• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPONEN PENENTU HARGA JUAL TENAGA LISTRIK DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP BATUBARA SKALA KECIL (PLTU B-SK) Hasan Maksum dan Abdul Rivai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMPONEN PENENTU HARGA JUAL TENAGA LISTRIK DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP BATUBARA SKALA KECIL (PLTU B-SK) Hasan Maksum dan Abdul Rivai"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

KOMPONEN PENENTU HARGA JUAL TENAGA LISTRIK

DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP

BATUBARA SKALA KECIL (PLTU B-SK)

Hasan Maksum dan Abdul Rivai

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan,

Energi Baru Terbarukan dan Koservasi Energi

[email protected]

S A R I

Saat ini pada sistem ketenagalistrikan di daerah-daerah isolated dan pulau-pulau kecil terluar masih banyak menggunakan pembangkit PLTD sehingga membuat subsidi tenaga listrik semakin meningkat. Pembangkit PLTU B-SK diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak oleh pembangkit PLTD. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan masukan harga jual PLTU B-SK sehingga dapat menarik investor. Hasil perhitungan dan analisa diketahui harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW adalah sebesar Rp 2.380/kWh dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18 %. Harga jual tersebut sangat dipengaruhi oleh besarnya biaya investasi, kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK masih lebih rendah dibandingkan dengan biaya pokok penyediaan pembangkit PLTD dengan bahan bakar minyak. Pembangunan PLTU B-SK di suatu wilayah dapat mengacu kepada BPP (Biaya Pokok Penyediaan) tenaga listrik wilayah. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK yang masih dibawah atau mendekati BPP wilayah seperti di wilayah Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, NTB, dan NTT, maka pembangkit PLTU B-SK tersebut dapat dibangun.

Kata kunci : biaya pokok penyediaan (BPP) , PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK), subsidi

1. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sistem ketenagalistrikan yang berbeda antara satu kepulauan dengan kepulauan yang lain. Saat ini, sistem ketenagalistrikan di daerah-daerah isolated dan pulau-pulau kecil terluar masih banyak yang menggunakan pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak. Hal ini disebabkan karena rata-rata beban dasar di daerah tersebut masih kecil yaitu antara 5 sampai 10 MW. Kondisi sebagian dari PLTD tersebut saat ini sudah tua, secara teknis dan ekonomi tidak layak operasi karena ongkos operasi yang sangat tinggi yang diakibatkan dari biaya bahan bakar PLTD yang sangat mahal.

Untuk itu perlu dicari alternatif yang layak secara teknis dan ekonomis diantaranya adalah pemanfaatan energi terbarukan atau dengan menggunakan PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK).

Penggunaan PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK) dapat menjadi alternatif karena Indone-sia merupakan negara yang banyak memiliki potensi batubara. Cadangan batubara Indone-sia sampai dengan 2013 mencapai 28,97 miliar ton dan sumber daya batubara mencapai 119,82 miliar ton dengan rincian sumberdaya terukur 39,45 miliar ton, terindikasi 29,44 miliar ton, tereka sebesar 32,08 miliar ton dan hipotetik sebesar 19,56 miliar ton. Kualitas cadangan dan

(2)

76

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

KOMPONEN PENENTU HARGA JUAL TENAGA LISTRIK

DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP

BATUBARA SKALA KECIL (PLTU B-SK)

Hasan Maksum dan Abdul Rivai

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan,

Energi Baru Terbarukan dan Koservasi Energi

[email protected]

S A R I

Saat ini pada sistem ketenagalistrikan di daerah-daerah isolated dan pulau-pulau kecil terluar masih banyak menggunakan pembangkit PLTD sehingga membuat subsidi tenaga listrik semakin meningkat. Pembangkit PLTU B-SK diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak oleh pembangkit PLTD. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan masukan harga jual PLTU B-SK sehingga dapat menarik investor. Hasil perhitungan dan analisa diketahui harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW adalah sebesar Rp 2.380/kWh dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18 %. Harga jual tersebut sangat dipengaruhi oleh besarnya biaya investasi, kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK masih lebih rendah dibandingkan dengan biaya pokok penyediaan pembangkit PLTD dengan bahan bakar minyak. Pembangunan PLTU B-SK di suatu wilayah dapat mengacu kepada BPP (Biaya Pokok Penyediaan) tenaga listrik wilayah. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK yang masih dibawah atau mendekati BPP wilayah seperti di wilayah Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, NTB, dan NTT, maka pembangkit PLTU B-SK tersebut dapat dibangun.

Kata kunci : biaya pokok penyediaan (BPP) , PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK), subsidi

1. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sistem ketenagalistrikan yang berbeda antara satu kepulauan dengan kepulauan yang lain. Saat ini, sistem ketenagalistrikan di daerah-daerah isolated dan pulau-pulau kecil terluar masih banyak yang menggunakan pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak. Hal ini disebabkan karena rata-rata beban dasar di daerah tersebut masih kecil yaitu antara 5 sampai 10 MW. Kondisi sebagian dari PLTD tersebut saat ini sudah tua, secara teknis dan ekonomi tidak layak operasi karena ongkos operasi yang sangat tinggi yang diakibatkan dari biaya bahan bakar PLTD yang sangat mahal.

Untuk itu perlu dicari alternatif yang layak secara teknis dan ekonomis diantaranya adalah pemanfaatan energi terbarukan atau dengan menggunakan PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK).

Penggunaan PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK) dapat menjadi alternatif karena Indone-sia merupakan negara yang banyak memiliki potensi batubara. Cadangan batubara Indone-sia sampai dengan 2013 mencapai 28,97 miliar ton dan sumber daya batubara mencapai 119,82 miliar ton dengan rincian sumberdaya terukur 39,45 miliar ton, terindikasi 29,44 miliar ton, tereka sebesar 32,08 miliar ton dan hipotetik sebesar 19,56 miliar ton. Kualitas cadangan dan

77

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

sumber daya batubara tersebut adalah sekitar

22% berkualitas rendah (low rank) dengan kandungan panas kurang dari 5100 kkal/kg, sebagian besar (66%) berkualitas medium (antara 5100 dan 6100 kkal/kg) dan hanya sedikit (12%) yang berkualitas tinggi (6100-7100 kkal/ kg) (PLN, 2014).

