Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
30 Juni 2009 dan 2008
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
Rp Rp
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.o, 3, 28 11,593 119,159
Investasi Jangka Pendek 2.d, 2.i, 4, 9
Diperdagangkan 509,130 429,101
Tersedia untuk Dijual 258,189 279,725
Piutang Usaha 2.e, 5
Pihak Hubungan Istimewa 2.i, 9 13,959 16,257
Pihak Ketiga
(Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar
Rp 834 pada 30 Juni 2009) 16,502 6,994
Piutang Lain-lain 2.e, 6
Pihak Hubungan Istimewa 2.i, 9 3,119 39,310
Pihak Ketiga
(Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar
Rp 203 pada 30 Juni 2009) 19,721 9
Beban Dibayar di Muka 2.f, 2.I, 9 2,024 367
Pajak Dibayar di Muka 7.a 6,974 5,098
Uang Muka 8 9,773 5,483
Persediaan 20 --
Jumlah Aset Lancar 851,004 901,503
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Lain-lain 2.e, 6
Pihak Hubungan Istimewa 2.i, 9 2.095 2.095
Pihak Ketiga 8,766 8,709
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi 2.d, 2.i, 9, 10 21,787 11,978
Investasi Jangka Panjang Lainnya 2.d, 11
Pihak Hubungan Istimewa 2.i, 9 880 2,203
Pihak Ketiga 2,315 2.315
AsetTetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 24.768 dan Rp 10.806 pada 30 Juni 2009 dan 2008) 2.e, 11 46,855 3,669
Selisih Lebih Biaya Perolehan Aktiva Bersih
Perusahaan Anak 120,251 --
Aset Pajak Tangguhan 3,991 --
Aset Lain-Lain 648 --
Jumlah Aset Tidak Lancar 207,588 30,969
JUMLAH ASET 1,058,592 932,472
KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 2009 2008
Rp Rp
KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman Bank 14 3,473 --
Kewajiban Usaha 15 29,754 1,810
Kewajiban Lain-lain
Pihak Hubungan Istimewa 2.i 186 202
Pihak Ketiga 1,588 1,350
Kewajiban Pajak 2.m, 7.b 8,001 1,530
Beban Masih Harus Dibayar 16 8,134 456
Pendapatan Ditangguhkan 9, 17 4,233 --
Kewajiban Sewa Pembiayaan - Bagian yang 18
Jatuh Tempo Dalam Satu tahun 2,191 --
Jumlah Kewajiban Lancar 57,560 5,348
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja 2.j, 2.k, 19 15,111 6,947
Kewajiban Sewa Pembiayaan - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun 3,459 --
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 18,570 6,947
JUMLAH KEWAJIBAN 76,130 12,295
EKUITAS Modal Saham
Nilai Nominal Seri A : Rp 5.000
Seri B : Rp 2.250 Modal Dasar
Seri A : 170.000.000 Saham Seri B : 1.000.000.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Seri A : 157.927.368 Saham
Seri B : 292.239.095 Saham
Seri C : 720.266.344 Saham 1,519,202 1,447,175
Tambahan Modal Disetor - Bersih 21 1,372,045 1.346.488
Laba yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual 2.d 45,921 67,789
Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak 6,640 7,630
Defisit (1,961,346) (1,948,905)
Jumlah Ekuitas 982,462 920,177
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1,058,592 932,472
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
Catatan 2009 2008
Rp Rp
PENDAPATAN 2.l, 2.i, 9, 22 41,782 24,379
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2.l, 23 39,447 16,383
LABA KOTOR 2,335 7,996
BEBAN USAHA - UMUM DAN ADMINISTRASI 2.l, 2.i, 9, 24 48,858 12,706
LABA (RUGI) USAHA (46,523) (4,710)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan (Beban) Investasi - Bersih 2.d,2.i,4,9,10,25.a 1,727 (29,044)
Pendapatan Keuangan - Bersih 2.i, 9,25.b 5,008 3,432
Keuntungan Selisih Kurs 20 1,065 (2)
Lain-lain - Bersih 24.c (28,617) (1,275)
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih (20,817) (26,889)
LABA (RUGI) SEBELUM BAGIAN ATAS LABA (RUGI)
BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI (67,340) (31,599)
BAGIAN ATAS LABA (RUGI) BERSIH
PERUSAHAAN ASOSIASI 2.d, 2.i, 9, 10
2,266 1,266
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (65,074) (30,333)
HAK MINORITAS 9,999
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2.m, 7.c
Kini (858) --
Tangguhan 781 --
Jumlah Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Bersih (77) --
LABA (RUGI) BERSIH (55,152) (30,333)
Laba (Rugi) per Saham Dasar 2.n, 26 (55,02) (67,38)
Disetor - Bersih Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk
Dijual
Ekuitas Perusahaan
Anak Ekuitas
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo Per 31 Desember 2007 1.447.175 1.346.488 59,187 6,970 (1,918,572) 941,248
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual
2.d, 2.i, 4, 9,
10 -- -- 8,602 660 -- 9,262
Laba (Rugi) Bersih -- -- -- -- (30,333) (30,333)
Saldo Per 30 Juni 2008 1,447,175 1,346,488 67,789 7,630 (1,948,905) 920,177
Saldo Per 31 Desember 2008 1.447.175 1,346,488 87,019 8,785 (1,906,194) 983,273
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari
Efek Tersedia untuk Dijual 2.d, 2.i, 4, 9,
10 -- -- (41,098) (2,145) -- (43,243)
Laba (Rugi) Bersih -- -- -- -- (55,152) (55,152)
Tambahan Modal 72,027 25,557 -- -- -- 97,584
Saldo Per 30 Juni 2009 1,519,202 1,372,045 45,921 6,640 1,961,346 982,462
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini
Catatan 2009 2008
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 45,341 35,073
Pembayaran kepada Pemasok (59,822) (14,720)
Pembayaran Kegiatan Usaha (53,059) (24,950)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (67,540) (4,597)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari Penerbitan Saham 100,117 --
Akusisi Perusahaan Anak (89,800) --
Penerimaan dari Pendapatan Bunga 4,897 3,597
Penerimaan Dividen -- 1,090
Perolehan (Penjualan) Aktiva Tetap (7,752) (245)
Pembelian Investasi Jangka Pendek (14,199) --
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (6,737) 4,442
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari Bank Overdraft 1,688 --
Pembayaran Beban Keuangan (271) --
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 1,416 --
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS-
BERSIH (72,861) (155)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 84,454 119,314
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 11,593 119,159
Kas dan Setara Kas terdiri dari: 2.c, 3, 28
Kas 89 67
Deposito 2,000 --
Bank 9,504 119,092
Jumlah 11,593 119,159
1. U m u m
1.a. Pendirian Perusahaan
PT Star Pacific Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti berdasarkan Akta No. 301 tanggal 28 Mei 1983 yang dibuat dihadapan Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta, yang diubah dengan Akta No. 130 dari notaris yang sama tanggal 10 Agustus 1983 mengenai perubahan nama Perusahaan menjadi PT Asuransi Lippo Life. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-6716.HT.01.01.Th.1983 tanggal 12 Oktober 1983 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 19 Juni 1984 Tambahan No. 604/1984.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.126 tanggal 28 Nopember 2008 yang dibuat dihadapan Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta, mengenai, antara lain, penyesuaian Anggaran Dasar Perusahaan dengan Undang-Undang No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.dan perubahan nama perusahaan menjadi PT Star Pacific Tbk, perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU- 01525.1H.01.02. Tahun 2009 tanggal 8 Januari 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan NO. AHU- 0001782.AH.01.09. Tahun 2009 tanggal 8 Januari 2009.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang jasa, teknologi informasi ,pengelolaan/pengembangan bisnis dan manajemen perusahaan serta media. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 1 Januari 1984 dan saat ini Perusahaan melakukan kegiatan usaha di bidang investasi sebagai pengelolaan/pengembangan bisnis sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan yang disebut di atas.
Kantor pusat Perusahaan beralamat di Lippo Cyber Park, Jl Bulevar Gajah mada No. 2062, Lippo Karawaci – Tangerang.
1.b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Penawaran Umum Perdana Perusahaan kepada masyarakat, terdiri dari 1.071.400 saham biasa atas nama, yang memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), (dahulu Badan Pengawas Pasar Modal),dengan Surat Keputusan Nomor: KEP-31/PM-MI/1992 tanggal 27 Nopember 1992. Selanjutnya saham-saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) pada tanggal 23 Oktober 1989. Sejak penawaran umum perdana, Perusahaan telah melakukan hal-hal sebagai berikut
:
Tahun Keterangan
(Dalam Rupiah Penuh) Jumlah Saham Beredar Setelah
Transaksi 1989 Penawaran Umum Perdana, tanggal efektif 14 September 1989, penerbitan 1.071.400 lembar
saham biasa partial listing dengan nilai nominal Rp.1.000 3.571.400
1990 Penerbitan 892.850 lembar dividen saham dengan nilai nominal Rp.1.000 4.464.250
1994 Penerbitan 7.589.225 saham bonus dengan nilai nominal Rp 1.000 12.053.475
1994 Penawaran Umum TerbatasI, tanggal efektif 1 Juni 1994, penerbitan 36.160.425 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp 1.000 48.213.900
1996 Perubahan nilai nominal saham menjadi Rp 500 96.427.800
1996 Penerbitan 96.427.800 lembar saham bonus dengan nilai nominal Rp 500 192.855.600 1996 Penawaran Umum Terbatas II, tanggal efektif 26 Juni 1996, penerbitan 192.855.600 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp.500 385.711.200
1997 Penawaran Umum Terbatas III, tanggal efektif 28 Juni 1997, penerbitan 1.118.562.480 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp.500 1.504.273.680
1999 Penerbitan saham portepel sejumlah 75.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 1.579.273.680 1999 Penawaran Umum Perdana IV, efektif tanggal 23 Nopember 1999, penerbitan saham seri B
Tahun Keterangan
(Dalam Rupiah Penuh) Jumlah Saham Beredar Setelah
Transaksi
2005 Perubahan nilai nominal saham. Saham yang beredar menjadi:
Seri A - Nominal Rp 5.000 157.927.368
Seri B - Nominal Rp 2.250 292.239.095
2009 Penawaran Umum Terbatas V kepada Para Pemegang Saham dalam rangka Penerbitan Hak Memesan efek Terlebih Dahulu (“HMETD”)
Seri A - Nominal Rp 5.000 157.927.368
Seri B - Nominal Rp 2.250 292.239.095
Seri C - Nominal Rp 100 720.266.340
1.c. Struktur Perusahaan Anak
Perusahaan-perusahaan anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Perusahaan Anak Domisili Kegiatan Usaha
Utama Persentase
Kepemilikan (Langsung dan Tidak Langsung)
Tahun Berdiri Tahun
Operasi Komersial
Jumlah Aktiva
% 2009
Rp 2008
Rp PT Anggraini Mulia dan Perusahaan Anak
(60% pemilikan pada PT Cosmopolitan Indotama) Jakarta Perdagangan Umum 99,99 1990 –* 99.635 99.748
PT Cosmopolitan Indotama Tangerang Jasa Periklanan 99,99 1997 2001 33.491 44.160
PT Lippo Media Jasa Jakarta Jasa Periklanan 100,00 1996 -- * -- --
PT Samiaji Dutaperkasa
(25% pemilikan pada PT Lippo Media Jasa) Jakarta Perdagangan Umum 99,99 1990 -- * 18.772 19.332 PT Sarikreasi Dinamika
(25% pemilikan pada PT Lippo Media Jasa) Jakarta Perdagangan Umum 99,99 1990 -- * 19 92
Mc Cann Investment Pty Ltd ** Malaysia Investasi 99,99 2004 – * –** -**
PT Multi Media Interaktif dan Perusahaan Anak Jakarta Media Massa 100,00 1999 111.401 --
PT Media Investor Indonesia Jakarta Penerbitan Majalah 100,00 1998 3.602 --
PT Koran Media Investor Indonesia Jakarta Penerbitan Koran 100,00 2001 2001 17.444 --
PT Globe Asia Indonesia Jakarta Penerbitan Majalah 100,00 2006 2007 6.175 --
PT Galeri Investor Indonesia Jakarta Penerbitan majalah 100,00 2000 2002 10.202 --
PT Investor Radio Jakarta Penyiaran Radio 100,00 2001 –* 1.262 --
PT Supra Sentra kencana Jakarta Perdagangan Umum 100,00 2001 –* 13.116 --
PT Jakarta Globe Media Jakarta Penerbitan Majalah 100,00 2008 –* 47.994 --
* Belum Beroperasi ** 1 USD
Berdasarkan Akta Pengoperan hak Atas Saham PT Multi Media Interaktif No.167 tanggal 30 Desember 2008 dan no 49 tanggal 17 Februari 2009 keduanya dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di jakarta, Perusahaan mengakusisi kepemilikan di PT Multi Media Interaktif (MMI) sebesar 99% (1.997.999.815 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100,. Rupiah penuh) dari PT Mitra Bangun Sejati dengan nilai transaksi Rp.199.799.981.500,-.
Berdasarkan Akta Notaris Pengoperan Hak Atas Saham PT multi Media interaktif No.168 tanggal 30 Desember 2008 yang dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta, PT Anggraini Mulia, perusahaan anak,mengakusisi kepemilikan di MMI sebesar 0.1% (2.000.185lembar saham dengan nilai nominal Rp 100,Rupiah penuh) dari PT Mitra Bangun Sejati dengan nilai transaksi Rp 200.
1.d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris Pernyataan Keputusan Rapat No.54 tanggal 24 April 2009 yang dibuat dihadapan Notaris Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta, Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan tanggal 26 Juni 2008, dan Akta Notaris Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 168 tanggal 30 April 2008, dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, SH, Notaris di Jakarta, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Komite Audit pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 2008 Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Markus Permadi Ganesh Chander Grover Komisaris Independen : Willi Toisuta Willi Toisuta
Sasmito Dirdjo Sasmito Dirdjo Dewan Direksi
Presiden Direktur : Adriyanto Adriyanto
Direktur : Lukman Yung Astolo Frans Wongso
Samuel Tahir Ichsan Soelistio Primus Dorimulu
Komite Audit
Ketua : Sasmito Dirdjo Sasmito Dirdjo
Anggota : Frans Lamury Frans Lamury
Suwito Juwono Suwito Juwono
Jumlah karyawan Perusahaan pada 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebanyak 368 orang dan 45 orang (tidak diaudit).
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
2.a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali untuk investasi tertentu yang dicatat sebesar nilai pasar, nilai aset bersih, atau menggunakan metode ekuitas dan persediaan yang dicatat sebesar yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah.
2.b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan anak, sebagaimana yang disajikan dalam Catatan 1.c.
Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun dan transaksi signifikan yang saling berhubungan di antara perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan.
2.c. Setara Kas
Setara kas meliputi deposito berjangka yang jatuh tempo sama atau kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya, tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya.
2.d. Investasi
Investasi terdiri dari penempatan pada efek ekuitas, penyertaan reksadana dan penyertaan saham yang diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di bursa efek, serta investasi properti.
(i) Investasi pada Efek Ekuitas
• Investasi pada Efek yang Diperdagangkan (Trading)
Efek ekuitas yang diklasifikasikan dalam kelompok “diperdagangkan” adalah efek yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya mempunyai frekuensi pembelian dan penjualan yang tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari kenaikan harga dalam jangka pendek. Investasi ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal neraca dicatat pada operasi tahun berjalan.
• Investasi pada Efek yang Tersedia untuk Dijual (Available for Sale)
Efek ekuitas yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai “diperdagangkan” atau “dimiliki hingga jatuh tempo”
dinyatakan sebesar nilai wajarnya ( “tersedia untuk dijual”). Laba/rugi yang belum direalisasi yang timbul dari penyesuaian ke nilai wajarnya disajikan secara terpisah sebagai komponen ekuitas dan dibebankan (dikreditkan) pada saat realisasi pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
Pada saat dimana nilai pasar dari efek tertentu tidak dapat ditentukan secara wajar,manajemen akan menentukan, pada estimasi terbaik, nilai efek tersebut.
(ii) Penyertaan Reksadana
Reksadana dinyatakan sebesar nilai aset bersih (net asset value). Pada tanggal neraca, laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aset bersih pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
(iii) Investasi Jangka Panjang dalam Bentuk Penyertaan Saham
Investasi saham dimana Perusahaan dan/atau perusahaan anak mempunyai kepemilikan saham sebesar 20%
sampai dengan 50% dicatat berdasarkan metode ekuitas. Dengan metode ini, investasi dicatat pada biaya perolehan, disesuaikan pada bagian Perusahaan atau perusahaan anak atas laba atau rugi bersih dari perusahaan penerima investasi sejak tanggal perolehan, dikurangi dividen yang diterima.
Investasi saham yang nilai wajarnya tidak tersedia dimana Perusahaan dan/atau perusahaan anak mempunyai kepemilikan saham kurang dari 20% disajikan sebesar biaya perolehan.
(iv) Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/Perusahaan Asosiasi
Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan perusahaan anak/perusahaan asosiasi diakui sebagai bagian dari ekuitas yang dicatat pada akun Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/Perusahaan Asosiasi, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan.
(v) Properti Investasi
Properti Investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dimiliki atau dikuasai melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan pendapatan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk
(a) Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau (b) Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari
Investasi properti dengan kriteria dimiliki untuk dijual dicatat sebesar nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangu dengan biaya penjualan, jika ada dan tidak disusutkan.
Pendapatan investasi diakui atas dasar akrual sebagai hasil investasi. Penghasilan dari dividen diakui pada saat surat pemberitahuan pembagian dividen diterima.
2.e. Penyisihan Piutang ragu-ragu
Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan hasil penelaahan yang mendalam terhadap keadaan masing masing individu pada akhir tahun.
Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih.
2.f. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).
2.g. Aset Tetap
(1) Kepemilikan Langsung
Aset tetap, dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset, jika ada, kecuali tanah yang dicatat pada harga perolehan dan tidak didepresiasi. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight - line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut :
Tahun
Bangunan 20
Mesin dan Peralatan 5
Peralatan dan Perabot Kantor 5
Kendaraan 5 Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke dalam operasi pada saat terjadinya, pemugaran dan penambahan dalam jumlah material dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dilepas, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari aset tetap yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian yang timbul dilaporkan di dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun yang bersangkutan.
(2) Sewa Pembiayaan
Suatu sewa dikasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh Resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Semua bentuk sewa lainnya dikasifikasikan sebagai sewa menyewa biasa(operating lease).Pada awal masa sewa,lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar, dan penilaian ditentukan pada awal kontrak. Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan secara praktis; jika tidak, digunakan tingkat suku bunga pinjaman incremental lessee. Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset.
Kelebihan pembayaran sewa dengan nilai tercatat hutang sewa pembiayaan diperlakukan sama dengan beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontijen dibebankan pada periode nya Aset disusutkan seperti aset kepemilikan langsung. Dalam sewa operasi, pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna, walaupun pembayaran dilakukan tidak
atas dasar tersebut.
2.h. Penurunan Nilai Aset
Jumlah nilai aset yang dapat diperoleh kembali diestimasi pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi, sesuai dengan ketentuan PSAK No.48 tentang “Penurunan Nilai Aset”.
2.i. Transaksi dan Saldo dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa. Definisi pihak hubungan istimewa yang dipakai adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak hubungan istimewa telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian ini.
2.j. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Kewajiban dan beban diukur dengan menggunakan teknik akutaria yang mencakup pula kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan Perusahaan. Dalam perhitungan kewajiban, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
(a) memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau
(b) menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.
2.k. Dana Pensiun
Perusahaan dan perusahaan anak menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya.
Pendanaan program pensiun terutama berasal dari kontribusi Perusahaan dan karyawan. Kontribusi Perusahaan adalah sebesar 5% dari jumlah penghasilan pokok karyawan dan sisanya merupakan kontribusi karyawan. Kontribusi yang diberikan Perusahaan dibebankan pada operasi tahun berjalan.
2.l. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui pada saat jasa diberikan. Untuk media massa, pendapatan diakui pada saat:
(1). Penjualan surat kabar dan majalah
Penjualan surat kabar diakui per edisi penerbitan, berdasarkan jumlah eksemplar surat kabar dan majalah yang dikirim dikurangi dengan return untuk edisi yang bersangkutan.
(2). Pendapatan iklan
Pendapatan iklan diakui pada saat iklan yang bersangkutan dimuat.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.m. Pajak Penghasilan
Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini atau yang secara substansial telah berlaku.
Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Pajak kini diakui berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan, sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
2.n. Laba per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata dalam tahun yang bersangkutan.
2.o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan dengan kurs tengah wesel dari Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, kurs tengah Bank Indonesia yang digunakan masing-masing adalah sebesar:
2009 2008
Rp Rp
USD 1 10.225 9.225
SGD 1 7.055 6.779
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
2.p. Informasi Segmen
Informasi segmen primer Perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha.
Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda, terutama untuk para pelanggan di luar entitas Perusahaan. Perusahaan tidak menyajikan informasi segmen sekunder berdasarkan geografis, karena lokasi dan aktivitas usaha Perusahaan dan perusahaan anak seluruhnya berada di Jakarta.
2.q. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
Karena terdapat ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi , nilai aset, kewajiban , pendapatan dan beban sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang kemungkinan berbeda dari estimasi tersebut.
3. Kas dan Setara Kas Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Kas
(termasuk SGD 2,250.10 dan SGD 2,288.10 pada 2009 dan 2008) 89 67 Bank
Pihak ketiga Rupiah
PT Bank Mega Tbk 5.805 60.656
PT Bank Lippo Tbk 2.849 35.514
PT Bank Central Asia Tbk 158 1.022
PT Bank Sinar Mas 66 1.053
PT Bank Danamon 2 --
PT Bank Panin 1 --
8.881 98.245 US Dolar
PT Bank Mega Tbk (2009:USD 37,760 ; 2008:USD 32,983.68 ) 386 542
PT Lippo Bank Tbk (2009: USD 23,196 ; 2008:USD 58,780.53 ) 237 305
623 847
Deposito - Rupiah Pihak Ketiga
PT Bank Mega Tbk 2.000 --
PT Bank Sinarmas Indonesia -- 20.000
Jumlah 11.593 119.159
Suku bunga deposito yang berlaku pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar 6.75% - 7% dan 7,75% per tahun dan berjangka waktu satu bulan.
4. Investasi Jangka Pendek Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
a. Diperdagangkan
1) Efek Ekuitas 469.320 422.487
2) Reksadana 5.611 6.614
3) Surat Promes 34.199 --
Sub Jumlah 509.130 429.101
b. Tersedia untuk Dijual
1) Efek Ekuitas 254.702 276.238
2) Properti Investasi 3.487 3.487
Sub Jumlah 258.189 279.725
Jumlah 767.319 708.826
a. Diperdagangkan 1. Efek Ekuitas
2009 Nilai Wajar
Awal
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari Efek
Diperdagangkan
Nilai Wajar Akhir
Rp Rp Rp
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9)
PT Matahari Putra Prima Tbk 193.265 27.609 220.874
PT Lippo Karawaci Tbk 269.313 (43.763) 225.550
PT Multi Prima Sejahtera Tbk 330 (60) 270
462.908 (16.214) 446.694
Pihak Ketiga
PT Multi Bintang Indonesia Tbk 10.148 12.402 22.550
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 31 3 34
PT Astra Graphia Tbk 20 7 27
Lain-lain 14 1 15
10.213 12.413 22.626
Jumlah 473.121 (3.801) 469.320
2008 Nilai Wajar
Awal
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari Efek
Diperdagangkan
Nilai Wajar Akhir
Rp Rp Rp
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9)
PT Matahari Putra Prima Tbk 211.671 (49.083) 162.588
PT Lippo Karawaci Tbk 232.281 13.467 245.748
PT Multi Prima Sejahtera Tbk 480 (165) 315
444.432 (35.781) 408.651
2008 Nilai Wajar
Awal
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari Efek
Diperdagangkan
Nilai Wajar Akhir
Rp Rp Rp
Pihak Ketiga
PT Multi Bintang Indonesia Tbk 11.275 2.460 13.735
PT Telekomunikasi Indonesia 46 (13) 33
PT Astra Graphia tbk 59 (9) 50
PT Hero Supermarket Tbk 3 (1) 2
PT Panin Insurance Tbk 3 -- 3
PT Semen Cibinong Tbk 5 (2) 3
PT Inti Keramik Alamasri Industri Tbk 6 3 9
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk -- 1 1
11.397 2.439 13.836
Jumlah 455.829 (33.342) 422.487
2. Reksadana
2009 Jumlah Unit
Penyertaan Nilai Aktiva Bersih - Awal
Periode
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi
dari Aktiva Diperdagangkan
Nilai Aktiva Bersih - Akhir
Periode
Rp Rp Rp
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9)
Reksadana Rencana Cerdas 1.004.973 3.753 1.858 5.611
2008 Jumlah Unit
Penyertaan
Nilai Aktiva Bersih - Awal
Periode
Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi
dari Aktiva Diperdagangkan
Nilai Aktiva Bersih - Akhir
Periode
Rp Rp Rp
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9)
Reksadana Rencana Cerdas 1.004.973 7.239 (625) 6.614
Manajer Investasi Reksadana Rencana Cerdas adalah PT Ciptadana Asset Management.
3. Surat Promes
Surat promes dari PT Ciptadana Capital dimiliki oleh PT Star Pacifc Tbk , PT Anggraini Mulia, PT Multi Media Interaktif, dan PT Jakarta Globe Media dan mempunyai tingkat bunga 14 % per tahun.
b. Tersedia untuk Dijual 1. Efek Ekuitas
2009
Biaya Perolehan Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual
Nilai Wajar
Rp Rp Rp
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9)
PT Lippo Karawaci Tbk 130.946 108.453 239.399
PT Lippo General Insurance Tbk 64.590 (50.781) 13.809
PT Multipolar Corporation Tbk 4.803 (3.939) 864
PT Multi Prima Sejahtera Tbk 1.181 (551) 630
Jumlah 201.520 53.182 254.702
2008
Biaya Perolehan Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual
Nilai Wajar
Rp Rp Rp
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9)
PT Lippo Karawaci Tbk 130.946 129.892 260.838
PT Lippo General Insurance Tbk 64.590 (51.077) 13.513
PT Multipolar Corporation Tbk 4.803 (3.651) 1.152
PT Multi Prima Sejahtera Tbk 1.181 (446) 735
Jumlah 201.520 74.718 276.238
2. Properti Investasi
Investasi ini meliputi investasi tanah seluas 5.681 m2 di Desa Sumur Batu dan seluas 8.835 m2 di Jl. MH Thamrin yang semuanya berlokasi di Kecamatan Babakan Madang (d/h Citeureup), Kabupaten Bogor. Kepemilikan atas tanah-tanah tersebut belum dibalik nama menjadi nama Perusahaan.
Investasi ini dicatat sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan..
5. Piutang Usaha Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Pihak Hubungan Istimewa
Jasa Periklanan 7.893 16.257
Media Massa 6.066 --
Jumlah 13.959 16.257
Pihak Ketiga
Jasa Periklanan 3.280 6.994
Media Massa 14.056 --
Sub jumlah 17.336 6.994
Dikurangi: Penyisihan Piutang Ragu-ragu (834) --
Jumlah - Bersih 16.502 6.994
Jumlah Piutang Usaha - Bersih 30.461 23.251
Jumlah piutang usaha berdasarkan saat jatuh temponya pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 2008
Rp Rp
Sampai dengan 3 bulan 15.886 5.844
> 3 bulan - 6 bulan 1.160 1.226
> 6 bulan - 1 tahun 2.235 7.267
> 1 tahun 12.014 8.914
Sub Jumlah 31.295 23.251
Dikurangi: Penyisihan Piutang Ragu-ragu (834) --
Jumlah Piutang Usaha - Bersih 30.461 23.251
6. Piutang Lain-lain
Akun ini merupakan piutang kepada pihak-pihak sebagai berikut:
2009 2008
Rp Rp
a. Pihak Hubungan Istimewa
Ciptadana Securities 3.119 37.185
Koperasi Lippo Life 2.095 2.095
AON Indonesia -- 2.125
Sub Jumlah 5.214 41.405
b. Pihak Ketiga
Koperasi KORPRI - Sumatera Barat 5.866 5.866
Koperasi Unit Desa Singaparna 2.148 2.148
Karyawan 752 695
Lain-lain 19.924 9
Sub Jumlah 28.690 8.718
Dikurangi: Penyisihan Piutang Ragu-ragu (203) --
Jumlah - Bersih 28.487 8.718
Jumlah Piutang Lain-lain - Bersih 33.701 50.123
Pada tanggal 30 Juni 2008,piutang pada PT Ciptadana Securities(CS) terdiri dari piutang jangka pendeksebesar Rp.20.000 yang dimiliki oleh PTAnggraini Mulia , anak perusahaan dan Rp 13.000 yang dimiliki oleh PT Star Pacific Tbk . Piutang ini tidak memiliki masaJatuh tempo,dapat diminta kembali sewaktu - waktu tanpa dikenai denda dan dikenakan bunga sebesar 14% per tahun.
Piutang pada koperasi KORPRI Sumatera Barat,Singaparna dan Lippo Life merupakan piutang yang timbul atas penyerahan saham Perusahaan pada saat Penawaran Umum Terbatas III dan akan dilunasi melalui dividen yang akan dibagi.
7. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di muka
2009 2008
Rp Rp
Pajak Penghasilan Pasal 23 3.715 5.098
Pajak Pertambahan Nilai 2.888 --
Pajak Penghasilan Pasal 25 371 --
Jumlah Pajak Dibayar di muka 6.974 5.098
b. Kewajiban Pajak
2009 2008
Rp Rp
Pajak Penghasilan
Pasal 21 3.828 291
Pasal 23 719 40
Pasal 26 429 --
Pasal 29 569 --
Pasal 4(2) 99 --
Pajak Pertambahan Nilai 2.357 1.199
Jumlah Kewajiban Pajak 8.001 1.530
c. Pajak Penghasilan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasian, dan taksiran rugi fiskal Perusahaan, termasuk akumulasi rugi fiskal untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 2008
Rp Rp
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai
Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian (55.152) (30.333)
Dikurangi Laba (Rugi) Perusahaan Anak Sebelum Pajak Penghasilan (24.578) 8.347
Laba (Rugi) Perusahaan Sebelum Pajak Penghasilan (30.574) (38.680)
Beban (Pendapatan) yang Telah Dikenakan Pajak yang Bersifat Final:
Biaya-biaya yang Tidak Dapat Dikurangkan :
Gaji dan Kesejahteraan Karyawan 125 858
Sumbangan dan Jamuan 114 453
Penyusutan (2) (156)
Beban Pajak 17.381 1.051
Lain-lain -- --
Taksiran Penghasilan Kena Pajak (Rugi Fiskal) Perusahaan Sebelum
Akumulasi Rugi Fiskal dan Penyesuaian (12.652) (3.330)
Rugi Fiskal Awal Tahun Sebelum Penyesuaian (12.974) (6.588)
Penyesuaian atas Rugi Fiskal -- --
Jumlah (12.974) (6.588)
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal Perusahaan Akhir Periode (25.626) (9.918)
Berdasarkan hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2006, pada tanggal 14 Pebruari dan 22 Pebruari 2008, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp. 5.748;Surat Ketetapan Pajak Nihil(SKPN) atas Pajak Penghasilan 4 (2) dan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa; Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas Pajak Penghasilan (Pph) pasal 21, 23 , dan 26 masing-masing sebesar Rp 38, Rp. 793 dan Rp. 43, semuanya telah dibayar di tahun 2008.
Perusahaan telah memperoleh pengembalian kelebihan pembayaran pajak (SKPLB) di tahun 2008.
d. Pajak Tangguhan
Manajemen Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan karena manajemen berkeyakinan bahwa pajak tangguhan tidak dapat dimanfaatkan di masa yang akan datang.
Aktiva pajak tangguhan pada neraca konsolidasian berasal dari perusahaan yang diakusisi ( lihat catatan 1.c)
Rekonsiliasi antara taksiran manfaat ( beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku sebesar 30% dari laba (rugi) sebelum pajak penghasilan , dan manfaat (beban) pajak penghasilan sesuai laporan laba rugi konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 2008
Rp Rp
Laba Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai Laporan Laba Rugi Konsolidasian (55.152) (30.333)
Dikurangi : Laba perusahaan Anak Sebelum Pajak Penghasilan (24.578) 8.347
Laba Perusahaan Sebelum Pajak Penghasilan (30.574) (38.680)
Taksiran Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan dengan Tarif Pajak yang berlaku 9.172 11.604 Beda Tetap:
Beban (Pendapatan) yang Telah Dikenakan Pajak yang Bersifat Final:
Pendapatan Bunga Deposito dan Jasa Giro 49 383
Penurunan (Kenaikan) atas Harga Pasar Surat Berharga dan Unit Penyertaan
Reksadana (140)
(10.327) Biaya-biaya yang Tidak Dapat Dikurangkan :
Gaji dan Kesejahteraan Karyawan (37) (257)
Sumbangan dan Jamuan (34) (136)
Penyusutan 1 47
Beban Pajak (5.214) (315)
Pemulihan rugi Fiskal (3.795) (999)
Lain-lain
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan --
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan anak -- --
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan per Laporan Laba Rugi Konsolidasian
-- --
8. Uang Muka Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Pemasaran 4.311 5.483
Lain-lain 5.462 --
Jumlah Uang muka 9.773 5.483
9. Saldo dan Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan perusahaan anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa Akun dan saldo transaksi dengan pihak hubungan istimewa serta persentase terhadap jumlah aset, kewajiban dan pendapatan atau biaya yang bersangkutan pada laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase terhadap Jumlah
Aktiva/Kewajiban/Penghasilan dan Beban yang Bersangkutan
2009Rp 2008
Rp 2009
% 2008
% Investasi Jangka Pendek
a. Diperdagangkan
PT Matahari Putra Prima Tbk 220.874 162.588 20,87 17,43
PT Lippo Karawaci Tbk 225.550 245.748 21,31 26,35
PT Multi Prima Sejahtera Tbk 270 315 0,03 0,03
Reksadana - Rencana Cerdas 5.611 6.614 0,53 0,71
b. Tersedia untuk Dijual
PT Lippo Karawaci Tbk 239.399 260.838 22,62 27,97
PT Lippo General Insurance Tbk 13.809 13.513 1,30 1,45
PT Multipolar Corporation Tbk 864 1.152 0,08 0,12
PT Multi Prima Sejahtera 630 735 0,06 0,08
Jumlah Investasi Jangka Pendek 707.007 691.503 66,80 74,14
Piutang Usaha
PT Matahari Putra Prima 12.625 14.960 1,19 1,60
PT Lippo Karawaci 924 1.155 0,09 0,12
PT First Media 378 -- 0,04 --
Other 32 142 0,01 0,02
Jumlah Piutang Usaha (Lihat Catatan 5) 13.959 16.257 1,33 1,74
Piutang Lain-lain (lihat Catatan 6a)
PT Ciptadana securities 3.119 37.185 0,29 3,98
Koperasi Lippo life 2.095 2.095 0,20 0,22
PT AON Indonesia -- 2.125 -- 0,23
Jumlah Persentase terhadap Jumlah Aktiva/Kewajiban/Penghasilan dan Beban yang Bersangkutan 2009
Rp 2008
Rp 2009
% 2008
%
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi (lihat Catatan 10 ) 21.787 11.978 2,05 1,28
Investasi Jangka Panjang Lainnya (lihat Catatan 11) 880 2.203 0,08 0,24
Pendapatan Ditangguhkan
PT Matahari Putra Prima 10 -- 0,23 --
Jumlah Pendapatan Ditangguhkan 10 -- 0,23 --
Pendapatan (lihat Catatan 22)
PT Matahari Putra Prima 14.830 13.761 35,49 56,45
PT First Media 3.007 -- 7,20 --
PT Lippo Karawaci 1.180 1.284 2,82 5,27
Lain - lain (masing-masing di bawah Rp 500) 12 549 0,03 2,25
Jumlah 19.029 15.594 45,54 63,97
Beban Umum dan Administrasi (lihat Catatan 24) Kustodian dan Registrasi
PT Sharestar Indonesia -- 271 -- 2,13
PT Ciptadana Capital 232 256 0,47 2,01
Asuransi
PT Lippo General Insurance Tbk 407 90 0,83 0,71
PT AON 7 7 0,01 0,06
Telekomunikasi
Internet - PT link Net 112 112 0,23 0,88
Internet - PT First Media 268 7 0,55 0,06
Jumlah 1.026 743 2,09 5,85
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bunga Pendapatan Bunga
PT Ciptadana Capital (d/h PT Ciptadana Sekuritas) 5.495 2.067 100,00 100,00
Pendapatan Dividen
PT Lippo Insurance Tbk (d/h PT Lippo General Insurance) 594 624 16,19 12,67
PT Matahari Putra Prima Tbk -- 3.528 -- 71,65
PT Multi Bintang Indonesia Tbk -- 738 -- 14,99
PT Multipolar -- 30 -- 0,61
Jumlah 594 4.920 16,18 99,92
Bagian atas laba ( Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi
PT AON Indonesia 2.266 943 100,00 98,23
PT Far East Agritech -- 17 -- 1,77
Jumlah Bagian atas Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi 2.266 960 100,00 100,00
Hubungan dan sifat transaksi antara Perusahaan dan perusahaan anak dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
No. Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa
Hubungan dengan Perusahaan
Transaksi
1. PT Lippo general Insurance Tbk Afiliasi Investasi surat berharga, asuransi atas aset tetap tertentu, pendapatan jasa, piutang antar perusahaan, pendapatan dividen
2. PT Multi Prima Sejahtera Tbk. Afiliasi Investasi surat berharga, pendapatan jasa, piutang antar perusahaan
3. PT Lippo Karawaci Tbk Afiliasi Investasi surat berharga, piutang antar perusahaan,pendapatan jasa, perolehan aktiva tetap
4. PT Pacific Utama Tbk Afiliasi Pendapatan jasa, piutang antar perusahaan
5. PT Media Interaksi Utama Afiliasi Pertukaran pemberitaan, penjualan iklan, piutang antar perusahaan
6. PT Multipolar Corporation Tbk Afiliasi Investasi surat berharga, pendapatan jasa, piutang antar perusahaan
7. Koperasi Lippo Life Afiliasi Piutang penyerahan saham
8. PT Ciptadana Asset Management Afiliasi Investasi reksadana
9. PT Matahari Putra Prima Tbk Afiliasi Investasi surat berharga, piutang antar perusahaan, pendapatan jasa
10. AcrossAsia Multimedia Ltd Afiliasi Penyertaan saham
11. PT Sharestar Indonesia Afiliasi Beban administrasi dan registrasi saham perusahaan, beban jasa profesional
12. PT AON Indonesia Perusahaan
Asosiasi
Penyertaan saham, piutang antar perusahaan
13. PT Lippo Cikarang Tbk Afiliasi Piutang antar perusahaan, pendapatan jasa
14. PT Far East Agritech Perusahaan
Asosiasi
Penyertaan saham
15. PT Ciptadana Capital (d/h PT Ciptadana Afiliasi Beban Administrasi Efek, Surat promes
16. PT Lippo Securities Tbk Pemegang Saham
Pendapatan jasa, piutang antar perusahaan
Seluruh transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat transaksi benturan kepentingan atas transaksi benturan kepentingan atas transaksi dengan pihak - pihak hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam -LK No IX.E.1
10. Investasi pada Perusahaan Asosiasi
2009 Persentase
Kepemilikan
%
Biaya Perolehan
Rp
Dividen Akumulasi atas bagian Laba (Rugi) Bersih
Perusahaan Asosiasi
Nilai Tercatat
Rp
PT AON Indonesia 50 1.500 (17.206) 37.493 21.787
PT Far East Agritech* 40 524 -- (524) --
Jumlah 2.024 (17.206) 36.969 21.287
2008 Persentase
Kepemilikan
%
Biaya Perolehan
Rp
Dividen Akumulasi atas bagian Laba (Rugi) Bersih
Perusahaan Asosiasi
Nilai Tercatat
Rp
PT AON Indonesia 50 1.500 (15.081) 25.536 11.955
PT Far East Agritech* 40 524 -- (501) 23
Jumlah 2.024 (15.081) 25.035 11.978
*) Dalam proses likuidasi
11. Investasi Jangka Panjang Lainnya
Akun ini merupakan penempatan dalam efek ekuitas pada perusahaan-perusahaan sebagai berikut:
2009 Persentase
Kepemilikan
%
Nilai Tercatat/
Harga Perolehan
Rp
Laba (Rugi) Belum Direalisasi dari
Efek Tersedia untuk Dijual
Rp
Pelepasan
Investasi Nilai Wajar
Rp Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
(lihat Catatan 9)
AcrossAsia Multimedia Ltd, Hong Kong 0,16 1.500 (620) -- 880
Pihak Ketiga
PT Anekatrada Indotama 17 2.185 -- -- 2.185
PT Bhakti Sarana Ventura 1,21 100 -- -- 100
PT Pemilik, Pembangunan dan Pengelola
Menara Proteksi Indonesia 0,3 30 -- -- 30
Jumlah 3.815 (620) -- 3.195
2008 Persentase
Kepemilikan
%
Nilai Tercatat/
Harga Perolehan
Rp
Laba (Rugi) Belum Direalisasi dari
Efek Tersedia untuk Dijual
Rp
Pelepasan Investasi
Rp
Nilai Wajar
Rp Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
(lihat Catatan 9)
AcrossAsia Multimedia Ltd, Hong Kong 0,16 1.500 703 -- 2.203
Pihak Ketiga
PT Anekatrada Indotama 17 2.185 -- -- 2.185
PT Bhakti Sarana Ventura 1,21 100 -- -- 100
PT Pemilik, Pembangunan dan Pengelola
Menara Proteksi Indonesia 0,3 30 -- -- 30
Jumlah 3.815 703 -- 4.518
Kecuali AcrossAsia Multimedia Ltd, Hongkong, perusahaan-perusahaan lainnya di atas belum memulai kegiatan komersialnya dan nilai wajar atas sahamnya tidak tersedia sehingga disajikan sebesar harga perolehan.
Berdasarkan evaluasi manajemen mengenai nilai yang dapat diperoleh kembali pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa tidak terdapat perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai investasi.
12. Aset Tetap
2009 Saldo Awal
Rp
Penambahan Rp
Pengurangan Rp
Saldo Akhir Rp Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 3.011 -- -- 3.011
Bangunan 12.912 3.651 -- 16.563
Mesin dan peralatan 5.968 655 -- 6.623
Peralatan dan Perabot Kantor 24.891 10.874 -- 35.765
Kendaraan 758 25 -- 783
Sewa Pembiayaan
Mesin dan peralatan 3.141 -- -- 3.443
Peralatan dan Perabot Kantor 5.435 -- -- 5.435
Jumlah 56.116 15.507 -- 71.623
Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung
Bangunan 4.221 1.521 -- 5.742
Mesin dan Peralatan 2.246 338 2.584
Peralatan dan Perabot Kantor 13.420 935 -- 14.355
Kendaraan 758 1 -- 759
Sewa Pembiayaan
Mesin dan Peralatan 154 359 513
Peralatan dan Perabot Kantor 272 543 815
Jumlah 21.071 3.697 -- 24.768
Jumlah 35.045 46.855
2008 Saldo Awal
Rp
Penambahan Rp
Pengurangan Rp
Saldo Akhir Rp Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 397 -- -- 397
Bangunan 2.900 -- -- 2.900
Peralatan dan Perabot Kantor 10.922 245 -- 11.167
Kendaraan 11 -- -- 11
14.230 245 -- 14.475
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 1.072 73 -- 1.145
Peralatan dan Perabot Kantor 9.375 275 -- 9.650
Kendaraan 11 -- -- 11
10.458 348 -- 10.806
Jumlah 3.772 3.669
Beban penyusutan yang dicatat pada beban umum dan administrasi adalah sebesar Rp 3.672 dan Rp 348 masing-masing untuk tahun 2009 dan 2008. Aktiva tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu kepada PT Lippo General Insurance Tbk, pihak hubungan istimewa, dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sebesar Rp 21.277 untuk tahun 2009 dan Rp. 18.860 untuk tahun 2008.
Manajemen berpendapat bahwa pertanggungan asuransi atas aktiva tetap tersebut adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan.
13. Selisih Lebih Biaya Perolehan Aktiva Bersih Perusahaan Anak
Selisih Lebih Biaya perolehan Aktiva Bersih Perusahaan Anak timbul ketika Perusahaan mengakusisi PT Multi Media Interaktif (MMI), perusahaan anak, pada tanggal 30 Desember 2008 dan 17 February 2009
.
Nilai aktiva bersih MMI pada saat tanggal akusisi adalah sebesar Rp 126.194 (lihat Catatan 1.c)14. Pinjaman Bank
2009 2008
Rp Rp
PT Bank CIMB Niaga Tbk (d/h PT Bank Lippo Tbk) 3.473 --
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.191 / PK /CSC.CBS/III/05-GSB tanggal 3 maret 2005 yang telah diperpanjang, terakhir dengan Perjanjian Kredit No .0394/PK/CSC.SOUTH/III/08-GSB tanggal 4 Maret 2008, PT Koran Media Investor Indonesia Perusahaan anak, memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari PT bank CIMB Niaga Tbk dengan plafon sebesar Rp.1.750 yang dikenakan suku bunga pertahun sebesar 12% dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 januari 2009.
Tujuan penggunaan pinjaman ini adalah sebagai modal kerja untuk mendukung target penjualan surat kabar Investor Daily dan majalah View serta operasional harian.
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 039 /PK / CSC - SOUTH / I /07-GSB tanggal 16 januari 2007 yang telah diperpanjang beberapa kali, terakhir dengan Perjanjian Kredit No. 0043 / PK /CSC-SOUTH/I/08-GSB tanggal 14 Januari 2008,PT Galeri Investor Indonesia (GII), perusahaan anak, memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan plafon sebesar Rp. 2.000 yang dikenakan suku bunga pertahun sebesar 12% dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Januari 2009. Tujuan penggunaan pinjaman ini adalah sebagai modal kerja operasional harian GII.
Kedua pinjaman tersebut di atas dijamin secara paripasu dengan dua bidang tanah dan bangunan dengan keterangan sebagai berikut:
a. Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak guna Bangunan (SHGB) No.196 atas nama PT Multi Media Interaktif, perusahaan anak, yang terletak di Jl. Padang No.19,Kelurahan Pasar Manggis, kecamatan Setiabudi,Jakarta Selatan b. Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Guna bangunan (SHGB) No.345 atas nama PT Supra Sentra Kencana, perusahaan anak,yang terletak di Jl. Padang No.2, kelurahan Pasar Manggis,Kecamatan Setiabudi,Jakarta Selatan 15. Kewajiban Usaha
Akun ini terutama merupakan hutang perusahaan anak kepada perusahaan media cetak.
16. Beban Masih harus Dibayar
Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Administrasi dan Umum 5.248 --
Jamsostek 1.293 68
Imbal Jasa Profesional -- 388
Lain-lain 1.593 --
Jumlah Biaya Yang Masih Harus Dibayar 8.134 456
17. Pendapatan Ditangguhkan
Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Media Massa
Pihak Hubungan istimewa ( lihat Catatan 9) 10 --
Pihak Ketiga 4.223 --
Jumlah 4.233 --
18. Kewajiban Sewa Pembiayaan
Berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan No. L08J-03973E, L08J-03974E, dan L08J-03975E, PT Jakarta Globe Media, perusahaan anak, memperoleh fasilitas pembiayaan dari PT Orix Indonesia, untuk pembelian peralatan kantor.
Fasilitas pembiayaan ini berjangka waktu tiga tahun, memiliki tingkat bunga efektif 6,73% per tahun dan dijamin dengan aset yang bersangkutan.
Perincian kewajiban pembayaran di masa mendatang adalah sebagai berikut:
2009 2008
Rp Rp
2009 1.434 --
2010 2.869 --
2011 2.390 --
Sub Jumlah 6.693 --
Dikurangi : bagian bunga (1.043) --
Jumlah Kewajiban sewa pembiayaan 5.650
Bagian Jangka Pendek 2.191 --
Bagian Jangka Panjang 3.459 --
19. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja a. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja
Berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, Perusahaan juga membentuk cadangan untuk penyelesaian pemutusan hubungan kerja dan penetapan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian kepada karyawan. Perusahaan dan perusahaan anak mempunyai program pensiun yang dapat memenuhi sebagian ketentuan ini.
b. Dana Pensiun
Perusahaan dan perusahaan anak menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya.
Program ini dikelola oleh PT AIG Life, dan telah disetujui oleh Menteri Keuangan dalam surat keputusannya No.
097/KM.17/2000 tanggal 15 Maret 2000. Iuran pensiun yang dibebankan pada laba rugi konsolidasian masing-masing sebesar Rp 394 dan 175 pada 30 Juni 2009 dan 2008.
20. Modal Saham
Susunan pemegang saham Perusahaan dan kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 berdasarkan data PT Sharestar Indonesia - Biro Administrasi Efek, pihak hubungan istimewa, adalah sebagai berikut:
2009 Jumlah Saham
(Lembar)
Persentase Kepemilikan
Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Pemegang Saham Seri A Seri B Seri C
% Rp
PT Lippo Securities Tbk -- 121.594.358 113.063.809 20,05 284.893
Masyarakat 157.927.368 170.644.737 607.202.531 79,95 1.234.309
Jumlah 157.927.368 292.239.095 720.266.340 100,00 1.519.202
2008 Jumlah Saham
(Lembar)
Persentase Kepemilikan
Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Pemegang Saham Seri A Seri B Seri C
% Rp
PT Lippo Securities Tbk -- 121.594.358 -- 27,01 273.587
Masyarakat 157.927.368 170.644.737 -- 72,99 1.173.588
Jumlah 157.927.368 292.239.095 -- 100,00 1.447.175
Pemegang saham Seri A ,Seri B dan Seri C memiliki hak yang sama
.
21. Tambahan Modal Disetor Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Agio Saham 1.411.765 1.383.676
Biaya Emisi Saham (39.720) (37.188)
Jumlah - Bersih 1.372.045 1.346.488
22. Pendapatan
2009 2008
Rp Rp
Jasa Periklanan
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat Catatan 9) 19.029 15.594
Pihak Ketiga 22.753 8.785
Jumlah 41.782 24.379
Sebesar 45,54 % dan 63,97 % masing-masing dari pendapatan tahun 2009 dan 2008 merupakan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat Catatan 9), dengan tingkat harga dan syarat-syarat yang normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, piutang atas pendapatan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang mencerminkan 1,32 % dan 1,74 % dari jumlah aktiva masing-masing pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008.
23. Beban Pokok Pendapatan
Akun ini merupakan beban jasa periklanan kepada pihak-pihak sebagai berikut
:
2009 2008
Rp Rp
Media Massa
Pihak Ketiga 38.983 --
Jasa Periklanan
Pihak Ketiga 464 16.383
Jumlah 39.447 16.383
24. Beban Umum dan Administrasi Akun ini terdiri dari:
2009 2008
Rp Rp
Gaji, Bonus dan Tunjangan 16.318 5.889
Sumbangan dan Representasi 543 453
Sewa 3.747 1.564
Perjalanan Dinas 2.361 921
Komunikasi dan Listrik 709 679
Kustodian dan Registrasi 687 628
Honorarium Tenaga Ahli 1.994 377
Penyusutan 3.672 348
Perbaikan dan Pemeliharaan 423 67
Lain-lain 18.404 1.780
Jumlah 48.858 12.706