BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Koperasi Karyawan PT. X yang

28 

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

1. Sejarah Singkat Objek Penelitian

Penulis melakukan penelitian pada Koperasi Karyawan PT. X yang beralamat di Jl. Jababeka Raya Blok F 29–33 Cikarang Industrial Estate, Desa Harja Mekar, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Koperasi Karyawan PT. X selanjutnya disebut sebagai “Koperasi“ pada awal pendirian bernama Koperasi Karyawan PT. XY, didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor : 10967/BH/KWK.10/8 Tanggal 10 November 1993 dan terdaftar di Kantor Wilayah Departemen Koperasi Propinsi Jawa Barat pada Tanggal 26 Januari 1994.

Pada Tanggal 20 Oktober 2000, dibuat Akta Perubahan dengan Nomor : 05/PAD/KDK.10.8/X/2000 mengenai perubahan Nama dan Anggaran Dasar Koperasi.

Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) Koperasi : 01.753.024.7.414.000 dan terdaftar Tanggal 05 Juni 1996.

(2)

Koperasi berkedudukan di Jl. Jababeka Raya Blok F29–33 Cikarang Industrial Estate, Desa Harja Mekar, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

2. Definisi Koperasi

Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang–orang untuk

bekerjasama demi kesejahteraan bersama. Pengertian secara umum, koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang–orang atau badan-badan hukum koperasi yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan para anggotanya.

Berdasarkan undang–undang nomor 12 tahun 1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi kerakyatan yang berwatak sosial dan beranggotan orang–orang, badan–badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian diberikan pengertian sebagai berikut : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi

(3)

dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas nama kekeluargaan.

a. Koperasi Sebagai Badan Usaha

Koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial harus mampu menjalankan kegiatannya secara seimbang, jangan sampai kegiatan ekonominya tidak diisi dan hanya dilandasi oleh nilai-nilai kemasyarakatan saja.

Sebagai badan usaha, koperasi adalah sebuah perusahaan yang harus mampu berdiri sendiri menjalankan kegiatan usahanya mendapatkan laba. Sehingga dapat mempertahankan kelangsungan

hidupnya dan dapat mempertinggi jasmani para anggota-anggotanya.

b. Beranggotakan Orang-Orang

Pengaruh dan penggunaan modal jangan mengurangi arti koperasi Indonesia. Ini berarti koperasi harus benar-benar mengabdikan kepada perikemanusiaan dan bukan kepada kebendaan.

(4)

c. Asas Kekeluargaan

Koperasi bukan berarti meninggalkan sifat dan syarat-syarat ekonominya sehingga kehilangan efisiensi. Tetapi koperasi hendaknya menyadari bahwa didalamnya terdapat kepribadian Indonesia. Asas kekeluargaan mencerminkan adanya kesadaran dari budi hati nurani manusia untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan pengurus yang dipilih anggota atau dasar keadilan, kebenaran dan keberanian berkorban bagi kepentingan bersama.

Menurut Pasal 1 ayat ( 1 ) Undang-Undang No.25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dijelaskan sebagai berikut : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai

gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan ( Presiden, 1992 : 3 ).

Secara umum Koperasi dipahami sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui pembentukan sebuah perusahaan yang dikelola secara demokratis.

(5)

Berikut adalah pengertian koperasi sebagai pegangan untuk mengenal koperasi lebih jauh :

Koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing memberikan sumbangan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia menanggung risiko serta menerima imbalan yang sesuai dengan usaha

yang mereka lakukan ( ILO, 1966 dikutip dari Edilius dan Sudarsono, 1993 ).

Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa dalam koperasi setidak-tidaknya terdapat dua unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Unsur pertama adalah unsur ekonomi sedangkan unsur kedua adalah unsur sosial.

1. Koperasi adalah suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan terbatas, yang bertujuan untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka.

