• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mitos Dan Fakta Kopi docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mitos Dan Fakta Kopi docx"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

1. Mitos: Kopi bisa bikin mata melek

Fakta: Benar. kandungan kafein yang ada di kopi akan membalikkan kerja adenosin – salah satu senyawa dalam sel saraf otak yang membuat orang mudah tertidur- sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar dan mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi lebih cepat, dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energy ekstra.

2. Mitos: minum kopi bikin sering buang air kecil.

Fakta: kafein dalam kopi bersifat diuretic, yang menyebabkan orang jadi sering buang air kecil. Sebaiknya diimbangi dengan konsumsi vitamin b dan c dari luar, karena vitamin tersebut ikut larut dan terbuang bersama urine.

3. Mitos: Kopi tidak boleh dikonsumsi orang yang berpenyakit maag

Fakta: Benar. Orang yang maag mempunyai asam lambung yang sensitive. Kafein dalam kopi bisa mempercepat proses terbentuknya asam lambung.

4. Mitos: Kopi tidak boleh diseduh air mendidih (100oC)

Fakta: air mendidih akan menghanguskan bubuk kopi. Hal ini dapat membuat cita rasa dan aroma kopi malah rusak. cara menyeduh kopi yang benar adalah dengan melarutkannya dalam air panas, bukan mendidih. diamkan dahulu selama 10 menit dalam keadaan gelas tertutup, kemudian diaduk. Kopi siap untuk dinikmati.

Referensi

Dokumen terkait

Ketan hitam dipilih sebagai bahan dasar karena memiliki senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan. Ketan hitam untuk minuman kopi non-kafein belum pernah diteliti.

Terdapat senyawa yang bersifat stimulan terhadap sistem saraf pusat salah satunya adalah kafein dan teobromin.Kafein berefek pada fungsi kognitif termasuk

Dari Gambar 1 terlihat bahwa semakin tinggi suhu pengukusan dan semakin lama biji kopi dikukus menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kandungan kafein pada

Keterbatasan penelitian ini adalah tidak dilakukan uji kandungan kafein dan kafestol dalam bubuk kopi robusta sehingga kadar zat yang mempengaruhi kadar trigliserida

Kajian kandungan kafein kopi bubuk, nilai ph dan karakteristik aroma dan rasa seduhan kopi jantan (pea berry coffee) dan betina (flat beans coffee) jenis arabika dan

Dari Gambar 1 terlihat bahwa semakin tinggi suhu pengukusan dan semakin lama biji kopi dikukus menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kandungan kafein pada

Proses penyeduhan dalam penelitian ini merupakan proses ekstraksi yang terjadi penarikan kandungan kimia yaitu kafein dari kopi yang dapat larut dalam pelarut air

K opi diminum oleh konsumen bukan sebagai sumber nutrisi melainkan sebagai minuman penyegar. Kafein akan memberikan efek stimulasi bagi tubuh, nam un m enikm ati kopi tidak identik