• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PERJANJIAN PADA UMUM NYA. PERJANJIAN JUAL BELI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PERJANJIAN PADA UMUM NYA. PERJANJIAN JUAL BELI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

PT.Pakuwon Darma dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak memenuhi syarat subyektif dan syarat obyektif sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerdata dan

Kitab Undang – Undang Hukum Perdata yang selanjutnya disebut KUHPerdata yaitu, suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih.. mengikatkan

“Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu pihak atau lebih dengan mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih”.. Perjanjian menurut pasal 1313

Pengertian perjanjian telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) Pasal 1313, yaitu bahwa perjanjian atau persetujuan adalah suatu perbuatan dengan mana

6 Pasal 1313 Kitab Undang Undang Hukum Perdata mengawali ketentuan yang diatur dalam bab kedua Buku III BW dengan menyatakan bahwa “ Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan

Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengawali ketentuan yang diatur dalam Bab Kedua Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, “tentang perikatan-perikatan yang

Dalam Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata diatur mengenai pengertian perjanjian sebagai berikut : “Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana

Asas konsensualisme dapat disimpulkan terdapat dalam Pasal 1320 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pada pasal tersebut ditentukan bahwa salah satu syarat