2. Bentuk kerjasama dalam koperasi bersifat sukarela.

(6)

4. Masing-masing anggota koperasi berkewajiban untuk mengembangkan serta mengawasi jalannya usaha koperasi. 5. Risiko dan keuntungan usaha koperasi ditanggung dan dibagi

secara adil.

Dari beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat dikelompokkan menjadi dua yakni, kelompok pertama memberikan definisi koperasi yang masih bersandar pada keharusan diterapkannya sendi-sendi dasar koperasi yang lahir dari koperasi Rochdale di Inggris Utara beberapa abad yang lalu. Sendi-sendi dasar ini menurut mereka dipandang sebagai sejumlah nilai, badan usaha lainnya. Kelompok kedua adalah mereka yang mengabaikan pentingnya sendi-sendi dasar pada koperasi, mereka lebih banyak mengacu pada definisi yang lebih operasional yang dikemukakan oleh Dieteer W. Benecke ( dalam Djoko S, 1991:7 ).

Dia mendefinisikan koperasi adalah kumpulan orang-orang yang berstatus sebagai anggota sekaligus menjadi pelanggan dari koperasi itu sendiri. Ia menyebutkan pengertian ini sebagai identity Principle ( Ropke menyebutnya Identity Criterion, sedangkan menurut Ibnoe Soejono Jati diri koperasi ).

(7)

Definisi yang dikemukakan oleh kelompok kedua mengandung pengertian yang lebih luas, sebab apabila definisi koperasi hanya bersandar pada penerapan prinsip-prinsip koperasi maka jumlah koperasi sangat terbatas.

Menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992, pasal 2, menetapkan kekeluargaan sebagai asas koperasi. Di satu pihak, hal itu sejalan dengan penegasan ayat 1 Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya sebagai mana telah dikemukakan di atas. Sejauh bentuk-bentuk perusahaan lainnya tidak dibangun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, semangat kekeluargaan ini merupakan pembeda utama antara koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya.

Di pihak lain, manusia Indonesia memang mengakui kodrat kemanusiaannya sebagai makhluk pribadi yang mempunyai potensi, inisiatif dan daya kreasi, yang harus dikembangkan secara selaras, serasi dan seimbang di dalam kehidupan masyarakat. Hal itu adalah demi tercapainya kemakmuran dan kebahagiaan dalam arti yang sesungguhnya. Dengan kesadaran mengenai kodrat kemanusiaan seperti itu, maka setiap manusia Indonesia percaya bahwa dirinya tidak akan dapat berkembang dengan baik apabila ia tidak bekerjasama dengan anggota masyarakat lainnya.

(8)

Kesadaran seperti itulah yang kemudian mendorong tumbuhnya sikap mental yang mengarah pada semangat kekeluargaan sebagai asas koperasi, maka ia diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pada masing-masing orang yang terlibat dalam organisasi koperasi, untuk senantiasa bekerjasama dengan anggota-anggota koperasi lainnya, dengan rasa setia kawan yang tinggi.

3. Tujuan dan Usaha Koperasi

Tujuan utama pendirian suatu koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Namun demikian, karena dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi anggotanya itu koperasi berpegang pada asas dan prinsip-prinsip ideal tertentu, maka kegiatan koperasi biasanya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Lebih dari itu karena perjuangan koperasi biasanya terjalin dalam satu gerakan tertentu yang bersifat nasional, tidak jarang keberadaan koperasi juga di maksudkan untuk pembangunan suatu tatanan perekonomian teretentu.

Asas koperasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Cooperative Principles, ini berasal dari bahasa latin Principium yang berarti basis atau landasan dan inipun bisa mempunyai beberapa pengertian yaitu sebagai cita-cita utama atau kekuatan / peraturan dari organisasi.

(9)

Menurut Dr. Mohammad Hatta, untuk disebut koperasi suatu operasi itu setidak-tidaknya harus melaksanakan 4 asas yakni :

1. Tidak boleh dijual dan dikedaikan barang-barang palsu, 2. Harga barang harus sama dengan harga pasar setempat, 3. Ukuran dan timbangan barang harus benar dan dijamin,

4. Jual beli dengan tunai. Kredit dilarang karena menggerakkan hati orang untuk membeli diluar kemampuannya.

Dalam bab II pasal 3 UU RI No.25 tahun 1992 dikatakan bahwa : “ Koperasi bertujuan memajukan kesejahteran anggota pada khususnya

dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 “.

Untuk mencapai maksud dan tujuannya, Koperasi menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai berikut :

- Usaha Simpan Pinjam,

- Menyelenggarakan usaha dibidang jasa,

- Mengadakan barang–barang kebutuhan pokok sehari–hari ( konsumsi ) untuk kepentingan para anggota,

(10)

- Menyelenggarakan usaha lainnya yang ada manfaatnya untuk kesejahteraan para anggota dan yang tidak bertentangan dengan Undang–Undang Perkoperasian yang berlaku,

- Menyelenggarakan kemitraan dengan Badan Usaha lain ( BUMN, BUMD, BUMS dan Koperasi lainnya dalam usaha / permodalan yang saling menguntungkan ).

4. Fungsi dan Peranan Koperasi

Fungsi koperasi pada hakekatnya hanyalah merupakan alat untuk mencapai tujuan dan tujuan ini harus jelas dan tegas. Apabila koperasi yang memberikan jasanya maka kita yang harus memeliharanya dengan membayar biaya yang dikeluarkannya.

Adapun fungsi dan peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia adalah :

1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

2. Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

(11)

3. Memperoleh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi.

4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

5. Struktur Organisasi Koperasi Karyawan PT. X

Sebagaimana koperasi lainnya, sesuai dengan Undang–Undang Perkoperasian No.25 Tahun 1992 Bab VI tentang Perangkat Organisasi Koperasi, tiga unsur penting pada koperasi adalah:

a. Rapat Anggota b. Pengurus c. Pengawas

Struktur organisasi koperasi karyawan PT. X menggunakan model sederhana, berdasarkan Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) yang dilaksanakan pada Tanggal 19 Mei 2008, Susunan Pengurus Koperasi periode 2008–2010 dan Periode 2005–2007 adalah sebagai berikut :

(12)

a. Pengurus

2008 – 2010 2005 – 2007

- Ketua : Ujang Kurniawan Mirzon

- Sekretaris : Agus Wato Yudianto

- Bendahara : Joni Suyono Ujang K

- Adminitrasi Data : Linda Roslinawati Linda R

- ATK : Handini Handini

- Simpan Pinjam : Narti Narti

- Toko : Warnah Warnah

Rahman Rahman

b. Badan Pengawas

2008 – 2010 2005 – 2007

- Ketua : Salim Azwar Gunarto Adi.S

- Anggota : Rudi Panji A.Katris

Gunarto Edy Subolo

Panji A.Katris Yudianto

(13)

Sumber : Koperasi Karyawan PT. X ATK

DEWAN PENGAWAS

BAGAN STRUKTUR ORAGNISASI KOPERASI KARYAWAN PT. X ADMINISTRASI DATA SIMPAN PINJAM SEKRETARIS TOKO RAPAT ANGGOTA PENGURUS KETUA BENDAHARA

(14)

c. Rapat Anggota

Rapat anggota sesuai dengan Pasal 22 Anggaran Dasar adalah sebagai berikut:

1. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. 2. Rapat Anggota diadakan sekurang–kurangnya 1 ( satu ) kali dalam

setahun.

3. Rapat Anggota mempunyai wewenang antara lain :

a. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. b. Menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen,

dan usaha koperasi.

c. Memilih Pengurus dan Pengawas.

d. Mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas

dalam pelaksanaan tugasnya termasuk laporan keuangan / neraca dan perhitungan hasil usaha.

e. Mengesahkan rencana kerja serta rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

f. Pembagian Sisa Hasil Usaha ( SHU ). 4. Rapat Anggota dapat diadakan atas :

d. Permintaan tertulis dari 10% jumlah anggota. e. Keputusan Rapat Pengurus.

(15)

d. Keanggotaan

Sampai dengan Tahun Buku 2007, jumlah anggota Koperasi Karyawan PT. X berjumlah 893 ( delapan ratus sembilan puluh tiga ) orang yang terdiri dari 889 ( delapan ratus delapan puluh sembilan ) orang karyawan PT. X dan 4 ( empat ) orang karyawan koperasi. Sedangkan sampai dengan Per 31 Desember 2008, jumlah anggota koperasi adalah 808 ( delapan ratus delapan ) orang yang terdiri dari 804 ( delapan ratus empat ) orang karyawan PT. X dan 4 ( empat ) orang karyawan koperasi.

e. Karyawan Koperasi

Karyawan Koperasi per tanggal laporan berjumlah 5 ( lima ) orang.

6. Landasan, Asas dan Prinsip

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa perkembangan koperasi tidak dapat dipisahkan dari seperangkat nilai luhur yang disebut sebagai landasan dan asas koperasi. Landasan dan asas ini diperlukan oleh koperasi sebagai tempat berpijak yang kuat guna menopang pertumbuhannya.

(16)

Landasan dan asas koperasi umumnya terdiri dari tiga hal sebagai berikut :

1. Pandangan hidup dan cita-cita moral yang ingin dicapai suatu bangsa. Unsur ini lazimnya disebut sebagai landasan cita-cita atau landasan idiil yang menentukan arah perjalanan usaha koperasi.

2. Semua ketentuan atau tata tertib dasar yang mengatur agar falsafah bangsa, sebagai jiwa dan cita-cita moral bangsa, benar-benar dihayati dan diamalkan. Unsur landasan koperasi yang kedua ini disebut sebagai landasan strukturil.

3. Adanya rasa dan karsa untuk hidup dengan mengutamakan tindakan saling tolong-menolong diantara sesama manusia berdasarkan ketinggian budi dan harga diri, serta dengan kesadaran sebagai makhluk pribadi yang harus bergaul dan bekerjasama dengan orang lain. Sikap dasar yang demikian ini dikenal sebagai asas koperasi.

Koperasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan asas kekeluargaan inilah yang melandasi aktifitas

koperasi di Indonesia termasuk salah satunya adalah Koperasi Karyawan PT. X .

(17)

Koperasi dalam melaksanakan kegiatannya berdasarkan pada prinsip–prinsip sebagai berikut :

- Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. - Pengelolaan dilakukan secara demokratis.

- Pembagian SHU dilakukan secara adil, sebanding dengan besarnya jasa usaha masing–masing anggota.

- Pemberian balas jasa yang terbatas pada moral. - Kemandirian.

- Pendidikan Koperasi. - Kerjasama antar koperasi.

B. METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuannya maka penelitian ini termasuk penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, aktual dan akurat serta penelitian yang dalam analisisnya tidak akan keluar dari lingkup sample. Penelitian yang digunakan adalah case study.

Dengan Metode ini kesimpulan yang di ambil tidak bersifat umum akan tetapi hanya tertuju pada batasan kasus yang di teliti.

(18)

C. VARIABEL DAN SKALA PENGUKURAN

Dalam penyusunan skripsi ini ada beberapa variabel yang menjadi acuan untuk dilakukan penelitian yaitu :

1. Laporan Keuangan

Penyusunan Laporan keuangan dimaksudkan sebagai alat bantu bagi manajemen untuk mengetahui kondisi keuangan sehingga dapat menentukan kebijakan keuangan secara tepat. Sedangkan bagi praktek luar ( pemodal maupun kreditor ) laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk pengambilan keputusan dalam melakukan investasi. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio.

2. Pengukuran Kinerja

a. Rasio Likuiditas

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendek setiap kali jatuh tempo, yaitu berupa kewajiban / kebutuhan jangka pendek. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio.

