• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

33 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMP Sindangjawa yang beralamatkan Jalan Nyi Ageng Serang Desa Sindangmekar Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan 1,5 bulan pada semester I tahun ajaran 2012- 2013, pada tanggal 15 Oktober hingga30 November 2012.

3.2 Kondisi Umum Wilayah Penelitian 1. Kondisi Obyektif Lokasi Penelitian

SMP Sindangjawa bertempat desa Sindangmekar kecamatan Dukupuntang.

Walaupun begitu SMP Sindangjawa terbebas dari polusi suara atau kebisingan karena letaknya agak lebih masuk ke dalam dari jalan raya utama. Kondisi bangunan dari sekolah ini bisa dikatakan termasuk baik, karena selalu diadakan renovasi bangunan setiap tahunnya. Kelas-kelas yang ada sudah memadai untuk proses belajar mengajar. Walaupun sederhana namun cukup untuk pembelajaran.

SMP Sindangjawa sudah mempunyai laboratorium. Laboratorium tersebut terdiri dari laboratorium IPA dan Bahasa yang sudah memiliki bangunannya masing-masing. Terdapat perpustakaan yang memadai. Memiliki sarana olah raga standar yang memadai seperti: lapangan basket, volli, dan lain-lain. Kelas VII terdiri dari 4 kelas, kelas VIII terdiri dari 3 kelas, dan kelas IX terdiri dari 3 kelas.

2. Kondisi Pembelajaran di Lokasi Penelitian

Pembelajaran di SMP Sindangjawa di dukung dengan fasilitas sudah cukup baik pada perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan. Pembelajaran juga didukung oleh guru-guru yang berkompeten. Dari 30 guru yang terdiri dari 22 orang guru yang sudah menjadi sarjana, dan 80% dari jumlah guru tersebut sudah lulus dari sertifikasi guru.

(2)

Tabel 3.1 Jumlah Guru

Pendidikan Guru Jenis Kelamin

Jumlah

Laki-Laki Perempuan

Sarjana 10 11 21

Diploma - 1 1

Pembelajaran di sekolah ini dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 13.10 WIB. SMP Sindangjawa menggunakan sistem kurikulum KTSP yang dikembangkan sekolah tersebut. Pembelajaran di sekolah tersebut sudah termasuk kategori yang baik.

3.3 Metode Penelitian

Langkah pertama dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data yang bersifat studi empirik dan studi teoritik. Data yang bersifat studi empirik, yaitu suatu data yang diperoleh dari hasil penelitian secara langsung di SMP Sindangjawa.

Sedangkan data yang bersifat studi teoritik, yaitu pengambilan data yang diperoleh dari sumber-sumber yang relevan, seperti referensi yang berkaitan dengan media CD pembelajaran IPA-Biologi, materi pembelajaran pewarisan sifat, jurnal dan internet.

Peneliti melakukan pembuatan instrumen dan data divalidasi oleh dosen untuk memperoleh kelayakan instrumen yang akan dipakai untuk data penelitian. Uji coba instrumen ini dilakukan kepada siswa kelas X yang sudah menerima materi tentang

“Pewarisan Sifat”. Setelah uji coba dilakukan kemudian menganalisis validasi ahli dengan mengkonsultasikan draft instrumen kepada ahli (guru dan dosen pendidikan).

Hal ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian materi instrumen dengan kurikulum yang berlaku.

Langkah selanjutnya yaitu pengambilan data. Pada tahap ini peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, yang dimana sebelum dan sesudah pembelajaran diberikan tes. Dan pada kelas eksperimen akan diberikan angket yang akan diisi oleh seluruh responden yang dijadikan bahan data respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan media CD pembelajaranIPA-Biologi tersebut. Kemudian data yang telah diperoleh tersebut diolah dan dianalisis dengan perhitungan statistik agar mendapatkan kesimpulan.

Prosedur atau langkah-langkah penelitian bisa dilihat pada bagan sebagai berikut:

(3)

Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian Pendahuluan

Studi Empirik Studi Teoritik

Pembuatan Instrumen

Angket

Validasi Instrumen

Pengambilan Data

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Pretest

PenerapanMedia CD Pembelajaran IPA-Biologi

Postest

Uji coba Instrumen

Pretest

Pembelajaran Tanpa Media CD Pembelajaran IPA Biologi

Postest

Analisis Data

Kesimpulan

Laporan Penelitian

(4)

3.4 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah rancangan bagaimana penelitian tersebut akan dilaksanakan. Penelitian ini berjenis penelitian experiment oleh karena itu desain penelitiannya berupa Pre-test dan Pos-test Group Desaign.

Tabel 3.2 Desain Penelitian

Kelompok Pre-Test Perlakuan Post-Test

Kelas Eksperimen Test I X Tes II

Kelas Kontrol Test I Y Tes II

Keterangan :

X = Penerapan Media CD pembelajaran IPA-Biologi Y = Penerapan Tanpa CD pembelajaran IPA-Biologi

3.5 Variabel Penelitian

Variabel dapat diartikan sebagai objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu: variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable)

1. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau variabel penyebab. Dalam hal ini variabel bebasnya adalah pembelajaran dengan menggunakan media CD pembelajaran IPA-Biologi yang diterapkan di kelas IX C SMP Sindangjawa.

2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi. Dalam hal ini variabel terikatnya adalah hasil belajar Biologi pada siswa kelas IX C SMP Sindangjawa yang merupakan kelas eksperimen. Dengan indikator variabel terikat nilai hasil ulangan Biologi materi pokok pewarisan sifat.

3.6 Populasi dan Sample 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadikan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono 2009:61). Dalam

(5)

penelitian ini, peneliti mengambil populasi seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 95 siswa di SMP Sindangjawa pada tahun ajaran 2012-2013.

2. Sample

Sampel adalah bagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono, 2009:62). Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah simple random sampling. Pengambilan sampelnya yaitu dengan cara mengambil anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan strata (tingkat) dalam anggota populasi tersebut (Sugiyono 2009: 120). Dalam teknik sampling ini, sample diambil dua kelas secara bebas dan didapat kelas IX C sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 28 orang dan kelas IX A sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 27 orang.

3.7 Teknik Pengumpulan Data 1. Tes Tertulis

Teknik ini digunakan untuk mengukur tingkat keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan dan pencapaian hasil belajar siswa kelas IX di SMP Sindangjawa.

2. Angket

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2009:199).

Angket digunakan untuk mencari data respon siswa terhadap penerapan media CD pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran IPA-Biologi pokok bahasan pewarisan sifat untuk mengetahui hasil belajar siswa di SMP Sindangjawa.

Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah model skala Likert yang mengharuskan responden menjawab pertanyaan dengan jawaban SS (Sangat Setuju), S (Setuju), KS (Kurang Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Untuk mengeanalisisnya digunakan skor 5, 4, 3, 2, 1.

Dalam pengolahan data angket selain menghitung skor angket, penulis juga menggunakan pengolahan data sebagai berikut:

(6)

Rumus persentasi angket:

P = x100% N F

(Sudijono Anas, 2001 : 41) Keterangan

P : Persentasi untuk kemungkinan jawaban F : Frekuensi setiap kemungkinan jawaban N : Jumlah responden

100 % : Standar hitung (bilangan tetap) Berikut ini interprestasi soal angket:

0% - 20% = Sangat Lemah 21% - 40% = Lemah 41% - 60% = Cukup 61% - 80% = Kuat 81% - 100% = Sangat Kuat (Riduwan, 2007: 23)

3.8 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan dalam pengumpulan data atau informasi yang berhubungan dengan penelitian. Penggunaan instrumen yang tepat sangat berpengaruh besar terhadap kualitas hasil penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.

Sebelum instrumen disebarkan, harus diuji coba terlebih dahulu untuk melihat apakah instrumen itu baik atau tidak. Pengujian instrumen dilakukan melalui beberapa uji, diantaranya:

1. Validitas Item Tes

Menurut Arikunto (2002:144) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat ketepatan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.

Untuk memberi kevalidan, penulis menggunakan software Anates V4, melalui langkah sebagai berikut:

a. Buka programAnates V4, klik jalankan analisis pilihan ganda.

(7)

b. Klik buat file baru, kemudian akan muncul jendela informasi jawaban subyek, tentukan jumlah subyek-jumlah butir soal-jumlah pilihan jawaban, lalu OK.

c. Masukan data hasil uji coba, kemudian klik kembali ke menu utama kemudian Klik penyekoran data - klik korelasi skor butir dengan skor total.

2. Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen (Sugiyono, 2009: 174). Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program Anates V4 dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Buka program Anates V4, klik jalankan analisis pilihan ganda.

b. Klik buat file baru, kemudian akan muncul jendela informasi jawaban subyek, tentukan jumlah subyek-jumlah butir soal-jumlah pilihan jawaban, lalu OK.

c. Masukan data hasil uji coba, kemudian klik kembali ke menu utama kemudian Klik penyekoran data - klik reliabilitas.

Dengan kriteria sebagai berikut:

< 0,20 = tidak reliable 0,20 – 0,40 = reliabilitas rendah 0,40 – 0,70 = reliabilitas sedang 0,70 – 0,90 = reliabilitas tinggi 0,90 – 1,0 = reliabilitas sangat tinggi 1,00 = reliabilitas sempurna (Subana et al, 2005: 132)

3. Analisis Butir Soal a. Daya Pembeda

Daya pembeda fungsinya untuk membedakan antara soal yang mempunyai kriteria baik, buruk dan sangat buruk. Untuk memberi daya pembeda, penulis menggunakan sofware Anates V4, melalui langkah sebagai berikut:

1) Buka program Anates V4, klik jalankan analisis pilihan ganda.

2) Klik buat file baru, kemudian akan muncul jendela informasi jawaban subyek, tentukan jumlah subyek-jumlah butir soal-jumlah pilihan jawaban, lalu OK.

(8)

3) Masukan data hasil uji coba, kemudian klik kembali ke menu utama kemudian Klik penyekoran data - klik daya pembeda.

Dengan kriteria:

< 9 % = Sangat buruk, harus dibuang 10% - 19% = Buruk, sebaiknya dibuang

20% - 29% = Agak baik, kemungkinan perlu direvisi 30% - 49% = Baik

>50% = Sangat baik b. Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran atau indeks kesukaran (difficulty index) adalah bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal (Suharsimi Arikunto, 2006:207). Soal dikatakan memiliki indeks kesukaran baik jika soal tersebut tidak terlalu mudah atau terlalu sukar. Besarnya indeks kesukaran antara 0,00 sampai dengan 1,0.

Untuk memberi tingkat kesukaran, penulis menggunakan sofware Anates V4, melalui langkah sebagai berikut:

1) Buka program Anates V4, klik jalankan analisis pilihan ganda.

2) Klik buat file baru, kemudian akan muncul jendela informasi jawaban subyek, tentukan jumlah subyek-jumlah butir soal-jumlah pilihan jawaban, lalu OK.

3) Masukan data hasil uji coba, kemudian klik kembali ke menu utama kemudian Klik penyekoran data - klik tingkat kesukaran.

Kriteria tingkat kesukaran sebagai berikut:

0% - 15% = Sangat sukar 16% - 30% = Sukar 31% - 70% = Sedang 71% - 85% = Mudah

86% - 100% = Sangat mudah, sebaiknya dibuang 3.9 Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriptif Hasil Angket

Pada uji deskritif hasil angket dijelaskan bahwa besarnya persentase (%) tiap butir-butir soal angket penerapan media CD pembelajaran IPA-Biologi dan peningkatan hasil belajar yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

(9)

Hasil penjelasan tersebut akan mewakili apakah siswa mengetahui, memahami, dan merespon baik tentang penerapan media CD pembelajaran IPA- Biologi maupun peningkatan hasil belajar.

Adapun untuk menghitung nilai rata-rata menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus persentasi angket:

P = x100% N F

(Sudijono Anas, 2001 : 41) Keterangan

P : Persentasi untuk kemungkinan jawaban F : Frekuensi setiap kemungkinan jawaban N : Jumlah responden

100 % : Standar hitung (bilangan tetap) Berikut ini interprestasi soal angket:

0% - 20% = Sangat Lemah 21% - 40% = Lemah 41% - 60% = Cukup 61% - 80% = Kuat 81% - 100% = Sangat Kuat (Riduwan, 2007: 23) 2. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal (Joko Sulistyo, 2012: 50).

Untuk melakukan pengujian tentang kenormalan data, maka penguji melakukan uji normalitas dengan menggunakan SPSS 17.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variasi yang sama (Joko Sulistyo, 2012: 52). Untuk melakukan pengujian homogenitas, maka penguji melakukan uji normalitas dengan menggunakan SPSS 17.

Langkah-langkah pengujian normalitas dan homogenitas yaitu:

1) Buka file yang telah disiapkan.

(10)

2) Klik analyze → deskriptive statistic → explore, dengan mengkliknya akan tampak tampilan berupa kotak explore, kemudian isilah bagian dependent list dan bagian factor list.

3) Klik plots, lalu klik none, klik normality plots with test, klik power estimation.

4) Klik continue, pastikan pada display hanya plots saja yang bertanda, kemudian untuk melihat hasilnya klik OK.

3. Uji N-Gain

Uji N-gain dipergunakan untuk memperoleh nilai gain yang netral, hal ini untuk menghilangkan anggapan bahwa nilai gain yang terbesar menunjukkan hasil belajar yang paling baik. Adapun rumus N-gain yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

N-Gain =

pretest um

skormaksim pretest posttest

Berikut interpretasi N-gain:

Tabel 3.3 Kriteria Tingkat Gain

G Keterangan

g > 0,7 Tinggi

0,3 < g ≤ 0,7 Sedang

g ≤ 0,3 Rendah

(Rosid, 2011:43)

4. Uji Hipotesis

Dalam penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan uji t yaitu untuk melihat perbedaan antara kelas eksperimen yang menggunakan media CD pembelajaran IPA-Biologi dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan media.

Untuk uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 17.

Jika data normal dan homogen maka menggunakan uji t, yaitu menggunakan uji independent sampel T Test dengan menggunakan SPSS, melalui langkah berikut;

1) Definisikan variabel lalu masukkan ke SPSS.

(11)

2) Klik Analyze → Compare Means → Independent Sample T Test.

3) Masukkan variabel yang sudah dikelompokkan.

4) Klik Difine Group lalu isikan kotak Edit Group 1 dengan angka 1, dan kotak Edit Group 2 dengan angka 2.

5) Klik continue→ kemudian OK.

(Joko Sulistyo, 2012: 87-88) Jika data tidak normal dan tidak homogen maka menggunakan uji t, yaitu dengan menggunakan uji mann Witney, menggunakan SPSS 17. Langkah- langkahnya sebagai berikut:

1) Klik Analyze→Non Parametrik Test→2 independent sample sehingga muncul kotak kerja Two-Independent – Sample Test.

2) Klik variabel dan masukkan ke kotak kerja Test Variabel Listdan kelompok ke Grouping Variable.

3) Klik pilihan Difine Group, untuk Group 1 isi dengan angka 1 yang berarti berisi tanda 1 atau “tanpa latihan”, kemudian untuk Group 2 isi dengan angka 2 yang berarti “latihan”.

4) Pada Test Type pilih Mann-Whitney U→Klik OK.

(Joko Sulistyo, 2012: 112) Dengan ketentuan:

Jika nilai sig p<0,05 maka Ho ditolak Jika nilai sig p>0,05 maka Ho diterima

Gambar

Tabel 3.1 Jumlah Guru
Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian Pendahuluan
Tabel 3.3 Kriteria Tingkat Gain

Referensi

Dokumen terkait

Dari 1 – 10 berapa nilai yang akan anda berikan untuk promo-promo Starbucks.. 10, karena pergelas jadi

Belanja pemerintah konsolidasian mengalami kontaksi sebesar minus 11,42 persen dibandingkan belanja pemerintah pada periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp2,85 triliun

Dalam Gujarati, 2008 dijelaskan bahwa penggunaan model logit seringkali digunakan dalam data klasifikasi, dalam penelitian ini kategori yang digunakan adalah kategori

Penggunaan klausula baku dalam hukum perjanjian, pada dasarnya dapat ditelaah dari asas kebebasan berkontrak, dalam hal ini kebebasan berkontrak apakah dimaknai sebagai suatu

Pada tanaman kelapa sawit muda, jumlah bunga jantan lebih sedikit dibandingkan dengan bunga betina, tetapi perbandingan tersebut akan berubah sesuai dengan

1. Dari kegiatan merancang proyek perubahan yang ditandai dengan sebuah hasil perubahan didalam laboratorium kepemimpinan tentu akan dijumpai hasil yang beragam,

Untuk setiap order dalam sebuah proyek, dibutuhkan penyesuaian ruang lingkup (scope) sehingga apa yang harus dihasilkan pada suatu batasan waktu tertentu dapat

Pembuatan hiasan dari batu dilakukan dengan cara, pertama batu dipukul-pukul sampai menjadi bentuk gepeng. Setelah itu kedua sisi yang rata dicekungkan dengan cara