• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KADAR GAS O3 (OZON) DI UDARA AMBIEN PADA SALAH SATU PERUSAHAAN CONTAINER DI BELAWAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV- VISIBLE OLEH:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS KADAR GAS O3 (OZON) DI UDARA AMBIEN PADA SALAH SATU PERUSAHAAN CONTAINER DI BELAWAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV- VISIBLE OLEH:"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KADAR GAS O3 (OZON) DI UDARA AMBIEN PADA SALAH SATU PERUSAHAAN CONTAINER DI BELAWAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-

VISIBLE

OLEH:

WILDA PARISTI NASUTION 162410006

PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS FARMASI DAN MAKANAN

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2019

(2)

i

(3)
(4)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Allah SWT,atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat pada waktunya.Tugas Akhir ini berjudul “Analisis Kadar Gas Ozon di Udara Ambien Pada Salah Satu Perusahaan Container di Belawan dengan Metode Spektrofotometri Sinar Tampak”.

Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan kepada penulis,sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini sebagaimana mestinya dan pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ibu Prof. Dr. Masfria, M.S., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas

Sumatera Utara

2. Bapak Popi Patilaya S.Si., M.Sc., Apt selaku Ketua ProgramStudi Diploma III Analis Farmasi dan Makanan Fakultas Farmasi USU

3. Ibu Yuandani, S.Farm., M.Si., Ph.D., Apt.selaku Dosen Pembimbing yang telah mengarahkan dalam penyusunan laporan ini

4. Bapak Dr. Amar Muntaha, SKM., M.Kes. selaku Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Medanyang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kegiatan PKL

5. Ibu Meirinda, ST., M.Kes.selaku Kepala Instalasi Pendidikan dan Pelatihan BTKLPP yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan PKL

(5)

6. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Farmasi Program Studi Diplima III Analis Farmasi dan Makanan yang berupaya mendukung kemajuan mahasiswa.

7. Orangtua saya Bapak Sakti Nasution dan Ibu Paridah Hanum Dly serta adik saya Amrullah Dly tidak henti-hentinya memberikan dukungan doa dalam bentuk moral,materil sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.

8. Sahabat-Sahabat terbaik Dedek Meilinda,Yeni Sarah,Maudina Audila,Bintang Turnip dan teman-teman satu kelompok Pkl di BTKL-PP Kelas 1 Medan Kami menyadari dalam Penulisan Tugas Akhir ini tentulah terdapat banyak kekurangan serta masih jauh dari kesempurnaan. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran membangun demi meningkatkan mutu penulisan tugas akhir di masa yang akan datang

Akhir kata penulis sangat berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang memerlukan,Amin.

Medan, Mei 2019 Penulis,

Wilda Paristi Nasution NIM162410006

(6)

v

ANALISIS KADAR GAS (O3) DI UDARA AMBIEN PADA SALAH SATU PERUSAHAAN CONTAINER DI BELAWAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE

ABSTRAK

Latar Belakang : Ozon adalah alotrop yang sangat reaktif dari oksigen atmosfer di mana molekul terdiri dari tiga atom oksigen. Ozon memiliki dampak baik untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi ini. Dampak baik di hasilkan secara fotokimia di stratosfer di yakini melindungi kehidupan bumi dari paparan berlebih sinar ultraviolet. Dampak dari penipisan lapisan Ozon dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia dan dapat memicu terjadinya pemanasan global Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar gas ozon yang berada

pada udara ambien di salah satu perusahaan container di Belawan.

Metode :Metode yang di gunakan untuk menganalisis sampel tersebut adalah metode Spektrofotometri sinar tampak. Sampel di peroleh dari salah satu perusahaan container di Belawan dengan nomor sampel 254,255/F/UA/13/02/19.

Hasil : Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kadar gas ozon pada udara ambien di salah satu perusahaan container di Belawan dengan nomor sampel 254 yaitu 22,375µg/Nm3 dan nomor sampel 255µg/Nm3 memenuhi persyaratan maksimum

yang telah di tetapkan sesuai dengan PP.RI.No.41 Tahun 1999 Kesimpulan : Dapat di simpulkan bahwa kadar gas ozon pada udara ambien di

salah satu perusahaan container di Belawan memenuhi persyaratan yaitu yang sesuai dengan PP.RI.No.41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dengan nilai masimum yang ditetapkan yaitu 1 jam 235µg/Nm3 dan 1 tahun 50µg/Nm3

Kata Kunci :Ozon,Pemanasan Global,Spektrofotometri.

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan ... 2

1.3 Manfaat ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 3

2.1 Udara ... 3

2.1.1 Pencemaran Udara... 4

2.1.2 Penyebab Pencemaran Udara ... 5

2.1.3 Pencemaran Udara Primer ... 5

2.1.4 Pencemaran Udara Sekunder ... 7

2.1.5 Indikator Pencemaran Udara ... 8

2.2 Kualitas Udara ... 8

2.3 Ozon (O3) ... 8

2.4 Spektrofotometri ... 10

2.4.1 Cara Kerja Spektrofotometri ... 11

2.4.2 Alat Titrasi Spektrofotometri ... 12

(8)

vii

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN ... 13

3.1 Tempat... 13

3.2 Alat Dan Bahan ... 13

3.3 Alat ... 13

3.4 Sampel ... 13

3.5 Prosedur Percobaan ... 14

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 15

4.1 Hasil ... 15

4.2 Pembahasan ... 15

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 17

5.1 Kesimpulan ... 17

5.2 Saran ... 17

DAFTAR PUSTAKA ... 18

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman 4.1 Hasil uji analisis O3 ... ....15

(10)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman 1 Perhitungan ... 19

2 Baku mutu udara nasional (PP.RI.No.14 Tahun 1999)... 22 3 Alat yang di gunakan ... 23

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap,tergantung pada keadaan suhu udara,tekanan udara, dan lingkungan sekitarnya. Udara adalah juga atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di dunia ini.Dalam udara terdapat oksigen (O2) untuk bernafas, karbondioksida (CO2) untuk proses fotosintesis oleh klorofil daun dan ozon (O3) untuk menahan sinar ultraviolet. Susunan (komposisi) udara bersih dan kering, tersusun oleh nitrogen (N2) (78,09 %) volume, Oksigen (O2) (21,94%) volume, Argon (Ar) (0,93 %) volume, Karbondioksida (CO2) (0,032 % ) volume.Gas-gas lain yang terdapat dalam udara antara lain gas-gas mulia,nitrogen oksida,hidrogen,methana,belerang dioksida,amonia dan lain-lain.

Pencemaran udara pada suatu tingkat tertentu dapat merupakan campuran dari satu atau lebih bahan pencemar, baik berupa padatan, cairan, atau gas yang masuk terdispersi ke udara dan kemudian menyebar ke lingkungan (Wisnu,2001)

Udara di alam tidak pernah di jumpai dalam keadaan bersih tanpa polutan sama sekali.Beberapa gas seperti sulfur dioksida (SO2),hidrogen sulfida (H2S),Dan karbonmonoksida (CO2)selalu di bebaskan ke udara sebagai produk sampingan dari proses alami seperti aktivitas vulkanik,pembusukan sampah tanaman,kebakaran hutan,dan sebagainya.Selain itu partikel partikel padat atau cair berukuran kecil dapat tersebar di udara oleh angin,letusan vulkanik atau gangguan alam lainnya.Selain di sebabkan oleh polutan alami tersebut,pencemaran udara juga dapat di sebabkan oleh aktivitas manusia (Philip,2004).

(12)

2 1.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari di lakukannya percobaan ini adalah mengetahui kadar gas O3 di udara ambien pada salah satu perusahaan container di Belawan

1.3 Manfaat Percobaan

Manfaat dari di lakukannya percobaan ini adalah dapat mengetahui dan mempraktekkan langsung metode yang di lakukan oleh BTKL-PP (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) pada udara ambien, untuk mengetahui dampak pencemaran pada lingkungan sekitar perusahaan container di belawan, dan untuk mengetahui apakah kadar gas O3 udara ambien baik atau tidak untuk para pekerja

(13)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Udara

Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi.Udara di alam tidak pernah ditemukan bersih tanpa polutan sama sekali.Sebagai massa udara,atmosfer yang tak tercemar merupakan kumpulan gas yang tak pernah konstan.Komposisinya senantiasa berubah dari waktu ke waktu serta dari sebuah tempat ke tempat yang lain,namun dalam keadaan yang kering atmosfer akan di dominasi empat gas, yaitu Nitrogen (77,5%), Oksigen (20,94%), Argon (0,93%), Karbon Monoksida (0,032%) (Astri,2005).

Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi adalah air dalam bentuk uap H2O, dan Karbondioksida (CO2).Jumlah uap air yang terdapat di udarabervariasi tergantung dari cuaca dan suhu.Konsentrasi (CO2) di udara selalu rendah,yaitu sekitar 0,032%.Konsentrasi (CO2)mungkin naik tetapi masih dalam kisaran beberapa per seratus persen,misalnya proses-proses yang menghasilkan (CO2)seperti pembusukan sampah tanaman,pembakaran, catau di sekitar kumpulan massa manusia di dalam ruangan terbatas,yaitu karena pernafasan manusia.Konsentrasi (CO2) yang relatif rendah di jumpai di atas kebun atau ladang tanaman yang sedang tumbuh.Konsentrasi yang relatif rendah ini disebabkan oleh absorbsi (CO2)oleh tanaman selama fotosintesis dan karena kelarutan (CO2) di dalam air(Philip,2002).

(14)

4 2.1.1 Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah hadirnya satu atau beberapa kontaminan di dalam udara atmosfer,seperti antara lain debu,busa,gas,kabut,bau-bauan,asap atau uap dalam kuantitas yang banyak dalam berbagai sifat maupun lama berlangsugnya di udara tersebut,hingga dapat menimbulkan gangguan-gangguan terhadap kehidupan manusia,tumbuhan,hewan, maupun benda,atau tanpa alasan jelas sudah dapat mempengaruhi kelestarian kehidupan organisme maupun benda (Philip, 2002).

Sedangkan berdasarkan keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENKLH/1988,yang di maksud dengan pencemaran udara adalah masuk atau di masukkannya makhluk hidup,zat,energi atau komponen lain ke dalam udara,berubahnya tekanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau proses alam,sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesui dengan peruntukannya (Philip,2002).

Menurunnya kualitas udara akibat terjadinya pencemaran di suatu wilayah seringkali baru di rasakan setelah dampaknya menyebabkan gangguan kesehatan pada makhluk hidup,terutama pada manusia.Untuk mengetahui terjadinya pencemaranudara secara dini,telah digunakan berbagai teknologi pengendalian pencemaran udara yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit (Astri,2005).

2.1.2 Penyebab Pencemaran Udara

Pencemaran udara pada suatu tingkat tertentu dapat merupakan campuran dari satu atau lebih bahan pencemar yang terdispersi ke udara dan menyebar ke lingkungan sekitarnya.kecepatan penyebaran ini tergantung dari keadaan geografi dan meteorologi setempat.Secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam,yaitu;

(15)

1. Faktor internal yang terjadi secara ilmiah,contohnya;

a) Abu/debu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi termasuk gas gas vulkanik

b) Proses pembusukan sampah organik c) Kebakaran hutan

2. Faktor Eksternal karena ulah manusia,contohnya;

a) Hasil pembakaran bahan bakar fosil b) Debu dan gas-gas akibat aktivitas industri

c) Pemakaian zat-zat kimia seperti pestisida yang di semprotkan ke udara (wisnu,2001)

2.1.3 Pencemaran Udara Primer

Pencemaran udara primer yaitu semua pencemar di udara yang ada dalam bentuk yang hampir tidak berubah,sama seperti pada saat di bebaskan dari sumbernya sebagai hasil dari proses tertentu.Pencemar udara primer yang mencakup 90% dari jumlah pencemar udara seluruhnya,umumnya berasal dari sumber sumber yang diakibatkan oleh aktivitas manusia,seperti dari industri (cerobong industri) di mana dalam industri tersebut terdapat proses pembakaran yang menggunakan bahan bakar minyak/batu bara,proses peleburan/pemurnian logam,dan juga dihasilkan dari sektor transportasi (mobil,bus,sepeda motor).Dari seluruh pencemar primer tersebut,sumber pencemar yang utama berasal dari sektor transportasi,yang memberikan andil sebesar 60% dari pencemaran udara total.Pencemar udara primer dapat digolongkan menjadi lima kelompok yatu:

a) Karbondioksida (CO2)

(16)

6

Karbonmonoksida merupakan merupakan suatu komponen gas yang tidak berwarna,tidak berbau,dan tidak mempunyai rasa.Komponen ini mempunyai berat sebesar 96% dari berat air dan tidak larut di dalam air.Karbonmonoksida yang terdapat di alam terbentuk dari salah satu proses pembakaran yang tidak sempurna terhadap karbon atau komponen yang mengandung karbon.Pada suhu tinggi,karbondioksida terurai menjadi karbonmonoksida dan atom O

b) Nitrogen Oksida (NO2)

Nitrogen oksida merupakan gas yang terdapat di atmosfer,terdiri dari gas nitrit oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2).Kedua gas ini yang sering di jumpai sebagai polutan udara.(NO2) merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya (NO2) mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam.Oksida yang lebih rendah yaitu (NO) terdapat di atmosfir dalam jumlah lebih besar dari (NO2).Pembentukan (NO) dan (NO2) mencakup reaksi antara nitrogen dan juga oksigen di udara sehingga membentuk (NO),kemudian antara (NO) dengan lebih banyak oksigen (NO2). Udara mengandung 80% volume nitrogen dan 20% volume oksigen

c) Hidrokarbon (HC)

Komponen hidrokarbon hanya terdiri dari elemen hidrogen dan karbon.Beribu-ribu komponen hidrokarbon terdapat di alam,dimana suhu kamar terdapat dalam tiga wujud,yaitu padat,cair,dan gas.Sifat fisik dari masing masing bentuk dipengaruhi oleh struktur molekulnya,terutama jumlah atom karbon yang menyusun molekul hidokarbon tersebut.Berdasarkan

(17)

struktur molekulnya,hidrokarbon dapat di bedakan menjadi tiga kelompok yaitu: hidrokarbon alifatik,hidrokarbon aromatik,hidrokarbon alisiklis

d) Sulfur Oksida

Pencemaran sulfur oksida disebabkan oleh dua komponen gas yang tidak berwarna,yaitu sulfur dioksida (SO2), dan sulfur trioksida (SO3).Sulfur oksida mempunyai karakteristik bau yang tajam dan tidak terbakar di udara

e) Partikel

Polutan udara,disamping berwujud gas,ada pula yang berwujud partikel kecil padat dan droplet cairan yang terdapat dalam jumlah cukup besar di udara.Komponen partikel dan bentuk umum yang terdapat di udara seperti:

besi,magnesium,calsium,aluminium,dan lain-lain (philip,2002) 2.1.4 Pencemar udara sekunder

Pencemar udara sekunder adalah semua pencemar di udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara dua/lebih kontaminan/polutan.Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan hasil antara polutan primer dengan polutan lain yang ada di udara. Reaksi-reaksi yang menimbulkan polutan sekunder diantaranya adalah reaksi fitokimia dan reaksi oksida katalis.Pencemar sekunder yang terjadi melalui reaksi fitokimia,misalnya oleh pembentukan ozon,yang terjadi antara molekul-molekul hidrokarbon yang ada di udara dengan (NO) melalui pengaruh sinar ultraviolet dari matahari.Sebalikya pencemar sekunder yang terjadi melalui reaksi-reaksi oksida katalis diwakili oleh polutan-polutan berbentuk oksida gas yang terjadi di udara karena adanya partikel-partikel logam di udara yang berfungsi sebagai katalisator yang dapat menyebabkan pembentukan ozon dan senyawa-senyawa peroksida (Philip,2002).

(18)

8 2.1.5 Indikator Pencemaran Udara

Indikator yang paling baik dalam menentukan derajat suatu kasus pencemaran udara adalah dengan cara mengukur atau memeriksa konsentrasi gas sulfurdioksida yang merupakan gas pencemar di udara ysng konsentrasinya paling tinggi di daerah kawasan industri dan daerah perkotaan,indeks asap,partikel debu yang berupa partikel-partikel berupa debu dan arang yang berasal dari pembakaran sampah dan industri,karbon monoksida yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar minyak,ozon yang dihasilkan akibat kerja sinar matahari terhadap asap pembangunan kendaraan bermotor,nitrogen dioksida yang disebabkan aktivitas gunung berapi,timbal yang sering di gunakan untuk menambah kekuatan dan kecepatan mobil (Budiman, 2005)

2.2 Kualitas Udara

1. Udara Emisi yaitu: sisa-sisa dari hasil pembakaran bahan bakar a) Udara Emisi Diam:contohnya adalah cerobong pabrik b) Udara Emisi Bergerak:contohnya adalah knalpot kendaraan

2. Udara Ambien yaitu: udara bebas yang berada pada permukaan bumi di lapisan atmosfer

3. Udara Indoor yaitu: udara yang ada di dalam ruangan area kerja seperti kantor dan rumah (Philip, 2002)

2.3 Ozon (O3)

Ozon adalah alotrop yang sangat reaktif dari oksigen atmosfer biasa di mana molekul terdiri dari tiga,bukan dua,atom oksigen.Seperti banyak hal lain di dunia,ozon baik atau buruk,bermanfaat atau berbahaya.Di sisi positif ,ini di hasilkan secara fitokimia di stratosfer dan diyakini melindungi kehidupan di bumi

(19)

dari paparan berlebih dari ultraviolet dan radiasi energi tinggi yang lainnya.Ozon sebagai zat kimia,ozon berasal dari kata yunani yaitu “ozein” yang berarti mencium (Bailey, 1978)

Sinar ultraviolet yang tidak di filter oleh lapisan ozon akan berbahaya bagi manusia Selain dari itu sinar ultraviolet yang tidak di filter oleh lapisan ozon,sesampainya di atmosfer permukaan bumi akan menjadi panas,yang mengakibatkan kenaikan suhu bumi.Kenaikan suhu bumi akan mengakibatkan berkurangnya kenyamanan hidup di planet bumi ini.Di samping itu kenaikan suhu bumi juga akan menyebabkan naiknya permukaan air laut yang mengakibatkan beberapa kota di tepi pantai akan tenggelam.Hal ini terjadi karena mencairnya es di kutup.Ozon yang ada pada lapisan atmosfir bawah sekitar 0,02 ppm,sedangkan ozon yang ada di lapisan atmosfir atas (lapisan stratosfir) sekitar 0,1 ppm.Kerusakan lapisan ozon di sebabkan karena bereaksi dengan radikal chlor.Radikal chlor berasal dari senyawa CFC (Chloro Flouro Carbon),yang banyak di gunakan sebagai bahan pendingin AC,lemari es,dan juga di gunakan pada bahan penyemprot insectisida,penyemprot cat,penyemprot rambut,dan penyemprot parfume serta pada pelarut bahan pencuci kering (dry cleaning).Senyawa CFC lebih di kenal dengan nama dagang freon (Wisnu, 2001) Di lapisan stratosfir,ozon terbentuk secara alamiah dari molekul oksigen (O2) melalui reaksi fitokimia,yaitu reaksi kimia yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi,sehingga terjadi kesetimbangan dinamis di lapisan stratosfir tersebut(yaitu dengan secara kontiniu terbentuk dan terurai).Untuk reaksi tersebut di butuhkan energi yang besar.Karena itu dalam pembentukan ozon dari molekul oksigen dibutuhkan sinar ultraviolet dengan gelombang pendek.Ozon juga

(20)

10

merupakan oksidan yang kuat,beracun,dan merupakan pembunuh jasad renik yang kuat pula.Karena itu ozon di gunakan sebagai bahan suci-hama untuk air minum,misalnya dalam produksi air minum dalam kemasan.Ozon mempunyai rumus kimia (O3),yang menyerupai rumus kimia oksigen (O2) dengan sebuah atom oksigen lebih banyak sehingga berat jenis ozon 1,5 kali lebih besar dari berat jenis oksigen.Pada suhu kamar ozon berwujud gas.Ozon mengalami kondensasi pada suhu -112°C menjadi zat cair yang berwarna biru.Diatas 100°C ozon dengan cepat mengalami dekomposisi(Philip, 2002)

2.4 Spektrofotometri UV-Visible

Spektrofotometri UV-Vis adalah anggota teknik analisis spektroskopik yang memakai sumber radiasi elektromagnetik ultra violet dekat (190-380 nm) dan sinar tampak (380-780 nm) dengan memakai instrumen spektrofotometer(Mulja,1995).

Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer.Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorbsi.Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut di transmisikan,direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.Kelebihan spektrofotometer dibandingan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi dan ini di peroleh dengan alat pengurai,seperti prisma,grating ataupun celah optis.Pada fotometer filter,sinar dengan panjang gelombang yang di inginkan diperoleh dengan berbagai filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi mempunyai trayek panjang

(21)

gelombang tertentu.Pada fotometer filter,tidak mungkin di peroleh panjang gelombang yang benar-benar monokromatis,melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm.Sedangkan pada spektrofotometer panjang gelombang yang benar-benar terealisasi dapat diperoleh dengan bantuan cahaya seperti prisma.Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontiniu,monokromator,sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun dengan pembanding (Khopkar, 2008)

Spektrofotometri UV-Vis melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada molekul yang dianalisis,sehingga spektrofotometri UV-Vis lebih banyak dipakai untuk analisis kuantitatif agar mendapatkan perhitungan atau angka yang sesuai dengan apa yang di harapkan (Mulja, 1995)

2.4.1 Cara Kerja Spektrofotometri

Cara kerja spektrofotometer secara singkat adalah menempatkan terlebih dahulu larutan pembanding,misalnya blanko dalam sel pertama sedangkan larutan yang akan di analisis di tempatkan pada sel ke dua.Kemudian pilih potosel yang cocok 200 nm-650 nm (650 nm-1100 nm).Agar daerah λ yang di perlukan dapat terliputi.Dengan ruang fotosel dalam keadaan tertutup “nol” galvanometer dengan menggunakan tombol dark current,pilih yang di inginkan.Buka fotosel dan lewatkan berkas cahaya pada blanko dan “nol” galvanometer di dapat dengan memutar tombol transmitansi,kemudian atur besarnya pada 100%.Lewatkan berkas cahaya pada larutan sampel (Khopkar, 2008)

(22)

12 2.4.2 Alat Titrasi Spektrofotometri

Kali pertama spektrofotometer UV-Vis yang di perkenalkan untuk analisa kuantitatif adalah spektrofotometer UV-Vis dengan sistem optik radiasi berkas tunggal (single beam),dan kemudian dengan kemajuan elektronika mulai dipopulerkan spektrofotometer UV-Vis radiasi berkas ganda (double beam).

Beberapa sumber radiasi yang dipakai pada spektrofotometer UV-Vis adalah lampu deuterium, lampu tungsten, dan lampu merkuri. Radiasi deuterium dapat dipakai pada daerah panjang gelombang 190 nm sampai 380 nm (daerah ultraviolet dekat) karena dengan rentang panjang gelombang tersebut sumber radiasi deuterium memberikan spektrum radiasi yang lurus. Sedangkan untuk panjang gelombang 486 nm dan 651,1 nm memberikan dua garis spektra yang dapat dipakai untuk mengecek ketepatan panjang gelombang pada spektrofotometer UV-Vis (Mulja,1995)

Diperlukan kuvet sebagai alat titrasi istimewa yang mengisi sepenuhnya ruang kuvetspektrofotometer.Kuvet yang dipadai Unicam SP.500 yang dapat dibuat dari lembaran Perspex 5-mm,yang mempunyai ukuran 9,0×9,0×4,7 cm.Karena Perspex kedap terhadap cahaya ultraviolet,dibuat dua lubang dalam sel untuk dipasangi jendela kuarsa berdiameter 23mm tebal 1,5mm (Basset, 1994)

Kuvet atau sel merupakan wadah sampel yang akan dianalisis. Kuvet ada dua macam yaitu,kuvet yang permanen terbuat dari bahan gelas atau leburan silika dan kuvet diposible untuk satu kali pemakaian yang terbuat dari pelastik atau teflon.Untuk sampel yang berberntuk uap gas disediakan kuvet khusus yang tertutup rapat dengan bentuk segi empat panjang dan silindris (Mulja, 1995)

(23)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Tempat

Pemeriksaan kadar gas O3 di Udara Ambien di lakukan di laboratorium Fisika Udara Radiasi (FUR),Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Medan Jalan KH.Wahid Hasyim No.15,Medan Baru

3.2 Alat

Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah botol tempat contoh uji,bola hisap,botol berwarna gelap,labu tentukur (pyrex) 25 ml,perangkat komputer,pipet volume 25 ml,spektrofotometer UV-Vis,dan tisu

3.3 Bahan

Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah air suling 250 ml, kalium iodida

3.4 Sampel

Sampel yang digunakan pada percobaan ini adalah air dengan nomor sampel 254/F/UA/13/02/2019 dan 255/F/UA/13/02/2019. Sampel di ambil dari PT.Citra Jaya Belawan. Disiapkan sampel air yang akan di analisis,dikeluarkan sampel air dari botol dan di tempatkan di beaker glass,siapkan seluruh peralatan kerja yang akan di gunakan

(24)

14 3.5 Prosedur Percobaan

Di siapkan alat,bahan,dan sampel uji yang akan di analisis kemudian di masukkan sampel uji ke dalam beaker glass sebanyak 1 ml, kemudian di tambahkan air suling sampai batas 25 ml dan di homogenkan. Tambahkan larutan KI dan dihomogenkan. Di masukkan larutan sampel uji yang telah di tambah air suling dan KI ke dalam kuvet hingga penuh. Di hidupkan perangkat alat spektrofotometri UV-Visible,kemudian di tunggu selama 30-60 menit. Baca pada spektro dengan panjang gelombang 550 nm

(25)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Hasil analisis kadar gas ozon (O3) di udara ambien dengan nomor sampel,254/F/UA/13/02/2019 dan 255/F/UA/13/02/2019 adalah sebagai berikut

Tabel 4.1.Hasil Uji Analisis O3

No No Sampel Hasil

Spektrofotometer

Hasil Perhitungan

Keterangan 1 254/F/UA/13/02/2019 0,982 22,375µg/Nm3 Memenuhi

baku mutu 2 255/F/UA/13/02/2019 1,440 32,44µg/Nm3 Memenuhi

baku mutu

4.2 Pembahasan

Hasil dari analisis kadar gas ozon (O3) di udara ambien pada salah satu perusahaan container di Belawan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible, Pengukuran kadar ozon (O3) nomor sampel 254 adalah 22,375µg/Nm3, dan pengukuran kadar ozon (O3) nomor sampel255 adalah 32,44µg/Nm3. Angka ini menunjukkan bahwa kadar gas ozon (O3) yang di dapatkan memenuhi persyaratan yang di tetapkan oleh Peraturan Pemerintah RI.No.41 Tahun 1999 yaitu dengan nilai maksimum 1 jam 235µg/Nm3 dan 1 tahun 50µg/Nm3 dimana dari hasil yang di dapatkan aman bagi para pekerja di perusahaan container di Belawan (Kurniawan, 2017)

(26)

16

Udara adalah atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting untuk kehidupan di muka bumi ini. Udara juga merupakan campuran beberapa gas yang pembandingnya tidak tetap, tergantung pada keadaan suhu udara, tekanan udara, dan lingkungan sekitarnya. Dalam udara terdapat oksigen (O2) yang kita sebagai makhluk hidup bisa menggunakannya untuk bernafas, karbondioksida (CO2) untuk proses berfotosintesis oleh klorofil daun, dan ozon (O3) yang fungsinya untuk menahan sinar ultraviolet.Ozon (O3) merupakan bentuk oksigen yang sangat reaktif terdiri dari tiga molekul oksigen yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.Secara alamiah ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk satu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer. Dampak yang di hasilkan dari rusaknya lapisan ozon bagi makhluk hidup khususnya manusia diantaranya peningkatan kasus katarak pada mata, menurunnya tingkat kekebalan tubuh, dan memicu terjadinya kanker kulit yang disebabkan oleh paparan radiasi sinar ultra violet-B yang tidak tertapis lapisan ozon. Sebagai oksigen yang kuat,dapat merusak jaringan mukosa dan pernapasan manusia, hewan,dan tumbuhan saat konsentrasinya diatas 50 ppb (Wardhana, 2001)

(27)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan dan pembahasan yang telah di lakukan oleh penulis di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Medan,maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Hasil analisis gas (O3) yang di dapatkan dari no sampel 254 adalah 22,375 µg/Nm3 dan no sampel 255 adalah 32,44µg/Nm3

2. Hasil analisis (O3) hasil analisis yang di perolehmemenuhi persyaratan baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yang telah di tetapkan yaitu, 1 jam 235µg/Nm3dan 1 tahun 50µg/Nm3.

5.2 Saran

Sebaiknya pada penelitian selanjutnya dilakukan pengujian analisis kadar gas (O3)pada perusahaan obat maupun rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bahwa kadar gas (O3) di perusahaan obat maupun rumah sakit sesuai dengan hasil yang ada di PP.RI.No.41 tahun 1999.

(28)

18

DAFTAR PUSTAKA

Bailey,P.(1978). Ozonation in Organic ChemistryVolume 1.NewYork:

AcademiPress.Halaman. 1-2.

Basset,J,dan Denny.R.C.(1990). Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik Edis 4.Penerbit Buku Kedokteran.Halaman. 894-895.

Chandra,B.(2007).Pengantar Kesehatan Lingkungan.Jakarta: Buku Kedokteran.Halaman. 81.

Khopkar,S,M.(2008).Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press.Halaman. 225-228.

Kristanto,P.(2002).Ekologi Industri.Yogyakarta:Penerbit Andi Yogyakarta.

Halaman. 99-144.

Meyer,B.(1983).Indoor Air Quality. Washington: Wesley Publishing Company.

Halaman. 175-176.

