• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut dari Nira Kelapa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut dari Nira Kelapa"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Rekomendasi Teknologi Spesif ik L okasi

Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP) 149

Teknologi Gula Cetak dan Gula Semut Dari Nila Kelapa

Proses pengolahan gula merah cetak dan gula semut

• Penampungan: Nira yang ditampung adalah nira yang belum rusak atau belum mengalami fermentasi. Kon-disi yang terbaik dalam pembuatan gula merah adalah nira yang mengandung kadar gula di atas 12% dan pH 6-7. Untuk menghindari kerusakan nira saat penampungan dapat diberi bahan pengawet kapur sirih. Disamping menjaga wadah penampungan agar tetap bersih.

• Penyaringan: Menggunakan kain blacu agar kotoran seperti ranting/ daun, semut, lebah, dan serangga lainnya tersaring.

• Pemasakan: Nira dituang ke dalam wajan kemudian dimasak (suhu 110-120oC) dan terus menerus dan agar nira tidak meluap. Dapat pula ditam-bahkan minyak kelapa (1 sendok makan/25 l) atau menggunakan kopra yang dijepit pada kayu lalu dicelup sekali-kali ke dalam nira yang sedang dimasak. Nira yang telah masak bila ditetaskan ke dalam air akan mengeras.

Gula merah cetak

• Pencetakan: Nira yang telah masak diaduk terus agar cepat dingin. Ada juga yang melakukan penumbukan, yakni menuangkan ke wadah tertentu lalu ditumbuk dengan menggunakan sepotong kayu berlangsung kurang lebih 15 menit. Selanjutnya nira dituangkan ke dalam cetakan, telah dibasahi dengan air bersih agar mudah dilepaskan. Bentuk cetakan bermacam-macam, ada yang

berbentuk gelang, kerucut, kubus, setengah lingkaran, dan sebagainya. • Pengemasan: Gula merah yang dingin

dikeluarkan dari cetakan lalu dikemas. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan yaitu daun jari, daun pisang kering, batang pisang kering, daun lontar, bambu, plastik, dan lain-lain.

Gula semut

• Pengkristalan: Nira yang telah masak didinginkan dalam wajan sambil diaduk secara perlahan-lahan, lama pendinginan 10-15 menit. Bila mulai terbentuk butiran-butiran, pengadukan dipercepat dengan menggunakan pengaduk kayu yang berbentuk garpu.

• Pengayakan: Untuk memperoeh

keseragaman, maka butiran-butiran yang telah diayak menggunakan ayakan 20 mess. Sisa ayakan diaduk/ digerus lagi dalam wajan yang masih panas.

• Pengemasan: Gula semut yang telah dingin untuk dikemas. Macam-macam bahan kemasan yang dapat digunakan antara lain kantong plastik, botol plastik, dan stoples.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan t u j u a n mencegah kerusakan nira selarna penyadapan dan sebelum pengolahan, serta mempelajari proses pembuatan sirup gula invert

Penelitian irli bertujuan untuk : (1) mempelajari penggunaan briket batubara sebagai bahan bakar dalam pengolahan gula merah, (2) mempelajari produksi gula merah berbentuk

Penggunaan sukrosa sebagai bahan tambahan dalam pembuatan gula semut bertujuan untuk meningkatkan kandungan sukrosa pada gula merah sehingga dapat mempercepat proses pembuatan

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis nilai tambah nira kelapa yang diolah menjadi gula merah, (2) menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan dari pengolahan nira

gula merah dan gula semut dengan asal bahan baku nira kelapa dari pohon. kelapa menyewa milik orang

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis nilai tambah nira kelapa yang diolah menjadi gula merah, (2) menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan dari pengolahan nira

Penyadapan Nira Aren Sebagai Bahan Baku Pembuatan Gula Merah. Warta Industri Hasil

Hasil analisis sidik ragam terhadap tingkat kesukaan panelis pada warna gula semut menunjukkan bahwa gula semut dari nira aren dengan perlakukan lama waktu