(19)

b. Rasio Solvabilitas

Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban ( jangka pendek / jangka panjang ) atau kewajiban–kewajiban apabila perusahaan dilikuidasi. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio.

c. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas dipergunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan ( penjualan, persediaan, penagihan piutang dan lainnya ) atau rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari–hari. Besarnya laba suatu perusahaan akan dipengaruhi oleh perputaran dana yang telah diinvestasikan. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio.

d. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas dipergunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio.

(20)

D. METODE PENGUMPULAN DATA

Dalam mengumpulkan data untuk keperluan penyusunan skripsi ini, teknik / cara yang digunakan adalah Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data yang diperoleh untuk keperluan penyusunan skripsi ini menggunakan data laporan neraca dan laporan laba rugi.

E. JENIS DATA

Dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan jenis data yang

diambil yaitu jenis data sekunder yang berupa data time series ( data deret waktu ).

F. METODE ANALISA DATA

Adapun metode analisa data yang dipakai oleh penulis dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Deskriptif Kualitatif

Penulis melakukan analisa terhadap laporan keuangan koperasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja koperasi sehingga nantinya

(21)

dapat digunakan oleh pihak manajemen dan pihak lain yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan.

2. Deskriptif Kuantitatif

Penulis melakukan analisa data dengan menggunakan analisa rasio keuangan dengan berdasarkan pada angka–angka, presentase dan rata–rata terhadap laporan keuangan sebagai alat ukur kinerja koperasi.

a. Current Ratio ( Rasio Lancar )

Current Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Aktiva Lancar

Current Ratio = --- x 100% Hutang Lancar

(22)

b. Cash Ratio

Cash Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Kas + Efek

Cash Ratio = --- x 100%

Hutang Lancar

c. Quick ratio ( Rasio Sangat Lancar )

Rasio ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Aktiva Lancar – Persediaan

Quick Ratio = --- x 100% Hutang Lancar

(23)

d. Debt to Equity Ratio ( DER )

Debt to Equity Ratio dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang

DER = --- x 100% Jumlah Modal Sendiri

e. Debt to Total Assets Ratio ( DTA )

Debt to Total Assets Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang

DTA = --- x 100%

(24)

f. Total Asset Turnover ( Rasio perputaran Total Aktiva )

Total Asset Turnover dapat di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Penjualan

TAT = --- = …… kali Total Aktiva

g. Inventory Turnover ( Rasio Perputaran Persediaan )

Perhitungan rasio ini adalah sebagai berikut :

Harga Pokok Penjualan

Inventory Turnover = --- = ….. kali Inventory rata – rata

(25)

h. Average Days Inventory

Perhitungan dari rasio ini adalah sebagai berikut :

Inventory rata – rata x 360

ADI = --- = …… hari Harga Pokok Penjualan

i. Working Capital Turnover ( Rasio Perputaran Modal Kerja )

Perhitungan dari rasio ini adalah sebagai berikut :

Penjualan

WTC = --- = …… kali Aktiva Lancar – Hutang Lancar

(26)

j. Gross Profit Margin ( Marjin Laba Kotor )

Rasio ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Penjualan – Harga Pokok Penjualan

GPM = --- x 100% Penjualan

k. Operating Profit Margin

Rumus yang digunakan untuk menghitung Operating Profit Margin adalah sebagai berikut :

Laba Usaha

OPM = --- x 100% Penjualan

(27)

l. Operating Ratio

Operating ratio dapat di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Harga Pokok Penjualan + Biaya Operasi

OR = --- x 100% Penjualan Bersih

m. Net Profit Margin ( Marjin Laba Bersih )

Perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut :

Laba Bersih

NPM = --- x 100% Penjualan

(28)

n. Rate Of Return On Investment ( ROI )

Rate Of Return On Investment dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Laba Bersih

ROI = --- x 100% Total Aktiva

o. Rate Of Return On Equity ( ROE )

Rate Of Return On Equity dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Laba Bersih

ROE = --- x 100% Jumlah Modal Sendiri

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :