• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan PKL udang windu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan PKL udang windu"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

I.1 Latar Belakang I.1 Latar Belakang

Ud

Udanang g wiwindndu u ((PenaPenaeus eus monomonodondon) ) mermerupaupakan kan sasalah lah sasatu tu komkomododitaitass unggulan Indonesia dalam upaya menghasilkan devisa negara yang

unggulan Indonesia dalam upaya menghasilkan devisa negara yang berasal dariberasal dari kel

kelompompok ok non non migmigas. as. KonKondidisi si lalaut ut yayang ng luluas as dadan n ikliklim im trotropis pis di di IndIndoneonesiasia mendukung pertumbuhan dan perkembangan udang windu

mendukung pertumbuhan dan perkembangan udang windu (Penaeus monodon).(Penaeus monodon). Sekarang ini, udang windu semakin sulit untuk didapat secara alami. Penyebab Sekarang ini, udang windu semakin sulit untuk didapat secara alami. Penyebab uta

utama ma adaadalalah h keketertersedsediaaiaan n benbenih ih yayang ng kurkuranang g serserta ta adaadanynya a bakbakterteri i yanyangg meng

menghambhambat at pertupertumbuhmbuhan an udanudang g khuskhususnyusnya a pada pada larvlarva. a. SehiSehingga ngga diladilakukakukann berbagai cara agar produksi udang windu tetap beralan. Salah satunya adalah berbagai cara agar produksi udang windu tetap beralan. Salah satunya adalah penerapan sistem budidaya atau pembenihan udang windu secara intensi! yang penerapan sistem budidaya atau pembenihan udang windu secara intensi! yang dimulai seak pertengahan tahun "#$% (&gustina, '").

dimulai seak pertengahan tahun "#$% (&gustina, '"). *enur udang windu merupakan salah satu

*enur udang windu merupakan salah satu !aktor bagi usaha pembenihan!aktor bagi usaha pembenihan yang tidak tergantung pada benur alam yang terdapat disekitar. +leh sebab itu yang tidak tergantung pada benur alam yang terdapat disekitar. +leh sebab itu peny

penyediaediaan an benubenur r mendmendapatapatkan kan perhperhatian atian yang yang utamutama a untuuntuk k memumemudahdahkankan budidaya udang windu. Untuk menunang usaha budidaya, yang harus

budidaya udang windu. Untuk menunang usaha budidaya, yang harus dilakukandilakukan ad

adalaalah h dendengan gan menmendirdirikaikan n balbalaiaibabalai lai pempembenbenihihan. an. KebKeberherhasiasilalan n usausahaha pembenihan udang windu merupakan langkah awal dalam sistem mata rantai pembenihan udang windu merupakan langkah awal dalam sistem mata rantai budidaya. Keberhasilan pembenihan tersebut pada akhirnya akan mendukung budidaya. Keberhasilan pembenihan tersebut pada akhirnya akan mendukung usaha penyediaan benih udang windu yang berkualitas (&gustina, '").

usaha penyediaan benih udang windu yang berkualitas (&gustina, '"). Sal

Salah ah satsatu u yayang ng dapdapat at diditerterapapkan kan daldalam am pepembembenihnihan an udaudang ng wiwindundu adalah usaha pembenihan skala rumah tangga.

adalah usaha pembenihan skala rumah tangga. Usaha pembenihan skala rumahUsaha pembenihan skala rumah tang

tangga ga ini ini sudasudah h menmenadi adi usahusaha a altealternatirnati! ! bagi para bagi para pengpengusahusaha a benubenur, akanr, akan tetap

tetapi i karekarena na kasukasus s kemakematian masih tian masih tetap tinggitetap tinggi, , sehisehingga perlu ngga perlu penpeneraperapanan te

teknknolologogiiteteknknolologogi i pepememelilihahararaan an yayang ng bebenanar r ununtutuk k memeniningngkakatktkan an hahasisill pa

(2)

pembenihan udang skala rumah tangga adalah adanya serangan penyakit dan pembenihan udang skala rumah tangga adalah adanya serangan penyakit dan penyediaan kualitas air agar kandungan oksigen dalam bak pembenihan dapat penyediaan kualitas air agar kandungan oksigen dalam bak pembenihan dapat optimal. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu dilakukan suatu upaya agar  optimal. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu dilakukan suatu upaya agar  larv

larva a udanudang g yang dipeliyang dipelihara hara di di panti pembenipanti pembenihan han tahatahan n terhaterhadap dap linglingkungkunganan yang kurang sesuai dan tahan terhadap serangan penyakit (-ahasri dkk., '"). yang kurang sesuai dan tahan terhadap serangan penyakit (-ahasri dkk., '").

*erd

*erdasarasarkan kan latalatar r belabelakang kang diatadiatas, s, kegikegiatan atan pembpembenihenihan an udanudang g windwinduu sang

sangat at perlperlu u untuk dipelauntuk dipelaari dan ari dan dikediketahutahui. i. -aka dari -aka dari itu itu diladilakukakukan n kegikegiatanatan Prak

Praktek tek KerKera a /apa/apang ng yang beruduyang berudul l 0e0eknik knik PemePemelihaliharaan /arva raan /arva UdaUdang ng 1ind1induu (Penaeus monodon)

(Penaeus monodon) di di *ack*ackyard Pendidyard Pendidikan U23&S, ikan U23&S, 4esa *oo, 4esa *oo, KecaKecamatamatann -allusettasi, Kabupaten *arru, Provinsi Sulawesi

-allusettasi, Kabupaten *arru, Provinsi Sulawesi Selatan.Selatan.

I.2 Tujuan dan Kegunaan I.2 Tujuan dan Kegunaan

0u

0uuuan an dadari ri PrPrakaktitik k KeKerra a /a/apapang ng inini, i, yayaknkni i ununtutuk k memendndapapatatkakann pe

pengengetahtahuauan, n, penpengalgalamaman an dan dan ketketeraerampimpilalan n kerkera a serserta ta gagambambaran ran secsecaraara lang

langsung mengenasung mengenai i tekniteknik k pemepemelihaliharaan larva raan larva udanudang g winwindu du ((P. monodonP. monodon) ) didi *ackyard Pendidikan U23&S dengan memadukan pengetahuan yang diperoleh *ackyard Pendidikan U23&S dengan memadukan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan.

di bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan. -a

-an!n!aaaat t dadari ri prprakaktitik k kekerra a lalapapang ng inini i adadalalah ah ununtutuk k memeniningngkakatktkanan pe

pengengetahtahuauan n dan dan ketketeraerampimpilan lan mahmahasiasiswa swa di di lalapanpangan gan serserta ta memmemahahamiami pe

permarmasalsalahaahan n yanyang g timtimbubul l daldalam am tekteknik nik pempemelieliharharaan aan lalarva rva udaudang ng wiwindundu seh

sehiningga gga nannantintinya ya dihdiharaarapkapkan n dadapat pat melmelakuakukan kan pepembembenihnihan an udaudang ng wiwindundu dengan baik.

(3)

II.1 Waktu dan Te!at

Praktik lapang ini dilaksanakan pada bulan +ktober4esember '"5, bertempat di *ackyard Pendidikan U23&S, 4esa *oo, Kecamatan -allusettasi, Kabupaten *arru.

III.2 Alat dan Ba"an

 &lat dan bahan yang digunakan pada pembenihan udang windu dapat dilihat pada 0abel " dan '.

0abel ". &lat yang digunakan selama kegiatan praktik.

N# Alat Kegunaan

" *ak induk 1adah pemeliharaan induk ' *ak penetasan 1adah penetasan telur    *ak larva 1adah pemeliharaan larva

 *ak kultur pakan alami 1adah pengkulturan pakan alami 5 *ak air laut 1adah penampungan air laut % Pipa si!on -enyipon kotoran udang 6 7ilter bag 7ilter8saringan air  

$ 9aring &lat memanen larva # Selang Penyalur air  

" /ampu Sumber cahaya "" Senter Sumber cahaya "' 0abung oksigen Sumber oksigen " *lower keong Sumber oksigen

" Seser Untuk mengambil larva "5 Peralatan aerasi Penyalur oksigen

"% :mber pakan 1adah pakan gosok dan alami "6 ;alon 1adah mengkultur artemia "$ :mber 1adah pupuk chlorella "# *askom 1adah menghitung larva ' Saringan -enyaring pakan alami '" 0ermometer -engukur suhu air   '' Hand refractometer  -engukur salinitas ' Pompa air laut -emompa air laut ' Pompa air tawar -emompa air tawar  

'5 0erpal Penutup bak

(4)

'6 '$ '#  " '   5 % 6 $ #  " Sikat ;ayung 0imbangan +bek glass Beaker glass -ikroskop Pipet tetes

Dissolved oxygen meter  Kantong panen plastik Karet gelang /akban 0ali Kardus Karung :mber -enyikat bak -engambil air  -enimbang pakan

-eletakkan obek yang diamati

Untuk mengukur dan mencampur cairan -engamati larva -engambil cairan -engukur +ksigen Pengepakan Pengepakan Pengepakan Pengepakan Pengepakan Pengepakan

1adah penampungan air laut dan air tawar  0abel '. *ahan yang digunakan selama kegiatan praktik.

N# Ba"an Kegunaan

" /arva udang windu +bek pemeliharaan ' &ir laut -edia pemeliharaan  &ir tawar -edia sterilisasi  Skeletonema costatum Pakan alami larva 5  Artemia salina Pakan alami larva % :40& Sterilisasi

6 Pakan buatan Pakan untuk larva udang windu $ 4eteren *ahan untuk membersihkan bak # :lba<in &ntibiotik

" &lkohol Sterilisasi II.$ Met#de Prakt%k

-etode praktik yang digunakan selama Praktik Kera /apang (PK/) ini adalah sebagai berikut =

". +bservasi

-etode observasi merupakan pengamatan yang dilakukan untuk memahami kegiatankegiatan yang dilakukan secara langsung dalam teknik pemeliharaan larva udang windu di lokasi praktik.

'. 1awancara

1awancara merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh data berupa mekanisme prosedur kera dan in!o keadaan lokasi langsung dari pemilik, teknisi, dan karyawan.

(5)

Praktik langsung merupakan suatu tindakan atau aktivitas dari mahasiswa untuk melakukan segala bentuk tahapan kegiatan yang dilakukan selama berada di *ackyard Pendidikan U23&S, 4esa *oo, Kecamatan -allusettasi, Kabupaten *arru. Kegiatan yang dilakukan selama PK/ dapat dilihat pada /ampiran '.

. Pencatatan data

Pencatatan data dapat dilakukan dengan dua metode pengambilan data yakni =

a. 4ata Primer 

4ata primer merupakan data yang diperoleh berdasarkan kegiatan yang dilakukan selama melakukan PK/. 4ata !oto kegitan, alat dan bahan dapat dilihat pada lampiran ".

b. 4ata Sekunder

4ata sekunder merupakan data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap pemilik, teknisi, dan karyawan untuk melengkapi data primer.

II.&. Ta"a!an Keg%atan

0ahapan kegiatan yang dilakukan selama berada di lokasi PK/, yakni persiapan wadah dan media pemeliharaan, penyiapan pakan, pemeliharaan larva, pengendalian penyakit, pengelolaan kualitas air dan panen.

III. KEADAAN UMUM LOKA'I PRAKTIK KER(A LAPAN)

(6)

*ackyard Pendidikan U23&S terletak di 4esa *oo, Kecamatan -allusettasi, Kabupaten *arru, Provinsi Sulawesi Selatan. Keadan umum lokasi PK/ dapat dilihat pada /ampiran  dan . Seluruh kegiatan operasional *ackyard U23&S bekerasama dengan >? @apid &dy 7arm. >? @apid &dy 7arm disingkat @&7 adalah perusahaaan yang bergerak dalam bidang industri budidaya kepiting. Perusahaaan ini didirikan pada tanggal $ 7ebruari '"" dengan akta pendirian 2o.$ pada notaris di -akassar *etsy Sirua S3. >?. @&7 memiliki lahan budidaya seluas 5 3a di Kabupaten *arru dan 5 3a di Kabupaten -aros.

III.2 *%+% dan M%+%

• ?isi Perusahaan = -enadi perusahaan terkemuka di Indonesia.

• -isi Perusahaan =

". -enyelenggarakan kegiatan produksi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan

'. -engaplikasikan solusisolusi inovati! berbasis riset dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi

. -enadi mitra petani8pembudidaya kepiting yang mengayomi.

III.$. 'truktur Organ%+a+%

Struktur organisasi *ackyard Pendidikan U23&S adalah sebagai berikut= 4I@:K0U@

(7)

;ambar ". *agan Struktur +rganisasi *ackyard Pendidikan U23&S. III.& 'arana dan Pra+arana

Sarana dan prasarana yang terdapat di *ackyard Pendidikan U23&S dapat dilihat pada pada 0abel  dan .

0abel . Sarana yang terdapat di *ackyard Pendidikan U23&S.

N# 'arana '!e+%,%ka+% (ula"

" *ak pemeliharaan induk $,5 m' "

' *ak pemeliharaan larva 5,% A  A ",5 m $  *ak penampungan air laut 6 A  A " m "  *ak kultur Skeletonema c. 5 A ,5 A "," m ' 5 *ak kultur Artemia s. ,"'5% m' "

% 6

Pompa air laut Pompa air tawar 

-erk 23P Shimi<u

" "

$ *lower -odelkeong "

# ;enset -erk iiangoong "

0abel . Prasarana yang terdapat di *ackyard Pendidikan U23&S. N# . Pra+arana (ula" " -es karyawan " ' ;udang "  -otor "

III.- '%+te Pengadaan A%r Laut

 &ir laut merupakan media pemeliharaan yang harus ada dalam kegiatan pembenihan. Sistem pengadaan air laut pada *ackyard Pendidikan U23&S yakni air laut yang berada disekitar lokasi *ackyard Pendidikan U23&S dipompa

KEUANG &2 -&2&;:@  PEMASARAN

P@+4UKSI

LOGISTIK QUALITY

(8)

dengan menggunakan pipa dengan ukuran 5 inci (;ambar '). &ir laut yang dipompa akan melewati !ilter !isik (;ambar ) berupa sand !ilter yang tersusun atas pasir halus, kerikil, dan saringan, dimana air yang masuk (dalam keadaan keruh) akan disaring dengan pasir halus, kemudian tersaring lagi oleh kerikil ukuran '$ mm, lalu disaring dengan kerikil ukuran $"% mm, dan terakhir  disaring dengan kerikil ukuran "%' mm. Kemudian air yang sudah bersih masuk ke dalam bak penampungan air laut (;ambar ). Selanutnya air yang berasal dari bak penampungan air laut dialirkan ke bakbak pemeliharaan larva.

;ambar '. Pompa air laut.

(9)

;ambar . *ak penampungan air laut. III. Pengadaan A%r Ta/ar 

Sistem pengadaan air tawar diperoleh dari sumur bor yang dibantu dengan mesin pompa air tawar (;ambar 5). &ir tawar digunakan untuk kebutuhan hidup karyawan dan keperluan pembenihan. Untuk keperluan pembenihan digunakan untuk dicampurkan pada air laut (media pemeliharaan), mencuci bak dan peralatan pembenihan.

;ambar 5. Pompa air tawar. III.0 '%+te aera+%

Sistem aerasi untuk suplai oksigen dalam pembenihan udang windu menggunakan blower model keong (;ambar %). Selain itu, sistem aerasi uga

(10)

dilengkapi dengan selang dan batu aerasi (;ambar 6). Selang aerasi yang digunakan di *ackyard U23&S terbuat dari plastik yang tidak mudah pecah, lentur dan uga tahan panas. *atu aerasi ber!ungsi untuk memperhalus gelembung udara yang keluar dan diletakkan pada uung selang aerasi.

;ambar %. *lower.

;ambar 6. Peralatan aerasi. III. 'uer L%+tr%k

Pasokan listrik disuplai dari dua sumber, yaitu suplai listrik dari Perusahaan /istrik 2egara (P/2) dan sumber listrik dari Generator set  (;enset)

(11)

listrik dari genset digunakan sebagai cadangan saat listrik padam.

;ambar $. ;enset.

I*. HA'IL PELAK'ANAAN PRAKTIK KER(A LAPAN)

I*.1 Per+%a!an Wada" dan Med%a Peel%"araan

1adah atau bak pemeliharaan terlebih dahulu dibersihkan. *ak dicuci dengan menggunakan deteren dan disikat. Setelah itu dibilas dengan air bersih dan dibiarkan sampai kering. Selain itu uga dilakukan pembersihan peralatan aerasi dengan mencuci peralatan tersebut kemudian dibilas dengan air bersih dan dikeringkan. Setelah itu dipasang selang dan batu aerasinya dan dinyalakan pada bak pemeliharaan larva.

 &ir laut yang digunakan adalah air laut yang telah di !ilter dengan sand !ilter. Kemudian dialirkan ke bak bak pemeliharaan larva dengan perbandingan air  laut dan tawar 6=. Sebelum pemeliharaan larva dilakukan, air laut yang telah

(12)

dicampur air tawar diberikan :40& yang berguna untuk melarutkan nodanoda hasil pembersihan, diberikan sebanyak  gr8bak dengan kapasitas bak " ton dan tinggi air 6 cm.

I*.2 Pen3%a!an Pakan

Pada dasarnya pakan yang di berikan pada larva dan post larva ada dua  enis pakan yakni pakan alami dan pakan buatan. 9enis pakan yang di berikan

tergantung pada !ase larva. -enurut 3aliman, @.1 dan &diaya, 4.S ('5) pada !ase nauplius, larva belum di beri pakan karena belum memiliki sistem pencernaan sempurna dan masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur yang di kandung dalam tubuhnya sehingga larva belum membutuhkan makanan dari luar. Pemberian pakan baru diberikan pada !ase <oea sampai post larva.

1. Pakan ala%

Pakan alami merupakan salah satu komponen utama yang mempengaruhi keberhasilan dalam pemeliharaan larva. -enurut Suryati (''), pakan yang sesuai untuk stadia larva adalah pakan alami karena pakan alami mengandung en<im yang berperan dalam autolisis, ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva, gerakannya yang akti! merangsang larva untuk memakannya, mudah diperkaya dengan sumber nutrisi eksternal dan tidak mencemari media pemeliharaan. Penyedian pakan alami dalam kegiatan ini harus sudah tersedia minimal sehari sebelum larva diberi pakan alami (memasuki !ase <oea). +leh karena itu penyiapan pakan alami harus sudah

(13)

yang digunakan yakni Skeletonema costatum dan Artemia salina. a. Skeletonema costatum

Pakan alami sketo yang digunakan berasal dari kultur massal pada bak beton bervolume  /iter. Sebelum melakukan kultur, terlebih dahulu disiapkan media pemeliharaan berupa air laut sebanyak '5 /iter dan air tawar sebanyak "5 /iter, dengan salinitas '$ ppt dan nyalakan aerasi untuk menghomogenkan air. Untuk volume diperlukan bibit 5"B dari volume total. Kemudian disiapkan  uga pupuk untuk menumbuhkan sketo berupa urea dan 2PK (Pupuk 2PK

CPhonskaD) dengan komposisi nitrogen "5B, !os!at "5B, kalium "5B, sul!ur "B, dan air 'B memakai konsentrasi perbandingan " = '. /alu pupuk tersebut dicampur air sebanyak 5 m/ setelah itu dihomogenkan dengan bantuan aerasi. Setelah pupuknya homogen dan dimasukkan ke dalam bak kultur sketo, bibit sketo sdh bisa dimasukkan ke dalam bak kultur sketo uga. &da beberapa !aktor yang mendukung keberhasilan pertumbuhan Skeletonema costatum yaitu !aktor biologis, kimia, !isika dan kebersihan lingkungan kultur. 7aktor biologi meliputi penyediaan bibit yang bermutu dan umlahnya yang mencukupi. *ibit yang dipakai untuk kultur berasal dari P0. :sa Putli. 7aktor !isika yang mempengaruhi antara lain suhu ('5E>'6E>), salinitas ('5 ppt), p3 (6,#$,5), dan intensitas cahaya ("5 luF). 7aktor kimia yaitu unsure hara (2itrogen, 7os!or, *esi, Sul!at, -agnesium, Kalsium, dan Kalium) dalam media pemeliharaan harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhan enis plankton yang akan dikultur. Selain !aktor diatas, !aktor lain yang perlu diperhatikan yaitu kebersihan dari alatalat kultur agar tidak terkontaminasi dengan organisme lain yang akan menggangu pertumbuhan (@uth dan >harles, "#%% dalam -una<ir,'"). -enurut /amadi ('#) Perkembangan Skeletonema mulai

(14)

2ampak setelah ' am bibit ditebar, sebab pada saat itu Skeletonema  telah mencapai puncak populasi yang ditandai dengan warna coklat mudah dan semakin lama warna itu semakin pekat. Pada warna tersebut Skeletonema sudah dapat dipanen dan diberikan pada bakbak pemeliharaan larva.

;ambar ". Skeletonema costatum siap dipanen. b. Proses penetasan artemia tanpa dekapsulasi

 &dapun proses kera penetasan artemia sebagai berikut=

". -enimbang kista yang akan ditetaskan sebanyak 5 gram8/ air dengan menggunakan timbangan elektrik.

'. -enyiapkan wadah penetasan yang berupa gallon yang telah dilubangi bagian bawahnya dan diberi selang aerasi dan spuyer dibagian tutupnya, kemudian galon tersebut ditutupi bagian sisinya menggunakan lakban8plastik hitam agar mempermudah untuk panen. /alu letakkan galon pada penyangga dengan posisi tutup galon berada dibagian bawah. . Isi galon dengan air laut ' ppt sebanyak "$ /.

. Kemudian kista dihidrasi menggunakan air tawar selama " menit. 5. Setelah itu masukkan kedalam wadah tadi, lalu berikan aerasi.

%. -edia penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu 0/ dengan suhu ruangan '6o>

(15)

ada didalam wadah penetasan. Selanutnya dilakukan penutupan wadah penetasan pada bagian atas dengan menggunakan plastik hitam agar   Artemia yang menetas akan berkumpul pada bagian bawah wadah

penetasan. &rtemia mempunyai si!at !ototaksis positi! yang akan bergerak menuu sumber cahaya.

$. Selanutnya didiamkan beberapa lama (kurang lebih "5 G menit) sampai seluruh kista yang telah menetas berkumpul didasar wadah.

#. -elakukan penyedotan dengan selang untuk mengambil  Artemia yang telah menetas dan menampung dalam wadah penampungan.

". 2aupli  Artemia yang sudah disaring kemudian dicuci menggunakan air  laut, lalu kemudian ditempatkan di dalam ember baru yang berisi air laut dan diaerasi hingga siap untuk diberikan pada larva udang windu.

2. Pakan Buatan

Pakan buatan merupakan pakan tambahan yang di!ormulasikan dari bahanbahan yang sesuai dengan kebutuhan hewan (Huwono dan Purnama, '"). Pakan buatan merupakan salah satu komponen utama yang mempengaruhi keberhasilan dalam pemeliharaan larva. Kandungan nutrisi pada pakan buatan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan nutrisi kultivan selain itu, pakan buatan mudah didapatkan dan dapat dibeli ketika diperlukan karena tidak membutuhkan pemeliharaan ataupun penumbuhan dalam waktu yang cukup lama (2achdatullah, '"5). Pakan buatan mulai diperlukan ketika larva memasuki !ase <oea 9enis pakan buatan yang digunakan pada pemeliharaan larva yakni 9aponicus, 7lake 0op, ;&P, dan sedikit tambahan vitamin.

(16)

Pemberian pakan buatan yang diberikan pada !ase Zoea  adalah 9aponicus, ;&P, dan sedikit tambahan vitamin. Pakan buatan yang diberikan pada !ase ysis dan Post !arva adalah 9aponicus, 7lake 0op, dan sedikit tambahan vitamin.

;ambar ". Pakan buatan.

I*.$ Peel%"araan Lar4a Udang W%ndu 5'tad%a Nau!l%u+6P#+t Lar4a7

Pada backyard U23&S, tidak memiliki induk udang, baik itu enis ?annamei maupun 1indu. 4itempat ini larva dibeli dari berbagai tempat di

(17)

 &ceh.

2aupli yang telah didapatkan selanutnya ditebar ke dalam bakbak pemeliharaan, Setiap bak masingmasing ditebar sekitar ".. ekor86 ton. Penebaran dilakukan pada pagi hari unutk menghindari perubahan suhu yang terlalu tinggi. Sebelum ditebar, tak lupa dilakukan aklimatisasi salinitas untuk mencegah teradinya !luktuasi8perbedaan kondisi lingkungan yang berlebihan.  &klimatisasi dilakukan dengan cara bungkusan yang berisi naupli sebelum dibuka karet gelangnya di simpan didalam bak pemeliharaan. -aka posisinya akan mengapung di permukaan bak pemeliharaan. Keadaan tersebut dilakukan sekitar "5 menit. Setelah itu, bungkusan yang berisi naupli dibuka karet gelangnya dan dituang ke dalam bak pemeliharaan secara perlahan hingga naupli tersebut menyatu dengan air. Untuk mencegah larva berkumpul pada satu tempat dan meminimalkan gangguan terhadap media pemeliharaan maka permukaan bak ditutup dengan terpal yang dilapaisi plastik bening agar dapat mempertahankan suhu dalam bak pemeliharaan.

2aupli tersebut belum langsung diberikan pakan sebab pada !ase ini naupli belum memiliki sistem pencernaan sempurna dan masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur sehingga naupli masih belum membutuhkan makanan dari luar. Pada !ase ini, naupli mengalami % kali metamor!osa8pergantian kulit dengan interval waktu %G5 am sesuai keadaan suhu sebelum masuk !ase <oea (&mri, ').

(18)

;ambar #. 7ase naupli.

7ase <oea merupakan !ase kedua dalam pemeliharaan larva. Pada !ase ini mulai membutuhkan makanan dari luar, karena persediaan cadangan makanannya sudah mulai habis, sehingga memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pakan yang diberikan dalam pemeliharaan !ase <oea ada ' enis, yaitu pakan buatan dan pakan alami ( Skeletonema costatum). . Pakan alami ini diberikan karena sesuai dengan bukaan mulut larva yang berukuran sangat kecil. Plankton enis Skeletonema costatum memiliki dinding yang lebih tipis sehingga mudah dicerna oleh /arva. Pakan alami diberikan  kali sehari, sedangkan pakan buatan diberikan % kali sehari. 7ase <oea memerlukan waktu #%"' am dan  kali pergantian kulit sebelum berubah menadi mysis (&mri, ').

;ambar ". 7ase <oea.

7ase mysis merupakan !ase ketiga dalam pemeliharaan larva. 7ase ini membutuhkan asupan nutrisi dari luar untuk pertumbuhan dan perkembangannya, karena persediaan cadangan makanannya telah habis. 7ase

(19)

bergerak mundur dengan cara membengkokan badannya dan lebih kuat berenang sehingga dapat mencapai makanannya. Pakan yang diberikan pada !ase ini yaitu pakan buatan sebanyak % kali sehari dan pakan alami Skeletonema costatum sebanyak  kali sehari. Pada !ase mysis III dapat diberikan pakan alami berupa  Artemia salina. 7ase mysis memerlukan waktu #%"' am dan  kali pergantian kulit sebelum berubah menadi  "ost larva (&mri, ').

;ambar "". 7ase mysis.

7ase post larva merupakan !ase keempat atau !ase terakhir dalam pemeliharaan larva. Setelah lepas dari stadia -ysis III maka dinamakan post larva I sampai seterusnya hingga P/ yang siap dimana biasanya dipanen setelah menadi P/ 5". Perubahan bentuk pada !ase ini yang paling akhir dan paling sempurna dari seluruh metamor!osa, tetapi larva ini tidak mengalami perubahan bentuk, karena seluruh bagian tubuh sudah lengkap dan sempurna seperti udang windu. 7ase ini memiliki ciriciri yaitu mempunyai pleopoda yang berambut (stea) untuk berenang. Pakan yang digunakan untuk !ase post larva yakni pakan buatan yang diberikan sebanyak % kali sehari dan pakan alami ( Artemia salina) diberikan sebanyak  kali sehari (&mri, ').

(20)

;ambar "'. 7ase post larva.

4alam setiap !ase larva, membutuhkan penangan yang berbedabeda. Kesalahan dalam penanganan dapat mengakibatkan kematian larva. Sesekali  uga dicek kesehatannya dan diberikan pula probiotik untuk menghindari

serangan penyakit.

I*.& Pengel#laan kual%ta+ a%r 

Pengeloaan kualitas air merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk menunang keberhasilan proses pemeliharaan larva. Pengelolaan kualitas air berupa penyiponan dan pergantian air. Penyiponan dilakukan pada saat larva berada di !ase post larva hari ke5 atau P/5 karena larva dianggap sudah memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga pada saat penyiponan dapat bertahan terhadap tekanan air dan uga ukurannya yang mendukung ketika disipon tidak terikut dengan air dan kotoran. Penyiponan ini dilakukan untuk membersihkan bagian dasar bak, sehingga tidak merusak kualitas air dengan menggunakan alat berupa pipa saluran pembuangan yang dilengkapi dengan saringan. Setelah penyiponan, maka dilakukan pengisian air kembali untuk mengganti air yang telah terbuang pada bak.

Pengontrolan kualitas air dilakukan setiap hari terhadap perubahan salinitas, p3, suhu, sedangkan 4+ dilakukan setiap  hari sekali. Parameter  kualitas air selama pemeliharaan larva udang windu dapat dilihat pada 0abel 5. 0abel 5. Parameter kualitas air selama pemeliharaan larva udang windu.

(21)

Salinitas (ppt) ' G  '$ (9uwana dan @omimohtarto, ') Suhu (>) "G 5 '$G (9uwana "##6)

p3 % G6,5 6,5$,5 (9uwana dan @omimohtarto, ') 4+ (ppm)  G %  (Kasry, "##%)

4ari 0abel 5 menunukan bahwa nilai kisaran kualitas air antara lain= salinitas, suhu, p3, dan 4+ ini cukup layak digunakan dalam kegiatan pembenihan.

I*.- Panen

Panen merupakan salah satu tahap akhir dari pemeliharaan, dimana pemaneman dilakukan pada saat udang memasuki P/ ", waktu panen dilakukan pada pagi atau malam hari. /arva yang dipanen harus sehat dan mempunyai organ tubuh yang lengkap. >ara pemanenan cukup mudah yaitu air  media diturunkan sampai volume air dalam bak B. /alu pasang kelambu panen di uung pipa pengeluaran kemudian kran pengeluaran mulai dibuka. Setelah terlihat padat, benur di ambil dengan menggunakan seser dan dipindahkan kedalam baskom untuk wadah penampungan. Kemudian *enur di tampung dan dipasangi aerasi. Setelah itu benur ditakar dangan menggunakan sendok takar dan dimasukan kedalam kantong panen.

(22)

*. PENUTUP

*.1. Rangkuan

*erdasarkan hasil praktik kera lapang yang dilaksanakan di *ackyard Pendidikan U23&S 4esa *oo, dapat diperoleh beberapa hal sebagai berikut =

". -asa pemeliharaan larva udang windu yaitu '" hari, adapun tahapan perkembangan larva udang windu yaitu naupli, <oea, mysis, dan post larva.

'. *eberapa tahapan dalam pemeliharaan larva udang windu yaitu persiapan wadah dan media pemeliharaan, penyiapan pakan, pemeliharaan larva, pengelolaan kualitas air dan panen.

3. Pakan yang diberikan saat pemeliharaan yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami berupa Skeletonema costatum dan Artemia salina. Sedangkan pemberian pakan buatan yang diberikan pada !ase Joea adalah 9aponicus, ;&P, dan sedikit tambahan vitamin. Pakan buatan yang diberikan pada !ase ysis dan Post !arva adalah 9aponicus, 7lake 0op, dan sedikit tambahan vitamin.

. Panen dilakukan pada saat larva memasuki !ase post larva "8P/". Panen dilakukan dengan cara menguras air bak pemeliharaan lalu menyaring benur. Kemudian dilakukan penghitungan. 3asil produksi benur di *ackyard 3atchery ini kemudian diual kepada petani tambak. *. 2. 'aran

Sebaiknya di *ackyard 3atchery Unhas ini memiliki induk udang sendiri sehingga mahasiswa yang melakukan PK/ di tempat ini uga bisa mempelaari cara merawat sampai pemiahkan induk udang. Kemudian tak lupa pula sebaiknya dalam pemeliharaan larva udang windu ( Penaeus monodon) ini harus lebih memperhatikan kualitas airnya, sehingga pemeliharaan larva dapat berhasil

(23)
(24)

DA8TAR PU'TAKA

 &rshad, &., :!ri<al., Kamarudin, -S., dan Saad, >@. '%. Study on fecundity# em$ryology and larval develo"ment of $lue s%imming cra$ Portunus Pelagicus (!innaeus# &') under la$oratory conditions.  @esearch 9ournal o! 7isheries and 3ydrobiology "(")=5.

7uaya, H. '"". Pem$eni*an +a,ungan (Portunus "elagicus) di Backyard . &rtikel. Universitas 3asanuddin. -akassar.

3astuti, S., Syamsul, &., dan 4arimiyya, 3. '"'. Pemanfaatan !im$a* -angkang +a,ungan (Portunus "elagicus) . 9urnal &groteknik %(') = $$#%.

9uwana, S. "##6. in,auan entang Perkem$angan Penelitian Budidaya +a,ungan (Portunus "elagicus). 9urnal +seanogra!i /IPI ''= ""'. 9uwana, S. dan K. @omimohtarto. '. +a,ungan / Perikanan# -ara Budidaya

dan enu asakan. 4ambatan, 9akarta.6 hal.

Kasry, &. "##%. Budidaya 0e"iting Bakau dan Biologi +ingkas. Penerbit *harata. 9akarta. "5 hal.

@uliaty,/., -askur, -., &bidin, -., dan @udi, P. '5. Backyard  Hatc*ery+a,ungan1 Suatu Alternatif 2sa*a Budidaya. -akalah. Pra lintas UP0 Payau dan /aut /ingkup 4iren Perikanan *udidaya 4KP. Suryanti. ''. Perkem$angan Aktivitas 3n4im Pencernaan dan

Hu$ungannya dengan 0emam"uan Pemanfaatan Pakan Buatan  "ada 5kan B$aung (ystus nemurus -.6.) 0esisL. Program

Pascasaran Institut Pertanian *ogor. % 3al.

Jaidin, -. J., Irwan, 9. :., dan Kadir, S. '". Sintasan !arva +a,ungan (Portunus "elagicus) Stadia egalo"a elalui 0om$inasi Pakan  Alami Artemia salina dan Brac*ionus "licatilis 9urnal -ina /aut

Referensi

Dokumen terkait

IDENTIFIKASI DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL SPONS Hyrtios erecta TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina

Ekstrak akar KB dilarutkan menggunakan air laut buatan yang merupakan media hidup larva Artemia salina Leach, sehingga pada saat pengujian larva dipastikan mati

Tujuan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah untuk memperkuat penguasaan manajemen pemberian pakan alami (Artemia sp) pada larva udang vaname (Litopenaeus

Menurut Cahyaningsih (2006), pakan alami dari jenis zooplankton yang diberikan pada larva udang windu antara lain dapat berupa Artemia dengan cara dilakukan

Pengamatan selama penelitian menunjukkan bah- wa pemeliharaan larva udang windu sampai stadia postlarva-1 menghasilkan sintasan tertinggi yaitu 41,48% pada aplikasi pakan

Percobaan dilakukan dengan tiga ulangan termasuk kontrol (tanpa penambahan V. harveyi maupun isolat probiotik). Selama percobaan, pasca larva udang diberi pakan Artemia

Porsi populasi pakan alami terhadap kebutuhan harian larva udang windu fase zoea (Tabel 1) pada perlakuan A yakni 1.500 sel/ekor larva dan B yakni 2.500 sel/ekor

Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis