SHAREHOLDERS MEETING
Stocks Date Agenda
NIKL 21 July AGM
TFAS 21 July AGM
FISH 21 July AGM
DIVA 21 July AGM
CASH/STOCK DIVIDEND
Stocks Events IDR/Ratio Cum
KEJU Div 47 21 Jul
ASBI Div 5.7 22 Jul
STOCK SPLIT/REVERSE STOCK
Stocks Ratio O : N Trading Date
RIGHT ISSUE
Stocks Ratio O : N IDR Cum
ICBP Div 215 23 Jul
JSX DATA
Volume (Million Shares) 8,599 Support Resistance Value (Billion IDR) 6,584 5,000 5,100 Frequency (Times) 612,802 4,965 5,140 Market Cap (Trillion IDR) 5,854 4,920 5,200
Foreign Net (Billion IDR) 243.71
IPO CORNER IDR (Offer)
Shares Offer Listing
Market Review & Outlook
IHSG Koreksi -0.56% IHSG Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas (5,000-5,100).
Today’s Info
Trading Ideas
See our Trading Ideas pages, for further details
Harga Penutupan 20 July 2020
Saham Mkt US$ Rp
Telkom (TLK) NY 20.9 3,094
DUAL LISTING
Marketing Sales BSDE Rp 2.9 Triliun
SGRO Kaji Revisi Target Produksi
Realisasi OB DOID 29.1 Juta Bcm
ANJT Akan Tingkatkan Penjualan
INAF Optimis Catatkan Laba 2020
ISAT Alokasikan Laba untuk Belanja Modal
Market Close +/- Chg % GLOBAL MARKET Kode Rekomendasi Take Profit/Bottom Fishing Stop Loss/Buy Back EXCL B o W 2,960-3,000 2,760 SMGR B o W 9,725-9,825 9,075/8,875 ASII S o S 4,800-4,700 5,500 LSIP Trd. Buy 1,020-1,050 950 MIKA B o W 2,400-2,440 2,230 IHSG 5,051.11 -28.48 -0.56% Nikkei 22,717.48 21.06 0.09% Hangseng 25,057.99 -31.18 -0.12% FTSE 100 6,261.52 -28.78 -0.46% Xetra Dax 13,046.92 127.31 0.99% Dow Jones 26,680.87 8.92 0.03% Nasdaq 10,767.09 263.90 2.51% S&P 500 3,251.84 27.11 0.84% Description Last +/- Chg %
Oil Price (Brent) USD/barel 43.28 0.1 0.32%
Oil Price (WTI) USD/barel 40.81 0.2 0.54%
Gold Price USD/Ounce 1811.06 0.6 0.04%
Nickel-LME (US$/ton) 13194.00 14.0 0.11%
Tin-LME (US$/ton) 17408.00 14.0 0.08%
CPO Malaysia (RM/ton) 2754.00 55.0 2.04%
Coal EUR (US$/ton) 48.75 0.0 0.00%
Coal NWC (US$/ton) 53.90 -0.6 -1.10%
Exchange Rate (Rp/US$) 14785.00 82.0 0.56% Reksadana NAV/Unit Chg 1M Chg 1Y
MA Mantap 1,741.5 0.01% 5.73%
MD Asset Mantap Plus 1,411.5 -0.01% 0.03%
MD ORI Dua 2,380.6 0.38% 13.03% MD Pendapatan Tetap 1,336.6 0.00% -0.12% MD Rido Tiga 2,665.9 -0.11% 13.08% MD Stabil 1,339.1 1.79% 4.83% ORI 1,491.6 -3.57% -30.22% MA Greater Infrastructure 956.2 -1.50% -0.90% MA Maxima 821.4 -1.11% -0.49% MA Madania Syariah 1,155.8 -0.35% 14.56% MD Kombinasi 597.8 -0.97% -0.59% MA Multicash 1,591.2 -0.05% 6.54% MD Kas 1,707.4 0.05% 14.34% KEY DATA Reksadana NAV/Unit Chg 1M Chg 1Y
Market Review & Outlook
IHSG Koreksi -0.56%. Proyeksi kinerja perbankan yang memburuk di tahun ini serta pelemahan
nilai tukar Rupiah membuat IHSG mengalami koreksi sebesar -0.56%, ditutup di level 5,051 pada perdagangan Senin (20/7) kemarin. Saham yang menjadi market leader adalah BBCA (+0.3%), KLBF (+1.4%) dan SMGR (+1.1%); sementara saham yang menjadi market laggard adalah BBRI (-1.6%), ASII (-1.9%) dan BMRI (-1.4%). Namun demikian, meski IHSG terkoreksi investor asing jus-tru mencatatkan posisi net buy sebesar IDR 243.7 miliar dengan pembelian terbanyak di saham BBCA (IDR 97.4 miliar), ICBP (IDR 42.2 miliar) dan ASII (IDR 13.4 miliar). Sejumlah perbankan mulai mengajukan revisi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) terkait pandemic COVID-19, yang mana pengu-curan kredit akan banyak terpangkas sementara potensi terjadinya kredit macet naik. Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap USD melemah sebesar -0.62% ditutup pada level IDR 14,710/USD di
spot market.
Berita positif dari Cina terkait tingkat suku bunga pinjaman (loan prime rate) yang tidak dinaikan serta pelonggaran bagi perusahaan asuransi Cina untuk menempatkan investasi di saham lebih banyak (menjadi maksimal 45% dari total portfolio) membuat Shanghai Composite Index naik +3.11% dan CSI 300 +2.98%. Namun demikian, pasar saham Asia secara keseluruhan ditutup mix akibat data ekspor Jepang di bulan Juni turun -26.2% YoY. Indeks Nikkei 225 ditutup naik tipis +0.09%, Hang Seng -0.12% dan KOSPI -0.14%.
Dari Wall Street, kenaikan saham saham teknologi menjadi driver utama pada perdagangan sema-lam dimana indeks NASDAQ ditutup naik +2.5% sementara DJIA +0.03% dan S&P500 +0.84%. Harga saham Amazon naik +7.9% sementara IBM +4.7%. Saham saham perusahaan farmasi seperti Pfizer dan BioNTech juga mengalami kenaikan seiring optimisme pengembangan vaksin COVID-19.
IHSG Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas (5,000-5,100). Sempat bergerak menguat pada
perdagangan kemarin, IHSG akhirnya ditutup melemah berada di level 5,051. Indeks berpotensi melanjutkan pelemahannya dan bergerak menguji level psikologis 5,000. Stochastic berada di wilayah netral dengan kecenderungan melemah. Namun jika indeks berbalik menguat dapat men-guji resistance level 5,100. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif, dengan kecenderungan melemah terbatas.
Today’s Info
Marketing Sales BSDE Rp 2.9 Triliun
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,9 triliun hingga semester I/2020. Pencapaian ini mencerminkan sebanyak 40 persen dari market-ing sales yang ditargetkan Rp 7,2 triliun sepanjang tahun 2020. Hasil ini juga menmarket-ingkat 6 persen di-bandingkan dengan perolehan Semester I/2019 lalu.
Segmen residensial masih menjadi penopang utama pra-penjualan pada semester I/2020, yakni se-nilai Rp1,6 triliun atau 57 persen terhadap total pra-penjualan.
Kontribusi segmen residensial diperoleh dari pengembangan klaster yang masih berlangsung, yakni klaster Mozia, The Savia, Greenwich, Vanya Park, Tabebuya, Nava Park, The Zora yang terletak di kota mandiri BSD City, Tangerang, disusul proyek Grand Wisata di Bekasi.
Sementara itu, pra-penjualan dari segmen komersial tercatat mencapai Rp1,1 triliun atau 37 persen dari total pra-penjualan padasemester I/2020. Penjualan ini terdiri dari penjualan lahan komersial di BSD City senilai Rp657,3 miliar, penjualan apartemen senilai Rp198,7 miliar, serta penjualan ruko sebesar Rp205,1 miliar. (Sumber:bisnis.com)
SGRO Kaji Revisi Target Produksi
PT Sampoerna Agro Tbk. tengah mengkaji untuk merevisi target produksi yang sudah ditetapkan pada awal tahun seiring dengan dinamika yang berkembang di industri sawit.
Pada tahun ini perseroan menargetkan kenaikan produksi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) sama dengan atau naik 5% dari realisasi pada 2019. Adapun pada tahun lalu, produksi CPO mencapai 385.079 ton CPO.
Di sisa tahun 2020, SGRO akan fokus terhadap optimalisasi produksi secara efisien dan sesuai proto-kol kesehatan dan keamanan Covid-19, serta efisiensi biaya. Hal itu dilakukan dengan tujuan keber-langsungan usaha di tengah pandemi Covid-19. Protokol kesehatan dan keamanan di kebun maupun pabrik perseroan tengah ditingkatkan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19.
Di sisi lain, SGRO optimistis kinerja penjualan akan menjadi lebih baik seiring dengan harga CPO yang tengah menguat dalam beberapa perdagangan terakhir. Adapun, penjualan CPO perseroan selu-ruhnya berasal dari penjualan domestik dan serapannya masih cukup baik walaupun cenderung flat. SGRO berharap harga CPO dapat bertahan di posisi ini hingga akhir tahun. Dengan demikian, kendati
permintaan yang stabil itu masih dapat ditutupi dengan margin yang lebih besar akibat harga yang berada di posisi lebih tinggi dan kinerja keuangan menjadi lebih baik (Sumber:bisnis.com)
Realisasi OB DOID 29.1 Juta Bcm
PT Delta Dunia Makmur Tbk. merealisasikan overburden removal (OB) sebesar 29,1 juta bank cubic meter (bcm) pada Juni 2020. Pada Juni perseroan telah mengupas 29,1 juta bcm. Jumlah itu naik tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu perseroan juga memproduksi batu bara sekitar 3,7 juta ton pada Juni. Jumlah itu naik 2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, selama semester I/2020 produksi batu bara mencapai 22,3 juta ton turun 8 persen dibandingkan semester I/2019. Adapun realisasi OB mencapai 168,4 juta bcm turun 11,87 persen dari
Today’s Info
ANJT Akan Tingkatkan Penjualan
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., akan meningkatkan penjualan seiring dengan kenaikan harga min-yak sawit atau crude palm oil (CPO) dalam beberapa pekan terakhir. Perseroan akan memanfaatkan momentum kenaikan harga CPO untuk memperbaiki kinerja di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat sentimen pandemi Covid-19.
Kendati demikian, ANJT belum akan melakukan perubahan target produksi karena pemulihan harga ke posisi yang lebih tinggi baru saja terjadi.
Perseroan akan melakukan evaluasi terkait perubahan harga CPO terhadap hal fundamental yang mengakibatkan koreksi positif untuk harga jual atau average sell price (ASP) perseroan. Dengan demikian, hingga saat ini proyeksi ASP perseroan belum ada perubahan dibandingkan dengan yang sudah ditetapkan pada awal tahun ini.
ANJT memperkirakan produksi perseroan pada tahun ini akan kurang lebih sama dengan produksi tahun lalu dengan pertimbangan dampak program peremajaan tanaman di dua kebun dan mulai pro-duksinya di Papua Barat.
Adapun, pada kuartal I/2020 perseroan memproduksi CPO sebanyak 51.811 ton, turun 0,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, ANJT juga mencatatkan penurunan volume penjualan CPO 2,6 persen menjadi sebesar 49.400 ton.
Sementara itu, ASP pada kuartal I/2020 sebesar US$625 per ton, lebih tinggi 33,5 persen daripada periode yang sama tahun lalu sebesar US$468 per ton. (Sumber:bisnis.com)
INAF Optimis Catatkan Laba 2020
PT Indofarma Tbk. optimistis akan kembali mencatatkan laba pada 2020. Bisnis alat kesehatan di-yakini akan menjadi penopang kinerja keuangan perseroan tahun ini. Pendapatan perseroan sampai dengan pertengahan 2020 didominasi dari lini alat kesehatan (alkes). Alkes yang dijual kebanyakan peralatan terkait Covid-19.
Perseroan masih akan meluncurkan tujuh produk alkes pada akhir Juli 2020. Pengembangan itu me-manfaatkan fasilitas yang telah dimiliki perseroan. Ditargetkan perseroan dapat mengantongi penda-patan Rp1,645 triliun akhir 2020. Dari situ, bottom line atau laba bersih diperkirakan mencapai Rp30 miliar.
Berdasarkan 2019 yang telah diaudit, INAF mencetak laba Rp7,96 miliar atau berbalik dari posisi rugi pada tahun sebelumnya sebesar Rp32,73 miliar. Pencapaian itu juga pertama kali dalam 3 tahun terakhir karena perseroan merugi pada 2016—2018. (Sumber:bisnis.com)
ISAT Alokasikan Laba untuk Belanja Modal
Meski berhasil membukukan laba untuk tahun buku 2019, PT Indosat Tbk. memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Laba akan dialokasikan untuk belanja modal perseroan.
Dalam pembukuan keuangan 31 Desember 2019, ISAT mencatatkan laba bersih yang dapat diatri-busikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,54 triliun, berbalik untung dibandingkan tahun sebelumnya yang merugi Rp2,40 triliun. (Sumber:bisnis.com)
DISCLAIMER
This Document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced or copied or made available to others. Under no circumstances is it to be considered as an offer to sell or solicitation to buy any security. Any recommendation contained in this report may not be suitable for all investors and strictly a personal view and should not be used as a sole judgment for investment. Moreover, although the information contained herein has been obtained from sources believed to be reliable, its accuracy, completeness and reliability cannot be guaranteed. All rights reserved by PT Mega Capital Sekuritas.
Fixed Income Sales & Trading
Tel. +62 7917 5559-62 Fax. +62 21 7917 5965
Investment Banking
Tel. +62 21 7917 5599 Fax. +62 21 7919 3900
Research Division
Danny Eugene Mining, Finance, Infrastructure [email protected] +62 21 7917 5599 62431
Helen
Consumer Discretionary,
Con-sumer Staples, Health Care [email protected] +62 21 7917 5599 62425 Edo Ardiansyah Property, Trade, Basic Industry [email protected] +62 21 7917 5599 62425 Fadlillah Qudsi Technical Analyst [email protected] +62 21 7917 5599 62035
Retail Equity Sales Division
Carsum Kusmady Head of Sales, Trading & Dealing [email protected] +62 21 7917 5599 62038 Andri Sumarno Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62045 Andrie Zainal Zen Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62048 Brema Setyawan Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62126 Dewi Suryani Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62441 Ety Sulistyowati Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62408 Fadel Muhammad Iqbal Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62164 Syaifathir Muhamad Retail Equity Sales [email protected] +62 21 7917 5599 62179
Corporate Equity Division
Ratna Wijayanti