BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Jumlah Siswa Prosentase 1. Tuntas 6 29 % 2. Belum Tuntas % Jumlah %

Teks penuh

(1)

24

Sebelum penelitian dilaksanakan, hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat masih rendah, dari ke 21 siswa kelas IV SDN Gumawang 03 nilai yang dicapai baru 6 orang siswa atau 28,6 % yang tuntas, dan 15 orang siswa atau 71,4 % belum tuntas.

Hasil belajar siswa yang demikian disebabkan oleh belum digunakannya media robot mainan dalam pembelajaran operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, berdasarkan data kondisi awal hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.1

Hasil Belajar Matematika Kondisi Awal

No Ketuntasan Jumlah Siswa Prosentase

1. Tuntas 6 29 %

2. Belum Tuntas 15 71 %

Jumlah 21 100 %

Dari hasil perolehan nilai hasil belajar pada tabel 4.1 di atas dapat dijelaskan dengan gambar diagram di bawah ini

(2)

Diagram 4.1

Diagram Balok Hasil Belajar Matematika Kondisi Awal

4.2 Deskripsi Hasil Siklus 1

Siklus I, peneliti sudah menggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan dalam pembelajaran operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Media robot mainan memungkinkan siswa lebih memahami operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, karena dalam media robot mainan siswa dapat melakukan bersama dengan kelompok yang terdiri dari 4-5 anak sehingga akan lebih mudah dalam pemahaman konsep operasi hitung. Bilangan bulat adalah hal yang abstrak dengan menggunakan media robot mainan dapat dilakukan dengan mudah menjumlahkan ataupun mengurangkan bilangan bulat, hanya dengan memajukan apabila menjumlahkan sesuai dengan bilangan yang akan dijumlahkan . Dengan bantuan teman kolaborator peneliti/guru melaksanakan pembelajaran operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media robot mainan sehingga siswa lebih mudah memahami pembelajaran dari guru.

Dengan digunakannya metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan pada Siklus I, maka hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menjadi lebih baik dari kondisi awal. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada paparan berikut.

Hasilnya 16 orang siswa atau 76,2 % tuntas dan 5 orang siswa atau 23,8 % tidak tuntas, dengan nilai rata-rata 65,30 dan KKM yang ditetapkan yaitu 65 (enam puluh

0 5 10 15 20 25 30 TIDAK TUNTAS TUNTAS

TIDAK TUNTAS Nilai < 65

(3)

lima).Berdasarkan data Siklus I hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.2

Hasil Belajar Matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Kondisi Siklus I

No Ketuntasan Jumlah Siswa Prosentase

1. Tuntas 16 71 %

2. Belum Tuntas 5 29 %

Jumlah 21 100 %

Dari hasil perolehan nilai hasil belajar pada tabel 4.2 di atas dapat dijelaskan dengan gambar diagram di bawah ini

Gambar 4.2

Diagram BalokHasil Belajar Matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan bulatSiklus I

Reflecting melaksanakan refleksi terhadap hasil pengamatan tindakan.

Refleksi adalah membandingkan hasil belajar siswa yang dilakukan pada tiap siklus. Pada siklus I yang dibandingkan adalah hasil belajar siswa kondisi awal dibandingkan dengan hasil belajar Siklus I.

0 5 10 15 20 25 30 TIDAK TUNTAS TUNTAS

TIDAK TUNTAS Nilai < 65

(4)

Tabel 4.3 Hasil Refleksi Siklus I

No Uraian Kondisi Awal Siklus 1

1 Tindakan

Belum menggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan

Sudahmenggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan

Deskriptif komparatif :

Hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat kondisi awal, dari ke 21 siswa kelas IV SDN Gumawang 03 nilai yang dicapai baru 6 orang siswa atau 29 % yang tuntas, dan 15 orang siswa atau 71 % belum tuntas. Nilai rata-rata 58,87 dan KKM yang ditetapkan 65.

Siklus I hasilnya dari 21 orang siswa 16 orang siswa atau 76 % tuntas dan 5 orang siswa atau 24 % tidak tuntas, dengan nilai rata-rata 65,30 dan KKM yang ditetapkan 65. Refleksi :

Jumlah siswa yang tuntas meningkat dari 6 pada prasiklus meningkat menjadi 16 siswa pada siklus I.Persentase ketuntasan meningkat dari dari 29 % meningkat menjadi 76 %. Rata-rata nilai meningkat dari 58,87 menjadi 65,30.

Dengan demikian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sudah berhasil, namun penliti belum puas dan melanjutkan penelitian pada siklus II

4.3 Deskripsi Hasil Siklus 2

Siklus II, peneliti sudah menggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan secara kelompok dalam pembelajaran operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode kerja kelompok berbantuan Media robot mainan secara kelompok dan individual memungkinkan siswa lebih memahami operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat daripada yang dilakukan secara klasikal, dalam media robot mainan siswa dapat melakukan sendiri bersama kelompoknya dengan mudah pada operasi hitung pengurangan bilangan bulat. Dengan digunakannya metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan secara kelompok dan individual pada Siklus II, maka hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan

(5)

pengurangan bilangan bulat menjadi lebih baik lagi dari Siklus I. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada paparan berikut.

Hasilnya dari 21 orang siswa semuanya atau 100 % tuntas, dengan nilai rata-rata 68,63 dan KKM yang ditetapkan 65 (enam puluh lima).Berdasarkan data Siklus II hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.4

Hasil Belajar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Siklus II

No Ketuntasan Jumlah Siswa Prosentase

1. Tuntas 21 100 %

2. Belum Tuntas - 0%

Jumlah 21 100 %

Dari hasil perolehan nilai hasil belajar pada tabel 4.2 di atas dapat dijelaskan dengan gambar diagram di bawah ini

Diagram 4.3

Diagram BalokHasil Belajar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Siklus II 0 5 10 15 20 25 TIDAK TUNTAS TUNTAS

TIDAK TUNTAS Nilai < 65

(6)

Reflecting melaksanakan refleksi terhadap hasil pengamatan tindakan. Refleksi adalah membandingkan hasil belajar siswa yang dilakukan pada tiap siklus. Pada Siklus II yang dibandingkan adalah hasil belajar siswa Siklus I dibandingkan dengan hasil belajar Siklus II.

Tabel 4.5 Hasil Refleksi Siklus II

No Uraian Siklus I Siklus II

1 Tindakan

Belum menggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan

Sudahmenggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan

Deskriptif komparatif :

Hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Siklus I, dari ke 21 siswa kelas IV SDN Gumawang 03 nilai yang dicapai 16 orang siswa atau 76 % yang tuntas, dan 5 orang siswa atau 24 % belum tuntas. Nilai rata-rata 65,30 dan KKM yang ditetapkan 65.

Siklus II hasilnya dari 21 orang siswa semua siswa atau 100 % tuntas, dengan nilai rata-rata 68,63 dan KKM yang ditetapkan 65.

Refleksi :

Terjadi peningkatan ketuntasan siswa yang tuntas meningkat dari 16 pada siklus I meningkat menjadi 21 pada siklus II. Sedangkan persentase ketuntasan meningkat dari dari 76,2 % menjadi 100 %.Serta rata-rata nilai meningkat dari 65,30 menjadi 68,63. Peningkatan yang sangat baik dan penulis merasa puas dan penelitianpun dirasa cukup.

4.4 Pembahasan

4.4.1 Pelaksanaan Tindakan

Kondisi awal peneliti belum menggunakan metode kerja kelompok berbantuan media robot mainan, sehingga hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat masih rendah.

(7)

Pada siklus 1 peneliti sudah menggunakan media robot mainan secara klasikal, sehingga hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat meningkat dari kondisi awal rendah ke siklus 1 menjadi agak tinggi.

Pada siklus 2 peneliti sudah menggunakan media robot mainan secara individual, sehingga hasil belajar matematika siswa tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat meningkat dari siklus 1 agak tinggi ke siklus 2 menjadi tinggi.

4.4.2 Perbandingan Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II

Pembelajaran yang dilakukan selama penelitian berlangsung terdapat peningkatan-peningkatan kearah perbaikan, lebih jelas tentang peningkatan-peningkatan ketuntasan belajar siswa dari Kondisi Awal sampai Siklus II dapat dilihat pada Tabel 5 berikut.

Tabel 4.6

Data Tingkat Ketuntasan Masing-masing Kondisi

Kondisi Jml. siswa

Banyak Siswa Persentase

Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Awal 21 6 15 28,6 71,4 Siklus I 21 16 5 76,2 23,8 Siklus II 21 21 - 100 -

Berdasarkan Tabel 5 di atas dapat dijelaskan bahwa masing-masing Kondisi sudah terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Pada Kondisi Awal jumlah siswa yang tuntas 6 orang, pada Siklus I meningkat menjadi 16 orang, dan pada Siklus II semua siswa atau 21 orang sudah tuntas.

Dari hasil perolehan nilai hasil belajar pada tabel 4.6 di atas dapat dijelaskan dengan gambar diagram 4.4 di bawah ini

(8)

Diagram 4.4

Diagram Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Prasiklus, Siklus I dan Siklus II

Reflecting melaksanakan refleksi terhadap hasil pengamatan tindakan. Refleksi adalah membandingkan hasil belajar siswa yang dilakukan pada tiap siklus. Pada Prasiklus, Siklus I dan Siklus II yang dibandingkan adalah ketuntasan hasil belajar siswa, dapat terihat bahwa terjadi peningkatan ketuntasan antar siklus

0 5 10 15 20 25 30

Prasiklus Siklus I Siklus II

Tuntas Belum Tuntas Column1 15 21 6

Figur

Tabel 4.3  Hasil Refleksi Siklus I

Tabel 4.3

Hasil Refleksi Siklus I p.4
Tabel 4.5  Hasil Refleksi Siklus II

Tabel 4.5

Hasil Refleksi Siklus II p.6

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :