RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR TAHUN
TENT ANG
PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH f-'.IONGKONG UNTUK MENYERAHKAN
PELANGGAR HUKUM YANG MELARIKAN DIRI
(AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF HONGKONG FOR
THE SURRENDER OF FUGITIVE OFFENDERS)
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR TAHUN
TENTANG
PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGKONG
UNTUK PENYERAHAN PELANGGAR HUKUM YANG MELARIKAN DIRI
(AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF HONGKONG FOR THE
SURRENDER OF FUGITIVE OFFENDERS)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa pembangunan hukum nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 harus dapat mendukung dan menjamin kepastian, ketertiban,
penegaka~, dan pertindungan hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran;
b. bahwa hubungan luar negeri yang dilandasi prinsip politik bebas dan. aktif diabdi~~n pada kepentingan nasional, dikembangkan dengan meningkatkan persahabatan, kerja sama bilateral dan multilateral untuk mewujudkan tatanan dunia baru berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial;
c. bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang transportasi, komunikasi, dan informasi telah mempermudah orang melakukan kejahatan yang tidak lagi mengenal batas yurisdiksi suatu negara, tetapi dapat menyangkut beberapa negara sehingga penanggulangan dan pemberantasannya diperlukan kerja sama internasional;
d. bahwa kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia
dan Pemerintah Hongkong telah berkembang dengan
baik dan untuk lebih meningkatkan kerja sama tersebut
khususnya di bidang penegakan hukum dan pelaksanaan
).
peradilan pidana, maka pada tanggal 5 Mei 1997 di Hongkong telah ditandatangani Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hongkong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Hongkong for the Surrender of Fugitive Offenders);
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, dan d dipandang perlu mengesahkan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hongkong untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Hongkong for the Surrender of Fugitive Offenders) dengan Undang-undang;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat ( 1 ), Pasal 11, dan Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1979 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3130);
3. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian lnternasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 185, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4012);
Dengan persetujuan bersama antara
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan
Menetapkan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN:
UNDANG-UNDANG TENT ANG PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGKONG UNTUK PENYERAHAN PELANGGAR HU KUM YANG MELARIKAN DIRI (AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF HONGKONG FOR THE SURRENDER OF FUGITIVE OFFENDERS).
Pasal 1
Mengesahkan Persetujuan antara Pemerintah Republik
Indonesia dan Pemerintah Hongkong untuk Peny~rahan
Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agre·ement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Hongkong for the Surrender of Fugitive Offenders) yang telah ditandatangani pada tanggal 5 Mei 1997 di Hongkong yang salinan naskah aslinya dalam bahasa Indonesia, bahasa lnggris, dan bahasa China sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Undang-undang ini.
Pasal2
Undang-undang ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang 1n1 dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Diundangkan di Jakarta pada tanggal
Disahkan di Jakarta pada tanggal
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ABDURRAHMAN WAHID
SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
DJOHAN EFFENDI
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN NOMOR
RANCANGAN
PENJELASAN ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN
TENT ANG
PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGKONG UNTUK MENYERAHKAN
PELANGGAR HUKUM YANG MELARIKAN DIRI
(AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF HONGKONG FOR
THE SURRENDER OF FUGITIVE OFFENDERS)
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA ·
RANCANGAN PENJELASAN
ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN
TENTANG
PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGKONG UNTUK MENYERAHKAN PELA~GGAR
HUKUM YANG MELARIKAN DIRI
(AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF HONGKONG FOR THE
SURRENDER OF FUGITIVE OFFENDERS)
UMUM
Pembangunan Hukum Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, diarahkan pada terwujudnya Sistem Hukum Nasional yang antara lain dilakukan dengan pembentukan hukum baru, khususnya produk hukum yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional.
Produk hukum nasional tersebut, harus dapat menjamin kepastian, ketertiban. penegakan. dan perlindungan hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran yang diharapkan mampu mengamankan dan mendukung penyelenggaraan politik luar negeri yang bebas aktif untuk mewujudkan tatanan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam era globalisasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi baik di bidanQ transportasi. komunikasi, maupun informasi semakin canggih, telah menyebabkan wilayah negara yang satu dengan wilayah negara yang lain seakan-akan tanpa batas, sehingga memudahkan lalu lintas manusia dari satu negara ke negara lainnya.
Akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di samping
mempunyai dampak positif bagi kehidupan manusia juga membawa
dampak negatif yang dapat merugikan orang perorangan, masyarakat,
dan atau negara. Hal ini ternyata dapat dimanfaatkan pula secara tidak
bertanggung jawab oleh para pelaku tindak pidana dalam upaya
meioioskan diri dari proses peradiian dan menjaiani pidana di negara
tempat seseorang melakukan tindak pidana.
2
Bertitik tolak dari kenyataan terse but, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hongkong mengadakan Persetujuan untuk Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Hongkong for the Surrender of Fugitive Offenders) yang telah ditandatangani di Hongkong pada tanggal 5 Mei 1997.
Persetujuan tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama dalam penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan, yaitu dengan cara mencegah lolosnya pelanggar hukum dari proses peradilan dan menjalani pidana.
Dengan adanya persetujuan penyerahan pelanggar hukum yang melarikan diri tersebut, diharapkan hubungan dan kerja sama yang lebih baik antara kedua negara dalam bidang penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan dapat ditingkatkan. Persetujuan ini selain dapat memenuhi tuntutan keadilan juga dapat menghindari kerugian- kerugian yang disebabkan lolosnya tersangka, terdakwa, terpidana, atau narapidana.
Beberapa hal penting dari Persetujuan Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri adalah :
1. Bentuk dan Nama
Pada umumnya kesepakatan antarnegara untuk saling menyerahkan pelanggar hukum yang melarikan diri dibuat dalam bentuk Perjanjian Ekstradisi (Extradition Treaty) khusus kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hongkong untuk sating menyerahkan pelanggar hukum yang melarikan diri dibuat dalam bentuk Persetujuan Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Surrender of Fugitive Offenders Agreement).
Hal tersebut kar.ena Hongkong bukan merupakan negara yang berdaulat penuh, sehingga selama ini setiap kesepakatan yang dibuat antara Hongkong dengan negara lain untuk saling menyerahkan pel~nggar hukum yang me,arikan diri dibuat dalam bentuk Persetujuan Penyerahan Pelanggar Hukum yang Melarikan Diri (Surrender of Fugitive Offenders Agreement) dan bukan dalam bentuk Perjanjian Ekstradisi (Extradition Treaty).
2. Pelanggaran Hukum yang Dapat Diserahkan (Pasal 2)
Di dalam Persetujuan ini ditegaskan bahwa pelanggaran hukum yang dapat diserahkan adalah pelanggaran yang dapat dihukum menurut hukum Indonesia dan hukum Hongkong yakni berdasarkan asas tindak pidana ganda (double criminality) dan Pelanggaran hukum tersebut diancam dengan pidana penjara lebih dari 1 (satu) tahun atau dengan pidana lebih berat. Jenis pelanggaran hukum yang dapat diserahkan berjumlah 44 (empat puluh empat) jenis pelanggaran hukum.
3. Hak untuk Menolak Menyerahkan Warga Negaranya (Pasal 4)
Masing-masing pihak dalam persetujuan berhak menolak untuk
menyerahkan warga negaranya. Dalam Persetujuan ini, Pihak
Diminta untuk melaksanakan .penyerahan berhak untuk mempertimbangkan apakah akan menyerahkan atau tidak warga negaranya. Pihak Diminta harus menyerahkan atau tidak warga negaranya. Pihak Diminta harus menyerahkan kasusnya kepada instansi yang berwenang di wilayahnya.
4. Pelanggaran yang Diancam Dipidana Dengan Pidana Mati (Pasal 5)
Persetujuan ini mengatur bahwa penyerahan pelanggar hukum tidak akan dilaksanakan terhadap pelanggar hukum yang diancam dengan pidana mati, kecuafi jika Pihak Peminta memberikan jaminan bahwa pidana mati tidak akan dijatuhkan atau jika dijatuhkan tidak akan dilaksanakan.
5. Pelanggar Hukum yang Berlatar Belakang Politik (Pasal 7).
Apabila pelanggaran hukum yang didakwakan atau dipersalahkan adalah pelanggaran politik atau pelanggaran yang bersifat politik, maka pelanggar hukum tidak akan diserahkan.
Mengambil nyawa atau percobaan mengambil nyawa .Kepala Negara dan seorang kerabat dekat Kepala Negara tidak akan dianggap sebagai pelanggar politik atau suatu pelanggaran yang bersifat politik karena itu pelakunya dapat diserahkan.
6. Tata Cara Penyerahan (Pasal 17)
Dalam Persetujuan ini mengenai penyerahan pelanggar hukum ditempuh dengan.tata cara sebagai berikut:
a. Pihak Diminta harus, segera sesudah mengambil keputusan mengenai permintaan penyerahan, memberitahukan keputusan tersebut kepada Pihak Peminta.
b. Jika seseorang akan diserahkan, orang itu harus dikirim oleh pejabat dari Pihak Diminta ke . suatu tempat pemberangkatan yang berada dalam yurisdiksinya.
c. Pihak Peminta harus mengambil orang tersebut dalam waktu yang ditentukan oleh Pihak Diminta dan jika tidak diambil dalam jangka waktu tersebut Pihak Diminta dapat menolak penyerahan orang itu untuk pelanggaran yang sama.
d. Jika ada keadaan yang berada di luar kuasa menghalangi salah satu pihak untuk menyerahkan dan mengambil orang yang akan diserahkan, pihak yang bersangkutan harus memberitahukan pihak yang lain. Dalam kasus yang demikian, kedua belah pihak harus menyetujui suatu tanggal yang baru untuk penyerahan yang telah ditentukan.
