• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFORMED CONSENT. dr. Meivy Isnoviana,S.H

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INFORMED CONSENT. dr. Meivy Isnoviana,S.H"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

INFORMED CONSENT

INFORMED CONSENT

dr. Meivy Isnoviana,S.H

(2)

KATA KUNCI BANYAK ORANG MENGIRA BAHWA

INFORMED CONSENT MERUPAKAN PERJANJIAN TERAPETIK (TIDAK)

BANYAK PULA ORANG MENGIRA BAHWA

PERNYATAAN KESANGGUPAN MEMBAYAR BIAYA LAYANAN MERUPAKAN

(3)

INFORMED CONSENT

BUKAN PERJANJIAN TERAPETIK, TETAPI PERNYATAAN SEPIHAK, YAITU OLEH:

oPASIEN (FOR PERSON WITH CAPACITY TO CONSENT)

o ORANG YANG BERHAK MEWAKILI (FOR

PERSON WITHOUT CAPACITY TO CONSENT)

PERNYATAAN KESANGGUPAN MEMBAYAR

JUGA BUKAN INFORMED CONSENT SEBAB IA TIDAK BERKAITAN DENGAN TINDAKAN MEDIS, SERTA DAPAT DIBERIKAN OLEH SIAPA SAJA YANG YANG BERSEDIA MENANGGUNG BIAYA

(4)

INFORMED CONSENT

1. Bukan merupakan perjanjian terapetik, tetapi sebuah konsekuensi yang muncul

menyusul terjalinnnya hubungan terapetik.

2. Merupakan pernyataan sepihak oleh pasien atau jika pasien tidak berkompeten oleh

orang yang berhak mewakili pasien.

3. Hanya berkaitan dengan tindakan medik atau tindakan keperawatan saja.

PERJANJIAN TERAPETIK

Pernyataan dua pihak, yaitu pihak pasien dan pihak Dr, berdasarkan asas dalam

(5)

PERNYATAAN

MENANGGUNG BIAYA

o Bukan merupakan Informed Consent.

o Bisa diberikan oleh siapa saja yang

bersedia/mau menanggung biaya, a.l:

Pasien sendiri;

Keluarga yang berhak mewakili;

Perusahaan atau majikannya;

(6)

HUBUNGAN TERAPETIK

Terjadi karena dua alasan, yaitu:

1.Karena Dr (secara pribadi) setuju menjalin

perjanjian terapetik dengan pasien. 2.Karena hukum/UU, yaitu:

a. bila Dr bekerja di RS (sbg sub-ordinat

atau mitra) shg ia harus melaksanakan kewajiban RS (mengelola pasien RS);

b. bila Dr melihat orang dalam keadaan emergensi sehingga ia wajib melakukan

(7)

GOOD SAMARITAN

Adalah tindakan menolong seseorang dgn sukarela atas dasar kemanusiaan seperti yg dilakukan oleh seorang Samaria (yang baik) ketika melihat korban tergeletak dirampok. GOOD SAMARITAN LAW

Adalah UU di Amerika yang memberikan

imunitas dari tuntutan hukum kepada siapa saja yang melakukan pertolongan emergensi diluar RS bila terjadi kelalaian, sepanjang

(8)

DOKTER PASIEN

PERIKATAN

KEWAJIBAN HAK

Melakukan tindakan medis, berupa:

1. Tindakan diagnosis: a. tindakan diagnosis A b. tindakan diagnosis B 2. Tindakan terapetik: a. tindakan terapetik X b. tindakan terapetik Y

hubungan karena perjanjian terapetik

Tiap-tiap tindakan yang ada risikonya harus

dilengkapi INFORMED CONSENT sendiri-sendiri KEWAJIBAN

(9)

RUMAH SAKIT PASIEN

PERIKATAN

KEWAJIBAN HAK

Melakukan tindakan medis, berupa:

1. Tindakan diagnosis: a. tindakan diagnosis A b. tindakan diagnosis B 2. Tindakan terapetik: a. tindakan terapetik X b. tindakan terapetik Y

perjanjian terapetikperjanjian terapetik

Tiap-tiap tindakan yang ada risikonya harus

dilengkapi INFORMED CONSENT sendiri-sendiri KEWAJIBAN HAK DOKTER Hubungan karena hukum/UU

(10)

DEFINISI (1)

Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau

keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. (Permenkes)

DEFINISI (2)

Persetujuan pasien atau yang mewakilinya

atas rencana tindakan kedokteran atau

kedokteran gigi setelah menerima informasi yg cukup untuk dapat membuat persetujuan.

(11)

DEFINISI (3)

Pernyataan oleh PASIEN, atau dalam hal pasien tidak berkompeten*), oleh ORANG YANG BERHAK MEWAKILI, yang isinya berupa persetujuan kepada

Dr untuk melakukan tindakan medik sesudah pasien

atau orang yang berhak tersebut diberi informasi secukupnya**) mengenai rencana tindakan medik yang akan dilakukan Dr. (Sofwan Dahlan)

*) Tidak berkompeten: belum dewasa (21 th) atau

belum pernah nikah atau tidak sehat akal.

**) Informasi sekucupnya: kualitas dan kuantitas

informasi cukup adekuat bagi pasien untuk dasar membuat keputusan (setuju atau tidak setuju).

(12)

INFORMED

CONSENT

• Persetujuan Tindakan Medik yaitu persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. • Permenkes No. 290 Tahun 2008 Psl 1 • UU No.29 Th 2004 psl 45

(13)

UNSUR-UNSUR

• Prosedur

• Risiko yang mungkin terjadi

• Manfaat dari tindakan yang akan dilakukan

• Alternative tindakan yang dapat dilakukan

(14)

P E R S E T U J U A N

• tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien

• tertulis / lisan

• pasien mendapat informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medik yang bersangkutan serta resiko yang dapat ditimbulkanya .

• penyampaian dan informasi disesuaikan

(15)

• Bila mengandung resiko tinggi harus persetujuan tertulis ditandatangani mereka yg berhak memberikan

persetujuan

• tidak beresiko tinggi persetujuan cukup persetujuan lisan (dng anggukan kepala) • dapat diberikan secara nyata – nyata

atau secara diam – diam

(16)

INFORMASI

• harus diberikan kepada pasien ,

• informasi harus lengkap ,kecuali dokter menilai informasi tersebut dapat

merugikan kepentingan kesehatan pasien • atau pasien menolak diberikan informasi

dokter bisa memberi tahukan kepada keluarga terdekat pasien

(17)

• Informasi lisan harus ada saksi, pihak dokter perawat

• Dalam Hal tindakan bedah ( operasi ) ,informasi harus diberikan oleh dokter yg melakukan . Bila dokter tidak ada informasi diberikan oleh dokter lain dengan pengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab.

(18)

• Informasi juga harus diberikan jika ada kemungkinan perluasan operasi.

• Perluasan operasi yg tidak dapat diduga sebelumnya, dapat dilakukan untuk

menyelamatkan jiwa pasien, dan setelah operasi dilakukan dokter harus

memberikan informasi kepada pasien atau keluarganya.

(19)

YANG BERHAK

MEMBERIKAN

PERSETUJUAN

• pasien dewasa

( telah berumur 21 tahun atau sudah menikah ) yang berada dalam keadaan sadar dan sehat

mental

• pasien dewasa yang berada di bawah

pengampuan ( curate ) persetujuan diberikan oleh wali / curator

• pasien dibawah umur 21 tahun dan tidak

mempunyai orang tua / wali dan atau ortu/ wali berhalangan, persetujuan diberikan oleh

(20)

LANDASAN ETIKA

Etika menghendaki agar setiap Dr dalam menjalankan

profesinya senantiasa memperhatikan empat prinsip dasar moral, yakni:

1.Beneficence (to do good).

2.Non-maleficence (to do no harm).

3.Justice (as a fairness or as distributive justice).

4.Autonomy (the right to make decisions about one’s health care).

Jadi informed consent bukan sekedar isu hukum, ttp juga isu moral dan etika sebab berkaitan erat dengan prinsip autonomy (hak pasien membuat keputusan).

(21)

PERSETUJUAN TIDAK

DIPERLUKAN PADA :

1. pasien tidak sadar/ pingsan,tidak ada keluarga terdekat secara medik berada dalam keadaan gawat darurat yang

memerlukan tindakan medik segera untuk kepentingannya

2. tindakan medik yg harus dilaksanakan

sesuai dengan progam pemerintah dimana tindakan medik tersebut untuk

kepentingan masyarakat banyak.

(22)

• Bila pasien sadar, baru diberi tahu dan dimintakan persetujuannya

(23)

BAGAIMANA

JIKA pasien dalam keadaan EMERGENSI?

APAKAH

INFOMED CONSENT tetap perlu mengingat pelaksanaan informed consent memerlukan komunikasi sehingga dibutuhkan:

a. waktu relatif lama; dan

b. tingkat kesadaran compos mentis ???

PADAHAL

TINDAKAN emergency perlu dilakukan cepat untuk mencegah kematian dan kecacatan !!!

(24)

DEFINISI EMERGENSI

1. DIANGGAP EMERGENCY:

setiap kondisi yang menurut pendapat pasien,

keluarga atau orang-orang yg membawa pasien

ke RS --- bahwa pasien --- memerlukan penanganan segera. (versi pihak pasien) 2. TRUE EMERGENCY:

setiap kondisi yang setelah diperiksa secara

klinis, memang memerlukan penanganan segera

(immediate medical attention), guna mencegah

pasien dari kematian/kecacatan. (versi Dr)

(American Hospital Association)

(25)

EMERGENCY CARE

PADA ANAK TANPA IC ORANG TUA

Jika orangtua tak setuju, tindakan medik pada anak dapat dilakukan dgn syarat:

1. Tindakan tsb merupakan tindakan terapetik, bukan tindakan eksperimental.

2. Tanpa tindakan tsb anak akan mati.

3. Tindakan medik tsb memberikan harapan

atau peluang pada anak yang bersangkutan untuk hidup normal, sehat dan bermanfaat.

(26)

TANGGUNGJAWAB DOKTER

TERHADAP PENDERITA EMERGENSI

Dokter diwajibkan oleh UU utk menolong seseorang

yang berada dalam kondisi emergensi jika :

a.bentuk pertolongannya masih berada dlm kontek profesinya.

b.pasien berada dalam jarak dekat dengan dokter. c.dokter mengetahui bahwa ada kebutuhan akan

bantuan emergensi atau ada pasien dgn kondisi

serius.

d. dokter dinilai layak memberikan bantuan serta memiliki peralatan yang diperlukan.

(27)

BENTUK KEWAJIBAN 1. Diluar RS:

- melakukan Good Samaritan (stabilisasi dan transfer ke RS).

2. Di Puskesmas:

- stabilisasi.

- transfer ke RS (jika sudah transferable).

3. Di RS dg Initial Emergency Care:

- stabilisasi.

- transfer ke RS (jika sudah transferable).

4. Di RS dg Definitive Emergency Care:

(28)

PENOLAKAN

MEMBERIKAN INFORMED CONSENT Jika pasien sudah dewasa dan sehat akal: o Pasien bertanggungjawab sendiri atas

kejadian buruk yang akan terjadi.

Jika penolakan oleh orangtua dari pasien yang tidak berkompeten maka bisa dipersoalkan

mengenai apakah:

o Keputusannya merupakan keputusan yg bertanggungjawab?

o Telah menggunakan standar yang benar?

o Berhak mewakili kepentingan anaknya?

(29)

KONSEKUENSI HUKUM

Bila tindakan medik tidak disertai informed consent, konsekuensi hukumnya:

1. Merupakan bukti adanya unsur pidana, yaitu perbuatan tercela (actus reus) dan sikap batin yang salah (mens rea).

2. Merupakan bukti adanya unsur tindakan melawan hukum sehingga Dr bisa digugat. 3. Merupakan bukti adanya tindakan Dr yang

tidak patuh thd Hukum Disiplin, sehingga Dr dapat diadili oleh MKDKI.

(30)

TANGGUNG

JAWAB

1. Dokter bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan tentang persetujuan tindakan medik

2. Pemberian Persetujuan Tindakan Medik yang dilaksanakan dirumah

sakit/klinik , maka rumah sakit/klinik yang bersangkutan ikut bertanggung jawab .

(31)

SANKSI

• sanksi administrative berupa

pencabutan surat ijin

prakteknya . (PERMENKES RI

No.585 pasal 13).

(32)

SANKSI PERDATA

• pasal 1365 mengenai onrechtmatige daad ( perbuatan melawan hukum ),

bisa berupa ganti rugi atas cacat atau luka karena adanya perbuatan yang

(33)

SANKSI

PIDANA (KUHP)

• pasal 351 mengenai penganiayaan • pasal 89

• “ yaitu membuat orang pingsan atau tidak berdaya disamakan dengan

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah kunjungan wisatawan pada bulan Juni adalah sebanyak 76 orang pada awal operasi Nusantara diving center resort, bulan Juli sebanyak 84 orang, bulan Agustus jumlah

• Teori-teori komunikasi interpesonal banyak dipengaruhi konsepsi psikologi humanistis yang menggambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional

Untuk nilai indeks dominansi berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai dominansi sebesar 0,59 dengan demikian terkategorikan dominansi jenis tertentu masih

reaksi terbentuknya Ag+z. Disisi lain secara teoritis tidak ada faktor temperatur pada perhitungan efisiensi, sehingga semakin rendah temperatur harga efisiensi arus elektrolisis

Jika yang Anda tangani ini adalah pasien prioritas tinggi, maka tahap persiapan, melonggarkan pakaian, memeriksa perban dan bidai, menenangkan pasien, bahkan pemeriksaan vital

 Bagaimana pengaruh temperatur operasi sensor dan konsentrasi gas LPG terhadap sensitivitas sensor gas LPG dari material WO 3 yang disintesa dengan metode sol gel dan

07/11/2012 18 QBasic Input data rancangan AutoCAD Pembuatan gambar kerja otomatis QBasic Pengolahan data rancangan Pembuatan dan. penyimpanan

Arah hubungan (r) adalah positif, semakin tinggi luas penutupan kayu apu pada limbah cair tahu maka semakin tinggi pula penurunan nitrat pada limbah cair tahu. 28.Tabel