Kondisi ini menjadikan batubara sebagai sumberdaya energi utama dalam penyediaan energi di Indonesia, terutama sebagai bahan bakar dalam pembangkit listrik di masa mendatang untuk menggantikan pembangkit PLTD yang masih banyak digunakan di daerah-daerah kecil dan pulau-pulau terpencil.

Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah menghitung besarnya nilai keekonomian harga jual tenaga listrik dari PLTU Batubara Skala Kecil (PLTU B-SK) sehingga dapat menarik investor untuk membangun PLTU B-SK di daerah-daerah iso-lated dan pulau-pulau terluar. Hasil perhitungan di bandingkan dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik di daerah-daerah yang masih banyak menggunakan pembangkit PLTD.

Gambar 1.

Cadangan dan sumber daya batubara

2. METODOLOGI

Metodologi perhitungan harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dalam penulisan ini dapat dilihat pada Gambar 2. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK terdiri dari empat komponen biaya yaitu biaya komponen A, B, C, dan D. Biaya komponen A dihitung berdasarkan besarnya biaya investasi pembangkit. Biaya Komponen adalah biaya tetap operasional dan pemeliharaan (OM) pembangkit. Biaya komponen C dihitung berdasarkan heat rate pembangkit, nilai kalori batubara, dan harga batubara. Biaya komponen D adalah biaya variabel operasional dan pemeliharaan (OM) pembangkit. Harga jual tenaga listrik didapat dari penjumlahan biaya-biaya komponen tersebut. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dibandingkan dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkit PLTD dan BPP tenaga listrik di wilayah provinsi Indonesia. Langkah selanjutnya dilakukan perhitungan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui kelayakan harga jual tenaga listrik terhadap biaya investasi PLTU B-SK.

(3)

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2.

Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL

LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1) Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (cc) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- cRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- cF = kapasitas total pembangkit.

dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman.

b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan (Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C)

Biaya komponen c merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1) Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (cc) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- cRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- cF = kapasitas total pembangkit.

dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman.

b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan (Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C)

Biaya komponen c merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1) Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (cc) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- cRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- cF = kapasitas total pembangkit.

dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman.

b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan (Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C)

Biaya komponen c merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1) Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (cc) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- cRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- cF = kapasitas total pembangkit.

dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman.

b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan (Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C)

Biaya komponen c merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1) Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2. Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (cc) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- cRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- cF = kapasitas total pembangkit.

dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman.

b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan (Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C)

Biaya komponen c merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

(4)

78

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Gambar 2.

Metodologi penelitian

3. KOMPONEN BIAYA HARGA JUAL

LISTRIK PLTU BATUBARA SKALA KECIL

Komponen biaya harga jual listrik PLTU-BSK terdiri atas empat komponen biaya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing komponen biaya:

a. Biaya Modal (Komponen A)

Biaya modal adalah total biaya investasi pembangkit mulai dari perencanaan sampai selesainya konstruksi suatu pembangkit. Biaya modal ini umumnya terdiri atas biaya konstruksi seperti pekerjaan sipil, biaya pembelian turbin, boiler, generator, dan lain-lain. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan:

. . . . (1)

Dimana :

- Capital Cost (CC) adalah biaya investasi PLTU B-SK.

- CRF (Capital Recovery Factor) atau faktor pengembalian investasi

. . . .(2)

Dimana:

- i = interest rate - n = masa manfaat

- CF = kapasitas total pembangkit.

Dalam suatu proyek ketenagalistrikan, biaya investasi umumnya berasal dari dua sumber pendanaan yaitu modal sendiri dan pinjaman bank dengan persentase sebesar 30% dan 70%. Modal yang berasal dari pinjaman bank biasanya akan dikenakan biaya administrasi peminjaman (financing cost) dan dikenakan bunga pinjaman. b. Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan

(Komponen B)

Biaya komponen B merupakan biaya tetap operasi dan pemeliharaan (O&M) yang dikeluarkan untuk operasi dan maintenance pembangkit, seperti gaji pegawai/karyawan, biaya administrasi, biaya manajemen, dan lain-lain.

c. Biaya Bahan Bakar (Komponen C) Biaya komponen C merupakan komponen biaya tidak tetap yang terkait dengan produksi, tenaga listrik dalam hal ini adalah biaya bahan bakar. Perhitungan biaya bahan bakar dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

79

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Fuel Cost �Fuel Price �US$Vol� �Heat �ate�

kcal kWh � Heat Content �kcalVol � . . (3)

Dimana :

- Fuel cost = biaya bahan bakar

- Fuel price = harga bahan bakar

- Heat rate = jumlah panas yang dibutuhkan

untuk menghasilkan satu kWh energi

- Heat content = nilai kalori bahan bakar

d. Biaya Variabel Operasi dan Peme-liharaan (Komponen D)

Biaya komponen D merupakan biaya variabel operasi dan pemeliharaan (OM), seperti biaya untuk pelumas, penggantian sparepart, overhaul dan sebagainya. Semakin sering dan berat kerja pembangkit maka biaya komponen D juga akan semakin meningkat.

4. HASIL PERHITUNGAN DAN ANALISA Perhitungan besarnya harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dalam penulisan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa asumsi yaitu : a) Biaya investasi PLTU B-SK = 2.500 USD per

kW

b) Kurs nilai tukar 1 USD = Rp 13.000,00 c) Masa pembangunan = 4 tahun

d) Equity biaya investasi = 30 % modal sendiri dan 70 % pinjaman bank

e) Lama pinjaman bank = 5 tahun f) Suku bunga pinjaman = 15 %

g) Faktor kapasitas pembangkit = 80 % h) Masa kontrak = 25 tahun

i) Pemakaian sendiri pembangkit = 6,5% j) Heat rate pembangkit = 4.160 kcal/kWh k) Nilai Kalor batubara = 5.000 kcal/kg l) Harga batubara = 60 USD

m) Biaya komponen B = 80 USD/kW-tahun n) Biaya komponen D = 5 USD/MWh

o) Pajak Penghasilan Badan/Perusahaan = 25%

Perhitungan harga jual PLTU B-SK dapat dilihat pada Tabel 1. Biaya komponen A dihitung dengan menggunakan persamaan (1) dan (2) maka didapat biaya komponen A sebesar Rp 1.383/ kWh. Besarnya biaya komponen B dan komponen D diasumsikan sebesar Rp 111/kWh dan Rp 60/kWh. Biaya komponen C dihitung menggunakan persamaan (3) dan didapat biaya komponen C bahan bakar adalah sebesar Rp 649/kWh. Dengan memasukan margin usaha sebesar 8 % dan pajak penghasilan badan/ perusahaan sebesar 25 % maka harga jual PLTU B-SK adalah sebesar Rp 2.380 per kWh.

Jenis Pembangkit  PLTU  Satuan 

Kapasitas Pembangkit   7  MW  Hasil Perhitugan Biaya Komponen A, B, C dan D                                ‐ Komponen A   1,383  Rp/kWh  ‐ Komponen B   111  Rp/kWh  ‐ Komponen C   649  Rp/kWh  ‐ Komponen D   60  Rp/kWh  ‐ Total Biaya Komponen (A+B+C+D)  2,204  Rp/kWh  ‐ Margin  8.00  %  ‐ Pajak Penghasilan Badan/Perusahaan  25.00  %  ‐ Harga Jual Listrik   2,380  Rp/kWh  Analisis Keekonomian           ‐ IRR  15.18%  %  ‐ NPV  1,448,407,781  Rp 

(5)

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Untuk mengetahui kelayakan harga jual PLTU

B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh maka dilakukan perhitungan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Perhitungan NPV dan IRR dilakukan dengan membuat cashflow PLTU B-SK selama masa kontrak pembangkit. Pada perhitungan ini diasumsikan umur manfaat pembangkit adalah 25 tahun dan pajak penghasilan perusahaan adalah sebesar 25%. Perhitungan cash flow Pembangkit PLTU B-SK dapat dilihat pada Tabel 2. Dari hasil perhitungan didapatkan dengan harga jual sebesar Rp 2.380 per kWh maka Net Present Value (NPV) PLTU B-SK adalah Rp 1.448.407,781 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18%. Karena Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol dan Internal Rate of Return (IRR) 15,18% masih lebih tinggi dari suku bunga 15%, maka harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh dapat menarik investasi. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 2000 2250 2500 2750 3000

Harga Jual listrik (Rp/kWh) vs Biaya Investasi (USD/kW) 

Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh masih lebih rendah dibandingkan BPP tenaga listrik di beberapa daerah dan masih di bawah biaya penyediaan tenaga listrik dengan menggunakan PLTD. Biaya bahan bakar PLTD dengan asumsi harga bahan bakar solar mencapai Rp 11.000 per liter, Spesific Fuel Consumption (SFC) PLTD sebesar 0,3 L/kWh adalah sebesar Rp 3.428 per kWh sehingga harga jual PLTU B-SK Rp 2.380 per kWh jika dibandingkan dengan PLTD masih layak untuk dipertimbangkan.

Besarnya harga jual PLTU B-SK sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara. Pengaruh biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara dapat dilihat pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 5.

Gambar 2.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

biaya investasi

Gambar 3.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

kurs dollar

0 500 1000 1500 2000 2500 8000 9000 10000 11000 12000 13000 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Kurs Dollar (Rp) 

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Untuk mengetahui kelayakan harga jual PLTU

B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh maka dilakukan perhitungan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Perhitungan NPV dan IRR dilakukan dengan membuat cashflow PLTU B-SK selama masa kontrak pembangkit. Pada perhitungan ini diasumsikan umur manfaat pembangkit adalah 25 tahun dan pajak penghasilan perusahaan adalah sebesar 25%. Perhitungan cash flow Pembangkit PLTU B-SK dapat dilihat pada Tabel 2. Dari hasil perhitungan didapatkan dengan harga jual sebesar Rp 2.380 per kWh maka Net Present Value (NPV) PLTU B-SK adalah Rp 1.448.407,781 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18%. Karena Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol dan Internal Rate of Return (IRR) 15,18% masih lebih tinggi dari suku bunga 15%, maka harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh dapat menarik investasi. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 2000 2250 2500 2750 3000

Harga Jual listrik (Rp/kWh) vs Biaya Investasi (USD/kW) 

Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh masih lebih rendah dibandingkan BPP tenaga listrik di beberapa daerah dan masih di bawah biaya penyediaan tenaga listrik dengan menggunakan PLTD. Biaya bahan bakar PLTD dengan asumsi harga bahan bakar solar mencapai Rp 11.000 per liter, Spesific Fuel Consumption (SFC) PLTD sebesar 0,3 L/kWh adalah sebesar Rp 3.428 per kWh sehingga harga jual PLTU B-SK Rp 2.380 per kWh jika dibandingkan dengan PLTD masih layak untuk dipertimbangkan.

Besarnya harga jual PLTU B-SK sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara. Pengaruh biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara dapat dilihat pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 5.

Gambar 2.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

biaya investasi

Gambar 3.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

kurs dollar

0 500 1000 1500 2000 2500 8000 9000 10000 11000 12000 13000 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Kurs Dollar (Rp) 

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Untuk mengetahui kelayakan harga jual PLTU

B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh maka dilakukan perhitungan Net Present Value (NPV) dan

Internal Rate of Return (IRR). Perhitungan NPV

dan IRR dilakukan dengan membuat cashflow PLTU B-SK selama masa kontrak pembangkit. Pada perhitungan ini diasumsikan umur manfaat pembangkit adalah 25 tahun dan pajak penghasilan perusahaan adalah sebesar 25%. Perhitungan cash flow Pembangkit PLTU B-SK dapat dilihat pada Tabel 2. dari hasil perhitungan didapatkan dengan harga jual sebesar Rp 2.380 per kWh maka Net Present Value (NPV) PLTU B-SK adalah Rp 1.448.407,781 dan Internal Rate

of Return (IRR) sebesar 15,18%. Karena Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol dan

Internal Rate of Return (IRR) 15,18% masih lebih tinggi dari suku bunga 15%, maka harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh dapat menarik investasi. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 2000 2250 2500 2750 3000

Harga Jual listrik (Rp/kWh) vs Biaya Investasi (USD/kW) 

Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh masih lebih rendah dibandingkan BPP tenaga listrik di beberapa daerah dan masih di bawah biaya penyediaan tenaga listrik dengan menggunakan PLTd. Biaya bahan bakar PLTd dengan asumsi harga bahan bakar solar mencapai Rp 11.000 per liter, Spesific Fuel

Consumption (SFc) PLTd sebesar 0,3 L/kWh

adalah sebesar Rp 3.428 per kWh sehingga harga jual PLTU B-SK Rp 2.380 per kWh jika dibandingkan dengan PLTd masih layak untuk dipertimbangkan.

Besarnya harga jual PLTU B-SK sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara. Pengaruh biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara dapat dilihat pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 5.

Gambar 2.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

biaya investasi

Gambar 3.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

kurs dollar

0 500 1000 1500 2000 2500 8000 9000 10000 11000 12000 13000 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Kurs Dollar (Rp) 

(6)

80

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Untuk mengetahui kelayakan harga jual PLTU

B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh maka dilakukan perhitungan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Perhitungan NPV dan IRR dilakukan dengan membuat cashflow PLTU B-SK selama masa kontrak pembangkit. Pada perhitungan ini diasumsikan umur manfaat pembangkit adalah 25 tahun dan pajak penghasilan perusahaan adalah sebesar 25%. Perhitungan cash flow Pembangkit PLTU B-SK dapat dilihat pada Tabel 2. Dari hasil perhitungan didapatkan dengan harga jual sebesar Rp 2.380 per kWh maka Net Present Value (NPV) PLTU B-SK adalah Rp 1.448.407,781 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18%. Karena Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol dan Internal Rate of Return (IRR) 15,18% masih lebih tinggi dari suku bunga 15%, maka harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh dapat menarik investasi. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 2000 2250 2500 2750 3000

Harga Jual listrik (Rp/kWh) vs Biaya Investasi (USD/kW) 

Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh masih lebih rendah dibandingkan BPP tenaga listrik di beberapa daerah dan masih di bawah biaya penyediaan tenaga listrik dengan menggunakan PLTD. Biaya bahan bakar PLTD dengan asumsi harga bahan bakar solar mencapai Rp 11.000 per liter, Spesific Fuel Consumption (SFC) PLTD sebesar 0,3 L/kWh adalah sebesar Rp 3.428 per kWh sehingga harga jual PLTU B-SK Rp 2.380 per kWh jika dibandingkan dengan PLTD masih layak untuk dipertimbangkan.

Besarnya harga jual PLTU B-SK sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara. Pengaruh biaya investasi, nilai kurs dollar, suku bunga, dan harga jual batubara dapat dilihat pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 5.

Gambar 2.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

biaya investasi

Gambar 3.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

kurs dollar

0 500 1000 1500 2000 2500 8000 9000 10000 11000 12000 13000 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Kurs Dollar (Rp) 

81

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 10% 11% 12% 13% 14% 15% Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Suku Bunga (%) 

Gambar 4.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

tingkat suku bunga

0 1000 2000 3000 40 50 60 70 80 90 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Harga Batubara  (USD/ton) 

Gambar 5.

Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan

harga batubara

Dari Gambar 2 sampai 5 di atas terlihat bahwa harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW dipengaruhi oleh besarnya biaya investasi, tingkat suku bunga, kurs dollar, dan harga batubara. Besarnya biaya investasi pembangkit akan sangat mempengaruhi besarnya harga jual tenaga listrik. Semakin tinggi biaya investasi PLTU B-SK terutama karena biaya mobilisasi peralatan ke wilayah daerah terpencil maka akan membuat harga jual PLTU B-SK semakin tinggi. Perubahan kurs dollar terhadap rupiah juga dapat mempengaruhi harga jual listrik PLTU B-SK. Pada nilai kurs 1 USD sebesar Rp 8.000,- harga jual PLTU B-SK dapat mencapai Rp 1.536 per kWh. Hal yang sama juga berlaku untuk parameter tingkat suku bunga pinjaman. Pada tingkat suku bunga 10% harga jual PLTU B-SK dapat turun mencapai sebesar

Rp 2.207 per kWh. Dari Gambar 5 terlihat pengaruh harga batubara terhadap harga jual PLTU B-SK. Pada harga batubara sebesar 40 USD/ton harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.146 per kWh. Harga jual tenaga listrik PLTU B-Skala Kecil masih dapat lebih rendah apabila suku bunga, nilai kurs dollar, dan harga batubara dapat diturunkan. Dengan asumsi suku bunga sebesar 10 %, nilai kurs 1 dollar sebesar Rp 9.000, dan harga batubara 40 USD per ton maka harga jual PLTU B-SK bias mencapai Rp 1.423 per kWh. Berdasarkan ilustrasi perhitungan pada Tabel 3 diperoleh harga jual tenaga listrik dari PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh, di mana harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan BPP tenaga listrik di beberapa wilayah distribusi PLN seperti di wilayah Provinsi Aceh,

81 M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 10% 11% 12% 13% 14% 15% Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Suku Bunga (%) 

Gambar 4. Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan tingkat suku bunga

0 1000 2000 3000 40 50 60 70 80 90 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Harga Batubara  (USD/ton) 

Gambar 5. Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan harga batubara

Dari Gambar 2 sampai 5 di atas terlihat bahwa harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW dipengaruhi oleh besarnya biaya investasi, tingkat suku bunga, kurs dollar, dan harga batubara. Besarnya biaya investasi pembangkit akan sangat mempengaruhi besarnya harga jual tenaga listrik. Semakin tinggi biaya investasi PLTU B-SK terutama karena biaya mobilisasi peralatan ke wilayah daerah terpencil maka akan membuat harga jual PLTU B-SK semakin tinggi. Perubahan kurs dollar terhadap rupiah juga dapat mempengaruhi harga jual listrik PLTU B-SK. Pada nilai kurs 1 USD sebesar Rp 8.000,- harga jual PLTU B-SK dapat mencapai Rp 1.536 per kWh. Hal yang sama juga berlaku untuk parameter tingkat suku bunga pinjaman. Pada tingkat suku bunga 10% harga jual PLTU B-SK dapat turun mencapai sebesar

Rp 2.207 per kWh. Dari Gambar 5 terlihat pengaruh harga batubara terhadap harga jual PLTU B-SK. Pada harga batubara sebesar 40 USD/ton harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.146 per kWh. Harga jual tenaga listrik PLTU B-Skala Kecil masih dapat lebih rendah apabila suku bunga, nilai kurs dollar, dan harga batubara dapat diturunkan. Dengan asumsi suku bunga sebesar 10 %, nilai kurs 1 dollar sebesar Rp 9.000, dan harga batubara 40 USD per ton maka harga jual PLTU B-SK bias mencapai Rp 1.423 per kWh. Berdasarkan ilustrasi perhitungan pada Tabel 3 diperoleh harga jual tenaga listrik dari PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh, di mana harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan BPP tenaga listrik di beberapa wilayah distribusi PLN seperti di wilayah Provinsi Aceh,

81 M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 10% 11% 12% 13% 14% 15% Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Suku Bunga (%) 

Gambar 4. Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan tingkat suku bunga

0 1000 2000 3000 40 50 60 70 80 90 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Harga Batubara  (USD/ton) 

Gambar 5. Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan harga batubara

Dari Gambar 2 sampai 5 di atas terlihat bahwa harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW dipengaruhi oleh besarnya biaya investasi, tingkat suku bunga, kurs dollar, dan harga batubara. Besarnya biaya investasi pembangkit akan sangat mempengaruhi besarnya harga jual tenaga listrik. Semakin tinggi biaya investasi PLTU B-SK terutama karena biaya mobilisasi peralatan ke wilayah daerah terpencil maka akan membuat harga jual PLTU B-SK semakin tinggi. Perubahan kurs dollar terhadap rupiah juga dapat mempengaruhi harga jual listrik PLTU B-SK. Pada nilai kurs 1 USD sebesar Rp 8.000,- harga jual PLTU B-SK dapat mencapai Rp 1.536 per kWh. Hal yang sama juga berlaku untuk parameter tingkat suku bunga pinjaman. Pada tingkat suku bunga 10% harga jual PLTU B-SK dapat turun mencapai sebesar

Rp 2.207 per kWh. Dari Gambar 5 terlihat pengaruh harga batubara terhadap harga jual PLTU B-SK. Pada harga batubara sebesar 40 USD/ton harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.146 per kWh. Harga jual tenaga listrik PLTU B-Skala Kecil masih dapat lebih rendah apabila suku bunga, nilai kurs dollar, dan harga batubara dapat diturunkan. Dengan asumsi suku bunga sebesar 10 %, nilai kurs 1 dollar sebesar Rp 9.000, dan harga batubara 40 USD per ton maka harga jual PLTU B-SK bias mencapai Rp 1.423 per kWh. Berdasarkan ilustrasi perhitungan pada Tabel 3 diperoleh harga jual tenaga listrik dari PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh, di mana harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan BPP tenaga listrik di beberapa wilayah distribusi PLN seperti di wilayah Provinsi Aceh,

81 M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

2100 2150 2200 2250 2300 2350 2400 10% 11% 12% 13% 14% 15% Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Suku Bunga (%) 

Gambar 4. Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan tingkat suku bunga

0 1000 2000 3000 40 50 60 70 80 90 Harga Jual Listrik (Rp/kWh) vs Harga Batubara  (USD/ton) 

Gambar 5. Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan harga batubara

Dari Gambar 2 sampai 5 di atas terlihat bahwa harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW dipengaruhi oleh besarnya biaya investasi, tingkat suku bunga, kurs dollar, dan harga batubara. Besarnya biaya investasi pembangkit akan sangat mempengaruhi besarnya harga jual tenaga listrik. Semakin tinggi biaya investasi PLTU B-SK terutama karena biaya mobilisasi peralatan ke wilayah daerah terpencil maka akan membuat harga jual PLTU B-SK semakin tinggi. Perubahan kurs dollar terhadap rupiah juga dapat mempengaruhi harga jual listrik PLTU B-SK. Pada nilai kurs 1 USD sebesar Rp 8.000,- harga jual PLTU B-SK dapat mencapai Rp 1.536 per kWh. Hal yang sama juga berlaku untuk parameter tingkat suku bunga pinjaman. Pada tingkat suku bunga 10% harga jual PLTU B-SK dapat turun mencapai sebesar

Rp 2.207 per kWh. Dari Gambar 5 terlihat pengaruh harga batubara terhadap harga jual PLTU B-SK. Pada harga batubara sebesar 40 USD/ton harga jual PLTU B-SK sebesar Rp 2.146 per kWh. Harga jual tenaga listrik PLTU B-Skala Kecil masih dapat lebih rendah apabila suku bunga, nilai kurs dollar, dan harga batubara dapat diturunkan. Dengan asumsi suku bunga sebesar 10 %, nilai kurs 1 dollar sebesar Rp 9.000, dan harga batubara 40 USD per ton maka harga jual PLTU B-SK bias mencapai Rp 1.423 per kWh. Berdasarkan ilustrasi perhitungan pada Tabel 3 diperoleh harga jual tenaga listrik dari PLTU B-SK sebesar Rp 2.380 per kWh, di mana harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan BPP tenaga listrik di beberapa wilayah distribusi PLN seperti di wilayah Provinsi Aceh,

(7)

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Tahu n ke Eq uity Pen dap ata n P enj ual an Lis trik Cic ilan Bun ga H uta ng CO GS Pend apa tan Peny usu tan Pen dap ata n S ebe lum Paja k Pen dap ata n S ete lah Paja k Cic ilan Hu tan g P oko k Ca sh Flo w I nve sto r Ca sh F low Inve sto r Ku mu latif 2 3 4 5 6 = 3-4-5 7 8 = 6-7 9 10 = 8-9 11 0 00 1 28, 892 ,50 0,0 00 -28 ,89 2,5 00, 000 -28 ,89 2,5 00, 000 -28 ,892 ,50 0,0 00 2 20, 475 ,00 0,0 00 -20 ,47 5,0 00, 000 -20 ,47 5,0 00, 000 -49 ,367 ,50 0,0 00 3 13, 650 ,00 0,0 00 -13 ,65 0,0 00, 000 -13 ,65 0,0 00, 000 -63 ,017 ,50 0,0 00 4 6,8 25, 000 ,00 0 -6, 825 ,00 0,0 00 -6, 825 ,00 0,0 00 -69 ,84 2,5 00, 000 5 109 ,15 5,5 39, 338 34, 636 ,87 5,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 42, 683 ,28 2,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 27, 516 ,61 5,9 12 6,8 79, 153 ,97 8 20, 637 ,46 1,9 34 46, 182 ,50 0,0 00 -25 ,54 5,0 38, 066 -95 ,38 7,5 38, 066 6 109 ,15 5,5 39, 338 27, 709 ,50 0,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 49, 610 ,65 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 34, 443 ,99 0,9 12 8,6 10, 997 ,72 8 25, 832 ,99 3,1 84 46, 182 ,50 0,0 00 -20 ,34 9,5 06, 816 -11 5,7 37, 044 ,88 2 7 109 ,15 5,5 39, 338 20, 782 ,12 5,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 56, 538 ,03 2,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 41, 371 ,36 5,9 12 10, 342 ,84 1,4 78 31, 028 ,52 4,43 4 46, 182 ,50 0,0 00 -15 ,15 3,9 75, 566 -13 0,8 91, 020 ,44 8 8 109 ,15 5,5 39, 338 13, 854 ,75 0,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 63, 465 ,40 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 48, 298 ,74 0,9 12 12, 074 ,68 5,2 28 36, 224 ,05 5,68 4 46, 182 ,50 0,0 00 -9, 958 ,44 4,3 16 -14 0,8 49, 464 ,76 5 9 109 ,15 5,5 39, 338 6,9 27, 375 ,00 0 31, 835 ,38 1,7 60 70, 392 ,78 2,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 55, 226 ,11 5,9 12 13, 806 ,52 8,9 78 41, 419 ,58 6,9 34 46, 182 ,50 0,0 00 -4, 762 ,91 3,0 66 -14 5,6 12, 377 ,83 1 10 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 -98 ,99 7,2 59, 647 11 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 -52 ,38 2,1 41, 463 12 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 -5, 767 ,02 3,2 79 13 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 40, 848 ,09 4,9 05 14 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 87, 463 ,21 3,0 88 15 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 134 ,078 ,33 1,2 72 16 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 180 ,693 ,44 9,4 56 17 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 227 ,308 ,56 7,6 40 18 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 273 ,923 ,68 5,8 24 19 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 320 ,538 ,80 4,0 08 20 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 378 ,52 8,9 22, 192 21 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 436 ,51 9,0 40, 375 22 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 494 ,50 9,1 58, 559 23 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 552 ,49 9,2 76, 743 24 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 610 ,48 9,3 94, 927 25 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 668 ,47 9,5 13, 111 26 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 726 ,46 9,6 31, 295 27 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 784 ,45 9,7 49, 478 28 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 842 ,44 9,8 67, 662 29 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 900 ,43 9,9 85, 846 TO TA L 69, 842 ,50 0,0 00 103 ,91 0,6 25, 000 1,4 42, 492 ,52 6,5 69 227 ,50 0,0 00, 000 841 ,40 1,8 94, 927 230 ,91 2,5 00, 000 To tal Lo an 1 73, 255 ,00 0,0 00 64, 496 ,25 0,0 00 53, 348 ,75 0,0 00 39, 812 ,50 0,0 00 Paja k P Pn 2 5% Tabel 2 . Perhitungan cash flow PL TU B-SK

(8)

82

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Tahu n ke Eq uity Pen dap ata n P enj ual an Lis trik Cic ilan Bun ga H uta ng CO GS Pend apa tan Peny usu tan Pen dap ata n S ebe lum Paja k Pen dap ata n S ete lah Paja k Cic ilan Hu tan g P oko k Ca sh Flo w I nve sto r Ca sh F low Inve sto r Ku mu latif 2 3 4 5 6 = 3-4-5 7 8 = 6-7 9 10 = 8-9 11 0 00 1 28, 892 ,50 0,0 00 -28 ,89 2,5 00, 000 -28 ,89 2,5 00, 000 -28 ,892 ,50 0,0 00 2 20, 475 ,00 0,0 00 -20 ,47 5,0 00, 000 -20 ,47 5,0 00, 000 -49 ,367 ,50 0,0 00 3 13, 650 ,00 0,0 00 -13 ,65 0,0 00, 000 -13 ,65 0,0 00, 000 -63 ,017 ,50 0,0 00 4 6,8 25, 000 ,00 0 -6, 825 ,00 0,0 00 -6, 825 ,00 0,0 00 -69 ,84 2,5 00, 000 5 109 ,15 5,5 39, 338 34, 636 ,87 5,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 42, 683 ,28 2,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 27, 516 ,61 5,9 12 6,8 79, 153 ,97 8 20, 637 ,46 1,9 34 46, 182 ,50 0,0 00 -25 ,54 5,0 38, 066 -95 ,38 7,5 38, 066 6 109 ,15 5,5 39, 338 27, 709 ,50 0,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 49, 610 ,65 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 34, 443 ,99 0,9 12 8,6 10, 997 ,72 8 25, 832 ,99 3,1 84 46, 182 ,50 0,0 00 -20 ,34 9,5 06, 816 -11 5,7 37, 044 ,88 2 7 109 ,15 5,5 39, 338 20, 782 ,12 5,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 56, 538 ,03 2,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 41, 371 ,36 5,9 12 10, 342 ,84 1,4 78 31, 028 ,52 4,43 4 46, 182 ,50 0,0 00 -15 ,15 3,9 75, 566 -13 0,8 91, 020 ,44 8 8 109 ,15 5,5 39, 338 13, 854 ,75 0,0 00 31, 835 ,38 1,7 60 63, 465 ,40 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 48, 298 ,74 0,9 12 12, 074 ,68 5,2 28 36, 224 ,05 5,68 4 46, 182 ,50 0,0 00 -9, 958 ,44 4,3 16 -14 0,8 49, 464 ,76 5 9 109 ,15 5,5 39, 338 6,9 27, 375 ,00 0 31, 835 ,38 1,7 60 70, 392 ,78 2,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 55, 226 ,11 5,9 12 13, 806 ,52 8,9 78 41, 419 ,58 6,9 34 46, 182 ,50 0,0 00 -4, 762 ,91 3,0 66 -14 5,6 12, 377 ,83 1 10 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 -98 ,99 7,2 59, 647 11 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 -52 ,38 2,1 41, 463 12 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 -5, 767 ,02 3,2 79 13 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 40, 848 ,09 4,9 05 14 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 87, 463 ,21 3,0 88 15 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 134 ,078 ,33 1,2 72 16 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 180 ,693 ,44 9,4 56 17 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 227 ,308 ,56 7,6 40 18 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 273 ,923 ,68 5,8 24 19 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 15, 166 ,66 6,6 67 62, 153 ,49 0,9 12 15, 538 ,37 2,7 28 46, 615 ,11 8,1 84 46, 615 ,11 8,1 84 320 ,538 ,80 4,0 08 20 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 378 ,52 8,9 22, 192 21 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 436 ,51 9,0 40, 375 22 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 494 ,50 9,1 58, 559 23 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 552 ,49 9,2 76, 743 24 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 610 ,48 9,3 94, 927 25 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 668 ,47 9,5 13, 111 26 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 726 ,46 9,6 31, 295 27 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 784 ,45 9,7 49, 478 28 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 842 ,44 9,8 67, 662 29 109 ,15 5,5 39, 338 31, 835 ,38 1,7 60 77, 320 ,15 7,5 78 0 77, 320 ,15 7,5 78 19, 330 ,03 9,3 95 57, 990 ,11 8,1 84 57, 990 ,11 8,1 84 900 ,43 9,9 85, 846 TO TA L 69, 842 ,50 0,0 00 103 ,91 0,6 25, 000 1,4 42, 492 ,52 6,5 69 227 ,50 0,0 00, 000 841 ,40 1,8 94, 927 230 ,91 2,5 00, 000 To tal Lo an 1 73, 255 ,00 0,0 00 64, 496 ,25 0,0 00 53, 348 ,75 0,0 00 39, 812 ,50 0,0 00 Paja k P Pn 2 5% Tabel 2 . Perhitungan cash flow PL TU B-SK

83

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, NTB, dan NTT. Peluang pengembangan PLTU B-SK di wilayah tersebut mempunyai prospek yang bagus karena dapat menggantikan pembangkit PLTD (artikel tentang PLTD ini dapat dibaca pada edisi ini yang ditulis oleh Zaenal Arifin) yang masih banyak beroperasi di wilayah tersebut. Pengembangan PLTU B-SK bahkan sangat berpeluang dikembangkan di wilayah Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur karena pada ketiga wilayah tersebut memiliki cadangan potensi batubara yang sangat besar. Cadangan batubara di wilayah Aceh sebesar 1,7 miliar ton, diwilayah Kalimantan Barat sebesar 160.598.700 ton, dan di wilayah Kalimantan Timur cadangan batubara mencapai 25 milyar tonCadangan Pengembangan PLTU B-SK akan menurunkan BPP di ketiga wilayah tersebut dan akan mengurangi besarnya subsidi tenaga listrik di wilayah tersebut.

Tabel 3.

BPP tenaga listrik tahun 2013

5. KESIMPULAN

a. Hasil perhitungan menunjukkan harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW adalah sebesar Rp 2.380 per kWh dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18%. Harga jual tersebut sangat di pengaruhi oleh besarnya biaya investasi, kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara. Semakin kecil nilai kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara maka akan membuat harga jual tenaga listrik PLTU B-SK semakin rendah.

b. Harga jual tenaga listrik dari PLTU B-SK tidak dapat ditetapkan dengan Harga Patokan Tertinggi dikarenakan harga jual tenaga listrik PLTU B-SK sangat dipengaruhi oleh variasi besarnya biaya investasi, kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara.

(sumber : DJK)

82

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Tahu n ke Eq uity Pen dap atan Pen jual an Lis trik Cic ilan Bu nga Hu tan g CO GS Pen dap ata n Peny usu tan Pen dap ata n S ebel um Paj ak Pen dap ata n S etel ah Paj ak Cic ilan Hu tan g P okok Ca sh Flow Inv est or Ca sh F low Inve sto r Ku mu latif 2 3 4 5 6 = 3-4-5 7 8 = 6-7 9 10 = 8-9 11 0 00 1 28, 892 ,500, 000 -28 ,892, 500, 000 -28, 892 ,500, 000 -28, 892, 500 ,000 2 20, 475 ,000, 000 -20 ,475, 000, 000 -20, 475 ,000, 000 -49, 367, 500 ,000 3 13, 650 ,000, 000 -13 ,650, 000, 000 -13, 650 ,000, 000 -63, 017, 500 ,000 4 6,825, 000, 000 -6, 825, 000, 000 -6, 825, 000, 000 -69, 842, 500 ,000 5 109, 155, 539, 338 34, 636, 875, 000 31, 835, 381, 760 42, 683, 282, 578 15, 166 ,666, 667 27, 516, 615, 912 6,879, 153, 978 20, 637 ,461, 934 46, 182, 500, 000 -25, 545 ,038, 066 -95, 387, 538 ,066 6 109, 155, 539, 338 27, 709, 500, 000 31, 835, 381, 760 49, 610, 657, 578 15, 166 ,666, 667 34, 443, 990, 912 8,610, 997, 728 25, 832 ,993, 184 46, 182, 500, 000 -20, 349 ,506, 816 -115, 737, 044, 882 7 109, 155, 539, 338 20, 782, 125, 000 31, 835, 381, 760 56, 538, 032, 578 15, 166 ,666, 667 41, 371, 365, 912 10, 342, 841, 478 31, 028 ,524, 434 46, 182, 500, 000 -15, 153 ,975, 566 -130, 891, 020, 448 8 109, 155, 539, 338 13, 854, 750, 000 31, 835, 381, 760 63, 465, 407, 578 15, 166 ,666, 667 48, 298, 740, 912 12, 074, 685, 228 36, 224 ,055, 684 46, 182, 500, 000 -9, 958, 444, 316 -140, 849, 464, 765 9 109, 155, 539, 338 6,9 27, 375, 000 31, 835, 381, 760 70, 392, 782, 578 15, 166 ,666, 667 55, 226, 115, 912 13, 806, 528, 978 41, 419 ,586, 934 46, 182, 500, 000 -4, 762, 91 3,066 -145, 612, 377, 831 10 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 -98, 997, 259 ,647 11 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 -52, 382, 141 ,463 12 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 -5, 767, 023, 279 13 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 40, 848, 094, 905 14 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 87, 463, 213, 088 15 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 134 ,07 8,331, 272 16 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 180 ,69 3,449, 456 17 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 227 ,30 8,567, 640 18 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 273 ,92 3,685, 824 19 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 15, 166 ,666, 667 62, 153, 490, 912 15, 538, 372, 728 46, 615 ,118, 184 46, 615 ,118, 184 320 ,53 8,804, 008 20 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 378 ,528 ,922, 192 21 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 436 ,519 ,040, 375 22 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 494 ,509 ,158, 559 23 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 552 ,499 ,276, 743 24 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 610 ,489 ,394, 927 25 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 668 ,479 ,513, 111 26 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 726 ,469 ,631, 295 27 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 784 ,459 ,749, 478 28 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 842 ,449 ,867, 662 29 109, 155, 539, 338 31, 835, 381, 760 77, 320, 157, 578 0 77, 320, 157, 578 19, 330, 039, 395 57, 990 ,118, 184 57, 990 ,118, 184 900 ,439 ,985, 846 TO TA L 69, 842 ,500, 000 103, 910, 625, 000 1,442, 492, 526, 569 227, 500, 000, 000 841, 401, 894, 927 230, 912, 500 ,000 To tal Lo an 1 73, 255, 000, 000 64, 496, 250, 000 53, 348, 750, 000 39, 812, 500, 000 Paj ak PP n 25% Tabel 2 . Perhitungan cash flow PL TU B-SK

83

M&E, Vol. 13, No. 2, Juni 2015

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, NTB, dan NTT. Peluang pengembangan PLTU B-SK di wilayah tersebut mempunyai prospek yang bagus karena dapat menggantikan pembangkit PLTD (artikel tentang PLTD ini dapat dibaca pada edisi ini yang ditulis oleh Zaenal Arifin) yang masih banyak beroperasi di wilayah tersebut. Pengembangan PLTU B-SK bahkan sangat berpeluang dikembangkan di wilayah Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur karena pada ketiga wilayah tersebut memiliki cadangan potensi batubara yang sangat besar. Cadangan batubara di wilayah Aceh sebesar 1,7 miliar ton, diwilayah Kalimantan Barat sebesar 160.598.700 ton, dan di wilayah Kalimantan Timur cadangan batubara mencapai 25 milyar tonCadangan Pengembangan PLTU B-SK akan menurunkan BPP di ketiga wilayah tersebut dan akan mengurangi besarnya subsidi tenaga listrik di wilayah tersebut.

Tabel 3.

BPP tenaga listrik tahun 2013

5. KESIMPULAN

a. Hasil perhitungan menunjukkan harga jual tenaga listrik PLTU B-SK dengan kapasitas 7 MW adalah sebesar Rp 2.380 per kWh dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,18%. Harga jual tersebut sangat di pengaruhi oleh besarnya biaya investasi, kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara. Semakin kecil nilai kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara maka akan membuat harga jual tenaga listrik PLTU B-SK semakin rendah.

b. Harga jual tenaga listrik dari PLTU B-SK tidak dapat ditetapkan dengan Harga Patokan Tertinggi dikarenakan harga jual tenaga listrik PLTU B-SK sangat dipengaruhi oleh variasi besarnya biaya investasi, kurs dollar, suku bunga pinjaman, dan harga batubara.

(9)

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

Topik Utama

c. Harga jual tenaga listrik PLTU B-SK masih

lebih rendah dibandingkan dengan biaya pokok penyediaan pembangkit PLTD dengan bahan bakar minyak.

d. Kelayakan ekonomi pembangunan PLTU B-SK dapat mengacu kepada BPP wilayah. Untuk PLTU B-SK dengan harga jual tenaga listrik yang masih di bawah atau mendekati BPP wilayah seperti di wilayah Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, NTB, dan NTT maka pembangkit PLTU B-SK tersebut dapat dibangun.

DAFTAR PUSTAKA

DJK, 2013, Verifikasi Susut Jaringan PT. PLN Persero Tahun 2013, Jakarta

Dewan Energi Indonesia, 2014, Outlook Energi Indonesia, Jakarta.

Munasinghe M, Warford J.,1982,Electricity Pricing Theory and Case Studies, Baltimore and London: The John Hopkins University Press.

PLN, 2014, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Tahun 2015 - 2024, PT PLN (Persero), Jakarta.

PLN, 2014, Statistik PLN 2013, Jakarta.

Steven Stoft., 2002, Power System Economics Designing Markets for Electricity,The Institute of Electrical and Electronics Engineers; IEEE Press & Willey-Interscience.

Gambar

Gambar 1.  Cadangan dan sumber daya batubara2. METODOLOGI
Gambar 2.  Metodologi penelitian
Gambar 2.  Hubungan harga jual listrik PLTU B-SK dengan biaya investasi
Tabel 2. Perhitungan cash flow PLTU B-SK
+2

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dilihat diatas diantara cabang-cabang psikologi maka psikologi pendidikan termasuk kedalam psikologi khusus ini berarti psikologi pendidikan adalah ilmu yang

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin,

 Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman 3-10 meter di bawah permukaan tanah, maka disarankan menggunakan pondasi dangkal dengan perbaikan tanah atau pengakuan

Untuk bang Rizal yang selalu menjadi teman dalam banyak hal, bung Jarwo dan seluruh angkatan 2004 kimia, terima kasih atas pengalaman empat tahun yang telah

Penstrukturan Kursus Citra yang dilaksanakan ini dapat menambahbaik sistem penyampaian universiti dalam melengkapkan pendidikan pelajar bagi melahirkan graduan

Jadi, Dipenda Kabupaten atau Kota Padangsidimpuan dapat merumuskan keputusan strategi terbaik dari hasil analisis QSPM ini yakni untuk meningkatkan PAD pada masa mendatang

• Proses akulturasi yang berjalan dengan baik akan menghasilkan integrasi antara unsur kebudayaan asing dengan unsur kebudayaan sendiri. • Kegoncangan kebudayaan terjadi apabila

Manfaat penelitian ini adalah memberi pengetahuan kepada Bapak/Ibu tentang mulut kering yang terjadi dan dapat menjaga kesehatan rongga mulut agar tidak terjadi mulut