23 BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA
3.1. Profil Sekolah
3.1.1. Sejarah Singkat SMAN 1 Pasawahan
Pada tahun 2002/2003 program pemerintah untuk melaksanakan wajib belajar 12 tahun dan melaksanakan program pendidikan tingkat SLTA di tiap-tiap wilayah kecamatan telah dilaksanakan dan dipercayakan kepada dua kecamatan di wilayah kabupaten Purwakarta, kedua kecamatan yang ditunjuk yaitu kecamatan Pasawahan dan kecamatan Tegal Waru. Di kecamatan Pasawahan ini, penyelenggaraan pendidikan ditingkat SLTA sangat mendapatkan tanggapan positif, salah satu bukti antusias dalam menyambut pendirian SMA Negeri 1 Pasawahan yaitu dengan adanya dukungan dari lembaga swadaya masyarakat yang bernaung dalam wadah Forum Komunikasi Sarjana Pasawahan atau lebih dikenal dengan FKSP.
SMAN 1 Pasawahan mulai melakukan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2002/2003, dengan jumlah siswa sebanyak 182 siswa, hasil dari rekuitmen SMAN 1 Purwakarta sebagai sekolah pembinanya. Kepala sekolah pertama SMAN 1 Pasawahan yaitu Drs, Bahrum Munajat, M.M., dan dibantu oleh Drs. Yani Sunardi sebagai wakil kepala sekolah. Selama satu semester pembelajaran dilaksanakan di gedung SDN 2 Pasawahan yang lokasinya terletak di Cihideung tidak jauh dari lokasi SMAN 1 Pasawahan saat ini. Kemudian secara bertahap pada bulan september 2002 gedung SMAN 1 Pasawahan didirikan di Kp. Sukamaju, Ds. Pasawahan, Kabupaten Purwakarta yang menempati area lahan seluas 10.000 m2. Lahan ini diperoleh dari bantuan pemerintah kabupaten seluas 4.000 m2 dan hibah dari bapak Nana Narasa seluas 6.000 m2. Pertengahan tahun pelajaran 2002/2003 kepala sekolah SMAN 1 Pasawahan dialih tugaskan dari DRS. Bahrum Munajat M.M kepada Drs. Gaos suherman dan sekaligus sebagai sekolah yang berdiri sendiri.
Setelah Drs. Gaos suherman, diteruskan oleh Drs. Jajat Sudrajat, M.Pd, kemudian oleh Hj.Sri Mulyani, S.Pd, M.Pd dan saat ini diteruskan oleh Dra. Titin Kuraesin M.Pd. Sampai saat ini SMAN 1 Pasawahan terus berbenah diri dengan memperhatikan berbagai kekurangan kekurangan sarana dan prasarana belajar.
3.1.2. Kondisi Sekolah
a. Identitas Sekolah
Provinsi : Jawa Barat
Kabupaten : Purwakarta
Nama : SMAN 1 PASAWAHAN
NPSN : 20229746
Jenjang Pendidikan : SMA Status Sekolah : Negeri
Alamat : JL. Terusan Kapten Halim, Kp. Sukamaju
RT/RW : 11/06
Desa/Kelurahan : Pasawahan
Kode pos : 41172
Kecamatan : Pasawahan
Lintang/Bujur : -6.5868000/107.4749000 Luas Tanah Milik : 10105 m2
Luas Tanah Bukan Milik : 0 m2
SK Pendirian Sekolah : 425.11/Kep.197 Dis.04 Tgl SK Pendirian : 2004-08-04
SK Izin Operasional : 425.11/Kep.197 Dis.04 Tgl SK Izin Operasional : 2004-08-04
Sumber / Daya Listrik : PLN / 14600w Akses Internet : Smartfren Nomor Telepon : (0264) 204194 Nomor Faksimile : -
Email : [email protected]
Website : -
3.1.3. Visi dan Misi
Visi Sekolah :
Unggul Prestasi, Luhur Dalam Peradaban Bangsa di Landasi Keimanan dan Ketakwaan Serta Peduli Pada Lingkungan Sekitar.
Misi Sekolah :
Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Pengajaran
Meningkatkan Profesionalisme Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan
Menciptakan Suasana yang Berbudaya dan Peduli pada Lingkungan Sekitar Serta Peradaban Bangsa
Peningkatan Keteladanan dan Penerapan Disiplin yang Profesional
Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non Akademik
Mengembangkan Kearifan Lokal dan Berbasis Global
3.1.4. Sarana dan Prasarana
Untuk mendukung semua kegiatan belajar mengajar, sekolah mempunyai fasilitas sebagai berikut :
1 ruang Kepala Sekolah
1 ruang Tata Usaha
1 ruang BP/BK
1 ruang guru
1 ruang pertemuan guru
1 ruang UKS
1 ruang OSIS
1 wisma guru / sanggar kesenian
4 ruang sanggar (Pramuka, Teater, Smapala, PMR)
24 ruang kelas
1 Lab. Fisika, 1 Lab. Biologi, 1 Lab. Kimia, Lab. Bahasa
2 Laboratorium Komputer
1 Laboratorium Multimedia
1 gedung perputakaan berlantai 2
1 lapangan basket/tennis
1 lapangan bola voley/ lapangan upacara
3 tempat WC/KM siswa dan beberapa WC/KM yang menyatu dengan ruang guru, ruang KS dan ruang TU.
1 Masjid Darul Ulum
3.1.5. Ekstrakurikuler SMAN 1 Pasawahan
1. Kebumian
Ekstrakurikuler kebumian, geografi dan astronomi ini berdiri sejak tahun 2012, yang pertama Kebumian yang berfokus pada jenis batu-batuan yang ada di Bumi, kedua Geografi berfokus pada lapisan lapisan bumi beserta dengan lingkungan sekitarnya,yang ketiga Astronomi mempelajari tentang luar angkasa dan perbintangan.
2. Mading
Ekstrakurikuler mading ini berdiri sejak tahun 2014, Mading merupakan singkatan dari majalah dinding, para siswa mengumpulkan karya atau informasi kemudian di temple di mading sekolah. Mading ini biasanya
ditempel dengan tema tertentu, misalnya tema tentang mencari sekolah baru, berteman di zaman virtual, cinta, persahabatan dan lain-lain.
3. Paskibra
Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) didirikan pada tahun 2004, kegiatan paskibra ini melakukan pembinaan fisik dan mental, seperti mengadakan DIKLATSAR di satuan, mengadakan pelantikan anggota baru, melakukan serah terima jabatan, memberikan materi kepaskibraan dan pengetahuan umum dan lain-lain.
4. PKS
PKS atau Patroli Keamanan Sekolah mulai didirikan pada tahun 2005, tugas PKS adalah mengatur lalu lintas di lingkungan sekitar sekolah, terutama pada saat menyebrangkan siswa-siswi yang akan menuju kesekolah maupun yang akan meninggalkan sekolah. PKS juga dapat bertugas ditempat tempat lain yang sedang melaksanakan kegiatan sekolah, seperti pada saat kegiatan Porseni, menyambut perayaan hari-hari besar dan kegiatan lainnya.
5. PLH
PLH atau Pendidikan Lingkungan Hidup bertujuan membentuk perilaku, nilai dan kebiasaan untuk menghargai lingkungan hidup. Kegiatan yang dilakukan seperti pembekalan materi pengelolaan lingkungan hidup, merawat tumbuh tanaman dan lain-lain.
6. Rohis
Rohis atau Rohani Islam, dibangun sebagai majlis ilmu kedua setelah majlis yang ada di luar sekolah, rohis ini adalah organisasi yang tentunya terbuka bagi siswa-siswi muslim muslimah SMAN 1 Pasawahan. Kegiatannya seperti belajar mengaji Al-Quran, belajar kitab kuning, marawis, muhadoroh, ziarah dan lain-lain.
7. Japanese Club
Ekstrakurikuler ini bukan hanya mengajarkan bahasa Jepang diluar jam pelajaran sekolah, tetapi mengajarkan tentang budaya-budaya Jepang, kegiatannya seperti belajar memakai yukata, belajar membuat boneka washi, maupun seni melipat kertas atau origami.
3.1.6. Struktur Organisasi SMAN 1 Pasawahan
Tabel 3.1 Struktur Organisasi SMAN 1 Pasawahan
3.2. Uraian Praktik Kerja
Tugas kerja praktik yang dilaksanakan di SMAN 1 Pasawahan ini dimulai dari tanggal 12 Maret 2019 sampai 16 April 2019. Setiap minggu disusun agenda atau project planning mulai dari proses pengumpulan data hingga penulisan laporan .
Agenda pada minggu pertama adalah perkenalan dengan para staff/guru dan siswa SMAN 1 Pasawahan dan identifikasi peran serta tugas. Perkenalan ini dilakukan mulai dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru-guru, Staff Tata Usaha, dan siswa kelas XI IPA. Adapun peran serta tugas penulis selama
magang adalah mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menganalisa hal-hal yang berpotensi sebagai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar Bahasa Jepang.
Adapun rincian kegiatan yang dilakukan selama kegiatan PKL adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Uraian Kegiatan Praktik Kerja Lapangan
HARI & TANGGAL RINCIAN KEGIATAN
Selasa, 12 Maret 2019
Perkenalan
Penyampaian rangkaian kegiatan PKL dan isi dari penelitian
Rabu, 13 Maret 2019
Menghitung data nilai Semester 1 ( XI IPA 1 ~ 5 )
Menentukan kelas dengan nilai terendah
Kamis, 14 Maret 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar
XI IPA 2
Melakukan sesi tanya jawab
Jumat, 15 Maret 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar
XI IPA 3
Melakukan sesi tanya jawab
Senin, 18 Maret 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar
XI IPA 1
Melakukan sesi tanya jawab
Selasa, 19 Maret 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar XI IPA 4
Rabu, 20 Maret 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar XI IPA 5
Melakukan sesi tanya jawab
Kamis, 21 Maret 2019
Penentuan kelas yang akan diteliti/diuji berdasarkan nilai & sesi tanya jawab
Sabtu, 23 Maret 2019
Mengisi kegiatan ekstrakurikuler Japanese Club
Demo cara pemakaian yukata Tanya jawab kebudayaan Jepang
Jumat, 29 Maret 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar “ Kata Kerja Dalam Bahasa Jepang “ XI IPA 3
Sabtu, 30 Maret 2019
Mengisi kegiatan ekstrakurikuler Japanese Club
Tanya jawab mengenai sekolah bahasa di Jepang
Selasa, 2 April 2019
Membuat media pembelajaran menggunakan kartu begambar
Rabu, 3 April 2019
Menyusun angket / questioner mengenai faktor faktor penyebab kesulitan belajar bahasa Jepang.
Jumat, 5 April 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar “ Aktifitas dalam Bahasa Jepang “ XI IPA 3
Sabtu, 6 April 2019
Mengisi kegiatan ekstrakuriku-ler Japanese Club
Bermain Role Play dalam Bahasa Jepang
Jumat, 12 April 2019
Mengikuti kegiatan belajar mengajar XI IPA 3
pada siswa/siswi XI IPA 3
Sabtu 13 April 2019
Mengisi kegiatan ekstrakurikuler Japanese Club
Membuat origami
Sesi Tanya jawab kebudayaan Jepang
Selasa, 16 April 2019
Menghitung hasil angket / questioner
Menganalisa faktor-faktor penyebab kesulitan belajar Bahasa Jepang
3.2.1. Hal yang Menjadi Pembelajaran dan Hambatan Selama PKL
Adapun pembelajaran yang didapatkan oleh penulis selama pelaksanaan PKL yaitu :
1. Menambah wawasan dalam bidang belajar mengajar seperti bagaimana cara membuat pembelajaran yang menarik.
2. Mengetahui berbagai macam karakter siswa/siswi dan bagaimana cara menghadapinya.
Adapun hambatan yang dihadapi penulis selama pelaksanaan PKL yaitu: 1. Tidak adanya pengalaman penulis dalam bidang belajar mengajar.
2. Minimnya pengetahuan penulis mengenai budaya Jepang sehingga terkadang penulis tidak bisa memberikan informasi yang lengkap ketika siswa/siswi bertanya.
Solusi dari hambatan diatas bagi penulis adalah dengan belajar dari para guru yang sudah mempunyai banyak pengalaman serta lebih banyak membaca mengenai kebudayaan Jepang untuk menambah wawasan penulis.