258-1268.
Trianto.2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Putra Utama.
Sirait, Noer. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Make A Matchterhadap Hasil Belajar Siswa.Jurnal INPAFI.Vol. 1 No. 3: 252-259.
Gading, Kharisma. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Koorperatif Tipe Make A Match Berbantuan Media Audio Visual terhadap Hasil Belajar IPS Sekolah Dasar.International Journal of Elementary Education.Vol. 1 No. 2: 153-160.
Masrurun, Subroto. 2017. Efektivitas Model Pembelajaran Make A Match terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA.Jurnal Pendidikan Ekonomi.Vol. 5 No. 3:
1-6.