• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PGSD 1205187 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PGSD 1205187 Chapter5"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

VENY ELISKA SARI, 2016

PENERAPAN STRATEGI REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS D AN HASIL BELAJAR SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

130 BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pelaksanaan

pembelajaran dengan menggunakan strategi REACT (Relating, Experiencing,

Applying, Cooperating and Transfering) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil

belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang telah

dilaksanakan di salah satu SDN di kota Bandung, maka dapat diambil kesimpulan

berikut ini:

1. Penerapan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating

and Transfering) di kelas IVA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar

siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dalam menggunakan

strategi REACT, guru telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran

sesuai dengan RPP yang telah dibuat dan disesuaikan dengan langkah-langkah

strategi REACT. Langkah-langkah Strategi REACT yang telah dilaksanakan

yaitu: (1) Menghubungkan (Relating); (2) Mengalami (Experiencing); (3)

Mengaplikasikan (Applying); (4) kerja sama (Cooperating); serta (5)

Mentransfer (Transfering). Peserta didik mengikuti setiap langkah-langkah

strategi REACT yang diterapkan dengan tertib dan sesuai dengan perintah guru.

Peserta didik terlihat aktif, antusias dan senang selama proses pembelajaran

sehingga peserta didik mudah untuk memahami.

2. Aktivitas belajar siswa menunjukkan mengalami peningkatan. Hal ini terlihat

dari peningkatan seluruh indikator aktivitas siswa yang meliputi lima kegiatan

aktivtas, yaitu; aktivitas visual (terkait membaca, dan melihat video/gambar),

aktivitas lisan (bertanya, menjawab pertanyaan, dan berpendapat), aktivitas

menulis (mencatat dan mengerjakan tugas), aktivitas mendengar (diskusi), dan

(2)

131

VENY ELISKA SARI, 2016

PENERAPAN STRATEGI REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS D AN HASIL BELAJAR SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Anak dapat dikatakan aktif apabila aktivitas siswa sebesar 75-100%. Pada

siklus I aktivitas belajar siswa dikatakan cukup aktif karena presentasenya

sebesar 60,86% , pada siklus II aktivitas belajar siswa masih dalam kategori

cukup aktif namun presentasenya sudah meningkat menjadi 73,88% dan pada

siklus III aktivitas belajar siswa sudah dapat dikatakan aktif karena mengalami

peningkatan yang signifikan menjadi 92,62%.

3. Hasil belajar siswa menunjukkan mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari

hasil evaluasi belajar yang di tes setiap akhir siklus. Selain itu, ketuntasan

belajar secara klasikal juga mengalami peningkatan dari kategori rendah,

sedang kemudian menjadi kategori tinggi. Nilai rata-rata kelas juga mengalami

peningkatan dari kategori kurang, meningkat menjadi kategori baik. Presentase

ketuntasan belajar siswa pada siklus pertama sebesar 46%, pada siklus kedua

sebesar 75% dan pada siklus ketiga sebesar 87,5%. Sehingga dapat disimpulkan

bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan

menggunakan strategi REACT.

B. Rekomendasi

Berdasarkan hasil analisis penerapan dan peningkatan aktivitas dan hasil belajar

peserta didik pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, penerapan strategi REACT

(Relating, Experiencing, Applying, Cooperating and Transfering) dapat

meningkatkan aktivitas guru dan peserta didik serta kemampuan meningkatkan hasil

belajar semakin baik. Oleh karena itu, agar proses pembelajaran menggunakan

strategi REACT dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, maka

dari itu peneliti mengajukan beberapa rekomendasi yang berdasarkan temuan-temuan

selama penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Guru

Dalam menerapkan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying,

Cooperating, and Transfering) harus memperhatikan beberapa hal, antara lain

(3)

132

VENY ELISKA SARI, 2016

PENERAPAN STRATEGI REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS D AN HASIL BELAJAR SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Pada tahap menghubungkan (relating), guru harus mampu menghubungkan

materi pembelajaran berdasarkan kehidupan sehari-hari yang ada di

lingkungan siswa dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa.

Guru harus memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan materi

prasayarat yang harus dikuasai siswa sebelumnya. Adanya reward dan

punishment dapat membangkitkan motivasi siswa untuk semangat belajar. Menggunakan “tepuk fokus” merupakan salah satu cara untuk mengembalikan konsentrasi siswa yang hilang.

b. Pada tahap mengalami (experiencing), guru harus memberikan arahan yang

jelas ketika siswa terjun langsung kelapangan (ke luar kelas) untuk mengamati

langsung yang terjadi berdasarkan kehidupan sehari-hari. Guru harus

memberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan agar siswa mau menceritakan

kesulitan-kesulitan selama proses experiencing, sehingga siswa dapat

mengeluarkan berbagai macam pertanyaan. Selain itu, sebaiknya guru

menggunakan media dan metode pembelajaran yang bervariasi di setiap

pertemuan pembelajaran agar siswa semangat dan termotivasi untuk terus

belajar.

c. Pada tahap menerapkan (applying), guru harus mengingatkan siswa agar

menuliskan secara lengkap catatan atau langkah-langkah yang ada pada setiap

pembelajaran. Misalnya, menuliskan langkah teknik pengolahan pada secara

sederhana secara lengkap dan tepat. Selain itu, guru harus dapat

mengkondisikan siswa yang mengobrol dan tidak memperhatikan penjelasan

yang diberikan guru dengan mengingatkan kembali tata tertib.

d. Pada tahap kerja sama (cooperating), guru harus berkeliling ke setiap

kelompok untuk memastikan bahwa semua siswa dalam kelompok ikut terjun

langsung di dalamnya. Pentingnya menekankan kegiatan kelompok pada

siswa, karena kegiatan kelompok sangat baik dilaksanakan untuk melatih

kerja sama siswa serta saling membantu antar teman.

e. Pada tahap mentransfer (transfering), guru harus mengkondisikan siswa agar

(4)

133

VENY ELISKA SARI, 2016

PENERAPAN STRATEGI REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS D AN HASIL BELAJAR SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mengkondisikan kelas agar tidak ribut dan peserta didik tidak melakukan

hal-hak yang tidak relevan dengan pembelajaran.

2. Bagi Sekolah

Semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan

kurikulum sehingga strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying,

Cooperating and Transfering) ini dapat diterapkan dalam pembelajaran.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

a. Penelitian dengan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying,

Cooperating and Transfering) harus lebih memperhatikan langkah-langkah

pembelajarannya dan lebih memperhatikan pengelolaan kelas serta

penggunaan media yang lebih bervariatif

b. Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating and

Transfering) dapat digunakan dalam penelitian yang lainnya yang berbeda

materi maupun mata pelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan

hasil belajar peserta didik dengan subjek yang lebih luas dan jenjang yang

Referensi

Dokumen terkait

Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/ Kota/ Kantor Wilayah Kementerian Agama/Kementerian lain/LPNK... Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil

Berdasarkan hasilseleksiadministratif terhadap calon peserta TOT yang masuk, 125 (seratus dua puluh>lirna) orang peserta sebagairnana terlampir dinyatakan lulus untuk mengikuti

Gambar scatter diagram produk kertas rokok yang kecacatannya antara jumlah kertas rokok yang bolong dengan non conformities dapat dilihat pada Gambar 5.15.

Selanjutnya berdasarkan hasil pengumpulan / inventarisasi sanggahan / keberatan yang disampaikan kepada Panitia, Pejabat Pembuat Komitmen / Kuasa Pengguna Anggaran

Untuk penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperhatikan metode yang digunakan yaitu sampel dengan model Problem Based Instruction sebagai kelas eksperimen

Sayur selada yang ditanam dengan menggunakan pupuk kimia mengandung kadar nitrit dan nitrat yang paling tinggi pada setiap masa panen yang dilakukan, masing- masing sebesar

Sayur selada yang ditanam dengan menggunakan pupuk kimia mengandung kadar nitrit dan nitrat yang paling tinggi pada setiap masa panen yang dilakukan, masing- masing sebesar

SEGMEN BERITA REPORTER B Kerajinan Bunga Kering, Indah dan Ramah