7
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rencana strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun berfungsi sebagai pedoman penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja (Renja) dan anggaran SKPD serta digunakan sebagai instrumen evaluasi keberhasilan dan kegagalan kinerja SKPD dalam kurun 5 (lima) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Penyusunan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dilakukan secara simultan bersamaan waktu dengan proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tahun 2016-2021. Penyusunan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, penyusunan rancangan, penyusunan rancangan akhir dan penetapan Renstra SKPD.
Secara garis besar kegiatan yang dilaksanakan pada setiap tahapan tersebut dilaksanakan melalui adalah sebagai berikut:
a. Tahapan persiapan penyusunan Renstra dilakukan kegiatan berupa pembentukan tim penyusun Renstra, orientasi mengenai Renstra, Penyusunan agenda kerja Tim Renstra serta pengumpulan data dan informasi.
b. Tahapan penyusunan rancangan dan rancangan akhir Renstra dilakukan dengan tahap perumusan rancangan Renstra dan tahap penyajian rancangan Renstra SKPD; dan c. Tahapan penetapan Renstra SKPD
Pelaksanaan kegiatan penyusunan Renstra dievaluasi dan dikendalikan untuk memenuhi kesesuaian terhadap kebijakan penyusunan Renstra oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir selaku kepala SKPD, serta dibuat simpulan pengendalian dan evaluasi kebijakan Renstra oleh Bappeda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
Sebagai bagian dokumen perencanaan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintah daerah maka Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 2016-2021 memiliki keterkaitan dengan RPJMD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tahun 2016-2021 dan Renja SKPD, ilustrasi keterhubungan Renstra SKPD dengan RPJMD dan Renja SKPD dapat digambarkan sebagai berikut :
8
Gambar 1.1RPJMD RENSTRA
- Visi dan Misi - Visi dan Misi
- Tujuan dan sasaran - Tujuan dan sasaran
Perencanaan Stratejik
- Strategi dan Arah Kebijakan -
Strategi dan Arah Kebijakan - Program Pembangunan Daerah - Program Pembangunan Daerah - Program Prioritas - Program Prioritas
Perencanaan Operasional Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Program Prioritas Program Prioritas Program Prioritas -
Renstra disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD yang diimplementasikan melalui pelaksanaan program pembangunan daerah yang berisi program-program prioritas terpilih untuk mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah.
1.2. Landasan Hukum
Memuat tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD, landasan hukum tersebut yaitu : a. Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih
dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Daerah;
c. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN);
9
d. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan JangkaPanjang Nasional 2005-2025;
e. Peraturan Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2016-2021;
f. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kabupaten ;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; i. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, tata Cara, Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan Rencana pembangunan Daerah;
j. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Noomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;
m. Peraturan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Satuan Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang visi, misi, tujuan dan berbagai kebijakan, program dan kegiatan serta indikator kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
Sedangkan tujuan penyusunan Renstra Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tahun 2016-2021 adalah :
1. Menjamin keselarasan antara visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dengan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, sehingga akan bermanfaat bagi proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bagi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
2. Sebagai landasan operasional secara resmi bagi seluruh Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan yang akan diusulkan untuk dibiayai dari APBD
10
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, sehingga menjadi terarah pada pencapaian hasil sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.3. Memudahkan seluruh jajaran pada masing-masing Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam mencapai tujuan dengan cara menyususn program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur.
4. Memudahkan seluruh jajaran pada masing-masing bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir untuk memahami dan menilai arah kebijakan dan program serta kegiatan operasional tahunan dalam rentang waktu lima tahun.
1.4. Kedudukan dan Peranan Renstra Dalam Perencanaan Daerah.
Perencanaan Strategis sekretariat Daerah merupakan suatu proses yang berorientasi kepada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu ) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.
Sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan daerah, khususnya pasal 19 ayat (3) menyatakan, bahwa Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah terpilih harus membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 3 (tiga) bulan setelah pelantikan yang selanjutnya digunakan sebagai Pedoman Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah maupun laporan Penyelenggaraan Pemerintahan ke Presiden. Rencana Strategis Sekretariat Daerah bersama rencana strategis SKPD lainnya merupakan bagian yang utuh dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Rencana Strategis Sekretariat Daerah mengandung visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan, sehingga Rencana
Strategis ini berperan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan umum demi tercapainya akuntabilitas kinerja Sekretariat Daerah.
1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan susunannya adalah, sebagai berikut :
11
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan membahas secara ringkas mengenai pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, dan keterkaitan renja, RKT dengan Renstra
BAB II GAMBARAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL
ABAB LEMATANG ILIR
Gambaran Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir memuat penjelasan tentang tugas, fungsi dan struktur organisasi SKPD, sumber daya SKPD, kinerja pelayanan SKPD serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan SKPD
BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN
FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL ABAB
LEMATANG ILIR
Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi memuat penjelasan mengenai identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan memuat penjelasan mengenai Visi dan Misi SKPD, Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD, Strategi dan Kebijakan dalam mencapai misi yang telah ditetapkan
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN,INDIKASIKEGIATAN,DANA INDIKATIF
Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif, membahas mengenai penjelasan tentang program-program dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan selama lima tahun secara bertahap serta jumlah dana yang dibutuhkan
12
BAB VI INDIKATOR KINERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL
ABAB LEMATANG ILIR YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN
RPJMD
Indikator Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD, memuat mengenai indicator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapain tujuan dan sasaran RPJMD
13
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
2.1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sekretariat Daerah mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyususun kebijakan dan mengkoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah.
Dalam melaksanakan tugas, Sekretariat Daerah Kabupaten menyelengarakan Fungsi :
a. penyusunan Kebijakan Pemerintahan Daerah;
b. pengkoordinasian Pelaksanaan Tugas Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah; c. pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Pemerintahan Daerah;
d. pembinaan Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Daerah;
e. pelaksanaan Tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan Tugas dan Fungsinya.
Susunan Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir terdiri dari :
a. Sekretariat Daerah;
1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ; 2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan ;
3. Asisten Administrasi Umum; 4. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bagian terdiri dari :
1. Bagian Pemerintahan Umum; 2. Bagian Kesejahteraan Rakyat; 3. Bagian Hukum dan Organisasi; 4. Bagian Perekonomian;
5. Bagian Pembangunan;
14
7. Bagian Hubungan Masyarakat dan ProtokolAsisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melakukan pembinaan penyelenggaraan Pemerintahan Umum, Kesejahteraan Rakyat, serta Hukum dan Organisasi dan Mengkoordinasikan perumusan Peraturan Perundang-undangan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi :
a. pengkoordinasian perumasan kebijakan perangkat Daerah dibidang Pemerintahan Umum, Kesejahteraan Rakyat serta Hukum dan Organisasi;
b. penyelenggaraan Administrasi Perangkat Daerah dibidang Pemerintahan Umum, Kesejahteraan Rakyat serta Hukum dan Organisasi;
c. pengendalian Sumber Daya Aparatur Pemerintahan, dan Organisasi Perangkat Daerah dibidang Pemerintahan Umum, Kesejahteraan Rakyat serta Hukum dan Organisasi; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, terdiri dari : a. Bagian Pemerintahan Umum;
b. Bagian Kesejahteraan Rakyat; c. Bagian Hukum dan Organisasi.
Bagian Pemerintahan Umum Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk Teknis Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum, Pembinaan Perangkat Daerah, Penyusunan Pedoman dan petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan serta persiapan dan penyelenggaraan Pembangunan wilayah dan penentuan batas wilayah.
Untuk melaksanakan tugas, Bagian Pemerintahan Umum menyelenggarakan fungsi :
a. pengumpulan bahan pembinaan koordinasi dalam menyelenggarakan Pemerintahan dan penyusunan rencana dan program serta petunjuk Teknis pembinaan prasarana fisik pemerintahan;
b. pengumpulan bahan, menganalisasi data dan memberikan pertimbangan dalam rangka pembinaan perangkat Daerah, serta pembinaan Administrasi Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan;
c. pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk Teknis dan Pembinaan dibidang Keagrariaan;
d. pengumpulan bahan Penyusunan pedoman dan petunjuk Teknis Pembinaan, Pengembangan, Penggabungan Wilayah, Kecamatan dan Desa/Kelurahan;
15
e. pengkoordinasian dan melaksanakan penyusunan laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Otonomi Daerah (EKPOD).f. pelaksanaan tugas lain yang di berikan atasan sesuai bidang fungsinya. Bagian Pemerintahan Umum terdiri dari:
1. Sub Bagian Pemerintahan Umum, Pertanahan dan Batas Wilayah; 2. Sub Bagian Bina Pemerintahan Kecamatan, Kelurahan dan Desa; 3. Sub Bagian Otonomi Daerah dan Ketertiban Umum.
Sub Bagian Pemerintahan Umum, Pertanahan dan batas wilayah mempunyai tugas :
a. mengumpulkan bahan evaluasi yang berhubungan dengan petunjuk Teknis Pemerintahan Otonomi Daerah;
b. mengumpulkan bahan dalam rangka Pembinaan Perangkat Daerah;
c. mengumpulkan dan Menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; d. mengumpulkan dan mengelola bahan dalam rangka melaksanakan rapat koordinasi; e. melaksanakan tugas lain yang di berikan atasan seseuai tugas bidangnya.
Sub Bagian Bina Pemerintahan Kecamatan, Kelurahan dan Desa: a. melaksanakan pengadaan lahan milik Pemerintah;
b. menginventarisir dan melakukan pensertivikatan lahan Pemerintah; c. menyusun Pedoman dan Petunjuk Teknis peñata usahaan SPHAT; d. mempasilitasi penyelesaian masalah pertanahan;
e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan izin perusahaan terhadap penggunaan lahan; f. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai bidang tugasnya;
Sub Bagian Otonomi Daerah dan Ketertiban Umum mempunyai tugas:
a. mengumpulkan bahan, menyusun pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan pemerintahan daerah dan tugas pembantuan serta pembinaan berdasarkan kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
b. menyiapkan bahan, menyusun pedoman dan petunjuk teknis pembinaan mengenai pengembangan, perubahan, penghapusan dan pembentukan daerah otonomi;
c. menyiapkan bahan, menyusun rencana peraturan daerah tentang pembinaan pengembangan dan penyelenggaraan otonomi daerah;
d. melaksanakan dan mengkoordinasikan tugas dengan instansi terkait dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah;
16
e. menyiapkan bahan, menyusun laporan pelaksanaan kegiatan di bidangpenyelenggaraan otonomi daerah;
f. mengumpulkan, mensistematisasikan dan mengolah bahan tentang penyelenggaraan urusan otonomi daerah dalam rangka pengendalian dan evaluasi;
g. melaksanakan pemantauan dan menganalisa pelaksanaan otonomi daerah, Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan yang berlaku;
h. menyiapkan Dinas/Badan/Kantor dan meminta informasi tentang otonomi daerah sesuai peraturan yang ada;
i. menyiapkan sarana pertimbangan serta petunjuk dalam penyusunan pedoman dan usaha pengembangan otonomi daerah;
j. menyiapkan bahan untuk mengevaluasi pelaksanaan otonomi daerah dan menghimpun permasalahan di bidang otonomi;
k. melaksanakan pemantauan terhadap perkembangan urusan otonomi Kabupaten/Kota; l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Bagian Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyusunan pedoman petunjuk teknis serta pembinaan di bidang ke agamaan dan pendidikan, kesejahteraan sosial, pemuda, olahraga dan seni budaya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pengkoordinasian perumusan kebijakan perangkat daerah, bahan penyelengaraan administrasi perangkat daerah di bidang Keagamaan, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Sosial, Tenaga Kerja, Pemuda dan Keluarga Berencana; b. penyiapan bahan pengendalian Sumber Daya Aparatur, Prasarana dan Sarana
Perangkat Daerah di bidang Keagamaan, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Sosial, Tenaga Kerja, Pemuda dan kelurga Berencana;
c. penyiapan bahan pertimbangan dan petunjuk teknis pendirian sarana ibadah;
d. penjembatan hubungan antar Pemerintah dengan Umat Beragama terutama terciptanya kerukunan umat beragama;
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Kesejahteraan Rakyat, terdiri dari :
a. Sub Bagian Agama dan Pendidikan b. Sub Bagian Kesejahteraan Sosial
17
Sub Bagian Agama dan Pendidikan, mempunyai tugas:a. melaksanakan penyuluhan-penyuluhan bidang Keagamaan dan Pendidikan; b. melakukan pembinaan dibidang Keagamaan dan mental;
c. melakukan koordinasi tentang kebijakan dibidang Keagamaan;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugasnya. Sub Bagian Kesejahteraan Sosial Mempunyai tugas:
a. mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan bidanng bantuan Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, Keluarga Berencana, dan Tenaga Kerja;
b. melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam usaha-usaha peningkatan Kesejahteraan Rakyat;
c. melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan bantuan sosial dan hibah;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian Pemuda, Olahraga dan Seni Budaya, mempunyai tugas:
a. mengumpulkan data dan bahan tentang pembinaan dan petunjuk teknis bidang generasi muda dan olahraga;
b. mengolah data dan bahan pembinaan generasi muda dan pembinaan petunjuk teknis bidang olahraga;
c. menghimpun dan menganalisa permasalahan yang berhubungan dengan pembinaan kepemudaan, pembinaan dan petunjuk teknis di bidang olahraga;
d. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis pembinaan pengembangan kegiatan kepemudaan dan olahraga;
e. menyiapkan penyusunan rencana dan program dalam rangka meningkatkan kegiatan kepemudaan serta pencegahan kenakalan remaja;
f. menyiapkan bahan penyusunan rencana pembinaan dan petunjuk teknis terhadap usaha-usaha masyarakat di bidang keolahragaan;
g. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program, petunjuk teknis serta usaha-usaha masyarakat di bidang kepemudaan;
h. menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk pembinaan di bidang keolahragaan;
18
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas danfungsinya.
Bagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan Perumusan Peraturan Perundang-Undangan, telaahan Hukum, memberikan pelayanan bantuan Hukum, mempublikasikan, Mendokumentasikan produk Hukum serta melakukan pembinaan Produk Hukum dan menata Organisasi serta ketatalaksanaan.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Bagian Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi:
a. pengkoordinasian Rumusan Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, dan Keputusan Bupati;
b. penelaahan dan Mengevaluasi Pelaksanaan Peraturan Perundang-Undangan dan menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah;
c. penyiapan bahan Pertimbangan dan bantuan Hukum kepada semua unsur Pemerintahan Daerah atas masalah Hukum yang timbul dalam Pelaksanaan tugas; d. penghimpunan Peratuaran Perundang-undangan, melakukan publikasi, sosialisasi
produk Hukum dan melakukan dokumentasi Hukum; e. menata struktur organisasi perangkat daerah; f. menyusun dan mengatur tata naska dinas;
g. melaksanakan tugas lain yang di berikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Hukum dan Organisasi, terdiri dari:
a. Sub Bagian Perundang- undangan;
b. Sub Bagian Dokumentasi dan Bantuan Hukum; c. Sub Bagian Organisasi dan Ketalaksanaan;
Sub Bagian Perundang-undangan mempunyai tugas :
a. melakukan Koordinasi Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. melakukan Rancangan dan Evaluasi Peraturan Perundang-undangan; c. melaksanakan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan;
d. melaksanakan Publikasi Produk Hukum Daerah;
e. melaksanakan Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan;
f. melaksanakan tugas lain yang di berikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian Dokumentasi dan Bantuan Hukum, mempunyai tugas:
19
b. mengkoordinasikan Penyelesaian maslah Hukum Pemerintahan Kabupaten;c. melaksanakan pelayanan Bantuan Hukum Pemerintahan Kabupaten; d. mengumpulkan bahan pedoman Peraturan Perundang-Undangan; e. melaksanakan Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan;
f. Melaksanakan tugas lain yang di berikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian Organisasi dan Ketatalaksanaan, mempunyai tugas:
a. mengklarifikasi urusan Pemerintah Daerah Kabupaten, yang mampu dilaksanakan dan di sesuaikan dengan kondisi dan potensi Kabupaten;
b. menyusun dan mengevaluasi Desain Organisasi, uraian tugas organisasi Pemerintahan Kabupaten;
c. menyusun dan mengevaluasi pedoman hubungan kerja, procedure kerja dan mekanisme koordinasi;
d. menyusun dan mengevaluasi standar sarana dan prasarana kerja dan mengevaluasi tata naskah Dinas;
e. menyusun dan mengevaluasi Laporan Akuntabilitas system pengadilan intern Pemerintah dan mengevaluasi rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja;
f. mengevaluasi pelaksanaan bidang ketatalaksanaan serta menyiapkan dan mengumpulkan bahan program Pembina dan petunjuk teknis pelaksanaan dibidang analisis jabatan dan analisis Beban Kerja;
g. menyelenggarakan analisis pengkajian kebijakan, di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen aparatur Sekretariat Daerah;
h. melakukan verifikasi terhadap analisis jabatan dan analisis beban kerja SKPD; i. melakukan Evaluasi Jabatan SKPD;
j. menyusun Laporan Kinerja Instransi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Daerah Kabupaten;
k. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasannya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan dan membina perekonomian, Pengendalian Pembangunan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan menyelenggarakan fungsi;
a. Pengkoordinasian perumusan kebijakan perangkat Daerah dibidang Perekonomian dan Pembangunan;
b. Penyelenggaraan Administrasi Perangkat Daerah dibidang Perekonomian dan Pembangunan;
20
c. Pelaksanaan Tugas lain yang di berikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.Asisten Perekonomian dan Pembangunan terdiri dari; a. Bagian Perekonomian;
b. Bagian Administrasi Pembangunan;
Bagian Perekonomian mempunyai tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan penyusunan Pedoman dan petunjuk Teknis dibidang Perekonomian, Peningkatan Produksi dan Memberikan pelayanan administrasi dalam menjalankan tugas-tugas Pemerintahan Daerah, serta Penyeraan Investasi Daerah.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Bagian Perekonomian menyelenggarakan fungsi :
a. pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk Teknis pembinaan Perusahaan dan Perekonomian Daerah;
b. pengumpulan bahan pedoman dan petunjuk Teknis Pembinaan dibidang Produksi Daerah;
c. penyiapan bahan Pengkoordinasian perumusan kebijakan perangkat Daerah, bahan penyelenggaraan Administrasi perangkat Daerah dibidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Pertambangan, Pariwisata dan Perhubungan;
d. penyiapan bahan pengendalian Sumber Daya Aparatur, Prasarana dan Sarana perangkat Daerah dibidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Pertambangan, Pariwisata dan Perhubungan;
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Perekonomian, terdiri dari:
a. Sub Bagian Produksi Daerah;
b. Sub Bagian Administrasi Sumber Daya Alam; c. Sub Bagian Perekonomian dan BUMD.
Sub Bagian Produksi Daerah, mempunyai tugas:
a. mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan produksi perekonomian baik BUMD maupun swasta;
b. mengkoordinasikan kepada dinas instansi terkait untuk dijadikan bahan peningkatan produksi untuk yang akan dating;
c. mengevaluasi data-data yang ada untuk dijadikan bahan pedoman;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian Administrasi dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas:
21
a. melaksanakan kegiatan pengumpulan data dibidang Pertanian, Perkebunan,Kehutanan, Pertambangan, Pariwisata dan Perhubungan; b. mengkoordinasikan disemua sector yang ada di SKPD terkait;
c. mengevaluasi data-data yang ada akan menjadi bahan petunjuk teknis;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian Perekonomian dan BUMD, mempunyai tugas:
a. menghimpun data dan bahan perusahaan daerah dan badan usaha milik daerah; b. mengelolah data dan bahan perusahaan daerah dan badan usaha milik daerah; c. mengevaluasikan dan penyusunan laporan tentang perkembangan perusahaan
daerah dan badan usaha milik daerah;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Pembangunan mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan Kabupaten dan menyiapkan bahan koordinasi, penyusunan kebijakan penyelenggaraan tugas fungsi perangkat daerah di bidang pembinaan dan pengendalian administrasi kegiatan pembangunan.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Bagian Pembangun mempunyai fungsi:
a. penghimpunan bahan pengkoordinasikan penyusunan kebijakan perangkat daerah di bidang urusan pembinaan dan pengendalian administrasi kegiatan pembangunan;
b. pengumpulan bahan penyelenggaraan administrasi pembinaan dan pengendalian administrasi kegiatan pembangunan;
c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Pembangunan, terdiri dari :
a. Sub Bagian Penyusunan Program; b. Sub Bagian Pengendalian;
c. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan.
Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas :
a. menghimpun dan melaksanakan tugas pembinaan administrasi kegiatan SKPD yang pengelolaannya dibiayai dari APBD, DAK, Tugas Pembantuan dan sumber dana APBN lainnya;
b. melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan administrasi kegiatan SKPD;
22
c. mengkoordinasikan dan mengikuti perkembangan pelaksanaan pembangunanAPBD, DAK, Tugas Pembantuan dan sumber dana pembangunan lainnya;
d. melaksanakan Asistensi RKA SKPD (Dinas / Badan / Kantor / Satker) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bersama-sama Tim Anggaran Pemerintahan Daerah (TAPD);
e. menyusun pedoman/ juklak administrasi pembangunan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan untuk Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir; f. menyusun perencanaan dan pelaksanaan sarana dan prasarana pemerintahan
Kabupaten berkoordinasi dengan instansi terkait;
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas. Sub Bagian Pengendalian mempunyai tugas:
a. menghimpun dan melaksanakan tugas pengendalian administrasi kegiatan SKPD yang dibiayai dari dana desentralisasi, dekonsentrasi, tugas pembantuan dan Sumber Dana APBN lainnya;
b. melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam pengendalian administrasi pelaksanaan kegiatan;
c. melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan SKPD dari sumber dana desentralisas, dekonsentrasi dan tugas pembantuan; d. membuat laporan hasil pemantauan pelaksanaan kegiatan SKPD kepada Bupati; e. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas:
a. mengumpulkan bahan laporan hasil kegiatan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
b. menelaah dan mengevaluasi laporan hasil kegiatan SKPD dan memberikan pembinaan tertib administrasi pelaporan;
c. menyiapkan bahan laporan hasil evaluasi kegiatan SKPD yang dibiayai oleh APBD, APBN secara periodik dan setiap saat apabila diperlukan oleh Bupati;
d. menyusun dan membuat rekapitulasi laporan hasil kegiatan secara periodik untuk disampaikan kepada Bupati;
e. menyusun dan menyiapkan juklak pelaporan administrasi kegiatan SKPD; f. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Asisten Administrasi Umum, mempunyai tugas melakukan pembinaan penyelenggaraan ketatausahaan administrasi keuangan, perlengkapan dan rumah tangga,
23
perencanaan, pengadaan dan pengelolaan aset, hubungan masyarakat, protokol serta dokumentasi dan informasi.Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Asisten Administrasi Umum mempunyai fungsi:
a. pengkoordinasian perumusan kebijakan perangkat daerah dibidang ketatausahaan, administrasi keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, perencanaan, pengadaan dan pengelolaan aset, hubungan masyarakat, protokol serta dokumentasi dan informasi;
b. penyelengaraan administrasi perangkat daerah di bidang ketatausahaan administrasi keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, perencanaan, pengadaan dan pengelolaan aset, hubungan masyarakat, protokol serta dokumentasi dan informasi; c. pengendalian aparatur ketatausahaan, administrasi keuangan, perlengkapan dan
rumah tangga, perencanaan, pengadaan dan pengelolaan aset, hubungan masyarakat, protokol serta dokumentasi dan informasi;
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sasuai dengan tugas dan fungsinya.
Asisten Administrasi Umum,terdiri dari: a. Bagian Umum dan perlengkapan;
b. Bagian hubungan masyarakat dan protokol.
Bagian Umum dan Perlengkapan mempunyai tugas memberikan pelayanan Administrasi dalam penyelengaraan tugas-tugas pemerintahan Daerah dan menyiapkan bahan pengkoordinasian perumusan kebijakan penyelengaraan tugas dan fungsi perangkat Daerah di bidang urusan umum dan perlengkapan, menyusun program kebutuhan perbekalan, pengelolaan, perawatan serta bahan pembinaan administrasi perlengkapan, penyusunan program anggaran, perubahan dan perhitungan anggaran di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Bagian Umum dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan kegiatan Tata Usaha Pimpinan, Tata Usaha Umum, Urusan Rumah Tangga dan Perlengkapan serta Urusan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
b. penyiapan bahan penyelenggaraan Administrasi Perangkat Daerah, Pengkoordinasian, Perumusan, kebijakan perangkat daerah di bidang urusan umum, perlengkapan dan keuangan;
24
c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.Bagian Umum dan perlengkapan,terdiri dari: a. Sub Bagian Tata usaha adminitrasi keuangan; b. Sub Bagian Perlengkapan dan rumah tangga;
c. Sub Bagian perencanaan, pengadaan dan pengelolaan aset.
Sub Bagian Tata Usaha dan Administrasi Keuangan mempunyai tugas: a. melakukan urusan tata usaha pimpinan dan tata usaha umum;
b. mengklarifikasi surat-surat dan naskah-naskah dinas yang masuk;
c. mendistribusikan dan mengarsipkan surat-surat dan naskah-naskah dinas serta pengendaliannya;
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga, mempunyai tugas:
a. mengurus rumah tangga Sekretariat Daaerah;
b. melaksanakan pembelian perlengkapan dan peralatan kantor Sekretariat Daerah; c. memelihara kebersihan ;lingkungan kantor dan perkarangan Sekreteriat Daerah;
d. melalukan perawatan kantor, kendaraan dinas, ruangan dan rumah jabatan sekretariat Daerah;
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Sub Bagian perencanaan, pengadaan dan pengelolaan aset, mempunyai tugas ; a. menghimpun, menyusun rencana kerja dan melaksanakan pelaporan administrasi
barang;
b. menyusun rencana strategis dan mengevaluasi program kegiatan;
c. menyusun dan menghimpun Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD); d. menyiapkan dan menghimpun bahan pengadaan pelelangan sesuai dengan rencana
kebutuhan serta melaksanakan administrasi pendistribusian barang;
e. mengkoordinasikan pelaksanaan proses pelelangan dengan instansi/lembaga teknis di bidang pengadaan;
f. menyusun standar harga satuan barang/jasa dan standar sarana dan prasarana kerja; g. melaksanakan survey harga barang dan jasa, menghimpun, mengevaluasi data hasil
survey panitia;
h. menyiapkan usulan/laporan penghapusan barang inventaris di lingkungan Sekretariat Daerah;
25
j. menyiapkan administrasi pemeriksaan barang, penolakan, pencatatan, pelaporan dan membuat berita acara hasil pemeriksaan barang serta berita acara penerimaan barang di lingkungan Sekretariat Daerah;k. pelaksanaan koordinasi barang milik daerah pada Sekretariat Daerah; dan
l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas menyiapkan, menyusun dan melaksanakan perencanaan kehumasan, Protokolir, dokumentasi, publikasi dan Informasi, mengkoordinasi perumusan kebijakan penyelengaraan tugas dan fungsi perangkat daerah dengan masyarakat.
Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol,terdiri dari: a. Sub Bagian Hubungan Masyarakat;
b. Sub Bagian Protokol;
c. Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi.
Sub Bagian Hubungan Masyarakat, mempunyai tugas;
a. pengumpulan data dan penyaringan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
b. menyiapkan bahan publikasi dan informasi kegiatan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir; c. menyiapkan bahan audio visual dan fotografi kegiatan pemerintahan, pembangunan
dan kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sub Bagian protokol, mempunyai tugas;
a. Menyiapkan penerimaan tamu-tamu negara dan tamu-tamu daerah perwakilan negara sahabat;
b. Mengatur dan mengurus hubungan Korps Diflomatik dengan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
c. Menyiapkan tanda kenang-kenangan berupa cinderamata bagi tamu Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
d. Mengatur akomodasi, pengamanan dan acara perjalan tamu;
e. Menyiapkan acara pelaksanaan upacara-upacara, pelantikan, rapat-rapat dinas dan pertemuan-pertemuan dinas lainnya;
f. Mengatur persiapan rapat, pertemuan/resepsi, upacara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
26
g. Mencatat dan mengkoordinasikan acara-acara, pelantikan, rapat-rapat dinas danpertemuan-pertemuan dinas lainnya;
h. Menyiapkan acara harian pimpinan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi, mempunyai tugas:
a. menyiapkan bahan penyelenggaraan/siaran jumpa pers;
b. menyiapkan rencana peliputan acara-acara pimpinan pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
c. memberi layanan informasi di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan untuk dipublikasikan dan didokumentasikan;
d. mengumpulkan dan menerbitkan naskah-naskah pidato Bupati Penukal Abab Lematang Ilir;
e. mendistribusikan dan mendokumentasikan penerbitan mass media;
f. mencari, mengumpulkan, menyaring dan menganalisis informasi untuk bahan pimpinan dan publikasi;
g. menyusun, mensistimasikan dan mengolah data di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;
h. menyiapkan bahan penerbitan berkala media informasi dan publikasi pemerintah; i. menyusun bahan informasi tentang kebijakan dan kegiatan Pemerintah;
j. menyiapkan bahan dan laporan bidang publikasi;
k. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok Jabatan Fungsional, terdiri dari sejumlah tenaga pada jenjang jabatan fungsional yang dimaksud dalam kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Setiap kelompok tersebut, dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Bupati dan bertanggung jawab kepada Sekretariat Daerah.
Dalam melaksanakan tugasnya Sekretariat Daerah, Asisten, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian menerapkan prinsip koordinasi, integrasi sinkronisasi baik internal maupun antar unit organisasi lainnya, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Sekretariat Daerah wajib melaksanakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
27
2) Bagian Kesejahteraan Rakyat, membawahi subbagian sebagaiberikut :
a. Sub Bagian Agama dan Pendidikan; b. Sub Bagian Kesejahteraan Sosial
c. Sub Bagian Pemuda, Olahraga dan Seni Budaya.
3) Bagian Hukum dan Organisasi, membawahi subbagian sebagai berikut:
a. Sub Bagian Perundang-undangan;
b. Sub Bagian Dokumentasi dan Bantuan Hukum; c. Sub Bagian Organisasi dan Ketalaksanaan;
1. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, membawahi bagian-bagian sebagai berikut:
1) Bagian Perekonomian, membawahi subbagian sebagai berikut: a. Sub Bagian Produksi Daerah;
b. Sub Bagian Administrasi Sumber Daya Alam; c. Sub Bagian Perekonomian dan BUMD
2) Bagian Pembangunan membawahi subbagian sebagai berikut: a. Sub Bagian Penyusunan Program;
b. Sub Bagian Pengendalian;
c. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan 2. Asisten Administrasi Umum, terdiri dari :
a Bagian Umum dan Perlengkapan;
b Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. b. Kelompok Jabatan Fungsional
Bagan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir adalah sebagai berikut:
28
SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN INFORMASISEKRETARIS DAERAH
BUPATI/
WAKIL BUPATI
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA ADMINITRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA SUBAGIAN PERENCANAAN, PENGADAAN DAN PENGELOLAAN ASET SUBBAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN ORGANISASI DAN KETATALAKSAAN SUBBAGIAN PRODUKSI DAERAH SUBBAGIAN ADMINITRASI SUMBER DAYA ALAM SUBBAGIAN PEREKONOMIAN DAN BUMD SUBBAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM SUBBAGIAN PENGENDALIAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN STAF AHLI BUPATIDPRD
SEKRETARIAT DPRD SUBBAGIAN PEMERINTAHAN UMUM, PERTANAHAN DAN BATAS WILAYAH ASISTEN ADMINISTRASI UMUM BAGIAN UMUM DAN PERLENGKAPAN BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL ASISTEN PEMERINTAHAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT BAGIAN PEREKONOMIAN BAGIAN PEMBANGUNAN ASISTEN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN SUBBAGIAN BINA PEMERINTAHAN KECAMATAN, KELURAHAN DAN DESA SUBBAGIAN OTONOMI DAERAH DAN KETERTIBAN UMUM SUBBAGIAN AGAMA DAN PENDIDIKAN BAGIAN PEMERINTAHAN UMUM BAGIAN KESEJAHTERAAN RAKYAT BAGIAN HUKUM DAN ORGANISASI SUBBAGIAN PERUNDANG-UNDANG SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL SUBBAGIAN PEMUDA, OLAHRAGA DAN SENI BUDAYABagan 2.1
36
2.2 Sumber Daya
2.2.1.Sumber Daya Manusia
Untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, berdasarkan data kepegawaian bulan Agustus 2016 dari Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (data diolah), bahwa Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir memiliki PNS sebanyak 45 orang. Perincian PNS berdasarkan golongan, jabatan dan tingkat pendidikan dapat terlihat pada gambar dibawah ini.
Berdasarkan gambar 2.1 terlihat bahwa jumlah PNS berdasrakan golongan yang terbanyak adalah yang termasuk dalam golongan III yaitu sebanyak 30 orang atau hampir mencapai 70 persen dari jumlah PNS yang ada di Sekretariat Daerah, sedangkan sisanya sebanyak 15 orang termasuk dalam golongan IV.
37
Berdasarkan gambar 2.2 terlihat bahwa persentase PNS berdasarkan jabatan yang terbesar adalah staf yaitu sebesar 46,67 persen, sedangkan yang terkecil adalah pejabat eselon II yaitu sebesar 13,33 persen.Berdasarkan gambar 2.3 terlihat bahwa jumlah PNS berdasarkan tingkat pendidikan yang terbanyak berpendidikan sarjana (S1) yaitu sebanyak 33 orang atau hampir mencapai 75 persen dari jumlah PNS di Sekretariat Daerah, yang berpendidikan pascasarjana (S2) ada sebanyak 5 orang atau sebesar 11,11 persen, sedangkan sisanya berpendidikan dibawah sarjana (S1).
38
2.2.2. Sarana Dan Prasarana Kerja
Tersedianya sarana dan prasarana kerja akan menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sekretaris Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam mewujudkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, data sarana dan prasarana Sekretariat Daerah sebagaimana terlampir.
2.3 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan
Untuk melaksanakan kegiatan rutin maupun strategis di lingkunganSekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, sumber daya keuangan merupakan salah satu faktor yang menentukan di samping juga sumber daya manusia dan sarana prasarana. Pada tahun 2015 anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sebagaimana tabel 2.1 berikut :
Tabel 2.1
Rekapitulasi Anggaran dan Realisasi Anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun Anggaran 2015
URAIAN ANGGARAN REALISASI %
Belanja 50,786,138,072 33,626,182,964 66.21
Belanja Tidak Langsung - - -
Belanja Pegawai - - -
Belanja Langsung 50,786,138,072 33,626,182,964 66.21
Belanja Pegawai 901,150,000 514,047,500 57.04
Belanja Barang dan Jasa
34,018,173,072 21,214,617,492 62.36
39
Anggaran belanja Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada tahun 2015 sebesar Rp50.786.138.072,00, yang semuanya merupakan belanja langsung. Dari pagu belanja tersebut terealisasi sebesar Rp33.626.182.964,00 atau sebesar 66,21 persen. Rendahnya realisasi belanja pada Sekretariat Daerah dikarenakan asumsi-asumsi pendapatan pada APBD Tahun Anggaran 2015 tidak sesuai rencana, khususnya pendapatan dari dana perimbangan, sehingga berdampak pada pada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan belum dapat dibayarkan pada tahun anggaran 2015. Secara fisik atau kinerja pelaksanaan kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir pada tahun anggaran 2015 hampir semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan realisasi mencapai 100 persen.
2.4 Tantangan Pelayanan SKPD
Berdasarkan capaian kinerja jangka menengah Sekretariat Daerah Tahun 2009-2016, Kepemimpinan Pemerintahan Daerah, Ekspektasi masyarakat dan Kedudukan Sekretariat Daerah yang merupakan unsur staf, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati serta sesuai tugas dan kewajiban membantu Bupati dan menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan perangkat daerah, maka tantangan pelayanan Sekretariat Daerah pada 5 (lima) tahun, dalam kurun waktu 2016 sampai dengan 2021 antara lain adalah menjabarkan visi dan misi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, antara lain :
1. Menata Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir melalui penataan ruang,pembangunan infrastruktur, dan fasilitas pubilk yang berkelanjutan (sustainable) dan nyaman.
2. Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani. 3. Membangun masyarakat yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing. 4. Membangun perekonomian yang kokoh, maju, dan berkeadilan.
Bentuk tantangan pelayanan Sekretariat Daerah yang dihadapi antara lain : 1) Meningkatkan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah, berupa
peningkatan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan Kewilayahan
2) Menata produk hukum daerah dan meningkatkan budaya taat hokum, berupa upaya mewujudkan Harmonisasi dan sinkronisasi Rancangan Produk Hukum yang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan, kebutuhan masyarakat dan penyelengga-raan pemerintah daerah.
40
3) Meningkatkan efektivitas penyelenggaraan tugas dan fungsi perangkat daerah, berupa penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan public dan akuntabilitas kinerja
4) Meningkatkan efektifitas penyelenggaraan kerjasama (daerah) dalam dan luar negeri.
5) Meningkatkan pengendalian pembangunan dan pengembangan manusia yang berdaya saing, perekonomian yang kokoh serta kokohnya interaksi sosial, budaya dan kemasyarakatan, berupa upaya meningkatkan kinerja Kebijakan Sumber Daya Alam/Lingkungan Hidup (SDA/LH).
6) Meningkatkan pengendalian program, bina sarana prasarana dan sumber daya alam, kebijakan pembiayaan pembangunan (obligasi, kemitraan dengan swasta), mengembangkan ekonomi kreatif untuk mendukung tercapainya Penukal Abab Lematang Ilir sebagai Kabupaten Kreatif dan membina BUMD serta mewujudkan kehidupan harmoni intern dan antar umat beragama.
Untuk memenuhi harapan di atas, maka Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir akan berperan mengkoordinasikan dalam perumusan kebijaksanaan Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana Pemerintah Daerah, yang menjadi komitmen bersama mulai dari unsur pimpinan sampai dengan unsur pelaksana.
41
BAB IIIISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
3.1
Identifkasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang IlirDengan memperhatikan kondisi saat ini dan kondisi yang dinginkan serta memperhatikan persaingan yang ketat sebagai akibat arus globaliasi, maka berdasarkan tugas pokok dan fungsi Setda Provinsi Jawa Tengah agar pelaksanaan pembangunan yang terencana dalam renstra tersebut dapat menghasilkan kinerja yang sangat baik (excellence performance) dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
1) Belum optimalnya harmonisasi dan sinergitas hubungan kerja fungsional antar strata pemerintahan, dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang pemerintahan umum daerah, pemerintahan desa, kelurahan dan kependudukan, pertanahan, ketentraman dan ketertiban, serta administrasi penataan wilayah. Hal ini nampak masih sering terjadinya kebijakan dan program pembangunan tidak sinergis dan selaras antar strata pemerintahan. 2) Belum optimalnya koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan otonomi daerah dan kerjasama, dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang otonomi daerah, administrasi pemerintahan, kerjasama dalam
42
negeri, dan kerjasama luar negeri. Hal ini terlihat dengan masih banyaknya daerah dalam pengelolaan potensi dan permasalahan daerah berjalan sendiri-sendiri, sehingga sering menimbulkan benturan kepentingan antar pemerintahan. 3) Belum optimalnya koordinasi tertib adminsitrasi bidang hukum, dalam rangka
menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang perancangan dan penyusunan perundang-undangan, bantuan hukum dan hak asasi manusia, dokumentasi dan sosialisasi hukum, pengawasan produk hukum daerah kabupaten/kota. Hal ini terlihat pada masih sering terjadinya temuan pelanggaran administrasi pemerintahan dan pembangunan karena tidak adanya kesadaran dan kepatuhan untuk berpedoman pada koridor hukum yang berlaku.
4) Masih belum optimalnya koordinasi dan fasilitasitertib administrasi pembangunan daerah,dalam rangkamenjalankan fungsi dan tugas pemerintah daerah bidang pengendalian administrasi pelaksanaan pembangunan, pengendalian administrasi pelaksanaan pembangunan wilayah, pelaporan dan analisis pelaksanaan pembangunan. Hal ini terlihat dengan masih banyaknya para pelaku pembangunan yang kurang memahami dan mentaati terhadap seluruh tahapan program dan kegiatan pembangunan yang harus dilaksanakan. Sehingga berdampak pada in-efisiensi dan in-efektivitas hasil-hasil program dan kegiatan pembangunan.
5) Belum optimalnya koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan tugas bidang perekonomian daerah, dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang peningkatan dan pengembangan perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sarana perekonomian, pengembangan investasi dan badan usaha milik pemerintah daerah (BUMD). Hal ini terlihat masih sering terjadinya pelaksanaan pembangunan bidang perekonomian berjalan kurang sinergis, karena lebih berorientasi pada ego sektoral masing-masing.
6) Belum optimalnya koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan tugas peningkatan sarana dan prasarana produksi daerah, dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, dan energi dan sumber daya mineral . Hal ini terlihat masih sering terjadinya pelaksanaan pembangunan untuk meningkatkan produksi daerah belum berhasil secara optimal.
43
7) Masih belum optimalnya koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan tugas pembinaan kesejahteraan sosial, dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang kesejahteraan sosial, penanggulangan bencana, kesehatan, tenaga kerja, dan transmigrasi, pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana. Hal ini terlihat masih sering terjadinya pelaksanaan pembangunan bidang sosial belum sinergis, sehingga berdampak pada hasil pembangunan bidang sosial belum optimal. Salah satu masalah sosial di Jawa Tengah yang harus mendapat perhatian adalah masih tingginya angka kemiskinan.
8) Masih belum optimalnya koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan tugas pembinaan mental, dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang agama, kebudayaan dan kesenian, dan pendidikan, pemuda dan olah raga. Hal ini terlihat masih sering terjadinya pelaksanaan pembangunan bidang bina mental belum sinergis, sehingga berdampak pada belum optimalnya hasil pembangunan bidang bina mental.
9) Belum optimalnya efektifitas, efisiensi dan akuntabel dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, kinerja aparatur dan pelayanan publik. Hal ini terlihat dari masih sering ditemukanya duplikasi pelaksanaan program dan kegiatan antar SKPD, masih banyaknya unit kerja yang miskin tugas dan pelayanan. Pelaksanaan program dan kegiatan belum berorientasi pada hasil yang ingin dicapai. Masih rendanya etos kerja aparatur dan belum efektif dan efisiennya pelayanan publik dan ketatalaksanaan pemerintahan.
10) Belum maksimalnya kerja fungsional pemerintah daerah dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang anggaran, perbendaharaan, pengelolaan kas daerah, akuntansi, evaluasi dan pengendalian APBD Kabupaten/Kota. Hal ini terlihat masih sering ditemukannya kesalahan administrasi pengelolaan keuangan dalam proses pelaksanaan program dan kegiatan.
11) Masih belum maksimalnya kerja fungsional dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang publikasi, pengelolaan informasi, analisis media dan informasi. Hal ini terlihat pada masih banyaknya masyarakat kurang mengetahui terhadap proses dan hasil-hasil pembangunan .
44
12) Belum optimalnya kinerrja fungsional dalam rangka menjalankan fungsi dan tugas-tugas pemerintah daerah bidang rumah tangga, perlengkapan, kesekretariatan, dan protokol.
13) Belum optimalnya koordinasi antar SKPD, sehingga sering terjadi pelaksanaan tugas antar SKPD kurang sinergis, hal lini terjadi karena penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program dan kegiatan sering tidak terkoodinir dengan baik, sehingga terkesan berjalan sendiri-sendiri.
14) Masih rendahnya komptensi SDM Aparatur dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, masalah ini sebenarnya masalah klasik, banyak aparatur sering tidak memiliki komptensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan jabatan yang dipegangnya, sehingga berakibat pada tidak optimalnya kinerja unit kerja bersangkutan.
15) Masih rendahnya disiplin dan budaya kerja Aparatur dalam melaksanakan tugas pengabdiaanya sebagai pelayan masyarakat. Hingga saat ini kesadaran aparatur akan tanggung jawab dan tuntutan kualitas pelaksanaan pekerjannya belum menjadi kesadaran kolektif. Banyak dari Aparatur bekerja seadanya, tanpa mau tau tentang tanggung jawab yang diembannya.
16) Masih kurangnya sarana dan prasarana penunjang pelayanan umum guna optimalisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sekretariat daerah.
17) Masih kurangnya dukungan anggaran guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas, beberapa program dan kegiatan tidak mendapatkan dukungan anggaran sesuai tuntutan target kinerja, sehingga akhirnya mempengaruhi pada kualitas capaian kinerja.
3.2
Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir Sebagai rangkaian dari pelaksanaan pemilihan Bupati/Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir periode Tahun 2016-2021, maka Bupati/Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir terpilih telah menetapkan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati sebagai berikut :Visi :
“PALI SERASI NIA
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR SENTRA EKONOMI RAKYAT, AGAMIS, SEJAHTERA, INOVATIF, NYAMAN, INDAH DAN AMAN”
45
Untuk mencapai visi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tersebut maka dirumuskan 5 (lima) misi pembangunan sebagai berikut:
1. Memperkuat sarana dan prasarana ekonomi rakyat berbasis sumber daya dan
kearifan lokal yang mandiri, berdaya saing yang ditunjang oleh keamanan yang kondusif;
2. Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan dan pelayanan industri hilir berbasis
sumber daya lokal;
3. Meningkatkan pemerataan pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan
berwawasan lingkungan;
4. Mewujudkan tata pemerintahan yang bersih, jujur, profesional dan demokratis
berbasis pelayanan kepada masyarakat;
5. Mengembangkan sumberdaya insani berkualitas dan lingkungan sosial budaya yang
kompetitif dan religius.
Berdasarkan visi dan misi pembangunan jangka menengah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tersebut, sesuai dengan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah maka ditetapkan visi dan misi Sekretariat Daerah, yaitu:
Tabel 3.3
Faktor Penghambat dan Pendorong
Pelayanan Sekretariat Daerah terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
No.
Misi dan Program Program KDH/Wakil KDH terpilih (berkaitan dengan Sekretariat
Darah) Permasalahan pelayanan Sekretariat Daerah Faktor Penghambat Pendorong
1. Memperkuat sarana dan
prasarana ekonomi rakyat berbasis sumber daya dan kearifan lokal yang mandiri, berdaya saing yang ditunjang
oleh keamanan yang
kondusif Belum optimalnya perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat dan keamanan yang belum kondusif - Belum optimalnya evaluasi pelaksanaan kebijakan - Adanya uraian
tugas yang jelas
2. Mengembangkan
pusat-pusat pertumbuhan dan
pelayanan industri hilir
berbasis sumber daya lokal
Belum optimalnya : perumusan kebijakan dan evaluasi kebijakan pembangunan dibidang perekonomian tentang pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pelayanan industri hilir berbasis sumber daya lokal
- Kebijakan pemerintah pusat yang tidak konsisten dan tidak proporsional dapat menimbulkan pengaruh terhadap kinerja Sekretariat Daerah; - Adanya tuntutan Akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sehingga - Hubungan yang baik dengan instansi vertikal; - Adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dan DPRD;
- Tersedianya sistem
Informasi;
- Adanya uraian
tugas yang jelas. - Adanya
keterbukaan informasi publik;
46
No.Misi dan Program Program KDH/Wakil KDH terpilih (berkaitan dengan Sekretariat
Darah) Permasalahan pelayanan Sekretariat Daerah Faktor Penghambat Pendorong menuntut adanya peningkatan kinerja untuk mewujudkan Sekretariat Daerah yang profesional dan handal; - Adanya tuntutan masyarakat untuk memberikan pelayanan prima; - Belum optimalnya evaluasi pelaksanaan kebijakan; 3. Meningkatkan pemerataan pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan Belum optimalnya sosialisasi dan pemahaman terhadap pembangunan yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan Kurangnya frekwensi dan inovasi dalam bentuk sosialisasi dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada masyarakat;
- Adanya aturan yang
jelas; - adanya komitmen pimpinan daerah terhadap penegakan perda. 4 Mewujudkan tata
pemerintahan yang bersih, jujur, profesional dan demokratis berbasis pelayanan kepada masyarakat
Belum optimalnya : perumusan kebijakan dan evaluasi kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis pelayanan - 5 Mengembangkan sumberdaya insani
berkualitas dan lingkungan sosial budaya yang kompetitif dan religius
Belum optimalnya : perumusan kebijakan dan evaluasi kebijakan pengembangan sumberdaya insani berkualitas dan lingkungan sosial budaya yang kompetitif dan religius
-
3.3
Penentuan Isu-isu StrategisIsu-isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kinerja Sekretariat Daerah dalam jangka panjang. Isu-isu strategis yang dihadapi oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir adalah :
47
2. Peningkatan kualitas koordinasi pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis
daerah;
3. Peningkatan kualitas pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah
daerah; serta
4. Peningkatan kualitas pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah.
3.4
Program-Program Sekretariat Daerah sesuai dengan Dokumen RPJMD.Dalam mendukung pencapaian visi dan misi Sekretariat Daerah serta Visi dan Misi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, maka telah ditetapkan berbagai program yang terdiri dari :
1. Program Dukungan Kelancaran Penyelenggaraan Pemilihan Umum
2. Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah
3. Program Penataan Daerah Otonomi Baru
4. Program Pemantapan Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pemerintahan Daerah dan
Pemerintahan Wilayah
5. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan
6. Program Pembangunan Produk Hukum Daerah
7. Program pembinaan dan pengembangan aparatur
8. Program Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan
kebijakan KDH
9. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan
10. Program Pembangunan Produk Hukum Daerah
11. Program perencanaan pembangunan daerah
12. Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah
13. Program Peningkatan Sistem pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan
Kebijakan KDH
14. Program Peningkatan Pengelolaan Administrasi Pelaksanaan Kegiatan Fisik dan Non
Fisik
15. Program Pengembangan Nilai Budaya
16. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
17. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
18. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan
19. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Program Sosial
Keagamaan
20. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
21. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan
48
23. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM
24. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
25. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
26. Program Koordinasi Perumusan dan Implementasi Kebijakan Ekonomi
27. Program Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Teknopolis
28. Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan
29. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa
30. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
31. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
4.1 Visi
Untuk menjembatani keadaan masa kini dan masa datang yang diinginkan harus dirumuskan suatu keadaan yang diinginkan organisasi untuk selanjutnya dituangkan dalam suatu visi yang berkaitan dengan kondisi masa depan yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian. Didalam perjalanan organisasi, visi memegang peran yang menentukan dalam dinamika perubahan lingkungan sehingga organisasi dapat bergerak maju menuju masa depan lebih baik.
Visi yang tepat bagi masa depan suatu organisasi dapat menggerakan unsur organisasi untuk bertindak lebih terarah, dan karena itu organisasi berkembang dan
49
maju. Kekuatan visi harus mampu berperan sebagai perekat anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.
Bagi suatu organisasi visi memiliki peran dan fungsi memberikan arah, menciptakan kesadaran untuk mengendalikan dan mengawasi (sense of control), mendorong anggota organisasi untuk menunjukankinerja yang lebih baik (Out-perform), menggalakan anggota organisasi untuk bersaing, menciptakan daya dorong untuk perubahan dan mempersatukan anggota organisasi.
Bertitik tolak dari kewenangan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu, maka dirumuskan visi Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang mempunyai peran dan fungsi dalam menjembatani keadaan masa kini dan masa datang yang diinginkan serta dapat menggerakan unsur organisasi untuk bertindak lebih terarah sebagaimana diuraikan di atas terutama dikaitkan dengan pelaksanaan otonomi yang secara mutlak harus didukung oleh sumberdaya manusia aparatur yang mampu mengelola unsur-unsur organisasi secara optimal, efektif dan efisien .serta mampu merumuskan kebijakan-kebijakan yang implementatif yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk memenuhi harapan di atas, maka Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir akan berperan mengkoordinasikan dalam perumusan kebijaksanaan Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana Pemerintah Daerah, yang menjadi komitmen bersama mulai dari unsur pimpinan sampai dengan unsur pelaksana, yang selanjutnya dituangkan dalam pernyataan Visi sebagai berikut :
“ MEWUJUDKAN BIROKRASI PEMERINTAH DAERAH YANG PROFESIONAL,
RESPONSIF DAN BERORIENTASI PELAYANAN PUBLIK MENUJU PALI SERASI NIA”
Dalam pernyataan visi tersebut terdapat kata-kata kunci sebagai berikut :
1. Profesional
Profesional, artinya suatu kondisi yang harus ada dan dimiliki dalam melaksanakan kewenangan, tugas dan fungsi, seperti kompetensi dalam arti mempunyai keterampilan dan pengetahuan serta sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap aparatur agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara
50
berdayaguna dan berhasilguna serta memiliki komitmen, tanggung jawab, kritis dan cepat tanggap.
2. Responsif
Responsif artinya dapat mengantisipasi berbagai potensi, masalah dan perubahan yang terjadi di daerah.
3. Pelayanan publik (costumer service)
Secara umum pelayanan publik (costumer service) diartikan sebagai segala upaya untuk memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan harapan (expectation) masyarakat/pelanggan.
4.2 Misi
Dalam mewujudkan visi yang telah disepakati dan ditetapkan, disusun misi organisasi yang merupakan dasar/alasan keberadaan suatu organisasi serta bidang garapan suatu organisasi. Menurut Kotler bahwa misi merupakan pernyataan tentang tujuan organisasi yang diwujudkan dalam produk dan pelayanan. Dari batasan tersebut diatas ada beberapa hal yang diperhatikan dalam perumusan misi organisasi, meliputi : produk atau pelayanan yang ditawarkan, tingkat kebutuhan pelanggan akan produk atau pelayanan yang ditawarkan, memiliki sasaran yang akan dilayani, aspiratif terhadap keadaan yang diinginkan di masa mendatang.
Mengacu kepada uraian tersebut diatas, sebagai bentuk nyata dari visi organisasi yang telah ditetapkan, maka Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir merumuskan dari 3 (tiga) misi dan misi ini menggambarkan hal-hal yang harus terlaksana dalam mencapai visi tersebut, yaitu :
1. Mewujudkan (Keunggulan) Tata Kelola Pemerintahan Daerah Yang Baik;
2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan manusia yang berdaya saing, perekonomian yang kokoh, infrastruktur berkelanjutan, serta kokohnya interaksi sosial, budaya dan kemasyarakatan.
3. Mewujudkan efektivitas penyelenggaraan administrasi pemerintahan dalam memberikan pelayanan yang baik pada perangkat daerah.
Untuk dapat merealisasikan visi dan misi tersebut diatas, Sekretariat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sebagai unsur staf yang menentukan kualitas kebijakan serta efektivitas dan efisiensi sumber daya aparatur, serta sarana dan prasarana. Sehingga setiap anggota organisasi dalam melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya dituntut untuk :