7. Penyelesaian Perselisihan (Pasal 22)
Dalam Persetujuan ini ditentukan bahwa apabila terjadi
perselisihan dalam hal penafsiran atau implementasi mengenai
Persetujuan, maka penyelesaiannya dilakukan melalui
konsultasi atau perundingan antara Para Pihak.
Namun, apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui konsultasi atau perundingan Para Pihak, maka akan diselesaikan melalui konsultasi atau perundingan antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah yang berdaulat yang bertanggung jawab atas urusan luar negeri berkenaan dengan Hongkong.
8. Mulai Berlaku, Penghentian Sementara, dan Berakhirnya Persetujuan (Pasal 23)
Dalam Persetujuan ini mulai berlaku, penghentian sementara, dan berakhirnya Persetujuan ditentukan sebagai berikut :
a. Persetujuan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sesudah tanggal pada waktu Para Pihak sating memberitahukan secara tertulis bahwa syarat-syarat berlakunya Persetujuan ini telah dipenuhi.
b. Ketentuan-ketentuan dalam Persetujuan ini akan berlaku bagi permintaan yang dibuat sesudah mulai berlakunya Persetujuan m1 tan pa memperhatikan tanggal dilakukannya pelanggaran hukum yang tercantum dalam permintaan.
c. Setiap pihak dapat menghentikan sementara atau mengakhiri berlakunya Persetujuan ini setiap waktu dengan memberitahukan kepada pihak yang lain melalui instansi yang berwenang.
Penghentian akan berlaku pada saat diterimanya pemberitahuan yang diperlukan. Dalam hal pengakhiran, maka Persetujuan ini akan tidak berlaku lagi pada hari ke 180 (seratus delapan puluh) sesudah diterimanya pemberitahuan untuk mengakhiri Persetujuan.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal1
Cukup jelas
Pasal2
Cukup jelas
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR
'
. '
.P[TISETI JJU/\N /\NT/\n/\ J>E:>vf ER 1 NT"J f 11.G'UBUK iNDCNESfA
01\N PEMERINT/\H HC)NG l:00JG UNruK PENT ERA.HAN
PF1.r\NGG/\R I lUKUM Y /\NG M8 /\RI KAN [){Rf
rc~m~rin!oh R''P"bliY. ln(bnr:-!:b drrn ;:-<''n:'.'rir-loh Hong Konu. yan'J rli~bt..Jt bduknnuan in' ~:r~lc:ilofl 1r1r.:-11dop1I l:r~'.'IP~lcn~·.m yonq :.:;oh dari pc_!nwrinloh ror.g
h.•rrkrnlot y':lnq lx.·rlon~J~JL'rl'J j11wrJb 11ln:~ uru:~rn: l:JC1r r".:-ueri b.!d::cn·:mn d'rn~JCil (-(,mg Konq. unluk me1nbuut p:~rselujucn .ini;
E-<~rh.'i11qir.cm ur1luk me:ribtmt fX.'ru:~ran me11q~na1 renr·..:-raltan fa1.Lx1l Lolik
~Y~lcmngnr ltvkurn yung mdarikon dir i;
''''TlbL]" P'~ro:-lilcri:
.
'
---~---·--·- .. ---··--- - - - -
- ] -
PASJ\L I
Y-.EW /\JIB/\N UNHJK MENYEn/\HK/\N
Kedua bclah Pihok SJ?fXlkal unlur saling rneny:~mhb-m. berdasarkan kelenluan yang dilelupkan chlnrr' r-er::-.rlujuan ini. s0liap orang yang dib?lernukan dalam yurfadil:::si Piha~ Dirninla don yanq dicnri olch Pihal:: Pmninla unluk: p:munlulan n(OU FX)rtjol11hor1 picfcHl(l Ofl..111 f:W •Jol::;<HlOO~l pidona ~rk:enaan dengan :>eficp
rx~lan~ma;-on ilukum '(Ofl~J lt:c<~'.lk: p:Jcb yunsdik::;i Piha~ Pmninla ck:n
Sl.:.'bc9oirnuntl dirtHnU~hHl Jok,rn ra::-..al?, P~rsiJIUjuan ini.
- ~ -
PASl\L I
Y-EW /\JIB/\N UNH1K MFNYFTii\HK1\N
Keduo l::i01ah Pihok St?fXlkat unlul'.: ~.aling meny."?rah~rJn. berdasarkan kelenluan yang ditt?lopkan chlnr~, F~r~><--\ujucrn ini, s01iap orang yanq dil-::alernukan dalam yurbdiksi Pihak Dirninta don yanq dicmi ofch Pihak Peminla untuk pcnunlulan Cl(<JU pc:::onjol11hrn1 picfmKl nh.Jtl r:--~l(J\.::;nfl()Cl:'l pidana b0rkenaan dengan ~liap pdor1~ma:--an ilUkurn ycn~J h;r.c~:1k p:xia yunsdibi Piha~ Perninla dcm
sebcgairnam1 dirurnu:~hm Jok,rn Posa! 2 P!:!rselujuan ini.
J i
(
fI
1'
J
;:
f f.
I t
( I)
- \ -
PlJ_i\.NGGAf~AN HUKUM YANG DAPAT DISE1l~4KJ\N
Penr~roh· 111 harus dikubul(cm unlul::: sua~u pelanggr.ron hukum yuug
t~nnasi..:_~ dolo:-n ~lah sala p?la:iggaran hfilum se!xigairnana dirumuskan l"'W?t ibrt ini ~t"XJ=1jang pelanggarori hukum itu rnenun1t hukum
l-:0d11rJ f::,r.lnh Pihc\-: dnrx1I dirid1nn rlengnn pidana J')Qnjam alau b?n~uk:
rJlau denqnP pidur 10 yrmg lnbih ~x-ml :
(I) Pombt.nuhan oorencar~a O((]IJ pernbunuhan. lennasuk Undak:: pidana tC?lalaian yar.g menyf:'oobhm J:::ematian; p?mbunuhan yang dapat dihubH:l (cuifXJblt; homicidr); p:myerangan dc:,mgcm niol unluk melak-
(?,)
(3)
( i\)
ukan r10rnbunuhcrn;
rnamh:mtu. mE:-ngha~ul. rrn:-nasehoti olcm r".'mnimbulkan tind~kon bunuh diri;
dcngon mo~:;ud johol don ~rcncana melukai; J'.)€ngudungan;
rr.cnimbulr.an . lu~\.l lx1dan ynr.g borat otau sesungguhnyo:
~nycrnn~Jan yang r!t"?nirnbull::an ld::a oodan; ancaman pmnbunuhan; drm~an :;0ngCJj<J nlou karono kurang hati-hali rnomoohaya\:ar1' nr("r.va ~,.t-•~/.?OrOn~ bail:: <lr.mgan :;onjafa, bahan yang berooha-,·a mat1pu:1 loinnyo: pr)longgcnort lm\:urn oor\:enaan dongan linda~r.r· lindal::an mdu!:ai =il'..:'Corn mt~lawcm huY.urn:
porr1ernngan sebuol: pel~~han schuol; melaluran tindaJ::an
! i
l f I
I
I I
- .J -
ss:=buol ~>'?Cara me:awan hul:urn terhodap anak; perbualan cabuJ terhadap anal:: dibawah urnur:
(5) melakuknn p~lec1?hO.'l ~i:..s•Jal ter l;odup seoruny anak:. seorong yanq cacnl m0rnu! '-1bu ~.00rang yang dalar.1 b~daan pingsan;
(f,} pE: nculikn n; ntf?lari~ar, !:"./..:"! S(?Q n.1 ng litk1k ~,ah;
secarr1 rrn~JaiGan hukum;
·m~rnl:olad (ernerdekaan
~:;.0~r~ornrnJ :~r-:-ccun rn:~l.-.v.or1 huk 1 ull; trH~rnrY.-rjualbdi~on tJlc.u rncrnp.:?rda~angkan budak af:-.iu orang - oru~g lctnnya; menyandcra;
('/) ar.ccrno:1 yan;:, bersHct birn!no!;
(~J) f.-'C'lar.~~-,r:m h·Jt:um lerhCJ-:.:::tJ und::::r:g-u:.c:mg ::.e:~genai obat-ob.:Jt lX?1 bahatfl IP.rmo:;;u~ t1ad:otih1 dr111 b.1hon-cohi:m psikolrorika;
(n} mPnd, t[Xlll:cn l'-lr .. :mr_J n:1.-,u rrir:::i.:Jar#alk:nn b:wnlungan dolom b.mlu~
burr:mg a!cu uanG dengar: ccrn r..ir.:n:puar.; poncuri:m; r:eror.ipckan;
rPncu1 iCJn d"'!r•~ym k.~t:.1rn~,(_n1 \l•.rrrl\ 1:.11k nu !ru:;ak don momosuki
nw1CHl :--.t:'Cnr:- :m:~lawun •~uku:n);
p . .!•ThJJ-::::l 10.n; rn.-?n._111.:1.:...c1i alod rntlnd ... 1r,.ot:.:~n1 C:<irang .;..x:nra melawan hukurn; f YJmbukua11 yung ~!~;u; $C'liap rx:-lar.:7garan huk:um lain yang bcrl::aikm dcnga:-1 lx:trang alm.1 u~~~~n fish·.! y.:mg diloh~i:\.Jn der1gan cara m•,~11ipu: ~..etJop p?longgoroii hu~um 1r~rhm1ap undang-undang mcngonni pcramr-a:-..cn barang ~ .... ·_-c:no rn.?:owon huhrrn;
(I 0) p~langqaran hukum :crhadop um.kmu · : .. mdang menuenai
kebangkrulon nlou k i:)poililar1;
l . . .
mN._. . . mm.__. ... .
~ s ·---
i
1. l
I'. •
I ~
-
I ' !
~ l I) rY?lan~1qm::m hul:um l~rhodap u:-:dang-undang mengenai pP.rusohaan lennas11lc r)P.lcmggaran hukurn yang d.ilakukan ·oleh
~- p?jaoot. direklur don prornobr.
....
(
~
•• ( l ?,) seUap p-?langgaran bukum yarig fY'~r~ailan dcngan pornalsucn; seliop fX?lanqgaran hu~urn INhadop undang-undan~J rnengenai J.')'?malsuan
(l 3)
{I '1)
(IS)
olou rnrn~v:-dar knn np: t ynnq diroi:n1l::nn:
J)(?lc.nqqomn hu~um lcrhcidor> u,1dGng-undang m0ngenai hak milik ink.,lel:luol. hak cipla. rXJl
1.:-n don rnerek:
huk.u~n lr::-rhC1dup ur1dang-undang mengenai rxrnyu"."1p:m; korur:d; l-:orrn:.>i yonq mha::;ia; dan pala~ggaron t(·Jp_;,rc:i1ynon yon~J l:x:-rknilon dt-mgcm keuanggr·:n P,'rusahaon;
rnP.mlY:ri\.;:cm :-:ur11pd1 r:il;.11 Jon ri-.oinbujuk untuk mnmberikan surrii:ah
(If)) fX?lanqqm".'m f hJbirn ynnq b·~rkailon dcn;J<lll rnrm9q::m~mu alau rnc;ngh.::1longi jnlonnyn p:~mdilan:
pnnuhor.curcn oluu
(IH) p.Jk1n~1'J'J;o11 l11J~U111lr~rl1.1,!11p1:1~r!0Pq-11r,fqn~; rnrn~y~nni ::-.nnjaro npi;
:1 jiijl~_iii_iil_~.-~:;i-~~!~-~!' ~~~~'iiiL4k1'!ftlii&MfttJM*5QAJ
i
~'
·---~---·----
·--~------
-···~---·----r -~ 1J
f; f,
r,
j:
"
I
I
(Is:. r:""?ionciqrncm hubrrn lr-r hadnp undang-undang rn".?n;it?nai bahan p:icdoJ:;
(20)
(21)
( 7.7.)
(2])
(25)
(!.G)
rY?longgamn hukurn lerhadcp undang-undang mengenai
r"'..?flCP.rl1CllT:n lirigbinqcrt C~GU fx:?r1ind11ngcrt Y.c:~hafan rna~~'OrCJ:al;
rPrn~Y.?ronlukan OICJU ~"?tiOp tindakan yang ~rsirat p::?rTibE?ronlakan '/tHl~J cJild:ukon dioln:; b:rp:1l yonu sr.'.'\Jong l:x-?rloynr dilcuf;
pcml:.ojnkon kor:al olmt r:;0!"V"1W0 1 udar(l, L...-:"rtlu:-.arhm hukum intcma:>ional:
mt~ramr-·n:1 ~-:t:cara m•.?:cr.van hukurn alau inengua30i :;ecaru melawan hukurn r:#':-:;a·;ml tcrbong al-:JU alat lran!;portasi lainnyo:
lo ho non:
hukum t~r ~10dap t:ndun~1-und.:1rt<J mr.ng4-!r.ai
f...._:'fl'jf~hmd11ryrn:· fX'lnrqqmon hu\:urn '(<Hlg rn<~lon~J~JOf 'Jn<kmq-tJrtUCJng rncn~cn(]i irr:fX)rt don ck~pcrl lx:-ndcr-bcndn lr~rlorong, lcrma3uk
~nda-t>0nda :><:!jomh d<m pur Lo~olo;
(?."!) pckrn~:.1oror1 hu(urn kr_·i~nium:;ion lt:.mno!;11i:. r "-'rh11ot'rn cummJ unluk
rncndopol\:on ak:11 m~nu:.Juna\::nn fXJ:ir>or olnu vi~:
I
-
- --··--- -- -- ---- -- ·---
- 7 -
(28) fT''?:-1;JClu a!ou rr.eml:~rikan k:~!lita:; unlu!: k:e~ntw~gar. finansial.
rr.0mc~:1~:knn oronq ::rv_:rrrn li..J,_"J~ !'".ch tedolarn yur;s<li}:5j Pihak::
rert:inl: 1;
(7.9) ~lon~111nran hubm1 yong l:>t?rl::oilon der1gon p~rjl'dir:m don lottery;
(20} pn.kmgr:;mon hubun ynnq b.-!rluilan d~ngan p?ngguguron kehamilan
~;~arn rnclo?:an huk:un:
(31} rnencur i. rncninggah:cn. rnemanfaalkan alau menahan secara melawcm hukurn seorang tJnak; p?lanugoran hukum lainnya yang malioolkan ebploilasi anak-anok:
~37.) p?lunm~oran nukum lerhudap unrlang-undang mengenai P2lucuran
don ~ny0diuc:n lr.rnrx1l-lorn~t unlul-:: tu;t:c n r-:x:-lacuran;
(33) pdo n~y J'l rem hrJkurn :m rig mr~lilr. ll:a :1 pcngguno::rn kompu:r.:-r ~era
(J-1} pnlon~_lqn, en huk.trn; ynn~_l b-.:irkailcrn d·.mg~m L'n.J:;r.:m fi:;knl. p·Jjok olau
b::--.:J, ~Tl"d:ipurt "huktrrn <!or! Pihi'c Dirn!nkt lidak: rrmncy=mol:cm r.:ojak:
olmr bc,.J ynng ; .. crm1 olcl!J lidac m0ngolur kf!wnjil:an mumlXJyar r~jak alou b-~n yang -~;rJ:THT ~..0lngai.mnr.a ynng b0rloku dincgam Pihoi:
F'tJminl<::
(35) r--.q\ancy1'Jrfrn hu\:um Y'""!r11:J t:<:-r\.:Gi!tm d•m·ym rm--!oriran diri :;t:~ar':"~
mela-Ncrn hu\::um rJori lab:111on: p0rnrx?r-::-:-1!0\::an di pcnjara:
- ~ -
(35) bigarni;
(Tl) S01iop f P:nr,~19oran hubnn yong L'0rtailan dengan undang-undang mengew1i lrade description ycmg JXllsu alau menyesatk:an;
(38) pelangqamn hurum yang bc>:-kailan dengan JY:!rnilikan atau pemuLihan dari ha'.;il ya;~g didop:1t ror~mJ m~lohrJ.:an sctiap ~lang9amn hukurn yong cinp:1I di~'Arnhkon b~rda3arkon Pcr-seiujuan ini:
rnelckuY.an alau diduga rnt:?lakukan sualu ~longgoran hukum yang dop:i: di~mhkan LCJrdosarkan Pers-~tujuan ini;
( 1
10} JX'longqoran - p_?lm~~_Jgman hukum dirnar.a po:aku yang melarikan diri dcrpat discrahran bcrdasarkun konvensi intcmasior.al yang m~nqikut Pmo PihoY.; r"-.. long9oran-~lcm~.J9arnn hub1m yang diciptuY-an ~00~1ai akii"YJI kr:-pulu$0n organisa:;i intcmosional yang mr::-ngikal p::Jra Pihak:
HI} p-?r:--..r::knngl:olon U!tlul: mclokuk:m JX?nipuon olou rncnggclop-kan.
monipu;
{'1~) fX~r:-:.c~or:~J~OIO:l unlu\.: JTlC'.!!oY.uY.an O(OU ~liap l_-,,cn(u}: dari pcr:-..erifi:alan untuk r;l<):.J(u~:rm. :Y:-liar r•)langgaran hukurn yang dapat disorahkan b:>r.la:;nd:on Pcr:;r.~t1~juon ini:
atn~ m~r:1barH:an
::-0rona. rnr:~njodi p~mb:int11 k-:l:::u z..::+.r?!um olau St?sudah tcrjodinya
B 1111 &a A
-
,.
I -tind.._ik pidano. okrn rn2rl-:oba rm:;lai:uk:on seliap pdla:iggarGn hukum y":Jng ~nyeruhan~1ya dopol dil:abuH:an berda~ark:an Perselujuan ini;
('1~) SJ?linp J.Y::>lc.i~(Jnrcr; hu~urn loi11 yang penyeraha:inya dapal dika0ulk.an l~nJas01 Y.:nn huk:111n K(.Vlt'CJ rihak.
(?.) Jika rxmycroho11 ii\• dimi•ilo 11r1{1Jk: n.oksucl melob-.an\,~nn suotu pir:fana, maka
!>yornt lr:?bih lcmj
11t ycmq h-:.1n10 dip~nuhi odnlah ~i~..a jangf.a wd::t•J menjoloni pie Inna rxrni< Jr(J rJl<Jtl r<:-1;ohcnnn fl'HU~loh ~~~uror~g-k:ururignya emtm bulnn.
(]) Untuk: lujuon Fw:ol jni. dolrnn nirmcnlu~crn apaY.nh stJatu pelanggaron hukum dapal dipidana Ct0rdnsarkan hukurn ~~c-dua Pihak rna~a keseluruhan Lindak pidanu ctou omisi yon~1 didahmkan lerhadap or(]ng yang diminla p:mycruhannyn harus oiror hilun~(an tonpa menunjuk: J:XldO unsur-unsur dari pclon~1~1amn hub~rn yar.g dirumuskan oleh huk:um Pihak Peminta.
('1) Unluk lujuan ayal (I) I 'a~;al in!. ~uatu pcbng;jcran hukum ad=:la!i · sualu P·~langgamn h11kum rnr~r,tJnil hub.Jrn Kedua Pirm( jiko i:x:rbuolan yang rmrnimbulkcn p<..)Lmm1nrc::n !1d:ur:~ ilu m!alCJh p:~kmg~aran h~lc:urn yang melanggar huh1rn doti Pihuk Pmninta ~x1du ·wukfu lin<laJ:: pidana ilu dilakukan don ~ualu rx~lcmm;~Ha'.1 hub11n ymq r:H)lanm;ar huhnn d:iri Pihak Diminla f'Xld<J WOk 111 r::.-.~r rrlinloon Ufl{Ul: pPnr~•rohnn (<.)~but dilcrirna.
(5) llntu.l:: t11j1 inn r'n:".<Jl l (} !~(.!!;t~)r<Jfl<] y<Jnq. Hiialuhi pidonn tcmpa kchoc.Jirannya horn:.; direrluhrkan :v:-lxiuui :;.1:-omrig ft.~rda\:wa l::ecuali jika ia mempunyoi
\::escmp:iton hodir p:::1do wo(lu fX)rner i\::-~,0~11 di r..<)ngodilan. dolarn hal yang
demit.ion ia ab.rn uip,~rll1\.:uk 011 :--..coogni lcrpidona. Pcnyerohan seseorang
yang diialuhi p:dana lanpo b::-hcdirannya cJorxil ciroJar jika:
- I() -
(a) ia Lida( rne110nrxit b~.<.~mrxil~m unlur hadir dalam pemerik:saan di
{b) j'.~:a C:is::--ruhlan. iu tida~ l P.rho\:. ur1tu1': cl:adili ulang dengan
• l
~·f.:f_!,lOC I :0 f1 n)'n.
'!
- II -
P/\SAL 3
TDAPAT DIL/\KUK/\NNY /\ PrJ_.ANGGARJ\N HlftCUM
( 1) Pihal: Diminlo dap:ll rnenolot rnenyemhhm seseorang yang dicari ~arena melakukan r""!langgaran hukurn yang uilokuJ.:an di dalarn area-nya.
(7,) Untuk tujuon Pa:;ol ini fY?rigcrtinn "area" dolom hubungannya dengan
Hong Kong lr.:-nnasu~ Pulau Hong Kong. Kowloon dan New Terrilories. don dafam hubungarmyn dr:mgan nepublik Indonesia yang dimaksud wilayah adalah wilayoh rlepublik: Indonesia don daerah oordekalan dimana Republiic
lr1donf::~::;ia mempunyui b~daulatan. hak oordaulat atau yuriscliksi sesuai
denqan hukurn inlema5ionol.
( I)
(7.)
if
. I~ .
PJ\SJ\i A
Perrterinlcll liepublil: lndone::;io c.erhok menolak penyerahcm '//(Hgunegc!'."'Jn'/'J. PP.rricrinioh :b.19 Kon9 i:x..:-rhck mcnolak: r..>eitycmhan
Dnlarn ho! Pihuk Dirninl~ rnr'.?lubanckcn hcfr ::1i maka kc3us lersebut harus discrahb.:m kepccL1 in!:lcnsir1ya ycng ~rm::•ncng agar proses
~nunlulan orung 'cr:;ehul dcirat diperUmlxmgkan.
Unluk b:?r.r!r'.uan ~er:>'~bJI. h:rl-:as, info-·rn·~:.i da!l i:..arnng ·tarcng bukli yang h~rkailon d8ngon ~danggmcm hukurn i:u horn~; cikirimkan olch Pihak Pc-rninlJ kc-f:<vJo Piho.k Dirni:-dc.
yr iri:·:.di/.:;i.
1-'
IJ
- 13 -
Pr\SJ\L 5
PIDf\NJ\ MATI
dfr11inla untul:
diserohkt:m lx; rdasorb:m Par3-?~uju·rn lni datxJl dip\duna dengun pidcmu mi:ili rnentrrul h11!.:u1r. Pihak Per.1i11la, don j!l::a unt~r ~JC'nggarnn h;.:1:11n1 .51.•JY=?rti ilu pidano rnoii lidnY. dqrol dijo!•1J.l:on rtH)!ttmJI hukurn Pil1al: UirninkJ t11au J.XJda llJCUr,·,nya lida\: do~x:t dilabcm.JJ.:or., rnat:'J rx nye1ohan cJapal c!ilolr;k_ b .. ;.cULlli jiko PihnY: Paminla rr.cmb!riY.an ;,unlu jam:no.n ycng !~2mikian rup:l s0hin9ga cHar9'Jor CU~trp o!d1 p;:,ak Dirnir.lu rXl!twa pidana mu~i in: liduk akan cija{uhka:1 a!au jika dija!u~ihm tkbk akan dilabanakon.
r j
~!
,II..
~}i r
i ,.
----~---~---~~-·--...___---·-·--..--- ~ -.~~ ·-·-·-~ ~-
...--- --- --·---
- 1.i -
P/\SJ\J. G
S0seorcn-;J l1m1yl.1 ahm di~rch!:an o fX.tbila l·~·rr~crnt CL:r..up but.ti menurul
J hukurn Pihok D:r,·,i:1la l)..)i~.- rmlvr. rri·?mt~11arb:.m d1ajukar.n1·c orang yang diccri
111
, i!l! b:::- ..--·:-r:~1<v.filnr~ jiko p
0innqqornr1 hrbrrn ycmq didc(wakcm rXJda orcng ilu
cilok.uk~m dul·Jrn ywi:;dik:·i Pihnk. Dim!n!r1 mouptm •..;nl'JI: mc·rnbuidikon i:ahwa
ornng ycng dicnn '.tu odnlch cm1r.q ;-cm~ k:·bh ,..ij;.Jluiii pidona olch f>?ngadilan
Pihak Paminla.
- I :' -
PAS/\I. 7
KEHARUSl\N M8'10Lt\K PENYERAHAN
(I} S00rang ~lab1 p:?lcngg.::mm hW:um y::ng mebrikan diri Lidak akan di~erohkan jika PiJnk: Dirninla rn0mpuny•Ji n:asan yang mendasar unluk
TT H? T1l f."l0 rt::O y' C1 j :
(a) L--ahwn pelanggaran hukum yang d.idak'-n.:?kan a(au dipersalah-kan
(b)
(c)
lerhoc lop polilik alau
rXJh..,.:-:1 p0m1inlaan untuY.: ~nye?rahan (rneskipun monurut kercrangan yang Gioorikoi1 p:?langgmon hukum tcrJAbut cdalah ~langgcran hukurn 'fnnq durx1I disoruhkcm) dolarn '<0n1·ataannya dimaksudkon untu;: monuntut alau mcrnidana c.t:?rdasad:an alason rc3. cgama, b~vrargon~araon atciu ~nda~x1l r::nliti(; at~1u
b(]h·,,,·a orong ilu mung\.:in. jika clikern~xil:\-..an didugo akon dirngikon dalom ~rodilannya ok:lu dipid.:rna. ditahan a~au dibola:;i b~oobasan pritx.Jdinyu
poncJrmgan fXJi.iti\:.
("L) . Ji~a lir;ibul rx:-rh":mymm -:Jp1\::oh ~uatu ry:rkmc1 nchJ~1h ~llCJIU p~longgoran p:Jlili\: otau :wot11 fX.?lani:Jgoron yung l>'~r:;ilcrt p:>lilik moka p11lu~n Piha\::
['irninta ·,·(Jng oh!n rrv:)ni::-ntu\::an.
(3) Untu.k tujuan Persetujuan inL rnengambil nyawa at::rn ~rcobaan rnengan~biJ nyawa Kepala NP-Qara i11'1pt.:blik: Indonesia olau dalam hal Hong Kong, KeJXJla Negma yang p?merinlahannya berlar.ggWlg jawab alas UnJ!"".an luar n~eri b-?rk:enaan deng'Jn Hong Kong, atau dalam kasus ap:Jpun. seorang keraoot dei:al Ker:ala Negara tidak akan dionggap sebagoi p:?langgaton rx>litik ala.J .;uolu peluriggamn yang ~rsH..-Ji po1itik.
('1) Penyeral;an lerh.:idap ~tmlu p?langgaran hukurn harus juga ditolak jika ornt1q ·1r1nq di111i11•n r"'ll'/''rnlull'riyn lidnk dup-:tl diltmlul 01011 dipidorK.:
karcna rn•..?lc.:ku~~n suolu p:?lanqgnran !HJk:1m ~rdasarkan hukurn :.;.:Jlah
:;al11 11iLo ~.
- 17.
PASAl.13
:~ERIJ/\KS/\NA/'\tl rnrn_rr: r-1.~:NOL:\K PfJIYERAf-ll\J\f
l\my'·~rohnn dop: it dilolok jiko Pihok Dim!nlo ~rr'?ndo~.-:-.:t bchwa:
(n} prylong<_raron hr...:~~um ym;g dirninla~an p m•1r.n•hc111ni'a tersebut dilakukan dulam yuri:~dibi ~r.ga:Jilunn)''<J;
{b) perryerahan iltJ d<:fXll merryebabkan Pihak lersebut melanggar kowajilx:mnya c<...:-rdo::-.nrko:1 p~rjonjian inlcma:;innnl: alau
(r.:) dala:n ko.-idoan t~r1r:ntu dari ~~:.:-u:.> ter:.~~but. pt:.:?nyerahan Hu akan
l"0rfenlan~y1r. dnn~Jnn p~rlimb:Jngu:i l:cn.cnu:;iaon rlilinjau c-!ari S<.."-gi umu;,
'r:r:-~:.r:-ho 1 on (:le rn i:r;.(1dom1 P' i~·r:di omnq ya ntJ d:,:o r1.
----
-- -~-- -- I g -
Pf\SAL 9
PENl\NGGUI IAN PENYER\HJ\N
Jika orang yang dicari seckmg (Jjpc-~ribo dj r~ngadilan. atau sedang menjalani
pidana dalarn yuri~-Oibi Pihak Diminla korena mclakukan suolu pelanggaran
hukum lain daripCJdCl rx~kmgqmon hukurn yan<J dimir.takan penyerahannyo, maka
rY2nyerohan darx1l dikabuJk.art abu dilanggt:hf..an sompai Sl.?lesainya perneriksaan
dan dilabanal:annya se!iap pi::lana yang sudah dijatuhi::an. J\p:Jbila Pihak
Diminta menan~muhhm p:?ny~mhan yang demik ion md::a Pihak Diminfa harus
rncmboril:an ala~~c.::1 kc:.-r-ada Piha\: Peminio.
P1'\SAL !O
HTdvUNTAl\N f),\N J)()KUl~N Y1\NG "'{ENYffifAf
( \) J'ermi:-1k1a11 p?ny0rohn11 don d-::_,bHTlf~f1 ycrng oor:-;r.mg1:ula11 horu:; dfr.OtnfXJib:m melalui in:>lnn::;i yang ~r.i:0nor~g :;d.:agaimar.a di~ritahui:an Sl?liap waklu ol0h Pihok ycmq ::-~!u ko.roon Pihok ycrn~7 lain.
(Z) Penninloan itu hon.1::; disr.~rl-:-~i di.::nqrm :
(a) uraian yang selengkap mung\.::in mengenai orung yang dicari. bersama- sarna dengan setiap inrormasi lainnya yang dap:il meml:xmlu rnenentd:an idenlHos orang lcrsebut, xewarganegaraan don lokasi;
(b) :-;unlu pomyotm1n mcnqcnoi :::0linp fX?l·:m~narcn hukum yang diminlak:an pcnycr\.""lhannya dnn ~;11nlu r-v~rnyolau.1 mE)ngenai p:?rbuatan dan omisi ya:ig didatwukon lr.:rhadcp oran9 ler::;cbul mcngenoi seliup f'"'Olcnqgaron hukurn dun vm(lu ~,r.):1ci tcmpal dilokukannya polonggaron
hu~um lr~r~...cbut: don
(c) lcf.s r"<:-r1..1furdn f:"~r·_1nddl!1J·Ulld.Jr1~J<Jfl. jika odtJ, yuntJ memmtukon p:-lcn~1garan hukum do;i :;:1:1lu fY~myo~aan mcngenai pidor.a yang dapat dijal1.•!1k:_u~ Unn ~~liap b:11CJ~I woktu Ur\!Ut tncrnpro5CS pt::?d::aro, O(UU t!n(:..rr '~~::~1-::·~r:;i dn~i ;'.t~lk1p pick.rte '/rJrlfJ d:ja(u!il:cm rcrhaoap p.~kJn~1gcr:in huk11m ilu.
(J) lika ~r~nin!rnrn lr~r:'..l'~lmt t.~rkr.rVJOr' d·~nqon Orrlf1Cl yang didC'\::\1,·a mnka
~---·
·---
- 20 -
surut po.r!ntah penaha:mn yar.g dii:eiumran cleh hakim, magislrnl alau pejaoot ycmq her.11ena11g dari Pihok Peminta dari de,1gan bukti yang sederniban, yonq rnenurur
djajukonr1ya p1;.-rkma il~
hukum Piha\::: Dirr.inlu dapal mernbenarkan kP f-'0.;ic10Jj~,-:n jita oolanggarcm huk:um ler:;ebut dilokuknn dolnrn ymisdiksi Pihok: Dirninla.
('1) j:ko pe1mi11laan ler~-..8bul bn.r k0m1,,11 d·~ngnn ..;es.norarig ynng sudah clip:?r5alahkrm alau djjaluH p!dana. moka p:-rminlaan harus diserlC1i dengan:
(a) sulu salinan da:i putu:xm pt:?njnluh:Jri pic..!ana a tau pidonanya; dan
(b) jiJ:a orang ilu dir:-4?r-..>0k1hkcn retop~ titia;c di~ic.iana. suatu pcmyafaan dari
fX~IH.Ja<Hlan yan9 ·rA?r:;an~J ~ukm mengonai hal lr?rsebut don sualu :>alinan perinlah rx.:nahcnan; atau
(c) jiku orong !llr Jipidano. :rn-:Jlu ~;r~'f'l\cmn yrrnJ me11unjuk.-kan bohwa
pickmo f0loh dop1t dilnk:--..nrinhrn dnn b·.:-rr.fXJ ~i:;a dori pidana yang
rnasih hani:; dijc.1!unin.,.o.
- 21 -
Pt\SAL 11
PENGES/\H/\~J
(I) Dol:umen yar1g rn~ndukung ;,uctu p:?tminkmn r.X?n'fernh-:Jn harus dHerima selXlgai alnt bukli ya.·l'J m0mhukUY.an fokin-fakta y~ng ted:andung didalamnya jik-:i sudah dischkan s~ooyain~ana mes!inya. Dck::umen- dokum0n dianggap suduh di:-,.ahkon ~_.bagoirnana mestinya jika telah mt:rnf')ruhi h( 1l .fv1l !~_+a~1,i lY)rH:ut :
(o) surluh diland(1 langrJr:i alau disycihr.an oleh hakim. magislrol atou pcja~'· yang l-.erm:manq c~ctri f 'ihck Pcminla; don
(b) uicap dr?ngan cop rc0rni ole:h p?jab:Jt yang bernonang dari Pihak Pomir.lo.
(7.) Scliap IE:r,erna~·.an dari dob1rn0n-dobm:~n ,-~rn~J d!~.cmp:Jitan oleh Pihak P0minla ur:tuk: mem .. h.1~:t.•n~J r~r 1ninta.-rn p:.-r1y':.•rchnn harus diterimn
s0rnua ke~rtin~an cJidaiorn rncr.-1pro:;r.:; F=cnyc-rahan lcr:;eb11l.
unlu~
·.:?:?-
PASAL i2
D/\f f~SJ\ Y J\NG DlPl\Kl\I D/\L/\lv{ DOKUMENTf\SI
S0luruh dok:umcn yang dbarnpaikcm bcrdmxnl:an Persatujuan ini. harus dHuiis
dalam, olau dil0rjernohkrm b::--:folmn lx1ha:xi re:;rn; dari Pihak Din1inla atau baha:;a
lnin OfXlpun yang dorXJl dilcrimn ol0h Pihalc Dir.1inla. UPluk dipcrinci ofeh Pihak:
- ~ .~ -
P,1\SAL 13
H'1FOfUvf/\Sl TAMBAf 11\N
(I) like i:1furma:;i y:mg di~;mr.fXJikon olr.h Pihd:: Peminfa diangqap lidok cukup olnh Pihok Dirninlo unluk mer~9mnbil suolu k"-~puh15<.m sesuai dengcn Pr.rwlujuan ini. Pihak yang di~Pnut tcrokhir ckan morninta in(onnasi fambahan yang diperlubm don dofXJ( rTlPnalan(on 5UOtU OOfr.S WOklU Un(u}:
mencrima infcrmasi tarnlx:hon t€1r~~~.:ut.
(2) lika orang ycrng dirninrakan p:?nycrahannya ss.,.'<icmg ditahan don informa:;i lomoohon yang dib.?rikon lidak cuh1p ~rdn~rkan Pcrsr2lujuan ini alau tidalc:
diterirna dalarn oolos woklu yang suuah difcn~ukan. orang ter::;ebut dapat dibebaskan. Pemlx~oosan yang dmnikian lidr.l-:: mcnghalangi Pihak Pominta
m~:.-ngojukon f-:'0rmintacrn ym~u ix:ru untuk prn·rcmhun orcmq lc.:1 :>e.~but.
(3) Dclarn hal omn9 te:~,.r::-but dHx:.-lx1~kan duri lnhanon bnrdo:;orbm ayol (7.)
Pa~-01 ini. Piho\:: Dimin~n hmu~ rt1•.~mh,~ritohu Pih11\:: Pr~mintn r-.tx;0p:1t nHm9kirt.
I I'. I:
!
II
11 i~
. ~>l .
P/\S/\L. I '1
(I) Dalam ha!-hcl y~ng rncr1ce:;ok. Pi ha( Pcrninta dapat meminta penahanan
(7.)
~omrnlr:rrn 01n11q !Pr~:r:-but. s."'\;,IJ(hh m.~nmirm..! penninlaan semacam Hu,
Piho~ Dimir!lo dr.1r ... ·t rrn~nqrJ1nhil lrrnq~oh-luPql:r'!h yonq p:)rlu lx~rclcsark:an huk:u:rm~·a t..;llltJk rr.cmjurnin pcnahanan orung yang dicmi. Pihck Dimin:a harus
~'.:.:.JC'IO rrn:?rnLv•ritc:hu Pil1uk rr:minlu mer!gr~nai hn~dl dori p.)m1inlaannya.
Pennintaan pcnaharian sr_!'r.i.-.:-11k: .. ra h\.Jru~ rncmuat suatu indil:asi mengenai kcinginon u:ilul: rnr.:?rninl:l r:onycra~mn o:-mtq ynnu ciicari. suaiu ?8n!Y".l!o:in
illC·)rtgenr1i ndunyo p?rinfah pc·nrJhonon a:~JU pulusnn r.-11mict.1r.oan orar.g Hu.
~~'ICrlingrm 1w:-n~cm· ri i'Jcmli!a:;, ":0·1:.~r£'0!1~aroan. lub.J=:i ym~g c.Jip-~rkiPJ~an.
urcian ~n1~:igcr!,1i or;:n~·1 fc;:~.bul, uraian :;ingkat m.~ngonai pcbnggarcm hukurn dun bkla-fo'...:lo y· H•U ~>..:r·~nikrn dr.11qon ~ci:;u:; lcrsebut c!<.rn zualu pcmyala~m mt;r;qcr~-.:.:i Didnno yn:t;1 doJXJI olou 1::-h~l c!ijatuhkan lcrhadap pnlonggar•m hukurn I· !t :-";0ut drt.i. ji(a pi~km<J 0i:doh dij. 1loni. oorup:i si:;a pidonu ycng hcffU!> dijabn:.
(3) Perrninkmn uritul:: paquf:unan ~.!m(~nlom dopa! di:Y1mpoican rnolalui coru o fX1pun c~r:-nno n rnam Lr~rikc 11 ~uLJli 1 r.nlt.:!r~ ri l<~rlul:.1 mclolui ~.o1urun yang dit0ntukan b:~rdu~;orkan ay0t (I) F·Y'.ol 10 c1la11 Jrl1.:.•lului Orgonbo:;i Poli~i
Kriminal lrolL'rlHJ:;ionol (lrilcrr"'>ll.
Penahr:Jnan lamr,a1m· 1 ·a
- 2 5 -
scrn£nlara orang yang w:J::tu enorn pului1 hari
dicari harus dihentikan sesudah S')jok l-:mggal p?nahanan jil:::a perrnintuan p:?nyeMhan dan do'<crnPn yang rnenunjangnya belum dilerirna.
Pembeoosan seseorang menurut aytJt ini tidal:: rr.enqhalan9i pelaksonaan olau kelanjuk,n pms'?5 p~ny~rahl'Jri jih"'J ~rmi11~aon dan dokumen
pi:munjrn1gnya fr?lah ("~it•_•rirnct b~rnw1ion.
, .
---·-~-···~---~---··----~
f1J\SJ\L 15
PFRMTf'ffJ\/\N Y !\NG 8ERS/\MJ\AN
(I) Jika p:mycrahcm :~sCT)rong dinjukon SJ::'COrn ~r:;arnaan oleh sofah salu Pihok don old1 ~llCJllJ Neqoru rmq ft\Pmpunyni p,~r:-.r~tujtKHI ntou F<:>ngoturon mengenai f)'?nyerahan p:?laku p?lan9garan hu.kurn yang mefarikan did, dengan Republik Indonesia atau Hong Kong. pihak. manapun yang diminla maka Pihak Dirninta harus ml'.?tmnlukan k:ep:Jda negara mana diantara yang rncmpunyoi yurisdiksi. orang l0rsebul akan discrohkan don. harus rnornb2ritahu Pihak Pmninla rncn9~mai h~putu:-->0nnya disertai dengan informcsi yang mcmbcnarkan b'.?putu:>annya. dalarn hal orang !er-..:.ebul discruhkan ke yuri:;dibi -loin.
(7.) Dalarn rncnentuY.:nn Y.:e yuri::-,dibi ntY:.JOra mcma ~:-,']'Orang akan discrahkon.
Pihak Dirninla harun mcrnp0.rholikan :-,J')rntJa kr:-cdaan don. t~nJ\nrna hal-hal
~~oogai LV)ri~ul :
(a) jH:a P")rminkvrn ilu l:-0d:niton dr~nucrn b~b-~rarx1 ~langgaron huk.urn yan9 l)0r~da. l~rutnyn rx:"fon~3gman·p~longgaron hukum ilu sccara rclo\if:
(b) waklu don lcrnpa( dilokuhrnnya liap p~langqman hukum;
(c) langgal r:,·~nninkmn rna::in~J -ma~in~J:
(J) ccwargoncgoman orang tcr:;cbnl;
(c) tcmpat linggal yang lazim dari orang (cr~bul; don (() rcrnungkinan pcnyerohan ~.clcnjutnya te ;-uri~ibi lain.
1:
11 II
I
II I
I
I •
- 2 7 -
r/\S/\LIG
PERW/\KILAN DAM BrAY/\
( l) Pihak Diminla hnru:. m')mbuat =---~m11n r-v:-nqoluron ynng fX?rlu don memenuhi biaya dari setinp proses yang timbul l:arena perminlaan penyaruhan dan disamping ilu harus rnewakili kep:mlingan Pihak Perninra.
(2) Pihak Diminla harus menanggung biaya yang Limbul kor~ma penangkap:m
don pr;:!nahanan omng yang diminla p:?nyP-rohannya 5amp:li orang tersebut discrahkan, Pihak Pcminta han..1~ rnr.nanggung SJ:?luruh biaya yang sclanjulni·a .
(3) fika lcmyala fimbul biaya ynn~J dilunr rx~rhi!un~JOrl ~~bogai akioot dari
r.P-m1inlaan pr:-riyorahan ilu ma'r:o Pma Pihak haru~ ::;.alinq l>-?rkon:rnlta::;i
un(uk: rnencnlukon bcgaimana biaya lor:~bul akan clip2nuhi.
---11111'31121--~~~%"'1IF.l'llllPl'.'nl
... ___________ . _____ _ --- - ---,
- ~ ') .
P:\S.-\L17
PE;'-IG:\TUR.-\N t=NTUK PENYER.-\11.-\N
(I) l'ih:1k Di111i111:1 h:1rns. Sl'!.,!t'r:1 Sl'St1d:1h rnr11~:u11bil kl'pt1t11sa11 111l'll~l'U:ii pt.'rminla:rn pcnycr:th:rn. mcmht·rit:1huk:rn kl'fH1l11s:t11 lt·r~i:but kcpad:1 Pih:tk Pc111int:1.
(~) .Jil.::1 st•.'\t't1r:111i~ :tl.::111 tlisl'r:1hk:111. 01:111!~ i111 h:1ru-; tlikirim olt:h pl'j:1h:tt tfnri l'ih:tl'
h: r~a: h 11 t.
(3) Sl'strai dcn~~:rn kclcntu:rn :1~·:1t (-f) P:1s:1I ini. l'ih:tk Pcmint:1 h:irus meng:1111hil ornn~
lt•rsdrnt d:tl:llJI j:111gk:t w:1ktt1 ~-:Ill!! tlitl'l1tt1k:111 nkh Pih:tk Dimint:t u:tn jik:t or~lll~
it11 tid:1k di:1111hil d:1b111 j:111~k:1 '':1k1t1 tl'rsehut l'ih:1k l>imint:1 d:1p:tt 11u.·nol:tk pe11_rl'r:1h:111 or:rn~ itu t1ntt1I~ ptl:tll!_!!.!:tr:11t h11lrnm y:rn:.! s:tm:t.
f-H .Jil.::1 kt':ttl:t:111 y:tl1!.! ln:r:ula tliltt:11· l-:cl•11:1.-::1:1n 1lll't1!,!h:1bnt!i s:tlah s:\lll Pih:tk untuk
111l'11yl'r:1hl.::\11 :11:111 111t·11~:1mhil 11r:111:_! ~·:111~ :1k:111 disl'r:1hk:111. Pih:1k y:t11!!
ht:rs:111:!lutt:111 h:1n1s 111t·111hni1:tl111 l'ih:tl\. y:111~~ l:ii11. ll:il:1m l\:1s11~ y:rn~ tll·t1;iki:111.
d:111 kl·lc11l11:111 :t~ ;1(
-
- 2? -
P/\S/\l. l 8
PE?IYEHAHJ\N RARANG
( l) Sr:.-pcmjar.g diperlYJlehkan mo.nur11t hukum Pihat. Dimink1, jika sualu p0rminlaan unlu\:: ~nycmhan p?lnb1 r.Alanqgomn hukum yang melarikan diri. dikobulr.011. Pihok Dirnin!n:
(a) harus rn('n·1~rohkan kep..'1da Pihok Pcminla ~cmua barang. lermasuk sejumlah uan~J :
(I) yan~J darx:i! dijadikan ~d:xigci bukti pclanggaran hukum ter~but;
alau
(2) yanq sudah di~_v.:-mleh olch orang yang dicari ::;Qoogai ha:;il dari polnnggamn hukum don borado dolmn ~ngt.:a:man orang lcr::-.0bul atau yang dilcmuKan k.crnudion;
(b) dofXJI. jikri •xrnmg lcr:~~bul dopc1I di:;ilo olou dirmnfXJ3 dalam yuri:-.dibi Pihak Oiminta ;.,.11hubunuon dr:muan p ro:-,1:':; acma yang ma:;ih oorjalan, rnenahan scmcn,acu oornng lcr.;cbut a!<JU rnr.:mycrahJ.:annya cfongan
.,
:;yaral hnru:; dikombolik(m.
(2) Kelenluan-b~l0nluan ayo! (I) lido( t:olch mcrugiY-an ha\::-hak Pihac Diminta
alau seliap orang ~,cloin clori orang yang dicari. fika tcrdapal hak-ha\:: yang
clemiuan rnal::a b::nang ler:~bul ala~; p::-rminla~rn harus dik::embalikan l:ep::tda
- JO -
Pihak: Diminla lrmp:t dil:enal:an biaya sesegera mungkin sesudah berakhimya proses acaro.
(3} Benda-benda yang bersangt.utan jika dirninla oleh Pihal:: Peminla, harus
diseruhb::m kr?p:ida Piha~ IP.r:.0but lx1hkan jih1 penyerahan tidak dapnl
dilabanal::an karena meninggalnya afau larinya orang yang dicari.
- J I -
PJ\SAL 19
AZ/\S KEKHUSUSAN DAN PENYFRAHAN KBvf.BAU
(I) Seorang pefok:u fX?lanm7aran hukurn yang rnelarikan diri yang sudah disemhkon lidnk okcm ditttnl11I. dipidmto, dilahan atau dioola!ii komerdel::aon pribadinya oleh Pihak Peminla terhadap seliap p?longgarun hukum yang dilakukan seb?lurn ia diserahkan wlain dari :
(a) pelanggaran hukum alau p?langgaran-r.:e1anggaron hukurn yang sudah c:Usotujui rxmyerahannya;
(b} pt?lcmggaran huk~rn. l:agoimanapun pcrumusannyo, yang pada pokoknya sarna dengan p?langgaran hukum yang dapat diserahkan, asal p:::-langgaran hu\.::urn l0r-.:P-but cdalah sclah 50(u p?langgaran huk.um yong dap:tl dis0rah~an menurut P~r::---".?lujuan ini, don asal pelanggman hukum lor:--Abut dar-at dipidana dengan pidana yang Udak lebih oornt darip:Jda pidmia lcrhaclap p-Jlanggaran hukum untul::: mana orang lersebut df~~rahr.an;
(c) palanggomn huk.~m bin arxipt~n yang dapal diseruhkan menurut PersrJtujuan ini, yang
disero h\::crn;
m1dah .. di:-..clujui oloh Pihak Diminla unluk
b?cuali jil::a ia lclah tcrlcbih dahulu m(?ndap::rl k:esemr:aton unttll:
melabanaran haknya m~ninggolkan yuri:-.. ci!\:::si Piha( (emana ia telah
i i I I
•'
I' .:
11 ,,
r;
- } 2 -
dismuhkan don ia tidak melakuJ:an har rm-sebut daJam wok:tu emp:Jl puluh lirna hari arau ia sr?Cara sukarela k:embcli l:c yurisd.H:::si lersebut serelah meninggalkannya.
(2) Seorang pe(aku pelanggaran huk:um yang melarikan diri yang sudah diserahl::an tidal:: akan di50rahl:an lagi redalam yurisdiksi lain lerhcdap
!';UOlu pr"lcmg~1nn.11t hukum ynng dilnk11J:nn ~.0l-x?lwn f:X'?tlycrohannya kecuali jik:a :
(a) Pihak Diminla mengizinkan penyc~han yang demirJan; alau
(b) ia telah terlebih dahulu rnendap:it kesempatan unluk melaksanak:an haknya m<:!ninggalkan yuri:-,dibi Pihak kcmana ia telah discrahkan dan ia tidak mdakuJ:an hak rcr:;ebul dalam v:aklu ~mpat puluh lirna hari alau ia sccara sukorola kornooli ko yurisdibi tersebut setelah meninggolkannya.
(3) Sualu Pihak yang pcrsetujuannya telah dirninta bcrdasarkan oyal I (b) © alau (2) (a) Pa:--01 ini dafXJl maminta pcngiriman ~Hap dokumen atau peryataan selngaimana dimabud dafam Pasal 10. don soUap pcmyataan yang dibuat olch orang ;·ang di:--.r.:>rahl-::an mcng0nai ma:-..alah te~but.
I
I
I
I
PJ\S/\L 20
TRANSIT
( t) Hilorwtnn ::1';,l'()l(lflq obm cli:·.1~1nhi:nn b11nnc: !1tJnl11 r ·1lnnqqc:rnn hukurn oleh
·1uri:"',(lif.::;i h:.-ti'T'l b~r::ndo ~olu !
1ih~1}: nv:·bl1:i yuri:::dij::;i Pihr~~ ynnq lnin. Pilv.:?~
yang di2.ebul p:~rfarnCJ haru:.; rnrnninla izin b.?pada Pin0\:: yang lain unluk: transit orang ler~bul.
(2) Sesudah mcnerima perminlaan dimaksud. Pihak Dirninta harus mengabulkan pmmintaan terscbut bxuali ada alosan yang panlas untuk menolaknya.
(3) (zin untu( lran:;it torrna:;uk izin untuk: mcnahan orang ler:>-':.'bul selcma lran::;il.
hon.is lunduk p:Jda hukum Pihak Dirnintn.
('1) [H:a :;c$C?Orang :~cdcmq dilahcm rrn~rnrrul nyot (J) Pn:~I ir1i. Pihak: yr.ng dalam
yuri~dibinya orcmg ilu ~..t:><lnn~J dilahon dorxJl rncrr.crintah(m1 f'X)m~ba:;an omnu k~r:;r::-but jika rcn~1nn9~ulmlf1('() tidok dikrnjutkon dalarn wok.tu yang laybk.
(5) Piha\:: l::opada :;iop:J ~~rxJmng a\::an di:;r:-rahkan haru5 rncmbayar l::cmbali
kcpoda Piha\:: ycng loin :~liap bioyo y~r.lCJ dib.:-lumkcm oleh Pihak ler-J0bul
oorkcnaan dcn~1an lron:;it.
PAS/\L 21
PERUBAHAN
Setiap pcrubahan r-x1da Pcrsctujuan ini dopat disepakali olch Para Pihak dan akan berlal:u p:lda langgal yang ditenlukan dalam pmtukaran nola tertuJis d!anfara Para Pihak. yang menunjuk:kan rohwa sernua prosedur yang diperlukan sudah djlengkapi oleh mereka, lermasuk dalam hal Hong Kong, penegasan bahwa pomminlah bcrdaulat yang oortanggung jawab alas urusan luar negeri berkenaan dengan Hong Kong, sudah mernoorikan pqrselujuan afas p0rulxihan terse but.
_J
- _15 -
PJ\SAf~ 22
PENYLU:Sl\IAN PEJ1SEJJSU IAN
Sr::!liap pn.r:-Pli~ihon ynn~J limbul r.menn pcri(Jr!~iron alau irnplmnenlasi Perselujuan ini akan di'.'"desaikan rnetalui konsullasi atau ~rundingan antara Para Pihak. Jika p-::?rselisihan ler:;ebul lidak dapal diSt?lesaH::an rrv?lalui konsuJtasi atau perundingan anlara Pora Pihak. maka akan diselesaikan melalui k:onsultasi atau perundingan anlara Pemerinlah Indonesia dan ~rnerinlah bt:irdaufal yang bartar.ggung jawab atos uruxm luar neg0r:i bcrhmaan dengan Hong Kong.
1·
I
P/\SAL 23
MUlAI BERLAKU. PENGHENT1AN SEMENT AR/\ DAN BEJi/\Kl-llRJ'fY A PERSETIJJUAN
(I) Perselujuan ini akan muk:i l~rlaku liga puluh hari scsudoh lcnggal p::lda wokltt Pnrn Pihor~ ~;olinq m0ml;.t"\rtfnhukon ~.r,-ccnn fi:-rfuli!; lx1hwn ~yornt-sycirol l_:,,."' ... r lo Y. u fl'f<l Pr. r :-,.,. I 1 1j1 ,,, n in i Ir.~ Ir J h di! ~ '1111 hi.
(7.) Kcl€nluan-b~lc:mlunn c.!olmn P0r~1 .. tujuan · ini akan b0rlaku bagi pom1intaa:i yang dibual sesudoh muloi b:-'rbhmya Pn.r~P.lujucn ini lanfXJ memperhatikan
(CJ rl~JUCJ f dilob1hmn.,-n r:dcrnqqoron huY.um ym~q lr.rcnnlurn dalarn pcrminlaan.
(:I) Ticp Piha~ dor.ql rm~rt9~:r~r~likrrn ~mrn:-nlom ntm1 rmmgakhiri oorlnkunya Per-..;otujuor1 ini :;r~rinp •1:nk1u ucr:qon m,_,ml~!riloh11kon k~r-<rdo pihok: yon;7 loin rnelolui :;alumn ~'~'bogoirmmo din!lir dolnrn oyul (I) Pa:;al 10. Pcnghent!an o\:an l:<~rlob1 rodo :;n nl dilr.rimonyn r<:rnhcrilohuon yrmg relavan. Dolom hol r-11.:>m_J ok-hir~rn rnoko p,~r:;r~ltrjuort ini akort Iida\: b'Jrk:b1 logi rx1do hari kc:>r..)m\u:; ddorYrn pt1l1Jh :-.r;~:i:doh rliterirnonyo p1mb0r i-lahurrn un\u~
mongakhiri P<.n:-,.,~lujuort.
Sd.x1uoi b11\::li yrn1q lx~rtondu1onq(Jrt dan·.-01oh ini. ;·orig <lih,~ri bm:;a pm1uh
okh p,~rnc~ri11\oh r;H1:;inq·rna:;inJ li.'loh rw~nondokmgcrni P0r:Y-~lujuon ini.
- ~ 1 .
- ) I -
Dibuat dalam rangkap dua di Hong Kong langgal lima Mei hari Serun seribu
sembilan mtus sembilan puluh tujuh dalam ooha:...a rndonesia. Inggris. dan China, setiap naskah rnempun;·ai kerualan hukum yang sarna.
Republik lndom~sio :
Bogir Mcmcm
Untul::: r0mn.rintah
HCJng Kon~J :
I
I , -
/ /
,\CREEi\IFN·1· BE.r\VEEN
TllE GOVEHN;\tENT OF TflE REPUJJLIC OF INDONESJ..\
r\N ll THE <;OVEJlN!\f ENT OF HONG h.~ONG
FOH TllL SUHHENDFR OF Hl(;ITIVE OFFENDEnS
The Government (if !fw l~qwbli1~ of Indonesia and the (iovnnrucnt of Hong Kon~!. the la!!cr h:i •.-i rw ken du I y :wtlrnri scd lo con cl ud~ this ~-\g.rcement by
!h<.'. sovncig.n ~0\'l'l lllllCFlt which i:; I t:SJ)(rn~;jhk for !he fon~ig_ll i1ffairs rdati11g.
t n I I n 11 .!-'. J( n 11 .! ~
[ksirin~ to rn:1kc provision t·or the r~:ciproc:tl surrender of fugitive offenders:
.:\ffirming their rcspt~ct for t~:1ch otht'.r's k~;1I system wd judicial institutions:
I (ave ;1grccd as foll~)ws :
OBl,f(; .. \TIO~ TO ~l'.IU~E~DEH
TIH: (';uti~::; :•p11··.~ to :;1111•'.1Hl--r !q ·~:l1:li 1Jth1·r. :;11h_j1.'. 1:: to the JH0vi'.iions l;tid dmv11 in this ,\:_~1cerne111. ~rny person \',ho is found in the jurisuiction or I h c R c q ll cs t t: d I';\ I t y ;t 11 d \ \ h () i '.) \\' ; lll I c d I> y r I 1 c R e fj u est i n g I' il rt y ro r pro~ccutio11 or for the i111po:)r·riori or enforcement or a sentence in respect or
;rny offtncc which !:ill:' 111H.kr rile j111 ;'.,diet iorYof lhL· latter Party ~nd ,..,.hich is dcscrilxd in 1\rtick :-? of tlti~; 1\~n_:c111i:11r
!
~ .-
~
.~ I
\,
AnTICLE 2 OFFENCES
(I) Surrentkr sh;1ll bt~ g.1 anted for an offence coming within any of the following ticscriptio11s of offences in so for as it is according to the la\vs of b('th Parties punishiil'k hy imprisonment er other form of detention for more than one ye~n. or hy :1 more si~\'~rc p~nalty :
( I ) 111111dcr or 111a11~laugh!n. i11cl11di11g criminal negligence causing.
, k; i 1 Ii : , · , ii p: 1 h k h o 111 i , · i d , · . : 1 ~ ~ ,; : 1 u I t ''• i t Ii i 11 rt~ n r r n i: om r n i t m m d:..: r
;1iding. :1bctting .. counselling or ptocuring suicide
(~) 111;tlici<'11sly wounding: mair11ir.1g: inflicting gric.:vous or acrual bodily liann: nssault occnsioning. actual bodily harm: threats to kill: intentional or reckless rndangering or lifo whether by means or a weapon. a danµcrous substance or othcnvisc:
offence:; relating ro unl:\\vf11l \•,ounding. or injuring
( ·l) offence; of a SL'.'\tl;tl 11;H111 C inrludin~ rap~: SC~ll~tl a~sault:
ind~cc111 assault: unlct\vful sexual ~ct~ on children: stalutorv
Sl:.'\U;t\ rifknC'..~S
(5) gross 111tkc~nc~· \'.'ilh ;l child. a 1m:ntal tkfcctivc or an
1111COi1 S '; I O II S p :...T~ 0 ii
( (,)
(7)
kidnapping: ;;l>duclinn. f:il:-;:.· irnprisonmenl: 1111lav .. ·fur c 0 fl r1 !\ c rtl e 111 : d ~ : ti i I\!_'. {) I t I ; tf I i d: i ll ~.:.'· i II '.-;I ; I\ c ~; () r () l he r p e r ~; 0 ll s:
1;1ki11g ;1 hostag.c
(8) ollcncc:; ag;1insr rhc la\v rclali11g to dangerous drugs including
narcotics and psychotropic sob~::rnct::\
- - - -
- - --
-- ,, .) -
(9) ob~aining property 0r pecuniary advantage by deception; theft;
robbery: burg.lmy (including breaking and entering)~
c111 bcnkm~nt bbc km;1 ii: extortion: unl;nvful handling or rcr !·ivinf', of p1orw1tv; fol·~,~ acc:r>11nting; ;rny other offence in 1e'..pec t n f pr op ct I y nr f i ~ca I rna rte rs i nvol vi ng fraud: any ofknce :l.!_!.ainst the l;nv relating to unlawful dt.:privation of property
( I 0) offences Clgainst b~rnkruptcy law or insolvency
(I I) offrnccs a~!_ninsr rhe law 1el:iti11g to companies including
<~ff,·ncc" co111mi11cd h,· oflicns_ dir~ctors_ and promoters ( 12) illl'.' ofkncr~ rclatin~ 10 counrcrrciring: any off~m:c against the
fa1.·.- rl'.lating ro forg 1 ~ry or uttering. \\h;)t is forged
( 13) an nllt~nce ag_ainsf the ltt\VS relating. lo protection of intellectual pr1'pcrty. cnpy1i1•lit·~- patent~ or trad~mark~
( f .J) an ollcncc ~1gainst thr~ l<tw 1ebting to bribe1~:. corrnption. s~cn:(
commissions. and bn~ach of tru5t ( I 5) pc rj ll I y ;111d SU horn ;H ion () r pcrjmy
{I(,) offc~nct:s relating fo tile 1wrn·rsion or obstruction of the course:
of' i11sticc
( 17) 11r:·.rrn: crimitwl d:1111;1~1~ or rnischid' including mischit:f 111
rcl;ition ro .cornpufcr dat;1
( 18) an offence against rhe l:l\v rclnting lo firearms
( 19) i!fl offcnct.: ;ig;1insr the law r'darirrg to <..'splosin:s
(:20) ;rn o!Tcncc ;igainst l;\\\'S relating to environmental µollution or pr nice lion or public hc;!l!h
(21) mnt!ny or ~ny· mutinous ~ct commitrc<l on hoard~ vessel at st:a
lo
I
- :i -
(:2) p1r;-11~y involving ships or aircraft. according ro international I aw
( 2.J) unl:l\vful seizure or exercise of control of an aircraft or other mc:;11\S of transpot tat ion
(1-l) focilit11ti11g or pcrmittinµ the escape of n pason from custody an qfknc'~ a~ainst the litw'.) rclatin~ to the control of
·~··