Mulja,M.(1995). .Analisis Instrumental.Surabaya:Penerbit Airlangga UniversityPress.Halaman. 26-28.

Nugroho,A.(2005).Bioindikator Kualitas Udara.Jakarta:Universitas Trisakti.

Halaman. 7-9.

Wardhana,A,W.(2001). DampakPencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.Halaman 28-32.

(29)

Lampiran 1. Perhitungan kadar gas (O3) di udara ambien

Sampel dengan nomor 254/F/UA/13/02/2019

1. Menghitung Volume Contoh Uji Udara yang di dapat Rumus : V= × t × ×

Keterangan:

V = Volume udara yang di hisap (λ) f1 = Laju awal (λ/m)

f2 = Laju akhir (λ/m)

t = Lama pengambilan contoh uji (menit)

Pa = Tekanan Barometer (m/hg)

Ta = Temperatur/suhu data pengambilan contoh uji (°K) 298 = Temperatur suhu indoor normal 20°C

760 = Tekanan kondisi normal 1 atm (mm/hg) Dalam pengambilan sampel (O3) = 30 menit Diketahui; Suhu : 32,9°C

(O3) : 1,2 Tekanan :758,5 t : 30 menit Hasil ;

2. Konsentrasi (O3) di udara ambien

Rumus : C = (Standard ketentuan) Keterangan :

C = Konsentrasi (O3) di udara ambien

(30)

20

a = Jumlah (O3) dari contoh uji dengan melihat kurva kecil/hasi spektrofotometri

v = Volume udara pada kondisi normal 1000 (λ/m3) 0,7975 = Hasil standart yang telah di tetapkan Diketahui; Nomor sampel 254/F/UA/13/02/2019 a = 0,982

v = 35,00 Hasil;

µg/Nm Sampel dengan nomor 255/F/UA/13/02/2019

1. Menghitung Volume Contoh Uji Udara yang di dapat Rumus : V= × t × ×

Keterangan:

V = Volume udara yang di hisap (λ) f1 = Laju awal (λ/m)

f2 = Laju akhir (λ/m)

t = Lama pengambilan contoh uji (menit)

Pa = Tekanan Barometer (m/hg)

Ta = Temperatur/suhu data pengambilan contoh uji (°K) 298 = Temperatur suhu indoor normal 20°C

760 = Tekanan kondisi normal 1 atm (mm/hg) Dalam pengambilan sampel (O3) = 30 menit Diketahui; Suhu : 30,4°C

(31)

(O3) : 0,72 Tekanan :761,2 t : 30 menit Hasil ;

35,40 2. Konsentrasi (O3) di udara ambien

Rumus : C = (Standard ketentuan) Keterangan :

C = Konsentrasi (O3) di udara ambien

a = Jumlah (O3) dari contoh uji dengan melihat kurva kecil/hasi spektrofotometri

v = Volume udara pada kondisi normal 1000 (λ/m3) 0,7975 = Hasil standart yang telah di tetapkan Diketahui; Nomor sampel 255/F/UA/13/02/2019

a = 1,440

v = 35,40 Hasil;

µg/Nm3

(32)

22

Lampiran 2.Baku mutu dara ambien nasional PP.RI.No.41.Tahun 1999

(33)

Lampiran 3.Alat dan sampel yang di gunakan Alat Spektrofotometri UV-Visible

Sampel Uji

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa kegunaan riset eksploratif (penjajakan) adalah untuk mengetahui apakah permasalahan yang akan di riset dianggap masih relatif baru atau belum jelas, untuk

Sebuah slide presentasi pada aplikasi power point yang kita buat, akan lebih menarik Sebuah slide presentasi pada aplikasi power point yang kita buat, akan lebih

pemukiman/perumahan) yang memotong jalan lokal sekunder secara langsung. Oleh karena itu median harus ditutup. • Pilihan lokasi penempatan bukaan median untuk memfasilitasi

[r]

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keluhan wanita menjelang menopause.. Untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan

Merancang komunitas kota yang melibatkan prinsip teori kota, pertimbangan-2 aspek lingkungan dan rancangan dari berbagai type perumahan; didasarkan pada kajian teori kota dan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel X1 terhadp X2, X2 terhadap X3, X1 terhadap X4, X2 terhadap X4, X3 terhadap X4 pada karyawan Universitas

Abstrak —Tarot Wayang yang diciptakan oleh Ibu Ani Setyaningsih, adalah Kartu Tarot pertama yang pernah di publikasikan di Indonesia. Tetapi,