No. 46/08/32/Th.XVIII, 05 Agustus 2016
I NDEKS D EMOKRASI I NDONESIA (IDI) J AWA B ARAT
T AHUN 2015
INDEKS
DEMOKRASI
INDONESIA
(IDI)
JAWA BARAT TAHUN 2015
RELATIF
LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN
DENGAN
IDI
NASIONAL
2015.
1. Perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi Jawa Barat Tahun 2015
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Barat pada tahun 2015 mencapai 73,04 dalam skala indeks 0 sampai 100. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka IDI 2014 yang sebesar 71,52. Meskipun sedikit mengalami perubahan, tingkat demokrasi di Jawa Barat tersebut masih dalam kategori “sedang”.
Capaian IDI Jawa Barat dari 2009 hingga 2015 mengalami fluktuasi. Pada awal mula IDI dihitung tahun 2009 IDI Jawa Barat itu sebesar 71,07. Setelah itu terjadi penurunan pada periode 2009 -2010 dan 2011-2012. Pada periode 2012 – 2015 cenderung meningkat (lihat grafik 1).
Fluktuasi angka IDI adalah cermin dinamika demokrasi di Jawa Barat. IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas, memang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi, karena IDI disusun secara cermat berdasarkan evidence based (fakta) sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi.
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Barat Tahun 2015 mencapai angka 73,04 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka IDI 2014 yang sebesar 71,52. Capaian kinerja demokrasi Indonesia tersebut masih berada pada kategori “sedang”. Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori: yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60 – 80), dan “buruk”
(indeks < 60).
Perubahan dari 2014-2015 dipengaruhi tiga aspek demokrasi yakni (1) Kebebasan Sipil turun -4,85 poin (dari 83,95 menjadi 79,10), (2) Hak-Hak Politik yang naik 16,67 poin (dari 65,22 menjadi 81,89), dan (3) Lembaga-lembaga Demokrasi yang turun 14,52 poin (dari 65,89 menjadi 51,37).
Metodologi penghitungan IDI menggunakan 4 sumber data yaitu : (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen (Perda, Pergub, dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4) wawancara mendalam.
Perlu diketahui, mulai periode 2015 diterapkan 2 indikator baru komponen dari variabel “Peran Birokrasi Pemerintah Daerah”, sebagai langkah penyempurnaan agar lebih sensitif pada situasi lapangan yang terkini.
Grafik 1. Perkembangan IDI Jawa Barat, 2009-2015
2. Perkembangan Indeks Aspek-Aspek IDI Jawa Barat Tahun 2015
Angka IDI merupakan indeks komposit yang disusun dari nilai tiga aspek yakni Kebebasan Sipil, aspek Hak-hak Politik dan aspek Lembaga Demokrasi. Untuk capaian demokrasi tahun 2015, nilai indeks aspek Kebebasan Sipil sebesar 79,10; aspek Hak-hak Politik sebesar 81,89; dan aspek Lembaga Demokrasi sebesar 51,37.
Grafik 2. Perkembangan Indeks Aspek IDI Jawa Barat, 2009-2015
Apabila dimaknai secara kategori “baik”, “sedang” dan “buruk”, IDI Jawa Barat tahun 2015
Aspek Kebebasan Sipil pada saat pertama dihitung pada tahun 2009 berada pada kategori
“baik”. Sejalnjutnya dari periode tahun 2009 – 2015 berfluktuasi antara kategori “baik” dan
“sedang”. Pada aspek kebebasan sipil tidak pernah masuk sebagai kategori sedang.
Aspek Hak-hak politik pada saat awal (tahun 2009) masuk pada kategori “buruk”.
Selanjutnya berfluktuasi pada kategori “sedang”. Sedangkan aspek yang terakhir, yaitu aspek lembaga demokrasi, pada awal dibentuk pada kategori “buruk”. Kondisi serupa terus terjadi sampai tahun 2013. Perubahan terjadi pada tahun 2014, dimana aspek Lembaga Demokrasi masuk pada kategori “sedang” dan secara signifikan meningkat menjadi kategori “baik” pada tahun 2015.
Selama kurun waktu 7 tahun IDI dihitung, baru pertama kali ini indeks aspek Hak-hak Politik lebih tinggi dibandingkan aspek Kebebasan Sipil dan Lembaga Demokrasi. Ini terjadi karena terjadinya peningkatan aspek Hak-hak Politik yang cukup bermakna. Indeks aspek Hak- hak politik mengalami peningkatan 16,67 poin. Sementara nilai kebebasan sipil dan lembaga demokrasi mengalami penurunan masing-masing sebesar -4,85 dan -14,52 poin.
3. Perkembangan Indeks Variabel IDI Jawa Barat Tahun 2015
Menurut nilai indeks variabel IDI 2015 terdapat empat variabel yang mengalami peningkatan indeks dan enam variabel mengalami penurunan. Sementara itu ada satu variabel yang nilainya tetap tidak mengalami perubahan. Dari empat variabel yang mengalami kenaikan, dua diantaranya meningkat cukup bermakna yaitu partispasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan serta Peran peradilan yang independen. Kenaikan terbesar terjadi pada indeks variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan. Pada Grafik 3 terlihat lebarnya jarak plot tahun 2014 dengan plot tahun 2015, memperlihatkan variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan meningkat paling besar, dari kategori
“buruk” menjadi kategori “baik”, dari 55,87 pada 2014 menjadi 89,13 pada 2015.
Variabel lain yang juga meningkat secara bermakna adalah variabel Peran Peradilan yang Independen yang meningkat sebesar 12,50 poin dari 87,50 pada 2014 menjadi 100,00 pada 2015.
Selebihnya meningkat tidak cukup bermakna, nilai indeks relatif tetap. Angka perkembangan indeks variabel secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.
Grafik 3. Perkembangan Indeks Variabel IDI Jawa Barat, 2014-2015
Pada Grafik 3 dapat diketahui variabel Peran Birokrasi Pemerintah Daerah menurun sangat tajam sebesar -72,17 dari 94,79 pada 2014 menjadi 22,63 pada 2015. Akibat penurunan tersebut, kategori indeks variabel Peran Birokrasi Pemerintah Daerah merosot dari kategori “baik” menjadi
“buruk”. Penurunan ini sejatinya imbas dari perubahan indikator penyusunnya. Pada tahun 2015 dilakukan evaluasi IDI yang salah satunya mengevaluasi komponen IDI. Hasilnya merekomendasi mulai IDI 2015 perlu dilakukan penggantian pada indikator 25 dan 26. Dengan demikian komponen variabel Peran Birokrasi Pemerintah Daerah berubah. Angka perkembangan indeks variabel secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.
4. Perkembangan Skor Indikator IDI Jawa Barat Tahun 2015
Indikator pada IDI 2015 terdapat 11 indikator mencapai kinerja kategori “baik” (skor di atas 80) yaitu indikator 1, 3, 6, 7, 9, 10, 17, 18, 24, 27, dan 28 (lihat Tabel 1).
Namun, pada tahun 2015 masih terlihat masalah kronis yakni terdapat kinerja indikator demokrasi “buruk” (skor di bawah 60). Indikator-indikator yang termasuk dalam kategori tersebut adalah (4) Ancaman/Penggunaan Kekerasan oleh Masyarakat yang Menghambat Kebebasan Berpendapat, (19) Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam penghitungan suara, (20) Alokasi Anggaran Pendidikan/kesehatan, (21) Perda yang Merupakan Inisiatif DPRD, (22) Rekomendasi DPRD Kepada Eksekutif, (23) Kegiatan Kaderisasi yang Dilakukan Peserta Pemilu, dan (26) Upaya Penyediaan Informasi APBD oleh Pemerintah Daerah. Indikator tersebut nampaknya memerlukan perhatian khusus dari semua pihak agar nilainya dapat membaik.
Menarik perhatian mengapa aspek Lembaga Demokrasi mengalami penurunan yang cukup bermakna dari 65,89 pada 2014 menjadi 51,37 pada tahun 2015 atau menurun 14,52. Dari perubahan indikatornya dapat diketahui penurunan tersebut utamanya dipicu oleh penurunan yang sangat signifikan pada indikator 20 yaitu Alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan yang
5. Komponen penghitungan IDI
Komponen Penghitungan IDI 2009 - 2015
Catatan: *) = rincian indikator dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1: Perkembangan Indeks Aspek, Variabel dan Skor Indikator IDI Jawa Barat 2014-2015
o ASPEK / VARIABEL / INDIKATOR 2014 2015 Perubahan
INDEKS DEMOKRASI JAWA BARAT 71,52 73,04 1,52
A. KEBEBASAN SIPIL (CIVIL LIBERTIES) 83,95 79,10 -4,85
I. Kebebasan berkumpul dan berserikat 98,78 96,88 -1,88
1 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah
yang menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat 100,00 100,00 0,00 2 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang
menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat 90,00 75,00 -15,00
II. Kebebasan berpendapat 100,00 85,39 -14,61
3 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah
yang menghambat kebebasan berpendapat 100,00 100,00 0,00
4 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang
menghambat kebebasan berpendapat 100,00 12,50 -87,50
III. Kebebasan berkeyakinan 75,37 72,36 -3,01
5 Aturan tertulis yang membatasi kebebasan atau mengharuskan masyarakat
dalam menjalankan agamanya 65,22 60,87 -4,35
6 Tindakan atau pernyataan pejabat Pemerintah yang membatasi kebebasan
atau mengharuskan masyarakat untuk menjalankan ajaran agamanya 100,00 100,00 0,00 7 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan dari satu kelompok
masyarakat terhadap kelompok masyarakat lain terkait dengan ajaran agama 100,00 100,00 0,00
IV. Kebebasan dari diskriminasi 93,47 86,87 -6,60
8 Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis atau terhadap
kelompok rentan lainnya 83,33 66,67 -16,66
9 Tindakan atau pernyataan pejabat pemerintah daerah yang diskriminatif
dalam hal gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya 100,00 100,00 0,00 10 Ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena
alasan gender, etnis atau terhadap kelompok rentan lainnya 100,00 100,00 0,00
B. HAK-HAK POLITIK (POLITICAL RIGHTS) 65,22 81,89 16,67
V. Hak memilih dan dipilih 74,57 74,65 0,08
11 Hak memilih atau dipilih masyarakat terhambat 74,36 74,36 0,00
12 Kejadian yang menunjukkan ketiadaan/kekurangan fasilitas sehingga
kelompok dengan keterbatasan akses tidak dapat menggunakan hak memilih 60,00 60,00 0,00
13 Kualitas daftar pemilih tetap (DPT) 78,15 78,15 0,00
14 Penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki
hak untuk memilih dalam pemilu (voters turnout) 71,39 71,39 0,00
15 Perempuan terpilih di DPRD provinsi 73,33 73,33 0,00
VI. Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan 55,87 89,13 33,26
16 Demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan 11,74 78,26 66,52
17 Pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan 100,00 100,00 0,00 C. LEMBAGA-LEMBAGA DEMOKRASI (DEMOCRATIC INSTITUTIONS) 65,89 51,37 -14,52
VII. Pemilu yang bebas dan adil 47,73 47,73 0,00
18 Kejadian yang menunjukkan keberpihakan KPUD dalam penyelenggaraan
Pemilu 95,45 95,45 0,00
19 Kejadian atau pelaporan tentang kecurangan dalam penghitungan suara 0,00 0,00 0,00
VIII. Peran DPRD 16,23 21,19 4,96
20 Besaran alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan 43,18 25,21 -17,97
21 Perda yang berasal dari hak inisiatif DPRD 0,00 16,67 16,67
22 Rekomendasi DPRD kepada eksekutif 10,71 10,71 0,00
ASPEK / VARIABEL / INDIKATOR 2014 2015 Perubahan
X. Peran Birokrasi Pemerintah Daerah 94,79 22,63 -72,17
25 Kebijakan pejabat pemerintah daerah yang dinyatakan bersalah oleh
keputusan PTUN - 0,00 -
Laporan dan berita penggunaan fasilitas pemerintah untuk
kepentingan calon/parpol tertentu dalam pemilu legislatif 98,68 - - 26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah - 41,67 -
Laporan dan berita keterlibatan PNS dalam kegiatan politik parpol
pada pemilu legislatif 90,91 - -
XI. Peran Peradilan yang independen 87,50 100,00 12,50
27 Keputusan hakim yang kontroversial 75,00 100,00 25,00
28 Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh jaksa atau polisi 100,00 100,00 0,00
Tabel 2. Perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia Berdasarkan Aspek dan Provinsi, 2014-2015
Provinsi
IDI 2014 IDI 2015
IDI
Aspek Kebebasan
Sipil
Aspek Hak-hak Politik
Aspek Lembaga Demokrasi
IDI
Aspek Kebebasan
Sipil
Aspek Hak-hak Politik
Aspek Lembaga Demokrasi
Aceh 72,29 69,76 63,94 88,73 67.78 74.81 63.98 64.97
Sumatera Utara 68,02 79,86 61,97 62,75 69.01 82.02 62.17 63.52 Sumatera Barat 63,99 47,21 61,82 88,56 67.46 52.99 69.77 82.01
Riau 68,40 74,35 59,74 74,69 65.83 66.46 66.61 63.80
Jambi 71,15 78,23 54,01 89,48 70.68 75.89 62.12 77.72
Sumatera Selatan 74,82 86,09 63,57 78,53 79.81 96.06 78.79 61.00
Bengkulu 71,70 79,49 63,98 74,16 73.60 78.50 68.45 75.61
Lampung 71,62 72,06 63,69 83,66 65.95 71.99 63.19 62.74
Kep. Bangka Belitung 75,32 89,80 56,48 87,01 72.31 81.25 66.95 69.60 Kepulauan Riau 68,39 82,47 58,35 66,61 70.26 80.16 65.01 66.13
DKI Jakarta 84,70 91,72 73,94 92,97 85.32 89.64 83.19 83.26
Jawa Barat 71,52 83,95 65,22 65,89 73.04 79.10 81.89 51.37
Jawa Tengah 77,44 87,87 67,08 80,77 69.75 79.44 67.28 61.48
D.I.Yogyakarta 82,71 86,25 76,07 88,82 83.19 90.41 77.98 82.38
Jawa Timur 70,36 81,62 56,29 78,54 76.90 85.26 67.44 81.39
Banten 75,50 81,10 63,68 87,22 68.46 74.28 63.72 68.66
Bali 76,13 92,16 61,27 79,56 79.83 94.42 77.42 65.31
Nusa Tenggara Barat 62,62 58,73 62,08 68,38 65.08 51.59 61.11 88.36 Nusa Tenggara Timur 68,81 85,92 65,13 53,12 78.47 93.19 71.69 70.73 Kalimantan Barat 80,58 98,44 63,12 85,84 76.40 96.81 65.57 67.95 Kalimantan Tengah 79,00 92,93 66,42 81,48 73.46 85.07 68.31 67.05 Kalimantan Selatan 70,84 58,43 76,45 77,53 74.76 54.15 85.77 83.17 Kalimantan Timur 77,77 93,28 70,42 69,94 81.24 93.07 82.74 63.99
Kalimantan Utara - - - - 80.16 98.10 83.65 52.05
Sulawesi Utara 83,94 93,56 80,89 76,68 79.40 86.71 77.92 72.53 Sulawesi Tengah 74,36 86,56 59,01 83,42 76.67 94.60 68.85 66.53 Sulawesi Selatan 75,30 86,27 73,99 63,58 67.90 69.38 64.25 71.84 Sulawesi Tenggara 70,13 90,89 53,20 70,92 69.44 91.14 56.95 61.99
Gorontalo 73,82 82,19 63,67 79,41 76.77 81.35 69.97 81.81
Sulawesi Barat 76,69 90,22 63,64 80,39 68.25 81.88 61.16 62.37
Maluku 72,72 90,85 60,03 70,09 65.90 76.04 63.20 57.43
Maluku Utara 67,90 76,90 60,61 68,16 61.52 73.53 61.00 47.25
Papua Barat 65,65 97,93 39,29 66,93 59.97 92.33 39.48 51.81
Papua 62,15 85,69 42,51 63,75 57.55 82.72 41.81 50.87
INDONESIA 73,04 82,62 63,72 75,81 72.82 80.30 70.63 66.87